P U T U S A N No K/Pid/2005

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N No K/Pid/2005"

Transkripsi

1 P U T U S A N No K/Pid/2005 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G Memeriksa perkara pidana Tipikor dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut : Mahkamah Agung tersebut ; Membaca putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 6 April 2004 Nomor : 1257/Pid.B/2003/PN.JKT.PST, dalam putusan mana Terdakwa : 1. Nama lengkap : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL, Tempat lahir : Bandung ; Umur/tgl.lahir : 35 tahun/04 Januari 1967; Jenis kelamin : Laki-laki; Kebangsaan : Indonesia; Tempat tinggal : Jl. Camar Raya Blok C No.4 Pondok Timur Indah Bekasi Timur; Agama : Islam ; Pekerjaan : Karyawan; 2. Nama lengkap : YAKUB A. ARUPALAKKA, Tempat lahir : Bone ; Umur/tgl.lahir : 32 tahun/10 Juli 1970; Jenis kelamin : Laki-laki; Kebangsaan : Indonesia; Tempat tinggal : Jl. Tebet Barat XIII No.1 Jakarta Selatan; Agama : Islam ; Pekerjaan : Wiraswasta; Para Pemohon kasasi/para Terdakwa berada di luar tahanan ; Yang diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri tersebut karena didakwa: Primair Hal. 1 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

2 Bahwa mereka Terdakwa 1. Andre Nugraha Achmad, Terdakwa 2. Yakub A. Arupalakka, dengan saksi Alexander J. Parengkuan, Yosef Tjahjadjaja, Agus Budio Santoso, Ahmad Riyadi, Ir. Aryo Santigi Budihanto, Ir. Harianto Brasali, Koko Sandoza FG dan Dudi Laksmana (almarhum) dari (PT.Dwinogo Manunggaling Roso) dan H. Charto Sunardi,SE Bin Chatar selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan berdasarkan Surat Keputusan Kakanwil V Bank Mandiri No.HRS. ROF-V/263/2001 tanggal 9 April 2001, (berkas perkaranya diajukan tersendiri) pada tanggal 25 sampai dengan 26 Pebruari 2002 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Pebruari 2002 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2002 bertempat di Kantor PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan yang terletak di Jl Lintang Raya No.30 AB Jakarta Pusat atau disuatu tempat daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) atau (Rp ,-) atau sekitar jumlah tersebut, perbuatan mana dilakukan para Terdakwa dengan cara sebagai berikut : - Pada sekitar bulan Januari 2002 saat dilakukan meeting di kantor PT. Dwinogo Manunggaling Roso, Sdr. RAUL J. SUPIT menginformasikan bahwa investor General Financial Coorporation dengan operator Rurnah Sakit MEH dari negara Inggris ingin bekerja sama dengan PT. Dwinogo Manunggaling Roso untuk membangun beberapa Rumah Sakit Jantung di daerah Jakarta termasuk Cibogo Puncak Jawa Barat. General Financial Coorporation (GFC) mensyaratkan agar PT. Dwinogo Manunggaling Roso menyediakan modal untuk pembangunan proyek dimaksud. Selanjutnya saksi Alexander J. Parengkuan menyarankan kepada Ir. Aryo Santigi Budihanto untuk membuat proposal dengan perjanjian kredit ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dan atas nama perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan nominal 1 (satu) Rumah Sakit berkisar antara 15 juta USD dan Rumah Sakit yang direncanakan akan dibangun adalah sebanyak 5 (lima) buah, sebagai jaminannya adalah proyek yang akan dikerjakan; - Pada awal bulan Januari 2002 saksi Alexander J. Parengkuan bersama-sama Ahmad Riyadi pergi ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Hal. 2 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

3 Prapatan dan bertemu dengan H. Charto Sunardi,SE selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dimana agenda pembicaraan pada waktu itu adalah menjelaskan kepada H. CHARTO SUNARDI, SE tentang proyek yang akan dibangun, sekaligus membicarakan penyelesaian hutang PT. Surya Cipta Perkasa (anak perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso) yang belum lunas. Selanjutnya saksi Alexander J. Parengkuan menjelaskan kepada H. Charto Sunardi, SE bahwa PT. Dwinogo Manunggaling Roso mempunyai proyek pembangunan Rumah Sakit di Lombok, Bali, Surabaya dan Cibogo Bogor Jawa Barat Saksi Alexander J. Parengkuan menanyakan apakah bisa mendapatkan bantuan kredit sebesar Rp ,- (lima puluh milyar rupiah). Oleh H Charto Sunardi menjawab bahwa ia ingin mengkaji proyek lebih dulu ; - Dalam pertemuan berikut masih dalam bulan Januari 2002 pihak PT. Dwinogo Manunggaling Roso yaitu Raul Supit, Alexander J. Parengkuan, Ahmad Riyadi, Aryo Santigi Budihanto ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan dengan maksud untuk melaporkan rencana proyek-proyek tersebut kepada H Charto Sunardi, SE pada waktu itu memberikan saran agar PT. Dwinogo Manunggaling Roso mencari investor yang mau menempatkan dana di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, kemudian dana tersebut akan diikat oleh PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dijaminkan. Namun PT.Dwinogo Manunggaling Roso tidak berhasil mencari investor ; - Pada hari Sabtu tanggal 2 Februari 2002 jam Wib di Hotel Aston Jl. Senen Raya Jakarta saksi, H. Caharto Sunardi mengadakan pertemuan dengan saksi Alexander J. Parengkuan, dalam pertemuan tersebut saksi H. Charto Sunardi, SE mempertemukan dan memperkenalkan saksi Alexander J. Parengkuan, Aryo Santigi Budihanto dengan seorang bernama Henny Purnama Katherine,SE dan Aries Setiawan (DPO). Pada saat itu saksi H Charto Sunardi,SE menyatakan bahwa Sdri. Henny Purnama Katherine, SE adalah arranger yang dapat mendatangkan dana ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk kepentingan PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan memberikan imbalan komisi atau jasa sebesar 2,5 % dari jumlah dana yang masuk ; - Pada hari Selasa tanggal 5 Februari 2002 bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan kembali diadakan pertemuan antara Hal. 3 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

4 H.Charto Sunardi, SE dengan ALEXANDER J. PARENGKUAN, saksi ARYO SANTIGI BUDIHANTO dengan Sdri. HENNY PURNAMA KATHERINE, SE yang didampingi oleh ARIES SETIAWAN. Dalam pertemuan tersebut Sdri. HENNY PURNAMA KATHERINE, SE memperkenalkan ADI SENGGONO, SYARIFUDDIN sebagai Arranger. Pertemuan mana dilanjutkan lagi pada tanggal 8 Februari 2002 ditempat yang sama yaitu di. PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dimana dalam pertemuan tersebut diperkenalkan beberapa orang yang mengaku bernama ADI SENGGONO, SYARIFUDDIN, YOSEF TJAHJADJAJA dan FERRY yang mengaku sebagai perwakilan dari PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS. Dalam pertemuan tersebut adalah menegaskan penempatan dana oleh PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS dan dalam pertemuan tersebut Sdr. YOSEF TJAH JADJAJA meminta fee sebesar 7,5 % dari jumlah dana yang dikucurkan; - Pada tanggal 11 Februari 2002 bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan kembali dilakukan lagi pertemuan antara H. CHARTO SUNARDI, SE, saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN dan Sdri. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, AHMAD RIYADI dengan YOSEF TJAH- JADJAJA dan AGUS BUDIO SANTOSO selaku Dirut PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS dan pada saat itu AGUS BUDIO SANTOSO menginformasikan bahwa dana sebesar Rp ,- (seratus milyar rupiah) akan masuk dalam minggu ini ke.pt. Bank: Mandiri Cabang Jakarta Prapatan. Kemudian pada esok harinya yaitu Selasa tanggal 12 Februari 2002 pertemuan dilanjutkan ditempat yang sama, antara saksi H. CHARTO SUNARDI, SE, saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, ARYO SANTIGI BUDlHANTO, AHMAD RIYADI dengan YOSEF TJAHJADJAJA, dimana inti pembicaraan dalam pertemuan tersebut YOSEF TJAHJADJAJA menjelaskan bahwa dana sebesar Rp ,- (seratus milyar rupiah) akan masuk ke PT. Bank: Mandiri Cabang Jakarta Prapatan adalah milik PT. Jamsostek dan selanjutnya saksi H. CHARTO SUNARDI, SE dan YOSEF TJAHJADJAJA membicarakan masalah teknis pengaturan pelaksanaan penempatan dana serta pengikatan pemrosesan kreditnya; - Pada tanggal 14 Februari 2002 telah masuk dana milik PT. Jamsostek sebesar Rp ,- (saratus milyar rupiah) ke PT. Bank: Hal. 4 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

5 Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sesuai pemberitahuan Sdr. YOSEP TJAHJADJAJA kepada saksi H. CHARTO SUNARDI, SE. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARYO SANTIGI BUDIHANTO, HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FG, untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan yang berhubungan dengan permohonan kredit pihak PT Dwinogo Manunggaling Roso. Selanjutnya saksi H. CHARTO SUNARDI, SE sendiri mengetik surat Permohonan Pengajuan kredit atas nama saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARYO SANTIGI BUDIANTO, HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FG.Pada tanggal 14 Februari 2002, saksi H. CHARTO SUNARDI,SE selaku Kepala Cabang Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang.Jakarta Prapatan memerintahkan kepada pegawainya yaitu saksi BUDI WALUYO, S.Kom selaku Asisten Retail Officer (ARO) PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk melakukan pemrosesan kredit kepada 5 (lima) orang yakni masing-masing sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada : 1. ALEXANDER J. PARENGKUAN, SE dengan alamat Jl. Patimura No.14 RT.04/04 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Surat Permohonan Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4.Sp.JPN/O63/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/002/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 2. AHMAD RIYADI, dengan alamat Jl. Mampang Prapatan I No.32 RT 015/01 Kel. Mampang Jakarta Prapatan Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor: 4/Sp.JPN/064/LNII/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/003/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 3. KOKO SANDOZA FG, dengan alamat Jl. Rekarta No.3 RT02/08 Kel Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK). Nomor : 4/Sp. JPN/065/LN/I/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/004/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 4. Ir. HARIANTO BRASALI, dengan alamat Jl. Cigadung Raya Te- Hal. 5 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

6 ngah I No.12 A RT.01/09 Kel.Cigadung Kec.Cibening Bandung, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/066/ LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/O05/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 5. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, dengan alamat Cawang Baru Utara RT02/11 Kel.Cipinang Cempedak Jatinegara Jakarta Timur, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor: 4/Sp.JPN/067 LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/006/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; - Pada hari itu juga tanggal 14 Februari 2002 proses penandatanganan akad kredit kepada para Debitur tersebut berlangsung dan pada hari itu juga H. CHARTO SUNARDI telah merealisir pengucuran kredit cash collateral kepada 5 (lima) orang Debitur, yaitu masing-masing kepada : 1. ALEXANDER J. PARENGKUAN, SE sebesar Rp ,- 2. AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- 3. Ir. ARYO SANTIGI BUDlHANTO sebesar Rp ,- 4. II. HARIATO BRASALI sebesar Rp ,- 5. KOKO SANDOZA FAG sebesar Rp ,- Jumlah Rp ,- - Pada Selasa Tanggal 26 Februari 2002 masuk lagi dana sebesar Rp ,- (seratus milyar rupiah) dari PT. Jamsostek ke PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan sesuai pemberitahuan Sdr. YOSEP TJAHJADJAJA kepada Terdakwa ; Selanjutnya Terdakwa memberitahukan kepada ALEXANDER J. PARENGKUAN, SE untuk mempersiapkan permohonan pengajuan kredit sebanyak 5 (lima) orang yang akan diproses oleh Terdakwa sama seperti proses pencairan kredit pada tanggal 14 Februari Namun ALEXANDER J. P ARENGKUAN, SE hanya memberikan 3 (tiga) orang pemohonan kredit dan Terdakwa l.andre NUGRAHA ACHMAD, DUDI LAKSMANA (Almarhum) dan Terdakwa 2. YAKUB A. ARUPALAKKA. Selanjutnya saksi CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) memerintahkan lagi kepada saksi BUDI WALUYO, S.Kom untuk melakukan pemrosesan kredit kepada 3 (tiga) orang yakni masing-masing Hal. 6 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

7 sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada : 1. Terdakwa 1. ANDRE NUGRAHA ACHMAD, dengan alamat Jl. Camar Raya Blok. C No.4 PTI RT.06/04 Ke1. Mustika Bantar Gebang Bekasi, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 26 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/081/ LA/II/2002 tanggal 26 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor. 123/008S/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; 2. DUDI LAKSMANA, dengan alamat Jl. Rengas No 40 RT.05/06 Kel Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 26 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/083/LA/II/2002 tanggal 26 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/010/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; 3. Terdakwa 2. YAKUB A. ARUPALAKKA, dengan alamat Jl. Tebet Barat 12 No.1 RT.10/05 Kel.Tebet Barat Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 26 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor :4/Sp.JPN/082/ LA/II/2002 tanggal 26 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/009/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; - Pada hari itu juga pada tanggal 26 Februari 2002, saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) merealisir lagi pengucuran kredit kepada 3 (tiga) Debitur lainnya, yaitu masing-masing kepada : 1. DUDI LAKSMANA sebesar Rp ,- 2. Terdakwa l.andrena. sebesar Rp ,- 3. Terdakwa 2 YAKUB A. A sebesar Rp ,- Jumlah Rp ,- (empat puluh lima milyar rupiah) sehingga jumlah seluruhnya kredit yang berhasil dikucurkan oleh saksi H. CHARTO SUNARDI kepada 8 (delapan) Debitur tersebut di atas adalah Rp ,- + Rp ,- = Rp ,-. (seratus dua puluh milyar rupiah) ; Terdakwa 1. ANDRE NUGRAHA AHCMAD NOUVAL dan Terdakwa II. YAKUB ARUPALAKKA selaku Debitur atau pihak yang mengajukan permohonan kredit telah mengajukan permohonan kredit dan Hal. 7 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

8 menandatanganinya Perjanjian Kredit No : 123/008/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dan No : 123/009/pkjd-crms 2002 tanggal 26 Februari 2002 yang dilampiri dengan Surat Jaminan Deposito yang tidak ditandatangani oleh pihak pemberi pinjaman (pihak Jamsostek), namun kenyataannya demikian kredit tersebut tetap disetujui dan dapat dicairkan, sehingga Terdakwa 1. ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan Terdakwa II. YAKUB ARUPALAKKA pada hari itu juga telah berhasil mendapat pengucuran dana kredit sebesar Rp ,- (empat puluh lima milyar rupiah) ; - Bahwa proses pengajuan fasilitas kredit oleh 8 (delapan) orang Debitur tersebut di atas, adalah tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedure Bank Mandiri (SOP), karena tidak dilengkapi dengan surat persetujuan penjaminan dari pihak PT. Jamsostek atas Bilyet Deposito milik PT. Jamsostek, serta tidak melampirkan Akta Pendirian PT. Jamsostek untuk melihat kewenangan pejabat dari PT. Jamsostek apakah Debitur berwenang atau tidak berwenang untuk menjaminkan Deposito atas nama PT. Jamsostek tersebut sebagai agunan. Saksi BUDI WALUYO, S.Kom telah memperingatkan kepada saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) mengenai kekurangan persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengajuan kredit tersebut, namun oleh saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) mengatakan kepada saksi BUDI WALUYO, S.Kom sudah, tulis saja data yang ada" ; - Bahwa pengucuran kredit kepada 8 (delapan) Debitur tersebut di atas adalah tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu bertentangan dengan surat dari Direktur PT. Bank Mandiri Nomor : DIR/006/2000 tanggal 14 Juni 2000 dengan kata lain tidak memenuhi persyaratan legal yaitu : a. Memecah Deposito PT. Jamsostek senilai Rp ,- (dua ratus milyar rupiah) menjadi 10 (sepuluh) lembar Bilyet Deposito masing-masing senilai Rp ,- (dua puluh milyar rupiah), kemudian 8 (delapan) lembar Bilyet Deposito tersebut dijadikan jaminan kredit oleh 8 (delapan) orang Debitur sebagaimana tersebut di atas, yaitu atas inisiatif saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas Hal. 8 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

9 tersendiri), bukan atas permintaan PT. Jamsostek, hal mana sengaja dilakukan oleh saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) agar Bilyet Deposito tersebut dapat dipergunakan sebagai jaminan oleh 8 (delapan) Debitur tersebut di atas dan agar pemberian kredit cash colletral tersebut dapat disesuaikan dengan batas kewenangan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku Kepala Spoke Manager Cahang PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) hanya dapat memberikan kredit cash colletral Rp ,- (lima belas milyar rupiah) setiap Debitur. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan dalam memberikan dan menyalurkan kredit kepada 8 (delapan) Debitur tersebut di atas yang seluruhnya berjumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) telah melampaui kewenangannya, karena ternyata pemberian kredit tersebut adalah ditujukan hanya kepada satu perusahan saja yaitu PT. Dwinogo Manunggaling Roso, dimana ternyata 8 (delapan) Debitur tersebut di atas semuanya adalah pihak yang terkait dengan PT. Dwinogo Manunggaling Roso; b. Penandatanganan surat gadai Deposito yang diketahui tidak benar, yaitu untuk penandatanganan pihak PT. Jamsostek tidak dilaksanakan dihadapan saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) selaku pejabat yang berwenang, yaitu selaku Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yang seharusnya penanda tanganannya harus dilakukan dihadapan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku pejabat yang berwenang; c. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE selaku Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan dan mereka Terdakwa tidak melakukan konfirmasi mengenai gadai/jaminan Deposito milik PT. Jamsostek tersebut, kepada pihak PT. Jamsostek (pihak ketiga) selaku pihak yang menggadaikan Bilyet Deposito sebagai jaminan kredit, untuk mengetahui keabsahan gadai/jaminan Deposito tersebut; d. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE telah menandatangani 5 (lima) surat gadai deposito atas nama PT. Jamsostek pada tanggal 14 Februari Hal. 9 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

10 2002 dengan jaminan Bilyet Deposito yaitu E ; E ; E ; E ; E ; masing-masing Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) yang dipergunakan sebagai jaminan kredit oleh mereka Terdakwa tidak dikonfirmasikan kepada pemiliknya yaitu PT. Jamsostek; Persyaratan-persyaratan legal tersebut di atas sengaja tidak diindahkan oleh saksi H.CHARTO SUANARDI selaku Kepala Cabang/ Spoke Manager PT.Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan agar pengucuran kredit tersebut dapat terealisir pada hari itu juga ; - Bahwa PT. Jamsostek Jakarta, tidak pernah menjaminkan Deposito miliknya kepada 8 (delapan) orang Debitur tersebut di atas dan ternyata tandatangan Drs. A. DJUNAIDI, AK dan ANDI RACHMAN ALAMSYAH masing-masing selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi PT. Jamsostek adalah tidak benar atau palsu, karena H. CHARTO SUNARDI, SE tidak pernah menandatangani surat gadai deposito untuk jaminan kredit kepada 8 (delapan) orang Debitur tersebut di atas ; - Dari hasil pengucuran kredit kepada 8 (delapan) orang nasabah tersebut di atas, yang seluruhnya berjumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) telah dicairkan dan ditransfer kedalam rekening masing-masing Debitur, selanjutnya ditransfer ke PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- (sembilan puluh enam milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah). Bahwa setelah mereka Terdakwa berhasil memperoleh pengucuran kredit dari PT. Bank MandiIi cabang Jakarta Prapatan, yang semula sesuai proposal pengajuan permohonan kreditnya dipergunakan untuk membayar 5 (lima) buah Rumah Sakit Jantung, ternyata oleh mereka Terdakwa dana pinjaman tersebut tidak dipergunakan sesuai peruntukkannya, melainkan dipergunakan antara lain untuk pembayaran utang perusahaan, untuk kepentingan/kebutuhan mereka Terdakwa yaitu disimpan didalam rekening pribadi mereka Terdakwa, sebagian lagi yaitu sejumlah Rp ,- (sembilan belas milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah) diserahkan oleh ALEXANDER PARENGKUAN kepada YOSEF TJAHJADJAJA (PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS) dalam bentuk cek, yaitu masing-masing : Hal. 10 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

11 1. Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,-tanggal Jumlah Rp ,- Sebagai fee atas pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, yaitu sesuai kesepakatan dalam pertemuan tanggal 8 Februari 2002 di Kantor PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, dimana disepakati pihak PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS mendapatkan fee 7,5 % dari hasil pencairan kredit tersebut. - Saksi CHARTO SUNARDI, SE telah mendapatkan pula bagian berupa uang dan barang yaitu sebagai berikut : a. Dari ALEXANDER J. PARENGKUAN uang sebanyak Rp , (dua milyar enam ratus juta rupiah) dan 1 (satu) unit kendaraan Sedan Toyota Altis Th No. Pol. B 8944 L W, STNK atas nama ARYANTO ; b. Dari AGUS BUDIO SANTOSO (Dirut PT. RIFAN) melalui YOSEF TJAHJADJAJA berupa uang tunai sebesar Rp ,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) ; c. Dari BENNY. K, SE (DPO) berupa cek sebesar Rp ,- (lima ratus juta rupiah) ; - Bahwa dari hasil bagian berupa uang sebanyak Rp ,- (tiga milyar empat ratus lima puluh juta rupiah) tersebut di atas, telah dipergunakan pula oleh saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) antara lain sebagai berikut : Hal. 11 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

12 a. Membeli sebidang tanah dan bangunan yang terletak di RT/RW 013/05 Kel.Ulujami dengan luas 102 M2 yang telah bersertifikat Hak Milik Nomor 4788, dengan harga Rp ,- (seratus tujuh puluh juta rupiah) ; b. Membeli sebidang tanah dan bangunan yang terletak di RT/RW 013/05 Kel.Ulujami dengan luas 601 M2 yang sudah bersertifikat Hak Milik Nomor : 4787, dengan harga Rp ,- (seratus delapan puluh juta rupiah) ; c. Membeli Rumah Susun di Klender Kel. Malaka Sari dan Malaka Jaya Blok.B/70 Lt.2 No.9 Jakarta Timur dengan luas/type 36 F.36 A dengan harga Rp ,- (tujuh puluh juta rupiah) ; d. Membeli 2 (dua) buah cincin dan 1 (satu) gelang seharga Rp ,- (lima puluh juta rupiah); e. Sisanya sebesar Rp ,- (dua milyar dua ratus empat puluh enam juta rupiah) dipergunakan oleh Terdakwa untuk kepentingan pribadinya sebagian lagi dipinjamkan kepada beberapa orang temannya dan selebihnya disimpan oleh Saksi CHARTO SUNARDI, SE dalam bentuk uang tunai ; Sehingga memperkaya, Terdakwa l. ANDRE NUGRAHA AHMAD, Terdakwa 2. YAKUB A.ARUPALAKKA dan saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, Ir. HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA. FG, DUDI LAKSMANA (AIm), (PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO), PT. RIFAN FINAN- CINDO SECURITAS, YOSEF TJAHJADJAJA, AGUS BUDI SANTOSO, sejumlah tersebut di atas. Akibat dari pada perbuatan mereka Terdakwa tersebut di atas, telah merugikan keuangan negara Cq. PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sejumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) atau sekitar jumlah tersebut. Perbuatan Terdakwa tersebut di atas melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 jo Pasal 43 A UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KHUP; SUBSIDAIR : Hal. 12 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

13 Bahwa mereka Terdakwa 1. ANDRE NUGRAHA AHMAD NOUVAL 2. YAKUB A. ARUPALAKKA BUDIHANTO dan saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, lr. ARYO SANTIGI Ir. HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA. FG, DUDI LAKSMANA (Alm), (PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO), PT. RIFAN FINANCINDO SECURITAS, YOSEF TJAHJADJAJA, AGUS BUDI SANTOSO bersama dengan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE bin CHATAR selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan berdasarkan Surat Keputusan Kakanwil V Bank Mandiri No.HRS.ROF- V/263/2001 tanggal 9 April 2001, yang mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut : a. Mengelola kelancaran operasional kantor, yaitu membuka dan menutup operasi komputer dalam jangka operasional on line maupun of line dengan kantor pusat untuk operasional bagian Kas ; b. Melakukan persetujuan atas pemberian kredit, sesuai kewenangannya memberikan fasilitas kredit maksimal Rp ,- (lima belas milyar rupiah) untuk kredit cash colletral (kredit dengan jaminan Deposito) ; Dengan ALEXANDER J. PARENGKUAN, YOSEF TJAHJADJAJA, AGUS BUDIO SANTOSO, AHMAD RIYADI, Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, Ir. HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FG, (berkas perkaranya diajukan tersendiri) dan DUDI LAKSMANA (almarhum), pada waktu dan tempat sebagaimana dalam dakwaan Primair di atas telah melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan sejumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) atau (Rp ,-) atau sekitar jumlah tersebut, perbuatan mana dilakukan Terdakwa bersama dengan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE bin CHATAR cara sebagai berikut: - Pada sekitar bulan Januari 2002 saat dilakukan meeting di kantor PT. Dwinogo Manunggaling Roso, Sdr. RAUL J. SUPIT menginformasikan Hal. 13 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

14 bahwa investor General Financial Coorporation dengan operator Rumah Sakit MEH dari Negara Inggris ingin bekerja sama dengan PT. Dwinogo Manunggaling Roso untuk membangun beberapa Rumah Sakit Jantung di daerah Jakarta termasuk Cibogo Puncak Jawa Barat. General Financial Coorporation (GFC) mensyaratkan agar PT. Dwinogo Manunggaling Roso menyediakan modal untuk pembangunan proyek dimaksud. Selanjutnya saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN menyarankan kepada Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO untuk membuat proposal dengan perjanjian kredit ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dan atas nama perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan nominal 1 (satu) Rumah Sakit berkisar antara 15 Juta USD dan Rumah Sakit yang direncanakan akan dibangun adalah sebanyak 5 (lima) buah, sebagai jaminannya adalah proyek yang akan dikerjakan ; - Pada awal bulan Januari 2002 saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN bersama-sama AHMAD RIYADI pergi ke PT. Bank Maridiri Cabang Jakarta Prapatan dan bertemu dengan H. CHARTO SUNARDI, SE. selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dimana agenda pembicaraan pada waktu itu adalah menjelaskan kepada H. CHARTO SUNARDI, SE tentang proyek yang akan dibangun, sekaligus membicarakan penyelesaian hutang PT SURYA CIPTA PERKASA (anak perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso) yang belum lunas ; Selanjutnya saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN menjelaskan kepada H. CHARTO SUNARDI, SE bahwa PT. Dwinogo Manunggaling Roso mempunyai obyek pembangunan Rumah Sakit di Lombok, Bali, Surabaya dan Cibogo Bogor Jawa Barat. Saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN menanyakan apakah bisa mendapatkan bantuan kredit sebesar Rp ,- (lima puluh milyar rupiah). Oleh H. CHARTO SUNARDI menjawab bahwa ia ingin mengkaji proyek lebih dulu. - Dalam pertemuan berikut masih dalam bulan Januari 2002 pihak PT. Dwinogo Manunggaling Roso yaitu RAUL SUPIT, ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARYO SANTIGI BUDIHANTO ke PT Hal. 14 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

15 Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dengan maksud untuk melaporkan rencana proyek-proyek tersebut kepada H. CHARTO SUNARDI, SE pada waktu itu memberikan saran agar PT Dwinogo Manunggaling Roso mencari investor yang mau menempatkan dana di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, kemudian dana tersebut akan diikat oleh PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dijaminkan. Namun PT. Dwinogo Manunggaling Roso tidak berhasil mencari investor. - Pada hari Sabtu tanggal 2 Februari 2002 jam WIB di Hotel Aston Jl. Senen Raya Jakarta saksi H. CAHARTO SUNARDI mengadakan pertemuan dengan saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, dalam pertemuan tersebut saksi H. CHARTO SUNARDI, SE mempertemukan dan memperkenalkan saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, ARYO SANTIGI BUDIHANTO dengan seorang bemama HENNY PURNAMA KATHERINE, SE dan ARIES SETIAWAN (DPO). Pada saat itu saksi H. CHARTO SUNARDI, SE menyatakan bahwa Sdri. HENNY PURNAMA KATHERINE, SE adalah arranger yang dapat menda-tangkan dana ke PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk kepentingan PT Dwinogo Manunggaling Roso dengan meminta imbalan komisi atau jasa sebesar 2,5 % dari jumlah dana yang masuk. - Pada hari Selasa tanggal 5 Februari 2002 bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan kembali diadakan pertemuan antara H.CHARTO SUNARDI, SE dengan ALEXANDER J. PARENGKUAN, saksi ARYO SANTIGI BUDIHANTO dengan Sdri. HENNY PURNAMA KATHERINE, SE yang didampingi oleh ARIES SETIAWAN. Dalam pertemuan tersebut Sdri. HENNY PURNAMA KATHERINE, SE memperkenalkan ADI SENGGONO, SYARIFUDDIN sebagai Arranger. Pertemuan mana dilanjutkan lagi pada tanggal 8 Februari 2002 ditempat yang sama yaitu di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dimana dalam pertemuan tersebut diperkenalkan beberapa orang yang mengaku bernama ADI SENGGONO, SYARIFUDDIN, YOSEF TJAHJADJAJA dan FERRY yang mengaku sebagai perwakilan dari PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS. Dalam pertemuan tersebut adalah menegaskan penempatan dana oleh PT. RIFAN FINANSINDO Hal. 15 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

16 SEKURITAS dan dalam pertemuan tersebut (Sdr. YOSEF TJAHJADJAJA meminta fee sebesar 7,5 % dari jumlah dana yang dikucurkan pada tanggal 11 Februari 2002 bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan kembali dilakukan lagi pertemuan antara H CHARTO SUNARDI, SE, saksi ALEXANDER J. PARENG- KUAN dan Sdr. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, AHMAD RIYADI dengan YOSEF TJAHJADJAJA dan AGUS BUDIO SANTOSO selaku Dirut PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS dan pada saat itu AGUS BUDIO SANTOSO menginformasikan bahwa dana sebesar Rp ,- (seratus milyar rupiah) akan masuk dalam minggu ini ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan. Kemudian pada esok harinya yaitu Selasa tanggal 12 Februari 2002 pertemuan dilanjutkan ditempat yang sama,antara saksi H. CHARTO SUNARDI, SE, saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, ARYO SANTIGI BUDIHANTO, AHMAD RIYADI dengan YOSEF TJAHJADJAJA, dimana inti pembicaraan dalam pertemuan tersebut YOSEF TJAHJADJAJA menjelaskan bahwa dana sebesar Rp ,- (seratus miiyar rupiah) akan masuk ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan adalah milik PT. Jamsostek dan selanjutnya saksi H. CHARTO SUNARDI, SE dan YOSEF TJAHJADJAJA membicarakan masalah teknis pengaturan pelaksanaan penempatan dan serta pengikatan pemrosesan kreditnya. - Pada tanggal 14 Februari 2002 telah masuk dana milik PT. Jamsostek sebesar Rp ,- (saratus milyar rupiah) ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sesuai pemberitahuan Sdr. YOSEP TJAHJADJAJA kepada saksi H. CHARTO SUNARDI,SE. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARYO SANTIGI BUDIHANTO, HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FG, untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan yang berhubungan dengan permohonan kredit pihak PT Dwinogo Manunggaling Roso. Selanjutnya saksi H. CHARTO SUNARDI, SE sendiri mengetik surat Permohonan Pengajuan kredit atas nama saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARYO SANTIGI BUDIHANTO, HARIANTO BRASALI, KOKO Hal. 16 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

17 SANDOZA FG. - Pada tanggal 14 Februari 2002, saksi H. CHARTO SUNARDI, SE selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan memerintahkan kepada pegawainya yaitu saksi BUDI WALUYO, S.Kom selaku Asisten Retail Officer (ARO) PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk melakukan pemrosesan kredit kepada 5 (lima) orang yakni masing-masing sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada : 1. ALEXANDER J. PARENGKUAN, SE dengan alamat Jl. Patimura No.14 RT.04/04 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Surat Permohonan Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor :4.Sp.JPN/063/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : l23/002/ pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 2. AHMAD RIYADI, dengan alamat Jl. Mampang Prapatan I No.32 RT 015/01 Kel. Mampang Jakarta Prapatan Selatan, Surat Permohonan Fasilltas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/064/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/003/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 3. KOKO SANDOZA FG, dengan alamat Jl. Rekarta No.3 RT02/08 Kel. Pondok Pinang Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp. JPN/065/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/004/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 4. Ir. HARIANTO BRASALI, dengan alamat Jl. Cigadung Raya Tengah I No.12 A RT.0l/09 Kel.Cigadung Kec.Cibening Bandung, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp. JPN/066/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/005/pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; 5. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, dengan alamat Cawang Baru Utara Hal. 17 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

18 RT.02/11 Kel.Cipinang Cempedak Jatinegara Jakarta Timur, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor :4/Sp.JPN/067/ LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/006/Pkjd-crms 2002 tanggal 14 Februari 2002; - Pada hari itu juga tanggal 14 Februari 2002 proses penandatanganan akad kredit kepada para Debitur tersebut berlangsung dan pada hari itu juga H. CHARTO SUNARDI telah merealisir pengucuran kredit cash collateral kepada 5 (lima) orang Debitur, yaitu masing-masing kepada : 1. ALEXANDER J. PARENGKUAN, SE sebesar Rp ,- 2. AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- 3. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- 4. Ir. HARIANTO BRASALI sebesar Rp ,- 5. KOKO SANDOZA FG sebesar Rp ,- Jumlah Rp ,- - Pada Selasa tanggal 26 Februari 2002 masuk lagi dana sebesar Rp ,- (seratus milyar rupiah) dari PT. Jamsostek ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sesuai pemberitahuan Sdr. YOSEP TJAHJADJAJA kepada H. CHARTO SUNARDI, Selanjutnya H. CHARTO SUNARDI memberitahukan kepada ALEXANDER J. PARENGKUAN,SE untuk mempersiapkan permohonan pengajuan kredit sebanyak 5 (lima) orang yang akan diproses oleh H. CHARTO SUNARDI, SE sama seperti proses pencairan kredit pada tanggal 14 Februari Namun ALEXANDER J PARENGKUAN, SE hanya memberikan 3 (tiga) orang pemohon kredit dan Terdakwa l. ANDRE NUGRAHA ACHMAD, DUDI LAKSMANA (Almarhum) dan Terdakwa 2. YAKUBA ARUPALAKKA. Selanjutnya saksi CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) memerintahkan lagi kepada saksi BUDI WALUYO, S.Kom untuk melakukan pemrosesan kredit kepada 3 (tiga) orang yakni masingmasing sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada : 1. Terdakwa 1. ANDRE NUGRAHA ACHMAD, dengan alamat Jl. Camar Raya Blok. C No.4 PTI Rt.06/04 Kel. Mustika Bantar Gebang Bekasi, Surat Permohonan Fasilitas Kredit Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/081/ LA/II/2002 tanggal 26 Februari Hal. 18 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

19 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor.123/008/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; 2. DUDI LAKSMANA, dengan alamat Jl. Rengas No. 40 Rt.05/06 Kel Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 26 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor : 4/Sp.JPN/083/LA/II/2002 tanggal 26 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/010/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; 3. Terdakwa 2. YAKUBA. ARUPALAKKA, dengan alamat Jl. Tebet Barat 12 No.1 RT.10/05 Kel.Tebet Barat Jakarta Selatan, Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 26 Februari 2002, Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Nomor :4/Sp.JPN/082/ LA/II/2002 tanggal 26 Februari 2002, Surat Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito Nomor : 123/009/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002; - Pada hari itu juga pada tanggal 26 Februari 2002, saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) merealisir lagi pengucuran kredit kepada 3 (tiga) Debitur lainnya, yaitu masing-masing kepada : 1. DUDI LAKSMANA sebesar Rp ,- 2. Terdakwa l.andre N.A. sebesar Rp ,- 3. Terdakwa 2 YAKUB A. A sebesar Rp ,- Jumlah Rp ,- Sehingga jumlah seluruhnya kredit yang berhasil dikucurkan oleh saksi H. CHARTO SUNARDI kepada 8 (delapan) Debitur tersebut diatas adalah Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah). Terdakwa I. ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan Terdakwa II. YAKUB ARUPALAKKA selaku Debitur atau pihak yang mengajukan permohonan kredit telah mengajukan permohonan kredit dan menandatanganinya Perjanjian Kredit No :123/008/pkjd-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dan No : 123/009/pkjd-crms 2002 tanggal 26 Februari 2002 yang dilampiri dengan Surat Jaminan Deposito yang tidak ditandatangani oleh pihak pemberi pinjaman (pihak Jamsostek), namun kenyataannya demikian kredit tersebut tetap disetujui dan dapat dicairkan, sehingga Terdakwa I. ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan Terdakwa II. YAKUB ARUPALAKKA pada hari itu juga telah berhasil mendapat pengucuran dana kredit sebesar Rp ,- (empat puluh lima milyar rupiah); Hal. 19 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

20 - Bahwa proses pengajuan fasilitas kredit oleh 8 (delapan) orang Debitur tersebut di atas, adalah tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedure Bank Mandiri (SOP), karena tidak dilengkapi dengan surat persetujuan penjaminan dari pihak PT. Jamsostek atas Bilyet Deposito milik PT. Jamsostek serta tidak melampirkan Akta Pendirian PT. Jamsostek untuk melihat kewenangan pejabat dari PT. Jamsostek apakah Debitur berwenang atau tidak berwenang untuk menjaminkan Deposito atas nama PT. Jamsostek tersebut sebagai agunan. Saksi BUDI WALUYO, S.Kom telah memperingatkan kepada saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) mengenai kekurangan persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengajuan kredit tersebut, namun oleh saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) mengatakan kepada saksi BUDI WALUYO, S.Kom sudah, tulis saja data yang ada" ; - Bahwa pengucuran kredit kepada 8 (delapan) Debitur tersebut di atas adalah tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu bertentangan dengan surat dari Direktur PT. Bank Mandiri Nomor : DIR/006/2000 tanggal 14 Juni 2000 dengan kata lain tidak memenuhi persyaratan legal yaitu : a. Memecah Deposito PT. Jamsostek senilai Rp ,- (dua ratus milyar rupiah) menjadi 10 (sepuluh) lembar Bilyet Deposito masing-masing senilai Rp ,- (dua puluh milyar rupiah), kemudian 8 (delapan) lembar Bilyet Deposito tersebut dijadikan jaminan kredit oleh 8 (delapan) orang Debitur sebagaimana tersebut di atas, yaitu atas inisiatif saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri), bukan atas permintaan PT. Jamsostek, hal mana sengaja dilakukan oleh saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) agar Bilyet Deposito tersebut dapat dipergunakan sebagai jaminan oleh 8 (delapan) Debitur tersebut di atas dan agar pemberian kredit cash colletral tersebut dapat disesuaikan dengan batas kewenangan saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) selaku Kepala Spoke Manager Cabang PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) hanya dapat memberikan kredit cash colletral Rp ,- (lima belas milyar rupiah) setiap Debitur. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku Kepala Cabang / Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan dalam memberikan dan Hal. 20 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

