DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
|
|
|
- Ivan Gunawan
- 10 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Hukum Lingkungan Internasional Disusun Oleh : Oktagape Lukas B2A Yoseph Hiskia B2A Bayu Herdianto B2A FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008
2 DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN BAGIAN I KILASAN ARTIKEL Tulisan karya Prof.DR. FX.Adji Samekto SH, MHum berjudul DOMINASI NEGARA DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN ini berbicara mengenai fenomena modernisasi model dunia ketiga yang mempunyai hubungan erat dengan kerusakan lingkungan. Untuk keperluan analisis tulisan ini maka akan diuraikan dalam beberapa bagian. Apa Yang Dimaksud Modernisasi. Penggunaan istilah modernisasi sering dikaitkan dengan istilah pembangunan, karena dianggap memiliki kesamaan arti dengan pembangunan. Sesuai analogi tersebut maka secara teori, modernisasi dan pembangunan pada dasarnya merupakan teori perubahan sosial. Dalam perspektif ilmuwan barat, pengertian modernisasi menunjuk kepada satu tipe perubahan sosial yang berasal dari revolusi industri Inggris ( ) dan revolusi politik Perancis ( ). Jadi modernisasi merupakan satu tipe perubahan sosial yang merujuk pada revolusi industri dan politik dalam masyarakat barat. Dalam konteks modernisasi, penggunaan cara-cara budaya Barat maupun pemasukan barang-barang materi Barat merupakan bagian dari modernisasi. Oleh karena itu, proses modernisasi disebut sebagai westernisasi, dengan komponen-komponennya yang terdiri atas industrialisasi, demokrasi dan ekonomi pasar. Latar Belakang Munculnya Modernisasi. Kesulitan ekonomi yang terjadi di Amerika dan negara-negara Eropa Barat akibat perang dunia II menghasilkan konsolidasi antara Amerika dan Eropa Barat dalam rangka memulihkan perekonomian mereka, lalu terjadilah perubahan dalam hubungan antar negara di bidang sosial, politik dan ekonomi. Dominasi kapitalisme diwujudkan dalam penjajahan non fisik, karena sudah tidak mungkin lagi melakukan penjajahan fisik. Teori modernisasi lahir dan diaplikasikan ke negara-negara berkembang atau negara dunia ketiga. Teori ini dibuat untuk menarik dan dapat diterapkan di negara-negara dunia ketiga namun tetap menjaga eksistensi kapitalisme itu sendiri. Penerapan Modernisasi di Negara-Negara Barat. Sesuai paham kapitalisme yang meminimalkan peran negara dalam urusan-urusan ekonomi masyarakat, maka negara hanya berperan sebagai fasilitator untuk menjamin kelancaran berjalannya mekanisme pasar bebas. Mereka yang melakukan kegiatan dalam rangka modernisasi adalah pengusaha, industri yang didukung petani dan buruh. Masingmasing saling melakukan interaksi dalam mekanisme pasar bebas yang sehat dan kompetitif.
3 Kelas pekerja yang terampil dan kelas menengah yang energik, mandiri, dan menentukan, mendorong timbulnya kekuatan-kekuatan politik sehingga negara tidak dapat memaksakan kehendaknya pada masyarakat. Penerapan Modernisasi di Negara-Negara Dunia Ketiga. Penerapan teori modernisasi di negara-negara dunia ketiga menghasilkan dominasi peran negara. Menurut Gerschenkron yang dikutip Agus Subagyo (2002) dinyatakan bahwa makin terlambat suatu negara melakukan proses industrialisasi, makin diperlukan campur tangan negara. Oleh karenanya negara harus terlibat dalam pembangunan ekonomi. Keterlibatan negara inilah yang mendorong negara untuk terjun dalam proses-proses ekonomi, seperti melakukan akumulasi modal, mendorong terciptanya dunia usaha serta campur tangan dalam regulasi di bidang industri dan perdagangan. Perbedaan Model Modernisasi di Negara-Negara Barat dan Negara- Negara Dunia Ketiga. a. Perbedaan perkembangan nilai-nilai demokrasi negara-negara Barat dengan negara-negara dunia ketiga. Modernisasi diukur berdasarkan sejauh mana pola-pola dan nilai-nilai demokrasi barat tertanam dan berkembang dalam masyarakat. Modernisasi negara-negara dunia ketiga lalu dilihat dari kemampuan negara yang bersangkutan dalam mengembangkan pola-pola kehidupan politik sesuai dengan prinsipprinsip demokrasi, rasionalitas dan obyektivitas dalam ukuran negaranegara Barat, pencetus kapitalisme (Vedi R.Hadiz 1999). b. Perbedaan tingkat kekayaan (modal) untuk melaksanakan pembangunan. Pada pertumbuhan awal negara-negara industri di negara Eropa Barat proses industrialisasi membutuhkan modal kecil sehingga modernisasi dapat dijalankan oleh pengusaha dan masyarakat tanpa campur tangan negara, sedangkan modernisasi di negara-negara dunia ketiga membutuhkan modal besar karena ketinggalan negara-negara Barat dalam bidang teknologi dan sumber daya manusia. c. Modernisasi di negara-negara Barat meminimalkan peran negara dalam urusan-urusan ekonomi masyarakatnya, sedangkan modernisasi dalam negara-negara dunia ketiga justru menciptakan dominasi negara dalam urusan-urusan ekonomi masyarakatnya. Hal ini terjadi karena dilatar belakangi perbedaan-perbedaan yang dijelaskan di sub bab a dan b diatas. Dominasi Negara Menyebabkan Kerusakan Lingkungan Dominasi negara menciptakan kolaborasi-kolaborasi antara kekuatan kapitalisme global dan penguasa atau negara. Kekuatan kapitalisme global berkepentingan dengan terus terjaganya pasokan
