PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar"

Transkripsi

1 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Oleh: Indrawan Suryadi dan G Manjela Eko Hartoyo Kontributor: Kresno D Santosa, Aritta Suwarno dan Petrus Gunarso Diterbitkan oleh: Tropenbos International Indonesia Programme

2 ii PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar PANDUANAPLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Oleh: Indrawan Suryadi dan G Manjela Eko Hartoyo Kontributor: Kresno D Santosa, Aritta Suwarno dan Petrus Gunarso Diterbitkan oleh: Tropenbos International Indonesia Programme 30 Halaman ISBN Gambar sampul oleh: Indrawan Suryadi Layout oleh: Aritta Suwarno Panduan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar ini disusun dalam kerangka kerjasama antara CIFOR, Tropenbos International Indonesia Programme, Forest Watch Indonesia dan BPKH X dengan dukungan dana dari Cordaid Tropenbos International Indonesia Programme PO BOX 494, Balikpapan

3 iii DAFTAR ISI 1. PENDAHULUAN 1.1. GIS (Geographic Information System) Data dalam GIS 1 2. PERANGKAT LUNAK ArcView 2.1. Pendahuluan Petunjuk singkat penggunaan ArcView Koreksi geometrik Proses perhitungan luas Proses dissolve Proses penggabungan antar poligon (Merge) Proses pemotongan (Clip) Proses tumpang susun (Intersect) Proses tumpang susun (Union) Proses pengolahan dan tabulasi data Pembuatan layout peta dan pencetakan 28

4 iv PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar

5 v DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Menu dalam ArcView 5 Gambar 2. Membuka project dalam ArcView 6 Gambar 3. Membuka view 7 Gambar 4. Menentukan skala view. 7 Gambar 5. Menampilkan/mengaktifkan theme 8 Gambar 6. Membuat legend theme 9 Gambar 7. Merubah simbol legend theme 9 Gambar 8. Membuat label theme 10 Gambar 9. Membuka tabel 10 Gambar 10. Menentukan ukuran kertas 11 Gambar 11. Informasi dalam lay out/tata letak 12 Gambar 12. View frame properties 12 Gambar 13. Skala peta 13 Gambar 14. Legenda peta 13 Gambar 15. Judul dan koordinat peta 13 Gambar 16. Garis pinggir 14 Gambar 17. Data raster untuk dikoreksi 15 Gambar 18. Drop down menu untuk koreksi geometrik 15 Gambar 19. Memasukkan koordinat pada koreksi geometrik 16 Gambar 20. Koreksi geometrik berdasarkan data vektor 17 Gambar 21. Data source type 18 Gambar 22. Mengaktifkan citra 18 Gambar 23. Menyimpan theme 19 Gambar 24. Data based tabel 19 Gambar 25. Extention screen digitizer pada menu utama 20 Gambar 26. Screen digitizer wizard 20 Gambar 27. Tampilan lanjutan pada screen digitizer wizard 20 Gambar 28. Memasukkan value 21 Gambar 29. Digitasi pada citra 21 Gambar 30. Extention X-tool untuk perhitungan luas 22 Gambar 31. Tampilan pada layer atau theme yang dihitung luasnya 22 Gambar 32. Contoh hasil kalkulasi perhitungan luas dengan menggunakan Xtool 22 Gambar 33. Mengaktifkan disolve 23

6 vi PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 34. Penggabungan Poligon 23 Gambar 35. Clip atau pemotongan 24 Gambar 36. Proses tumpang susun (Intersect) 24 Gambar 37. Proses tumpang susun (Union) 24 Gambar 38. Tampilan atribut data 25 Gambar 39. Menyimpan atribut data 25 Gambar 40. Melanjutkan menyimpan data atribut pada excel 26 Gambar 41. Lanjutan menyimpan data atribut pada excel 26 Gambar 42. Tampilam lanjutan menyimpan data atribut pada excel 27 Gambar 43. Hasil analisis 27 Gambar 44. Informasi peta 29

7 1. Pendahuluan 1.1 GIS (Geographic Information System) GIS adalah singkatan dari Geographic Information System, perdefinisi GIS merupakan system pengelolaan data bereferensi geografis yang dapat digunakan untuk input data, manipulasi data sehingga dapat diperoleh data atau informasi baru. Dewasa ini GIS telah berkembang menjadi sebuah ilmu baru dan singkatan berubah menjadi Geographic Information Science. Pemetaan Digital vs GIS Pemetaan Digital adalah proses pengubahan data atau peta manual menjadi data digital bereferensi geografis. Perbedaan Pemetaan digital dengan GIS 1.2 Data Dalam GIS Berdasarkan Struktur Data Berdasarkan strukturnya data GIS dapat dibagi menjadi dua yaitu berstruktur raster dan vektor. Struktur data raster menyimpan datanya dalam bentuk piksel atau grid. Setiap piksel atau grid memiliki nilai. Struktur data vektor setiap obyek dicatat dalam sistem koordinat. Satu kenampakan hanya di wakili oleh satu nilai Berdasarkan Type Data Data dalam GIS dapat dibagi menjadi dua yaitu data grafis dan data atribut atau tabular. Data grafis adalah data yang menggambarkan bentuk atau obyek yang ada dipermukaan bumi, sedangkan data tabular adalah data deskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis tersebut. a. Data Grafis Data grafis poligon dibedakan menjadi tiga macam yaitu titik, garis dan