21 menyalurkan kredit kepada 8 (delapan) Debitur tersebut di atas yang seluruhnya berjumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) telah melampaui kewenangannya karena ternyata pemberian kredit tersebut adalah ditujukan hanya kepada satu perusahaan saja yaitu PT. Dwinogo Manunggaling Rosso dimana ternyata 8 (delapan) Debitur tersebut di atas semuanya adalah pihak yang terkait dengan PT. Dwinogo Mamunggaling Roso; b. Penandatanganan surat gadai Deposito yang diketahui tidak benar, yaitu untuk penandatanganan pihak PT. Jamsostek tidak dilaksanakan dihadapan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku pejabat yang berwenang, yaitu selaku Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yang seharusnya penandatanganannya harus dilakukan dihadapan saksi H. CHARTO SUNARDI, SE (berkas tersendiri) selaku pejabat yang berwenang; c. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE selaku Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan dan mereka Terdakwa tidak melakukan konfirmasi mengenai gadai/jaminan Deposito milik PT. Jamsostek tersebut, kepada pihak PT. Jamsostek (pihak ketiga) selaku pihak yang menggadaikan Bilyet Deposito sebagai jaminan kredit, untuk mengetahui keabsahan gadai/jaminan Deposito tersebut; d. Saksi H. CHARTO SUNARDI, SE telah menandatangani 5 (lima) surat gadai Deposito atas nama PT. Jamsostek pada tanggal 14 Februari 2002 dengan jaminan Bilyet Deposito yaitu E ; E ; E ;E ;E ;masing-masing Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) yang dipergunakan sebagai jaminan kredit oleh mereka Terdakwa tidak dikonfirmasikan kepada pemiliknya yaitu PT. Jamsostek ; Persyaratan-persyaratan legal tersebut di atas sengaja tidak diindahkan oleh saksi H. CHARTO SUANARDI selaku Kepala Cabang / Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan agar pengucuran kredit tersebut dapat terealisir pada hari itu juga. - Bahwa PT. Jamsostek Jakarta, tidak pernah menjaminkan Deposito miliknya kepada 8 (delapan) orang Debitur tersebut di atas dan ternyata tandatangan Drs. A. DJUNAIDI, AK dan ANDI RACHMAN ALAMSYAH masing-masing selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi PT. Jamsostek adalah tidak benar atau palsu, karena H. Hal. 21 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

22 CHARTO SUNARDI, SE tidak pernah menandatangani surat gadai Deposito untuk jaminan kredit kepada 8 (delapan) orang Debitur tersebut diatas ; - Dari hasil pengucuran kredit kepada 8 (delapan) orang nasabah tersebut di atas, yang seluruhnya berjumlah Rp ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) telah dicairkan dan ditransfer kedalam rekening masing-masing Debitur, selanjutnya ditransfer ke PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- (sembilan puluh enam milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta rupiah). Bahwa setelah mereka Terdakwa berhasil memperoleh pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yang semula sesuai proposal pengajuan permohonan kreditnya dipergunakan untuk membayar 5 (lima) buah Rumah Sakit Jantung, ternyata oleh mereka Terdakwa dana pinjaman tersebut tidak dipergunakan sesuai peruntukkannya, melainkan dipergunakan antara lain untuk pembayaran utang perusahaan, untuk kepentingan/ kebutuhan mereka Terdakwa yaitu disimpan di dalam rekening pribadi mereka Terdakwa, sebagian lagi yaitu sejumlah Rp ,- (sembilan belas milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah) diserahkan oleh ALEXANDER PARENGKUAN kepada YOSEF TJAHJADJAJA (PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS) dalam bentuk cek, yaitu masing-masing : 1. Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No. CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CK senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Cek No.CM senilai Rp ,- tanggal Hal. 22 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

23 13.Cek No.CM senilai Rp ,-tanggal Jumlah Rp ,- Sebagai fee atas pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu sesuai kesepakatan dalam pertemuan tanggal 8 Februari 2002 di Kantor PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dimana disepakati pihak PT. RIFAN FINANSINDO SEKURITAS mendapatkan fee 7,5 % dari hasil pencairan kredit tersebut. - Saksi CHARTO SUNARDI, SE telah mendapatkan pula bagian berupa uang dan barang yaitu sebagai berikut : 1. Dari ALEXANDER J. PARENGKUAN uang sebanyak Rp ,- (dua milyar enam ratus juta rupiah) dan 1 (satu) unit kendaraan Sedan Toyota Altis Th No. Pol. B 8944 L W, STNK atas nama ARYANTO; 2. Dari AGUS BUDIO SANTOSO (Dirut PT. RIFAN) melalui YOSEF TJAHJADJAJA berupa uang tunai sebesar Rp ,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) ; 3. Dari HENNY. K, SE (DPO) berupa cek sebesar Rp ,- (lima ratus juta rupiah); - Bahwa dari hasil bagian berupa uang sebanyak Rp ,- (tiga milyar empat ratus lima puluh juta rupiah) tersebut di atas, telah dipergunakan pula oleh saksi H. CHARTO SUNARDI,SE (berkas tersendiri) antara lain sebagai berikut : a.membeli sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Rt/Rw 013/05 Kel.Ulujami dengan luas 102 M2 yang telah bersertifikat Hak Milik Nomor 4788, dengan harga Rp ,- (seratus tujuh puluh juta rupiah); b.membeli sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Rt/Rw 013/05 Kel.Ulujami dengan luas 601 M2 yang telah bersertifikat Hak Milik Nomor 4787, dengan harga Rp ,- (seratus delapan puluh juta rupiah) ; c.membeli Rumah Susun di Klender Kel. Malaka Sari dan Malaka Jaya Blok B/70 t.2 No.9 Jakarta Timur dengan luas/type 36 F.36 A dengan harga ,- (tujuh puluh juta rupiah); d.membeli 2 (dua) buah cincin dan 1 (satu) gelang seharga Rp Hal. 23 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

24 000,- (lima puluh juta rupiah) ; e.sisanya sebesar Rp ,- ( dua milyar dua ratus empat puluh enam juta rupiah) dipergunakan oleh Terdakwa untuk kepentingan pribadinya sebagian lagi dipinjamkan kepada beberapa orang temannya dan selebihnya disimpan oleh Saksi CHARTO SUNARDI,SE dalam bentuk uang tunai ; Sehingga memperkaya Terdakwa I.ANDRE NUGRAHA AHMAD, Terdakwa 2. YAKUB A. ARUPALAKKA dan saksi ALEXANDER J. PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO, Ir. HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA. FG, DUDI LAKSMANA (Alm), (PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO), PT. RIFAN FINAN CINDO SECURITAS, YOSEF TJAHJADJAJA, AGUS BUDI SANTOSO, sejumlah tersebut di atas. Akibat dari pada perbuatan mereka Terdakwa tersebut di atas, telah merugikan keuangan negara Cq. PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sejumlah Rp , ,- (seratus dua puluh milyar rupiah) atau sekitar jumlah tersebut. Perbuatan Terdakwa tersebut di atas melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 43 UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasa1 55 ayat (1) ke-l KUHP. Mahkamah Agung tersebut ; Membaca tuntutan pidana Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat tanggal 9 Maret 2004 sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa ANDREE NUGRAHA dan Terdakwa YAKUB A. ARUPALAKKA., secara bersama-sama bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Dakwaan PRIMAIR : Pasal 2 ayat (I) UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 43 A UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; 2. Menjatuhkan pidana terhadap mereka Terdakwa : 2.1. Terdakwa I. ANDREE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun, 2.2. Terdakwan YAKUB A. ARUPALAKKA dengan pidana Hal. 24 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

25 penjara selama 20 (dua puluh) tahun; dikurangi selama mereka Terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar para Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara (RUTAN); 3. Membayar denda masing-masing : 3.1. Terdakwa 1 ANDREE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah), Subsidair 6 (enam) bulan kurungan ; 3.2. Terdakwa II. YAKUB A. ARUPALAKKA sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah), Subsidair 6 (enam) bulan kurungan ; 4. Membayar uang pengganti sebesar jumlah kerugian negara Rp (Tujuh puluh tujuh miliar lima ratus juta rupiah) ditanggung renteng bersama oleh 9 (sembilan) orang Terdakwa yaitu Terdakwa dalam perkara lain (ALEXANDER J.PARENGKUAN, ARYO SANTIGl BUDlHANTO, AHMAD RlYADl, HARIANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FG, ANDREE NUGRAHA, YAKUB A. ARUPALAKKA, AGUS BOLO SANTOSO, YOSEF TJAHJADJAJA) sesuai dengan peranan dan besarnya uang yang dinikmati masing-masing: - Untuk Terdakwa I. ANDREE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL sebesar.rp ,- (lima puluh juta rupiah) dan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun; - Untuk Terdakwa II. Yakub A. Arupalakka sebesar Rp ,- dan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun; 5. Menyatakan barang bukti berupa : Uang tunai - 1 (satu) buah buku Tabungan Bank Mandiri an. KOKO SANDOZA FG dan uang tunai sebesar Rp.100. Hal. 25 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

26 ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar lima ratus enam puluh juta rupiah); - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan dengan No. Rek : an. YAKUP A ARUPALAKKA dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang dalam bentuk rupiah sebesar Rp ,- (Enam milyar empat ratus lima puluh juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang tunai USD $ ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- dan US $ ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (sepuluh milyar dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (dua milyar tujuh puluh lima juta dua ratus tiga puluh empat ribu tiga ratus tujuh puluh lima rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (lima milyar lima ratus enam belas juta rupiah); - Buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatanan. DUDILAKSMANA, 1(satu) lembar rek Koran No periode tgl 1/2-02 s/d 28/02/02 dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - l (satu) buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. ANDREE, 1 (satu) lembar Rek Koran No dan uang tunai sebesar Rp ,- - l(satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt an. IR HARIANTO BRASALI dan uang tunai sebesar Rp Hal. 26 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

27 ,- ; - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. IR ARYO SANTIGI BUDlHANTO dan uang tunai sebesar Rp ,-, US $ dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang berasal dari (sembilan) lembar Deposito berjangka Bank Mandiri Nomor Seri : F , F , F , F , F , F , F , F , F masingmasing tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Arini Cahaya, DRG ; dipergunakan dalam perkara atas nama AGUS BUDIO SANTOSO dan YOSEF TJAHJADJAJA. - Mobil ; - 1 (satu) unit kendaraan Sedan Toyota Altis No. Po1:B 8944 LW warna hitam, tahun pembuatan 2002, No. Mesin lzz , No. Rangka MHF53ZEC ,an HA- RIANTO BRASALI berikut STNK dan kunci kontak ; - l (satu)unit Mercedes Benz C 200 No.PoLB 8342 BV, STNK an. FERRA ALWANI, BPKB dan Kunci Kontak. dipergunakan dalam perkara atas nama AGUS BUDIO SANTOSO dan YOSEF TJAHJADJAJA; Barang bukti lain yakni: - 5 (lima) lembar Deposito masing-masing : a. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,-; b. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Hal. 27 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

28 Mandiri No.Seri :E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT.Jumlah Rp ,- ; c. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas JAM SOSTEK PT. Jumlah Rp ,-; d. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No.Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; e. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,-; - 9 (sembilan) lembar Deposito Bank Mandiri masingmasing atas nama ARINI CAHAYA, Drg Nominal Rp.50 Juta terdiri dari Nomor Seri : F , , , , , , , dan ; - 1 (satu) buku Tahapan BCA No.Rekening atas nama ARINI CAHAYA, Drg ; - Surat PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS TRADE CONFIRMATION tanggal 13 Peb yang ditanda tangani oleh CHARTO SUNARDI selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Jakarta Prapatan dan AGUS B SANTOSO; - 3 (tiga) Surat Gadai Deposito Bank Mandiri yang terdiri: a. Tanggal 26 Februari 2002 an. Debitur YACUB A. ARUPALAKKA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor :123/009/pkjd/-cnns-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp , -a/n PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl ; b. Tanggal 26 Pebruari 2002 an. Debitur ANDREE NUGRAHA ACHMAD atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor : 123/008/pkjd/-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Hal. 28 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

29 Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- a/n. PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl ; c. Tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Debitur DUDI LAKSMANA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor 123/010/pkjd/crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan gadai deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- a/n. PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl ; d. 1(satu) lembar Tanda Terima PT. Rifan Financindo Sekuritas No. 402/RFS/DIR/II/02 tgl 13/2/02 berikut 7 (tujuh) lembar Copy Cek masing-masing No. CK , , , , , 34305, ; e. 1 (satu) lembar Surat dari PT. Rifan Financindo Sekuritas tanggal 14 Pebruari 2002 ; f. 1(satu) lembar tanda terima PT.Rifan Financindo Sekuritas tgl 20 Pebruari 2002 berikut 5 (lima) lembar Copy Cek masing-masing No. CM ,040734, , , ; g. 2 (dua) lembar Surat Kesepakatan No.403/RFS-AJP/ DIR/II/02 tgl 19 Pebruari 2002 ; h. 1 (satu) lembar Surat Bank Mandiri No.4.Sp.JPN/ 063/II/2002 tgl 13 Pebruari 2002 kepada PT Rifan Financindo Sekuritas dan 1 (satu) lembar asll tanda terima cek No. CM nominal Rp ,- ; i. 1 (satu) exemplar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.: BP382/MPI-PC/X/2000 tanggal PT. MEGA PASANGGRAHAN INDAH ; j. 1 (satu) lembar tandaterima PT MEGA PASANG GRAHAN INDAH No.BP/382/MPI-PC/X/2000 tgl 28 Februari 2002 ; Hal. 29 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

30 k. 1 (satu) lembar tandaterima PT MEGA PASANG- GRAHAN INDAH No.:BP/382/MPI-PC/X/00 tgl 28 Februari 2002 ; l. 2 (dua) Slip Formulir Pemindah bukuan tgl 28 Feb 2002 sebesar Rp.1 Milyar ; m. Surat Keputusan Kepala Dinas Bangunan Nomor /512/DB/2001 ; n. Surat Pernyataan Pengoperan Hak tanggal dan gambar peta lokasi ; o. 1 (satu) exemplar Konfirmasi Pembayaran No. Kontrak:BP/382IMPI-PC/X/2000 tgl 23 Oktober p. 1 (satu) lembar Kwitansi tgl ; q. l (satu) lembar tandaterima Nomer:BP 382/MPT- PC/X/2000/L tgl 24 Oktober r. 1 (satu) lembar tandaterima No.BP 382/MPI-PC/X/ 2000/L tgl 24 Oktober 2002 ; s. 5 (lima) lembar kwitansi rekening listrik ; t. 1 (satu) lembar kwitansi No ; u. 1 (satu) lembar Jaminan lnstalasi listrik dan asuransi kecelakaan diri tgl 8 Juni 2001; v. 1 (satu) lembar Surat Pernyataan No.004/MPI/Dir/III/ 2002 tanggal 12 Maret 2002 ; w. 1 (satu) lembar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.: BP397/MPIPC/Ill/2002 tgl 11 Maret 2002 ; x. 1 (satu)lembar kwitansi PT MEGA PASANG GRAH AN INDAH tgl 8/2/2002 ; y. 1 (satu) lembar surat Konfirmasi Pembayaran No.: BP397/MPIPC/III/2002 ; z. 1 (satu) lembar Keputusan Walikota Depok No: /476 Per/DB /2001 tgl 30 Maret 200l ; aa. Sebidang tanah kosong seluas 401,25 M2 terletak di Jl. Telaga Warna I Blok J 3 No.17 Kecamatan Limo Depok ; bb. Sebidang tanah berikut bangunan seluas 300 M2 terletak di Jl.Telaga Warna I Blok J 3 No.5 Keca- Hal. 30 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

31 matan Limo Depok ; cc. Bukti formulir pemindahbukuan uang dari Rekening Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ke Rek. No atas nama PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO tanggal ; dd. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim IR ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- kepada HERAWATI LISTIANI tanggal ; ee. Bukti formulir transfer uang dari Ir.ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rek. No an. HERAWATI LISTIANI tgl ; ff. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B. IR sebesar Rp ,- kepada SRI UMIYATI tgl ; gg. Bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rekening No.AC atas nama SRI UMIYATI tanggal ; hh. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B.IR sebesar Rp , kepada BUDI PERMANA tanggal ; ii. Bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rekening No.AC an. BUDI PERMANA ADIBRATA tanggal ; jj. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B. sebesar Rp ,- kepada PT. HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal ; kk. Bukti formulir transfer uang dari lr.aryo SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rek No.AC atas nama PT HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal ; ll. Bukti formulir Debet Advice/Pinbuk hasil pencairan kreditatas nama A.RIYADI sebesar Rp Hal. 31 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

32 000,- tanggal ; mm. Bukti formulir pemindah bukuan uang dari AHMAD RIYADI sebesar Rp ke Rek No atas nama PT. DWINOGO MA- NUNGGALING ROSO tanggal ; nn. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- ke Rekening No atas nama PT DWINOGO MANUNGGALING ROSO tanggal ; 00. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- kepada AHMADRIYADI tanggal ; pp. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC atas nama AHMAD RIYADI tanggal ; qq. Bilyet Giro No. GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp , , ; rr. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp , kepada AHMAD RIYADI tanggal ; ss. Bukti formulir transfer uang dari PT. DWINOGO tt. MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC an. AHMAD RIYADI tanggal ; Bilyet Giro No.GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp , ; uu. Bukti formulir transfer uang dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- ke. Rekening ROSAN PERKASA tanggal ; vv. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada ROSAN PERKASA.tanggal ; Hal. 32 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

33 ww. Bukti formulir transfer uang dari PT DWINOGO MANUNG GALING ROSO sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC atas nama ALEXANDER J PARENGKUAN tanggal ; xx. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT DWINOGO MANUNGGALING ROSO Manunggaling Roso sebesar Rp , kepada ALEX ANDER J. P tgl ; yy. Cek dari Bank Mandiri No. CM sebesar Rp tgl ; zz. Bukti formulir transfer uang dari JOSEF TJAH- JADJAJA sebesar Rp ,- ke Rekening No atas nama PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal ; aaa. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim YOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal ; bbb. Transaksi keluar dari Bank Mandiri an. nasabah SAUDARA SENDIRI sebesar Rp ,- tgl ; ccc. Bukti formulir transfer uang dari YOSEF TJAHJA DJAJA sebesar Rp ,- ke Rek. No an. PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal ; ddd. Bukti formulir transfer uang dari YOSEF TJAHJA DJAJA sebesar Rp ,- ke Rek.No.AC O6.8 atas nama YOSEF TJAHJADJAJA tanggal ; eee. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim YOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada YOSEF TJAHJADJAJA tanggai ; fff. Surat dari JAMSOSTEK Nomor: R/173/ Hal. 33 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

34 perihal Penempatan Deposito berjangka tanggal 19 Feb 2002 yang ditandatangani Drs.A.DJUNAIDI AK dan ANDY R ALAMSYAH ; ggg. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek nomor seri : E No. Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; hhh. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; iii. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri: E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; jjj. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; kkk. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; lll. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- mmm. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; nnn. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp Hal. 34 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

35 000,-. ooo. Surat Copy Surat PT. Jamsostek Nomor : R/ / tanggal Pebruari 2002 perihal Penempatan Deposito Berjangka yang ditandatangani oleh Andy Rachman Alamsyah (Direktur Investasi) dan tertera disposisi Ace oleh Charto Sunardi, SE ; ppp. Transaksi Masuk Bank Mandiri tanggal 14 Pebruari 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,- ; qqq.transaksi Masuk Bank Mandiri tanggal 25 Pebruari 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,- ; dipergunakan dalam perkara atas nama AGUS BUDIO SANTOSO dan YOSEF TJAHJADJAJA. Barang bukti berupa : 1. 1 (satu) berkas permohonan kredit an.alexander J PARENGKUAN; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp. PN/063/ LA/ II/2002 tgl 14/2/2002 c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No.123/ 002/ pkjd crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Akta Pernikahan No.1282/1971 tgl 11/1/1972 atas nama ALEXANDER J PARENGKUAN dengan CARLA MARIJKE ; f. Copy KTP atas nama ALEXANDER PARENGKUAN dan CARLA PARENGKUAN ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/ 2/2002 sebesar Rp.l ,- (Seratus ribu rupiah) ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Alexander JP kepada ARYO SANTIGI) tgi 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah) ; i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu rupiah) ; Hal. 35 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

36 j. Tembusan Advice Debet (Provisi Kredit)tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah) ; k.tembusan Advice Debet (pinbuk dan Alexander kepada HARYANTO) tanggai 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; 1. Tembusan Advice Debet ( pinbuk dari ALEXANDER JP AHMAD RIYADI tg114/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); m.tembusan Advice Debet (Pinbuk dan Alexander J. Parengkuan kepada Alexander) tgl 14/1/2002 sebesar Rp ,- (lima belas juta rupiah); n. Tembusan Advice Debet ( Pinbuk dari Alexander kepada KOKO) tanggal 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); 2. 1 (satu) Berkas permohonan kredit atas nama AHMAD RIYADI: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No. A.Sp.JPN/ 064/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No. 123/ 003/ pkjd crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Lembar Fak Surat Nikah tanggal 3 Juli 1972 atas nama AHMAD RIYADI ; f. Copy KTP atas nama.ahmad RIYADI dan DIAN YUNIATI ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu rupiah); h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari AHMAD RIYADI kepada AHMAD RIYADI) tg1 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; 3. 1 (satu) berkas permohonan kredit atas nama KOKO SAN DOZA F G ; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4. Sp. Hal. 36 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

37 JPN/065/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito No.123/ 004/pkj d-cms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy KTP an. KOKO SANDOZA ; f. Tebusan Advice Debet (Pinbuk dari KOKO SANDOZA FG, tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; g. Tebusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; h. Tebusan Advice Debet (biaya adm PK) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; 4. 1 (satu) Berkas permohonan kredit an. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO berisikan: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp. JPN/ 067/LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No.123/ 006/ pkjd-crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Akta Nikah tgl 03 Juli 1992 an.ir.aryo Santigi ; f. Copy KTP an.ir.aryo Santigi dan Sri Umiyati ; g. Copy Surat Permohonan Pindah Buku dari Aryo Santigi tgl 15/2/2002 sebesar Rp ,51 ; h. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- ; i. Tebusan Advice Debet (Pemindah bukuan dari Ir.Aryo SB) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; j. Tembusan Advice Debet (biaya meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; 5. 1 (satu) Berkas permohonan kredit an.ir.harianto BRA- SALI berisikan : a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp.JPN/ 066/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; Hal. 37 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

38 c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No.123/ 005/ pkjd crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Surat Nikah No.569/30/XI/1991 an.ir.hariyanto B; f. Copy KTP a/njr.hariyanto B dan AGUSTIN SUP- RAPTI ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Ir.Harianto kepada Ir. Harianto) tgl 14/2/2002 Rp ,- ; i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; dipergunakan dalam perkara atas nama AGUS BUDIO SANTOSO dan YOSEF TJAHJADJAJA ; 6. Menetapkan agar mereka Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp ( tujuh ribu lima ratus rupiah ) ; Menimbang, bahwa dengan memperhatikan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.31 Tahun 1999 jo Pasal 43 A Undang-Undang No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Terdakwa telah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan seperti tercantum dalam putusan Pengadilan Negeri tersebut yang amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama ; 2. Menjatuhkan pidana penjara kepada : - Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL selama 10 (sepuluh) tahun dan denda sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah), subsidair 6 (enam) bulan kurungan; - Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA selama 10 Hal. 38 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

39 (sepuluh) tahun dan denda sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah), Subsidair 6 (enam) bulan kurungan ; 3. Menghukum Terdakwa - Terdakwa membayar uang pengganti: - Untuk Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL sebesar Rp ,- (lima puluh juta rupiah) dan jika Terdakwa tidak membayar uang pengganti dipidana dengan pidana penjara 1 (satu) tahun ; - Untuk Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA sebesar Rp ,- (seratus juta rupiah) dan jika Terdakwa tidak membayar uang pengganti dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun ; 4. Menetapkan bahwa lamanya Terdakwa-Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan segenapnya dari pidana yang dijatuhkan tersebut ; 5. Menyatakan barang bukti berupa : Uang tunai - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri an. KOKO SANDOZA FG dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar lima ratus enam puluh juta rupiah) ; - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan dengan No. Rek : an. YAKUP A ARUPALAKKA dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang dalam bentuk rupiah sebesar Rp ,- (Enam milyar empat ratus lima puluh juta rupiah) ; Hal. 39 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

40 - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus juta rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- ; - Uang tunai USD $ ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- dan US $ ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (sepuluh milyar dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (dua milyar tujuh puluh lima juta dua ratus tiga puluh empat ribu tiga ratus tujuh puluh lima rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (lima milyar lima ratus enam belas juta rupiah) ; - Buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatanan DUDILAKSMANA, 1(satu) lembar Rek Koran No periode tgl 1/2-02 s/d 28/02/02 dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - l (satu) buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. ANDREE, 1 (satu) lembar rek koran No dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - l (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt an. IR HARIANTO BRASALI dan uang tunai sebesar Rp ,- ; - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. IR ARYO SANTIGI UDlHANTO dan uang tunai sebesar Rp ,-, US $ dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang berasal dari (sembilan) Hal. 40 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

41 lembar Deposito Berjangka Bank Mandiri Nomor Seri : F , F , F , F , F , F , F , F , F masing-masing tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Arini Cahaya, DRG ; Mobil ; - 1 (satu) unit kendaraan Sedan Toyota Altis No. Pol:B 8944 LW warna hitam, tahun pembuatan 2002, No. Mesin lzz , No. Rangka MHF53ZEC ,an HARIANTO BRASALI berikut STNK dan kunci kontak ; - l (satu) unit Mercedes Benz C 200 No.Pol :B 8342 BV, STNK an. FERRA ALWANI, BPKB dan Kunci Kontak ; Barang bukti lain yakni: - 5 (lima) lembar Deposito masing-masing : a. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; b. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No.Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; c. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; d. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No.Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; e. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek Hal. 41 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

42 atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- ; - 9 (sembilan) lembar Deposito Bank Mandiri masingmasing atas nama ARINI CAHAYA, Drg Nominal Rp ,- terdiri dari Nomor Seri : F , , , , , , , dan (satu) buku Tahapan BCA No.Rekening atas nama ARINI CAHAYA, Drg ; - Surat PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS TRA- DE CONFIRMATION tanggal 13 Peb yang ditandatangani oleh CHARTO SUNARDI selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Jakarta Prapatan dan AGUS B SANTOSO ; - 3 (tiga) Surat Gadai Deposito Bank Mandiri yang terdiri: a. Tanggal 26 Februari 2002 an. Debitur YACUB A. ARUPALAKKA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor :123/009/pkjd/cnns-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp , a/n PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl ; b. Tanggal 26 Pebruari 2002 an. Debitur ANDREE NUGRAHA AHMAD atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor : 123/008/pkjd/-crms tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- a/n. PT. JAMSOS- TEK Jakarta tgl ; c. Tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Debitur DUDI LAKSMANA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor 123/010/pkjd/crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Hal. 42 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

43 Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- a/n. PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl ; d. 1 (satu) lembar tandaterima PT. Rifan Financindo Sekuritas No. 402/RFS/DIR/II/02 tgl 13/2/02 berikut 7 (tujuh) lembar Copy Cek masingmasing No. CK , , , , , 34305, ; e. 1 (satu) lembar Surat dari PT. Rifan Financindo Sekuritas tanggal 14 Pebruari 2002 ; f. 1 (satu) lembar tandaterima PT.Rifan Financindo Sekuritas tgl 20 Pebruari 2002 berikut 5 (lima) lembar Copy Cek masing-masing No. CM ,040734, , , ; g. 2 (dua) lembar Surat Kesepakatan No.403/RFS- AJP/ DIR/II/02 tgl 19 Pebruari 2002 ; h. 1 (satu) lembar Surat Bank Mandiri No.4.Sp.JPN/ 063/II/2002 tgl 13 Pebruari 2002 kepada PT Rifan Financindo Sekuritas dan 1 (satu) lembar asli tandaterima Cek No. CM nominal Rp ,- ; i. 1 (satu) exemplar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.:BP 382/MPI-PC/X/2000 tanggal PT. MEGA PASANGGRAHAN INDAH ; j. 1 (satu) lembar tandaterima PT. MEGA PASANG GRAHAN INDAH No.:BP/382/MPI-PC/X/2000 tgl 28 Februari 2002 ; k. 1 (satu) lembar tandaterima PT MEGA PASANG- GRAHAN INDAH No.:BP/382/MPI-PC/X/00 tgl 28 Februari 2002 ; l. 2 (dua) Slip Formulir Pemindahbukuan tgl 28 Feb 2002 sebesar Rp.1 Milyar ; m. Surat Keputusan Kepala Dinas Bangunan Nomor /512/DB/2001 ; Hal. 43 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

44 n. Surat Pernyataan Pengoperan Hak tanggal dan gambar peta lokasi ; o. 1 (satu) exemplar Konfirmasi Pembayaran No. Kontrak: BP/382/MPI-PC/X/2000 tgl 23 Oktober 2000 ; p. 1 (satu) lembar Kwintasi tgl ; q. 1 (satu) lembar tandaterima Nomer :BP 382/MPI- PC/X/2000/L tgl 24 Oktober 2002 ; r. 1 (satu) lembar tandaterima No.BP 382/MPI- PC/X/2000/L tgl 24 Oktober 2002 ; s. 5 (lima) lembar kwitansi rekening listrik ; t. (satu) lembar kwitansi No ; u. 1 (satu) lembar jaminan instalasi listrik dan asuransi kecelakaan diri tgl 8 Juni 2001 ; v. 1(satu) lembar Surat Pernyataan No.004/MPI/ Dir/III/ 2002 tanggal 12 Maret 2002 ; w. 1 (satu) lembar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.: BP397/MPI-PC/Ill/2002 tgl 11 Maret 2002 ; x. 1 (satu) lembar kwitansi PT MEGA PASANG GRAHAN INDAH tgl 8/2/2002 ; y. 1 (satu) lembar surat Konfirmasi Pembayaran No: BP397/MPI-PC/III/2002 ; z. 1 (satu) lembar Keputusan Walikota Depok No: /476 Per/DB /2001 tgl 30 Maret 200l ; aa. Sebidang tanah kosong seluas 401,25 M2 terletak di Jl. Tenaga Warna I Blok J 3 No.17 Kecamatan Limo Depok ; bb. Sebidang tanah berikut bangunan seluas 300 M2 terletak di Jl.Telaga Warna I Blok J 3 No.5 Kecamatan Limo Depok ; cc. Bukti formulir pemindahbukuan uang dari Rekening Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ke Rek. No atas nama PT. DWINOGO MANUNGGALING Hal. 44 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

45 ROSO tanggal ; dd. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim IR ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- kepada HERAWATI LISTIANI tanggal ; ee. Bukti formulir transfer uang dari Ir.ARYO SAN- TIGI B sebesar Rp ,- ke Rek. No an. HERAWATI LISTIANI tgl ; ff. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B. IR sebesar Rp ,- kepada SRI UMIYATI tgl ; gg.bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rekening No.AC atas nama SRI UMIYATI tanggal ; hh.transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B.IR sebesar Rp , kepada BUDI PERMANA tanggal ii. Bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rekening No.AC an. BUDI PERMANA ADIBRATA tanggal ; jj.transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim ARYO SANTIGI B. sebesar Rp ,- kepada PT. HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal ; kk.bukti formulir transfer uang dari lr.aryo SANTIGI B sebesar Rp ,- ke Rek No.AC atas nama PT HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal ; ll. Bukti formulir Debet Advice/Pinbuk hasil pencairan kredit atas nama A.RIYADI sebesar Rp ,- tanggal ; mm.bukti formulir pemindah bukuan uang dari AHMAD Hal. 45 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

46 RIYADI sebesar Rp ke Rek No atas nama PT. DWINOGO MA- NUNGGALING ROSO tanggal ; nn. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- ke Rekening No atas nama PT.DWINOGO MANUNGGALING ROSO tanggal ; 00. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- kepada AHMAD RIYADI tanggal ; pp. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC atas nama AHMAD RIYADI tanggal ; qq. Bilyet Giro No. GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp , ; rr. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- kepada AHMAD RIYADI tanggal ; ss. Bukti formulir transfer uang dari PT.DWINOGO MANUNG GALING ROSO sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC an.ahmad RIYADI tanggal ; tt. Bilyet Giro No. GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp , ; uu. Bukti formulir transfer uang dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- ke Rekening ROSAN PERKASA tanggal ; vv. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada ROSAN PERKASA tanggal ; ww. Bukti formulir transfer uang dari PT DWINOGO Hal. 46 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

47 MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- ke Rekening No.ACC atas nama ALEXANDER J PARENGKUAN tanggal ; xx. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT DWI NOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp , kepada ALEXANDER J. P tgl ; yy. Cek dari Bank Mandiri No. CM sebesar Rp tgl ; zz. Bukti formulir transfer uang dari JOSEF TJAH- JADJAJA sebesar Rp ,- ke Rekening No atas nama PT. RIPAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal ; aaa. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada PT. RIPAN FINANCINDO SEKU- RITAS tanggal ; bbb. Transaksi Keluar dari Bank Mandiri an. nasabah SAUDARA SENDIRI sebesar Rp ,- tgl ; ccc. Bukti formulir transfer uang dari JOSEF TJAH JADJAJA sebesar Rp ,- ke Rek. No an. PT. RIPAN FINAN- CINDO SEKURITAS tanggal ; ddd. Bukti formulir transfer uang dari JOSEF TJAHJA DJAJA sebesar Rp ,- ke Rek.No. AC atas nama YOSEF TJAHJA- DJAJA tanggal ; eee. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- kepada JOSEF TJAHJADJAJA tanggai ; Hal. 47 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

48 fff. Surat dari JAMSOSTEK Nomor: R/173/ perihal Penempatan Deposito Berjangka tanggal 19 Februari 2002 yang ditandatangani Drs.A. DJUNAIDIAK dan ANDY R ALAMSYAH ; ggg. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; hhh. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; iii. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri: E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; jjj. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; kkk. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; lll. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; mmm.surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; nnn. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , Hal. 48 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

49 tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- ; ooo. Copy Surat Surat PT. Jamsostek Nomor : R/ / tanggal Pebruari 2002 perihal Penempatan Deposito Berjangka yang ditandatangani oleh Andy Rachman Alamsyah (Direktur Investasi) dan tertera disposisi Ace oleh Charto Sunardi, SE; ppp. Transaksi Masuk Bank Mandiri tanggal 14 Pebruari 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,-. qqq. Transaksi Masuk Bank Mandiri tanggal 25 Pebruari 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,- ; Barang bukti berupa : 1. 1 (satu) berkas Permohonan kredit an.alexander J PARENGKUAN; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13/2/ 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp. PN/063/ LA/ II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Deposito No.123/ 002/ pkjd crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Akta Pernikahan No.1282/1971 tgl 11/1/1972 atas nama ALEXANDER J PARENGKUAN dengan CARLA MARIJKE ; f. Copy KTP atas nama ALEXANDER PARENGKUAN dan CARLA PARENGKUAN ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp.l ,- (Seratus ribu rupiah) ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Alexander JP kepada ARYO SANTIGI) tgi 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah) ; i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu Hal. 49 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

50 rupiah) ; j. Tembusan Advice Debet (Provisi Kredit)tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah) ; k. Tembusan Advice Debet ( pinbuk dan Alexander kepada HARYANTO) tanggai14/2/2002 sebesar Rp ,- ; l. Tembusan Advice Debet ( pinbuk dari ALEXANDER JP AHMAD RIYADI tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); m.tembusan Advice Debet (Pinbuk dan Alexander J. Parengkuan kepada Alexander) tgl 14/1/2002 sebesar Rp ,- (lima belas juta rupiah); n. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Alexander kepada KOKO) tanggal 14/2/2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); 2. 1 (satu) berkas permohonan kredit atas nama AHMAD RIYADI: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No 4.Sp. JPN/ 064/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito No.123/ 003/ pkjd crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Lembar Fak Surat Nikah tanggal 3 Juli 1972 atas nama AHMAD RIYADI ; f. Copy KTP atas nama AHMAD RIYADI dan DIAN YUNIATI ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu rupiah) ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari AHMAD RIYADI kepada AHMAD RIYADI) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- Hal. 50 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

51 3. 1 (satu) berkas permohonan kredit atas nama KOKO SANDOZA F G ; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4. Sp. JPN/065/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito No.123/ 004/pkjd-crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy KTP an. KOKO SANDOZA ; f. Tebusan Advice Debet (Pinbuk dari KOKO SANDOZA FG Tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; g. Tebusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; h. Tebusan Advice Debet (biaya adm PK) tgl 14/2/2002 sebesar Rp , (satu) Berkas permohonan kredit an. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO berisikan: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tgl 13/2/2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp. JPN/ 067/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Deposito No.123/ 006/pkjd-crms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Akta Nikah tgl 03 Juli 1992 an.ir.aryo Santigi ; f. Copy KTP an.ir.aryo Santigi dan Sri Umiyati ; g. Copy Surat Permohonan Pindah Buku dari Aryo Santigi tgl 15/2/2002 sebesar Rp ,51 h. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- ; i. Tebusan Advice Debet (Pemindahbukuan dari Ir.Aryo SB) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,-; j. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; 5. 1 (satu) Berkas permohonan kredit an.ir.harianto BRA- SALI berisikan : a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13/2/2002 ; Hal. 51 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

52 b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp.JPN/ 066/ LA/II/2002 tgl 14/2/2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No.123/ 005/ pkjdcrms-2002 tanggal 14/2/2002 ; d. Surat Gadai Deposito tgl 14/2/2002 ; e. Copy Surat Nikah No.569/30/XI/1991 an.ir.hariyanto B; f. Copy KTP a/n Ir.HARIYANTO B dan AGUSTIN SUP- RAPTI ; g. Tembusan Advice Debet(biaya adm Kredit) tgl 14/2/ 2002 sebesar Rp ,- ; h. Tembusan Advice Debet (pinbuk dari Ir.Harianto kepada Ir. Harianto) tgl 14/2/2002 Rp ,- ; i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tgl 14/2/2002 sebesar Rp ,- ; Diperintahkan dikembalikan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara lain; 6. Menghukum pula Terdakwa-Terdakwa untuk membayar biaya perkara ini masing-masing sebesar Rp 7.500,- (tujuh ribu lima ratus rupiah); Membaca putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 156/PID/ 2004/PT.DKI tanggal 14 Desember 2004 yang amar lengkapnya sebagai berikut : - Menerima permintaan pemeriksaan dalam tingkat banding dari Pembanding Jaksa Penuntut Umum, Terdakwa I dan Terdakwa II tersebut ; - Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 6 April 2004 Nomor : 1257/Pid.B/2003/PN. JKT PST, sehingga amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana KORUPSI YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA ; 2. Menjatuhkan pidana penjara kepada : Hal. 52 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

53 - Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL, selama 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp ,- (lima ratus juta rupiah) dan bilamana denda itu tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurugan selama 3 (tiga) bulan; - Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA selama 6 (enam) tahun dan denda sebesar Rp ,- (lima ratus juta rupiah) dan bilamana denda itu tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan; 3. Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti pada Terdakwa-Terdakwa, masing-masing : - Untuk Terdakwa I : ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL sebesar Rp ,- (lima puluh juta rupiah) dan dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun; - Untuk Terdakwa II : YAKUB A. ARUPALAKKA sebesar Rp ,- (seratus juta rupiah) dan dalam hal Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun; 4. Menetapkan bahwa lamanya Terdakwa I dan Terdakwa II berada dalam tahanan dikurangkan sepenuhnya dengan pidana penjara yang dijatuhkan tersebut ; 5. Memerintahkan supaya para Terdakwa ditahan di rumah Tahanan Negara; 6. Membebankan kepada Terdakwa I dan Terdakwa II untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang untuk peradilan tingkat banding ditetapkan masingmasing sebesar Rp 7.500,- (tujuh juta lima ratus rupiah); 7. Menyatakan barang bukti berupa : Uang tunai Hal. 53 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

54 - 1 (satu) buah buku Tabungan Bank Mandiri an. KOKO SANDOZA FG dan uang tunai sebesar Rp ,- (seratus juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- dan Rp ,- ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar lima ratus enam puluh juta rupiah) ; - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan dengan No. Rek : an. YAKUP A ARUPALAKKA dan uang tunai sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (seratus juta tujuh puluh dua ribu rupiah); - Uang dalam bentuk rupiah sebesar Rp ,- (enam milyar empat ratus lima puluh juta rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus juta rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar seratus empat puluh satu juta rupiah); - Uang tunai USD $ ,- (lima puluh dollar Amerika); - Uang tunai sebesar Rp ,- (dua milyar rupiah) dan US $ ,- (dua ratus ribu dollar Amerika) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (sepuluh milyar dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah). - Uang tunai sebesar Rp ,- (dua milyar tujuh puluh lima juta dua ratus tiga puluh empat ribu tiga ratus tujuh puluh lima rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (lima milyar lima ratus enam belas juta rupiah) ; - Buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatanan. DUDILAKSMANA, 1(satu) lembar Rek Koran No periode tgl 1/2-02 s/d 28/02/02 dan uang tunai sebesar Rp ,- ; Hal. 54 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

