Kemudahan berkomunikasi, skype, Long Distance Realationship

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kemudahan berkomunikasi, skype, Long Distance Realationship"

Transkripsi

1 Fungsi Aplikasi Skype dalam Kemudahan Berkomunikasi Pacaran Jarak Jauh Pada Mahasiswa di FISIP USU ( Studi Deskriptif ) CESILIA METHAMI SURBAKTI ABSTRAK Penelitian ini berjudul Fungsi Aplikasi Skype dalam Kemudahan Berkomunikasi Pacaran Jarak Jauh Pada Mahasiswa di Fisip USU ( Studi Deskriptif ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi skype dapat mempermudah komunikasi dan mengetahui bagaimana hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship ( LDR ) jika menggunakan aplikasi skype. Adapun metode yang dipakai peneliti yaitu, metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif. Teknik pengumpulan data dilakukukan dengan wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang sedang menjalin hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship ( LDR ) selama tiga bulan atau lebih dan objek penelitian adalah fungsi aplikasi skype. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, metode wawancara mendalam, dan studi kepustakaan yang dilakukan selama bulan Desember-Mei Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini bahwa aplikasi skype memang dapat memberikan kemudahan dalam berkomunikasi bagi para pemakainya, khususnya bagi informan dalam penelitian ini yaitu, hubungan pacaran jarak jauh. Aplikasi skype menyajikan komunikasi baik dalam bentuk verbal dan terdapat juga non verbal yang berupa simbol-simbol atau emoticon dan tulisan yang dapat dipakai saat chatting melalui aplikasi skype. Aplikasi skype memiliki beberapa fitur yang dapat digunakan sehingga dapat mempermudah komunikasi, yaitu chatting, call, dan. Video call lah yang membuat lain daripada yang lain yang dapat mempermudah komunikasi, yaitu dengan berkomunikasi tatap muka dengan menggunakan saluran aplikasi skype. Sehingga membuat hubungan pacaran jarak jauh pun dapat menikmati komunikasi dengan mudah walaupun dengan jarak mereka yang cukup jauh. Kata kunci : Kemudahan berkomunikasi, skype, Long Distance Realationship

2 Konteks Masalah Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang berinteraksi dan berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Mahasiswa juga termasuk dengan makhluk sosial yang tinggi. Dunia zaman sekarang semakin maju. Banyak sekali teknologi dan media sosial yang semakin berkembang untuk menjalankan komunikasi. Menurut Berelson dan Steiner (1964), Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain dari satu pihak ke pihak lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. (Vardiansyah, 2008: 97). Media Sosial merupakan media online yang sangat populer saat ini. Media sosial sekarang sudah mulai menabrak batasan umur, gender maupun tingkatan sosial. Saat ini, media sosial memudahkan penggunanya untuk berpartisipasi dengan pengguna yang lain di belahan dunia manapun. Salah satu media sosial yang paling populer dikalangan pengguna internet adalah situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype, line dan path. Dapat diartikan bahwa jejaring sosial sebagai situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan komunikasi. Media sosial yang populer saat ini adalah aplikasi skype (http://www.unpas.ac.id/tag/social-media/). Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P ( peer to peer ). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis. Aplikasi Skype adalah pengiriman pesan yang menggunakan koneksi 3G atau Wireless Fidelity (Wifi) untuk berkomunikasi tanpa harus mengeluarkan biaya. Dengan menggunakan Skype, kita dapat melakukan chatting,, dan masih banyak lagi. Skype merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan pada Komputer, laptop, HP (biasanya android) atau Tablet, Notebook/Netbook maupun Iphone. Dengan kemudahan yang ada pada aplikasi ini membuatnya semakin diminati. ( Elcom, 2011 : 3 ) Komunikasi antarpribadi yang terjadi di dunia maya sendiri tidak dibatasi ruang dan waktu, sehingga setiap orang yang ingin berkomunikasi melalui dunia maya dapat dengan mudah menjalin suatu hubungan dengan orang-orang di berbagai negara. Komunikasi antarpribadi yang awalnya harus dilakukan dengan tatap muka, tetapi saat ini dapat di mediasi melalui alat komunikasi, sehingga kita tidak perlu bertatap muka untuk berbicara dengan lawan bicara pada saat berkomunikasi. Salah satu bentuk hubungan yang menggunakan aplikasi skype sebagai media komunikasinya adalah hubungan pacaran. Istilah pacaran memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sudah banyak orang yang mengangkat topik ini untuk dikaji, dibahas, dan diteliti. Namun topik ini selalu menarik untuk diangkat karena melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ketiga.2002:807) Pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan

3 berdasarkan cinta kasih. Pacar merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia. Pacar diartikan sebagai orang yang spesial dalam hati selain orangtua, keluarga dan sahabat kita. Di dalam pacaran memerlukan adanya komitmen, terutama pada hubungan pacaran yang jarak jauh atau long distance realationship ( LDR ). Pacaran juga merupakan salah satu wujud dari hubungan interpersonal. Komunikasi interpersonal disebut juga komunikasi antarpesona atau antarpribadi. Perkataan pribadi ( personal ) dalam definisi ini mengandung makna khusus pada diri orang itu yang berbeda dengan orang lain. (Shoelhi. 2009: 47). Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung secara tatap muka, sehingga memungkinkan pesertanya dapat menangkap reaksi yang ditimbulkan baik secara verbal ataupun non verbal. Hal ini yang sering menjadi permasalahan saat dua individu atau lebih yang memiliki kepribadian dan karakter berbeda saling melakukan interaksi, terkadang ada halhal yang ditimbulkan dan menjadikan situasi menjadi tidak nyaman. Hubungan antarpribadi akan melibatkan dan membentuk dua pihak, yaitu hubungan antara seseorang dan orang lain, dimana kita bisa saling berbagi pengalaman. Hal ini dapat dinamakan proses perkenalan, saat masing-masing individu saling bertemu dan memulai interaksi. Hubungan ini akan selalu berubah karena membutuhkan tindakan tertentu untuk membentuk keseimbangan. Tak terbatas jarak komunikasi antara sesama pengguna skype di seluruh dunia, kita bisa memanfaatkan fasilitas call with skype dengan gratis. Dengan begitu, seakan kita berkomunikasi via telepon tanpa menyedot pulsa kita, yang dibutuhkan hanya fasilitas internet saja. Call dalam aplikasi skype ini sangat berbeda dengan media sosial yang lainnya. Call di aplikasi skype lebih baik dalam suaranya dan lebih jernih seperti menggunakan telepon biasa. Sehingga memudahkan hubungan pacaran jarak jauh untuk menjalankan komunikasi dan tidak terjadi miss communication antara satu sama lain. Selain call with skype, skype juga mendukung with skype, layanan ini juga gratis untuk sesama pengguna skype. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti ingin mengetahui bagaimana keluasan dan kedalaman fungsi aplikasi skype dalam kemudahan berkomunikasi. Penelitian ini penting untuk diteliti, karena banyaknya pasangan yang memiliki hubungan pacaran jarak jauh, agar hubungan mereka tidak terganggu dengan jarak yang jauh mereka dapat menggunakan aplikasi skype sebagai media komunikasinya dan juga untuk mengisi kekosongan mereka. Dimana Penelitian ini belum pernah diteliti di FISIP USU agar memberikan pengetahuan dan untuk mengisi kekurangan. Dalam hal ini peneliti memfokuskan penelitian terhadap individu yang sedang menjalin hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship (LDR) dan menggunakan aplikasi skype sebagai perangkat komunikasinya. Fokus Masalah Berdasarkan uraian masalah di atas maka fokus masalah yang diteliti adalah Bagaimanakah fungsi Skype memudahkan berkomunikasi dalam hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship (LDR) pada Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara?