8 2 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Data point biasanya digunakan untuk menggambarkan obyek ibukota, stasiun curah hujan, alamat customer, lokasi log pond, dan lain-lain. Data garis biasanya digunakan untuk menggambarkan sungai, jalan, saluran telepon, listrik, isoline dll. Data poligon biasa digunakan untuk penggambaran wilayah administrasi, bentuk lahan, sebaran penutupan lahan hutan, wilayah konsesi, RKT, RKL, Blok Tebangan dll. b. Data Attribut atau Tabular Data atribut ini menyimpan semua informasi tentang nilai atau besaran dari data grafis, untuk vektor data atribut tersimpan terpisah dalam bentuk tabel, sedangkan pada raster data atribut nilainya tersimpan pada piksel atau gridnya. Software GIS dikembangkan berdasarkan dua struktur data yang ada yaitu yang berbasis raster dan berbasis vektor. Software berbasis raster biasanya digunakan untuk melakukan pengolahan data penginderaan jauh dan GIS dengan menggunakan basis piksel. Contoh software yang berbasis raster diantaranya ERMAPPER, ERDAS, ILWIS dan IDRISI. Software berbasis vektor diantaranya adalah Arc/Info, ArcView, Arcgis dan Mapinfo.

9 3 2. Perangkat Lunak ArcView 2.1 Pendahuluan ESRI ArcView merupakan salah satu produk software GIS dari ESRI yang banyak digunakan oleh berbagai kalangan pada saat ini. Software ini sebagaimana software GIS lainnya banyak digunakan untuk mengelola data spasial dan memproduksi peta digital maupun hardcopy. ArcView sangat dimungkinkan untuk dapat dimodifikasi dengan menggunakan pemrograman berbasis obyek. Hal ini dikarenakan ArcView dibangun dengan menggunakan pemrograman berbasis obyek sehingga cukup reliable untuk dapat dimanfaatkan untuk berbagai aplikasi dengan merubah terminologi yang digunakan dalam interface, mengatur operasi-operasi atau membuat interface baru untuk melakukan akses ke data tertentu. Dalam perkembangannya banyak aplikasi-aplikasi yang dikembangkan untuk membantu melakukan analisa ataupun memudahkan pekerjaan GIS. Aplikasi ini dalam ArcView lebih di kenal sebagai extention. Beberapa extention yang sangat penting dalam pengelolaan data spasial diantaranya adalah 1. Spatial analyst, digunakan untuk melakukan modelling dan analisis spasial 2. Image analyst, digunakan untuk pengolahan data citra 3. 3d analyst, digunakan untuk membuat model tiga dimensi data spasial sehingga akan terlihat gambaran nyata dipermukaan bumi. Kegunaan ArcView : 1. Mengelola data spasial (membuka,mengedit dan menyimpan kembali) layer (unsur-unsur pembentuk peta) seperti point, garis maupun line beserta attribut datanya. 2. Melakukan konversi data dari berbagai format antara lain dxf, adrg dan lain-lain. 3. Membaca raster file seperti citra /image yang berextention Jpeg,TIFF,jpg, bmp dll 4. Melakukan modelling spasial untuk berbagai aplikasi atau kepentingan. Dengan ArcView, kita dapat melakukan beberapa kegiatan seperti : Menampilkan data ARC/INFO maupun autocad Menampilkan data tabular Mengimpor data tabular dan menggabungkannya dengan data yang sedang ditampilkan Menggunakan fasilitas Standard Query Language (SQL) untuk mengambil record-record suatu basis data untuk kemudian menampilkan petanya.

10 4 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Menentukan atribut dari suatu feature Mengelompokkan feature dengan simbol yang berbeda menurut atributnya Memilih feature berdasarkan atribut tertentu Menentukan lokasi feature-feature yang sama Melakukan perhitungan statistik Membuat grafik sesuai dengan atributnya Mengatur tata letak peta untuk dicetak Melakukan ekspor-impor data 2.2. Petunjuk Singkat Penggunaan ArcView Beberapa istilah dalam ArcView Theme Theme merupakan layer data tematik dari suatu data spasial atau sebagian informasi dari keseluruhan peta. Dalam istilah lain disebut juga sebagai coverage View View merupakan suatu jendela yang digunakan untuk menampilkan theme- (layer). Dalam View, theme (layer) dapat ditampilkan dengan menggunakan simbol dan warna sesuai dengan jenis topology-nya (line/arc, point, polygon) Table Table adalah data yang disimpan dalam bentuk kolom dan baris. Setiap theme selalu disertai dengan table. Table disimpan dalam file tersendiri, format datanya kompatibel dengan dbase dan dapat dibaca oleh program yang mempunyai fasilitas pengolahan data dalam format database Layout Layout adalah suatu ruang yang disediakan untuk merancang tampilan peta. Dalam layout, semua komponen peta (theme/layer yang disimpan dalam View, Arah Utara, Skala, Table, Garis Grid, dan keterangan lain) dapat digabungkan sehingga menjadi informasi yang berarti Chart Chart merupakan ruang yang disediakan untuk menampilkan data dalam bentuk grafik agar lebih informatif dan menarik Script Fasilitas yang disediakan ArcView untuk membuat pemrograman. Pemrograman sangat berguna, terutama dalam pemrosesan yang rumit, untuk proses otomatisasi dalam pekerjaan rutin yang berulang-ulang, dan sebagainya.