4 bahan baku maupun hasil produksi yang harus terus menerus diperbesar demi akumulasi keuntungan. Penguasa berkepentingan dengan keuntungan-keuntungan pribadi sesaat yang dapat diperoleh karena kewenangannya, karena itu muncul kerusakan lingkungan. Negara Indonesia adalah salah satu negara dunia ketiga dan dalam kaitannya dengan penerapan modernisasi, terdapat banyak kasus lingkungan hidup yang tidak direspon dengan sungguh-sungguh oleh negara. Hal ini disebabkan karena pembuatan peraturan di bidang lingkungan banyak yang tidak melibatkan masyarakat, tidak efektifnya penegakan hukum, serta terbentuknya pola pikir yang salah tentang lingkungan di masyarakat. Berbagai modus terjadinya kerusakan lingkungan di Indonesia antara lain adalah pembabatan hutan, penebangan liar, pembangunan areal pemukiman secara sembarangan. Dalam konteks dominasi negara modusnya antara lain pembiaran pengambilan keaneka ragaman hayati oleh perusahaan-perusahaan asing, ataupun pemberian izin pembuangan limbah dari negara asing ke Indonesia. BAGIAN II ANALISA Teori Modernisasi dan Proses Westernisasi di Negara-Negara Dunia Ketiga Sebelum memahami dan menganalisa artikel ini lebih jauh, selayaknya kita mengkaji dahulu apa yang dimaksud dengan Teori Modernisasi, dan apa hubungannya dengan Westernisasi. Teori Modenisasi pada dasarnya merupakan teori perubahan sosial yang dikembangkan di Eropa Barat. Teori ini berusaha mengkaji faktorfaktor yang dianggap penting dalam proses perkembangan masyarakat dan transformasi sosial yang turut menyertainya. Teori ini pada awalnya dianggap sebagai suatu Grand Theory yang berlaku universal 1. Namun dalam kenyataannya teori ini sendiri tidak lepas dari kritik. Karena landasannya didasarkan atas pengalaman dan perubahan sosial masyarakat Eropa, seringkali teori ini mengalami bias budaya. Teori modernisasi seakan melakukan generalisasi bahwa setiap budaya dan masyarakat memiliki faktor-faktor sosial dan kebutuhan yang sama seperti masyarakat Barat. Hingga akhirnya ketiga teori ini diterapkan di Negara Dunia Ketiga di kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang memiliki kebutuhan dan faktor sosial yang berbeda, teori ini dapat dianggap gagal dan sulit atau bahkan tidak dapat diterapkan 2. Kritik lain menyebutkan bahwa Modernisasi tidak dapat dipisahkan dari Westernisasi. Hal ini dikarenakan bahwa untuk tercapainya proses Modernisasi, maka harus dilakukan suatu rekayasa sosial dan pembentukan faktor-faktor yang identik dengan situasi dan kondisi sosial 1 Wikipedia, the free encyclopedia, Modernization, 2 Wikipedia, the free encyclopedia, Modernization Theory
5 masyarakat Eropa. Buruknya jika hal ini dilakukan, maka secara otomatis budaya dan nilai masyarakat lokal harus digeser dan digantikan dengan nilai dan budaya Eropa. Akibatnya mau tidak mau masyarakat yang sebelumnya bukan Barat harus bertransformasi dan berubah menjadi Barat. 3 Hal-hal seperti inilah yang seringkali terjadi pada Negara Dunia Ketiga. Hingga proses modernisasi seringkali gagal dan bahkan memakan biaya yang sangat besar. Bahkan Negara-Negara Asia yang dianggap Macan Ekonomi Asia pun, sepert Jepang, Korea Selatan, dan Singapura seringkali mengalami transformasi sosial besar hingga muncul ungkapan bahwa mereka lebih tepat dikategorikan sebagai Barat daripada Asia. Kekuatan Kapital Asing Sebagai Agen Dari Modenisasi di Negara- Negara Dunia Ketiga Era Globalisasi memunculkan pemain baru dalam kancah politik Internasional. Mereka adalah perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional, dengan mayoritas berasal dari negara Barat, hadir sebagai wakil utama dari kekuatan Kapital Asing. Mereka sangat kaya dan kuat. Sebagai perbandingan perusahaan mobil Amerika General Motors memiliki penerimaan sebesar 191,4 Miliar Dollar Amerika pada tahun Jumlah ini lebih besar dari PDB 148 Negara. Pada tahun 2005, perusahaan ritel Amerika Wal-Marts memperoleh penghasilan 285,2 Miliar Dollar. Jumlah ini lebih besar dibanding PDB apabila seluruh negara di kawasan Sub-Sahara Afrika dijadikan satu 4. Perusahaan multinasional dengan kekuatan modalnya yang sangat besar seringkali hadir di negara-negara dunia ketiga. Lewat berbagai bentuk investasi dan metode outsourcing serta eksploitasi sumber daya alam di negara bersangkutan. Perusahaan multinasional tidak hanya menjadikan negara dunia ketiga sebagai tempat untuk