4 Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi skype dapat mempermudah komunikasi. 2. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship ( LDR ) jika menggunakan aplikasi skype. 3. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemudahan penggunaan aplikasi skype dalam hubungan pacaran jarak jauh. KAJIAN PUSTAKA Komunikasi Antarpribadi Bermedia Komunikasi antarpribadi bermedia (Mediated Interpersonal Communication) didefinisikan sebagai a specialized type of interpersonal communication that is assited by a device such as a pen or pencil a computer a telephone (Turrow, 2010: 8) yang dalam bahasa Indonesia berarti sebuah komunikasi antar pribadi yang diabntu oleh peralatan seperti pena atau pensil, komputer atau telepon. Komunikasi antar pribadi bermedia dapat dilakukan dalam jarak yang jauh karena disambungkn melalui media, sehingga orang yang ingin berkomunikasi tidak perlu bertemu tetap dapat berkomunikasi. Pada komunikasi antar pribadi bermedia, komunikator dan komunikan berada di tempat yang berbeda. Sehingga masingmasing tidak mengetahui kesibukan lawan bicaranya. Komunikasi Cyber Burhan Bungin (2009 : 296), teori komunikasi dunia maya atau yang sering di kenal teori Cybercommunity merupakan teori paling akhir dalam pengembangan ilmu komunikasi atau sosiologi komunikasi. Kajian kajian tentang perkembangan teknologi telematika menjadi sangat urgen terutama yang berhubungan dengan perkembangan media baru (new media). New media banyak menekankan bagaimana kontruksi sosial media memberi kontribusi terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Persoalan cyber seperti perumpamaan ruang waktu bahwa manusia memiliki kehidupan baru diatas dunia nyata. Teori ini lebih menekankan kelompok sosial yang berkembang didalam dunia maya. Bagaimana terciptanya kelompok-kelompok, bagaimana komunikasi kelompok dan bagaimana sebuah media kelompok di dunia maya mekontruksi pesan penggunanya. Metode penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/ melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain pada saat sekarang berdasarkan fakta fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 1995:63).

5 Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalamdalamnya. Riset ini tidak mengutamakan besarnya populasi atau sampling bahkan populasi atau sampling sangat terbatas (Bungin,2006: 56). Metode pendekatan deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Riset ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antarvariabel (Bungin,2006: 69). Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan peneliti merupakan sebuah gambaran mengenai keadaan-keadaan dan pola-pola komunikasi online yang terjadi pada proses komunikasi berlangsung. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini adalah individu-individu yang sedang memiliki pengalaman berkomunikasi melalu aplikasi skype saat menjalin hubungan berpacaran. Adapun kriteria subjek penelitian yaitu: : 1) Subjek penelitian adalah mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 2) Subjek penelitian sedang menjalin hubungan pacaran jarak jauh atau long distance relationship (LDR) selama tiga bulan atau lebih melalui media komunikasi sosial dan secara tatap muka (langsung). 3) Subjek penelitian adalah individu yang sedang melakukan pacaran jarak jauh (long distance relationship). 4) Subjek penelitian adalah individu yang sedang melakukan pacaran jarak jauh (long distance relationship) yang menggunakan aplikasi skype sebagai alat komunikasinya. 5) Subjek penelitian adalah empat orang mahasiswi FISIP USU jurusan Komunikasi yang dianggap sudah cukup menjadi informan untuk penelitian ini karena telah memenuhi ketentuan proposive sampling. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah : 1) Fungsi Aplikasi Skype Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan triangulasi data dan teori. Kemudian dengan menggunakan teknik analisis data selama di lapangan 7model Miles and Huberman, peneliti menganalisis data dengan langkah-langkah sebagai berikut (Sugiyono, 2005: 92): 1. Peneliti melakukan reduksi data. 2. Melakukan penyajian data. 3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi.

6 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan terhadap empat orang informan, yang terdiri dari empat orang perempuan. Informan adalah mahasiswi departemen ilmu komunikasi FISIP USU. Berikut hasil wawancara peneliti dengan keempat informan: Tabel Profil Informan No Keterangan DN CA EK WH 1 Tempat tanggal lahir Medan, 23 Agustus Medan, 13 Maret 1991 Medan, 19 April 1991 Medan, 28 Juli Jenis kelamin Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 3 Suku Minang Batak Toba Karo Karo 4 Pekerjaan orang tua Ayah: Pensiun Ibu: Ibu rumah tangga 5 Alamat Jl. Eka Suka I no. 06, Medan 6 Awal mengenal media komunikasi sosial skype Ayah: Pegawai swasta Ibu: Pegawai Swasta Jl. Pasar 2 Komp. Insan Cita Griya BB no. 01, Medan Ayah: Alm Ibu: Pegawai Swasta Jl. Grafika no.24, Medan Ayah: Pegawai Negri Ibu: Ibu Rumah Tangga Komp. Griya Kenanga Asri blok D no Agama Islam Kristen Protestan Kristen Khatolik Kristen Protestan Tabel Matriks Mengenai Kemudahan Berkomunikasi Terhadap Pasangan Melalui Aplikasi Skype N Keterangan DN CA EK WH o 1 Pengenalan tentang skype Media chatting yang dimiliki oleh apple Panggilan dan call secara gratis Panggilan secara gratis Panggilan secara gratis dan praktis 2 Alasan menggunaka n skype Membandingka n dengan media chatting lain dan bisa Gratis menelepon Cuma modal modem saja Dapat berhubungan dengan pacar dan Bisa berhubunga n atau bertatapan