11 5 Gambar 1. Menu dalam ArcView Legenda Theme Berbeda dengan legenda pada layout, legenda theme adalah simbol-simbol untuk ditampilkan dalam View dengan menggunakan data yang berasal dari theme. Simbol dan warna bisa dipilih, demikian juga dengan klasifikasinya Symbol Window Symbol windows adalah tampilan window yang berisi koleksi simbol-simbol yang digunakan dalam membuat legenda theme maupun untuk pembuatan layout. Simbol terdiri dari simbol polygon, simbol garis, simbol warna, simbol titik, simbol huruf dan fasilitas untuk memuat simbol-simbol diluar simbol standar yang disediakan Map Unit dan Scale Setiap peta harus mempunyai unit pengukuran. Map unit dapat dibuat dalam berbagai sistem ukuran (meter, kilometer, miles, dlsb), tanpa Map Unit skala peta tidak dapat ditentukan. Secara default, sebuah View tidak mempunyai Map Unit, karena itu tidak berskala. Agar sebuah View (untuk dicantumkan dalam Layout) mempunyai skala, tentukan terlebih dahulu Map Unit nya.

12 6 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Label Label adalah informasi berupa text yang ditampilkan dalam View dan berasal dari data Theme. Misalnya nama Kota berasal dari theme TOWNBRU (nama coverage adalah TOWNBRU dan topologinya adalah POINT). Nama Kecamatan berasal dari theme ADMIBRU (nama coverage adalah ADMIBRU, topologi POLYGON) Project Project merupakan file kompilasi yang berisi beberapa view, layout, table, chart, script yang dikerjakan dalam suatu kegiatan peta yang dikerjakan Bekerja dengan ArcView Memulai ArcView 1. Untuk memulai ArcView buka start menu pada windows pilih ArcView 3.3 klik pada kiri mouse untuk memilih. 2. selanjutnya akan tampil windows awal ArcView seperti pada gambar 1 berikut ini. 3. Pilih new project untuk pertama kali memulai ArcView. Gambar 2. Membuka project dalam ArcView. Untuk membuat View, klik Window Project lalu klik tombol [New]. Sebuah View baru akan muncul dan siap untuk dimasukan Theme. Untuk membuka View yang sudah dibuat, Klik Window Project, pilih View yang akan dibuka lalu klik tombol [Open].

13 7 Dalam ArcView, View dapat dibuat lebih dari satu, tergantung kebutuhan. Gambar 3. Membuka view Menentukan Map Unit dalam VIEW Klik pada menu View, lalu klik Properties. Pada layar monitor akan muncul window View properties Menentukan Skala VIEW Skala tidak dapat ditentukan jika sebuah View tidak mempunyai Map Unit. Tentukan terlebih dahulu Map Unit dari View. Gambar 4. Menentukan skala view Merubah nama VIEW Secara default, nama View ketika dibuat adalah View1, View2 dst. Nama view dapat dirubah sehingga lebih mencerminkan isi petanya. Misalnya, View untuk peta-peta basemap dapat diberi nama Basemap. Klik pada menu View, lalu klik Properties... Pada baris Name isikan dengan nama View yang dikehendaki Menghapus VIEW View dapat dihapus, jika tidak diperlukan. Pilih pada View yang dikehendaki, lalu tekan [Del] dari keyboard. Perhatikan, jika View dihapus maka komposisi peta dalam Layout yang menggunakan View tersebut akan ikut terhapus pula. Hapuslah View jika telah dipastikan bahwa View tersebut benar-benar tidak digunakan.

14 8 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Membuat/menambah THEME dalam VIEW Sebuah Theme hanya dapat ditampilkan dalam View. Karena itu untuk membuat Theme, buka/aktifkan terlebih dahulu View yang sudah dibuat. Klik pada Button Masukkan peta (coverage) dari lokasi drive dan directory tempat coverage berada, lalu klik tombol [OK] Menampilkan/ mengaktifkan THEME Menampilkan Sebuah Theme dapat ditampilkan dalam View dan sebaliknya. Menampilkan Theme, tidak berarti mengaktifkan Theme. Jika sebuah Theme sudah tampil di layar monitor tapi tidak dalam keadaan aktif, maka dia tidak dapat digunakan untuk dapat diproses. Untuk menampilkan Theme, klik pada sisi kiri Theme sehingga muncul tanda. Mengaktifkan Mengaktifkan Theme berarti memilih satu atau lebih Theme untuk dilakukan suatu proses. Misalnya, Theme akan dihapus, Theme akan dibuat Legendanya dsb. Untuk mengaktifkan Theme, klik pada nama Theme sehingga posisinya lebih menonjol. Gambar 5. Menampilkan/mengaktifkan theme Membuat Legenda THEME Aktifkan Theme yang akan diberi Legenda. Double klik pada Theme yang dipilih tersebut, pada layar monitor akan tampil window Legen Editor.