memperoleh bahan baku dan sumber daya alam serta menghasilkan barang dengan harga murah, namun juga menciptakan pasar yang potensial. Dalam proses penciptaan pasar ini, maka harus pula diciptakan tuntutan akan barang dan mekanisme dalam pemenuhan terhadap tuntutan itu. Disinilah kemudian perusahaan multinasional muncul sebagai agen utama dari modernisasi dan westernisasi. Perusahaan multinasional menjadi jembatan antara negara Barat yang maju dengan negara dunia ketiga yang berkembang, baik dalam proses transfer teknologi maupun kebudayaan antara keduanya. Bagi negara maju, perusahaan multinasional berjasa memproduksi dan membawa barang-barang murah berkualitas dari negara dunia ketiga. Perusahaan multinasional juga menjadi penyalur utama bagi sumber daya alam dari negara-negara dunia ketiga ke negara maju. Bagi negara dunia ketiga, perusahaan 3 Martina Schuster, Modernization theory and dependencia: Why did they fail?, 4 Joseph E Stiglitz, Making Globalization Work: Menyiasati Globalisasi Menuju Dunia Yang Lebih Adil, p.276
6 multinasional memperkenalkan mereka dengan teknologi dan taraf hidup yang lebih tinggi. Serta nilai dan budaya yang beriringan bersama itu. Peran perusahaan multinasional di negara dunia ketiga sendiri kemudian berkembang menjadi sedemikian penting. Bagi negara dunia ketiga, perusahaan multinasional tidak hanya memberikan taraf hidup yang layak dan kesempatan bagi produk mereka mencapai negara maju. Perusahaan multinasional juga memberi lapangan kerja, menghidupkan perekonomian, sumber investasi dan penanaman modal asing, serta berbagai penghasilan dan insentif lainnya yang memberi keuntungan. Maka tidak heran apabila perusahaan mutinasional menjadi pondasi ekonomi di banyak negara dunia ketiga. Negara Dunia Ketiga dan Kegagalannya dalam Penanganan Kerusakan Lingkungan Dibalik berbagai keuntungan dan manfaat dari perusahaan multinasional diatas, perlulah kita ingat bahwa bagaimanapun juga tujuan utama perusahaan multinasional adalah keuntungan. Perusahaan multinasional pada dasarnya merupakan mesin uang yang bekerja untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal sekecilkecilnya sesuai prinsip kapitalisme. Motif ini pula yang seringkali mendorong perusahaan multinasional untuk melakukan tindakan yang tidak pantas. Hingga menimbulkan akibat buruk bagi negara dunia ketiga dimana perusahaan itu berada. Sebelumnya perlu kita ketahui, menurut Joseph Stiglitz 5, dalam suatu proses produksi dan eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan oleh perusahaan multinasional, selalu muncul dua jenis biaya yang harus ditanggung. Pertama adalah biaya pribadi, dalam artian biaya murni yang menjadi ongkos dilakukannya proses produksi dan eksploitasi. Kedua adalah biaya sosial yang berasal dari penanggulangan dampak terhadap lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Sebagai contoh dalam perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, dibutuhkan biaya dalam proses produksi untuk menyuling minyak dan ongkos produksi lainnya. Namun selain itu juga dibutuhkan biaya yang lebih besar untuk menanggulangi polusi yang dihasilkan oleh proses produksi dan penanggulangan limbah. Kedua biaya ini seharusnya wajib ditanggung oleh perusahaan. Namun sayangnya seringkali perusahaan menolak menanggung biaya sosial tersebut. Jumlah biaya sosial yang sangat besar bagi perusahaan hanya akan mengurangi keuntungan dan menambah beban perusahaan. Maka perusahaan multinasional dengan modal yang besar dan dilindungi oleh pengaruh politik yang sangat kuat, menghindar dari kewajibannya untuk menanggung dampak dari proses produksi yang mereka lakukan. Untuk itupun mereka tidak segan mengunakan pengaruh politik yang mereka punya demi kepentingan dan keuntungan mereka. 5 Joseph E Stiglitz, Op.cit, p.279
7 Penggunaan pengaruh politik ini tidak hanya terjadi di negara dunia ketiga, tapi juga terjadi di negara maju. Sebagai perbandingan perusahaan-perusahaan farmasi Amerika lewat proses lobi yang memakan biaya lebih dari 759 juta Dollar Amerika berhasil mempengaruhi sekitar 1400 keputusan Kongres Amerika agar berpihak pada mereka 6. Situasi yang lebih parah justru terjadi di negara dunia ketiga. Dimana perusahaan multinasional mengunakan pengaruh politiknya untuk mengendalikan kebijakan pemerintah. Salah satu sektor yang mengalami dampak parah adalah sektor lingkungan. Di negara dunia ketiga, kerusakan lingkungan yang terjadi sangat parah. Hal ini disebabkan oleh perusahaan multinasional yang menolak bertanggung jawab atas dampak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat proses produksi dan eksplorasi yang mereka lakukan. Sementara dari pihak pemerintah negara dunia ketiga sendiri menghadapi dilema. Disatu sisi pemerintah harus menegakkan kebijakkan