7 3 Perbedaan skype dengan media lain 4 Lama LDR (Long Distance Relationship ) 5 Lama berpacaran sebelum LDR (Long Distance Relationship ) berhubungan jarak jauh Skype berkelebihan di dalam video call nya 4 tahun, 8 bulan- sekarang dan bisa Skype lebih efesien, efektif dan tidak repot melihat satu sama lain walaupun jauh. Skype dapat chatting dan dapat bersamaan dengan 5 bulan 3 tahun, 7 bulan muka walaupun jauh Skype memiliki secara gratis 3 bulan 1 minggu 1 bulan 3 tahun Langsung LDR (Long Distance Relationship ) 6 Pasangan Pacar pertama Pacar kelima Pacar kelima Pacar kedelapan 7 Hal-hal yang bersifat pribadi apa saja yang diungkapkan kepada pasangan melalui skype Masalah keluarga dan sahabat. Masalah keluarga, kuliah, dan sahabat Masalah keluarga dan sahabat Masalah keluarga dan sahabat 8 Tujuan memakai skype 9 Frekuensi dalam menggunaka n skype 10 Menggunaka n media apa Agar dapat melepas rasa rindu dengan menggunakan video cal yang dapat melihat wajah walaupun jarak jauh. 1 minggu sekali Laptop dengan menggunakan Melepas rasa rindu dengan menggunaka n 3 kali dalam seminggu Laptop dengan Agar dapat melepas rasa rindu Setiap malam hari Laptop dengan Agar dapat melihat wajah walaupun jarak jauh dan melepas rasa rindu Tiga kali dalam sebulan iphone

8 saat membuka akun skype? modem menggunaka n modem menggunaka n modem dan iphone Pembahasan Manusia memiliki berbagai aktivitas yang mengutamakan komunikasi yang baik. Hingga sampailah pada tahap dimana manusia ingin berkomunikasi walau pada jarang yang jauh antara komunikator dan komunikan. Lalu diciptakan berbagai media komunikasi mulai telephone, handphone, dan internet. Salah satu produk yag diciptakan oleh manusia karena kebutuhan diatas adalah skype. Dimana dengan skype, manusia bisa berkomunikasi dengan tidak hanya mendengarkan suara tetapi dapat bertatap muka. Trasformasi produk-produk di dunia internet, mulai dari , friendster, facebook sampai dengan skype, tidak hanya berasal dari manusia, tetapi juga kemudian hal-hal tersebut menghadapi manusia ataupun informan pada penelitian ini, sebagai suatu fakta diluar dirinya sebagaimana diletakkan dalam konsep objektivasi. Para informan memakai media skype dengan berbagai prosedur-prosedur khusus ditawarkan oleh skype, dan tidak menutup kemungkinan adanya ketergantungan informan terhadap media komunikasi yang satu ini. Karena media ini memberikan keuntungan baik dalam penciptaan komunikasi yang efektif dengan pasangan-pasangan mereka. Melalui objektivasi maka informan menjadi suatu realitas yang unik yang menggunakan produk manusia itu sendiri. Dan melalu internalisasi, terjadinya peresapan kembali akan realitas-realitas tersebut dan mentranformasikannya sekali lagi dari struktur-struktur dunia objektif kedalam kesadaran yang objektif. Dan dengan internalisasi penggambaran informan untuk memakai skype sebagai kemudahan dalam berkomunikasi pacaran jarak jauh adalah sebuah kebenaran yang harus dilakukan. Begitulah proses dialegtika ini berlangsung, dimana ekternalisasi terjadi pada tahap yang mendasar. Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwa aplikasi skype memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi bagi para pemakainya, khususnya informan dalam penelitian ini. Aplikasi skype sendiri menyajikan komunikasi baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. Efektivitas komunikasi melalui skype tidak hanya berupa kemudahan melainkan juga keluasan maupun kedalaman saat membahas suatu topik pembicaraan. Ini terbukti dengan durasi yang bisa mencapai berjam-jam saat menggunakan skype bersama pasangan. Efektivitas ini menghasilkan kualitas hubungan yang baik dalam diri informan. Karena walaupun mereka berpacaran jarak jauh, tetapi mereka memiliki komunikasi yang tidaklah minim saat terjadinya masalah diantara mereka dapat langsung diselesaikan dengan cara komunikasi melalui aplikasi skype. Dari beberapa penelitian lainnya media aplikasi skype juga menemukan hasil yang sama seperti pada penelitian ini. Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Berbasis Internet pada Pendidikan Jarak Jauh oleh Nila Kusuma Windrati di Universitas FISIP mendapatkan hasil bahwa dengan kecanggihan dalam menampilkan unsur audio dan visual, aplikasi skype berhasil dimanfaatkan sebagai media komunikasi dalam kegiatan tutorial secara tatap muka. Aplikasi skype ini menjadi media komunikasi dalam kegiatan tutorial matakuliah

9 Pengantar Ilmu Komunikasi pada masa registrasi bagi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP-UT yang berstatus sebagai TKI di Negara Yunani, sehingga mereka bisa memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pesan-pesan pembelajaran sebagaimana mahasiswa lainnya. Simpulan Dari keempat informan yang diteliti, peneliti menemukan bahwa keempat informan yaitu DN, CA, EK, dan WH sangat membutuhkan skype sebagai alat komunikasinya dalam menjalani LDR (Long Distance Relationship) untuk berkomunikasi dan bertatap muka melalui untuk melepas rasa rindu dan mengungkapkan keluasan dan kedalaman kemudahan berkomunikasi pada pasangan mereka melalui aplikasi skype. Peneliti juga menemukan bahwa keempat informan yaitu DN, CA, EK, dan WH menyukai skype untuk berkomunikasi saat menyelesaikan masalah mereka dengan menggunakan video call, agar dapat melihat satu sama lain secara langsung walaupun menggunakan laptop dan memiliki kualitas hubungan yang baik dengan pasangan mereka sampai sekarang dengan menggunakan aplikasi skype V.2 Saran 1. Saran penelitian, studi kasus merupakan kajian yang membutuhkan wawasan yang luas untuk bisa mendapatkan kajian yang mendalam. Untuk itu, disarankan kepada peneliti-peneliti lain lain agar memperbanyak bahan bacaandan wacana yang berkaitan dengan objek analisisnya demi tercapainya kedalaman penelitian. 2. Saran dalam kaitan akademis, agar penelitian selanjutnya dengan kajian yang sama dapat menggunakan kerangka analisis yang berbeda, misalnya menggunakan semiotika sehingga mendapat kajian yang dalam juga mengenai fenomena yang terjadi mengenai perkembangan teknologi media sosial dalam berbagai bidang. 3. Saran dalam kaitan praktis, pemakaian aplikasi skype sangatlah mudah dari segala sisinya. Dari sisi pemakainnya dan cara mempelajari pemakainya juga. Dan dapat diketahui juga bahwa aplikasi skype memiliki fitur yang lengkap, seperti chatting, call, dan. Tetapi dapat diketahui juga, bahwa aplikasi skype harus pada koneksi internet yang lancar, agar nya juga jelas. Jadi disarankan untuk memilih jaringan wifii yang kuat atau provider yang baik dan kuat agar komunikasi pun terjalin dengan baik dan lancar