15 9 Gambar 6. Membuat legend theme Merubah Simbol LEGENDA THEME Untuk merubah simbol dalam Legenda, double klik simbol yang akan dirubah. Pada layar monitor muncul Symbol Window. Pilihlah jenis Palette sesuai dengan jenis simbol yang akan dirubah dengan cara meng-klik pada Palette yang dipilih. Misalnya, untuk simbol Garis, pilih Pen Palette, untuk simbol Polygon pilih Fill Palette, dan seterusnya. Pallete untuk symbol poligon Pallete untuk symbol garis Pallete untuk symbol poin Pallete untuk memilih jenis huruf/font Untuk menentukan ukuran simbol Fasilitas untuk mengambil jenis palette yang ada diluar ArcView Pallete untuk memilih Isi Palette, terdiri bermacam-macam simbol Gambar 7. Merubah simbol legend theme Menghapus THEME dari VIEW Aktifkan Theme. Klik pada menu Edit, lalu klik pada Delete Themes, ArcView akan bertanya apakah Theme akan dihapus. Yes, jika memang Theme akan dihapus Membuat LABEL THEME Membuat Label dari Theme artinya menampilkan informasi berupa text yang berasal dari data Theme itu sendiri. Aktifkan Theme. Klik pada. Pada layar monitor akan muncul window Theme Properties.

16 10 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 8. Membuat label theme Membuka TABLE Dalam ArcView jenis Table ada 2 macam. Table yang berasal dari Theme (coverage) dan Table yang bukan berasal dari Theme (bukan data yang terhubung pada peta). Untuk membuka Table Theme, aktifkan Theme yang akan dibuka filenya. Klik pada Button table, pada layar monitor akan muncul window Table. Untuk membuka Bukan Table Theme, aktifkan Window Project, pilih Tables lalu klik tombol [Add]. Masukkan nama file table yang akan dibuka. Gambar 9. Membuka tabel Membuat CHART Untuk membuat Chart, diperlukan Table (Table Theme atau Bukan Table Theme). Jika tidak terdapat Table dalam Window Project, maka Chart TIDAK dapat dibuat. Aktifkan Window Project, pilih Charts, lalu klik tombol [New]. Masukan nama Table yang akan dibuat Chart.

17 Membuat LAYOUT Untuk membuat Layout peta diperlukan View. Jika View belum tersedia, Layout dapat dibuat, hanya saja tidak berisi informasi peta. Ada 2 cara untuk membuat Layout. Cara 1 Aktifkan View yang akan dibuat Layout. Pilih menu View, lalu klik pada sub-menu Layout... Pilih Template (jenis tata letak peta) yang diinginkan. Tentukan nama Layout yang akan dibuat dengan memilih dari daftar, jika Layout baru dibuat pilih <New Layout>. Perhatikan, jangan memilih nama Layout yang sudah ada karena akan me-replace komposisi peta. Pada layar monitor akan nampak layout, lengkap dengan legenda dan keterangan lainnya yang siap untuk diedit jika diperlukan. Cara 2 Aktifkan Window Project. Pilih pada Layout, lalu klik tombol [New]. Pada layar monitor akan nampak window Layout berupa gambar kertas kosong. Layout siap untuk diisi informasi dan diedit Menentukan Ukuran Kertas pada LAYOUT Pilih menu Layout, lalu klik pada sub-menu Page Setup... Pada layar monitor akan muncul window Page Setup. Gambar 10. Menentukan ukuran kertas Menambah Informasi dalam LAY OUT/ Tata Letak Untuk menambahkan informasi ke dalam Layout, digunakan Toolbar. Untuk mengaktifkan Toolbar, klik tombol Toolbar dan pilih jenis Toolbar yang diinginkan.

18 12 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 11. Informasi dalam lay out/tata letak. View Untuk memasukkan View, klik pada Toolbar pilih jenis View. Tempatkan cursor pada Layout dengan cara mengklik mouse dua kali pada area dimana View akan ditambahkan pada Layout. Pada layar monitor akan muncul window View Frame Properties. Gambar 12. View frame properties. Arah Utara Pilih Toolbar dengan jenis Arah Utara. Tempatkan cursor pada Layout dengan cara mengklik mouse dua kali pada area dimana Arah Utara akan ditambahkan pada Layout. Pada layar monitor akan muncul window North Arrow Manager. Kemudian pilih jenis yang dikehendaki. Skala Peta Skala peta hanya bisa dibuat jika dalam Layout sudah terdapat View. Pilih Toolbar dengan jenis Skala. Tempatkan cursor pada Layout dengan cara mengklik mouse dua kali pada area dimana Skala akan ditambahkan pada Layout. Pada layar monitor akan muncul window Scale Bar Properties.

19 13 Gambar 13. Skala peta. Legenda Sama halnya dengan skala, Legenda juga memerlukan adanya View terdapat dalam Layout. Pilih Toolbar dengan jenis Legenda. Tempatkan cursor pada Layout dengan cara mengklik mouse dua kali pada area dimana Legenda akan ditambahkan pada Layout. Pada layar monitor akan muncul window Legend Frame Properties. Gambar 14. Legenda peta. Judul dan Koordinat Peta Gambar 15. Judul dan koordinat peta.