lingkungan yang melindungi kepentingan masyarakatnya, namun disisi lain pemerintah harus melindungi kepentingan modal asing dan perusahaan multinasional yang menopang ekonominya. Korupsi yang terjadi di negara dunia ketiga juga memperparah kondisi yang terjadi. Perusahaan multinasional memilih untuk menyuap penjabat-penjabat pemerintahan daripada membayar biaya sosial yang lebih besar. Perusahaan multinasional sendiri juga sering mengunakan kekuatan kapitalnya sebagai alat tawar terhadap pemerintah. Termasuk dengan mengancam akan memindahkan kapitalnya keluar dari satu negara ke negara lain. Hal seperti inilah yang terjadi di Papua Nugini, tambang besar timah dan tembaga Ok Tedi membuang ton material beracun setiap hari ke sungai Ok Tedi dan sungai Fly selama dua belas tahun, dalam kegiatan ekstraksi yang bernilai sekitar 6 miliar dollar. Ketika bahan tambang habis, perusahaan yang mayoritas kepemilikannya dipegang oleh Australia itu, begitu saja meninggalkan pertambangan tersebut setelah mengakui bahwa perusahaannya tidak begitu memerhatikan dampak kerusakan lingkungan cukup besar. Perusahaan itu mengalihkan kepemilikannya kepada pemerintah, dan membiarkan pemerintah yang kebingungan mencari dana untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan. Jumlah pasti kerugian yang dialami sangat sulit untuk ditentukan, tapi sangat jelas bahwa jumlah tersebut sangat besar dan harus ditanggung oleh masyarakat Papua Nugini 7. 6 Joseph E Stiglitz, Op.cit, p Joseph E Stiglitz, Op.cit, p.285
8 SUMBER UTAMA : FX Adji Samekto, Dominasi Negara dan Kerusakan Lingkungan ; Harian Suara Merdeka, Rabu 5 Juni 2002 SUMBER PENDAMPING : 1. Wikipedia, the free encyclopedia, Modernization Theory, diambil dari 2. Wikipedia, the free encyclopedia, Modernization, diambil dari 3. Martina Schuster, Modernization theory and dependencia: Why did they fail?, diambil dari 4. Joseph E Stiglitz, Making Globalization Work: Menyiasati Globalisasi Menuju Dunia Yang Lebih Adil, PT Mizan Pustaka, 2007
BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem ekonomi dari perekonomian tertutup menjadi perekonomian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fenomensa globalisasi dalam bidang ekonomi mendorong perkembangan ekonomi yang semakin dinamis antar negara. Dengan adanya globalisasi, terjadi perubahan sistem ekonomi
Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM
Menyoal Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia * Oleh: Prayoto Fakultas Teknik, UNIKOM Mempersoalkan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu hal yang tidak mudah. Apalagi kita sebagai bangsa Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Korea. Jepang melakukan eksploitasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Sejarah Korea yang pernah berada di bawah kolonial kekuasaan Jepang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Korea. Jepang melakukan eksploitasi sumber
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Selama pasca krisis ekonomi global tahun 2008 yang melanda dunia, perekonomian dunia mengalami berbagai penurunan ekspor non migas. Beberapa negara di dunia membatasi
BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE
BAB IV GAMBARAN UMUM PERDAGANGAN INDONESIA KE ASEAN PLUS THREE 4.1. Kerjasama Ekonomi ASEAN Plus Three Kerjasama ASEAN dengan negara-negara besar di Asia Timur atau lebih dikenal dengan istilah Plus Three
BAB I PENDAHULUAN. integral dan menyeluruh. Pendekatan dan kebijaksanaan sistem ini telah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis pembangunan ekonomi yang terjadi disuatu Negara yang diukur dari perbedaan PDB tahun
NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG Salah satu ciri dari negara berkembang adalah sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Kegiatan pertanian yang dilakukan masih menggunakan peralatan tradisional,
BAB I PENDAHULUAN. memilikinya,melainkan juga penting bagi masyarakat dunia.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hutan memiliki arti penting bagi negara. Kekayaan alam yang terkandung di dalamnya mencerminkan potensi ekonomi yang besar dan strategis bagi pembangunan nasional. Kekayaan
I. PENDAHULUAN. perkembangan industrialisasi modern saat ini. Salah satu yang harus terus tetap
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan energi dunia akan semakin besar seiring dengan pesatnya perkembangan industrialisasi modern saat ini. Salah satu yang harus terus tetap terpenuhi agar roda
TEORI PERTUMBUHAN WALT WHITMAN ROSTOW
TEORI PERTUMBUHAN WALT WHITMAN ROSTOW A. TEORI ROSTOW Teori pembangunan ekonomi Rostow pada mulanya dimuat dalam Economics Journal (Maret 1956), kemudian dikembangkan dalam bukunya The Stages of Economic
Konsep Dasar Ekonomi Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM
Konsep Dasar Ekonomi Pembangunan Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Permasalahan Pembangunan Ekonomi - Pendekatan perekonomian : Pendekatan Makro - Masalah dalam perekonomian : rendahnya pertumbuhan ekonomi
PEMBANGUNAN & PERUBAHAN SOSIAL. Kritik Terhadap Mazhab Pembangunan (Developmentalism)
PEMBANGUNAN & PERUBAHAN SOSIAL Kritik Terhadap Mazhab Pembangunan (Developmentalism) Apakah pembangunan yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi sudah mampu mensejahterakan rakyat Indonesia? Indeks pembangunan
I. PENDAHULUAN. Globalisasi perdagangan internasional memberi peluang dan tantangan bagi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi perdagangan internasional memberi peluang dan tantangan bagi perekonomian nasional, termasuk di dalamnya agribisnis. Kesepakatan-kesepakatan pada organisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI 2.1 Sejarah Industri Barang Konsumsi Pada sekitar tahun 1920-an industri modern di Indonesia hampir semuanya dimiliki oleh orangasing meskipun jumlahnya relatif
BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN) Pada sekitar tahun 1920-an industri modern di Indonesia hampir
BAB II DESKRIPSI (OBYEK PENELITIAN) 1.1. Sejarah Industri Barang Konsumsi Pada sekitar tahun 1920-an industri modern di Indonesia hampir semuanya dimiliki oleh orangasing meskipun jumlahnya relatif sedikit.
Para filsuf Eropa menyebut istilah akhir sejarah bagi modernisasi yang kemudian diikuti dengan perubahan besar.
Tiga Gelombang Demokrasi Demokrasi modern ditandai dengan adanya perubahan pada bidang politik (perubahan dalam hubungan kekuasaan) dan bidang ekonomi (perubahan hubungan dalam perdagangan). Ciriciri utama
Nama:bayu prasetyo pambudi Nim: Analisis negara maju negara berkembang
Nama:bayu prasetyo pambudi Nim:1106341 Analisis negara maju negara berkembang Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang
BAB VIII TIGA BUTIR SIMPULAN. Pada bagian penutup, saya sampaikan tiga simpulan terkait kebijakan
BAB VIII TIGA BUTIR SIMPULAN Pada bagian penutup, saya sampaikan tiga simpulan terkait kebijakan investasi di Indonesia jika ditinjau dari perspektif demokrasi ekonomi, yaitu: Pertama, UU 25/2007 telah
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
BAB I PENDAHULUAN. diperoleh dengan melakukan kerjasama dengan negara-negara lain, walaupun. akan sangat menarik dijalankan (Ulfah, 2013: 2).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Globalisasi sangat berperan dalam perkembangan dunia secara keseluruhan. Dengan adanya globalisasi seakan dunia tidak memiliki batasan dan jarak, tidak lagi
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan
BAB I PENDAHULUAN. Pada awal masa pembangunan Indonesia dimulai, perdagangan luar negeri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada awal masa pembangunan Indonesia dimulai, perdagangan luar negeri Indonesia bertumpu kepada minyak bumi dan gas sebagai komoditi ekspor utama penghasil
ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA
ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam
I. PENDAHULUAN , , , ,3 Pengangkutan dan Komunikasi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian di Indonesia merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Sektor pertanian secara potensial mampu memberikan kontribusi
V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS
V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS 93 5.1. Perkembangan Umum MIHAS Pada bab ini dijelaskan perkembangan bisnis halal yang ditampilkan pada pameran bisnis halal Malaysia International Halal Showcase
BAB I PENDAHULUAN. kebangkitan kembali sektor manufaktur, seperti terlihat dari kinerja ekspor maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Prospek industri manufaktur tahun 2012, pada tahun 2011 yang lalu ditandai oleh kebangkitan kembali sektor manufaktur, seperti terlihat dari kinerja ekspor
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan atas sumber daya
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan atas sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan atas sumber daya air, sumber daya lahan, sumber daya hutan, sumber
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN SRAGEN TUGAS AKHIR
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN SRAGEN TUGAS AKHIR Oleh: SESARIA HADIANI L2D 005 401 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
II. TINJAUAN PUSTAKA. atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Perdagangan Internasional Menurut Oktaviani dan Novianti (2009) perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan negara lain
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap
BAB I PENDAHULUAN. negara, meningkatkan output dunia, serta menyajikan akses ke sumber-sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan merupakan faktor penting untuk merangsang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perdagangan akan memperbesar kapasitas konsumsi suatu negara, meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Globalisasi ekonomi bagi seluruh bangsa di dunia adalah fakta sejarah yang harus dihadapi dan terlibat didalamnya termasuk negara-negara di kawasan ASEAN. Globalisasi
ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. *
ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * Era perdagangan bebas di negaranegara ASEAN tinggal menghitung waktu. Tidak kurang dari 2 tahun pelaksanaan
I. PENDAHULUAN. penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah, terutama pada sektor pertanian. Sektor pertanian sangat berpengaruh bagi perkembangan
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Pada penelitian tentang penawaran ekspor karet alam, ada beberapa teori yang dijadikan kerangka berpikir. Teori-teori tersebut adalah : teori
TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH : PUTRI MERIYEN BUDI S
TUGAS ESSAY EKONOMI ENERGI TM-4021 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA OLEH NAMA : PUTRI MERIYEN BUDI S NIM : 12013048 JURUSAN : TEKNIK GEOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2015 POTENSI INDUSTRI CBM DI INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN. antara satu negara dengan negara lainnya. Salah satu usaha yang selalu dilakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap negara selalu berusaha meningkatkan pembangunan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Usaha tersebut dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda antara
Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Kelas Menengah *
Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Kelas Menengah * Farchan Bulkin 1. Gejala kelas menengah dan sektor swasta tidak bisa dipahami dan dianalisa tanpa pemahaman dan analisa kapitalisme. Pada mulanya, dewasa ini
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan ekonomi yang semakin luas dari setiap negara di dunia, baik keterbukaan dalam perdagangan luar negeri (trade openness) maupun
MATA KULIAH TEORI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL TEORI-TEORI AKTOR HI. Oleh : Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si
MATA KULIAH TEORI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL TEORI-TEORI AKTOR HI Oleh : Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si TEORI STATE CENTRIS TEORI TRANSNASIONAL CENTRIS TEORI GLOBAL CENTRIS TEORI STATE CENTRIS TEORI STATE
menjadi katalisator berbagai agenda ekonomi Cina dengan negara kawasan Indocina yang semuanya masuk dalam agenda kerja sama Cina-ASEAN.
BAB V KESIMPULAN Kebangkitan ekonomi Cina secara signifikan menguatkan kemampuan domestik yang mendorong kepercayaan diri Cina dalam kerangka kerja sama internasional. Manuver Cina dalam politik global
ANALISIS PELUANG INTERNASIONAL
ANALISIS PELUANG INTERNASIONAL SELEKSI PASAR DAN LOKASI BISNIS INTERNASIONAL Terdapat dua tujuan penting, konsentrasi para manajer dalam proses penyeleksian pasar dan lokasi, yaitu: - Menjaga biaya-biaya
BAB I PENDAHULUAN. terpuruk. Konsekuensi dari terjadinya krisis di Amerika tersebut berdampak pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kredit macet sektor perumahan di Amerika Serikat menjadi awal terjadinya krisis ekonomi global. Krisis tersebut menjadi penyebab ambruknya pasar modal Amerika
BAB I PENDAHULUAN. peradaban umat manusia di berbagai belahan dunia (Maryudi, 2015). Luas hutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumberdaya hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi. Peran penting sumberdaya hutan
IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI
IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI (Studi Kasus: PT Coca Cola Bottling Indonesia Divisi Jawa Tengah, PT. Leo Agung Raya, PT Djarum Kudus, dan Sentra Industri
JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA
UPAYA JEPANG DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN KAWASAN ASIA TENGGARA RESUME SKRIPSI Marsianaa Marnitta Saga 151040008 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teh ditemukan sekitar tahun 2700 SM di Cina. Seiring berjalannya waktu, teh saat ini telah ditanam di berbagai negara, dengan variasi rasa dan aroma yang beragam. Menurut
BAB V KESIMPULAN. A. Kesimpulan. jasa, finansial dan faktor produksi di seluruh dunia. Globalisasi ekonomi dipandang
134 BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Globalisasi ekonomi adalah proses pembentukan pasar tunggal bagi barang, jasa, finansial dan faktor produksi di seluruh dunia. Globalisasi ekonomi dipandang juga sebagai
Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si. Ir. Daru Retnowati, M.Si.
Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si. Ir. Daru Retnowati, M.Si. Pertemuan ke-10 (02) Berdasarkan keragka teori dan metode pengkajiannya, teori modernisasi mampu menurunkan berbagai impliaksi kembijakan pembangunan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkebunan merupakan salah satu subsektor strategis yang secara ekonomis, ekologis dan sosial budaya memainkan peranan penting dalam pembangunan nasional. Sesuai Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Di era globalisasi perdagangan diseluruh dunia, dimana siklus perdagangan dapat dengan bebas bergerak ke setiap Negara di penjuru dunia. yang secara langsung berpengaruh
Materi Minggu 3. Teori Perdagangan Internasional (Merkantilisme Klasik)
E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 15 Materi Minggu 3 Teori Perdagangan Internasional (Merkantilisme Klasik) Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar
I PENDAHULUAN Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah hutan yang luas, yaitu sekitar 127 juta ha. Pulau Kalimantan dan Sumatera menempati urutan kedua dan ketiga wilayah hutan
BAB V KESIMPULAN. para pemimpin yang mampu membawa China hingga masa dimana sektor
BAB V KESIMPULAN China beberapa kali mengalami revolusi yang panjang pasca runtuhnya masa Dinasti Ching. Masa revolusi yang panjang dengan sendirinya melahirkan para pemimpin yang mampu membawa China hingga
Analisis Perkembangan Industri
JUNI 2017 Analisis Perkembangan Industri Pusat Data dan Informasi Juni 2017 Pendahuluan Membaiknya perekonomian dunia secara keseluruhan merupakan penyebab utama membaiknya kinerja ekspor Indonesia pada
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5
Bab 5 Bisnis Global P E R T E M U A N 5 1 PENGERTIAN GLOBALISASI Globalisasi: Perekonomian dunia yang menjadi sistem tunggal yang saling bergantung satu dengan yang lainnya Beberapa kekuatan yang digabungkan
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I
No. 5768 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I KEPABEANAN. Perdagangan. Ekspor. Impor. Kawasan Berikat. Perubahan. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 279). PENJELASAN ATAS PERATURAN
BAB I PENDAHULUAN. operasi serta membentuk perusahaan perusahaan modal ventura atau bergabung dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di negara negara industrialisasi di seluruh dunia, seperti Uni Eropa (UE), Jepang, dan Amerika Serikat pertumbuhan populasi menurun secara signifikan di area area tersebut.
BAB I PENDAHULUAN. corporate governance ini diharapkan ada regulasi serta aturan mengenai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Corporate governance saat ini merupakan kebutuhan vital bagi seluruh pelaku bisnis dan menjadi tuntutan bagi masyarakat dengan adanya corporate governance ini diharapkan
PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS
PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Jakarta, 27 Mei 2015 Pendahuluan Tujuan Kebijakan Industri Nasional : 1 2 Meningkatkan produksi nasional. Meningkatkan
Pengantar Bisnis. Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
MODUL PERKULIAHAN Tujuan, Sumber Daya, dan Stakeholders Bisnis Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Akuntansi 01 MK84014 Abstract Tujuan dan perkembangan dunia bisnis;
BAB I PENDAHULUAN. Praktek rent seeking (mencari rente) merupakan tindakan setiap kelompok
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Praktek rent seeking (mencari rente) merupakan tindakan setiap kelompok kepentingan yang berupaya mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesarbesarnya dengan upaya yang
I. PENDAHULUAN. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Migrasi merupakan perpindahan orang dari daerah asal ke daerah tujuan. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan dengan kedua daerah
BAB I PENDAHULUAN. komparatif karena tersedia dalam jumlah yang besar dan beraneka ragam serta dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sumber daya kelautan berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional untuk meningkatkan penerimaan devisa, lapangan kerja dan pendapatan penduduk.
BAB I PENDAHULUAN. suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Nasionalisme adalah suatu konsep dimana suatu bangsa merasa memiliki suatu persamaan-persamaan dan berbeda dari bangsa-bangsa lainnya. Menurut Hayes (Chavan,
BAB I PENDAHULUAN. dalam membangun perekonomian. Pembangunan ekonomi diarahkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang yang selalu ingin menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui usahausahanya dalam membangun perekonomian.
sebagai seratus persen aman, tetapi dalam beberapa dekade ini Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang cenderung bebas perang.
BAB V KESIMPULAN Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki potensi konflik di masa kini maupun akan datang. Konflik perbatasan seringkali mewarnai dinamika hubungan antarnegara di kawasan ini. Konflik
BAB I PENDAHULUAN. sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kinerja ekonomi Indonesia yang mengesankan dalam 30 tahun terakhir sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan dan kerentanan
BAB I PENDAHULUAN. Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar, yaitu sekitar 14,43% pada tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto
5.1. Analisis mengenai Komponen-komponen Utama dalam Pembangunan Wilayah Pesisir
BAB V ANALISIS Bab ini berisi analisis terhadap bahasan-bahasan pada bab-bab sebelumnya, yaitu analisis mengenai komponen-komponen utama dalam pembangunan wilayah pesisir, analisis mengenai pemetaan entitas-entitas
IV. TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI ANDRI HELMI M, SE., MM.
IV. TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI ANDRI HELMI M, SE., MM. Introduction Teori Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi ini diklasifikan sebagai teori modernisasi. Artikel Walt Whitman Rostow yang dimuat dalam
GLOBALISASI MATAKULIAH KEWARGANEGARAAN. Muhamad Rosit, M.Si. Modul ke: Fakultas ILMU TEKNIK. Program Studi TEKNIK ELEKTRO.