10 DAFTAR PUSTAKA Budyatna dan Ganiem Teori Komunikasi Antarpribadi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Bungin, Burhan Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.. Devito, Joseph A The Interpersonal Communication Book. USA: Pearsot Educator Inc. Elcom.2011.Skype : Telepon, Video Call, dan Pesan Instan Gratis Melalui Internet.Jakarta: Andi Publiser. Fisher Interpersonal Communication: Pragmatics of Human Relation. New York: McGraw-Hill Griffin A First Look at Communication Theory. New York: McGraw-Hill Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan Nasional Edisi ke- 3.Balai Pustaka. Jakarta: Gramedia. Liliweri, Alo Komunikai Antarpribadi. Bandung: Citra Aditya Bakti. Littlejohn Theories of Human Communication. Belmonth CA: Wadsworth Saverin, Werner J & James W Tankard Teori Komunikasi Sejarah, Metode dan Terapan di Dalam Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Shoelhi, Mohammad Komunikasi Internasional Perspektif Jurnalistik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media Suranto Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu Turrow, Joshep Media Today : an Introduction of Mass Communication ( 3 rd ed. ). New York: Routledge. Vardiansyah, Dany Filsafat Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Indeks Sumber lain : (diakses6desember2012) ( diakses 6 Desember 2012 ) ( diakses 6 Desember 2012 )

SELF DISCLOSURE DAN MEDIA KOMUNIKASI

SELF DISCLOSURE DAN MEDIA KOMUNIKASI SELF DISCLOSURE DAN MEDIA KOMUNIKASI (Studi Kasus Self Disclosure Pacaran Jarak Jauh Melalui Media Komunikasi Pada Mahasiswa/i di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU) NURUL HUDA NASUTION ABSTRAK Skripsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hubungan sosial yaitu hubungan berpacaran atau hubungan romantis.

BAB I PENDAHULUAN. hubungan sosial yaitu hubungan berpacaran atau hubungan romantis. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan aktivitas manusia yang dasar, dengan berkomunikasi manusia melakukan hubungan karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah Bidang teknologi informasi saat ini telah berkembang secara massal dan cepat. Teknologi tersebut telah berhasil mengubah bentuk masyarakat manusia, dari masyarakat

Lebih terperinci

Fitri Saraswati / Ike Devi Sulistyaningtyas

Fitri Saraswati / Ike Devi Sulistyaningtyas PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP TINGKAT KEINTIMAN KOMUNIKAS INTERPERSONAL (Kasus penggunaan Smartphone Blackberry Pada Mahasiswa Universitas Atma Jaya Program Studi Ilmu Komunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Zaman era modern seperti sekarang ini teknologi sudah sangat. berkembang dengan pesat. Diantara sekian banyak teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN. Zaman era modern seperti sekarang ini teknologi sudah sangat. berkembang dengan pesat. Diantara sekian banyak teknologi yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zaman era modern seperti sekarang ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat. Diantara sekian banyak teknologi yang berkembang, internet merupakan salah satu

Lebih terperinci

PENDAMPINGAN ORANGTUA DENGAN AKTIVITAS ANAK MENONTON TELEVISI

PENDAMPINGAN ORANGTUA DENGAN AKTIVITAS ANAK MENONTON TELEVISI PENDAMPINGAN ORANGTUA DENGAN AKTIVITAS ANAK MENONTON TELEVISI (Studi kasus pada keluarga di Perumahan Meranti Permai, Kecamatan Siantar utara, Kota Pematangsiantar) Julius Osvaldo Situmorang 100904041

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jauh (SLJJ). Konteks ini dimaksudkan bagi setiap pribadi yang. Jika tak bisa percaya pada pasangan akan berdampak pada kondisi

BAB I PENDAHULUAN. jauh (SLJJ). Konteks ini dimaksudkan bagi setiap pribadi yang. Jika tak bisa percaya pada pasangan akan berdampak pada kondisi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap pribadi sebagai manusia, individu dan masyarakat tentu pernah merasakan bagaimana menjalin hubungan jarak jauh. Secara umum hal ini diistilahkan dengan sambungan

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. diketahui, bahwa melalui komunikasi yang lancar dengan. menggunakan keunggulan yang ada dalam teknologi handphone,

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. diketahui, bahwa melalui komunikasi yang lancar dengan. menggunakan keunggulan yang ada dalam teknologi handphone, BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan penyajian, analisis dan interpretasi data, diketahui, bahwa melalui komunikasi yang lancar dengan menggunakan keunggulan yang ada dalam teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang kita ketahui, teknologi adalah suatu kreasi yang telah menjadi bagian

BAB I PENDAHULUAN. yang kita ketahui, teknologi adalah suatu kreasi yang telah menjadi bagian BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Sejak terjadinya Revolusi Industri di Eropa khususnya di Inggris, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi semakin pesat. Teknologi yang diciptakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat diikuti oleh kemajuan teknologi informasi. Melalui teknologi informasi seseorang dapat memperoleh informasi dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, interaksi dapat terjadi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, interaksi dapat terjadi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, interaksi dapat terjadi melalu media-media yang ada. Melihat dari banyaknya penggunaan media massa ini bisa disimpulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khalayak luas dengan menggunakan saluran-saluran komunukasi ini.