55 - l (satu) buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. ANDREE, 1 (satu) lembar Rek Koran No dan Dang tunai sebesar Rp ,- (dua puluh empat juta tiga ratus dua belas ribu lima ratus rupiah); - l (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt an. Ir HARIANTO BRASALI dan uang tunai sebesar Rp ,- (dua ratus tiga puluh dua juta lima ratus ribu rupiah); - 1 (satu) buah buku tabungan Bank Mandiri Cab Jkt Prapatan an. Ir. ARYO SANTIGI BUDlHANTO dan uang tunai sebesar Rp ,-, (dua milyar seratus satu juta lima ratus delapan puluh lima ribu rupiah), US $ ,- (sembilan puluh dollar Amerika) dan Rp ,- (empat ratus juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) ; - Uang tunai sebesar Rp ,- (sembilan puluh dua juta enam ratus delapan puluh satu ribu rupiah) dan Rp ,- (dua milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah); - Uang tunai sebesar Rp ,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) yang berasal dari 9 (sembilan) lembar Deposito Berjangka Bank Mandiri Nomor Seri : F , F , F , F , F , F , F , F , F masingmasing tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Arini Cahaya, DRG. - Mobil ; - 1 (satu) unit kendaraan Sedan Toyota Altis No. Pol:B 8944 LW warna hitam, tahun pembuatan 2002, No. Mesin lzz , No. Rangka MHF53ZEC ,an HA- RIANTO BRASALI berikut STNK dan kunci kontak. - l (satu)unit Mercedes Benz C 200 No.PoLB 8342 BV, Hal. 55 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

56 STNK an. FERRA ALWANI, BPKB dan kunci kontak. Barang bukti lain yakni: - 5 (lima) lembar Deposito masing-masing : a. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- (dua puluh milyar rupiah); b. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No.Seri :E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT.Jumlah Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; c. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas JAM SOSTEK PT. Jumlah Rp ,(dua puluh milyar rupiah) ; d. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No.Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; e. 1 (satu) lembar Surat Deposito Berjangka Bank Mandiri No. Seri : E , No. Rek atas nama JAMSOSTEK PT. Jumlah Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; - 9 (sembilan) lembar Deposito Bank Mandiri masingmasing atas nama ARINI CAHAYA, Drg Nominal Rp.50 Juta terdiri dari Nomor Seri : F , , , , , , , dan (satu) buku Tahapan BCA No.Rekening atas nama ARINI CAHAYA, Drg. - Surat PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS TRADE CONFIRMATION tanggal 13 Peb yang ditanda tangani oleh CHARTO SUNARDI selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Jakarta Prapatan dan AGUS B SANTOSO; - 3 (tiga) Surat Gadai Deposito Bank Mandiri yang terdiri: Hal. 56 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

57 a. Tanggal 26 Februari 2002 an. Debitur YACUB A. ARUPALAKKA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor :123/009/pkjd/-cnns-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,-(dua puluh milyar rupiah) -a/n PT. JAM SOSTEK Jakarta tgl. 26 Februari 2002 ; b. Tanggal 26 Pebruari 2002 an. Debitur ANDREE NUGRAHA AHMAD atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor : 123/008/pkjd/-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) a/n. PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl. 26 Februari 2002 ; c. Tanggal 26 Pebruari 2002 atas nama Debitur DUDI LAKSMANA atas pengajuan fasilitas kredit Bank Mandiri Nomor 123/010/pkjd/-crms-2002 tanggal 26 Februari 2002 dengan jaminan Gadai Deposito Bank Mandiri Nomor E sebesar Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) a/n. PT. JAMSOSTEK Jakarta tgl. 26 Februari d. 1(satu) lembar Tandaterima PT. Rifan Financindo Sekuritas No. 402/RFS/DIR/II/02 tgl 13 Februari 2002 berikut 7 (tujuh) lembar Copy Cek masingmasing No. CK , , , , , 34305, ; e. 1 (satu) lembar Surat dari PT. Rifan Financindo Sekuritas tanggal 14 Pebruari 2002 ; f. 1(satu) lembar tandaterima PT.Rifan Financindo tgl 20 Pebruari 2002 berikut 5 (lima) lembar Copy Cek masing-masing No. CM , , , , ; g. 2(dua) lembar Surat Kesepakatan No.403/RFS-AJP/ DIR/II/02 tgl 19 Pebruari 2002 ; Hal. 57 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

58 h. 1(satu) lembar Surat Bank Mandiri No.4.Sp.JPN/ 063/II/2002 tgl 13 Pebruari 2002 kepada PT Rifan Financindo Sekuritas dan 1 (satu) lembar asli tandaterima cek No. CM nominal Rp ,- (delapan milyar tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah); i. 1(satu) exemplar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.: BP.382/MPI-PC/X/2000 tanggal 15 Januari 2001 PT. MEGA PASANGGRAHAN INDAH ; j. 1(satu) lembar tandaterima PT. MEGA PASANG GRAHAN INDAH No.:BP/382/MPI-PC/X/2000 tgl 28 Februari 2002 ; k. 1(satu) lembar tandaterima PT. MEGA PASANG- GRAHAN INDAH No.:BP/382/MPI-PC/X/00 tgl 28 Februari 2002 ; l. 2 (dua) Slip Formulir Pemindah bukuan tgl 28 Feb 2002 sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) ; m. Surat Keputusan Kepala Dinas Bangunan Nomor /512/DB/2001 ; n. Surat Pernyataan Pengoperan Hak tanggal 28 Februari 2002 dan gambar peta lokasi ; o. 1 (satu) exemplar Konfirmasi Pembayaran No. Kontrak:BP/382/MPI-PC/X/2000 tgl 23 Oktober 2000; p. 1 (satu) lembar kwitansi tgl 28 Februari q. l (satu) lembar tandaterima Nomor:BP 382/MPT- PC/X/2000/L tgl 24 Oktober 2002 ; r. 1 (satu) lembar tandaterima No.BP 382/MPI-PC/X/ 2000/L tgl 24 Oktober 2002 ; s. 5 (lima) lembar kwitansi rekening listrik ; t. 1 (satu) lembar kwitansi No ; u. 1 (satu) lembar jaminan instalasi listrik dan asuransi kecelakaan diri tgl 8 Juni 2001 ; v. 1 (satu) lembar Surat Pernyataan No.004/MPI/DIr/III/ Hal. 58 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

59 2002 tanggal 12 Maret 2002 ; w. 1 (satu) lembar Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.: BP397/MPIPC/Ill/2002 tgl 11 Maret 2002 ; x. 1 (satu) lembar kwitansi PT. MEGA PASANG GRAH AN INDAH tgl 8 Februari 2002 ; y. 1 (satu) lembar surat Konfirmasi. Pembayaran No.: BP397/MPIPC/III/2002 ; z. 1 (satu) lembar Keputusan Walikota Depok No: /476 Per/DB /2001 tgl 30 Maret 200l ; aa. Sebidang tanah kosong seluas 401,25 M2 terletak di Jl. Tenaga Warna I Blok J 3 No.17 Kecamatan Limo Depok. bb. Sebidang tanah berikut bangunan seluas 300 M2 terletak di Jl.Telaga Warna I Blok J 3 No.5 Kecamatan Limo Depok. cc. Bukti formulir pemindahbukuan uang dari Rekening Ir. Aryo Santigi Budihanto sebesar Rp ,- (tiga milyar seratus juta rupiah) ke Rek. No atas nama PT. DWINO-GO MANUNGGALING ROSO tanggal 15 Februari 2002 ; dd. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim Ir. ARYO SANTIGI BUDIHARTO sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) kepada HERAWATI LISTIANI tanggal 15 Februari 2002; ee. Bukti formulir transfer uang dari Ir.ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- ke Rek. No an. HERAWATI LISTIANI tgl 15 Februari 2002 ; ff. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) kepada SRI UMIYATI tgl 15 Februari 2002 ; gg. Bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- ke Rekening No.AC atas nama SRI UMIYATI tanggal 15 Februari 2002 ; hh. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim Ir. ARYO Hal. 59 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

60 SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- (tujuh ratus juta rupiah) kepada BUDI PERMANA tanggal 15 Februari 2002; ii. Bukti formulir transfer uang dari Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- (tujuh ratus juta rupiah) ke Rekening No.AC an. BUDI PERMANA ADIBRATA tanggal 15 Februari 2002 ; jj. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) kepada PT. HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal 15 Februari 2002 ; kk. Bukti formulir transfer uang dari lr.aryo SANTIGI BUDIHANTO sebesar Rp ,-(satu milyar lima puluh juta rupiah) ke Rek No.AC atas nama PT HESTHA BUANA PRATITA BANDUNG tanggal 15 Februari 2002 ; ll. Bukti formulir Debet Advice/Pinbuk hasil pencairan kredit atas nama AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) tanggal 14 Februari 2002 ; mm. Bukti formulir pemindahbukuan uang dari AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- (delapan milyar rupiah) ke Rek No atas nama PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO tanggal 15 Februari 2002 ; nn. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- ke Rekening No atas nama PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO tanggal 15 Februari 2002 ; 00. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- (dua milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) kepada AHMAD RIYADI tanggal 15 Februari 2002 ; pp. Bukti formulir transfer uang AHMAD RIYADI sebesar Rp ,- (dua milyar tujuh ratus lima puluh Hal. 60 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

61 juta rupiah) ke Rekening No.ACC atas nama AHMAD RIYADI tanggal 15 Februari 2002; qq. Bilyet GIro No. GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp , ,- (dua puluh lima milyar rupiah) tanggal 4 Maret 2002 ; rr. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT. DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- (dua puluh lima milyar rupiah) kepada AHMAD RIYADI tanggal 4 Maret 2002; ss. Bukti formulir transfer uang dari PT.DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- (dua puluh lima milyar rupiah) ke Rekening No.ACC an.ahmad RIYADI tanggal 4 Maret 2002 ; tt. Bilyet Giro No. GJ dari Bank Mandiri Nominal Rp ,- 04 Maret 2002 ; uu. Bukti formulir transfer uang dari Bank Mandiri pengirim JOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- (dua milyar empat ratus juta rupiah) ke Rekening ROSAN PERKASA tanggal 26 Februari 2002 ; vv. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim YOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- (dua milyar empat ratus juta rupiah) kepada ROSAN PER- KASA tanggal 26 Februari 2002; ww. Bukti formulir transfer uang dari PT DWINOGO MANUNG GALING ROSO sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) ke Rekening No. ACC atas nama ALEXANDER J PA- RENGKUAN tanggal 4 Maret 2002; xx. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim PT DWINOGO MANUNGGALING ROSO sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada ALEXANDER J. P tgl 4 Maret 2002 ; yy. Cek dari Bank Mandiri No. CM sebesar Rp ,- (tiga ratus lima puluh sembilan juta tujuh ratus empat puluh dua ribu tiga ratus empat Hal. 61 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

62 puluh delapan rupiah) tgl 4 Maret 2002; zz. Bukti formulir transfer uang dari YOSEF TJAH- YADJAJA sebesar Rp ,-(tiga ratus lima puluh sembilan juta tujuh ratus empat puluh dua ribu tiga ratus delapan puluh empat rupiah) ke Rekening No atas nama PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal 05 Maret 2002 ; aaa. Transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim YOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- (tiga ratus lima puluh sembilan juta tujuh ratus empat puluh dua ribu tiga ratus delapan puluh empat rupiah) kepada PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal 04 Maret 2002 ; bbb.transaksi Keluar dari Bank Mandiri an. nasabah SAUDARA SENDIRI sebesar Rp ,- (lima ratus tujuh juta tiga ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus enam puluh rupiah) tgl 05 Maret2002 ; ccc.bukti formulir transfer uang dari YOSEF TJAHJA DJAJA sebesar Rp ,- (lima ratus tujuh juta tiga ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus enam puluh rupiah) ke Rek. No an. PT. RIFAN FINANCINDO SEKURITAS tanggal 05 Maret 2002 ; ddd.bukti formulir transfer uang dari YOSEF TJAHJA DJAJA sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) ke Rek.No.AC atas nama YOSEF TJAHJADJAJA tanggal 15 Februari 2002 ; eee.transaksi keluar dari Bank Mandiri pengirim YOSEF TJAHJADJAJA sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) kepada YOSEF TJAHJADJAJA tanggai 15 Februari 2002 ; fff. Surat dari JAMSOSTEK Nomor: R/173/ perihal Penempatan Deposito Berjangka tanggal 19 Februari 2002 yang ditandatangani Drs.A. DJU- NAIDI. AK dan ANDY R ALAMSYAH ; ggg. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , Hal. 62 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

63 tanggal 14 Pebruari 2002, Nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; hhh.surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No. Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, Nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; iii. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri: E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, Nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; jjj. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; kkk. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek lll. Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 14 Pebruari 2002, nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; mmm. Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek nnn. Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, Nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) ; Surat Deposito Berjangka atas nama Jamsostek Nomor Seri : E No.Rek : , tanggal 25 Pebruari 2002, Nominal Rp ,- (dua puluh milyar rupiah); ooo. Surat Copy Surat PT. Jamsostek Nomor : R/ / tanggal Pebruari 2002 perihal Penempatan Deposito Berjangka yang ditandatangani oleh Andy Rachman Alamsyah (Direktur Investasi) dan tertera disposisi Acc oleh Charto Sunardi, SE ; ppp. Transaksi masuk Bank Mandiri tanggal 14 Pebruari Hal. 63 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

64 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,- (seratus milyar rupiah); qqq.transaksi Masuk Bank Mandiri tanggal 25 Pebruari 2002, No.Rek : , jumlah Rp ,- (seratus milyar rupiah); Barang bukti berupa : 1. 1 (satu) berkas permohonan kredit an.alexander J PARENGKUAN; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp.PN/ 063/LA/ II/2002 tanggal 14 Februari 2002 ; c. Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Deposito No.123/ 002/pkjd crms-2002 tanggal 14 Februari 2002 ; d. Surat gadai Deposito tanggal 14 Februari 2002 ; e. Copy Akta Pernikahan No.1282/1971 tanggal 11 Januari 1972 atas nama ALEXANDER J PARENG KUAN dengan CARLA MARIJKE ; f. Copy KTP atas nama ALEXANDER PARENGKUAN dan CARLA PARENGKUAN ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp.l00.000,- (seratus ribu rupiah) ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Alexander JP kepada Ir. ARYO SANTIGI) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu rupiah) ; j. Tembusan Advice Debet (Provisi Kredit) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah) ; k. Tembusan Advice Debet (pinbuk dan Alexander kepada HARYANTO) tanggai 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); Hal. 64 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

65 l. Tembusan Advice Debet ( pinbuk dari ALEXANDER JP AHMAD RIYADI tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); m.tembusan Advice Debet (Pinbuk dan Alexander J. Parengkuan kepada Alexander) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (lima belas juta rupiah); n. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari Alexander kepada KOKO SANDOZA FRITZ GENERAL) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (tujuh puluh lima juta rupiah); 2. 1 (satu) Berkas permohonan kredit atas nama AHMAD RIYADI: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No 4.Sp.JPN/ 064/ LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002 ; c. Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Deposito No. 123/ 003/ pkjd crms-2002 tanggal 14 Februari 2002 ; d. Surat gadai Deposito tanggal 14 Februari 2002 ; e. Lembar Fak Surat Nikah tanggal 3 Juli 1972 atas nama AHMAD RIYADI ; f. Copy KTP atas nama.ahmad RIYADI dan DIAN YUNIATI ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu rupiah); h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk dari AHMAD RIYADI kepada AHMAD RIYADI) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (lima belas juta rupiah); i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu rupiah); 3. 1 (satu) berkas permohonan kredit atas nama KOKO SAN DOZA FRITZ GERALD ; a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari Hal. 65 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

66 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4. Sp.JPN/ 065/ LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan Jaminan Deposito No. 123/ 004/pkj d-cms-2002 tanggal 14 Februari 2002 ; d. Surat gadai Deposito tanggal 14 Februari 2002 ; e. Copy KTP an. KOKO SANDOZA FRITZ GERALD ; f. Tebusan Advice Debet (Pinbuk dari KOKO SANDOZA FRITZ GERALD tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) ; g. Tebusan Advice Debet (biaya Meterai) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (delapan belas ribu rupiah); h. Tebusan Advice Debet (biaya adm PK) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu rupiah); 4. 1 (satu) Berkas permohonan kredit an. Ir. ARYO SANTIGI BUDIHANTO berisikan: a. Surat Permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp. JPN/ 067/LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002 ; c. Perjanjian Kredit dengan jaminan Deposito No.123/ 006/ pkjd-crms-2002 tanggal 14 Februari 2002; d. Surat gadai Deposito tanggal 14 Februari 2002 ; e. Copy Akta Nikah tanggal 03 Juli 1992 an.ir.aryo Santigi Budihanto; f. Copy KTP an.ir.aryo Santigi Budihanto dan Sri Umiyati; g. Copy Surat Permohonan Pindah Buku dari Aryo Santigi Budihanto tanggal 15 Februari 2002 sebesar Rp ,51,- (enam milyar dua ratus tiga puluh tujuh juta tujuh ratus lima puluh delapan ribu lima puluh satu sen); h. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu Hal. 66 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

67 rupiah) ; i. Tebusan Advice Debet (Pemindah bukuan dari Ir.Aryo SB) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (lima belas juta rupiah); j. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu rupiah); 5. 1 (satu) Berkas permohonan kredit an.ir.harianto BRA- SALI berisikan : a. Surat permohonan Fasilitas Kredit tanggal 13 Februari 2002 ; b. Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No.4.Sp.JPN/ 066/ LA/II/2002 tanggal 14 Februari 2002 ; c. Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Deposito No.123/ 005/ pkjd crms 2002 tanggal 14 Februari 2002 ; d. Surat gadai Deposito tanggal 14 Februari 2002 ; e. Copy Surat Nikah No.569/30/XI/1991 an.ir.hariyanto Brasali ; f. Copy KTP a/n Ir.HARIYANTO BRASALI dan AGUSTIN SUPRAPTI ; g. Tembusan Advice Debet (biaya adm Kredit) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (seratus ribu rupiah) ; h. Tembusan Advice Debet (Pinbuk Ir.HARIYANTO BRA- SALI kepada Ir. Harianto) tanggal 14 Februari 2002 Rp ,- (lima belas milyar rupiah); i. Tembusan Advice Debet (biaya Meterai) tanggal 14 Februari 2002 sebesar Rp ,- (dua puluh empat ribu rupiah) ; Diperintahkan dikembalikan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara lain ; Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Jaksa No. 22/Akta.Pid/2005/PN.JKT.PST, yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menerangkan, bahwa pada Hal. 67 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

68 tanggal 14 Juli 2005 Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut ; Mengingat pula akan akta tentang permohonan kasasi No. 22/Akta.Pid/2005/PN.JKT.PST,yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menerangkan, bahwa pada tanggal 27 Juni 2005 dan 30 Juni 2005 para Terdakwa mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut ; Memperhatikan memori kasasi tanggal 25 Juli 2005 dari Jaksa/ Penuntut Umum sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 2005 ; Memperhatikan pula memori kasasi tanggal 13 Juli 2005 dan 14 Desember 2004 dari kuasa Terdakwa I dan II yang diajukan untuk dan atas nama para Terdakwa juga sebagai para Pemohon Kasasi tersebut berdasarkan surat kuasa khusus bertanggal 26 Juni 2005 dan 28 Juni 2005 memori kasasi mana telah diterima di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 4 Juli 2005 dan13 Juli 2005; Membaca surat-surat yang bersangkutan ; Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan kepada Jaksa/Penuntut Umum pada tanggal 5 Juli 2005 dan Jaksa/Penuntut Umum mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 14 Juli 2005 serta memori kasasinya telah diterima di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 2005 dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undangundang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima ; Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan kepada para Terdakwa pada tanggal 16 Juni 2005 dan 27 Juni 2005 dan para Terdakwa mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 27 Juni 2005 dan 30 Juni 2005 serta memori kasasinya telah diterima di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 4 Juli 2005 dan 13 Juli 2005 dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan Hal. 68 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

69 dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima ; Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi Jaksa/Penuntut Umum pada pokoknya sebagai berikut : 1. Dalam hal ini Judex Factie salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut : - Bahwa kami Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan pertimbangan Judex Factie (Hakim Pengadilan Tinggi) yang dalam pertimbangannya menyatakan mengenai pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dan denda sebesar Rp ,- (satu milyar rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan bagi Terdakwa I dan II dinilai terlalu berat, kurang memenuhi rasa keadilan. 2. Dalam hal ini Judex Factie salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut : - Bahwa Pengadilan Tinggi sependapat dengan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya yang menyatakan Terdakwa terbukti dengan sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan kepadanya dalam dakwaan PrimaIr dan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama tersebut diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutuskan perkara dalam tingkat banding ; - Bahwa menurut hemat kami Jaksa Penuntut Umum, bahwa Pengadilan Tinggi sependapat dengan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama yang menyatakan Terdakwa I Andre Nugraha Achmad Nouval dan Terdakwa II Yakub A. Arupalakka terbukti dengan sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan kepadanya dalam dakwaan primair, maka seharusnya putusan yang dijatuhkan terhadap Terdakwa I dan Terdakwa II adalah sesuai dengan penjatuhan pidana oleh Hakim tingkat Pertama dalam putusannya dengan pidana penjara masing-masing selama 10 (sepuluh tahun); Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi Terdakwa I (Andree Nugraha Achmad Nouval) pada pokoknya sebagai berikut : Keberatan I : Hal. 69 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

70 Pertimbangan Judex Factie bahwa Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tidak mengajukan Memori Banding adalah tidak benar. Dalam Pertimbangan putusannya di halaman 63, Judex Factie menyatakan "Bahwa Terdakwa I tidak mengajukan Memori banding dan Terdakwa II melalui......". Terhadap pertimbangan Judex Factie tersebut, Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) mengajukan keberatan karena Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) telah mengajukan Memori Banding tertanggal 30 Nopember 2004, melalui Panitera Pidana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan yang telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui bagian Panitera Muda Pidana; Bahwa seharusnya Judex Factie terlebih dahulu mempertimbangkan Memori Banding dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sebelum menjatuhkan putusan terhadap perkara ini, sehingga oleh karena itu, Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) memohon Majelis Hakim Agung yang memreiksa perkara ini untuk membatalkan putusan Judex Factie tersebut dan memeriksa kembali perkara ini dengan seadil-adilnya dengan berkenan memeriksa memori banding dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I); Keberatan II Judex Factie tidak menerangkan dengan jelas unsur-unsur pidana yang terdapat dalam Perjanjian Kredit yang menggunakan surat gadai Deposito palsu. Dalam pertimbangan putusannya di halaman 65, Judex Factie menyatakan "Bukankah perjanjiann kredit dengan menggunakan surat gadai Deposito yang palsu dan ini merupakan perbuatan melawan hukum secara pidana dan ini tidak mungkin terjadi semuanya kalau tidak ada kerjasama antara pihak Bank Mandiri Cabang Prapatan dengan Alexander J Parengkuan, Aryo Santigi, Budihanto, Achmad Riyadi dan Terdakwa II sendiri," Walaupun pertimbangan tersebut ditujukan kepada Terdakwa II, tetapi Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) juga keberatan terhadap pertimbangan Judex Factie tersebut, dengan alasan sebagai berikut: 1. Judex Factie jelas sekali telah mengabaikan unsur dan pengertian Hal. 70 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

71 yang sangat penting dari suatu perjanjian, dimana dalam suatu perjanjian jelas sekali diatur tindakan-tindakan para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut, baik hak dan kewajibannya dan perjanjian tersebut jelas berlaku dan mengikat sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuat perjanjian tersebut; 2. Judex Factie juga telah mengabaikan fakta bahwa Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) telah mengadakan Perjanjian Kredit yang sah dengan pihak PT.Bank Mandiri, dimana semua syarat-syarat yang diminta oleh pihak Bank, semuanya sudah dipenuhi dan ternyata pihak Bank kemudian mengabulkan permohonan kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan membuat Perjanjian Kredit antara Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan pihak PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, dimana kemudian kreditnya tersebut dicairkan oleh PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan; 3. Judex Factie juga mengabaikan fakta-fakta dan kesaksian-kesaksian yang terungkap di persidangan yang menyatakan bahwa Perjanjian Kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah sah (lihat kesaksian Arief Budi WijaksoNo, SE, saksi Eddy Rahmadi, SE); 4. Bahwa Judex Factie tidak menerangkan secara jelas unsur-unsur pidana mana yang telah terbukti dilakukan oleh Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dalam Perjanjian Kreditnya tersebut, karena Judex Factie hanya menyatakan kalau kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) cair karena adanya kerjasama yang melanggar hukum antara saksi H. Charto Sunardi, SE dengan Para Terdakwa dan adanya kerjasama antara Terdakwa I, II, III dengan Terdakwa IV dan V; 5. Bahwa Judex Factie jelas mengabaikan fakta-fakta di persidangan dan kesaksian saksi H. Charto Sunardi, SE yang menyatakan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sejak awal sama sekali tidak pernah terlibat dalam proses pembicaraan, perencanaan-perencanaan yang berkaitan dengan pengajuan kredit PT. Dwinogo Manunggaling Roso yang sejak awal diajukan melalui Pimpinan PT. Dwinogo Manunggaling Roso (Pimpinan DMR), karena Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) baru terlibat hanya karena ikut menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, dimana Hal. 71 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

72 berdasarkan kesaksian Pimpinan DMR, keikut sertaan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tersebut adalah karena permintaan dari Pimpinan PT. Dwinogo Manunggaling Roso terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sebagai bawahan yang diminta bantuannya mendapatkan kredit untuk kepentingan perusahaan; 6. Bahwa Judex Factie jelas salah dalam menerapkan pengertian kerja sama yang melanggar hukum dalam pertimbangannya dalam putusannya terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I). Karena jelas sekali tidak terbukti adanya kerjasama yang melanggar hukum antara Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan saksi H. Charto Sunardi, SE sebagai pihak PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, karena kewenangan untuk mencairkan kredit tersebut hanya merupakan kewenangan pihak PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan dan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tidak pernah melakukan sesuatu untuk mempengaruhi saksi H. Charto Sunardi, SE dalam mencairkan kredit terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I), bahkan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu tentang proses pencairan kredit tersebut dan sama sekali tidak terlibat dalam proses pencairan kreditnya, dimana Judex Factie sendiri jelas mengetahui kalau keterlibatan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah hanya pada saat penandatanganan Perjanjian Kreditnya saja; 7. Bahwa dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum sama sekali tidak pernah dapat membuktikan keterlibatan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I), dalam proses pencairan kredit dari PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, Jaksa Penuntut Umum hanya dapat mendalilkan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) telah menerima sejumlah dana dari Perjanjian Kredit di rekening Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, padahal sebagaimana kesaksian para saksi-saksi yang terungkap dalam persidangan telah membuktikan kalau dana tersebut cair karena permohonan kredit disetujui oleh PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan dan dana kredit dimasukkan ke Rekening yang dibuka oleh PT. Dwinogo Manunggaling Roso atas nama Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) karena berdasarkan Perjanjian Kredit antara Pemohon Hal. 72 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

73 Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan; 8. Bahwa oleh karena itu jelas sekali kalau Judex Factie juga telah mengabaikan semua fakta-fakta yang jelas menunjukkan tidak ada kerjasama yang melanggar hukum dalam bentuk apapun yang telah dilakukan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan saksi H. Charto Sunardi, SE; Oleh karena itu pertimbangan yang dijadikan dasar untuk membuat putusan oleh Judex Factie terbukti telah salah menerapkan pengertian kerjasama yang melanggar hukum dan tidak dapat membuktikan unsurunsur pidana yang telah dilakukan oleh Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dalam melakukan Perjanjian Kredit dengan PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, karena Jaksa Penuntut Umum tidak pernah mampu membuktikan keterlibatan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dalam melakukan kerjasama yang melanggar hukum tersebut maupun dalam pemberian surat gadai Deposito yang palsu tersebut; Keberatan III : Judex Factie secara subjektif menyatakan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) telah sempat menggunakan uang ; Dalam pertimbangan putusannya di halaman 67, Judex Factie menyatakan " Para Terdakwa dari sisa uang yang ada dalam buku tabungan tersebut telah sempat menggunakan sebagian uang tersebut, tetapi karena kasusnya cepat ditangani Penyidik, uang yang tersisa dalam tabungan, semuanya disita Penyidik untuk dijadikan barang bukti" Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sangat keberatan terhadap pertimbangan tersebut karena sangat bertentangan dengan fakta-fakta dan kesaksian yang terungkap di persidangan; Bahwa Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu tentang adanya sisa uang di rekening yang dibukakan oleh perusahaan DMR tersebut, bahkan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui ketika diberitahu oleh atasannya dan sisa uang yang ada tertinggal di rekening tersebut digunakan untuk membayar bunga provisi bank sehubungan dengan Perjanjian Kredit dan bukan untuk kepentingan pribadi; Hal. 73 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

74 Bahwa oleh karenanya pertimbangan Judex Factie tersebut sangat tidak berdasar hukum dan sudah selayaknya demi hukum tidak dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menjatuhkan putusan; Keberatan IV : Judex Factie tidak menerapkan Ketentuan Hukum Pembuktian dengan benar bahwa Judex Factie dalam memeriksa kasus ini jelas tidak menerapkan ketentuan Hukum Pembuktian dengan benar, karena Judex Factie dengan secara sengaja telah mengabaikan keterangan saksi-saksi dalam persidangan yang menyatakan (1) Perjanjian Kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tersebut adalah sah; (2) kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sejak awal sama sekali tidak tahu menahu tentang proses pengajuan kredit yang diajukan oleh Pimpinan DMR; (3) bahkan keterangan saksi-saksi tersebut juga rnenyatakan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tidak pernah terlibat dan tahu menahu tentang surat gadai deposito yang tidak benar, bahkan Judex Factie mengabaikan kesaksian tentang pelaku dari surat gadai deposito yang tidak benar tersebut; Saksi H. Charto Sunardi, SE, saksi Arief Budi Wijaksono, SE dan saksi Eddy Rahmadi, SE yang semuanya adalah pegawai Bank PT. Bank Mandiri, yang menyatakan kalau Perjanjian Kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah sah; Saksi H. Charto Sunardi, SE juga telah bersaksi kalau surat gadai Deposito tersebut diurus dan disediakan oleh PT. Rifan Finansindo selaku arranger dalam penempatan dana PT. Jamsostek di Bank Mandiri cabang Prapatan sebagai jaminan perjanjian-perjanjian kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa yang lain; Saksi H Charto Sunardi, Se, juga telah bersaksi kalau surat gadai Deposito tersebut di bawa oleh orangnya PT. Rifan Finansindo dari PT. Jamsostek dan diserahkan oleh PT. Rifan Finansindo kepada PT. Bank Mandiri cabang Prapatan sebagai jaminan kredit Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa yang lain; Keterangan Pimpinan DMR (Alexander J Parengkuan, Aryo Santigi Budihanto, dan Ahmad Riyadi) yang menyatakan kalau keterlibatan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah karena permintaan Hal. 74 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

75 Pimpinan DMR sebagai atasan kepada Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sebagai bawahan di perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso; Dengan demikian Judex Factie telah mengabaikan kesaksian saksi-saksi yang sebetulnya membuktikan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tidak bersalah sehingga Judex Factie telah tidak menerapkan ketentuan hukum pembuktian dengan benar. Bahwa selanjutnya demi terungkapnya kebenaran yang hakiki dari kasus ini dan demi tegaknya keadilan terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I), maka dengan segala kerendahan hati, Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) memohon Majelis Hakim Agung pada Mahkamah Agung Republik Indonesia sebelum memutuskan Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I), agar berkenan untuk benarbenar memeriksa perkara ini dari proses pemeriksaan di tingkat Pengadilan Negeri dan di tingkat Pengadilan Tinggi, khususnya berkenan mempertimbangkan kembali dalil-dalil Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dalam Memori bandingnya di tingkat Pengadilan Tinggi maupun faktafakta yang benar-benar terungkap dalam persidangan yang entah kenapa tidak masuk dalam pertimbangan Judex Factie, sehingga Majelis Hakim Agung benar-benar dapat melihat telah terjadi ketidak adilan yang dilakukan oleh Judex Factie terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I); Bahwa selanjutnya Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I)) memohon Majelis Hakim Agung agar mempertimbangkan fakta-fakta yang berkaitan dengan tidak diperiksanya saksi-saksi lain yang sejak awal benar-benar terlibat dengan pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yaitu Henny Purnama Katerine, SE, Aries Setiawan, Adi Senggono, Syarifuddin dan Ferry, (Aries Setiawan dan Syarifudin sampai saat ini masih DPO dan tidak pernah diproses oleh Kepolisian). Bahkan Henny Purnama Katerine, SE, Adi Senggono dan Ferry, sama sekali tidak pernah diperiksa di Kepolisian maupun di Kejaksaan, padahal sebagaimana fakta-fakta yang terungkap di persidangan jelas menyatakan mereka juga menerima uang dari Pimpinan PT. Dwinogo Manunggaling Roso (DMR) melalui Yosef Tjahjadjaja atas jasanya sebagai arranger dari masuknya dana milik investor (PT. Jamsostek) ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan untuk menjamin kredit yang diajukan Hal. 75 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

76 oleh Pimpinan DMR tersebut. Bahwa oleh karenanya sejak awal kasus ini terkesan mencari "kambing hitam" atas terjadinya surat gadai Deposito yang palsu dan mengorbankan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya, oleh karena itu demi hukum sudah terbukti kalau kebenaran yang hakiki dari kasus ini tidak sungguh-sungguh dibuktikan oleh Kepolisian, Kejaksaan (dalam hal ini JPU) maupun oleh Judex Factie. Bahwa Pimpinan, juga telah membuat surat pernyataan tertanggal 1 September 2003 (terlampir), yang isinya secara jelas menyatakan kalau kredit yang diajukan atas nama Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah untuk kepentingan perusahaan (DMR), dan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu maupun terlibat dalam proses pengajuan kredit tersebut, termasuk kedalamnya tidak mengetahui kalau kredit tersebut dijamin oleh dana milik PT. Jamsostek. Pimpinan DMR dalam surat pernyataan tersebut juga dengan tegas menyatakan bertanggung jawab atas pengembalian semua uang yang diperoleh Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan. Oleh karena itu terbukti dengan jelas kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan permintaan dari Pimpinan DMR dengan meminjamkan namanya sebagai pihak yang mengajukan kredit perseorangan untuk kepentingan perusahaan DMR. Oleh karena itu, Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) demi hukum telah terbukti tidak tahu tentang surat gadai deposito tersebut maupun hal-hal yang diperlukan yang berkaitan dengan proses pengucuran kredit; Bahwa akhir-akhir ini terdapat fakta-fakta hukum baru tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dipersangkakan terhadap Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, dimana keduanya adalah bekas Direktur Utama dan Direktur Investasi dari PT. JAMSOSTEK, dan kedua Tersangka tersebut saat ini sudah ditahan oleh pihak yang berwenang atas persangkaan tindak pidana korupsi di tubuh PT. JAMSOSTEK tersebut, sewaktu kedua Tersangka memimpin PT. JAMSOSTEK; Bahwa dakwaan tindak pidana korupsi yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) adalah didasarkan dengan adanya surat gadai Deposito yang diduga palsu yang menjadi jaminan kredit dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I), dimana dalam surat gadai Deposito tersebut terdapat tandatangan dari Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi saat itu yang oleh yang bersangkutan tandatangan tersebut dibantah. Hal. 76 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

77 Bahwa mengingat saat ini Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi sedang ditahan karena dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana-dana di PT. JAMSOSTEK, maka Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) memohon Majelis Hakim Agung untuk mau mempertimbangkan "kemungkinan" keterlibatan dari Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi PT. JAMSOSTEK di tahun 2002 dalam pembuatan Surat gadai Deposito palsu tersebut, mengingat dana PT. JAMSOSTEK saat itu sebesar 200 milyar rupiah dipindahkan dari BRI Sudirman ke Bank Mandiri cabang Prapatan adalah atas perintah dari Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, dimana dana tersebut oleh PT. Rifan Finansindo diakui sebagai dana "investor yang dijadikan jaminan kredit yang diajukan oleh Pimpinan, termasuk penjanjian kredit yang ditandatangani oleh Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I); Bahwa dalam persidangan juga terbukti kalau PT. Rifan Finansindo menyampaikan kepada Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, akan kebutuhan dana di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, dan oleh Achmad Junaedi dan Andy R Alamsyah, selaku Direktur Utama dan Direktur Investasi PT. JAMSOSTEK saat itu, permintaan PT. Rifan Finansindo disetujui; Bahwa Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) sangat menyadari negara kita saat ini benar-benar berusaha memberantas korupsi sehingga para Jaksa Penuntut Umum diharapkan untuk dapat menjerat para pelaku korupsi dan selanjutnya para Hakim juga diharapkan dapat menghukum para pelaku korupsi tersebut, tetapi Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) juga yakin dan percaya bahwa semua pihak terutama Majelis Hakim Agung masih memegang asas praduga tak bersalah sebagai satusatunya asas yang terutama dalam hukum pidana di negara ini, karena "masih lebih baik membebaskan seratus orang yang bersalah daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah", sehingga dalam perkara ini Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) yakin dan percaya kalau Majelis Hakim Agung setelah benar-benar melihat dan memeriksa semua buktibukti, fakta-fakta dan kesaksian dalam persidangan akan dapat menemukan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum, dan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) yakin dan percaya kalau Majelis Hakim Agung dapat membebaskan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dari segala tuntutan hukum; Bahwa mengingat Judex Factie dalam putusannya menyatakan tidak Hal. 77 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

78 pernah menerima memori banding dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) terhadap Putusan Pengadilan Tingkat Pertama, maka demi memperoleh kebenaran dan menyangkut kebebasan dari Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dimana dapat membuktikan kalau Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) benar-benar tidak bersalah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum, maka Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) memohon kesediaan Majelis Hakim Agung untuk berkenan membaca, memeriksa dan mempertimbangkan hal-hal yang dikemukakan oleh Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dalam Memori Bandingnya yang telah disampaikan kepada Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan kranya Majelis Hakim Agung berkenan mengijinkan Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) mencantumkan kutipan dari Memori Banding tersebut dalam Memori Kasasi ini untuk bahan pertimbangan, sebagaimana berikut ini: Kutipan dari memori banding (dari halaman 25 sampai dengan halaman 85): Pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan fakta : Dalam pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan fakta-fakta yang dijadikan dasar bagi Putusan yang diambilnya, Majelis Hakim pada intinya menyatakan memperoleh fakta hukum: 1. Bahwa sekitar bulan Januari tahun 2002, Pimpinan PT DMR dengan saksi Raul J Supit, dalam rapat intern tertutup khusus direksi, membicarakan tentang rencana perusahaan mengerjakan proyek pembangunan rumah sakit dengan bekerjasama dengan Investor General Finance Corporation (GFC) dan operator rumah sakit dari Inggris, yaitu MER, dimana GFC meminta DMR ikut menyertakan modal; 2 Bahwa saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi Budihanto dan saksi Alexander J Parengkuan (selanjutnya disebut "Pimpinan DMR"), kemudian mengajukan kredit kepada bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan melalui kepala cabangnya, yaitu saksi Charto H Sunardi, SE; 3. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE menyarankan Pimpinan DMR untuk mencari investor yang mampu menempatkan dana di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang nantinya dana tersebut akan diikat oleh Bank Mandiri sebagaijaminan atas kredit yang diajukan oleh Pimpinan; 4. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE kemudian memperkenalkan kepada Henny Purnama Katerine, SE dan Aries Setiawan yang kemudian juga memperkenalkan Pimpinan DMR kepada Adi Senggono, Syarifuddin (sampai saat ini masih DPO dan tidak pernah diproses oleh Kepolisian), Yosef Tjahjadjaja, Ferry yang mengaku sebagai perwakilan Hal. 78 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