20 14 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Garis Pinggir Gambar 16. Garis pinggir Koreksi Geometrik Yang dimaksud dengan koreksi geometrik adalah penyelarasan peta yang berformat raster, baik berupa format jpg, tiff, dan lain sebagainya yang dapat dikenal oleh ArcView dengan data vektor yang telah memiliki sistem referensi koordinat tertentu. Digitasi adalah proses perubahan data dari format raster menjadi format vektor, baik berupa titik, garis atau poligon dengan merujuk pada suatu sistem koordinat tertentu Koreksi Geometrik Berdasarkan Koordinat lapangan Koreksi geometrik ini dilakukan berdasarkan dengan data koordinat lapangan yang dapat dilihat pada citra atau peta format raster. Lokasi-lokasi yang dapat digunakan untuk melakukan koreksi diantaranya adalah simpang jalan, jembatan, percabangan sungai atau obyek lain yang menonjol dilapangan. Pengambilan data dapat menggunakan bantuan GPS. Langkah-langkah untuk melakukan koreksi tersebut dengan ArcView adalah sebagai berikut Aktifkan software ArcView hingga muncul tampilan seperti Gambar 3. Klik pada with new layer ( apabila sudah punya file proyek yang disimpan silahkan klik pada open an existing Project). Akan muncul Windows view. Klik File pada menú bar Pilih extention dengan meng-klik pada extention. Pilih extention image analyst, klik pada kotak disamping tulisan image anayst. Tampilkan Citra atau data raster yang akan dikoreksi geometrik atau diberi koordinat. Pilih image analyst data source pada bagian data source type. Setelah citra atau data raster ditampilkan, Aktifkan data raster yang akan dikoreksi dengan meng-klik satu kali pada data raster klik Align tool pada toolbar.

21 15 Gambar 17. Data raster untuk dikoreksi. Cari pada data raster yang sudah ditampilkan lokasi dilapangan yang sudah diambil titik koordinatnya. Klik sekali pada lokasi tersebut dan klik kanan untuk menampilkan drop down menu. Gambar 18. Drop down menu untuk koreksi geometrik. Pilih Enter TO Coordinate, lalu akan muncul box menu untuk memasukkan koordinat x dan koordiant y. masukkan data yang diperoleh dari GPS untuk lokasi tersebut.

22 16 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 19. Memasukkan koordinat pada koreksi geometrik. Lakukan hal yang sama untuk minimal empat lokasi. Harus diingat bahwa lokasi sebaiknya menyebar di seluruh wilayah yang tercakup oleh data raster. Hal ini diperlukan karena tiap-tiap titik akan digunakan untuk mereplace lokasi dari data rester tersebut dalam sistem koordinat yang dipilih dengan cara interpolasi. Setelah selesai simpanlah data raster dengan memilih menu theme, klik pada save image as dan tentukan nama serta tipe penyimpanan file rasternya Koreksi geometrik berdasarkan data vektor Untuk mengkoreksikan data raster ke vektor pada program ArcView diperlukan data-data sebagai berikut: 1. Data vektor sebagai sumber koreksi 2. Data image yang akan dikoreksi Digitasi dilakukan dengan metode on screen digitation, dengan langkahlangkah sebagai berikut: Lakukan langkah seperti pada sub bab point 1 hingga 5. Tampilkan data raster yang akan di koreksi dan data vektor untuk wilayah yang sama. Aktifkan data raster yang akan dikoreksi dengan meng-klik satu kali pada data raster Klik pada align tool, cari lokasi data pada raster dan lokasi yang sama pada data vektor. Klik pada data raster lalu arahkan kursor ke lokasi yang sama pada data vektor. Klik sekali pada lokasi tersebut. Lakukan langkah yang sama untuk minimal empat titik. Pada saat dilakukan koreksi maka akan diketahui pergeseran dari citra mengikuti nilai koordinat yang sudah dimasukkan Setelah selesai simpanlah data raster dengan memilih menu theme, klik pada save image as dan tentukan nama serta tipe penyimpanan file rasternya.

23 17 Gambar 20. Koreksi geometrik berdasarkan data vektor Proses Digitasi Setelah proses koreksi geometrik selesai dilakukan maka pendigitasian selanjutnya dapat dilakukan. Dalam melaksanakan pendigitasian peta pertama kali kita harus menentukan tema peta apa yang akan dibuat. Dalam kasus contoh dibawah ini adalah kita akan menbuat peta Tata Guna Lahan atau Land Use dengan sumber peta dasar adalah salah satuan bagian citra landsat dari kabupaten Kapuas hulu tahun Langkah-langkah yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. Klik Start pada screen komputer 2. Pilih Program 3. Pilih ESRI 4. Plilih ArcView GIS 5. Plih Cancel 6. Pada menu utama File pilih Extention Pilih Image Analisis, Xtools dan Screen Digitizer Pilih New

24 18 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Pada layar akan tampil layar kosong yang aktif dan siap memerima perintah Langkah selanjutnya adalah buka file image yang akan telah disimpan pada proses koreksi dengan cara : 1. Meng-klik add theme pada menu utama View atau langsung men-klik tanda pada menu ikon diatas. 2. Pilih direktori tempat penyimpadan data citra hasil koreksi. 3. Data Sources Type diisi sengan Image Analisys Data Sources Gambar 21. Data source type. 4. Kemudian aktipkan gambar tersebut dengan cara meng-klik kotak didepan file yang ada pada menu view. Gambar 22. Mengaktifkan citra. 5. Buatkan theme atau layer Tata Guna Lahan atau land use dengan cara meng-klik view pada menu utama, kemudian klik new theme lau pilih poly. 6. Klik Ok. 7. Theme diberi nama landuse 8. Untuk menyimpan klik OK