BAB I PENDAHULUAN. khalayak luas dengan menggunakan saluran-saluran komunukasi ini. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada zaman era globalisasi saat ini, merupakan suatu perubahan zaman yang berkembang pesat, yang dimana teknologi yang berkembang yang semakin canggih. Dalam hal ini,

Lebih terperinci

PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG

PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG Elsa Puji Juwita, Peran Media Sosial terhadap Gaya Hidup Siswa PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG Elsa Puji Juwita 1, Dasim Budimansyah 2, Siti Nurbayani 3 1 SMA PGRI Bandung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. media dengan surat kabar, radio, televisi dan telepon dalam memenuhi kebutuhan.

BAB I PENDAHULUAN. media dengan surat kabar, radio, televisi dan telepon dalam memenuhi kebutuhan. 22 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komunikasi tidak jauh dari perkembangan teknologi komunikasi yang berdampak pada cara berkomunikasi. Semua berawal saat kita mengenal media sebagai

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : A15.113.02 / Interpersonal Revisi ke : Satuan Kredit Semester : 3 SKS Tgl revisi : Jml Jam kuliah dalam seminggu : 2.5 jam

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SUAMI ISTRI (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan)

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SUAMI ISTRI (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan) KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SUAMI ISTRI (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan) Anggie Dahlia Simanjuntak 100904087 Abstrak Skripsi ini berisi penelitian mengenai

Lebih terperinci

PEMANFAATAN WHATSAPP MESSENGER SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PADA REMAJA AKHIR

PEMANFAATAN WHATSAPP MESSENGER SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PADA REMAJA AKHIR Penulisan Ilmiah PEMANFAATAN WHATSAPP MESSENGER SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PADA REMAJA AKHIR Disusun Oleh: Ida Sanjaya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi yang pesat di bidang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas mengenai kualitas komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk pengertian kualitas BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terbagi atas empat sub bab. Sub bab pertama membahas mengenai komunikasi sebagai media pertukaran informasi antara dua orang atau lebih. Sub bab kedua membahas mengenai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain.

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan

Lebih terperinci

ABSTRAKSI Judul Skrispi : Penggunaan Path sebagai Media Maintaining Intimacy in Friendship

ABSTRAKSI Judul Skrispi : Penggunaan Path sebagai Media Maintaining Intimacy in Friendship ABSTRAKSI Judul Skrispi : Penggunaan Path sebagai Media Maintaining Intimacy in Friendship Nama : Ganes Trihapsari NIM : 1403012140141 Jurusan : Ilmu Komunikasi Path dikenal di masyarakat luas sebagai

Lebih terperinci

KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (Studi Kasus pada Anggota Language and Cultural Exchange Medan) RICO SIMANUNGKALIT

KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (Studi Kasus pada Anggota Language and Cultural Exchange Medan) RICO SIMANUNGKALIT KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI (Studi Kasus pada Anggota Language and Cultural Exchange Medan) RICO SIMANUNGKALIT 100904069 ABSTRAK Penelitian ini berjudul Konsep Diri dalam Komunikasi Antarpribadi,

Lebih terperinci

AKTIVITAS KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK TUNARUNGU

AKTIVITAS KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK TUNARUNGU AKTIVITAS KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK TUNARUNGU (Studi Kasus Aktivitas Komunikasi Verbal dan Nonverbal Orang Tua dengan Anak Tunarungu di SLB Negeri 017700 Kota Kisaran) DIAN ANDHYKA PUTRY ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang

BAB II KAJIAN TEORITIS. (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal, yang BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi Komunikasi antarpribadi disebut juga dengan komunikasi interpersonal (interpersonal communication). Diambil dari terjemahan kata interpersonal,

Lebih terperinci

Peran Website bapusipda.jabarprov.go.id Sebagai Media Promosi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat

Peran Website bapusipda.jabarprov.go.id Sebagai Media Promosi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat Peran Website bapusipda.jabarprov.go.id Sebagai Media Promosi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat Dian Prayoga 1, Tine Silvana Rachmawati 2, Evi Rosfiantika 3 Departemen Ilmu Informasi

Lebih terperinci

Oleh : Dwi Prihatin NIM K BAB I PENDAHULUAN

Oleh : Dwi Prihatin NIM K BAB I PENDAHULUAN Kajian pemakaian bahasa dalam SMS (Short Message Service) mahasiswa program studi pendidikan bahasa, sastra indonesia dan daerah FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik)

Lebih terperinci

Oleh: Nila Kusuma Windrati

Oleh: Nila Kusuma Windrati PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS INTERNET PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH: STRATEGI PENCAPAIAN TARGET MDGS 2015 BIDANG PENDIDIKAN (Kasus Penggunaan Skype sebagai media Bantuan Belajar

Lebih terperinci

Oleh: Anggelia Dea Manukily Julia Pantow Lingkan E. Tulung

Oleh: Anggelia Dea Manukily Julia Pantow Lingkan E. Tulung PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH TINDAK KEKERASAN ANAK DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KELURAHAN KLABALA KOTA SORONG Oleh: Anggelia Dea Manukily Julia Pantow Lingkan E. Tulung e-mail: deamanukily@gmail.com

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI KELURAHAN BEO TALAUD

POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI KELURAHAN BEO TALAUD e-journal Acta Diurna Volume IV. No.5. Tahun 2015 POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI KELURAHAN BEO TALAUD Oleh: Alfon Pusungulaa Julia Pantow Antonius Boham e-mail: alfonpusungulaa91@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Keberadaan internet sebagai media komunikasi baru memiliki kelebihan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Keberadaan internet sebagai media komunikasi baru memiliki kelebihan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberadaan internet sebagai media komunikasi baru memiliki kelebihan dalam menyajikan berbagai informasi secara aktual. Pesatnya perkembangan internet saat ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang melibatkan media komputer sebagai channel yang

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang melibatkan media komputer sebagai channel yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Computer mediated communication (CMC) merupakan proses komunikasi yang melibatkan media komputer sebagai channel yang digunakan. Model komunikasi ini berkembang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan bertransaksi yang biasa kita kenal dengan berbelanja adalah kegiatan yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Sesuai dengan kehidupan manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Komunikasi pada

BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Komunikasi pada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan aktivitas dasar yang dilakukan manusia. Tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam komunikasi. Komunikasi pada hakikatnya adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan interaksi dengan sesamanya dengan salah satunya berkomunikasi. Komunikasi merupakan suatu hal yang saling mengirim

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berkembangnya teknologi informasi sekarang ini membuat

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berkembangnya teknologi informasi sekarang ini membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring berkembangnya teknologi informasi sekarang ini membuat masyarakat semakin mudah dalam mendapatkan suatu informasi yang menjadi kebutuhan mereka. Masyarakat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Unit tematik terbagi atas status updates, comment, photos, dan like. Di