79 dari PT Rifan Financindo Securitas (selanjutnya disebut RFS), dan Agus Budio Santoso selaku Direktur dari RFS, yang akan bertindak sebagai arranger dari penempatan dana pihak ketiga (investor) ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan yang akan dipakai untuk menjamin kredit yang diajukan oleh DMR. Hal tersebut juga secara jelas diakui dan dibenarkan oleh saksi H Charto Sunardi, SE dalam kesaksiannya di muka persidangan; 5. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE meminta Pimpinan DMR agar mengajukan permohonan kredit dengan memakai permohonan atas nama pribadi-pribadi dan pada saat dana pihak ketiga masuk (dana milik Jamsostek yang diusahakan oleh RFS), saksi Charto H Sunardi, SE memberitahukan Pimpinan DMR agar mempersiapkan seluruh dokumen-dokumen yang diperlukan sehubungan dengan kredit yang diajukan PT DMR, termasuk seluruh dokumen-dokumen pengajuan kredit atas nama pembanding (dahulu Terdakwa I); 6. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE, telah diingatkan oleh saksi Budi Waluyo tentang keharusan adanya surat persetujuan penjamin dari Jamsostek dan keharusan adanya akta pendirian Jamsostek untuk melihat kewenangan pejabat yang menandatangani surat persetujuan tersebut, tetapi diabaikan oleh saksi Charto H Sunardi, SE, dan tetap mengucurkan kredit kepada PT. DMR, yang salah satunya adalah mengucurkan kredit kepada Pembanding (Terdakwa I) sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah); 4. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE kemudian memperkenalkan kepada Henny Purnama Katerine, SE dan Aries Setiawan yang kemudian juga memperkenalkan Pimpinan DMR kepada Adi Senggono, Syarifuddin (sampai saat ini masih DPO dan tidak pernah diproses oleh Kepolisian), Yosef Tjahjadjaja, Ferry yang mengaku sebagai perwakilan dari PT Rifan Financindo Securitas (selanjutnya disebut RFS), dan Agus Budio Santoso selaku Direktur dari RFS, yang akan bertindak sebagai arranger dari penempatan dana pihak ketiga (investor) ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan yang akan dipakai untuk menjamin kredit yang diajukan oleh DMR. Hal tersebut juga secara jelas diakui dan dibenarkan oleh saksi H Charto Sunardi, SE dalam kesaksiannya di muka persidangan; 5. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE meminta Pimpinan DMR agar mengajukan permohonan kredit dengan memakai permohonan atas nama pribadi-pribadi dan pada saat dana pihak ketiga masuk (dana Hal. 79 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

80 milik Jamsostek yang diusahakan oleh RFS), saksi Charto H Sunardi, SE memberitahukan Pimpinan DMR agar mempersiapkan seluruh dokumen-dokumen yang diperlukan sehubungan dengan kredit yang diajukan PT DMR, termasuk seluruh dokumen-dokumen pengajuan kredit atas nama pembanding (dahulu Terdakwa I); 6. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE, telah diingatkan oleh saksi Budi Waluyo tentang keharusan adanya surat persetujuan penjamin dari Jamsostek dan keharusan adanya akta pendirian Jamsostek untuk melihat kewenangan pejabat yang menandatangani surat persetujuan tersebut, tetapi diabaikan oleh saksi Charto H Sunardi, SE, dan tetap mengucurkan kredit kepada PT DMR, yang salah satunya adalah mengucurkan kredit kepada Pembanding (Terdakwa I) sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah); 7. Bahwa tanpa seijin Pemilik Deposito yaitu PT. Jamsostek, saksi Charto H Sunardi, SE telah memecah Deposito senilai Rp ,- (dua ratus milyar rupiah) menjadi 10 lembar Bilyet Deposito senilai Rp ,- (dua puluh milyar rupiah) dan kemudian menjadikan sebagai-jaminan kredit; 8. Bahwa saksi Charto H Sunardi, SE tidak melihat sendiri penandatanganan surat gadai Deposito, dan juga tidak melakukan konfirmasi mengenai gadai/jaminan Deposito kepada PT. Jamsostek sebagai pemilik dan tidak melaporkan keputusan pemberian kredif tersebut kepada Bisnis Unit Manajemen (Komersial Banking) dan Credit Risk Management (CRM); 9. Bahwa PT. RFS mendapat pembayaran uang dari DMR sebesar Rp ,- sebagai fee atas jasa mereka sebagai arranger dalam menempatkan dana investor di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang dipakai sebagai jaminan kredit yang diajukan DMR; 10.Bahwa uang yang diperoleh dari pengucuran kredit atas nama kredit perorangan tersebut yaitu atas nama Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang diterima dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, pada hari yang sama langsung di transfer ke Rekening perusahaan, yaitu dari kucuran dana kredit yang masuk ke dalam rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I), telah ditransfer sebanyak Rp ,- (empat belas milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah) ke Rekening perusahaan yaitu DMR dan sisanya sebesar Rp ,- (lima puluh juta rupiah) tetap berada di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I); Hal. 80 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

81 Dari pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim (Judex Factie) di atas yang diambil dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan, sangat jelas sekali menunjukkan kalau Majelis Hakim secara nyata, jelas dan sah telah mengakui hal-hal berikut ini: 1. Bahwa sejak awal Pembanding (Terdakwa I) tidak tahu dan tidak terlibat dalam proses dan rencana perusahaan DMR untuk membuat rumah sakit dan tidak terlibat dalam proses dan rencana perusahaan DMR untuk membuat rumah sakit dan tidak terlibat sama sekali dengan rencana perusahaan DMR dalam mengajukan kridit ke Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, karena sejak awal, semua rencana-rencana tersebut hanya diketahui dan dilaksanakan oleh saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi Budihanto dan saksi Alexander J Parengkuan (Pimpinan DMR); 2. Bahwa Pimpinan DMR, benar-benar mempunyai proyek pembangunan rumah sakit di daerah Jakarta, Surabaya, Bali dan Lombok dengan bekerja sama dengan General Finance Corporation (GFC) dan Medical European Hospital (MEH), dimana untuk modal usahanya adalah dengan mengajukan kredit ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yang dalam pelaksanaannya adalah melalui kredit perorangan, dimana kemudian Pimpinan DMR memerintahkan kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I), sebagai karyawan dari DMR untuk dipinjam namanya dalam mengajukan kredit ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, dan pada saat itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan dan memenuhi semua syarat-syarat formil dalam mengajukan kredit, baik itu proposal maupun syarat-syarat administrasi kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I), yang dalam prakteknya semuanya dipersiapkan oleh Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dan pihak perusahaan DMR, dan bahkan saudara saksi H. Charto Sunardi,SE sendiri dalam kesaksiannya di muka persidangan mengakui kalau permohonan kredit dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan juga Terdakwa-Terdakwa yang lainnya telah melengkapi dan memenuhi semua persyaratanpersyaratan yang diminta oleh Bank, yang pada saat itu diwakili oleh saksi H. Charto Sunardi,SE selaku Kepala Cabang (Putusan hal. 76); 3. Bahwa Perjanjian Kredit pada tanggal 26 Pebruari 2002 yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sah, dimana hal tersebut juga ditegaskan oleh saksi H Charto Sunardi, SE di muka persidangan yang menyatakan Perjanjian Kredit tersebut sah, karena sudah bayar provisi bank, sudah bayar bunga, dan bayar materai (Putusan hal 82), begitu juga saksi Arief Budi Wijaksono, SE (Putusan hal 39), saksi Hal. 81 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

82 Eddy Rahmadi, SE (Putusan hal 64, alinea terakhir); 4. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah terlibat dan tidak pernah mengadakan pertemuan-pertemuan dengan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, maupun orang-orang yang diperkenalkan saksi H Charto Sunardi, SE kepada para Pimpinan, termasuk tidak mengenal orang-orang dari RFS, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) pada awalnya sama sekali tidak tahu menahu berapa besar kredit yang akan diajukan dan siapa penjaminnya, bahkan sebagaimana terungkap dalam persidangan, pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit dengan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui berapa besar nilai kredit dari Perjanjian Kredit yang ditandatanganinya, dan pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit, Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya diperlihatkan halaman depan dan halaman belakang dari perjarjian kredit tersebut dan tidak pernah mendapat salinannya, dan baru melihat Perjanjian Kredit tersebut secara lengkap pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperiksa di POLDA METRO JAYA, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu kalau pada tanggal 14 Pebruari 2002 Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan telah mengucurkan kredit kepada perusahaan DMR; 5. Bahwa oleh karenanya terbukti sejak awal proses kredit, bahkan dalam proses awal pengajuan proposal dan hal-hal lainnya, Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak terlihat dan tidak tahu menahu, sehingga jelas sekali terbukti kalau bukan Pembanding (dahulu- Terdakwa I) yang mencari investor maupun mencari arranger yang akan mencari investor untuk menjamin kredit yang akan diajukan oleh perusahaan PT. DMR (melalui Pimpinan) kepada PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, tetapi saksi H. Charto Sunardi, SE, yang mencari dan kemudian memperkenalkan Pimpinan DMR kepada Henny Purnama Katerine, SE dan Aries Setiawan yang kemudian juga memperkenalkan Pimpinan DMR kepada Adi Senggono, Syarifuddin (sampai saat ini masih DPO dan tidak pernah diproses oleh Kepolisian), Yosef Tjahjadjaja, Ferry yang mengaku sebagai perwakilan dari PT. Rifan Financindo Securitas (selanjutnya disebut RFS), dan Agus Budio Santoso selaku Direktur dari RFS, yang akan bertindak sebagai arranger dari penempatan dana pihak ketiga (investor) ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan untuk menjamin kredit yang diajukan oleh DMR. Hal tersebut juga secara jelas diakui dan dibenarkan oleh Hal. 82 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

83 saksi H Charto Sunardi, SE dalam kesaksiannya di muka persidangan (Putusan hal 74, dan hal 165); 6. Bahwa benar dana investor (PT, Jamsostek) yang diusahakan oleh arranger (RFS) yang masuk ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan digunakan sebagai jaminan atas kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa yang lain (DMR), hal ini juga diakui oleh saksi H Charto Sunardi, SE di muka persidangan (Putusan hal. 77, alinea ketiga dari bawah, Putusan hal. 78, hal. 79, hal. 80 dan hal. 84) ; 7. Bahwa benar Pembanding (dahulu Terdakwa I) sesuai permintaan dan instruksi (perintah) dari Pimpinan DMRmengajukan kredit atas nama perorangan beserta para Terdakwa yang lain walaupun kredit tersebut adalah untuk kepentingan perusahaan (DMR) adalah berdasarkan inisiatif dan usulan dari saksi H Charto Sunardi, SE (Putusan hal.166); 8. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) benar-benar tidak tahu menahu mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan investor (PT. Jamsostek) dalam hubungan masuknya dana milik investor (PT. Jamsostek) yang diusahakan oleh RFS ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan dimana sejak awal telah disepakati penggunaannya adalah sebagai jaminan atas kredit yang diajukan oleh Pimpinan, termasuk pengurusan sertifikat gadai Deposito baik itu mengenai penandatanganannya maupun keabsahan dari tandatangannya, karena sejak awal Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan maupun proses yang terjadi antara Pimpinan DMR dengan RFS maupun dengan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE). Oleh karena itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu apa-apa saja yang dibicarakan dan syarat-syarat apa yang harus dipenuhi sehubungan dengan pengajuan kredit tersebut, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan hal-hal yang diperintahkan oleh Pimpinan DMR kepadanya ; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui kalau seharusnya hal tersebut merupakan sepenuhnya tanggung jawab dari RFS dan pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yaitu saksi H. Charto Sunardi, SE (karena rupanya untuk itulah RFS mendapat bayaran uang jasa atas hal-hal yang merupakan tanggung jawabnya dalam usahanya mendatangkan dana ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan), pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperiksa di Polda Metro DKl, bahkan sepengetahuan Pembanding (dahulu Hal. 83 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

84 Terdakwa I) dari informasi yang didengarnya kemudian setelah adanya kasus ini baik itu sewaktu pemeriksaan di kepolisian maupun di kejaksaan dari Pimpinan DMR maupun dari keterangan saksi H Charto Sunardi, SE, bahwa RFS melarang Pimpinan DMR untuk berhubungan dengan PT. Jamsostek, sebagaimana juga kesaksian H Charto Sunardi, SE dalam persidangan yang menyatakan Yosef (RFS) yang akan mengurus segala sesuatunya langsung dengan pemilik dana yang dalam hal ini adalah PT Jamsostek (Putusan halo.75, hal. 77, dan hal. 86); 9. Bahwa RFS benar merupakan arranger (mediator) dari pengadaan dana investor (PT Jamsostek) yang masuk ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan untuk menjamin kredit yang juga diajukan oleh Pimpinan DMRdan kredit yang diajukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa yang lain (berdasarkan perintah Pimpinan), dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilik dana/investor (PT Jamsostek) diurus dan dilaksanakan oleh PT Rifan Finansindo Sekuritas (RFS), yang mana hal tersebut juga telah diakui oleh H Charto Sunardi, SE dalam kesaksiannya (putusan hal 74, 75, 77,78 dan 86). Hal tersebut juga terbukti dengan dibayarnya uang jasa sebesar Rp ,- (sembilan belas milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah) kepada RFS oleh perusahaan PT Dwinogo Manunggaling Roso (DMR), yang pembayarannya dilaksanakan oleh saksi Alexander J Parengkuan selaku Direktur DMR (Putusan hal 95); 10.Bahwa benar yang bertanggung jawab dalam mengucurkan kredit kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, yaitu saksi H Charto Sunardi, SE, karena jelas terungkap dan terbukti dari keterangan saksi-saksi dalam persidangan kalau saksi H Charto Sunardi, SE sudah diingatkan oleh bawahannya. tentang hal-hal yang harus dipenuhi dalam pengucuran kredit, dan jelas juga telah terbukti dalam persidangan kalau saksi H Charto Sunardi, SE, yang melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, jadi bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I), apalagi Perjanjian Kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah dilaksanakan hanya berdasarkan perintah Pimpinan DMR dan bukan atas keinginan maupun kepentingan pribadi dari Pembanding (dahulu Terdakwa I); 11.Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah mengadakan pendekatan maupun memberi sesuatu baik itu berupa barang maupun Hal. 84 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

85 uang kepada saksi R. Charto Sunardi, SE agar permohonan kreditnya dikabulkan oleh pihak Bank Mandiri cahang Jakarta Prapatan, sebagaimana juga sudah terbukti dalam persidangan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah bertemu secara langsung dengan saksi R Charto Sunardi, SE maupun mengadakan pembicaraan-pembicaraan dengan saksi R Charto Sunardi, SE sehubungan dengan kredit yang diajukan Pembanding (dahulu Terdakwa I); 12.Bahwa oleh karenanya secara sederhana telah terbukti dan benar kalau yang berwenang untuk mengabulkan kredit dan mengucurkan dana kepada Debitur, yang dalam hal ini adalah Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah pihak bank sehingga apabila terdapat hal-hal atau syarat-syarat yang menurut pihak bank belum terpenuhi, dan dalam hal ini, hal tersebut sama sekali tidak diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan pengajuan kreditnya tetap dikabulkan, maka sebagaimana yang dikatakan oleh saksi dari Bank Mandiri, saksi Eddy Rahmadi, SE dan saksi Eddie Rinaldy, SH, saksi ahli perbankan, yaitu saksi-saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), maka yang bertanggungjawab adalah pihak bank, dalam hal ini PT Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi R Charto Sunardi, SE), Putusan hal. 66 dan hal. 146); Bahwa dari hal-hal tersebut di atas, yang disimpulkan dari fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, jelas sekali terlihat bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam kasus ini tidak terbukti melakukan suatu tindak Pidana Korupsi, karena jelas sekali terlihat kalau pada saat itu atas permintaan Pimpinan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melakukan suatu Perjanjian Kredit yang sah dengan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan dan pada waktu itu melalui Pimpinan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yang kemudian terbukti dengan dikabulkannya pengajuan kredit tersebut yaitu cairnya dana kredit dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I). Bahwa secara sederhana dan jelas terbukti kalau kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan perusahaan (DMR), dimana terbukti dana yang diterima dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, pada hari yang sama langsung ditransfer ke Rekening perusahaan (DMR) dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah memakai dan menggunakan uang tersebut untuk kepentingan prihadi. (Putusan hal 169 Hal. 85 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

86 alinea kedua). Bahwa apabila kemudian ditemukan adanya surat gadai deposito yang tandatangannya dipalsukan (merupakan produk stempel) adalah di luar sepengetahuan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan dalam persidangan telah terungkap fakta-fakta hukum yang menyimpulkan hahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah melakukan pemalsuan surat gadai deposito tersebut, karena pihak yang membuatnya adalah pihak bank yaitu PT. Bank Mandiri cabang Prapatan dengan PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS) sehagai arranger dari penempatan dana PT. Jamsostek di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, bahkan yang membawa surat gadai deposito tersebut ke PT. Jamsostek untuk ditandatangani adalah RFS, yang dalam hal ini adalah Yosef Tjahjajaja, jadi bukan dilakukan Pembanding (dahulu Terdakwa I). Bahkan saksi H Charto Sunardi, SE sebagai Pimpinan DMR PT. Bank Mandiri cabang Prapatan juga menyatakan kalau Perjanjian Kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) sudah sah (Putusan hal 102), dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah memenuhi semua persyaratanpersyaratan yang diperlukan dalam pengajuan kredit, sehingga jelaslah apabila memang timbul masalah sehubungan dengan penerimaan dana yang diterima Pembanding (dahulu Terdakwa I) atas pengajuan kredit yang diajukannya ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, maka masalah tersebut seharusnya adalah masalah keperdataan dan bukan masalah pidana, sebagaimana dikatakan oleh saksi ahli Eddy Rinaldy,SH di muka persidangan, "bahwa didalam prosedur suatu permohonan kredit yang telah sesuai merupakan suatu keperdataan antara bank dengan Debitur ", dalam hal ini adalah Pembanding (dahulu Terdakwa I) (Putusan hal. 145); Bahwa secara sederhana dan jelas dapat dilihat kalau pertimbanganpertimbangan majelis Hakim (Judex Factie) di atas yang dibuat berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan sama sekali tidak dapat menunjukkan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum, bahkan sebaliknya yang terbukti dari fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan adalah Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melakukan suatu hubungan keperdataan yaitu dengan menandatangani perjanjian kredit dengan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan. Bahwa dari fakta-fakta hukum di atas, juga dapat terlihat jelas kalau pihak yang benar-benar bertanggung jawab dalam kasus yang timbul dalam pengucuran kredit dari PT Bank Mandiri cabang Prapatan ke Pembanding Hal. 86 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

87 (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya (DMR), adalah PT. Rifan Financindo Sekuritas (BFS) sebagai arranger yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan masuknya dana milik investor (PT. Jamsostek) ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan, termasuk diantaranya tetapi tidak terbatas kepada mengurus surat gadai deposito, dan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yang dalam hal ini adalah saksi H. Charto Sunardi, SE, yang menerbitkan surat gadai deposito dan yang berwenang mengabulkan permohonan kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I); Bahwa secara sederhana dan jelas dapat dilihat kalau dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim (Judex Factie) khususnya yang berkaitan dengan fakta-fakta yang diperoleh selama persidangan dan keterangan-keterangan saksi-saksi maupun dari keterangan Terdakwa- Terdakwa (butir 1 sampai dengan butir 20, putusan halaman 163 sampai dengan halaman 169), tidak ada satupun suatu fakta yang dapat menunjukkan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan suatu tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum, kalaupun ada fakta yang menyatakan kalau ada dana dari Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang masuk ke dalam rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I), itu adalah dana yang diperoleh dari dikabulkannya permohonan kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I), oleh karena itu seandainya perjanjian kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) tersebut, dianggap bermasalah sehingga menimbulkan masalah korupsi karena adanya kerugian uang negara yang terlibat, maka terhadap hal itu dalam persidangan juga telah terungkap kalau tidak ada satupun fakta-fakta yang menyatakan kalau masalah tersebut dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I); Oleh karena itu jelas sekali terbukti kalau Putusan yang dibuat oleh Majelis Hakim sangat bertentangan dengan pertimbangan-pertimbangan fakta hukum yang dibuatnya, sehingga sudah selayaknya Majelis Hakim Tinggi membatalkan putusan tersebut karena dibuat tidak sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan fakta hukum yang terungkap di persidangan; Selain dari fakta-fakta yang sudah dibahas di atas, dalam putusan Majelis Hakim terdapat "Fakta-fakta" yang tidak benar atau keliru yang juga menjadi landasan dari Putusan Majelis Hakim yang harus diluruskan. yaitu: (1) "Bahwa untuk surat gadai deposito atas nama Andre Nugraha Achmad Nouval, belum ditandatangani oleh Pemilik Deposito, dan hingga tanggal 26 Pebruari 2002 kredit dikeluarkan tanpa gadai deposito, Hal. 87 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

88 seharusnya Bilyet Deposito yang dijaminkan harus diikat dengan gadai Deposito" (Putusan hal. 167) (2) "Bahwa pengucuran kredit kepada Terdakwa Andre Nugraha Achmad Nouval, adalah tidak sesuai dengan Standar Operasional PT. Bank Mandiri (SOP), " (Putusan hal.167) ; (3)"Terdakwa Andre Nugraha Achmad Nouval, menerima pinjaman sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah), setelah masuk ke rekeningnya selanjutnya ditransfer lagi ke Rekening perusahaan PT. Dwinogo Manunggaling Roso sebesar Rp , - sedangkan sisanya sebesar Rp , - (lima puluh juta rupiah) tetap berada pada rekening pribadi yang bersangkutan" (Putusan hal. 169); Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, terlihat bahwa pertimbangan Majelis Hakim di atas menyimpulkan kalau Majelis Hakim (Judex Faetie) berkesimpulan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang sudah menjaminkan Bilyet Deposito untuk pengajuan kreditnya dan pengucuran kredit kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah tidak sesuai dengan SOP Bank Mandiri dan uang yang diperoleh dari pengucuran kredit tersebut yaitu sebesar Rp ,- (lima puluh juta rupiah) dipakai oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk kepentingan pribadi adalah suatu pertimbangan yang keliru karena berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak melakukan satupun dari halhal tersebut di atas, karena faktanya adalah sebagai berikut: a. Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu tentang proses kredit yang diajukan Pimpinan DMR sehingga Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga tidak tahu mengenai segala sesuatu yang diperlukan untuk pengajuan kredit tersebut, termasuk mengenai jaminan dan gadai Deposito, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah menerima surat gadai deposito dari saksi H Charto Sunardi, SE untuk ditandatangani PT. Jamsostek sebagai Pemilik Deposito, karena memang sejak awal Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah terlibat dan hanya terlibat dalam masalah kredit tersebut hanya pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit (itupun hanya diperlihatkan halaman depan dan belakang dari Perjanjian Kreditnya). Yang terjadi adalah, sebagaimana kemudian fakta yang terungkap selama persidangan, faktanya adalah yang mengurus segala sesuatu yang berurusan dengan kredit dan investor (PT. Jamsostek) adalah para Pimpinan DMR dengan saksi H Charto Hal. 88 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

89 Sunardi, SE dan Yosef Tjahjadjaja (RFS), bahkan fakta yang terungkap dalam persidangan tentang Yosef Tjahjadjaja (RFS) yang melarang Pimpinan DMR maupun saksi H Charto Sunardi, SE untuk berhubungan langsung dengan pemilik dana/investor (PT. Jamsostek) tidak diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), Putusan hal. 75, 77, 78 dan 86; b. Bahwa bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang telah melanggar ketentuan-ketentuan atau SOP yang berlaku di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dalam proses kreditnya akan tetapi pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, yaitu saksi H Charto Sunardi, SE; c. Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah memenuhi semua memori kasasi Andree Nugraha by Heber persyaratan-persyaratan formal yang diminta oleh pihak PT Bank Mandiri cabang Prapatan melalui Pimpinan, dan Perjanjian Kreditnya sendiri adalah sah (diakui dan dibenarkan oleh pihak bank, Putusan hal. 76, hal. 82, hal. 39, hal. 64), dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah memalsukan surat gadai Deposito, karena yang mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilik dana/investor (PT Jamsostek) adalah RFS melalui Yosef Tjahjadjaja (Putusan hal. 75, 77, 78 dan 86), sehingga apabila kemudian diketemukan ternyata surat gadai depositonya palsu, bukan kesalahan Pembanding (dahulu Terdakwa I) karena sepanjang pengetahuan Pembanding (dahulu Terdakwa I), semua persyaratanpersyaratan yang diminta oleh PT Bank Mandiri cabang Prapatan sudah dipenuhi oleh PT DMR, terbukti kreditnya cair sehingga dalam hal ini Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak merugikan PT Bank Mandiri cabang Prapatan, apalagi pada saat itu pinjaman kreditnya belum jatuh tempo dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya tetap membayar bunga. Seharusnya Jaksa Penuntut Umum memeriksa dan menuntut RFS dan Yosef Tjahjadjaja yang telah melakukan tindak pidana korupsi dan pemalsuan atas terjadinya surat gadai deposito yang palsu tersebut, karena pihak RFS dan Yosef Tjahjadjaja yang paling memperoleh keuntungan bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I); d. Bahwa dalam persidangan telah terungkap fakta, kalau yang melakukan transfer uang sejumlah Rp ,- dari rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) ke Rekening perusahaan DMR adalah saksi Aryo Santigi Budihanto dan bukan dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit, Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah diminta untuk Hal. 89 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

90 menandatangani blanko kosong pemindahbukuan dana dari rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I), yaitu dari rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang khusus dibuat untuk Perjanjian Kredit ke Rekening perusahaan DMR. Kalaupun ada uang sejumlah Rp ,- yang masih tertinggal di rekening tersebut adalah diluar sepengetahuan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), dan juga bukan karena permintaan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), jadi semakin terbukti kalau uang yang masih tertinggal di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah bukan untuk dan atau karena kepentingan pribadi; Fakta-fakta tersebut di atas, terungkap dalam persidangan baik itu lewat keterangan saksi-saksi maupun keterangan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) maupun para Terdakwa lainnya, oleh karena itu sangat disesalkan sekali kalau Majelis Hakim tidak mempertimbangkan faktafakta yang terungkap dalam persidangan tersebut; Oleh karena itu, berdasarkan uraian fakta-fakta di atas, maka jelas terlihat bahwa pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim yang berkaitan dengan fakta adalah keliru dan sama sekali tidak sesuai dengan bukti-bukti yang terungkap di persidangan, sehingga sudah selayaknya Majelis Hakim Tinggi membatalkan putusan tersebut dan membebaskan dan melepaskan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari segala tuntutan hukum; Pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan hukum; Sebelum membahas lebih lanjut pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan dengan hukum dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pusat, perkenankanlah Pembanding (dahulu Terdakwa I) memberitahukan dengan hormat kepada Majelis Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jakarta bahwa sebenarnya yang menjadi akar permasalahan sebab musabab) dari dakwaan tindak pidana korupsi oleh Jaksa Penuntut Umum berhubungan dengan pencairan kredit dari PT Bank Mandiri cabang Prapatan kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa lainnya (DMR) adalah surat gadai deposito yang merupakan jaminan dari kredit tersebut, setelah kreditnya cair, dinyatakan palsu, karena tandatangan yang tertera didalamnya maupun keberadaan surat gadai Deposito tersebut, ternyata kemudian dibantah atau tidak diakui oleh pemilik dana/investor, yang dalam hal ini adalah PT Jamsostek. sehingga pihak Bank Mandiri Pusat langsung mengambil kesimpulan dan keputusan kalau kredit tersebut bermasalah karena, tidak ada jaminannya dan merugikan pihak Bank Mandiri, padahal kreditnya sendiri belum jatuh tempo dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa lainnya Hal. 90 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

91 (DMR) masih melaksanakan kewajibannya kepada pihak Bank Mandiri, termasuk membayar bunganya. Jadi belum terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mampu membayar kreditnya, pihak Bank Mandiri sudah menuduh kredit tersebut bermasalah, kalaupun/kredit tersebut harus mempunyai jaminan, seharusnya pihak Bank Mandiri bisa meminta Debitur/Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk memberikan jaminan yang lain sebagai pengganti surat gadai Deposito tersebut dan memberi kesempatan kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk membayar kredit tersebut sampai jatuh tempo, kecuali pada saat kredit sudah jatuh tempo dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mampu bayar, baru pada saat itu Bank Mandiri boleh menyatakan kalau kreditnya bermasalah. Oleh karena itu seharusnya Jaksa Penuntut Umum terlebih dahulu harus membuktikan siapa yang memalsukan surat gadai deposito tersebut, sebab Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa lainnya (DMR) melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara karena/kredit yang diperoleh/tidak dengan surat gadai deposito yang sah, padahal sebagaimana fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah memenuhi semua persyaratan-persyaratan yang diminta oleh PT Bank Mandiri cabang Prapatan dan khusus mengenai surat gadai Deposito tersebut, yang membuat adalah PT Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi N. Charto Sunardi, SE) dan penandatanganannya diurus oleh PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS). Perlu diketahui kalau pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit dengan PT.Bank Mandiri cabang Prapatan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak mengetahui kalau ada syarat-syarat yang tidak sah, karena sepanjang pengetahuan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), semua persyaratan sudah dipenuhi oleh perusahaan yang dalam hal ini PT DMR, dan semuanya sah, karena terbukti permohonan kreditnya disetujui dan dananya juga dikucurkan oleh PT Bank Mandiri cabang Prapatan, karena tidak mungkin pihak Bank Mandiri mengabulkan permohonan kredit atas nama Pembanding (dahulu Terdakwa I) apabila masih ada syarat-syarat yang belum dipenuhi oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I); Bahwa seharusnya pemalsuan surat gadai deposito merupakan unsur yang utama dari/casus yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, karena masalah ini tidak mungkin terjadi apabila surat gadai depositonya asli sedangkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak mengetahui kalau surat gadai deposito tersebut palsu atau tidak, karena sepengetahuan Pembanding (dahulu Terdakwa I), pada saat akad kredit, Hal. 91 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

92 semua persyaratan telah dipenuhi oleh PT DMR, termasuk surat gadai deposito kalau memang syarat Perjanjian Kredit harus ada surat gadai deposito sebagai jaminan, yang belakangan baru diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) pada saat diperiksa di Polda Metro DKI, diurus oleh PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (H Charto Sunardi, SE) dengan RFS (Yosef Tjahjadjaja), dimana hal tersebut juga diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I dari keterangan yang didengarnya dari Pimpinan DMR sewaktu pemeriksaan di kantor Polisi), buktinya kredit yang diajukan ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan dikabulkan dan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan telah mencairkan dananya ; Oleh karenanya dengan segala hormat, Pembanding (dahulu Terdakwa I) memohon kepada Hakim Tinggi agar memeriksa ulang perkara ini dengan sebaik-baiknya dengan asas praduga tidak bersalah (presumption of in Nocence), sehingga dapat melihat perkara ini dengan objektif dan dapat mengungkap kebenaran yang hakiki yang sebenarnya terjadi dalam perkara ini. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) dengan segala kerendahan hati juga memohon Majelis Hakim Tinggi mau mendengar, melihat, mepelajari dan mempertimbangkan fakta-fakta yang sebenarnya terungkap di persidangan hal.hal yang dikemukakan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), baik yang terdapat dalam Memori Banding ini maupun dalam Pledoi Penasehat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I), maupun Pledoi pribadi yang dibuat oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) waktu perkara ini diperiksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga Majelis Hakim dapat memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya. Pertimbangan Majelis Hakim mengenai terpenuhinya unsur secara melawan hukum adalah keliru. Karena salah menafsirkan fakta-fakta hukum dan tidak mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan maupun ketentuan hukum yang berlaku ; Pertimbangan Judex factie mengenai unsur "Secara Melawan Hukum" ini diuraikan di halaman 171 sampai dengan halaman 173 Putusan, dimana Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan kekeliruan dalam menafsirkan fakta-fakta hukum yang ada dengan pengertian "melawan hukum" dan selanjutnya Majelis Hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang sebenarnya terungkap dalam persidangan, bahkan sangat besar kemungkinannya kalau Majelis Hakim Hal. 92 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

93 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak membaca dan mempelajari alasanalasan hukum dalam pledeoi yang disampaikan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk menjadi bahan pertimbangannya dalam menjatuhkan keputusan, karena pada saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Majelis Hakim tidak memberikan kesempatan kepada Penasihat Hukum Pembanding dahulu Terdakwa I) untuk membacakan Pledoinya di muka persidangan. Oleh karenanya jelas sekali terlihat jelas kalau putusan Majelis Hakim tersebut tidak didasari oleh suatu kebenaran yang sebenar-benarnya. Bahwa dalam pertimbangannya (putusan hal. 171), Majelis Hakim menyatakan yang dimaksud dengan "melawan hukum" dalam pasal ini adalah perbuatan yang dilakukan Terdakwa-Terdakwa tersebut adalah bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara RI. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan, bahwa untuk memenuhi unsur "melawan hukum" tersebut, Pembanding (dahulu Terdakwa I) harus dibuktikan telah melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Bahwa sebelumnya dalam pledoi Penasehat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I) di Pengadilan Negeri Pusat, telah mempertanyakan perbuatan manakah yang telah dilakukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang dapat dikualifikasikan sebagai "perbuatan melawan hukum", karena Jaksa Penuntut Umum dalam Dakwaan maupun dalam Tuntutannya, sama sekali tidak dapat menguraikan secara jelas perbuatan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang mana yang menurut Jaksa Penuntut Umum yang dapat dikualifikasikan sebagai "perbuatan melawan hukum". Dan sangat disayangkan, ternyata Majelis Hakim dalam putusannya juga tidak menjelaskan perbuatan manakah yang dilakukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang merupakan perbuatan "melawan hukum". Bahkan kalau dilihat dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim dalam putusannya halaman 171 sampai dengan halaman 173, tidak ada satupun perbuatan-perbuatan yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim tersebut yang dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), malah jelas terlihat kalau perbuatan-perbuatan yang terdapat dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut, telah dilakukan oleh pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, khususnya oleh saksi H Charto Sunardi, SE. Bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan-pertimbangannya hanya menyatakan: Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa dihubungkan dengan surat-surat bukti dalam Hal. 93 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

94 perkara ini, telah ternyata dimana dikemukakan dalam fakta-fakta yang diperoleh di persidangan bahwa proses pengucuran fasilitas kredit kepada Terdakwa-Terdakwa tersebut di atas, tidak sesuai Standart Operasional Prosedur PT. Bank Mandiri (SOP), karena tidak dilengkapi persetujuan penjamin dari pihak PT. Jamsostek, serta tidak dilampirkan Akta Pendirian PT. Jamsostek untuk mengetahui kewenangan pejabat dari PT. Jamsostek, dan terhadap keadaan tersebut sudah diingatkan oleh saksi Budi Waluyo S. Kom, kepada saksi :Charto Sunardi, SE tetap memerintahkan untuk tetap diproses" Putusan hal. 171, Menimbang, bahwa terhadap pemberian kredit para Terdakwa tersebut selain karena tidak sesuai dengan kewajaran yaitu sejak pengajuan permohonan kredit sampai pencairan kredit yang hanya dalam waktu 1 (satu) hari, juga terdapat hal-hal yang tidak lazim., karena tidak memenuhi persyaratan, yaitu: a. Tanpa seijin Pemilik Deposito yaitu PT. Jamsostek memecah deposito senilai sebagaimana disebutkan di atas" b. Penandatanganan surat gadai Deposito oleh PT. Jamsostek, yang ternyata tidak benar, tidak dilakukan dihadapan saksi H. Charto Sunardi, SE, selaku pejabat yang berwenang; c. saksi H. Charto Sunardi, SE, selaku spoke manager PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, tidak melakukan konfirmasi mengenai gadai/jaminan Deposito tersebut kepada PT. Jamsostek sebagai pemilik; d. saksi H. Charto Sunardi, SE, selaku spoke manager PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, tidak melampirkan keputusan pemberian kredit dan pengucuran kredit kepada 8 (delapan) orang tersebut di atas kepada Bisnis Unit Management (Komersial banking) dan Credit Risk Management (CRM) e. Saksi H. Charto Sunardi, SE telah menandatangani 5 (lima) surat gadai Deposito atas nama PT. Jamsostek pada tanggal 14 Pebruari 2002, dengan jaminan Bilyet Deposito, sebagai jaminan kredit tanpa konfirmasi lebih dahulu kepada PT. Jamsostek Putusan hal. 172 Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Andi Rahman Alamsyah, menyatakan bahwa PT. Jamsostek Jakarta tidak pernah menjaminkan Depositonya kepada para Terdakwa. -7 Putusan hal. 172 "Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa proses pengajuan dan pemberian kredit kepada para Terdakwa, telah tidak dilakukan sebagaimana mestinya, sehingga dengan demikian unsur ke-dua: "secara melawan hukum "telah terbukti. Hal. 94 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

95 Bahwa dari pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut di atas, jelas sekali terlihat kalau Majelis Hakim menyatakan perbuatan-perbuatan yang masuk kedalam kualifikasi perbuatan "melawan hukum" dalam perkara ini, adalah: 1. Bahwa proses pengucuran kredit tersebut tidak sesuai dengan Standar Operasional Procedure dari PT. Bank Mandiri, yaitu terjadi penyimpangan prosedur, karena tidak dilengkapi dengan surat persetujuan penjaminan, waktu pengucuran kredit yang cuma 1 (satu) hari, tidak memenuhi persyaratan, dan proses pengajuan tidak dilakukan sebagaimana mestinya ; 2. Surat gadai deposito palsu, karena PT. Jamsostek tidak pernah menjaminkannya kepada Para Terdakwa ; 1. Proses pengucuran kredit tersebut tidak sesuai dengan Standar Operasional Procedure dari PT. Bank Mandiri, yaitu terjadi penyimpangan prosedur, karena tidak dilengkapi dengan surat persetujuan penjaminan, waktu pengucuran kredit yang cuma 1 (satu) hari, tidak memenuhi persyaratan, dan proses pengajuan tidak dilakukan sebagaimana mestinya ; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sebelum membahas hal tersebut di atas, perlu menegaskan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) sejak awal pengajuan kredit ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan sampai dengan hari penandatanganan Perjanjian Kredit, sama sekali tidak tahu menahu dan tidak terlibat, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa V tidak mengetahui berapa besar jumlah kredit yang akan diajukan sampai saat penandatanganan Perjanjian Kredit karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan perintah Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk menandatangani Perjanjian Kredit dengan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dimana segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kredit tersebut diurus dan dilengkapi oleh perusahaan DMR. Oleh karena itu jelas terlihat dan terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan instruksi atau perintah dari Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk menandatangani Perjanjian Kredit untuk kepentingan perusahaan; Bahwa oleh karenanya tidak benar kredit yang diperoleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, tidak sesuai dengan proses kredit di PT. Bank Mandiri, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit telah memenuhi semua persyaratan-persyaratan formil yang diminta oleh pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), yang dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) Hal. 95 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

96 berdasarkan pemberitahuan dari Pimpinan, yaitu: foto copy KTP Pembanding (dahulu Terdakwa I), poto copy KTP isteri, akte pernikahan kecuali surat Permohonan kredit,karena surat tersebut dipersiapkan oleh Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan. Sedangkan syarat-syarat surat persetujuan penjamin maupun surat gadai deposito sama sekali tidak pernah diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) karena pada saat penandatanganan perjanjian kredit, surat-surat tersebut tidak diminta oleh PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (kepala cabang, saksi H Charto Sunardi, SE) maupun oleh pegawai Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang lain (saksi Budi Waluyo). Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu tentang syarat-syarat dan prosedur pengajuan kredit yang berlaku di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya terlibat pada hari penandatanganan permohonan kredit dan penandatanganan Perjanjian Kredit. Bahwa pada saat pengajuan kredit, penandatanganan Perjanjian Kredit dan pencairan dana Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu kapan dananya cair, pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan tidak pernah mempermasalahkan persyaratan-persyaratan yang belum lengkap, sehingga Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah tau syarat-syarat mana yang masih kurang, oleh karena itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) menganggap kalau ternyata kemudian pengajuan kreditnya disetujui dan dikucurkannya dana kredit tersebut maka semua persyaratan yang diperlukan untuk cairnya kredit tersebut sudah terpenuhi dan semua prosedur yang ditempuh dan dilaksanakan adalah sudah sesuai dengan prosedur dan tata cara perkreditan yang berlaku di PT. Bank Mandiri. Bahwa pada saat penandatanganan perjanjian kredit, Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak mengetahui keterlibatan PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS) dalam proses pengajuan kredit yang diajukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) kepada PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya menjalankan perintah dari Pimpinan DMR untuk ikut bersama yang pegawai DMR yang lainnya mengajukan kredit atas nama perorangan ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, walaupun dana kredit tersebut akan digunakan untuk kepentingan usaha perusahaan (DMR), dan perintah itupun baru diterima Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) yaitu I (satu) hari sebelum penandatanganan perjanjian kredit, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan proses kredit tersebut tidak diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I). Hal. 96 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