25 19 Gambar 23. Menyimpan theme. Anda telah membuat theme baru dengan nama landuse, tetapi file ini masih belum mempunyai kolom atau field yang sesuai dengan dta base yang telah kita buat.langkah selanjutnya adalah anda harus membuat judul kolom atau field yang ada dalam atribut tabel. Panggil database tabel Land Use yang telah dibuat dari menu utama Window atau dari Window project pilih Tabel kemudian klik add dan cari dimana file database disimpan. Gambar 24. Data based tabel. Untuk selanjutnya kita akan memanfaatkan micro software Screen digitizer yang ada dalam extention ArcView. Screen digitizer adalah bukan software bawaan dari ArcView, tetapi dibuat sebagai software tambahan secara terpisah oleh ESRI. Jika software tersebutbelum ada harus dikopikan dulu kepada bin32 yang ada pada direktori C:\ESRI\AV_GIS30\ArcView\EXT32. Setelah yakin software tersebut ada maka langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut : Aktifkan extention Screen Digitizer yang berada pada extention pada menu utama File

26 20 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 25. Extention screen digitizer pada menu utama. 1. Pada menu utama Theme pilih Start Editing kemudian pilih Screen Digitize Wizard dan klik satu kail, maka akan tampil gambar seperti dibawah ini. Gambar 26. Screen digitizer wizard. 2. Klik Next, tampilan selanjutnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini Gambar 27. Tampilan lanjutan pada screen digitizer wizard.

27 21 3. Pilih Not Unique (Duplikat OK) 4. Klik Next dan akan muncul gambar seperti dibawah ini : 5. Pilih Select Value From Look Up Tabel 6. Klik Next Gambar 28. Memasukkan value. Secara sederhana ikuti saja (klik next) default pilihan yang tersedia pada ikon fungsi pendigitasian hingga tampil ikon seperti gambar dibawah ini berikut dengan data base yang akan dijadikan label pada peta land use yang akan didigitasi. Digitasi dapat dimulai dengan menyoroti salah satu label yang ada dalam data base tersebut. Salah satu contoh yang akan didigitasi misalnya belukar. Maka Belukar di highlight kemudian pilih ikonnya untuk kemudian dapat didigitasi diatas citra yang ada pada screen. Gambar 29. Digitasi pada citra.

28 22 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar 2.4. Proses Perhitungan Luas Setelah proses digitasi selesai dilakukan maka fase selanjutnya adalah proses perhitungan luas. Perhitungan luas dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas extention Xtool. Aktifkan ekstensi xtool, kemudian setting satuan panjang dan luas yang akan digunakan. Satuan panjang yang lazim digunakan dalam hal ini adalah meter sementara satuan luasnya adalah hektar. Gambar 30. Extention X-tool untuk perhitungan luas. Gambar 31. Tampilan pada layer atau theme yang dihitung luasnya. Gambar 32. Contoh hasil kalkulasi perhitungan luas dengan menggunakan Xtool.

29 Proses Dissolve Dissolve merupakan proses simplifikasi atribut pada layer atau theme berdasarkan kesamaan field pada atribut peta. Sebagai contoh adalah batas desa dalam satu kecamatan, proses disolve atas atribut kecamatan dalam hal ini berarti menghilangkan batas desa dan menyisakan hanya batas kecamatan sebagai outputnya. Gambar 33. Mengaktifkan disolve 2.6. Proses Penggabungan Antar Poligon (Merge) Proses ini diginakan untuk mengabungkan dua buah areal atau lebih, dengan syarat penggunaan sistem koordinatnya sama. Gambar 34. Penggabungan Poligon 2.7. Proses Pemotongan (Clip) Proses ini digunakan untuk memotong suatu thema peta yang lebih luas dengan poligon tertentu yang lebih kecil luasannya.

30 24 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar Gambar 35. Clip atau pemotongan 2.8. ProsesTumpang Susun (Intersect) Proses ini digunakan untuk menumpangkan satu theme/layer diatas theme/ layer yang lainnya dimana theme yang diatas digunakan sebagai acuan batasnya. Gambar 36. Proses tumpang susun (Intersect) 2.9. Proses Tumpang Susun (Union) Proses ini digunakan untuk menumpangkan dua layer atau lebih diatas layer lainnya. Gambar 37. Proses tumpang susun (Union)

31 Proses Pengolahan dan Tabulasi Data Poses pengolahan data atribut pada sistem informasi geografis selain dengan fasilitas ArcView dapat juga dengan memeanfaatkan Microsoft Excel. Pengolahan data dengan menggunakan Microsoft Excel relatif mudah dan sederhana. Adapun bentuk data yang dapat dibuka dan diolah yaitu file yang berextension.dbf pada theme atau layer peta. Dalam melaksanakan analisis data terdapat beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut: Pada Menu Start yang ada pada Screen Wndow klik Program Buka program Microsoft Excel Pada Menu Utama File pilih Open Pilih data yang berextention, dbf pada direktori dimana data spatial yang kita simpan Klik 2x pada file tersebut atau klik 1 X kemudian Open Gambar 38. Tampilan atribut data. Gambar diatas menampilkan atribut data data yang tersimpan dalam data spatial dan data ini masih dalam format,dbf, File ini harus disimpan dalam format MS Excel agar tidak mengganggu data aslinya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada layer asalnya. Cara penyimpanannya adalah sebagai berikut: Gambar 39. Menyimpan atribut data.