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Unit tematik terbagi atas status updates, comment, photos, dan like. Di BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Reliabilitas Unit tematik terbagi atas status updates, comment, photos, dan like. Di mana setiap unit terdiri atas beberapa tema. Setelah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Menentukan pendekatan penelitian yang dilakukan harus disesuaikan dengan jenis fenomena atau fakta yang terjadi di lapangan. Ada perbedaan

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. penting, kurang begitu efektif karena ada sebagaian orang tua yang

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. penting, kurang begitu efektif karena ada sebagaian orang tua yang BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak dalam menetapkan keputusan penting, kurang begitu efektif karena ada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyimpang. Namun kini di beberapa Negara seperti Amerika, banyak yang

BAB I PENDAHULUAN. menyimpang. Namun kini di beberapa Negara seperti Amerika, banyak yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi telah mendorong timbulnya komunitas baru yakni komunitas homoseksual. Homoseksual menurut sejarahnya berasal dari bahasa latin yang berarti sama. Kaum

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan objek sekaligus tempat dimana peneliti melakukan penelitian guna untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Adapun lokasi penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk hidup sosial, seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayat senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan

Lebih terperinci

ditawarkan, dimana saja, kapan saja, dan siapa saja tanpa memandang batasan bisa mengakses internet. Kemunculan internet juga membawa kita mengenal me

ditawarkan, dimana saja, kapan saja, dan siapa saja tanpa memandang batasan bisa mengakses internet. Kemunculan internet juga membawa kita mengenal me BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Manusia adalah mahluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain untuk hidup bersama dalam suatu kelompok atau masyarakat. Setiap orang tidak mampu hidup sendiri

Lebih terperinci

PEMANFAATAN ACCOUNT SEBAGAI SARANA INFORMASI (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Account

PEMANFAATAN ACCOUNT SEBAGAI SARANA INFORMASI (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Account PEMANFAATAN ACCOUNT TWITTER @anak_usu SEBAGAI SARANA INFORMASI (Studi Deskriptif Kuantitatif Pemanfaatan Account Twitter @anak_usu Sebagai Sarana Informasi Pendidikan, Event/kegiatan dan perkembangan kampus

Lebih terperinci

PATH DAN PENGUNGKAPAN DIRI

PATH DAN PENGUNGKAPAN DIRI PATH DAN PENGUNGKAPAN DIRI ( Studi Deskriptif Kualitatif Media Sosial Path sebagai Sarana Pengungkapan Diri Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara ) Disa Nurdania Abstrak Penelitian ini berjudul

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA TINGKAT (I) SATU

KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA TINGKAT (I) SATU KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA TINGKAT (I) SATU Juwita Palupi Muhamad Fajar Hidayat Devi Subiyantini Putri Rizky Psikologi, FPPsi, Universitas Negeri Malang juwi.pupi@gmail.com fajarjunior93@gmail.com

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN PERUBAHAN PERILAKU

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN PERUBAHAN PERILAKU KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DAN PERUBAHAN PERILAKU (Studi Deskriptif Komunikasi Antarpribadi Petugas Rutan Dengan Napi Dalam Melakukan Perubahan Perilaku Napi Di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura,

Lebih terperinci

BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE

BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE Komunikasi menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia, setiap hari manusia menghabiskan sebagian besar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena, gejala, fakta, atau informasi sosial. Menurut Bogdan dan Taylor yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena, gejala, fakta, atau informasi sosial. Menurut Bogdan dan Taylor yaitu 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini adalah sebuah penelitian kualitatif yang didasarkan pada fenomena, gejala, fakta, atau informasi sosial. Menurut Bogdan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sadar bahwa mereka selalu mengandalkan komputer disetiap pekerjaan serta tugastugas

BAB I PENDAHULUAN. sadar bahwa mereka selalu mengandalkan komputer disetiap pekerjaan serta tugastugas BAB I PENDAHULUAN A. Latar-Belakang Keunggulan komputer berupa kecepatan dan ketelitiannya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga dapat menekan jumlah tenaga kerja, biaya serta memperkecil kemungkinan

Lebih terperinci

Kegiatan Belajar 6: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemahaman pengertian komunikasi dalam jaringan

Kegiatan Belajar 6: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemahaman pengertian komunikasi dalam jaringan Kelas X SMK Gondang Kegiatan Belajar 6: Menerapkan pengetahuan pengelolaan informasi digital melalui pemahaman pengertian komunikasi dalam jaringan A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran,

Lebih terperinci

KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN DALAM RESPON INTERAKTIF OPERATOR SELULER

KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN DALAM RESPON INTERAKTIF OPERATOR SELULER KOMUNIKASI VERBAL PEREMPUAN DALAM RESPON INTERAKTIF OPERATOR SELULER (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Opini Pelanggan Telkomsel tentang Komunikasi Verbal Perempuan Dalam Respon Interaktif Operator

Lebih terperinci

Materi Sim Dig KD 3.2. Menerapkan Komunikasi Daring (2. Melaksanakan Komunikasi Daring Sinkron)

Materi Sim Dig KD 3.2. Menerapkan Komunikasi Daring (2. Melaksanakan Komunikasi Daring Sinkron) Materi Sim Dig KD 3.2. Menerapkan Komunikasi Daring (2. Melaksanakan Komunikasi Daring Sinkron) A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu : menjelaskan bentuk komunikasi daring

Lebih terperinci

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Tim Penggerak PKK Pokja IV Terhadap Tingkat Kesadaran Masyarakat Mengenai Kesehatan di Kelurahan Dendang

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. 1. Gambaran Umum Jejaring Sosial Line. beroperasi pada bagian platform seperti tablet, smartphone maupun

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. 1. Gambaran Umum Jejaring Sosial Line. beroperasi pada bagian platform seperti tablet, smartphone maupun BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN A. Objek Penelitian 1. Gambaran Umum Jejaring Sosial Line Line adalah sebuah aplikasi gratis yang memungkinkan untuk mengirim pesan teks, pesan suara, panggilan suara,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi maka manusia dapat dikatakan tersesat dalam menjalani hidup.