97 Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui keterlibatan RFS, pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperiksa di Polda Metro DKI dan pada saat keterangan-keterangan saksi-saksi di persidangan, dan pada saat itulah Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui kalau RFS mempunyai peranan penting dalam pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan kepada DMR, termasuk didalamnya terhadap pengucuran kredit atas nama Pembanding (dahulu Terdakwa I), permohonan kredit dan penandatanganan Perjanjian Kredit. Bahwa dari fakta-fakta yang khususnya terungkap dalam persidangan jelas terbukti kalau seharusnya RFS bertanggungjawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan pemilik dana/investor yang uang Depositonya ternyata dijadikan jaminan atas kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), dan bukan tanggungjawab dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), walaupun dalam Perjanjian Kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) terdapat ketentuan yang menyatakan pengajuan kredit dijamin dengan gadai deposito Jamsostek, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah terlibat dalam proses pengajuan kredit tersebut sejak awal, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu apa isi dari Perjanjian Kredit yang ditandatanganinya, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya diperlihatkan halaman depan dan halaman terakhir dari perjanjian tersebut pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit. Oleh karenanya, dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat mengambil kesimpulan kalau sebenarnya pada saat itu, RFS yang bertanggungjawab atas syaratsyarat yang berhubungan dengan pemilik dana/investor (PT. Jamsostek), yaitu surat gadai deposito. Hal tersebut telah terbukti dengan fakta bahwa pada saat penandatanganan perjanjian kredit, pihak PT.Bank Mandiri cabang Prapatan tidak meminta syarat-syarat lain dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) termasuk surat gadai deposito tersebut, karena pada waktu penandatanganan perjanjian kredit itu, hal-hal yang berhubungan dengan jaminan, maupun pemilik dana/investor (PT. Jamsostek) adalah sepenuhnya merupakan tanggungjawab RFS (saksi Yosef Tjahjadjaja); Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan telah terjadi penyimpangan prosedur karena tidak sesuai dengan standar operasional prosedur adalah patut diragukan karena kenyataannya kredit tersebut dikucurkan oleh PT. Bank Mandiri cabang Prapatan sebanyak 2 (dua) kali dengan tenggang waktu yang cukup lama yaitu masing-masing pada tanggal 14 Februari 2002, kepada Alexander 1. Parengkuan, Ir. Aryo Hal. 97 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

98 Santigi Budihanto, Ahmad Riyadi, Harianto Brasali dan Koko Sandoza Fritzgerald, yang keseluruhannya berjumlah Rp ,- dan berikutnya pada tanggal 26 Februari 2002, kepada Andre Nugraha Ahmad Nouval, Yakub A. Arupalakka, dan Alm. Dudi Laksmana, yang keseluruhannya berjumlah Rp ,-. Bahwa melihat tenggang waktu antara pemberian kredit pertama dan kedua telah terjadi dalam suatu rentang waktu yang cukup panjang yaitu 12 hari atau setidaknya 7 (tujuh) hari kerja dan juga melihat jumlah kredit yang terhitung besar dan dijamin oleh dana yang masuk ke Bank Mandiri dalam jumlah yang besar pula, maka sudah sepatutnya sistem perbankan apalagi untuk bank sebesar Bank Mandiri, harus mampu mendeteksi dalam hal adanya penyimpangan prosedur, sehingga dapat mencegah pemberian kredit untuk tahap yang kedua. Namun demikian hal tersebut tidak terjadi. Hal ini telah menimbulkan keraguan yang masuk akal tentang apakah benar telah terjadi penyimpangan prosedur sebagaimana disebutkan oleh Majelis Hakim, karena terbukti telah terjadi pemberian kredit tahap kedua, yaitu pemberian kredit kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I). Jadi bagaimana mungkin kredit tahap kedua tetapi dikucurkan atau dikabulkan apabila memang benar telah terjadi penyimpangan prosedur? Jawabnya secara sederhana adalah tidak mungkin terjadi penyimpangan prosedur. Bahwa ketentuan tentang adanya keharusan menandatangani gadai Deposito dihadapan Kepala Cabang, semata-mata merupakan fakta yang diambil Majelis Hakim dari pernyataan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, yang dalam hal ini, Arief Budi Witjaksono dan tidak pernah ditunjukkan adanya ketentuan tertulis yang mengharuskan tentang hal tersebut dalam persidangan. Dengan demikian pernyataan tersebut tidak dapat atau setidaknya belum dapat digunakan sebagai landasan untuk menyatakan adanya penyimpangan prosedur. Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan pencairan kredit tersebut adalah sesuai dengan kewajaran yaitu hanya 1 (satu) hari, sebagaimana juga pernyataan saksi Emidi Suparman dari Bank Mandiri yang menyatakan bahwa pencairan kredit yang dilakukan dalam satu hari adalah merupakan sesuatu yang tidak wajar, adalah merupakan pernyataan yang sama sekali tidak dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk mengukur adanya penyimpangan prosedur, karena pernyataan tersebut sesungguhnya adalah hanya suatu analisa dan bukan didasarkan pada aturan yang berlaku pada Bank Mandiri. Terlebih Hal. 98 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

99 lagi saksi Emidi, pada bagian lain dari kesaksiannya juga menyebutkan tentang adanya kemungkinan pencairan dana kredit dengan jaminan deposito pada hari yang sama (Surat Tuntutan JPU, hal. 194). Oleh karena itu pernyataan saksi Emidi menjadi tidak valid maupun tidak sah untuk dipergunakan sebagai dasar pertimbangan Majelis Hakim karena pernyataan saksi Emidi tersebut saling bertentangan. Bahwa terlepas dari adanya keraguan tersebut, seandainya memang benar terjadi adanya penyimpangan prosedur dalam pemberian maupun pencairan kredit, maka hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan Majelis Hakim tersebut bukanlah perbuatan yang dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan yang dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I). Kalaupun terdapat penyimpangan maka penyimpangan-penyimpangan tersebut semuanya dilakukan oleh pejabat PT Bank Mandiri yang terlibat dalam proses, pemberian maupun pencairan kredit dimaksud selain itu juga, tidak terdapat satu faktapun yang terungkap di dalam persidangan yang menunjukan adanya upaya Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk mempengaruhi, baik dalam bentuk memohon atau membujuk saksi H Charto Sunardi, SE, selaku Kepala Cabang PT Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, untuk melakukan penyimpangan prosedur yang berlaku di PT Bank Mandiri. Jadi jelas telah terbukti dalam persidangan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah memberikan sesuatu, baik itu sebagai imbalan maupun uang suap kepada Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan (saksi H. Charto Sunardi, SE) agar permohonan kreditnya disetujui; Bahwa kalaupun saksi H Charta Sunardi, SE setelah kredit cair, kemudian mendapat "sesuatu" dari Pimpinan, hal tersebut sama sekali tidak diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), dan perlu diingat kalau dalam persidangan jelas telah terungkap kalau pemberian tersebut bukanlah merupakan imbalan atau syarat atas jasa Terdakwa ll: saksi H Charto Sunardi,SE dalam menyetujui permohonan, kredit Pimpinan DMR (termasuk kredit yang diperintahkan oleh Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena jelas terungkap dalam persidangan kalau pemberian tersebut dilaksanakan setelah kredit cair sebagai tanda terima kasih sebagaimana layaknya umum terjadi dalam dunia bisnis, dan perlu diingat dan diketahui kalau pemberian kepada saksi H Charto Sunardi, SE tersebut tidak dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I); Bahwa ketentuan yang berkaitan dengan prosedur pemberian kredit bukan merupakan produk hukum yang bersifat publik, sehingga Hal. 99 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

100 Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang Notabene bukan merupakan pegawai PT Bank Mandiri, tidak mempunyai kewajiban untuk mengetahui prosedur tentang pemberian maupun pencairan kredit, termasuk syaratsyarat apa saja yang harus dipenuhi selain dari syarat-syarat yang diminta oleh pihak bank, yaitu PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), Bahwa tidak terdapat suatu kewajiban hukum apapun bagi Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk mencari informasi tentang prosedur pemberian kredit kecuali mempercayai segala informasi dari pejabat PT Bank Mandiri, yang dalam hal ini Kepala Cabang PT Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dan saksi Budi Waluyo pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit, sebagai prosedur yang benar, dan pada saat itu semua prosedur telah dilaksanakan dengan benar dan semua persyaratanpersyaratan yang diminta sudah dipenuhi dan diterima oleh PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE dan saksi Budi Waluyo); Bahwa sebagaimana telah diungkapkan dalam pledoi dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan oleh saksi-saksi dan Terdakwa serta juga telah dimuat dalam surat dakwaan JPU, bahwa seluruh proses pengajuan kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa telah dilakukan sesuai dengan petunjuk saksi Charto Sunardi, selaku kepala cabang PT Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dan bahkan saksi saksi H Charto Sunardi, SE pula yang memperkenalkan Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi, dan saksi Alexander 1. Parengkuan) dengan pihak-pihak dari PT Rifan Finansindo, yang kemudian PT Rifan (RFS) selanjutnya dipercaya oleh Pimpinan DMR untuk bertindak sebagai arranger dalam penempatan dana oleh pemilik dana/investor (PT Jamsostek) di PT Bank Mandiri cabang Prapatan dalam proses pengajuan kredit tersebut. Bahwa oleh karenanya, Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mempunyai kewenangan dalam memutuskan apakah permohonan kreditnya ke PT Bank Mandiri cabang Prapatan layak atau tidak layak, apakah dapat dikabulkan atau ditolak, apakah dapat dicairkan atau tidak, dan sebagainya, tetapi yang mempunyai kewenangan mutlak adalah pihak bank, yaitu PT Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), sehingga kalaupun ada penyimpangan prosedur, yang patut disalahkan adalah pihak PT Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), sebagaimana juga telah dinyatakan saksi ahli Eddie Rinaldy, SH dan saksi-saksi dari Bank Mandiri sendiri yang terungkap Hal. 100 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

101 dalam persidangan, dan bukan kesalahan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan sama sekali tidak tahu menahu dengan prosedur maupun Standar Operational Prosedur (SOP) Bank Mandiri. Bahwa saksi H Charto Sunardi, SE dan saksi Eddy Rachmadi dari Bank Mandiri dalam kesaksiannya di muka persidangan mengakui kalau proses pengajuan kredit yang diajukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) sudah benar sesuai prosedur dan syarat-syarat yang diminta PT Bank Mandiri cabang Prapatan, sehingga sangat disayangkan dan disesalkan kalau Majelis Hakim menutup mata dan mengabaikan kebenaran faktafakta tersebut; Bahwa sebagaimana telah disampaikan dalam pledoi, dengan ini Pembanding (dahulu Terdakwa I), sekali lagi dengan tegas membantah pernyataan JPU pada halaman 240 surat tuntutan yang menyatakan: "mereka Terdakwa mengakui perbuatannya, kecuali Terdakwa Koko Sandoza FG". Hal tersebut adalah tidak benar, Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Para Terdakwa (DMR) hanya mengakui telah mengajukan dan menerima kredit, tetapi tidak pernah mengakui telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari prosedur, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya mengetahui bahwa prosedur yang sudah ditempuh pada saat itu tersebut adalah prosedur yang benar dan sah menurut hukum, karena prosedur tersebut dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dan arahan dari pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan; Bahwa dari semua pertimbangan-pertimbangan yang dibuat oleh Majelis Hakim mengenai penyimpangan prosedur dan sebagainya di atas, satupun tidak ada yang dapat menunjukkan kalau perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena semua perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan prosedur dan tata cara bank tersebut hanya dapat disetujui dan dilakukan oleh pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan. Oleh karena itu, Pembanding (dahulu Terdakwa I), tidak terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa penyimpangan prosedur dalam pemberian maupun pencairan kredit dengan jaminan deposito, karena semua hal yang berkaitan dengan tata cara Bank dalam memberikan kredit termasuk tetapi tidak terbatas pada prosedurnya mutlak merupakan wewenang dan tanggungjawab pihak bank, PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mempunyai wewenang sedikitpun untuk melakukannya. 2. Surat gadai deposito palsu karena PT. Jamsostek tidak pernah menjaminkannya kepada para Terdakwa; Bahwa sebagaimana telah berulang Hal. 101 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

102 kali ditegaskan di atas, Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah mengetahui tentang keharusan adanya surat gadai deposito, maupun keharusan akan adanya surat pernyataan persetujuan menjamin, dalam prosedur pengajuan kredit, karena hal tersebut tidak pernah diminta sebagai syarat pengajuan kredit oleh pihak bank, PT. Bank Mandiri cabang Prapatan pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) menanda tangani perjanjian kredit, apalagi Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mengetahui apakah surat gadai deposito tersebut merupakan syarat dalam pengajuan kredit, apakah harus dibuat oleh siapa dan harus ditandatangani oleh siapa, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu kalau pada saat pencairan kredit, surat gadai deposito tersebut ada atau tidak atau surat gadai deposito tersebut palsu atau tidak, atau surat gadai deposito tersebut merupakan jaminan dari kreditnya, karena pada saat pengajuan dan penandatanganan perjanjian kredit, pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan tidak pernah meminta surat gadai deposito, bahkan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan hanya menyuruh Pembanding (dahulu Terdakwa I) menandatangani halaman terakhir dari perjanjian kredit, bahkan pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan tidak pernah memberikan salinan lengkap dari perjanjian kredit tersebut, sehingga bagaimana mungkin Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengetahui kalau perjanjian kreditnya dijamin oleh surat gadai deposito palsu?, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu isi dari Perjanjian Kredit yang ditandatanganinya; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) benar-benar tidak mengetahui kalau Perjanjian Kredit yang ditandatanganinya tidak mempunyai jaminan apapun, karena pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan tidak pernah meminta Pembanding (dahulu Terdakwa untuk memberikan jaminan apapun atas perjanjian kreditnya; Bahwa kemudian setelah terjadi kasus dimana Pembanding (dahulu Terdakwa I) dipanggil dan diperiksa di POLDA Metro DKI dan berdasarkan pemberitahuan dari Pimpinan, baru kemudian Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengetahui kalau kredit yang diajukannya, seharusnya dijamin oleh dana yang berhasil ditempatkan arranger (PT. Rifan/RFS) di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan berdasarkan kesepakatan antara Pimpinan DMR dengan RFS, tetapi Pembanding (dahulu Terdakwa) benar-benar tidak tahu apakah dana tersebut harus dibuat dalam bentuk surat gadai deposito atau dalam bentuk jaminan, karena sejak awal Pembanding (dahulu Terdakwa) tidak pernah terlibat Hal. 102 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

103 dalam proses tersebut dan tidak tahu menahu, apalagi pada saat penandatanganan perjanjian kredit, surat gadai deposito tersebut memang tidak pernah diminta oleh pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H. Charto Sunardi, SE maupun saksi Budi Waluyo), selaku kreditur kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) sebagai calon Debitur. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga tidak mengetahui kalau dalam surat perjanjian kredit antara Pembanding (dahulu Terdakwa I) sebagai Debitur dan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan sebagai kreditur terdapat klausula yang menyatakan surat gadai deposito PT. Jamsostek tersebut dijadikan sebagai jaminan kredit tersebut, karena pada saat penandatanganan perjanjian kredit tersebut, Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya, hanya diperlihatkan halaman terakhir (halaman penandatanganan) dari perjanjian kredit tersebut, dan sampai permasalahan ini diperiksa di POLDA Metro DKl, Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah melihat atau mendapat salinan yang utuh dari Perjanjian Kredit tersebut. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru mengetahui kalau ada surat gadai deposito atas nama PT Jamsostek yang diduga palsu karena tidak diakui dan ditandatangani oleh PT. Jamsostek, adalah pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperiksa di POLDA Metro DKI. Bahwa mengenai surat gadai deposito yang palsu tersebut, selama persidangan sama sekali tidak pernah secara sungguh-sungguh berusaha untuk dibuktikan siapakah yang membuat surat gadai deposito yang palsu tersebut dan selama persidangan baik Jaksa Penuntut Umum maupun Majelis Hakim juga tidak pernah secara bersungguh-sungguh berusaha membuktikan apakah benar surat gadai deposito tersebut adalah palsu atau setidak-tidaknya telah dikeluarkan di luar pengetahuan dari saksi Andi R. Alamsyah selaku Direktur lnvestasi dari PT Jamsostek dan Drs. Djunaedi Ak selaku Direktur Utama, baik itu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Majelis Hakim. Bahkan JPU tidak menghadirkan saksi ahli dari Labkrim guna membuktikan asli atau palsu surat gadai deposito tersebut. Lebih ironis lagi JPU ternyata juga tidak menghadirkan Drs. Djunaedi Ak sebagai saksi yang nyata-nyata namanya bahkan tandatangannya telah diguna-kan dalam surat gadai deposito. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena merupakan persoalan yang sangat penting di dalam kasus ini. Bahwa di dalam persidangan hanyalah diserahkan Berita Acara Pemeriksaan Laborarories Kriminalistik Mabes Polri No.Lab:457/DTF/2002 Hal. 103 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

104 tanggal 26 April 2002 yang dibuat dan ditandatangani oleh pemeriksa KOMBES Polisi Drs. SARDJONO, KOMPOL Dra. PUJAWATI UTAMA SR, AKP MALADI WSD yang diketahui oleh Kapus Labfor Polri Drs. M HAMIM SOERlAAMIDJAJA, dengan kesimpulan: - Tanda tangan bukti atas nama ANDY R. ALAMSYAH pada 5 (lima) eksemplar surat gadai deposito yang dipersoalkan (QTA) adalah merupakan produk cap stempel tandatangan. - Tandatangan bukti atas nama Drs. A. DJUNAEDI, AK pada 5 (lima) eksemplar surat gadai deposito yang dipersoalkan (QTA) adalah merupakan produk cap stempel tandatangan. Kesimpulan Labkrim yang menyatakan bahwa kedua tandatangan tersebut merupakan produk cap stempel tandatangan, tidaklah diragukan. Persoalannya adalah muncul pertanyaan, apakah merupakan kebiasaan yang berlaku di PT. Jamsostek bahwa cap tandatangan dapat digunakan untuk mensahkan suatu surat gadai deposito. Selain itu juga menjadi pertanyaan adalah apakah kedua pejabat PT. Jamsostek, yaitu Andi R. Alamsyah dan Drs. A. Djunaedi Ak. mengetahui adanya surat gadai deposito yang telah diberi cap tandatangan atas nama mereka. Sekalipun kedua pejabat tersebut tidak menandatangani secara langsung, namun apabila mereka mengetahui bahwa cap tandatangannya telah digunakan pada 5 (lima) lembar surat gadai deposito baik itu dilakukan oleh mereka sendiri maupun oleh orang lain, maka menurut pendapat Pembanding (dahulu Terdakwa I), surat gadai deposito tesebut bukan merupakan surat gadai deposito palsu dengan kata lain surat gadai deposito tersebut adalah sah, hanya saja tandatangannya merupakan produk stempel. Bahwa benar di dalam persidangan saksi Andi R. Alamsyah telah mengutarakan sangkalannya terhadap surat gadai deposito bahkan ia juga mengatakan bahwa Drs. A Djunaedi, Ak tidak pernah menandatangani surat gadai deposito dimaksud. Bahwa keterangan semacam ini tidak cukup untuk membuktikan bahwa surat gadai deposito tersebut telah diberi cap tandatangan di luar pengetahuan kedua pejabat PT. Jamsostek tersebut, karena pernyataannya hanya datang atau didengar dari satu pihak yaitu PT. Jamsostek, padahal sebagaimana kesaksian saksi H Charto Sunardi SE, surat gadai deposito tersebut diberikan kepada Yosef Tjahjadjaja untuk dibawa ke PT.Jamsostek agar ditandatangani karena pada saat itu Yosef (RFS) melarang saksi H Chanto Sunardi SE maupun Pimpinan DMR, yaitu atasan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang sejak awal terlibat Hal. 104 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

105 dalam proses pengajuan kredit, untuk berhubungan langsung dengan pemilik dana/investor (PT. Jamsostek). Bahwa sangat disesalkan bahwa JPU telah tidak menghadapkan pihak yang menurut, Pembanding (dahulu Terdakwa I) sangat penting yaitu saudara Yosef Tjahjadjaja, yang mengaku sebagai anak buah dari Agus Budio Santoso (Direktur PT. Rifan Finansindo/RFS). Bahwa memang dalam daftar saksi JPU nama Yosef Tjahjadjaja tidak tercantum karena pada saat pelimpahan berkas dari ke Polisian ke Kejaksaan Tinggi, saudara Yosef Tjahjadjaja tersebut masih masuk dalam status DPO (Daftar Pencarian Orang), akan tetapi pada saat kasus ini diperiksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, saudara Yosef Tjahjadjaja sudah berada dalam penahanan POLDA Metro, sehingga Penasihat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I) sudah beberapa kali di muka persidangan meminta Majelis Hakim memerintahkan JPU untuk dihadirkan dalam persidangan, akan tetapi JPU tanpa alasan yang jelas dan masuk akal tidak mau menghadikan saudara Yosef Tjahjadjaja, dan bahkan Majelis Hakim pada saat itu juga tidak bersungguh-sungguh memerintahkan JPU untuk menghadirkan Yosef Tjahjadjaja di muka persidangan, sehingga jelas sekali terlihat kalau JPU berusaha menyembunyikan fakta-fakta kebenaran yang bisa terungkap di muka persidangan kalau saudara Yosef Tjahjadjaja hadir, dimana fakta-fakta tersebut bisa dipakai oleh Penasihat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I), untuk membuktikan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak bersalah dalam kasus ini. Bahwa kesaksian saudara Yosef Tjahjadjaja sangatlah penting guna membuat terang tentang keabsahan surat gadai deposito, karena berdasarkan pengakuan saksi H Charto Sunardi, SE, bahwa ia mengaku telah menyerahkan blangko surat gadai deposito kepada saudara Yosef Tjahjadjaja untuk dimintakan tanda tangan kepada pihak PT. Jamsostek, sehingga sesungguhnya yang mengetahui persis tentang surat gadai deposito tersebut adalah Yosef Tjahjadjaja. Oleh karena itu, mengenai keabsahan dari surat gadai deposito tersebut tidak dapat dinilai hanya dari pernyataan sepihak dari PT. Jamsostek, melainkan demi hukum dan keadilan juga harus dinilai dari pernyataan Yosef Tjahjadjaja yang membawa surat gadai deposito tersebut ke PT. Jamsostek dan kemudian juga mengembalikannya kepada pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE). Oleh karena itu, Pembanding (dahulu Terdakwa I) berkesimpulan bahwa tidaklah cukup bukti untuk dapat mengatakan surat gadai deposito tersebut adalah tidak sah atau bahkan palsu, atau Hal. 105 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

106 setidaknya pernyataan bahwa surat gadai deposito tersebut adalah palsu masih diragukan. Akan tetapi seandainya Majelis Hakim Tinggi yang kami muliakan berpendapat lain, yaitu beranggapan surat gadai deposito itu palsu, maka yang perlu menjadi perhatian khusus Majelis Hakim Tinggi, adalah yang menyangkut persoalan siapakah yang memalsukan surat gadai deposito tersebut?, apakah perbuatan pemalsuan surat gadai deposito tersebut dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I)? atau setidaknya apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengetahui atau terlibat dalam pemalsuan surat gadai deposito tersebut. Bahwa berdasarkan bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan, baik keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa, dan alat-alat bukti surat lainnya, ternyata tidak diperoleh satu alat buktipun yang menunjukkan bahwa surat gadai deposito tersebut telah dipalsukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) maupun para Terdakwa yang lain, atau salah seorang dari Terdakwa. Terlebih lagi juga tidak diperoleh adanya bukti bahwa ada diantara Terdakwa yang terlibat dalam pemalsuan surat gadai deposito tersebut. Bahkan jelas sekali terbukti dan terungkap dalam persidangan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I), sama sekali tidak tahu kalau surat gadai deposito tersebut palsu, bahkan sudah jelas terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mengetahui kalau ada surat gadai deposito baik itu palsu atau tidak yang dijadikan jaminan dari perjanjian Kreditnya dan baru tahu kalau dalam perjanjian kreditnya ada ketentuan mengenai jaminan surat gadai deposito adalah pada saat Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperiksa di Polda Metro DKI. Bahwa dalam persidangan juga telah terbukti dan tidak terbantahkan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu menahu tentang surat gadai deposito, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) sejak awal tidak terlibat dalam pengajuan kredit tersebut, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah ketemu dengan saksi H Charto Sunardi, SE, maupun pihak RFS, jadi bagaimana mungkin Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat dipersalahkan atas surat gadai deposito yang palsu; Bahwa sebagaimana fakta yang terungkap dalam persidangan, pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi dan saksi Alexander J Parengkuan), telah memakai jasa PT Rifan (RFS), yang dalam hal ini diwakili oleh Yosef dan Agus Budio Santoso selaku Direktur RFS, untuk menjadi arranger dalam penempatan dana dari pemilik dana investor di PT Bank Mandiri cabang Prapatan, dimana dana yang masuk tersebut sejak awal disepakati akan digunakan untuk menjamin kredit yang Hal. 106 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

107 diajukan oleh Pimpinan DMR, termasuk perjanjian kredit yang ditanda tangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan persyaratan administrasi yang berkaitan dengan pemilik dana/investor menjadi tanggung jawab dari RFS, termasuk pengurusan surat gadai deposito; Bahwa baru belakangan diketahui kalau pemilik dana/investor adalah PT Jamsostek, namun Yose (RFS) melarang Pimpinan DMR (Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu) maupun saksi H Charto Sunardi, SE berhubungan langsung dengan PT. Jamsostek, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan PT. Jamsostek termasuk tetapi tidak terbatas kepada pengurusan administrasi yang diperlukan dari PT. Jamsostek diurus dan dilaksanakan oleh Yosef Tjahjadjaja (pihak RFS), dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak terlibat, sehingga kalaupun ternyata surat gadai deposito yang diserahkan saksi H Charta Sunardi, SE kepada Yosef (pihak RFS) agar dimintakan tandatangan PT Jamsostek adalah palsu, maka secara sederhana telah terbukti Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu menahu dan tidak terlibat, oleh karena itu demi hukum dan keadilan, terhadap Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak dapat diminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang tidak dilakukannya karena yang melakukan pemalsuan surat gadai deposito sudah dapat diduga dengan kuat adalah pihak RFS (Yosef Tjahjadjaja), maka sudah selayaknya yang patut diminta pertanggungjawaban terhadap surat gadai deposito palsu tersebut adalah PT Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charta Sunardi,SE) dan RFS (Yosef Tjahjadjaja), karena mereka yang benar-benar terlibat dalam pembuatan surat gadai deposito tersebut. Bahwa sesuai dengan kenyataan, sebagaimana pengakuan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam persidangan, kalau pada saat penanda tanganan perjanjian kredit maupun pencairan kredit, Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu kalau perjanjian kreditnya dijamin dengan surat gadai deposito milik Jamsostek dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga tidak tahu kalau surat gadai deposito tersebut palsu atau tidak, karena apabila pada saat itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengetahui tentang surat gadai deposito yang dijadikan jaminan atas Perjanjian Kredit yang ditandatanganinya tersebut adalah palsu, maka Pembanding (dahulu Terdakwa I) pasti akan menanyakan apakah benar Jamsostek telah menjaminkan surat gadai deposito tersebut sebagai jaminan dari perjanjian kredit dan apabila Pembanding (dahulu Terdakwa I) pada saat itu mengetahui kalau Jamsostek tidak pernah menjaminkan Hal. 107 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

108 surat gadai depositonya maka Pembanding (dahulu Terdakwa I) pada saat itu (tanggal 26 Pebruari 2002) tidak akan mau menandatangani perjanjian kredit tersebut dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah orang yang pertama kali melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang, karena dalam hal ini, pihak pembanding (dahulu Terdakwa I) juga merupakan korban penipuan dari PT. Rifan (RFS) dan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan ; Bahwa dalam persidangan juga telah terungkap kalau persoalan surat gadai deposito sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari PT. Rifan Finansindo Sekuritas (RFS) dan secara keseluruhan di luar pengetahuan Pimpinan DMR, sehingga penyangkalan PT. Jamsostek terhadap surat gadai deposito tersebut sangatlah mengejutkan dan kemudian menyadarkan Pimpinan DMR, bahwa Pimpinan DMR telah menjadi korban dari "permainan" PT Rifan Finansindo Sekuritas (RFS) dan saksi H Charto Sunardi, SE; Bahwa oleh karenanya secara sederhana dapat dilihat kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak terbukti melakukan perbuatan memalsukan surat gadai deposito yang menjadi jaminan dari kreditnya, dan juga telah terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mengetahui syaratsyarat lain dari perjanjian kredit yang ditandatanganinya termasuk tidak mengetahui kalau perjanjian kreditnya dijamin dengan surat gadai deposito milik Jamsostek, sehingga sebagaimana kesaksian dari Pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan sendiri Perjanjian Kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sah karena pada saat penandatanganan Perjanjian Kredit tersebut, semua syarat-syarat sudah dipenuhi oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan pada saat penandatanganan perjanjian kredit maupun sesudah penandatanganan, pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan tidak pernah meminta syarat-syarat maupun dokumen-dokumen lain yang masih diperlukan sehubungan dengan perjanjian kredit yang ditandatangani Pembanding (dahulu Terdakwa I): Bahwa Majelis Hakim (Judex factie) juga telah mengabaikan fakta-fakta hukum yang terungkap selama persidangan dan tidak menjadikannya sebagai bahan pertimbangan, yaitu Majelis Hakim mengabaikan kenyataan yang ada kalau Pimpinan DMR, dan saksi H Charto Sunardi, SE telah memberi kesaksian kalau keterlibatan PT. Rifan (dalam hal ini Yosef dan Agus Budio Santoso) RFS sebagai arranger dalam penempatan dana milik PT. Jamsostek di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, untuk menjamin kredit yang diajukan oleh Pimpinan, termasuk kreditnya Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa yang lain adalah Hal. 108 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

109 sangat besar dan dominan, karena RFS lah yang mengatur dan mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilik dana/investor (PT. Jamsostek) sehingga apabila terdapat surat gadai deposito yang palsu, hal tersebut adalah sepenuhnya tanggungjawab RFS, bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang sama sekali tidak tahu tentang seluruh proses pengajuan kredit tersebut, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) baru terlibat pada saat penandatanganan perjanjian kredit di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan Jakarta. Bahwa dari hal-hal tersebut di atas, jelas sekali terlihat kalau tidak ada satupun alat-alat bukti baik yang didapat dalam pemeriksaan maupun yang terungkap dalam persidangan, yang dapat membuktikan keterlibatan Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengetahui, membuat, dan atau menyerahkan surat gadai deposito palsu tersebut kepada PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, pada saat penandatanganan perjanjian kreditnya. Bahwa dengan demikian adalah sangat tidak tepat dan tidak berdasar hukum apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pusat (Judex Factie) dalam menjatuhkan putusannya yang menyatakan bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dalam kaitan dengan pertimbangannya mengenai adanya surat gadai deposito yang palsu. Karena yang sebenarnya terjadi adalah justru Pembanding (dahulu Terdakwa I) merupakan korban dari adanya surat gadai deposito yang palsu tersebut, karena terbukti bahwa dengan tidak diakuinya surat gadai deposito oleh PT. Jamsostek mengakibatkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) ikut terseret ke dalam persoalan yang sangat serius dan telah menghancurkan seluruh masa depan Pembanding (dahulu Terdakwa I), dan membuat Pembanding (dahulu Terdakwa I) dinyatakan bersalah. Bahwa melihat fakta-fakta tersebut di atas, yang juga berdasarkan faktafakta yang terungkap di muka persidangan, maka Pembanding (dahulu Terdakwa I) jelas sekali secara sederhana demi hukum dan keadilan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan "melawan hukum", sehingga unsur "secara melawan hukum" pada Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No, 31 tahun 1999, menurut hukum juga tidak terbukti secara sah. Oleh karena itu demi hukum dan keadilan sudah sepantasnya Majelis Hakim Tinggi yang mulia membatalkan putusan Judex Factie tersebut dan membebaskan serta melepaskan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari segala tuntutan hukum; Hal. 109 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

110 Pertimbangan Majelis Hakim mengenai terpenuhinya unsur Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi adalah keliru, karena tidak sesuai dengan fakta; Bahwa sebelum membahas pertimbangan Majelis Hakim mengenai terpenuhinya unsur malakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, maka Pembanding (dahulu Terdakwa I) memohon Majelis Hakim Tinggi agar benar-benar memeriksa apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan perbuatan tersebut mengingat Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan perintah dan instruksi atasannya (Pimpinan DMR, yaitu saksi Ahmad Riyadi) untuk ikut menandatangani perjanjian kredit di Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, sedangkan uang yang diperoleh dari perjanjian kredit tersebut memang sudah ditransfer ke Rekening perusahaan DMR oleh Pimpinan DMR (saksi Aryo Santigi), dan hal tersebut di luar sepengetahuan Pembanding (dahulu Terdakwa I) karena tugas Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya menandatangani perjanjian kredit sebagaimana diperintahkan oleh Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) selain itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu apa-apa; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim mengenai unsur "Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi" ini terdapat dalam putusan halaman 173 dan halaman 174, yaitu : Menimbang, bahwa sebagaimana keterangan saksi-saksi: H Charto Sunardi, SE, saksi Alexander J Parengkuan, Ir. Aryo Santigi Budihanto, Ahmad Riyadi, Harianto Brasali, Koko Sandoza FG dan keterangan Terdakwa-Terdakwa, telah ternyata bahwa dana hasil pengucuran kredit kepada 8 orang (saksi-saksi dan Terdakwa-Terdakwa tersebut di atas), telah digunakan dan diberikan antara lain kepada: - saksi H. Charto Sunardi, SE yang ditransfer ke Rekening atas nama istri saksi H. Charto Sunardi,SE (Drg. Arini Cahaya) oleh saksi Alexander J Parengkuan sebesar Rp ,- ; - dibelikan 1 (satu) unit kendaraan sedan Toyota Altis tahun 2002 No. Pol. B 8944 LW, SPINK atas nama Ariyanto yang selanjutnya diberikan kepada saksi H. Charto Sunardi; - diserahkan kepada PT. Surya Cipta Pusaka sebesar Rp ,- untuk digunakan membayar kepada Bank Mandiri; - berada di tangan saksi Alexander J Parengkuan sekitar Rp ,- ; - berada ditangan saksi Aryo Santigi Budihanto sekitar Rp ,-; Hal. 110 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

111 - berada ditangan Ahmad Riyadi sekitar Rp ,- - ditransfer ke Standart Chartered sekitar Rp ,-; - berada ditangan Harianto Brasali sebesar Rp ,-; - berada ditangan Koko Sandoza FG sebesar Rp ,-; - berada ditangan Terdakwa Andree Nugraha Achmad Nouval sebesar Rp ,-; - berada ditangan Terdakwa Yakub A. Arupalakka sebesar Rp ,-" -7 Putusan hal Menimbang, bahwa dari fakta-fakta tersebut, telah jelas bahwa uang dari hasil pengucuran kredit sebagaimana dipertimbangkan terdahulu telah tidak digunakan untuk pembangunan proyek rumah sakit, melainkan telah dikuasai saksi-saksi dan Terdakwa-Terdakwa tersebut dan diserahkan kepada pihak lain atau perusahaan lain seperti tersebut di atas oleh para Terdakwa -putusan hal "Menimbang, bahwa demikian atas penambahan uang sejumlah tersebut di atas, maka dapat dipastikan kekayaannya akan bertambah sejumlah tersebut". - Putusan hal 174. Bahwa pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut di atas, adalah keliru dan tidak sesuai dengan fakta yang ada, karena sebagaimana yang terungkap dalam persidangan bahwa perjanjian kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak pernah memegang, menerima dan atau mengelola uang yang diperoleh dari kucuran perjanjian kredit yang ditandatanganinya, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya menjalankan perintah dari Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk ikut menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang menurut Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) adalah untuk kepentingan perusahaan, sehingga seluruh uang yang diperoleh dari kucuran perjanjian kredit yang ditandatanganinya tersebut dikelola dan ditangani oleh Pimpinan, dimana sejumlah Rp , - (empat belas milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah) langsung ditransfer oleh Pimpinan DMR (saksi Aryo Santigi Budihanto) ke rekening perusahaan pada hari yang sama dengan masuknya dana kucuran kredit ke rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) (catatan rekening tersebut, sengaja dibuka oleh perusahaan DMR khusus untuk menerima kucuran kredit dari Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan), dan tersisa di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) sebesar Rp , - (lima puluh juta rupiah), yang sampai minggu kedua setelah penandatanganan Hal. 111 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

112 perjanjian kredit tidak diketahui oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) ada sejumlah uang Rp ,- (lima puluh juta rupiah) di rekening tersebut, karena buku tabungan atas rekening tersebut masih dipegang oleh Pimpinan DMR selama 2 minggu; Bahwa pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut di atas, adalah keliru dan tidak sesuai dengan fakta yang ada, karena sebagaimana yang terungkap dalam persidangan bahwa perjanjian kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sah, sehingga pertimbangan Majelis Hakim tersebut tidak relevan dan tidak berdasar sama sekali dan terkesan dipaksakan. Bahwa Majelis Hakim dalam membuat pertimbangan-pertimbangannya berdasarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menyatakan: "Bahwa Terdakwa-Terdakwa telah menerima sejumlah dana dari hasil pencairan kredit yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku sehingga telah mendapat pendapatan atau kekayaan pribadi Terdakwa-Terdakwa atau orang yang menerimanya ". Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk dikaji yaitu apakah kredit yang diterima oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan merupakan kredit yang sah atau tidak. Bahwa berdasarkan keterangan saksi Arief Budi Witjaksono dan saksi Emidi Suparman di muka persidangan, dengan jelas telah menyatakan bahwa kredit yang dikucurkan oleh PT. Bank Mandiri kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sah secara hukum. Sehingga mengingat kedua kedudukan saksi tersebut di atas sebagai pejabat dari PT. Bank Mandiri, maka keterangannya tentunya telah didasarkan pada hukum dibidang perbankan maupun kebiasaan dalam praktek perbankan pada umumnya dan khususnya dalam praktek Bank Mandiri. Oleh karena itu kredit yang dikucurkan oleh PT. Bank Mandiri kepada Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sah secara hukum. Bahwa mengingat perjanjian kreditnya adalah sah, maka dana yang diterima Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan yang kemudian segera dipindahbukukan ke Rekening perusahaan (DMR) adalah juga sah, karena sejak awal Pembanding (dahulu Terdakwa I) memang diperintahkan oleh Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi untuk menandatangani perjanjian kredit yang dananya akan dipakai untuk proyek dan modal usaha perusahaan DMR, jadi wajar saja dana yang diterima dari hasil kucuran kredit tersebut segera dipindah bukukan ke rekening perusahaan karena uang tersehut pinjaman kredit milik perusahaan DMR dari Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan Hal. 112 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