Modul ke: GLOBALISASI MATAKULIAH KEWARGANEGARAAN Fakultas ILMU TEKNIK Muhamad Rosit, M.Si. Program Studi TEKNIK ELEKTRO www.mercubuana.ac.id Globalisasi,SMA XII IPA/IPS Pengertian Kata "globalisasi" diambil
BAB I PENDAHULUAN. tahun terakhir, produk kelapa sawit merupakan produk perkebunan yang. hampir mencakup seluruh daerah tropis (RSPO, 2009).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelapa sawit bukan tanaman asli Indonesia, namun keberadaan tanaman ini telah masuk hampir ke semua sektor kehidupan. Kondisi ini telah mendorong semakin meluasnya
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL (Merkantilisme Klasik)
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL (Merkantilisme Klasik) 1 Merkantilisme suatu kelompok yang mencerminkan cita-cita dan ideologi kapitalisme komersial, serta pandangan tentang politik kemakmuran suatu negara
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Proses tersebut adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang
BAB 5 KESIMPULAN. Universitas Indonesia
BAB 5 KESIMPULAN Dalam bab terakhir ini akan disampaikan tentang kesimpulan yang berisi ringkasan dari keseluruhan uraian pada bab-bab terdahulu. Selanjutnya, dalam kesimpulan ini juga akan dipaparkan
BAB I PENDAHULUAN. A. LATAR BELAKANG Permintaan uang mempunyai peranan yang sangat penting bagi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Permintaan uang mempunyai peranan yang sangat penting bagi otoritas kebijakan moneter dalam menentukan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Analisis
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik. Yesi Marince, S.Ip., M.Si
Signifikasi Kawasan Asia Pasifik Yesi Marince, S.Ip., M.Si A NEW WORLD AND ASIA PACIFIC ORDER Bagaimana Berakhirnya Perang Dingin mempengaruhi kawasan Asia Pasifik? 1. Alasan pelaksanaan containment policy
Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional
Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional Oleh : Andy Wijaya NIM :125110200111066 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting
I. PENDAHULUAN. secara umum oleh tingkat laju pertumbuhan ekonominya. Mankiw (2003)
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara dapat diukur dan digambarkan secara umum oleh tingkat laju pertumbuhan ekonominya. Mankiw (2003) menyatakan bahwa pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. Memasuki abad ke-21, bahan bakar fosil 1 masih menjadi sumber. energi yang dominan dalam permintaan energi dunia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki abad ke-21, bahan bakar fosil 1 masih menjadi sumber energi yang dominan dalam permintaan energi dunia. Dibandingkan dengan kondisi permintaan energi beberapa
BAB I PENDAHULUAN. yang disebut perdagangan internasional. Hal ini dilakukan guna memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap negara di dunia ini melakukan perdagangan antar bangsa atau yang disebut perdagangan internasional. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan baik barang maupun
I. PENDAHULUAN. Lingkungan hidup Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup Indonesia merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang tidak ternilai harganya, sehingga harus senantiasa dijaga, dikelola dan dikembangkan dengan
BAB I PENDAHULUAN. ketimpangan dapat diatasi dengan industri. Suatu negara dengan industri yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Di era globalisasi ini, industri menjadi penopang dan tolak ukur kesejahteraan suatu negara. Berbagai
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu tolak ukur untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui apakah suatu negera tersebut memiliki perekonomian yang baik (perekonomiannya meningkat)
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi ini akan dituangkan kesimpulan
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi ini akan dituangkan kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian mengenai permasalahan yang dikaji dalam skripsi ini,
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri garmen semakin mengglobal. Perkembangan ini dimulai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan industri garmen semakin mengglobal. Perkembangan ini dimulai dengan adanya mesin-mesin pembuat kain, baik yang menggunakan sistem rajut maupun dengan
BAB II DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN
BAB II DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN 2.1. Gambaran Umum Sektor Pertambangan Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumberdaya alam dan mineral sehingga cukup layak apabila sebagaian pengamat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu faktor penggerak perekonomian dunia saat ini adalah minyak mentah. Kinerja dari harga minyak mentah dunia menjadi tolok ukur bagi kinerja perekonomian dunia
BAB I PENDAHULUAN. Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 telah menelan banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 telah menelan banyak korban diberbagai negara Asia tenggara, seperti Singapura, Thailand Malaysia bahkan mengimbas
Analisis Perkembangan Industri
FEBRUARI 2017 Analisis Perkembangan Industri Pusat Data dan Informasi Februari 2017 Pendahuluan Pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,02%, lebih tinggi dari pertumbuhan tahun