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi maka manusia dapat dikatakan tersesat dalam menjalani hidup. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Tanpa komunikasi maka manusia dapat dikatakan tersesat dalam menjalani hidup. Pentingnya komunikasi terlihat

Lebih terperinci

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS GUNADARMA MINGGU MATERI POKOK Cara Pengajaran Media Tugas BAHAN BACAAN KE 1 KULIAH PENDAHULUAN Mimbar Kuliah Papan Tulis, OHP Mengacu pada AP 1 8 Perkenalan Penjelasan silabus Membangun kesepahaman 2 TEKNOLOGI MULTIMEDIA

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, masyarakat mulai mengembangkan bidang usaha-nya bukan hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. melangsungkan kehidupannya. Di dalam berinteraksi tersebut antara manusia yang satu

BAB 1 PENDAHULUAN. melangsungkan kehidupannya. Di dalam berinteraksi tersebut antara manusia yang satu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejarah aktivitas manusia berkomunikasi timbul sejak manusia diciptakan hidup di dunia ini. Manusia tidak dapat terlepas dari interaksi dengan manusia lain untuk melangsungkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini maka penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reserch) yaitu melakukan penelitian di lapangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makluk sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi ini merupakan gejala alamiah yang merupakan unsur alamiah yang dimiliki oleh manusia.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Cara Pengambilan Contoh

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Cara Pengambilan Contoh 21 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian mengenai perilaku penggunaan internet ini menggunakan desain cross sectional study dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan di Institut Pertanian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi. pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.

BAB 1 PENDAHULUAN. terjadinya interaksi sosial disebabkan interkomunikasi. pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial, manusia senantiasa berhubungan dengan manusia lainnya, ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin

Lebih terperinci

Pengaruh Komunikasi Antarpribadi melalui Facebook, Gaya Hidup, dan Kelas Sosial terhadap Keputusan Pembelian Kuliner

Pengaruh Komunikasi Antarpribadi melalui Facebook, Gaya Hidup, dan Kelas Sosial terhadap Keputusan Pembelian Kuliner PENGARUH KOMUNIKASI ANTARPRIBADI MELALUI FACEBOOK, GAYA HIDUP, DAN KELAS SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KULINER (Studi pada Mahasiswa Pengguna Facebook di Yogyakarta) Oleh : Program Studi Administrasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimana ponsel dapat terhubung dengan internet sehingga kita dapat mengakses

BAB I PENDAHULUAN. dimana ponsel dapat terhubung dengan internet sehingga kita dapat mengakses BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Dewasa ini kehidupan manusia hampir semuanya ditopang oleh teknologi tidak terkecuali teknologi komunikasi yang sedang berkembang pesat. Perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara 16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanpa disadari manusia sudah terlibat dalam organisasi dan menggunakan komunikasi sejak dalam kandungan. Organisasi dan komunikasi memiliki peran sangat penting

Lebih terperinci

KOMUNIKASI KELUARGA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH

KOMUNIKASI KELUARGA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH KOMUNIKASI KELUARGA DALAM HUBUNGAN JARAK JAUH (Studi Deskriptif Kualitatif Peran Komunikasi Keluarga Terhadap Mahasiswa yang Tinggal Terpisah dengan Orangtua dalam Hubungan Harmonisasi di Kota Medan) Novia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. 80 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. Pendekatan penelitian

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : D11.6208/ KOMUNIKASI KESEHATAN Revisi ke : 3 Satuan Kredit Semester : 2 SKS Tgl revisi : 15 Agustus 2015 Jml Jam kuliah dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang lain dan lingkungan kehidupan yang melingkupinya. Untuk itu, manusia

BAB I PENDAHULUAN. orang lain dan lingkungan kehidupan yang melingkupinya. Untuk itu, manusia BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Penelitian Sebagai makhluk sosial, secara kodrati manusia hidup bersama dengan orang lain dan lingkungan kehidupan yang melingkupinya. Untuk itu, manusia membutuhkan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI DENGAN INTENSITAS BERINTERNET PADA MAHASISWA

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI DENGAN INTENSITAS BERINTERNET PADA MAHASISWA HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI DENGAN INTENSITAS BERINTERNET PADA MAHASISWA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S1 Oleh : Widy Rentina Putri F 100 040 185 FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan

BAB II METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan BAB II METODE PENELITIAN 2.1. Bentuk Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif berusaha menggambarkan suatu gejala sosial. Menurut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi pada masa kini, penggunaan HP (handphone) semakin marak. HP tidak

BAB I PENDAHULUAN. teknologi pada masa kini, penggunaan HP (handphone) semakin marak. HP tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat komunikasi dari zaman ke zaman mengalami perkembangan pesat sehingga informasi didapat dengan mudah dan cepat. Seiring dengan kemajuan teknologi pada masa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dan individu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dan individu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Interaksi sosial adalah hubungan antara individu satu dan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu lain atau sebaliknya, jadi terdapat hubungan yang

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG - 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

mengembangkan dirinya melalui respons-respons terhadap stimulus dalam dunia kognitifnya.

mengembangkan dirinya melalui respons-respons terhadap stimulus dalam dunia kognitifnya. Manusia dalam banyak hal memiliki kebebasan untuk bertindak di luar batas kontrol struktur dan pranata sosialnya dimana individu berasal. Manusia secara aktif dan kreatif mengembangkan dirinya melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LatarBelakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN LatarBelakang Masalah Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1. LatarBelakang Masalah Penelitian Pada zaman mordernisasi ini, kemajuan dari fungsi telepon genggam semakin berkembang pesat. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam menjalani suatu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam menjalani suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia merupakan mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam menjalani suatu kehidupan, dengan membangun suatu hubungan yang nyaman dengan orang lain. Seringnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internet membuat alur komunikasi tidak terbatas ruang dan waktu. Pertumbuhan

BAB I PENDAHULUAN. internet membuat alur komunikasi tidak terbatas ruang dan waktu. Pertumbuhan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Internet memiliki peran dalam penyampaian informasi. Adanya perkembangan internet membuat alur komunikasi tidak terbatas ruang dan waktu. Pertumbuhan pengguna internet

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian. Secara umum metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan perusahaan yang terjadi, tidak pernah terlepas dari komunikasi. Setiap informasi biasanya dapat disampaikan apabila ada pengirim pesan dan penerima pesan.