113 (melalui Perjanjian Kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), dan oleh karenanya Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau melakukan perbuatan pidana, karena yang terjadi adalah masalah bisnis biasa (Keperdataan). Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan penggunaan uang hasil pengucuran kredit yang tidak digunakan untuk proyek pembangunan rumah sakit adalah keliru dan tidak sesuai dengan fakta, karena jelas sekali terungkap dalam persidangan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) dengan tegas dan jujur menyatakan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) diperintahkan Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk ikut bersama beberapa karyawan perusahaan DMR yang lain mengajukan permohonan kredit ke Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan untuk kepentingan modal kerja perusahaan dan membiayai proyek-proyek perusahaan DMR, sehingga Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam mengajukan permohonan kreditnya (yang sudah dipersiapkan oleh Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan), juga menjelaskan kalau kredit tersebut adalah untuk modal kerja perusahaan. Bahwa yang dimaksud dengan modal kerja perusahaan juga mencakup biaya operasional perusahaan, termasuk di dalamnya membayar hutang perusahaan atau membayar kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga dan untuk membiayai usaha (proyek-proyek) perusahaan. Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu tentang proyek pembangunan rumah sakit karena sejak awal tidak pernah terlibat, tetapi Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya mendengar kabar kalau perusahaan DMR mempunyai proyek pembangunan rumah sakit. Bahwa sebagaimana yang terungkap dalam persidangan kalau proyek pembangunan rumah sakit tersebut adalah salah satu kerja dari perusahaan yang untuk modal kerjanya diambil dari kredit yang diperoleh dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan dan fakta yang ada sebagaimana juga terungkap dalam persidangan melalui saksi Rusdi Musa dan saksi Raul Supit (Putusan hal. 134, hal. 135 dan hal. 137) yang diperoleh dari PT Bank Mandiri cabang Prapatan tersebut juga digunakan usaha proyek rumah sakit, diantaranya untuk pembelian lahan, biaya survey, biaya perjalanan dalam meninjau lokasi rumah sakit, biaya konsultan, dan biaya ijin-ijin. Dari saksi-saksi tersebut secara sederhana dapat diambil kesimpulan yang logis, adalah tidak benar kalau dana yang diperoleh dari kredit tersebut tidak digunakan untuk proyek kalaupun dana tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk kepentingan bangunan rumah sakit Hal. 113 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

114 adalah disebabkan karena masalah yang timbul akibat adanya Deposito yang palsu dimana PT. Bank Mandiri telah melaporkan Pimpinan DMR termasuk Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan para Terdakwa lainnya ke POLDA Metro sehingga semua perencanaan perusahaan (DMR) untuk melaksanakan pembangunan rumah sakit tersebut jadi tertunda dan berantakan sehingga secara bisnis, penggunaan uang yang diperoleh dari kredit selain untuk proyek sakit tersebut adalah hal yang lumrah dan umum dilakukan pelaku bisnis pada, sepanjang Debitur, dalam hal ini Pimpinan DMR (ingat, Perjanjian Kredit atas Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya formalitas, karena uang hasil kredit adalah Perusahaan DMR) dapat memenuhi semua kewajibannya kepada bank selama periode Perjanjian Kredit, dan dapat melunasi semua pinjaman kreditnya pada saat jatuh tempo. Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, terbukti kalau Pembanding dahulu Terdakwa I) tidak menggunakan uang yang diperoleh dari pengucuran kredit dari Bank Mandiri cabang Prapatan, karena uang tersebut pada hari yang sama telah dipindahkan ke Rekening perusahaan (DMR) dan selanjutnya dana tersebut dikelola dan oleh Pimpinan DMR bukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I). Sehingga kemudian dana yang diperoleh dari pengucuran kredit tersebut kemudian digunakan untuk hal-hal yang menurut Majelis Hakim tidak sesuai dengan, peruntukkannya adalah di luar pengetahuan dan tanggungjawab dari Pembanding (dahulu Terdakwa I). Oleh karena itu pertimbanganpertimbangan Majelis Hakim (Putusan hal. 173, dan 174) tidak dapat dipakai untuk menentukan apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang sebaliknya malah dari pertimbangan-pertimbangan tersebut menunjukkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, karena semua perbuatan-perbuatan yang disebut dalam pertimbanganpertimbangan Majelis Hakim tersebut bukan perbuatan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tetapi dilakukan oleh orang lain; Bahwa seandainya Majelis Hakim melihat kalau pemindahbukuan uang sejumlah Rp ,- (empat belas milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah) ke rekening perusahaan DMR adalah perbuatan memperkaya orang lain atau korporasi adalah juga tidak tepat karena perbuatan pemindahbukuan tersebut bukan dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) akan tetapi dilakukan oleh Pimpinan DMR (saksi Aryo Santigi Budihanto), dan seandainya Majelis Hakim juga menyatakan Hal. 114 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

115 kalau uang sejumlah Rp ,- (lima puluh juta rupiah) yang masih tersisa di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah juga merupakan perbuatan memperkaya diri sendiri, adalah tidak tepat dan benar, karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak tahu keberadaan uang tersebut di rekeningnya, dan setelah 2 minggu sejak penanda tanganan perjanjian kredit barulah Pembanding (dahulu Terdakwa I) diberitahu oleh Pimpinan DMR kalau ada uang yang masih disisakan oleh Pimpinan DMR di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) tersebut; Bahwa seandainya Majelis Hakim Tinggi berpendapat lain, dan beranggapan bahwa tindakan menggunakan dana yang diperoleh dari kredit secara tidak sesuai dengan alasan pengajuan kredit sebagai perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka hal tersebut juga tidak terbukti dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena kenyataan yang ada saat ini adalah Pembanding (dahulu Terdakwa I) malah mempunyai hutang sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) kepada PT Bank Mandiri cabang Prapatan ; Bahwa oleh karenanya unsur "melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi" demi hukum sama sekali tidak terbukti dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) ; Pertimbangan Majelis Hakim mengenai terpenuhinya unsure dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara adalah keliru; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan telah terbukti uang sebesar Rp ,- sebagai pemberian kredit yang telah diterima oleh para Terdakwa telah dilakukan secara melawan ataupun bertentangan dengan hukum adalah berasal dari uangnya PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan yang berakibat dapat merugikan Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan Cq Negara berdasarkan tersebut di atas "adalah tidak benar karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam mengajukan permohonan kredit dan penandatanganan perjanjian kredit (berdasarkan perintah dari Pimpinan, saksi Ahmad Riyadi adalah sudah sesuai dengan perintah dan instruksi dari Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), dan sudah memenuhi semua syarat-syarat yang diminta oleh pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan saat itu, sehingga secara hukum, perjanjian kreditnya adalah sah dan uang sebesar Rp ,- (lima belas milyar rupiah) yang masuk ke rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) atas dikabulkannya kredit juga sah dan tidak bertentangan dengan hukum; Bahwa Majelis Hakim menyatakan Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah Hal. 115 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

116 terbukti memenuhi unsur "dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara" telah terbukti secara sah menurut hukum, adalah hanya berdasarkan pada keterangan saksi Emidi Suparman, Drs. Hadi (Selaku ahli dari BPKP) dan laporan hasil penghitungan keuangan negara yang ditandatangani oleh tim audit dari tim BPKP ; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak bermaksud untuk mempersoalkan ada atau tidak adanya kerugian negara, tetapi yang hendak dipersoalkan adalah apakah yang menyebabkan terjadinya kerugian negara tersebut. Bahwa yang menjadi dasar dari terjadinya kerugian negara tersebut adalah diakibatkan karena adanya surat gadai deposito yang palsu, yaitu jaminan dari kredit yang diterima oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, karena seandainya surat gadai deposito tersebut tidak palsu maka kredit Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak akan bermasalah dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) melalui perusahaan (DMR), dapat mengembalikan kreditnya pada saat jatuh tempo ; Bahwa sesungguhnya pada saat ini Pembanding (dahulu Terdakwa I) mendapat kesulitan yang sangat besar untuk dapat mengembalikan pinjamannya dari PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, karena memang bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang bertanggung jawab untuk mengembalikan uang tersebut mengingat kredit tersebut adalah untuk perusahaan (DMR), walaupun kreditnya diajukan atas nama Pembanding (dahulu Terdakwa I). Hal ini dikarenakan rencana usaha Pimpinan DMR yang tergabung dalam PT. Dwinogo Manunggaling Roso (DMR) untuk bekerjasama dengan Medical European Holding (MEH) "untuk mendirikan Rumah Sakit di beberapa lokasi di Indonesia terancam mengalami kegagalan. Namun demikian kegagalan tersebut bukanlah disebabkan oleh perilaku dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), tetapi secara signifikan telah disebabkan oleh adanya kasus dugaan korupsi dalam kaitan dengan pengucuran dana kredit yang dipicu oleh adanya surat gadai deposito yang tidak diakui oleh PT. Jamsostek. Keadaan ini sungguh di luar kehendak bahkan di luar pengetahuan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I), sehingga Pembanding (dahulu Terdakwa I) sesungguhnya lebih tepat untuk dikatakan sebagai korban dari perbuatanperbuatan yang tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh oknumoknum dari PT. Rifan Finansindo yang telah dipercaya sebagai arranger oleh Pimpinan DMR dan telah pula menerima kompensasi keuangan (fee) dalam jumlah yang sangat besar. Sementara pada saat sekarang, Hal. 116 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

117 Pembanding (dahulu Terdakwa I) berada pada situasi keuangan yang sangat buruk, yaitu menanggung hutang yang jumlahnya sangat besar sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena rencana usaha perusahaan (DMR) yang dapat dikatakan telah gagal total, padahal seharusnya yang harus mengembalikan pinjaman kredit sebesar Rp ,-(lima belas milyar rupiah) tersebut adalah perusahaan DMR, karena pengajuan kredit tersebut diajukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah atas perintah Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) untuk kepentingan perusahaan ; Dengan demikian sesungguhnya tidak hanya negara yang telah dirugikan, tetapi Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga telah dirugikan baik secara ekonomi, psikologis, maupun masa depannya ; Bahwa sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya surat gadai deposito yang palsu tersebut adalah kesalahan dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE) dan PT.Rifan Financindo Sekuritas (RFS/Yosef) selaku arranger yang menempatkan dana milik pemilik dana/investor, dan bukan kesalahan Pembanding (dahulu Terdakwa I), sehingga kalaupun terjadi kerugian negara, maka yang bertanggung jawab adalah PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE) dan PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS/Yosef) ; Bahwa oleh karenanya unsur "dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara demi hukum juga tidak terbukti dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena pihak yang bertanggungjawab dalam melakukan perbuatan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara adalah PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS) dan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE), dan bukan "Pembanding (dahulu Terdakwa I), karena semua perbuatanperbuatan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara tersebut dilakukan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE) dan PT Rifan Financindo Sekuritas (RFS) " Pertimbangan Majelis Hakim mengenai terpenuhinya Pasal 55 ayat KUHP keliru dan tidak tepat; Pertimbangan Majelis Hakim dalam halaman 175 putusannya, adalah keliru dan tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi dan terungkap di muka persidangan ; Adapun pertimbangan Majelis Hakim tersebut adalah: Menimbang telah terbukti sebelum kredit yang dikeluarkan oleh PT. Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dikucurkan kepada para Terdakwa telah Hal. 117 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

118 diadakan beberapa kali pertemuan baik antara saksi Alexander J Parengkuan, saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi Budihanto, juga an tara saksi Alexander J Parengkuan, dengan saksi H Charto Sunardi,SE, untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan penyandang dana dalam pemberian kredit ataupun tentang pengaturan pengeluaran kredit dengan jaminan, dan sebelum kredit tersebut akan dikucurkan saksi H. Charto Sunardi,SE, telah mempersiapkan permohonan kredit kepada mereka para Terdakwa, serta adanya peranan saksi H. Charto Sunardi selaku Kepala cabang/spoke Manager PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdakwa-Terdakwa telah melakukan tindak pidana tersebut secara bersama-sama" Putusan hal. 175; Menimbang, bahwa Majelis Hakim tidak sependapat dengan Penasihat Hukum para Terdakwa yang menyatakan perjanjian para Terdakwa dengan Bank Mandiri sebagai perjanjian kredit yang terikat dengan ketentuan dalam KUH Perdata saja, sebab sebagaimana telah terbukti bahwa perbuatan para Terdakwa telah memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Korupsi. Demikian pula dalil bahwa para Terdakwa melaksanakan perintah atasan sehingga yang bertanggung jawab adalah atasan, tidak dapat diterima, sebab para Terdakwa dengan rela membuka rekening dan setelah uang masuk ke Rekening para Terdakwa masingmasing sebesar Rp ,- dan kemudian ditransfer lagi ke Rekening PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan menyisakan sebagian di rekening para Terdakwa Putusan hal. 176 ; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan tindak pidana tersebut secara bersama-sama adalah tidak benar dan tidak berdasar hukum karena perbuatan-perbuatan yang terdapat dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut bukan dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I, tetapi dilakukan oleh saksi Ahmad Riyadi, saksi Aryo Santigi Budihanto dan saksi Alexander J Parengkuan, selaku Pimpinan DMR dengan saksi H Charto Sunardi, SE dan pihak RFS, bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak terlibat dalam pertemuanpertemuan maupun proses pembicaraan kredit baik itu dengan pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan maupun dengan arranger yaitu pihak RFS, sehingga seandainya telah terjadi tindak pidana, bagaimana mungkin kalau Majelis Hakim menganggap Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan pihak Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan dan RFS, karena Hal. 118 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

119 Pembanding (Terdakwa I) baru terlibat hanya pada saat penandatanganan perjanjian kredit pada tanggal 26 Pebruari 2002, sebagaimana diperintahkan oleh Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) ; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan dalil Pembanding (dahulu Terdakwa I) bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah melaksanakan perintah atasan sehingga yang bertanggung jawab adalah atasan tidak dapat diterima karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) dengan rela membuka rekening dan mentransfer uang yang diperoleh dari kucuran perjanjian kredit ke perusahaan DMR dengan menyisakan sebagian di rekening Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah sama sekali tidak benar dan tidak berdasar hukum dan terkesan mengada-ada dan menutup mata atas fakta-fakta sebenarnya yang terungkap dalam persidangan, karena jelas sekali telah terungkap dalam persidangan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) benar-benar diperintah atasannya (Pimpinan, saksi Ahmad Riyadi) untuk mengajukan kredit atas nama pribadi untuk kepentingan perusahaan, jelas sekali kalau pengajuan kredit tersebut bukan kemauan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) sendiri, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan pengajuan kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) menjadi tanggungjawab perusahaan DMR yang dalam hal ini adalah Pimpinan DMR yang memerintahkan pengajuan kredit tersebut (saksi Ahmad Riyadi), apalagi para Pimpinan DMR telah membuat surat tentang tanggungjawab mereka selaku Pimpinan perusahaan DMR untuk membayar dan atau mengembalikan kredit tersebut kepada Bank Mandiri cabang Jakarta) Bahwa mengenai perbuatan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam menandatangani Perjanjian Kredit karena diperintah atasannya, seharusnya menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk membebaskan Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari segala tuntutan hukum sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Majelis Hakim Agung di Mahkamah Agung Republik Indonesia, dalam putusan No. 572/K/Pid/ 2003 yang membebaskan Akbar Tanjung Ketua Umum GOLKAR dari tuntutan tindak pidana korupsi, karena Majelis Hakim Agung yang memeriksa perkara tersebut menganggap Akbar Tanjung cuma melaksanakan perintah atasannya yaitu presiden B.J. Habibie, dan tidak dapat dipersalahkan telah melakukan tindak pidana korupsi yang didakwakan JPU jadi apa bedanya dengan yang terjadi pada Pembanding (dahulu Terdakwa I)?, kalaupun ada kesalahan yang dilakukan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah hanya kelalaiannya dalam menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Mandiri cabang Jakarta Hal. 119 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

120 Prapatan tanpa meneliti secara cermat dan lengkap mengenai perjanjian kredit tersebut karena pada saat itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) terlalu percaya pada perintah Pimpinan DMR dan terlalu percaya kalau Pimpinan DMR sudah menyelesaikan segala sesuatu yang diperlukan untuk perjanjian kredit yang ditandatangani Pembanding (dahulu Terdakwa I). Oleh karena itu tentu saja demi hukum dan keadilan, Majelis Hakim tidak boleh menghukum Pembanding (dahulu Terdakwa I) karena Pembanding (dahulu Terdakwa hanya melaksanakan perintah Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi) dan juga karena JPU tidak mendakwakan pasal-pasal yang terkait dengan kelalaian Pembanding (dahulu Terdakwa I) dalam menandatangani perjanjian kredit tersebut; Bahwa Pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan Pimpinan DMR telah bersama-sama melakukan suatu perbuatan karena Pimpinan DMR telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan saksi H Charto Sunardi,SE membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan penyandang dana maupun tentang pengucuran kredit adalah juga tidak dapat diterima demi hukum dan sangat keliru, karena tentu saja Pimpinan DMR pernah mengadakan beberapa kali pertemuan dengan saksi H Charto Sunardi, SE, dimana Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak pernah ikut dalam pertemuan-pertemuan tersebut, karena bagaimana mungkin Pimpinan DMR dapat mengajukan kredit ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan kalau tidak mengadakan pertemuan dengan pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (termasuk saksi H Charta Sunardi, SE). Bahwa Pimpinan DMR (ingat, Pembanding (dahulu Terdakwa I tidak ikut) juga secara bersama-sama mengadakan pertemuan dengan pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan dan PT Rifan Financindo Sekuritas (RFS) selaku arranger penempatan dana investor di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, semua pertemuan tersebut dilaksanakan untuk membicarakan pengajuan kredit yang diajukan oleh Pimpinan DMR dan hal tersebut jelas sekali demi hukum terbukti bukanlah suatu kejahatan. Bahwa pertemuan Pimpinan DMR dengan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (H Charto Sunardi,SE) dan PT. Rifan Financindo Sekuritas (RFS) sejak awal adalah membicarakan kredit yang diajukan oleh Pimpinan DMR (yang kemudian Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga ikut menandatangani perjanjian kredit berdasarkan perintah Pimpinan/saksi Ahmad Riyadi) kepada PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, jadi bukan untuk merencanakan suatu persekongkolan untuk melakukan suatu kejahatan, semua pertemuan tersebut hanya membicarakan dan membahas proses bagaimana supaya kredit yang Hal. 120 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

121 diajukan oleh Pimpinan DMR mempunyai jaminan sehingga pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan selaku Kreditur dan Pimpinan DMR dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) selaku Debitur, sama-sama aman. Hal tersebut yang menyebabkan pihak Pimpinan DMR akhirnya setuju memakai jasa PT. Rifan (RFS) sebagai arranger yang mencari pemilik dana/investor dan menempatkan dananya di PT. Bank Mandiri cabang Prapatan sebagai jaminan dari kredit yang diajukan oleh Pimpinan, termasuk Perjanjian Kredit yang ditandatangani oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) ; Bahwa dari pertimbangan Majelis Hakim tersebut (Putusan hal.175), jelas sekali secara sederhana dan jelas terbukti kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak ikut dalam mengadakan pertemuan-pertemuan baik itu dengan PT. Bank Mandiri cabang Prapatan saksi H Charta Sunardi,SE) maupun dengan RFS, sehingga bagaimana mungkin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan kalau Pembanding (dahulu Terdakwa secara bersama-sama dinyatakan telah melakukan suatu perbuatan berdasarkan pertimbangan tersebut di atas karena dalam pertimbangan-pertimbangan tersebut jelas dikatakan kalau yang melakukan pembicaraan-pembicaraan, persiapan-persiapan yang berhubungan dengan pengajuan kredit tersebut adalah Pimpinan DMR dengan pihak PT. Bank Mandiri cabang Prapatan (saksi Charto Sunardi, SE) bukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) ; Bahwa baik Jaksa Penuntut Umum tidak pernah bisa membuktikan kalau sejak awal Pembanding (dahulu Terdakwa I) sudah merencanakan untuk memalsukan surat gadai deposito yang menjadi sebab terjadinya masalah korupsi tersebut, karena sebagaimana terungkap dalam fakta-fakta di persidangan, yang mengurus surat gadai deposito tersebut adalah PT Rifan (RFS) ; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim yang menyatakan pengucuran kredit tersebut didasarkan pada suatu perbuatan melawan hukum, adalah sangat keliru dan terkesan dipaksakan, karena Majelis Hakim maupun Jaksa Penuntut Umum tidak dapat merumuskan dan membuktikan secara jelas perbuatan yang mana yang telah dilakukan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang bersifat melawan hukum sehubungan dengan pengucuran kredit tersebut. Sehubungan dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, maka dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada Majelis Hakim Tinggi, Pembanding (dahulu Terdakwa I) hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Pertama tentang apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat Hal. 121 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

122 dikualifikasi sebagai langsung yang melakukan "? Syarat dari "orang yang melakukan adalah disamping orang tersebut melakukan perbuatan yang memenuhi keseluruhan unsur dari suatu tindak pidana orang tersebut haruslah memiliki kapasitas khususnya apabila tindak pidana tersebut disyaratkan adanya kapasitas tertentu dari pelakunya. Dalam hal ini sebagaimana telah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya ternyata Pembanding (dahulu Terdakwa I) merupakan orang yang terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum. Tidak satu buktipun yang menunjukkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah menjadi pelaku dalam penyimpangan prosedur maupun pemalsuan, surat gadai deposito dalam proses pengajuan kredit. Selain itu Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga bukan merupakan orang yang memiliki kapasitas untuk dapat melakukan sendiri penyimpangan prosedur pengajuan kredit, mapun dalam kapasitas memerintahkan kepada pihak lain yang memiliki kewenangan untuk menyimpangi prosedur yang berlaku ; Dengan demikian tidaklah tepat apabila Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat dikualifikasi sebagai orang yang melakukan ; Kedua tentang apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Terdakwa Yakub A. Arupalakka (Terdakwa II) dapat dikualifikasi sebagai orangorang yang menyuruh melakukan "? Sebagaimana telah dikemukakan di atas, bahwa syarat "menyuruh melakukan" (doen plagen) adalah bahwa pelaku materialnya harus merupakan orang yang tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana. Oleh karena itu sangat tidak tepat apabila ada diantara Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Terdakwa lainnya yang dapat dikualifikasi sebagai menyuruh melakukan, mengingat di dalam kasus ini tidak ada fakta yang menunjukkan adanya pihak yang tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana. Dalam kasus ini juga tidak ada bukti adanya tindakan-tindakan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) baik berupa ancaman atau penyesatan kepada pihak lain agar dilakukan tindakan yang melawan hukum khususnya tindakan penyimpangan prosedur atau pemalsuan surat gadai deposito ; Dengan demikian tidaklah tepat apabila Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat dikualifikasi sebagai orang yang menyuruh melakukan ; Ketiga tentang apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat dikualifikasi sebagai "orang yang turut melakukan "? Syarat adanya "turut serta melakukan" (madedader madeplegen) adalah keharusan adanya kerja sama yang erat antara "orang yang melakukan dengan orang yang, turut serta melakukan". Dalam hal ini tidaklah disyaratkan bahwa orang yang "turut serta melakukan" harus memenuhi semua unsur delik. Dalam kaitan Hal. 122 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

123 dengan kasus ini, khususnya tentang perbuatan yang didakwakan oleh JPU tentang adanya penyimpangan prosedur pemberian kredit maupun pemalsuan surat gadai deposito, tidak terdapat satu faktapun yang menunjukkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) telah bekerjasama secara erat dengan pelaku penyimpangan prosedur maupun pelaku yang memalsukan surat gadai deposito. Bahkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tidak mengetahui atau tidak memahami bahwa, prosedur pemberian kredit telah dilanggar dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) juga, tidak mengetahui tentang adanya surat gadai deposito yang palsu. Dengan demikian tidaklah mungkin adanya perbuatan dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) dan Terdakwa II yang dapat dikualifikasi sebagai turut serta melakukan karena persyaratan untuk adanya kerjasama yang erat haruslah didasarkan pada adanya pengetahuan sebagai suatu persyaratan yang paling mendasar dari suatu opset delik (delik sengaja). Sebagaimana azas hukum pidana menyatakan bahwa "opzet als willens en wetens" (sengaja merupakan kehendak dan pengetahuan). Dengan demikian tidaklah tepat apabila Pembanding (dahulu Terdakwa I) dapat dikualifikasi sebagai "orang yang turut serta melakukan" (mededader) ; Bahwa oleh karena itu, unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP juga demi hukum tidak terbukti ; Bahwa selanjutnya Pembanding (dahulu Terdakwa I) memohon Majelis Hakim Tinggi agar mempertimbangkan fakta-fakta yang berkaitan dengan tidak diperiksanya saksi-saksi lain yang sejak awal benar-benar terlibat dengan pengucuran kredit dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan, yaitu Henny Purnama Katerine, SE, Aries: Setiawan, Adi Senggono, Syarifuddin dan Ferry, (Aries Setiawan dan Syarifudin sampai saat ini masih DPO dan tidak pernah diproses oleh Kepolisian). Bahkan Henny Purnama Katerine, SE, Adi Senggono dan Ferry, sama sekali tidak pernah diperiksa di kepolisian maupun di kejaksaan, padahal sebagaimana fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan, mereka juga menerima uang dari Pimpinan DMR melalui Yosef Jahjadjaja atas jasanya sebagai arranger dari masuknya dana milik investor (PT. Jamsostek) ke PT. Bank Mandiri cabang Prapatan yang dipakai untuk menjamin kredit yang diajukan oleh Pimpinan ; Bahwa oleh karenanya sejak awal kasus ini terkesan mencari "kambing hitam" atas terjadinya surat gadai deposito yang palsu karena sangat patut diduga kalau menjadi sangat penting bagi pihak Bank Mandiri untuk membuat "kambing hitam" karena harus ada yang disalahkan atas Hal. 123 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

124 terjadinya kasus surat gadai deposito tersebut, demi menjaga wibawa bank Mandiri, sehingga Bank Mandiri tanpa mengindahkan kebenaran yang hakiki dan prosedur perbankan dalam hal-hal umum yang biasanya seharusnya dilakukan dalam masalah perjanjian kredit, telah melaporkan secara membabi buta Pembanding (dahulu Terdakwa I) ke Kepolisian dan mengorbankan Pembanding (dahulu Terdakwa I) tanpa melihat apakah Pembanding (dahulu Terdakwa I) bersalah atau tidak, padahal seharusnya Bank Mandiri terlebih dahulu meneliti siapa yang membuat surat gadai deposito yang palsu tersebut dan kenapa bisa menjadi jaminan, sebelum mereka memutuskan untuk melaporkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) mengingat saat itu kreditnya belum jatuh tempo. Oleh karena itu demi hukum sudah terbukti kalau kebenaran yang hakiki dari kasus ini tidak sungguh-sungguh dibuktikan oleh Kepolisian, Kejaksaan (dalam hal ini JPU) maupun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Bahwa Pimpinan DMR, juga telah membuat surat pernyataan tertanggal 1 September 2003 terlampir dalam Memori Banding ini, yang isinya secara jelas menyatakan kalau kredit yang diajukan atas nama Pembanding (dahulu Terdakwa I) adalah untuk kepentingan perusahaan (DMR), dan Pembanding (dahulu Terdakwa I) sama sekali tidak tahu menahu maupun terlibat dalam proses pengajuan kredit tersebut, termasuk kedalamnya tidak mengetahui kalau kredit tersebut dijamin oleh dana milik PT. Jamsostek. Pimpinan DMR dalam surat pernyataan tersebut juga dengan tegas menyatakan bertanggungjawab atas pengembalian semua uang yang diperoleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) dari PT. Bank Mandiri cabang Prapatan. Oleh karena itu terbukti dengan jelas kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) hanya melaksanakan perintah dari Pimpinan DMR (saksi Ahmad Riyadi), dengan meminjamkan namanya sebagai pihak yang mengajukan kredit perseorangan untuk kepentingan perusahaan DMR. Oleh karena itu, Pembanding (dahulu Terdakwa I) demi hukum telah terbukti tidak tahu tentang surat gadai deposito tersebut maupun hal-hal yang diperlukan yang berkaitan dengan proses pengucuran kredit; Bahwa mengingat Majelis Hakim tidak memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum dari Pembanding (dahulu Terdakwa I) membaca pledoi dalam persidangan, maka besar dugaan Pembanding (dahulu Terdakwa I) bahwa Majelis Hakim tidak mempertimbangkan hal-hal yang dikemukakan pada bagian Nota Pembelaan Pembanding (dahulu Terdakwa I) maupun Tim Penasihat Hukumnya, yang dibuat berdasarkan Hal. 124 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

125 fakta-fakta hukum dan fakta-fakta yang terungkap selama dalam persidangan, hal ini terbukti karena dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim tersebut banyak yang tidak relevan dengan fakta-fakta yang benar-benar terungkap dalam persidangan dan terkesan Majelis Hakim membuat pertimbangan-pertimbangannya hanya mengambil pertimbangan-pertimbangan dari kasus dalam perkara lain yang melibatkan Pimpinan. Bahwa perbuatan Majelis Hakim yang tidak memberikan kesempatan kepada Penasehat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I) untuk membacakan pledoinya di muka persidangan telah menunjukkan kalau Majelis Hakim telah berlaku tidak adil dan tidak bijaksana serta keliru dan tidak mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan dalam membuat putusannya, sehingga sudah selayaknya putusan yang dikeluarkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut patut diragukan kebenarannya dan sudah selayaknya dibatalkan oleh Majelis Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jakarta ; Bahwa dari pertimbangan tersebut jelas terlihat kalau Majelis Hakim dalam memeriksa perkara ini tidak menerapkan asas praduga tidak bersalah, karena sangat jelas sekali terlihat dalam putusannya tersebut, Majelis Hakim dengan "mudahnya" menerima dan membenarkan alasanalasan Jaksa Penuntut Umum tanpa berusaha memeriksa kebenaran yang hakiki dari permasalahan yang timbul dalam kasus ini, dan nyatanyata Majelis Hakim telah mengabaikan kebenaran-kebenaran yang terungkap dalam persidangan, sehingga hal-hal yang diupayakan selama persidangan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan untuk mengungkap kebenaran menjadi terkesan "tidak ada arti apa-apa dan tidak ada gunanya" dan seolah-olah dilaksanakan hanya untuk memenuhi formalitas hukum acara saja, sebab sejak awal perkara dan awal persidangan dan selama persidangan, baik pihak Jaksa Penuntut Umum maupun Majelis Hakim "terkesan" sudah mempunyai pandangan (anggapan) kalau Pembanding (dahulu Terdakwa I) "bersalah", sehingga apapun yang dikemukakan oleh Pembanding (dahulu Terdakwa I) selama persidangan dalam upayanya memberitahukan kebenaran, sama sekali telah diabaikan dan tidak diperhatikan maupun dipertimbangkan oleh Majelis Hakim ; Bahwa oleh karenanya dengan segala kerendahan hati, Pembanding (dahulu Terdakwa I) memohon kepada Majelis Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, agar memeriksa I perkara ini dengan benar-benar mempertimbangkan seluruh fakta-fakta dan kebenaran yang terungkap Hal. 125 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

126 dalam persidangan, walaupun fakta-fakta tersebut, tidak ada dalam putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tapi Pembanding (dahulu Terdakwa I) yakin dan percaya kalau Majelis Hakim Tinggi Yang Mulia mau dan berkenan untuk meluangkan sedikit waktunya untuk membaca berita acara persidangan, karena seharusnya. Panitera Pengganti perkara ini pasti dan harus mencatat semua fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan ; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sangat percaya kalau Majelis Hakim Tinggi melalui hati nuraninya dapat melihat perkara ini secara objektif dan adil sehingga dapat membuat suatu putusan yang benarbenar adil tanpa harus khawatir akan dianggap tidak mendukung program Pemerintah yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggalang semangat anti korupsi, karena "lebih baik melepaskan orang yang bersalah daripada menghukum orang yang tidak bersalah ", dan terutama karena hal ini menyangkut masa depan Pembanding (dahulu Terdakwa I) yang masih harus menghidupi keluarganya dan membesarkan anakanaknya yang masih kecil; Bahwa Pembanding (dahulu Terdakwa I) sangat yakin dan percaya kalau Majelis Hakim Tinggi mempunyai kebebasan dan tidak terikat kepada siapapun untuk membuat keputusannya, sehingga kalau Majelis Hakim Tinggi memang dapat melihat fakta-fakta dan kebenaran yang ada yang menunjukkan Pembanding (dahulu Terdakwa I) memang tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan JPU, tentu Majelis Hakim Tinggi tidak perlu takut untuk membuat keputusan yang membebaskan Pembanding (dahulu Terdakwa I), walaupun menurut JPU negara telah dirugikan (PT Bank Mandiri cabang Prapatan), karena Pembanding (dahulu Terdakwa I) memang tidak melakukan korupsi atau pemalsuan surat gadai deposito yang mengakibatkan kredit menjadi,tidak ada jaminan, melainkan hal tersebut adalah perbuatan orang lain, yang mungkin saja dilakukan oleh RFS (Yosef) dan atau PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan (saksi H Charto Sunardi, SE)? ; Dakwaan Subsidair : Meskipun Majelis Hakim tidak mempertimbangkan Dakwaan Subsidair dalam putusannya, tetapi demi kelengkapan Memori Banding ini, Penasehat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I) ingin menegaskan kembali bahwa Dakwaan Subsidairpun sama sekali tidak terbukti, sebagaimana telah diuraikan secara cermat dan jelas dalam halaman 56 sampai dengan halaman 62, dalam Pledoi Penasehat Hukum Pembanding (dahulu Terdakwa I). Hal. 126 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

127 Berdasarkan argumentasi-argumentasi dan uraian yuridis di atas, jelas terlihat bahwa unsur-unsur yang terdapat dalam dakwaan JPU baik itu Primair maupun Subsidairnya demi hukum tidak terbukti, sehingga Pertimbangan-pertimbangan dan putusan yang dikeluarkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat adalah keliru; Bahwa Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) juga memohon Majelis Hakim Agung untuk memeriksa dan mempertanyakan mengapa Judex Factie dalam menjatuhkan hukumannya sangat berbeda-beda dengan para Terdakwa dalam kasus yang sama tapi dengan nomor perkara yang berbeda, padahal Judex Factie sama-sama memutuskan bersalah, dimana status Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) dengan Terdakwa Yakub, Terdakwa Harianto Brasali, dan Terdakwa Koko Sandoza adalah sama-sama karyawan, mengapa hukuman terhadap Pemohon Kasasi (dahulu Terdakwa I) lebih berat?, dimanakah letak keadilannya?, padahal Majelis memutus terhadap kedua perkara tersebut diputus oleh Judex Factie yang sama, sehingga sudah selayaknya putusan yang demikian patut dipertanyakan kebenarannya; Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi Terdakwa II (Yakub A. Arupalakka) pada pokoknya sebagai berikut I. Ruang Lingkup Perkara ini Hukum Perdata bukan Hukum Pidana ; Bahwa perkara ini merupakan ruang lingkup Hukum Perdata bukan Hukum Pidana, hal ini tentunya berdasarkan fakta hukum yang telah terjadi : - Bahwa telah terjadi Perjanjian Kredit antara pembanding dengan PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dengan Nominal Rp ,- (lima belas milyar rupiah) berdasarkan Perjanjian Kredit No.4 Sp.JPN/082/LA/II/2002, tertanggal 26 Februari 2002 dengan Jaminan Sertifikat/Bilyet Deposito, No. E , tercatat atas nama PT. Jam sostek dari dan karena itu perkara a quo atas nama Terdakwa II/ Pembanding / Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dengan PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan adalah merupakan hubungan hukum (Rechtverband) Keperdataan; - Bahwa Perjanjian Kredit yang dibuat tersebut berlandaskan ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang- Undang Nomor: 7 Tahun 1992 Jo UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Dalam KUH Perdata tentang perjanjian tertuang dalam :. Hal. 127 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

128 a. Pasal 1313 KUH Perdata : suatu persetujuan dengan mana satu orang atau lebih mengikatnya dirinya terhadap satu orang atau lebih; b. Pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat sahnya suatu perjanjian yaitu : sepakat mereka yang mengikatkan dirinya kecakapan untuk membuat suatu perikatan suatu hal tertentu suatu sebab yang halal ; c. Pasal 1338 KUH Perdata yang menyatakan : bahwa semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya; - Bahwa Perjanjian tersebut berlaku efektif pada tanggal 26 Pebruari 2002 s/d 26 Agustus 2003, maka tidak tepat jika diajukan dalam persidangan perkara pidana; - Bahwa jika terjadi wanprestasi dikemudian haripun, maka yang dijadikan landasan hukum untuk menutut Debitur adalah KUH Perdata, yaitu Pasal 1239 dan Pasal 1243 KHU Perdata. Dengan demikian proses hukum yang benar adalah dengan mengajukan gugatan secara perdata di Pengadilan Negeri ; Berdasarkan ketentuan di atas, maka sudah jelas dan terbukti bahwa perkara ini adalah dalam ruang lingkup hukum perdata. Oleh karena itu Majelis Hakim Agung harus menolak tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, karena Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara ini karena perbuatan Terdakwa II/PembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) bukan merupakan perbutan Pidana tetapi merupakan hubungan Hukum Perdata. II. Yudex Facti Telah Salah Dalam Penerapan Hukum Dalam hal memutuskan perkara ini, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebagai Yudex Facti telah melakukan kesalahan dalam penerapan hukumnya, yang dapat kami buktikan sebagai berikut : 1. Pertimbangan Hukum yang dijadikan dasar kurang (Onvoeldoende Gemotiveerd); a. Bahwa Pengadilan Tinggi DKI yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam pertimbangan hukumnya untuk membuktikan adanya terpenuhi unsur dari pasal yang yang didakwakan kepada Terdakwa II antara lain: "Bahwa apa yang dilakukan oleh Terdakwa II dihubungkan Hal. 128 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

129 dengan dakwaan bagian Primair, dan dihubungkan pula dengan dengan keterangan saksi-saksi, surat-surat bukti dan keterangan para Terdakwa, perbuatan Terdakwa II telah memenuhi unsur-unsur dari pasal yang didakwakan kepadanya". (Vide Putusan PT.DKI Jakarta halaman 65 point 1); b. Bahwa sesuai dengan SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) Nomor : 3 Tahun 1974, yang berbunyi sebagai berikut : 1. Adalah suatu kenyataan, bahwa putusan-putusan yang telah diambil oleh Pengadilan Negeri/Pengadilan Tinggi kadangkadang tidak disertai pertimbangan yang dikehendaki undang-undang; 2. Seperti diketahui Pasal 23 (1) Undang-Undang Nomor : 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman, yang berbunyi : "segala putusan pengadilan selain harus memuat alasanalasan tertentu dari peraturan-peraturan yang bersangkutan atau sumber hukum tak tertulis yang dijadikan dasar untuk mengadili", menghendaki alasan-alasan dan petimbanganpertimbangan yang dijadikan alasan bagi putusan Pengadilan Negeri/Pengadilan Tinggi tersebut ; 3. Dengan tidakikurang memberikan pertimbangan I alasan, bahkan apabila alasan-alasan itu kurang jelas, sukar dapat dimengerti ataupun bertentangan satu sama lain, maka hal demikian dapat dipandang sebagai suatu kelalaian dalam acara ("vormverzuim") yang dapat mengakibatkan batalnya putusan Pengadilan yang bersangkutan dalam pemeriksaan di tingkat Kasasi. 4. Mahkamah Agung minta agar supaya ketentuan, dalam undang-undang, yang menghendaki atau mewajibkan Pengadilan untuk memberikan alasan ("motiveringplich") dipenuhi oleh saudara-saudara untuk mencegah kemungkinan batalnya putusan pengadilan apabila tidak memuat alasanalasan ataupun pertimbangan-pertimbangan ; Hal. 129 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

130 c. Bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak menguraikan dan membuktikan unsur-unsur dalam Pasal 55 ayat (1) KUHP yang membedakan antara siapa sebagai pelaku tindak pidana, mereka yang melakukan (pleger), yang menyuruh lakukan (Doen pleger), dan yang turut serta (mede pleger) serta pembujukan (uit lokker); bahwa dalam petimbangan hukum tersebut tidak ditegaskan dalam kualitas apa Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) apakah sebagai pelaku (pleger), pihak pembujuk (uit lokker), atau yang membantu melakukan (medeplectiger), walaupun sama-sama dihukum sebagai pelaku. Tentunya dalam kasus ini harus tetap dibuktikan dalam 'kualitas apa, sebagai apa, namun ternyata dalam pertimbangan' hukum hanya dikualitaskan sebagai "bersama-sama"; d. Bahwa pertimbangan hukum yang menyatakan Terdakwa III Pembanding Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebagai pihak yang bersama-sama tanpa menguraikan yang mana dari Pasal 55 ayat (1) KUHP tersebut serta hanya mengambil alih pertimbangan hukum yang ada dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanpa dasar yang jelas, maka menurut Terdakwa "PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) pertimbangan hukum tersebut termasuk "Ovoeldoende Gemotiveerd" yaitu kurang memberikan pertimbangan hukum yang cukup, karenanya putusan tersebut batal demi hukum. e. Bahwa putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut berarti dalam pertimbangannya hanya mengulang kembali isi Putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan tidak terdapat pertimbangan-pertimbangan hukum baru; f. Bahwa dengan demikian Putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut harus dibatalkan karena tidak disertai dengan pertimbangan dan alasan yang jelas dalam putusannya, putusan tersebut dalam pertimbangan-pertimbangannya hanya meniru isi pertimbangan dari putusan Pengadilan Negeri Hal. 130 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