32 26 PANDUAN APLIKASI Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar 1. Dengan cara Save As dan Save as Type diisi dengan Micrsoft Excel Workbook dan diberi nama baru 2. Peyimpanan data hebdaknya dibuatkan direktori tersendiri khusus untuk data-data hasil olahan. 3. Klik Save 4. Langkah selanjuynya adalah dari menu utama Microsoft Excel pilih Data dan Klik Pivot Table and Pivot Chart Report. 5. Akan tampil gambar seperti dibawah ini Gambar 40. Melanjutkan menyimpan data atribut pada excel 6. Kemudian Klik Next, akan tampil gambar seperti berikut in 7. Klik Next, 8. Akan terlihat seperti gambar dibawah ini Gambar 41. Lanjutan menyimpan data atribut pada excel

33 27 9. Klik Layout, akan tampil gambar sbb Gambar 42. Tampilam lanjutan menyimpan data atribut pada excel Isikan Row (baris) dan Column (kolom) dengan informasi yang akan digunakan dalam tabulasi. Kemudian kotak yang berisi HECTARE di masukan ke kolom yang bertuliskan DATA 10. Klik OK. kemudian Klik Finish 11. Dan hasiln dari proses analisis adalah seperti yang terlihat pada gambar di bawah 12. Data hasi analisis di drag dan dikopi kemudian disimpan dan lakukanlah pengeditan untuk disesuaiakan kepentingan tampilan dalam penbuatan laporan. Gambar 43. Hasil analisis

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang 15) Klik tombol pada toolbar Editor, dan seleksi semua objek pada layer sungai utama 01 dissolve edit yang berada di luar jangkauan antara tanda panah atas dan tanda panah bawah, seperti yang diperlihatkan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS SPASIAL

BAB V ANALISIS SPASIAL BAB V ANALISIS SPASIAL Setelah data spasial parameter penentu lahan kritis disusun dengan cara ataupun prosedur seperti telah dijelaskan dalam bagian I, data tersebut selanjutnya dianalisis untuk memperoleh

Lebih terperinci

Session_02 February. - Komponen SIG - Unsur-unsur Essensial SIG. Matakuliah Sistem Informasi Geografis (SIG)

Session_02 February. - Komponen SIG - Unsur-unsur Essensial SIG. Matakuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) Matakuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) Oleh: Ardiansyah, S.Si GIS & Remote Sensing Research Center Syiah Kuala University, Banda Aceh Session_02 February - Komponen SIG - Unsur-unsur Essensial SIG

Lebih terperinci

8. LAYOUT. Fixed zoom out / in, Zoom whole pages, 100%

8. LAYOUT. Fixed zoom out / in, Zoom whole pages, 100% L a y o u t 44 8. LAYOUT Pada tahap pelaporan (reporting), hasil analisis perlu dicetak. Output yang diharapkan pengguna adalah layout peta yang menarik dan jelas, dan komunikatif/ mudah dimengerti. Tahapan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN z KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE DAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA A. MENYALAKAN KOMPUTER Pastikan Kabel Supply terhubung ke PLN, kemudian lakukan langkah sbb: 1. Nyalakan Stabilizer 2. Nyalakan

Lebih terperinci

Gambar 4.47 Informasi Peta DampakMei 2008... 120 Gambar 4.48 Informasi Peta Dampak Mei 2008 sampai Juni 2009. 121 Gambar 4.49 Peta wilayah dampak

Gambar 4.47 Informasi Peta DampakMei 2008... 120 Gambar 4.48 Informasi Peta Dampak Mei 2008 sampai Juni 2009. 121 Gambar 4.49 Peta wilayah dampak DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambaran SIG... 7 Gambar 2.2 Data pada SIG... 9 Gambar 2.3 Contoh data raster citra satelit... 9 Gambar 2.4 Point pada model data vektor... 10 Gambar 2.5 Contoh data geospasial...

Lebih terperinci

PANDUAN PRAKTIS MICROSOFT WORD 2007

PANDUAN PRAKTIS MICROSOFT WORD 2007 Bagian 1: Mengenal Microsoft Office Word 2007 1.1. Memulai Aplikasi Microsoft Office Word 2007 Untuk membuka Microsoft Word caranya adalah: Klik Tombol Start yang ada di taskbar. Pilih menu All Program

Lebih terperinci

MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2007

MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2007 MICROSOFT OFFICE POWERPOINT 2007 Cakupan Panduan : Menjalankan software presentasi Menggunakan menu-menu serta shortcut Menyimpan, memanggil, insert, edit Menggunakan Header, footer, page numbering Pencetakan

Lebih terperinci

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang 23) Pada bagian Show: pilih Categories dan pilih Unique values. Pada combo box Value Field, pilih Peringkat. Klik tombol Add All Values, untuk menampilkan nilai-nilai yang terdapat di dalam kolom Peringkat.