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Berdasarkan judul penelitian Pemetaan Profil Risiko Spekulatif PDAM

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Berdasarkan judul penelitian Pemetaan Profil Risiko Spekulatif PDAM BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Berdasarkan judul penelitian Pemetaan Profil Risiko Spekulatif PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, sehingga objek penelitian dalam penelitan ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode atau pendekatan kualitatif. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode atau pendekatan kualitatif. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode atau pendekatan kualitatif. Menurut Brannen (Alsa, 2003) Pendekatan kualitatif berasumsi bahwa manusia adalah makhluk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bagaimana aktfitas personal selling dalam menyampaikan pesannya sehingga dapat

BAB III METODE PENELITIAN. bagaimana aktfitas personal selling dalam menyampaikan pesannya sehingga dapat 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Paradigma penelitian Penelitian ini menggunakan paradigma post postivisme dalam melihat bagaimana aktfitas personal selling dalam menyampaikan pesannya sehingga dapat berhasil

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Proses tersebut dapat ditemukan dalam lingkungan yang paling kecil,

I. PENDAHULUAN. Proses tersebut dapat ditemukan dalam lingkungan yang paling kecil, I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagai makhluk sosial, kehidupan manusia tidak akan lepas dari interaksi. Agar interaksi dapat berjalan dengan baik, tiap manusia memerlukan proses berkomunikasi.

Lebih terperinci

DAMPAK NEGATIF dan POSITIF SOCIAL NETWORKING

DAMPAK NEGATIF dan POSITIF SOCIAL NETWORKING DAMPAK NEGATIF dan POSITIF SOCIAL NETWORKING Dela Putri Lestari delaputrilestari@raharja.info :: http://www.this-is-dela.tumblr.com Abstrak Dengan menjamurnya media jaringan sosial (social networking)

Lebih terperinci

MANAJEMEN KONFLIK PADA ISTRI YANG MENGALAMI LONG DISTANCE RELATIONSHIP. Nama : Aisyah NPM : Pembimbing : Nurul Qomariyah, Msi.Psi.

MANAJEMEN KONFLIK PADA ISTRI YANG MENGALAMI LONG DISTANCE RELATIONSHIP. Nama : Aisyah NPM : Pembimbing : Nurul Qomariyah, Msi.Psi. MANAJEMEN KONFLIK PADA ISTRI YANG MENGALAMI LONG DISTANCE RELATIONSHIP Nama : Aisyah NPM : 19510463 Pembimbing : Nurul Qomariyah, Msi.Psi. LATAR BELAKANG MASALAH Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. Dari analisis data hasil temuan lapangan dan interpretasi data berdasarkan

BAB IV PENUTUP. Dari analisis data hasil temuan lapangan dan interpretasi data berdasarkan 123 BAB IV PENUTUP Dari analisis data hasil temuan lapangan dan interpretasi data berdasarkan teori yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : A. Kesimpulan 1. Dilihat dari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan, untuk mendukung berbagai aktifitas sosialisasi di kehidupan para remaja

BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan, untuk mendukung berbagai aktifitas sosialisasi di kehidupan para remaja 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada era global ini peran serta informasi dari media massa telah menjadi kebutuhan, untuk mendukung berbagai aktifitas sosialisasi di kehidupan para remaja Indonesia.

Lebih terperinci

Sumber : (Griffin, 1997: 195) Secara keseluruhan temuan Petty dan Cacioppo mendukung lima. kesimpulan mengenai kemungkinan dimana seseorang akan

Sumber : (Griffin, 1997: 195) Secara keseluruhan temuan Petty dan Cacioppo mendukung lima. kesimpulan mengenai kemungkinan dimana seseorang akan 20 Sumber : (Griffin, 1997: 195) Secara keseluruhan temuan Petty dan Cacioppo mendukung lima kesimpulan mengenai kemungkinan dimana seseorang akan memperhatikan sebuah pesan, yaitu (Griffin, 1997:223)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. smartphone, setiap orang dapat berkomunikasi secara real time tanpa bertemu,

BAB I PENDAHULUAN. smartphone, setiap orang dapat berkomunikasi secara real time tanpa bertemu, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sekarang ini semakin pesat sebagai akibat oleh semakin besarnya kebutuhan manusia akan informasi. Terbukti dengan

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi terhadap data-data hasil

BAB VI PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi terhadap data-data hasil BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi terhadap data-data hasil penelitian sebagaimana telah dideskripsikan pada bab terdahulu maka, penulis berkesimpulan bahwa musik

Lebih terperinci

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST

BENTUK KOMUNIKASI. By : Lastry. P, SST BENTUK KOMUNIKASI By : Lastry. P, SST 1. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL Komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Berfungsi : 1. Untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, mamahami dan mengendalikan diri,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maka hampir dipastikan semua sektor akan berdampak kemacetan, oleh sebab itu

BAB I PENDAHULUAN. maka hampir dipastikan semua sektor akan berdampak kemacetan, oleh sebab itu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pelayanan publik merupakan salah satu tugas penting yang tidak dapat diabaikan oleh pemerintah daerah sebab jika komponen pelayanan terjadi stagnasi maka hampir

Lebih terperinci

FACEBOOK DAN TINGKAT KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif Tentang Situs Facebook Terhadap Tingkat Keterbukaan

FACEBOOK DAN TINGKAT KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif Tentang Situs Facebook Terhadap Tingkat Keterbukaan FACEBOOK DAN TINGKAT KETERBUKAAN DIRI (Studi Deskriptif Tentang Situs Facebook Terhadap Tingkat Keterbukaan Diri Pada Karyawan PT.Garuda Indonesia Jalan Mongonsidi Medan) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab metode penelitian ini menyajikan tentang jenis dan metode penelitian, objek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian dan prosedur analisis data dan metode

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDI PADA MAHASISWA FISIP ANGKATAN 2009 YANG BERASAL DARI LUAR DAERAH)

POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDI PADA MAHASISWA FISIP ANGKATAN 2009 YANG BERASAL DARI LUAR DAERAH) POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK (STUDI PADA MAHASISWA FISIP ANGKATAN 2009 YANG BERASAL DARI LUAR DAERAH) OLEH : SINTIA PERMATA NIM : 090815074 Email : chyntiapermata@yahoo.com ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sosial sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia tidak mampu

BAB I PENDAHULUAN. sosial sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia tidak mampu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia diciptakan sebagai makhluk multidimensional, memiliki akal pikiran dan kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial. Karena itu manusia disebut sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian pada dasarnya membuat rencana suatu kegiatan sebelum penelitian dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis data merupakan proses pengaturan data penelitian, yakni

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis data merupakan proses pengaturan data penelitian, yakni BAB IV ANALISIS DATA Analisis data merupakan proses pengaturan data penelitian, yakni peorganisasin data kedalam pola-pola yang saling berhubungan, serta setiap kategori maupun sistem yang ada. Pada tahap

Lebih terperinci