131 Jakarta Pusat; 2. Mengenai Unsur-unsur Pidana - Unsur Melawan Hukum Bahwa dalam Pasal 55 KUHP tediri dari Pelaku (Pleger), yang menyuruh lakukan (doen pleger), yang turut serta (mede pleger) dan Penganjur (uit locker). Dalam teori hukum pidana menurut Prof. Dr. Barda Nawawi Ariep SH menyatakan bahwa pada doen pleger terdapat unsur - unsur sebagai berikut : - Alat yang dipakai adalah manusia ; - Alat yang dipakai itu berbuat (bukan alat yang mati) - Alat yang dipakai itu tidak dapat dipertanggungjawabkan; Unsur ketiga inilah yang merupakan tanda atau ciri dari doen pleger. Selanjutnya Prof. Dr. Barda Nawawi Ariep SH menyatakan hal - hal yang menyebabkan alat ( pembuat materiil ) tidak dapat dipertanggungjawabkan ialah : - Bahwa ia tidak sempurna pertumbuhan jiwanyairusak jiwanya (Pasal 44 KUHP ) - Bahwa ia berbuat karena daya paksa ( Pasal 48 KUHP ) - Bahwa ia melakukannya atas perintah jabatan yang tidak sah seperti dimaksudkan dalam Pasal 51 ayat ( 2 ) KUHP. - Bahwa bila ia keliru ( sesat ) mengenai salah satu unsur delik. Misalnya " A " menyuruh " B " untuk menguangkan pos wesel yang tandatangannya dipalsu oleh " A " sedangkan " B " tidak mengetahui pemalsuan itu. ( Prof. Dr. Barda Nawawi Ariep SH, Sari Kuliah Hukum Pidana, Undip, Semarang, 1994, hal 38 ) Dari ketentuan di atas, bahwa Terdakwa II I Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) adalah orang yang disuruh untuk melakukan perbuatan oleh doen pleger yaitu Alexander J Parengkuan, Aryo Santigi dan Ahmad Riyadi. Oleh karena itu Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A.Arupalakka) hanya dijadikan alat saja sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dasar yang membuat berdasarkan Pasal 55 ayat 2 KUHP dan Hal. 131 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

132 pendapat Prof. Dr. Barda Nawawi Ariep SH tersebut di atas, tidak dapat dipertanggungjawabkan selaku pembuat materiil yaitu : - Terdakwa II I PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) melakukannya atas perintah yang tidak sah seperti dimaksudkan dalam Pasal 51 ayat (2) KUHP, atau setidak-tidaknya Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) keliru atau sesat mengenai salah satu unsur delik, atau - Setidak tidaknya Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi ( Yakub A. Arupalakka) tidak mempunyai maksud seperti disyaratkan untuk kejahatan korupsi di Bank Mandiri tersebut ; Dalam pertimbangan Majelis Hakim bahwa Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama ; Bahwa pertimbangan Majelis Hakim tersebut di atas sangat keliru dan bertentangan dengan asas hukum pidana terutama berlakunya Pasal 55 ayat (2) KUHP, serta bertentangan dengan fakta hukum dalam persidangan ; Hal ini dapat dibuktikan menurut pendapat ahli yang dikutip dari buku Hukum Pidana, kumpulan Bahan Penataran Hukum, Pidana dalam rangka Kerjasama Hukum Indonesia-Belanda yang disusun oleh Prof. Dr.D. Schaffmeister, Prof. Dr. N. Keijzer dan Mr. E.PH. Sutorieus dengan Editor Prof. Dr. J.E. Sahetapy, SH, MH Penerbit Liberty Jogyakarta Tahun 1995 halaman 248, 249, 250, dan 259 yang pada pokoknya menjelaskan sebagai berikut : Bahwa turut serta melakukan, artinya sepakat dengan orang lain membuat rencana untuk melakukan suatu perbuatan pidana dan bersama-sama melakukan (kerjasama); Bahwa dalam hal turut serta melakukan itu terdapat inisiatif bersama untuk melakukan, dan melakukan pelaksanaanya bersama-sama ; Disamping itu, menurut P.A.F Lamintang dalam Bukunya " Dasar-- dasar Hukum Pidana Indonesia "Penerbit Sinar Baru, Bandung, tahun 1984, pada halaman 594 mengemukakan pendapat HOGE RAAD dalam Arrest-arrestnya antara lain tanggal 9 Januari 1914, Hal. 132 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

133 N.J. 1914,sebagai berikut: Untuk adanya suatu medeplegen itu disyaratkan bahwa setiap pelaku itu mempunyai maksud yang diperlukan serta pengetahuan yang disyaratkan. Untuk dapat menyatakan bersalah turut melakukan itu haruslah diselidiki dan dibuktikan bahwa pengetahuan dan maksud tersebut memang terdapat pada tiap peserta". (Putusan Mahkamah Agung R.I Nomor : 572 K/PicU2003, tanggal 12 Februari 2004, halaman ). Apabila pendapat ahli tersebut di atas dikaitkan dengan kasus ini, maka syarat yang harus terpenuhi adalah bahwa Terdakwa III PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dan Terdakwa lainnya dalam perkara lain dalam kasus yang sama yakni Terdakwa I, Terdakwa II, Terdakwa III, Terdakwa IV dan Terdakwa V mempunyai inisiatif atau maksud yang sama, dan melakukan pelaksanaanya bersama-sama dalam mewujudkan perbutannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan Negara ; Dalam prosesi pemeriksaan di persidangan ternyata sama sekali tidak diperoleh fakta hukum yang membuktikan bahwa antara Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dengan Terdakwa lainnya telah terjadi kesepakatan membuka rencana atau mempunyai inisiatif secara bersama untuk melakukan tindak pidana tersebut, dan juga tidak ada fakta hukum yang membuktikan bahwa Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dengan sengaja melakukan tindakan pidana Korupsi baik untuk keuntungan sendiri maupun orang lain atau badan hukum. Sedangkan yang terbukti berdasarkan fakta hukum di persidangan Terdakwa II I Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebagai korban don pleger dari Ahmad Riyadi, Aryo Santigi dan Alexander J Parengkuan. Berdasarkan hal tersebut di atas terungkap fakta hukum bahwa sebenarnya Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) menjadi korban tidak pidana yang dilakukan oleh Ahmad Riyadi, Arjo Santigi dan Alexander J Parengkuan. Hal ini terbukti Hal. 133 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

134 secara yurudis dan fakta hukum dalam persidangan telah diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa II/ Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebuah pernyataan yang dibuat oleh Ahmad Riyadi, Arjo Santigi dan Alexander J Parengkuan, yang pada intinya menyatakan yang bertanggungjawab terhadap akibat perbuatan Terdakwa II/ Pembanding / Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) adalah Ahmad Riyadi, Arjo Santigi dan Alexander J Parengkuan. " Berdasarkan Fakta hukum tersebut di atas, maka perbuatan Terdakwa II/Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Ampalakka) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan merupakan perbuatan yang melawan hukum. Oleh karena itu unsur secara melawan hukum tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Oleh karena itu secara fakta hukum dapat diketahui bahwa perbutan Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) bukan merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Jo Pasal 43 A Undang-Undang No. 20 tahun 2001, karena Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) hanya dijadikan alat oleh doen pleger; Bahwa, sehubungan dengan Pasal 43 A di dalam BAB VI A Ketentuan Peralihan Undang-undang No. 20 tahun 2001, yang mana disebutkan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak relevan dan tidak benar oleh karena itu patut ditolak, mengatur tentang Ketentuan Peralihan bagi Tindak Pidana Korupsi yang terjadi sebelum Undang-undang No. 31 tahun 1999 diundangkan ; Sedangkan tindak pidana yang dituduhkan/didakwakan dalam Perkara ini terjadi setelah Undang-undang No. 31 tahun 1999 diundangkan. - Bahwa, dengan demikian tuntutan Jaksa Penuntut Umum Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dalam perkara ini tidak memenuhi terhadap unsur melawan hukum; - Bahwa, Terdakwa II/Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) hanya diperintahkan oleh atasannya, maka yang bertanggungjawab atasan yang menyuruhnya; - Unsur memperkaya diri sendiri : Hal. 134 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

135 - Bahwa, unsur ini tidak terbukti dilakukan oleh Terdakwa IIIPembanding/ Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); - Bahwa, Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sama sekali tidak menikmati dana yang telah ada di rekening Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) karena telah ditransfer ke Account Perusahaannya (PT Dwinogo Manunggaling Roso); - Bahwa, uang yang ada dalam rekening Terdakwa II/PembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tersebut merupakan akibat dari cara atau teknik yang diatur oleh H. Charto Sunardi SE dan Terdakwa I, II dan III yang kenyataannya tidak dinikmati oleh Terdakwa III Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); - Bahwa, sisa uang sebesar Rp ,- yang berada di account Terdakwa III PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tersebut sudah di debet oleh Bank Mandiri untuk membayar provisi, bunga, administrative dan biaya lain; - Bahwa uang sebesar Rp ,- (seratus juta rupiah) yang disita Penyidik adalah uang pribadi Terdakwa II/Pembanding/ Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) yang tidak ada hubungannya/kaitannya sama sekali dengan kucuran kredit a quo dengan akta lain dalam hal ini tidak ada kerugian uang negara; - Unsur Merugikan Negara : - Bahwa, Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Rupalakka) sama sekali tidak merugikan terhadap keuangan negara sebab Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Rupalakka) sedikitpun tidak menikmati dana/uang tersebut ; - Bahwa memang benar dalam hal ini negara tidak dirugikan oleh Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) mengingat unsure memperkaya diri sendiri sebagaimana tersebut di atas tidak dilakukan sama sekali oleh Terdakwa II/Pembanding/ Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); - Bahwa, Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) justru yang dirugikan secara materiil, karena dana sebesar Rp ,- (seratus juta rupiah) milik Terdakwa II/Pembanding/ Hal. 135 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

136 Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) telah disita oleh Penyidik; - Bahwa, dengan demikian Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tidak merugikan keuangan negara; III.Terdakwa II I Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) hanya melaksanakan perintah atasan, maka tanggungjawab semua akibat ada pada atasan. - Bahwa, Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dalam menandatangani Permohonan Kredit tersebut atas perintah Pimpinan DMR perusahaan dan tidak tahu menahu tentang masalah kridit tersebut; - Bahwa, Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tidak bertanggungjawab sama sekali terhadap pencairan kredit dari Bank Mandiri tersebut; - Bahwa, hal ini diperkuat oleh surat pernyataan Direktur Utama, Komisaris dan Komisaris Utama PT Dwinogo Manunggaling Roso dan di dalam persidangan tingkat pertama, bahwa Direktur Utama, Komisaris dan Komisaris Utama tersebut bertanggungjawab atas segala akibatnya, berikut akan disampaikan sebagian dari surat pernyatan tersebut yakni pada point ke-3 dari 4 pernyataan yang disampaikan "Bahwa oleh karenanya, kami selaku Komisaris Utama, Komisaris dan Direktur Utama PT. Dwinogo Manuggaling Roso dengan ini menyatakan bertanggungjawab atas tindakan-tindakan yang dilakukan oleh saudara Koko Sandoza, saudara Harianto Brasali, saudara Andre Nugraha Achmad N, saudara Yakub A Arupalakka dan almarhum Dudi Laksmana sehubungan dengan perolehan dana dari Bank Mandiri cabang Prapatan melalui kredit atas nama masing-masing pribadi dari mereka semua..."; (surat pernyataan terlampiir); - Bahwa, surat pernyataan dari Direktur Utama, Komisaris dan Komisaris Utama PT Dwinogo Manunggaling Roso di atas merupakan bukti yang sangat kuat bahwa Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) bukan merupakan pelaku pidana korupsi sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum; - Bahwa, Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Aru- Hal. 136 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

137 palakka) hanya melakukan perintah atasan dan tidak dapat dijatuhkan pidana, sesuai dengan pendapat Mr. Drs. E. Utrecht, mengemukakan bahwa harus memenuhi dua syarat supaya sipembuat (sipelaku) dikecualikan dari pada dijatuhkan pidana yaitu : a. Yang diperintah sama sekali tidak tahu bahwa perintah yang dikeluarkannya adalah suatu perintah yang tidak syah (syarat subyektif), jadi yang diperintah itu harus te goeder trouw ; b. Menjalankan perintah itu harus diadakan dalam batas-batas yang memerintah, jadi perintah tersebut harus hierarchis di bawah yang memerintah, dan yang diperintah tidak boleh bertindak di luar batas-batas ; - Bahwa, berdasarkan fakta hukum dan pendapat hukum dari Mr. Drs. E. Utrecht di atas maka Terdakwa II/ Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) harus dibebaskan dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum; - Bahwa, dalam putusannya Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga telah mengakui :...bahwa Terdakwa I dan Terdakwa II dalam kasus ini hanya diperalat, maka sebagai pegawai dari PT Dwinogo Manuggaling Roso, dan diminta kesediaannya untuk menjadi Debitur formalitas di PT Bank Mandiri cabang Jakarta Prapatan, oleh atasannya...(vide putusan PTDKI hal 67 point b); - Bahwa, diperkuat lagi dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 572 K/Pid/2003 putusan perkara korupsi dana Non Budgeter Bulog Akbar Tanjung, bahwa dalam perkara ini Mahkamah Agung memberikan pertimbangan sebagai berikut :"Bahwa perbuatan Terdakwa I menerima uang Non Budgeter Bulog sebesar Rp. 40 Milyar, kemudian menyerahkannya kepada Terdakwa II untuk dibelikan sembako, adalah dalam rangka melaksanakan instruksi Presiden sebagai hasil rapat terbatas Presiden B.J Habibie, Menkokesra Taskin, Menperindag/Kabulog dan Mensesneg, sehubungan dalam keadaan darurat untuk tindakan pengadaan dan penyaluran sembako"; - Bahwa juga berdasarkan asas "Geen Straf Zander Schulef dan bila dicari padanannya dengan kasus yang melatarbelakangi timbulnya Hal. 137 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

138 asas tersebut maka kasus yang menimpa Terdakwa III Pembanding IPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) mirip dengan kasus di Belanda tersebut yaitu 'Water en Melk Arrest' tertanggal 14 Februari Dalam kasus tersebut melibatkan 2 orang sekaligus yaitu majikan (pengusaha susu) dan pesuruh (pembantu yang mengedarkan susu kepada pelanggan) dimana majikan didakwa sebagai pihak yang menyuruh dan si pembantu/pesuruh sebagai pihak yang menyerahkan susu dicampur air itu kepada pelanggan, sedangkan si pesuruh itupun sebenarnya tidak mengetahui keberadaan air susu yang telah tercampur, sehingga terhadap kedua orang itu diajukan Pasal 344 Pol.Verod. Jo Pasal 55 KUH Pidana Belanda. Di tingkat pengadilan pertama diputus baik terhadap majikan dan pesuruh bersalah karena mengedarkan susu yang dicampur air. Di tingkat kasasi si majikan tetap dinyatakan bersalah sebagai doen pleger karena menyuruh pembantu/pesuruh mengedarkan susu yang dicampur air tersebut, sedangkan si pesuruh dibebaskan dari dakwaan karena ia dianggap tidak mengetahui adanya campuran air pada susu tersebut. Dalam alasan kasasinya dinyatakan bahwa si pembantu harus turut dihukum karena peraturan yang dilanggar tadi tidak mensyaratkan adanya kesalahan (majikan melalui kejaksaan), alasan tersebut ditolak Hoge Raad dan tetap dihukum karena tidak ada kesalahan padanya. 2 Atas putusan ini Prof. Wiryono Projodikoro,SH. menganggap sesuai dengan prinsip tujuan hukum pidana yaitu mencapai obyektivitas rasa keadilan bagi masyarakat, kemudian dia berpendapat: bagi saya adalah sangat menarik pertimbangan dari Hoge Raad yang pada akhirnya memajukan rechtgevel atau rasa keadilan sebagai alasan untuk menganggap berlakunya prinsip Tiada hukuman tanpa kesalahan ini cocok dengan sikap saya dalam meninjau hukum pada umumnya ; - Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas maka sudah seharusnyalah Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dibebaskan dari dakwaan Primair dan Subsidair karena yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah pimpinannya; Hal. 138 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

139 VI. Perihal Penerapan Hukum Bahwa Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta aquo bertentangan dengan Pasal 30 sub (b) UU No.14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung yaitu salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku, dengan alasan antara lain sebagai berikut: 1. Pengadilan Tinggi telah keliru (rechtdwaling) atas Dakwaan terhadap Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dalam kaitan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. 1.1 Bahwa Koko Sandoza selaku Terdakwa II/Pembanding/ Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dalam Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta No. 156/Pid/2004/PT.DKI tanggal 14 Desember 2004 jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam rol perkara No. 1257/Pid.B/2003/PN.Jkt.Pst. pada tanggal 6 April 2004 dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana " Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama" dengan pidana penjara 10 tahun dan pidana denda Rp ,- (satu milyar rupiah) ditambah uang pengganti Rp ,- (seratus juta rupiah) atau 1 tahun penjara sebagaimana yang dimaksud Pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan TPK jo Pasal 43 A UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 1.2 Bahwa Berita Acara Pemeriksaan yang dilakukan oleh para saksi baik yang dilakukan di hadapan Penyidik maupun Penuntut Umum; bahwa berita acara pemeriksaan tersebut kemudian diakui oleh para saksi sewaktu dilakukan pemeriksaan dalam persidangan dibawah sumpah; bahwa para saksi di bawah ini pada pokoknya menerangkan bila ada pemalsuan bilyet giro, diantara para saksi tersebut antara lain: Saksi Arief Budi Wijaksono, SE: - Bahwa saksi melaporkan kepada yang berwajib karena ada dugaan yaitu pemalsuan Deposito dan surat gadai, yang mana negara dirugikan karena tidak dijamin dengan jaminan (vide Putusan PNJP, halaman 49, Hal. 139 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

140 alinea 4); - Bahwa untuk yang 5 surat gadai dan depositonya asli, dan ditemukan adanya pemalsuan 2 hari kemudian (vide Putusan PNJP halaman 53 alinea 4); - Bahwa deposito dijaminkan seharusnya ditangan bank tetapi deposito ditangan Jamsostek padahal kreditnya pada waktu itu sudah dilakukan dan hal itu terjadi karena deposito pernah dipinjam (vide Putusan PNJP halaman 53 alinea 5); - Bahwa deposito yang asli tersebut keluar pada saat setelah perjanjian kredit itu dicairkan, dengan dipinjam oleh seseorang yang bernama Syarifudin dan dikembalikan ternyata palsu (vide Putusan PNJP ; - Bahwa perjanjian kreditnya secara formal sah, secara materiil tidak dipenuhi karena bilyet depositonya yang asli tidak ada (vide Putusan PNJP halaman 5 alinea 11); Saksi Novi Ramadhani : - Bahwa diketahui bilyet deposito palsu karena bilyet deposito yang asli ada digadaikan dicabang lain (vide Putusan PNJP aquo halaman 65 alinea 8); Saksi Budi Waluyo, S.Kom: - Bahwa saksi membenarkan ketika perjanjian kredit dilakukan bilyet deposito tersebut asli (vide Putusan halaman 72 alinea 10) ; - Bahwa pada tanggal 18 Februari 2002 saksi pernah disuruh oleh Kepala Cabang membuatkan tandaterima, setelah saksi buat tandaterima kemudian saksi serahkan lagi kepada Kepala Cabang oleh Kepala cabang bilyet deposito yang asli diserahkan kepada Syarifudin untuk dipinjam dengan memakai tanda terima, tandaterimanya disimpan oleh Kepala Cabang (vide Putusan halaman 72 alinea 3); - Bahwa untuk 5 (lima) bilyet deposito tersebut keluar Hal. 140 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

141 pada saat waktu Kepala cabang meminta, yang menerima Syarifudin dan yang memberikan Charto Sunardi (vide Putusan PNJP halaman alinea 8); - Bahwa pada waktu diserahkan untuk dipinjam 5 (lima) bilyet deposito asli, saksi tidak tahu lagi, tahu-tahu yang asli ternyata tidak dikembalikan (vide Putusan PNJP halaman 72 alinea 4); - Bahwa pada saat dipinjam adalah asli tetapi dikembalikan berbeda (vide Putusan PNJP halaman 72 alinea 5); - Bahwa saksi mempertanyakan kepada sdr. Charto; pada waktu itu saksi lapor ke Kepala Cabang ini ada perbedaan kepala cabang ikut meneliti, yang sudah nanti saya urus, akan saya informasikan, kamu diam aja (vide Putusan PNJP halaman 72 alinea 6); - Bahwa pada waktu bilyet deposito dikembalikan setelah dipinjam beberapa hari kemudian saksi melihat ada perbedaan dengan bilyet deposito yang asli, setelah itu saksi mempertanyakan kepada Kepala Cabang, dan menurut kepala cabang saksi langsung disuruh menyimpannya (vide Putusan PNJP halaman 74 alinea 5); - Bahwa keberadaan bilyet deposito asli sebenarnya ada di cabang lain (vide Putusan PNJP halaman 74 alinea 3); - Bahwa yang menyerahkan bilyet deposito yang asli setelah dipinjam dan dikembalikan menjadi palsu bukan para Terdakwa dan juga bukan Syarifudin dan saksi tidak mengenalnya (vide Putusan PNJP halaman 74 alinea 7); Saksi Eddy Rahmadi, SE : - Bahwa saksi melihat 5 Deposito menjadi palsu setelah dipinjam oleh Syarifudin (vide Putusan PNJP halaman 82 alinea 9); Hal. 141 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

142 - Bahwa pada waktu peminjaman bilang sama Kepala Cabang pinjamnya sebentar hanya sehari ternyata tidak kembali-kembali, tiba-tiba dikembalikannya sudah ada dimeja Kepala Cabang dengan berbentuk surat amplop (vide Putusan PNJP halaman 82 alinea 10); - Bahwa Bilyet Deposito pada waktu cair masih asli tetapi dipinjam oleh Syarifudin atas perintah pak Charto dikembalikan oleh orang lain dan yang diganti palsu (vide Putusan PNJP halaman 83 alinea 2); - Bahwa kesalahan ada pada Kepala meminjamkan kepada orang lain (vide halaman 82 alinea 11); - Bahwa Perjanjian Kreditnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa saksi membenarkan gadai Deposito sudah ditandatangani oleh oleh sdr. Charto sebagai Kepala Cabang dan juga dari Jamsostek, permohonan kredit juga sudah sesuai dengan ketentuan, perjanjian tersebut sah tetapi belum ada konfirmasi dari pihak Jamsostek yang merupakan kewajiban dari pihak bank bukan kewajiban nasabah, tetapi setelah dikonfirmasi kepada Jamsostek yang diterima pada tanggal 27 Februari 2003 ternyata ada surat pernyataan dari Jamsostek yang menyatakan jamsostek tidak pernah menjaminkan (vide Putusan PNJP halaman 83 alinea 12); Saksi Linda H. Manurung, SE., MBA : - Bahwa saksi tahu Bilyet Giro yang asli disimpan di cruise diminta kembali oleh sdr. Charto dan kemudian diserahkan kepada seseorang yang bernama Syarifudin (vide Putusan halaman 91 alinea 3); - Bahwa waktu dikembalikan ternyata bilyet depositonya palsu, setelah diserahkan yang aslinya terlebih dahulu (vide Putusan PNJP halaman 91 alinea 4); Saksi H. Charto Sunardi, SE.: - Bahwa format surat gadai telah disediakan oleh pihak Hal. 142 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

143 bank tetapi bank tidak berhubungan dengan pihak Jamsostek karena yang membawa surat-surat ke Jamsostek adalah Syarifudin kurirnya Yosef yang ngakunya dari PT. Rifan (vide Putusan PNJP halaman 97 alinea 3); - Bahwa pada tanggal 14 Februari 2002 setelah masuk dana dari Jamsostek itu dibuatkan Bilyet Deposito, setelah dibuatkan Bilyet Deposito, Deposito dijadikan sebagai jaminan permohonan kredit daripada Alexander, Ario Santigi, Ahmad Riyadi, Hariyanto Brasali, Koko Sandoza, yang kemudian pihak Rifan meminta saksi meminjamkan untuk diperlihatkan kepada Jamsostek untuk memperlihatkan kalau Rifan sudah melaksanakannya (vide Putusan PNJP halaman 98 alinea 8); - Bahwa saksi kasih pinjam yang asli sebanyak 5 buah dengan jumlah Rp ,- (seratus milyar rupiah) kepada Rifan yang dipinjam oleh Syarifudin karena yang minta Yosef (vide Putusan PNJP halaman 98 alinea 9); - Bahwa Budi pernah melaporkan kepada saksi adanya kecurigaan mengenai bilyet deposito tersebut setelah dikembalikan karena diduga palsu, saksi menyatakan simpan aja nanti kita urus kemudian saksi langsung kasih tahu Alex dan saksi tegur Yosef, bagaimana bisa begini sampai pada saat masuk Polda (vide Putusan PNJP halaman 102 alinea 6); - Bahwa surat gadai itu dibuat oleh Bank Mandiri dan dibawa oleh Syarifudin untuk dipinjam agar diperlihatkan kepada Jamsostek, dan dikembalikan oleh orang lain yang saksi tidak kenal tetapi Bilyet Deposito berbeda dengan aslinya vide Putusan PNJP halaman 106 alinea 2); 1.3 Bahwa dari keterangan 6 (enam) orang saksi tersebut jelas telah ada Hal. 143 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

144 fakta hukum adanya tindak pidana pemalsuan; bahwa dari keterangan para saksi yang dilakukan dibawah sumpah dimana masing-masing juga membenarkan apa yang telah diterangkan dalam BAP Penyidik maupun Penuntut Umum maka sesuai dengan Pasal 184 KUHAP jo Pasal 188 ayat (1) KUHAP maka terbukti ada dugaan pemalsuan bilyet deposito. 1.4 Bahwa dari keterangan para saksi di atas maka pelaku pemalsuan Bilyet Deposito pelakunya bukan Terdakwa"/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tetapi Yosef dan Syarifudin yang yang diberikan oleh sdr. Charto Sunardi SE, Spoke Manager Bank Mandiri; 1.5 Bahwa Pengadilan Tinggi Jakarta dapat dikatakan telah melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dimana dalam pertimbangan hukumnya telah membelokkan adanya tindak pidana pemalsuan dan kemudian menafsirkan tidak adanya ijin dari Jamsostek sebagai perbuatan melawan hukum padahal dari keterangan saksi Agus Budi Santoso Dirut PT. Rifan jelas bila Jamsostek telah menerima dana Rp. 12 milyar dari Yosef dan Mandiri karena penempatan dana di Bank Mandiri Prapatan dan menurut keterangan saksi Rossan Perkasa Roeslani (Komisaris PT. Rifan) Jamsostek adalah holding companynya dari PT. Rifan (vide Putusan PNJP halaman 123 alinea 3). 1.6 Bahwa dalam keterangan saksi Sri Retno Budi Rahayu dalam Berita Acara Pemeriksaan yang dibuat pihak Kejaksaan Tinggi Jakarta tertanggal 25 Maret 2002 dimana pemeriksaan tersebut juga dibenarkan sewaktu ditanyakan Jaksa PU dalam persidangan; bahwa dalam keterangan saksi atas pertanyan No.13 saksi pada pokoknya menerangkan bila PT. Rifan Financindo sebagai Asset Management dari PT. Jamsostek yang mempunyai hubungan sejak Juli 2001, yang dituangkan secara formal dalam bentuk Kontrak Pengelolaan Asset Investasi; bahwa dengan demikian telah terbukti bila PT. Rifan selaku Arranger atau Manajer Investasi atas dana pengelolaan milik PT. Jamsostek bahwa karena sudah ada kontrak formalnya tentunya dengan adanya pemberitahuan secara lisan dari Rossan Perkasa dari PT. Rifan selaku Manajer Investasi terhadap Hal. 144 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

145 saksi Andy Alamsyah selaku Direktur Investasi, yang kemudian ditindak lanjuti dengan memerintahkan saksi Sri Retno Rahayu untuk memindahkan dananya dari BRI Sudirman ke Bank Mandiri Prapatan adalah dapat dipandang sebagai bentuk suatu persetujuan karenanya tidak perlu lagi ada ijin tertulis tersendiri sebagaimana lazimnya dalam melaksanakan perjanjian standar yang diatur dalam Kontrak Penggelolaan Asset Investasi. 1.7 Bahwa bila yang dijadikan ukuran adanya tidak adanya ijin untuk menggunakan bilyet deposito sebagai jaminan dari permohonan kredit para Terdakwa, maka keterangan 2 orang dari Jamsostek (Andy Rahman dan Retno Sri Rahayu) bila dikaitkan dari keterangan dari saksi-saksi dari Bank Mandiri seperti Novi Rahmadani, Eddy Rahmadi, SE, Budi Waluyo, S.Kom, Charto Sunardi, SE maupun saksi-saksi dari PT. Rifan yaitu Agus Budi Santoso dan Rifan Perkasa ditambah adanya fax dari Jamsostek yang menerangkan akan ada transfer, pengakuan saksi Sri Retno dalam BAP yang dibuat Kejati Jakarta yang mengakui ada kontrak formal antara pihak Jamsostek dengan PT. Rifan selaku Penggelola asset Investasi dana dari Jamsostek sebenarnya secara materiil menunjukkan adanya pengakuan yang tidak langsung dari pihak Jamsostek akan adanya persetujuan atas terbitnya Bilyet Deposito tersebut hal ini sesuai dengan alat bukti yang sah sebagaimana yang dimaksud Pasal 184 ayat (a), (c) dan (d) KUHAP. Apalagi ada saksi yang menerangkan bila Jamsostek telah menerima 12 milyar dari Yosef atas penempatan dana tersebut. Dengan demikian pendapat tidak adanya ijin dari Jamsostek dilihat dari penerapan hukum pembuktiannya kalah kuat dengan keterangan pada saksi sebagaimana diuraikan di atas atau dengan perkataan lain Pengadilan Tinggi (dan Pengadilan Negeri) tidak melaksanakan penerapan hukum pembuktian sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku. 1.8 Bahwa disamping itu seharusnya baik Pengadilan Tinggi selaku pengadilan secara ex officio dari awal menolak dakwaan dan tuntutan yang diajukan Jaksa PU karena dalarn dakwaan primairnya tidak dicantumkan pasal tindak pidana pemalsuan, padahal dari Hal. 145 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

146 keterangan para saksi sebagaimana diuraikan di atas jelas adanya runtutan kesesuaian dari keterangan yang sama dari para saksi yaitu adanya delik pemalsuan sebagaimana yang dimaksud Pasal 185 ayat (6) sub a KUHAP yaitu adanya ketentuan bila dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, Hakim harus dengan sungguhsungguh memperhatikan persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain namun kenyataannya hal ini tidak dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta maupun pengadilan bawahannya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 1.9 Bahwa adanya delik pemalsuan ini juga didasarkan pada hasil pemeriksaan para saksi-saksi dan keterangan para Tersangka baik sewaktu di periksa ditingkat Penyidikan maupun di tingkat Penuntutan, karenanya sungguh aneh bila dakwaan kemudian berubah atau bergeser dari pemeriksaan tingkat Penyidikan bahwa karena semua saksi membenarkan apa yang telah diterangkan dalam BAP baik ditingkat Penyidikan maupun Penuntutan maka keterangan para saksi tersebut juga merupakan keterangan dibawah sumpah yang dilakukan dalam persidangan dan seharusnya menjadi pertimbangan yang cermat dari Judex Factie untuk menarik benang merahnya atau setidaknya dakwaannya tidak bergeser dari tingkat sewaktu dilakukan pemeriksaan di tingkat penyidikan yang menjadi dasar pengembangan dalam menyusun dakwaan, apalagi semua saksi membenarkan keterangannya yang pernah diberikan sewaktu pemeriksan dalam BAP ; 1.10Bahwa pembelokan ini merupakan suatu recht dwaling (kekeliruan hukum yang nyata) karena dari keterangan 6 orang saksi yang disumpah tersebut jelas bila dalam perkara masalah pokoknya adalah adanya pemalsuan Bilyet Deposito yang diduga dilakukan oleh Yosef dan Syarifudin, karenanya dengan memutuskan terbukti adanya tindak pidana korupsi tanpa membuktikan adanya tindak pidana pemalsuan sebagai konstruksi hukum yang keliru (recht dwaling) dan sekaligus sebagai putusan yang premature dan seyogyanya Putusan Pengadilan Tinggi aquo batal demi hukum. 1.11Bahwa pengenaan kontruksi pasal tindak pidana korupsi dalam Hal. 146 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

147 perkara ini menurut hemat Pemohon Kasasi terlalu dipaksakan dimana Perjanjian Kredit yang diberikan sesuai dengan keterangan para saksi di atas menjadi tidak ada jaminannya sehingga kredit yang telah dicairkan menjadi tidak ada jaminannya yang menjadikan ada potensi kerugian negara adalah pendapat hukum yang keliru dan premature bahwa dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan jelas bila PT. Rifan adalah anak perusahaan dari PT. Jamsostek dan sekaligus sebagai Manajer Investasinya, sehingga tindakan PT. Rifan melalui saksi Rossan Perkasa yang meminta ijin untuk menempatkan dana dari BRI Jamsostek ke Bank Mandiri Prapatan dengan dibantu Agus Budi Santoso Dirut PT. Rifan dan Josef staf Marketingnya adalah sah-sah saja apalagi telah ditentukan berapa komisi masing-masing; bahwa dari keterangan saksi pihak Bank Mandiri jelas bila 5 sertifikat bilyet deposito yang dipecah dan dibuat oleh Charto Sunardi, SE sendiri adalah semula asli kemudian menjadi palsu setelah dipinjam Syarifudin atas suruhan Yosef Marketing dari PT. Rifan atas persetujuan Charto Sunardi, SE adalah tindak pidana sendiri sehingga dalam Perjanjian Kredit menjadi tidak ada jaminannya sehingga berpotensi menimbulkan kerugian uang negara yang tentunya secara hukum tidak dapat dipersalahkan kepada Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); 1.12 Bahwa quad Non, bila karena kreditnya dananya telah dikeluarkan kemudian menjadi tidak ada jaminannya karena bilyet diduga Depositonya palsu tetapi belum pernah dibuktikan dalam suatu putusan pidana yang telah mempunyai kekuatan, hukum yang tetap kemudian secara sewenang-wenang Jaksa PU mengkontruksikan sebagai tindakan pidana korupsi tanpa membuktikan adanya pemalsuan terlebih dahulu dan kemudian menafsirkan sebagai suatu perbuatan melawan hukum yang dibenarkan oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dalam putusannya maka ini sebagai dakwaan/ tuntutan yang terlalu premature karena sebagaimana yang telah Pemohon Kasasi kemukakan pada Eksepsi sebelumnya bila masalah ini adalah perkara perdata karena sesuai dengan keterangan saksi Hal. 147 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

148 Eddy Rahmadi, BE yang menerangkan dalam persidangan bila perjanjian kreditnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan perjanjiannya sah, sedangkan kewajiban melakukan konfirmasi terhadap Jamsostek adalah wewenang dan kewajiban pihak bank bukan Debitur (vide Putusan PNJP halaman 83 alinea 11) Bahwa pihak yang memecah dana dari Jamsostek dan mengusulkan agar permohonan kredit dilakukan atas nama pribadi sehingga muncullah nama Pemohon Kasasi itupun dilakukan pihak Bank Mandiri sendiri (Charto Sunardi, SE, Spoke Manager) maka tentunya hal tersebut kesalahan pihak bank sendiri yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dan tentunya tidak dapat dibebankan kesalahan tersebut kepada Pemohon Kasasi sepenuhnya dan ditafsirkan menimbulkan potensi kerugian negara maka seyogyanya bila kemudian Bilyet Depositonya diduga palsu dimana pelakunya bukan Pemohon Kasasi maka secara kepatutan seharusnya pihak Bank Mandiri meminta lebih dulu jaminan pengganti inipun tidak pernah dilakukan tapi justru memprosesnya secara pidana; 1.14 Bahwa tindak pidana pokok yang sebenarnya yaitu pemalsuan bilyet deposito tidak pernah diperiksa atau setidak-tidaknya dicantumkan dalam dakwaan ternyata tidak pernah diperiksa dan dibuktikan lebih dulu tapi langsung mengukur dengan adanya tidak ada jaminan maka ada potensi kerugian negara, ini adalah konruksi yang keliru dan sebagai suatu recht dwaling yang di lakukan Pengadilan Negeri yang dikuatkan Pengadilan Tinggi. Dalam Putusan aquo. 2. Pengadilan Tinggi tidak dapat membuktikan Dakwaan secara formil dengan sempurna; 2.1. Bahwa bila dicermati dari dakwaan yang dijadikan dasar untuk menuntut Terdakwa/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka), maka baik pada tingkat dakwaan maupun tuntutan termasuk putusan pengadilan bila dicermati pasal yang dikenakan tersebut yaitu Pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan TPK jo Pasal 43 A UU No.20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Bahwa Pengadilan Tinggi yang menguatkan Pengadilan Negeri Hal. 148 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

149 Jakarta Pusat dalam pertimbangan hukumnya untuk membuktikan adanya terpenuhi unsur "secara bersama-sama" antara Iain : "Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta, hukum tersebut, telah menjadi jelas bahwa antara para Terdakwa bersama saksi ALEXANDER J PARENGKUAN, AHMAD RIYADI, ARlO SANTIGI BUDIHANTO, HARlANTO BRASALI, KOKO SANDOZA FRITZ GERALD dan H. Charto Sunardi, SE dapat dipandang sebagai bersama-sama melakukan perbuatan " (vide Putusan PNJP halaman 215 alinea terakhir jo Putusan Pengadilan Tinggi aquo halaman 85 poin 2). Bahwa baik Pengadilan Tinggi Jakarta maupun Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak menguraikan dan membuktikan unsur-unsur dalam Pasal 55 ayat (1) KUHP yang membedakan antara siapa sebagai pelaku tindak pidana: mereka yang melakukan (pleger), yang menyuruh melakukan (doen pleger), dan yang turut melakukan (medepleger) serta pembujukan (uitlokker); bahwa dalam pertimbangan hukum tersebut tidak ditegaskan dalam kwalitas apa TerdakwaIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) apakah sebagai pelaku (pleger), pihak pembujuk (uitlokker), atau membantu melakukan (medeplechtiger),walaupun sama-sama dihukum sebagai pelaku tentunya dalam kasus ini harus tetap dibuktikan dalam kwalitas sebagai apa peran Terdakwa "/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); namun ternyata dalam pertimbangan hukum kedua pengadilan tetap hanya dikwalitaskan sebagai " bersama-sama"; Bahwa pertimbangan hukum yang menyatakan Terdakwa III Pembanding / Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebagai pihak yang bersama-sama tanpa menguraikan yang" mana dari Pasal 55 ayat (1) KUHP tersebut yang dilanggar maka menurut hemat Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) pertimbangan hukum tersebut termasuk yang "onvoeldoende gemotiveerd" yaitu kurang memberikan pertimbangan hukum yang cukup, karenanya putusan tersebut batal demi hukum. Hal. 149 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

150 Bahwa disamping itu tentunya harus dibuktikan pula apakah benar TerdakwaIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) termasuk dalam kwalitas/kapasitas sebagai memenuhi syarat sebagai "pihak yang secara bersama-sama" tapi dalam pertimbangan hukum Pengadilan Negeri yang dikuatkan Pengadilan Tinggi tersebut ternyata tetap tak dapat dibuktikan dalam pertimbangan hukumnya bahwa karena tak dapat dibuktikan tentunya tidak patut atau proposional bila tiba-tiba dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersamasama melakukan tindak pidana korupsi yang didakwakan dalam dakwaan primair tersebut. Bahwa dengan perkataan lain dalam pertimbangan hukum baik di Pengadilan Tinggi maupun Pengadilan Negeri atas perkara ini walaupun dicantumkan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP namun saran tidak membedakan mana yang bertindak sebagai pelaku (pleger), menyuruh melakukan (doen pleger), turut serta (medeplichtiger) dan pembujukan (uitloker) walaupun hukumannya dianggap sama bahwa dalam dakwaan primair ini Pengadilan Negeri tidak membedakan dalam kwalitas apa sehingga Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) diposisikan sebagai pihak yang bersama-sama bahwa untuk membuktikan terpenuhinya unsur "bersama-sama" disyaratkan ada kerja-sama secara phisik ; bahwa bila apa yang tertuang dari pertimbangan hukum di atas maka bila hal ini dikaitkan dengan apa yang telah dituangkan dalam pertimbangan hukum putusan maka tidak ada bukti bila antara Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dengan para Terdakwa lain ada kerjasama secara phisik; Bahwa inisiatif yang membuat akhirnya Terdakwa III Pembanding IPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) ikut terseret dalam perkara ini adalah ide yang muncul dari Charto Sunardi dan Yosef yang mengusulkan agar dibuat permohonan kredit atas nama perorangan karena PT. Dwinogo belum mempunyai laporan keuangan 2 tahun bahwa bila fakta hukum yang kemudian Hal. 150 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

151 dimasukan dalam pertimbangan hukum tersebut dicermati maka Terdakwa III PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebenarnya tidak termasuk dalam pengertian unsur bersama-sama karena tidak adanya kerjasama secara phisik sebagaimana yang dilakukan Terdakwa I, II dan III (dalam perkara yang lain) bersama-sama dengan Charto Sunardi, Yosef dan Syarifudin termasuk didalamnya saksi Budi Agus Santoso Dirut PT. Rifan yang menerima fee atas penempatan dana ini; 3. Dakwaan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP secara materiil tidak terbukti; 3.1. Bila dicermati latar belakang timbulnya perkara ini sampai terjadinya pencairan kredit maka Terdakwa II/PembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sama sekali tidak terbukti karena peran Terdakwa II/Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebatas pembukaan rekening, permohonan kredit penandatangan akad kredit, dan transfer yang kesemuanya telah dipersiapkan oleh saksi Alexander J. Parengkuan sendiri selaku Dirut PT. Dwinogo atasan Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) maupun oleh pihak Bank Mandiri atas perintah Charto Sunardi yang memerintahkan agar saksi Budi Waluyo meminta Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) menandatangan halaman terakhir perjanjian kredit dimana pada saat itu Terdakwa II/ PembandingI Pemohon Kasasi (Yakub Arupalakka) berkeberatan tapi dijawab oleh saksi Budi agar menandatangani saja karena sudah ada yang mengatur; 3.2. Bahwa bahkan tiap halaman perjanjian kredit Terdakwa II I PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) justru diparaf oleh saksi Budi Waluyo, S. Kom., bukan oleh Terdakwa II I PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka); 3.3. Bahwa quad Non, bila perbuatan Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) yang mengajukan permohonan kredit kemudian hanya menandatangani halaman terakhir, sedangkan tiap halaman bukan diperoleh oleh Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tapi oleh Hal. 151 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

152 saksi Budi Waluyo dari pihak Bank Mandiri sendiri maka hal ini nampak aneh dan janggal dan sekaligus menunjukkan tidak adanya bukti kerjasama secara phisik Bahwa demikian pula dalam pertemuan-pertemuan agar dana Jamsostek dapat ditempatkan sebagai jaminan ke Bank Mandiri Prapatan Terdakwa III Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) belum pernah ikut secara phisik bersama-sama dengan saksi Alexander J. Parengkuan, saksi Achmad Riyadi dan saksi Rio Santigi Budihanto (vide Putusan PNJP halaman 206 aliea 4 s/d halaman 208 alinea 2) sebagaimana yang termuat dalam pertimbangan hukum putusan aquo yang dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta antara lain: " Bahwa sekitar bulan Januari 2002 bertempat di kantor PT. DMR telah diadakan pertemuan yang dihadiri Sdr. Raoul Supit, Terdakwa I dan Terdakwa III. Dalam pertemuan tersebut Sdr. Raoul Supit menginformasikan bahwa investor General Financial Corporation (GFC) dengan operator rumah saksi MEH dari Negara Inggris ingin bekerja sama dengan PT. DMR untuk membangun Rumah Sakit Jantung di daerah Jakarta termasuk Cibogo Puncak Jawa Barat dan daerah lainnya. Dalam pembangunan proyek rumah sakit tersebut GFC mensyaratkan agar PT. DMR dapat menyediakan dana 10 % dari nilai proyek; Bahwa setelah selesai pertemuan tersebut Terdakwa menyarankan kepada Terdakwa II untuk membuat proporsal berkaitan dengan pembangunan proyek rumah sakit tersebut yang maksudnya dalam rangka pengajuan permohonan kredit ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dan atas nama PT. DMR dengan Nominal 1 Rumah Sakit sekitar US$ 15 juta, dan Rumah Sakit yang akan dibangun di rencanakan sebanyak 5 buah, sebagai jaminannya adalah proyek yang akan dikerjakan tersebut; Bahwa sekitar bulan Januari 2002 Terdakwa I dan Terdakwa II/ bertemu dengan saksi H. Charto Sunardi SE, selaku Kepala Cabang/Spoke Manager PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Hal. 152 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

153 Prapatan, dalam pertemuan tersebut Terdakwa I dan Terdakwa III menjelaskan kepada saksi H. Charta Sunardi, SE., tentang rencana proyek pembangunan rumah sakit, sekaligus dibicarakan penyelesaian hutang PT. Surya Cipta Pusaka (suatu perusahaan yang dibentuk oleh Terdakwa II/) yang belum lunas, dimana dalam pertemuan tersebut selain dibahas rencana pembangunan rumah sakit tersebut Terdakwa I dan Terdakwa II/ menyerahkan proposal, kemudian saksi H. Charto Sunardi SE., menjelaskan akan mengkaji proposal berkaitan dengan proyek tersebut ; Bahwa setelah saksi H. Charto Sunardi SE mempelajari proposal tersebut, kemudian pada bulan Januari 2002 diadakan pertemuan lagi dengan dihadiri oleh Terdakwa I, Terdakwa II dan Terdakwa III bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, dalam pertemuan tersebut saksi H. Charta Sunardi SE, menjelaskan agar PT. DMR mencari investor yang mampu menempatkan dana ke PT. Bank Mandiri yang nantinya dana tersebut akan diikat oleh PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan untuk dijaminkan ; Bahwa setelah PT. DMR menyatakan tidak berhasil mencari investor, pada tanggal 2 February 2002, bertempat di Hotel Aston Jalan Senen Raya Jakarta Pusat, diadakan pertemuan lagi yang dihadiri oleh Terdakwa " Terdakwa II, Terdakwa II. Dan Terdakwa III dan H.Charto Sunardi, SE, dalam pertemuan tersebut saksi H. Charto Sunardi, SE, memperkenalkan Terdakwa I dengan seorang bernama Henny Purnama Katerine, SE, dan Aries Setiawan yang mengaku sebagai arranger yang dapat mendatangkan dana ke PT. DMR, dan keduanya meminta imbalan jasa atau komisi sebesar 2,5% dari jumlah dana yang masuk, dan dalam pertemuan lanjutan yaitu pada tanggal 5 dan 8 diadakan pertemuan, antara Terdakwa I, Terdakwa II, Terdakwa III, H. Charto Sunardi, SE., Henny Purnama, Katerine, SE, memperkenalkan Adi Senggono, Syarifuddin, Yosef Tjahjadjaja dan Fery yang mengaku sebagai perwakilan dari PT. Rifan Finansindo Sekuritas, sebagai arranger sdr. Yosef Tjahjadjaja ketika itu Hal. 153 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

154 meminta fee sebesar 7,5 % dari sejumlah dana yang dikucurkan ; Bahwa pada pertemuan pada tanggal 11 February 2002 bertempat di PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan yang dihadiri oleh Terdakwa I, Terdakwa II, Terdakwa III, H. Charto Sunardi, SE, dengan Yosef Tjahjadjaja dan Agus Budio Santoso menginformasikan bahwa dana sebesar Rp ,- (Seratus Milyar Rupiah) akan masuk dalam minggu ini ke PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan, yaitu dana milik PT. Jamsostek; Bahwa dari fakta hukum yang termuat dalam putusan aquo ternyata Putusan Pengadilan Negeri yang dikuatkan Pengadilan Tinggi ternyata tidak mempertimbangkan hal-hal di atas dalam membuat putusannya dimana disamping sama sekali tidak dapat membuktikan adanya kerjasama antara Terdakwa II/Pembanding Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dengan Terdakwa lainnya atau setidaknya inisiatif pun bukan berasal dari Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka), karenanya menurut hemat Terdakwa II I Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) unsur kerjasama bersama-sama dalam perkara ini tidak terbukti Bahwa Inisiatif agar membuka rekening atas nama pribadi (bukan PT. Dwinogo karena laporan keuangan kurang dari 2 tahun datangnya dari Charto Sunardi Kepala Cabang Mandiri Prapatan dan Yosef Tjahjadjaja (vide Putusan PNJP halaman 208 alinea 3) bukan berasal dari kemauan Terdakwa III PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka), hal ini termuat dalam pertimbangan hukum antara lain: Bahwa selanjutnya H. Charto Sunardi, SE, dan Yosef Tjahjadjaja rnembicarakan masalah teknis pengaturan pelaksanaan penempatan serta pengikatan proses kreditnya, waktu itu H. Charto Sunardi,SE, menyatakan karena PT.DMR merupakan perusahaan yang baru berdiri, yaitu baru tiga tahun dan belum dapat menyerahkan laporan keuangan selama 2 tahun terakhir, oleh karena itu belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh Hal. 154 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

155 kredit, sehingga untuk memperoleh kredit tersebut harus di atas namakan Pengurus atau Pegawai PT. DMR; 3.6. Bahwa sekali lagi bila mencermati pertimbangan hukum di atas maka para pihak yang secara phisik telah melakukan kerjasama bila quad Non perkara ini dianggap sebagai tindak pidana diantaranya adalah kelompok dari PT. Dwinogo yaitu saksi Alexander J. Parengkuan, Achmad Riyadi, Ario Santigi Budihanto, dari Bank Mandiri Prapatan Charto Sunardi, SE., dari PT. Rifan yaitu Agus Budi Santoso, Henny Purnama Katerine, SE, dan Aries Setiawan, Yosef Tjahjadjaja, Ferry, dan Rossan Perkasa yang menerima 7,5% komisi dari penempatan dana Jamsostek ke Bank Mandiri termasuk pihak Jamsostek yang menurut saksi Agus Budi Santoso telah menerima 12 milyar dari Yosef dan Bank Mandiri bahwa Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) adalah karyawan PT. Dwinogo yang sebenarnya menjadi korban adanya persengkokolan dalam mendapatkan dana ini, yang awalnya dimulai setelah adanya ide dari pihak Spoke Manager Bank Mandiri sendiri yaitu Charto Sunardi, SE. dan pihak PT. Rossan yaitu Yosef yang mengusulkan agar dibuat dalam permohonan kredit atas nama pribadi; bahwa Terdakwa III PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) diperintahkan oleh saksi Alexander J. Parengkuan, Achmad Riyadi, Ario Santigi Budihanto sebagai atasan Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) untuk mengajukan permohonan kredit dan secara factual Perjanjian Kredit aquo maka Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) hanya menandatangani perjanjian kredit pada halaman terakhir tanpa memberikan paraf tiap halamannya sebagaimana wajarnya perjanjian kredit pada umumnya, bahkan sewaktu Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) menanyakan kepada saksi Budi Waluyo dia mengatakan suruh tanda tangan saja karena sudah ada yang mengatur; bahkan sewaktu penandatangan akad kredit diantar oleh saksi Ario Santigi Budihanto di Bank Mandiri bahwa semua aplikasi permohonan, Hal. 155 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

156 Perjanjian Kredit termasuk Nota transfer dalam blanko kosong telah dipersiapkan oleh saksi Alexader J. Parengkuan dan Ario Santigi Budihanto bahwa demikian pula pada saat Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) menandatangani Nota transfer dengan blanko yang masih kosong itupun atas perintah saksi Alexander J. Parengkuan ;bahwa sisa transfer sebesar Rp.100 juta yang masih ada di rekening Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tidak sedikitpun dipakai karena saksi Alexander J. Parengkuan belum pernah menyatakan memberikan kepada Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka sebagaimana yang dilakukan terhadap saksi Yakub Arrupalakka yang akhirnya disita oleh Penyidik karenanya tidaklah dapat dipandang sebagai fakta hukum untuk memiliki atau turut menikmati yang kemudian ditafsirkan telah memenuhi unsur " bersama-sama"; 3.7.Bahwa seandainya, quad non sdr. Charto Sunardi, SE dari pihak Bank Mandiri dan Yosef dari PT. Rossan tidak membuat inisiatif agar pengajuan kredit diajukan secara pribadi tapi atas nama PT. Dwinogo tentunya perkara ini tidak akan pernah terjadi. Bahwa dana hasil pengucuran kredit tersebut seluruhnya telah diambil oleh PT. Dwinogo dan hanya disisakan untuk angsuran pertama itupun secara otomatis di auto debet langsung oleh pihak Bank Mandiri; Bahwa bahwa bukti sita Rp.100 juta yang dilakukan oleh Penyidik adalah uang pribadi Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) bukan uang dari kucuran kredit aquo dengan perkataan lain keuangan negara dalam hal,ini tidak ada yang dirugikan 3.8. Bahwa sebagai bukti apa yang ditegaskan Terdakwa II I PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dapat dilihat dari surat pernyataan saksi Alexander J. Parengkuan, Ahmad Riyadi dan Ario Santigi Budihanto yang bertindak untuk dan atas nama Direksi PT. Dwinogo tertanggal 1 September 2003 yang diakui dalam persidangan telah menyatakan antara lain: Hal. 156 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

157 1. Bahwa kami selaku Pimpinan DMR manejemen perusahaan dengan ini menyatakan tindakan saudara Koko Sandoza; saudara Harianto Brasali; saudara Andre Nugraha Achmad N, Yakub A Arupalakka dan almarhum Dudy Laksamana, dalam mengajukan kredit ke Bank Mandiri cabang Prapatan adalah semata-mata untuk kepentingan perusahaan dan bukan untuk kepentingan pribadi, dan tindakan mereka dalam mengajukan kredit tersebut juga dilakukan berdasarkan permintaan dari Pimpinan DMR manajemen perusahaan; 2. Bahwa saudara Koko Sandoza; saudara Harianto Brasali; saudara Andre Nugraha Ahmad N, saudara Yakub A. Arupalakka dan alm. Dudy Laksamana telah memindahkan bukukan dari rekening pribadi ke rekening PT. Dwinogo Manunggaling Roso seluruh dana yang mereka peroleh dari Bank Mandiri cabang Prapatan; 3. Bahwa oleh karenanya, kami selaku Komisaris Utama, Komisaris dan Direktur Utama PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan ini menyatakan bertanggungjawab atas tindakantindakan yang dilakukan oleh saudara Koko Sandoza, saudara Harianto Brasali, saudara Andre Nugraha Ahmad N, saudara Yakub A. Arupalakka dan almarhum Dudy Laksamana sehubungan dengan perolehan dana dari Bank Mandiri cabang Prapatan melalui kredit atas nama masing-masing pribadi dari mereka semua ; 4. Bahwa oleh karena itu, kami selaku Komisaris Utama Komisaris dan Direktur Utama PT. Dwinogo Manunggaling Roso dengan ini juga menyatakan PT. Dwinogo Manunggaling Roso bertanggungjawab penuh atas pengembalian semua uang yang diperoleh melalui fasilitas kredit dari Bank Mandiri cabang Prapatan dikemudian hari, walaupun uang tersebut diperoleh melalui fasilitas kredit atas nama pribadi dari saudara Koko Sandosa, saudara Harianto Brasali, saudara Andre Nugraha Achmad N. saudara Yakub a. Arupalakka dan almarhum Dudy Laksamana, maupun atas nama kami sendiri, karena uang (dana) yang diperoleh tersebut sejak awal adalah semata-mata untuk kepentingan usaha PT. Dwinogo Manunggaling Roso; 3.9. Bahwa surat pernyataan tersebut kemudian diakui dalam Hal. 157 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

158 persidangan, dengan demikian maka terhadap perkara ini sebenarnya telah diakui dengan jelas oleh Direksi yang menjadi Terdakwa dalam perkara ini sebagai bukti surat yang sah sebagaimana yang dimaksud Pasal 184 ayat (1) sub c jo Pasal 187 butir d KUHAP, karenanya bukti surat ini seharusnya menjadi pertimbangan untuk menilai kwalitas Terdakwa II PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tidak termasuk sebagai pihak yang bersama-sama, dengan perkataan lain unsur bersama-sama tidak dapat dibuktikan; V. Keberatan pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. - Pertimbangan Hukum Tanpa Ayat; Menimbang, bahwa setelah memperhatikan dan mempelajari dengan teliti dan seksama Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa dari uraian bunyi surat Dakwaan sudah terang dan jelas, disusun secara teliti dan cermat, serta menguraikan bagaimana caracara perbuatan pidana tersebut dilakukan, oleh karena itu walaupun dalam penyebutan pasal Dakwaan ada kekurangan, tetapi dalam uraiannya sudah memenuhi ketentuan, dan kekurangan penyebutan ayat dari pasal yang didakwakan tersebut tidak menyebabkan Dakwaan jadi batal, maka keberatan dari Penasehat Hukum Terdakwa II/Pembanding/Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) tersebut harus ditolak. Bahwa pertimbangan hukum Pengadilan Tingkat Banding tersebut di atas, sangatlah keliru dan cenderung menyesatkan hukum. Hal ini sesuai dengan putusan sela Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara korupsi terhadap "Batalnya surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap Terdakwa Agus Budi Santoso yang dinyatakan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Batal Demi Hukum" karena Jaksa Penuntut Umum tidak mencantumkan "ayat" dalam dakwaannya. Hal ini juga sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI dalam putusannya tanggal 28 Maret 1957, Reg.No.47/K/Kr/1956, yang menyatakan : "Yang menjadi dasar tuntutan Pengadilan ialah Surat Tuduhan (dakwaan)". VI. Keberatan Karena Proses Persidangan Tidak Dilaksanakan Menurut Ketentuan Undang-undang. - Bahwa, dalam proses persidangan diketemukan fakta hukum Hal. 158 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

159 bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak menghadirkan saksi yang sebelumnya pada saat proses penyidikan telah diperiksa dan dibuatkan BAP oleh Penyidik (baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan), tetapi dalam persidangan tidak dihadirkan dengan alasan yang tidak berdasarkan Undang-Undang yang berlaku dalam hal ini Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Padahal dalam persidangan Penasehat Hukum Pembanding telah mengajukan kepada Majelis Hakim untuk menghadirkan saksi dalam persidangan dan Majelis Hakim mengindahkan pengajuan Penasihat Hukum Pembanding tersebut. Oleh karena itu jelas dan nyata terbukti melanggar Pasal 160 ke-1 huruf (c) KUHAP yang secara tegas menyatakan bahwa saksi yang menguntungkan maupun memberatkan Terdakwa yang tercantum dalam surat pelimpahan perkara dan atau untuk diminta oleh Terdakwa atau Penasehat Hukum atau Jaksa Penuntut Umum selama berlangsung sidang/sebelum dijatuhkannya putusan, Hakim Ketua Sidang wajib mendengar kesaksian tersebut. - Bahwa saksi tersebut antara lain contohnya adalah saksi Yosef Tjahjadjaja tanpa alasan yang sah tidak dipanggil dan dihadapkan dalam persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) padahal keterangan saksi tersebut dapat memberikan keterangan tentang kebenaran materiil dari perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa II I PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) yang bersifat menguntungkan. - Bahwa ada pula seorang saksi yang telah disumpah dan didengarkan kesaksiannya akan tetapi JPU telah memanipulatif keterangannya dengan tidak memasukan dalam surat tuntutan pidana sebagai bagian dari saksi. JPU bahkan telah mencoret nama tersebut (Vide tuntutan pidana halaman 190 alinea ke-3) yaitu saksi Linda Manurung, SE., dimana banyak sekali keterangan yang menguntungkan Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka). - Oleh karena itu putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Hal. 159 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

160 VII. Arupalakka) cacat hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum lagi karena telah melanggar ketentuan KUHAP dalam Pasal 188 ayat (3) yaitu penilaian atas kekuatan pembuktian dari suatu petunjuk dalam keadaan tertentu, dilakukan oleh Hakim dengan arif lagi bijaksana, setelah ia mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan berdasarkan hati nuraninya maupun Undang-Undang Pokok Kekuasaan Kehakiman terutama dalam Pasal 4 ayat (3) UU No.4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu segala campur tangan dalam urusan peradilan oleh pihak lain diluar kekuasaan kehakiman dilarang, kecuali dalam hal-hal sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Perihal isi dari Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam Perkara No. 156/PID/2004/PT. DKI - Bahwa, setelah mempelajari seluruh isi putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Terdakwa II/PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) berkesimpulan putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut sama persis dengan isi putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; - Bahwa, berdasarkan keterangan di atas menunjukkan dalam putusan tersebut tidak dapat ditemukan pertimbangan-pertimbangan dan fakta-fakta hukum baru yang memperkuat bahwa Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) telah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum; - Bahwa, putusan dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut berarti dalam pertimbangannnya hanya mengulang kembali isi putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan tidak terdapat pertimbangan-pertimbangan baru; PERIHAL WEWENANG KEJAKSAAN & PENGADILAN NEGERI DALAM PERKARA INI : - Bahwa, proses pemerikasaan dan penyidikan dalam perkara ini bukan merupakan kewenang dari Kejaksaan. - Bahwa, perkara ini merupakan tindak pidana khusus yakni Hal. 160 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

161 korupsi yang dalam hal ini ada lembaga khusus yang berwenang untuk memeriksa dan menanganinya menurut Undang-undang. - Bahwa, lembaga yang berwenang untuk menangani masalah korupsi menurut Undang-undang adalah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). - Bahwa, dengan demikian kejaksaan bukan lagi suatu lembaga yang patut dan berwenang menangani masalah korupsi ini. Maka, berdasarkan kenyataan di atas Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) berpendapat bahwa,. semua tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum baik ditingkat Peradilan Pertama maupun Banding adalah Batal Demi Hukum. Bahwa, berdasarkan tiadanya kewengan kejaksaan menangani perkara ini maka secara otomatis tidak ada wewenang Majelis Hakim Pengadilan Negeri dan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi menangani perkara ini. Dalam Pasal 255 point ke-3 KUHAP disebutkan : Dalam hal suatu putusan dibatalkan karena pengadilan atau Hakim yang bersangkutan tidak berwenang mengadili perkara tersebut, Mahkamah Agung menetapkan pengadilan atau Hakim lain mengadili perkara tersebut. Bahwa, sesuai dengan fakta-fakta hukum tersebut di atas, diperkuat lagi dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 572 KIPid/2003, maka dalam Putusan Perkara No. 1257/Pid.B/2003/PN.JKT.PST khususnya posisi Terdakwa III Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) adalah sama halnya dengan Posisi Terdakwa I (Akbar Tanjung) dimana posisi Terdakwa III Pembanding I Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) pada saat itu adalah sebagai Karyawan pada PT. Dwinogo Manuggaling Roso. Kebetulan atasannya yakni Alexander J. Parengkuan memerintahkan Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) untuk menandatangani berkas pengajuan kredit di Bank Mandiri cabang Prapatan. Sedangkan Terdakwa IIIPembandingI Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) sebagai bawahan dari Alexander J. Parengkuan merasa berkewajiban untuk menjalankan perintah atasannya, dan Terdakwa IIIPembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Hal. 161 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

162 Arupalakka) tidak menyadari dan tidak tahu bahwa berkas-berkas tersebut ada persyaratan yang kurang dilengkapi, yang diketahui Terdakwa II/ PembandingIPemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) adalah pencairan kredit tersebut adalah untuk kepentingan perusahaan. Hal ini diperkuat oleh surat pernyataan Direktur Utama, Komisaris dan Komisaris Utama dan di dalam persidangan tingkat pertama, bahwa Direktur Utama, Komisaris dan Komisaris Utama, bertanggungjawab atas segala akibatnya ( bukti fotokopi surat pernyataan terlampir ). Maka, berdasarkan keterangan dan fakta-fakta hukum di atas, diperkuat lagi dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 572 KIPid/2003 sudah seharusnyalah Terdakwa II / Pembanding / Pemohon Kasasi (Yakub A. Arupalakka) dibebaskan dari Dakwaan Primair dan Subsidair, berdasarkan Pasal 97 ayat 1 KUHP-ia berhak untuk memperoleh rehabilitasi; Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat : mengenai alasan-alasan Jaksa Penuntut Umum : Bahwa keberatan ini tidak dapat dibenarkan karena Judex Facti dapat saja mengambil alih pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama yang dinilainya sudah tepat dan benar tentang berat ringannya pidana dalam perkara ini adalah wewenang Judex Facti yang tidak tunduk pada kasasi; mengenai alasan-alasan Terdakwa I : Keberatan 1 : Bahwa keberatan ini tidak dapat dibenarkan karena ternyata dalam berkas memang tidak ada memori banding Terdakwa I, seperti yang dikemukakan juga oleh Judex Facti. Akan tetapi walaupun tak ada memori banding, perkara dapat dilanjutkan Pasal 237 KUHP mengemukakan, dengan demikian memori banding tidak menjadi halangan untuk melanjutkan persidangan pada Pengadilan Tingkat Banding ; Keberatan ke 2 s/d 4 : Bahwa keberatan-keberatan ini tidak dapat dibenarkan karena mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, keberatan semacam itu tidak dapat dipertimbangkan Hal. 162 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

163 dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum atau peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya, atau apakah cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang, dan apakah Pengadilan telah melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Undang-Undang No. 8 Tahun 1981) ; mengenai alasan-alasan Terdakwa II : Keberatan 1,4,5 dan 6 : Bahwa keberatan-keberatan ini tidak dapat dibenarkan karena Judex Facti sudah tepat dan benar ; Keberatan 2 dan 3 : Bahwa keberatan ini tidak dapat dibenarkan karena unsur pidana jelas dalam perkara ini, Terdakwa ternyata menyerahkan Foto copy KTP, menandatangani Akta Kredit dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan itu; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata, putusan judex facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi dari Jaksa/Penuntut Umum dan para Terdakwa tersebut harus ditolak ; Menimbang, bahwa oleh karena para Pemohon Kasasi/Terdakwa I dan II dipidana, maka harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ; Memperhatikan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 43 A Undang-Undang No.20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, Undang-Undang No.4 tahun 2004, Undang-Undang No.8 tahun 1981 dan Undang-Undang No.14 tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2004 dan peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ; M E N G A D I L I Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I. Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri JAKARTA PUSAT dan Pemohon Hal. 163 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

164 Kasasi II/para Terdakwa : 1. Terdakwa ANDRE NUGRAHA ACHMAD NOUVAL dan 2. Terdakwa YAKUB A. ARUPALAKKA tersebut ; Membebankan Pemohon Kasasi/Terdakwa I dan Terdakwa II tersebut untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp ,- (dua ribu lima ratus rupiah) ; Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Senin tanggal 27 Maret 2006 oleh Iskandar Kamil,SH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Prof. Dr.H. Kaimuddin Salle,SH.MH dan M. Bahaudin Qaudry,SH. Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut, dan dibantu oleh Dahmiwirda D,SH. Panitera Pengganti dan tidak dihadiri oleh Pemohon kasasi Jaksa/ Penuntut Umum, dan para Terdakwa ; Hakim-Hakim Anggota Ttd/Prof. Dr.H. Kaimuddin Salle,SH.MH Ttd/M. Bahaudin Qaudry,SH K e t u a Ttd/Iskandar Kamil,SH. Panitera Pengganti Ttd/Dahmiwirda D,SH. UNTUK SALINAN MAHKAMAH AGUNG R.I Panitera Panitera Muda Perkara Pidana Khusus S U H A D I,SH.MH Nip Hal. 164 dari 164 hal. Put. No K/Pid/2005

P U T U S A N. Nomor : 06/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N. Nomor : 06/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor : 06/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan Maia P U T U S A N Nomor 58 PK/Pid.Sus/2016 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara pidana khusus pada pemeriksaan Peninjauan Kembali

Lebih terperinci

NOMOR : 154/PID/2014/PT.BDG

NOMOR : 154/PID/2014/PT.BDG P U T U S A N NOMOR : 154/PID/2014/PT.BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN TINGGI JAWA BARAT di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam Tingkat Banding

Lebih terperinci

PUTUSAN No. 962 K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

PUTUSAN No. 962 K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G PUTUSAN No. 962 K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa

Lebih terperinci

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat No. 10/ 45 /DKBU Jakarta, 12 Desember 2008 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat Sehubungan dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 193 / Pid / 2015 /PT.Bdg.

P U T U S A N. Nomor 193 / Pid / 2015 /PT.Bdg. P U T U S A N Nomor 193 / Pid / 2015 /PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili dan memeriksa perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NO : 415/PID/2013/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NO : 415/PID/2013/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NO : 415/PID/2013/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 613/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. U m u r/tgl lahir : 29 Tahun/ 29 Nopember 1982;

P U T U S A N. Nomor : 613/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. U m u r/tgl lahir : 29 Tahun/ 29 Nopember 1982; P U T U S A N Nomor : 613/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHAHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHAHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor 81/PID/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHAHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI JAWA BARAT DI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 198/PID.B/2012/PTR. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA;

P U T U S A N NOMOR : 198/PID.B/2012/PTR. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; P U T U S A N NOMOR : 198/PID.B/2012/PTR. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 31/Pid/2013/PT.Bdg.

P U T U S A N. Nomor : 31/Pid/2013/PT.Bdg. P U T U S A N Nomor : 31/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 348/Pid.Sus/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N Nomor : 348/Pid.Sus/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor : 348/PidSus/2015/PTBdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktori Putusan M P U T U S A N Nomor: 4 PK/Pid.Sus/2015 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara tindak pidana korupsi pada pemeriksaan peninjauan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 267/PID.B/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 267/PID.B/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 267/PID.B/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru di Pekanbaru, telah memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding dalam

Lebih terperinci

tanggal 7 Januari 2013 sejumlah Rp ,- ;

tanggal 7 Januari 2013 sejumlah Rp ,- ; P U T U S A N Nomor 323/Pid.B/2014/ PN-Bj. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa perkara-perkara pidana pada Peradilan tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor: 08/PID.SUS.K/2014/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor: 08/PID.SUS.K/2014/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor: 08/PID.SUS.K/2014/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 86/Pid/2014/PT.Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor 86/Pid/2014/PT.Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor 86/Pid/2014/PT.Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PengadilanTinggi Bandung yang memeriksadanmengadiliperkarapidanapadatingkat banding, telahmenjatuhkanputusansebagaiberikut,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 65/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 65/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 65/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor :325/PID/2016/PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam pengadilan tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N No K/Pid/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N No K/Pid/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 1008 K/Pid/2007 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 281/PID/2013/PT. Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 281/PID/2013/PT. Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 281/PID/2013/PT. Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 21/PID.SUS.K/2014/PT-Mdn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 21/PID.SUS.K/2014/PT-Mdn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 21/PID.SUS.K/2014/PT-Mdn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI PADA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang mengadili perkara Tindak Pidana Korupsi

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor 356/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor 356/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor 356/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 159/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl. lahir : 32 tahun / 29 April 1981

P U T U S A N. Nomor : 159/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl. lahir : 32 tahun / 29 April 1981 P U T U S A N Nomor : 159/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 240/Pid/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 240/Pid/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 240/Pid/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :19 /PIDSUS.K/2012/PT-MDN.

P U T U S A N. Nomor :19 /PIDSUS.K/2012/PT-MDN. P U T U S A N Nomor :19 /PIDSUS.K/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA --------- PENGADILAN TINGGI MEDAN yang mengadili perkara - perkara tindak pidana korupsi dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 322/PID/2012/PT-MDN

P U T U S A N Nomor : 322/PID/2012/PT-MDN P U T U S A N Nomor : 322/PID/2012/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR 49/PID/2014/PT.Bdg

P U T U S A N NOMOR 49/PID/2014/PT.Bdg P U T U S A N NOMOR 49/PID/2014/PT.Bdg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

sebagai berikut dalam perkara Terdakwa ; Nama : ANGELA ADELIA FERDINA alias ELLA ;

sebagai berikut dalam perkara Terdakwa ; Nama : ANGELA ADELIA FERDINA alias ELLA ; PUTUSAN Nomor 208/Pid/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG DI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id P U T U S A N. Nomor 101/Pid.B/2014/PN-Sbg

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id P U T U S A N. Nomor 101/Pid.B/2014/PN-Sbg P U T U S A N Nomor 101/Pid.B/2014/PN-Sbg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 377/PID/2011/PT-MDN.

P U T U S A N. Nomor : 377/PID/2011/PT-MDN. P U T U S A N Nomor : 377/PID/2011/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN yang mengadili perkara - perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 358/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 358/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 358/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 316/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : UJANG SUHERMAN Bin ADANG

P U T U S A N. Nomor 316/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : UJANG SUHERMAN Bin ADANG P U T U S A N Nomor 316/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Pengadilan Tinggi Bandung yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara Pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id P U T U S A N Nomor 379/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 53/Pid.B/2014/PN.Bkn DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Bangkinang yang mengadili perkara pidana pada tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 376/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 376/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 376/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI [LN 1999/140, TLN 3874]

UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI [LN 1999/140, TLN 3874] UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI [LN 1999/140, TLN 3874] BAB II TINDAK PIDANA KORUPSI Pasal 2 (1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR 47 / PID / 2016 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR 47 / PID / 2016 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR 47 / PID / 2016 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 218/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor 218/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor 218/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana anak dalam tingkat banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 322/Pid/2013/PT Bdg. pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai

P U T U S A N. Nomor 322/Pid/2013/PT Bdg. pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai P U T U S A N Nomor 322/Pid/2013/PT Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 707 K/Pid/2003

P U T U S A N Nomor 707 K/Pid/2003 P U T U S A N Nomor 707 K/Pid/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 723/Pid/2014/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. : HAFNI HAYATI, Amd

P U T U S A N Nomor : 723/Pid/2014/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. : HAFNI HAYATI, Amd P U T U S A N Nomor : 723/Pid/2014/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 259/PID /2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 259/PID /2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 259/PID /2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 47/Pid/2013/PT.Bdg.

P U T U S A N. Nomor : 47/Pid/2013/PT.Bdg. P U T U S A N Nomor : 47/Pid/2013/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

Perkembangan Kasus Perjadin Mantan Bupati Jembrana: Terdakwa Bantah Tudingan Jaksa

Perkembangan Kasus Perjadin Mantan Bupati Jembrana: Terdakwa Bantah Tudingan Jaksa Perkembangan Kasus Perjadin Mantan Bupati Jembrana: Terdakwa Bantah Tudingan Jaksa balinewsnetwork.com Mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa membantah tudingan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut dirinya

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 247 / PID / 2013 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 247 / PID / 2013 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 247 / PID / 2013 / PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 630/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur/Tanggal Lahir : 50 tahun/27 Desember 1962;

P U T U S A N. Nomor : 630/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur/Tanggal Lahir : 50 tahun/27 Desember 1962; P U T U S A N Nomor : 630/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147/PID.SUS/2013/PTR

P U T U S A N Nomor : 147/PID.SUS/2013/PTR P U T U S A N Nomor : 147/PID.SUS/2013/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; Pengadilan Tinggi Pekanbaru, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN [LN 1998/82, TLN 3790]

UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN [LN 1998/82, TLN 3790] UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN [LN 1998/82, TLN 3790] 33. Ketentuan Pasal 46 ayat (1) diubah, sehingga Pasal 46 ayat (1) menjadi

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 227/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 227/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 227/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1998 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

P U T U S A N NO : 356/PID/2015/PT.MDN.-

P U T U S A N NO : 356/PID/2015/PT.MDN.- P U T U S A N NO : 356/PID/2015/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------- PENGADILAN TINGGI DI MEDAN, yang mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor 651/Pid/2017/PT MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang mengadili perkara-perkara pidana dalam pengadilan tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 1515K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

P U T U S A N No. 1515K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G P U T U S A N No. 1515K/Pid/2002 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN.

MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN. MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN www.kompasiana.com Mantan Kepala Divisi Konstruksi VII PT Adhi Karya Wilayah Bali, NTB, NTT, dan Maluku, Imam Wijaya Santosa, kembali mendapat pengurangan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 26/PID/2015/PT.BDG.

P U T U S A N NOMOR : 26/PID/2015/PT.BDG. P U T U S A N NOMOR : 26/PID/2015/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 777/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 777/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 777/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR 91/PID.SUS/2016/PT PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR 91/PID.SUS/2016/PT PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR 91/PID.SUS/2016/PT PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana pada peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 93/PID/2013/PT. BDG

P U T U S A N NOMOR : 93/PID/2013/PT. BDG P U T U S A N NOMOR : 93/PID/2013/PT. BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 175/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 175/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 175/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor: 416/PID/2016/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam pengadilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor : 198/PID.SUS/2016/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 491/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 491/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 491/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N NO : 11/PID.SUS/2011/PT.MDN.-

P U T U S A N NO : 11/PID.SUS/2011/PT.MDN.- P U T U S A N NO : 11/PID.SUS/2011/PT.MDN.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA --------PENGADILAN TINGGI DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana Korupsi dalam peradilan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN KASUS. Nomor 81/ Pdt.G/2012/PN.Pbr, yang pada pokoknya sebagai berikut:

BAB II GAMBARAN KASUS. Nomor 81/ Pdt.G/2012/PN.Pbr, yang pada pokoknya sebagai berikut: BAB II GAMBARAN KASUS Pelawan telah mengajukan perlawanannya sesuai dengan Perlawanan Pelawan tertanggal 12 Juli 2012 yang terdaftar pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pekanbaru tertanggal 12 Juli 2012,

Lebih terperinci

Nomor : 191/PID/2014/PT.BDG

Nomor : 191/PID/2014/PT.BDG P U T U S A N Nomor : 191/PID/2014/PT.BDG DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 160/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 160/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 160/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor : 312/PID.SUS/2016/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor : 17/PID.SUS.TPK/2016/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara tindak

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 85/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur/tanggal lahir : 21 tahun / 27 Agustus 1992

P U T U S A N Nomor : 85/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur/tanggal lahir : 21 tahun / 27 Agustus 1992 P U T U S A N Nomor : 85/PID/2015/PT.MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N 10/PID.SUS-LH/2017/PT.PBR

P U T U S A N 10/PID.SUS-LH/2017/PT.PBR Nomor P U T U S A N 10/PID.SUS-LH/2017/PT.PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 284/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA : IRWANSYAH PUTRA HASIBUAN.

P U T U S A N NOMOR : 284/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA : IRWANSYAH PUTRA HASIBUAN. P U T U S A N NOMOR : 284/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor 15/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N. Nomor 15/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. P U T U S A N Nomor 15/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH [LN 2008/94, TLN 4867]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH [LN 2008/94, TLN 4867] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH [LN 2008/94, TLN 4867] BAB XI KETENTUAN PIDANA Pasal 59 (1) Setiap orang yang melakukan kegiatan usaha Bank Syariah, UUS, atau kegiatan penghimpunan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 99 / PID / 2014 / PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 99 / PID / 2014 / PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA 1 P U T U S A N NOMOR : 99 / PID / 2014 / PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding menjatuhkan

Lebih terperinci

PENGADILAN TINGGI MEDAN

PENGADILAN TINGGI MEDAN P U T U S A N Nomor :116/PID/2016/PT.MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana dalam pengadilan tingkat banding, telah

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 529/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 529/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 529/PID/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 08/PID.TIPIKOR/2013/PT.KT.SMDA

P U T U S A N NOMOR : 08/PID.TIPIKOR/2013/PT.KT.SMDA 1 P U T U S A N NOMOR : 08/PID.TIPIKOR/2013/PT.KT.SMDA DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda, yang

Lebih terperinci