Lebih terperinci

E-Trik JAVA. Pemrograman Database. IRAWAN e-mail : irawan_cyber@yahoo.com.sg

E-Trik JAVA. Pemrograman Database. IRAWAN e-mail : irawan_cyber@yahoo.com.sg DISCLAIMER Seluruh dokumen E-Trik di dalam CD ini dapat digunakan dan disebarkan secara bebas untuk tujuan belajar bukan komersial (non-profit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis

Lebih terperinci

Panduan Menggunakan Microsoft Project

Panduan Menggunakan Microsoft Project Panduan Menggunakan Microsoft Project Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada Gedung IKM Lt.1 Jl. Farmako, Sekip Utara, Jogjakarta Telp/Fax:0274-542900

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL NOMOR : P.

Lebih terperinci

Mudah Belajar ArcView GIS 3.x Petunjuk praktis untuk pemula. Yiyi Sulaeman

Mudah Belajar ArcView GIS 3.x Petunjuk praktis untuk pemula. Yiyi Sulaeman Mudah Belajar ArcView GIS 3.x Petunjuk praktis untuk pemula Yiyi Sulaeman Balai Penelitian Tanah Puslitbang Tanah dan Agroklimat Departemen Pertanian 2005 Mudah Belajar ArcView GIS 3.x Petunjuk praktis

Lebih terperinci

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. MATA TATARAN : PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. B. Peserta dapat mengaplikasikan bahan ajar dalam

Lebih terperinci

SMK NU 03 KALIWUNGU MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH ANGKA. Nama Kelas No Absen MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI

SMK NU 03 KALIWUNGU MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH ANGKA. Nama Kelas No Absen MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH ANGKA MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI PROGRAM KEAHLIAN: SEMUA PROGRAM KEAHLIAN Nama Kelas No Absen Modul ini milik : SMK NU 03 KALIWUNGU

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2013/2014

UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2013/2014 UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2013/2014 Matakuliah Waktu : Sistem Informasi Geografis / 3 SKS : 100 menit 1. Jelaskan pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG). Jelaskan pula perbedaan antara SIG dan

Lebih terperinci

WORKSHOP IN HOUSE (IHT) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS TIK DI SMA NEGERI 2 BENGKALIS

WORKSHOP IN HOUSE (IHT) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS TIK DI SMA NEGERI 2 BENGKALIS WORKSHOP IN HOUSE (IHT) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS TIK DI SMA NEGERI 2 BENGKALIS MODUL MICROSOFT POWERPOINT INSTRUKTUR : NOVRIYANTO, ST., M.Sc SYUKRAN SETIAWAN, ST PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENGKALIS

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. komputer. Bahasa komputer berasal dari bahasa asing yaitu To Compute, yang artinya

BAB II LANDASAN TEORI. komputer. Bahasa komputer berasal dari bahasa asing yaitu To Compute, yang artinya BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Dalam merancang sebuah sistem informasi, digunakan suatu alat pendukung yaitu komputer. Bahasa komputer berasal dari bahasa asing yaitu To Compute, yang artinya

Lebih terperinci

Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003

Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003 Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003 Oleh : Rino A Nugroho, S.Sos,M.T.I Ada beberapa aplikasi perkantoran yang diciptakan oleh Microsoft. Aplikasi ini di jadikan dalam satu program yang bernama

Lebih terperinci

Mengatur Tampilan AutoCAD

Mengatur Tampilan AutoCAD Mengatur Tampilan AutoCAD Untuk berinteraksi dengan sebuah program, Anda pasti akan disuguhkan dengan sebuah tampilan (interface) program tersebut. Ini tentunya untuk memudahkan Anda sebagai user dalam

Lebih terperinci

3.1 Pelajaran: Bekerja dengan Data Vektor

3.1 Pelajaran: Bekerja dengan Data Vektor BAB 3 Modul : Membuat Peta Sederhana In this module, you will create a basic map which will be used later as a basis for further demonstrations of QGIS functionality. 3.1 Pelajaran: Bekerja dengan Data

Lebih terperinci

MODUL XIII FORM dan REPORTS

MODUL XIII FORM dan REPORTS MODUL XIII FORM dan REPORTS A. MAKSUD DAN TUJUAN 1. MAKSUD Mahasiswa mengerti cara membuat form dan laporan dengan Ms Access 2. TUJUAN!"Agar mahasiswa dapat membust form untuk mengedit dan menambah data

Lebih terperinci

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Keluaran Matriks Emisi Keluaran dari matriks emisi adalah total hasil perhitungan matriks yang terbagi atas tab unit perencanaan, emisi bersih, emisi total, dan sekuestrasi total dengan satuan unit ton

Lebih terperinci

A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa

A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa wilayah dalam bentuk informasi spatial (keruangan). GIS

Lebih terperinci

Modul Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Geografis

Modul Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Geografis Malinau Research Forest Modul Pelatihan Dasar-dasar Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Geografis Oleh: Petrus Gunarso Andy Darmawan Atie Puntodewo Haryono Oktober, 2003 DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN KATA

Lebih terperinci

1.1 Memulai Access 2007

1.1 Memulai Access 2007 Microsoft Access 2007 1.1 Memulai Access 2007 Microsoft Access 2007 yang untuk selanjutnya disingkat Access 2007 adalah program aplikasi database yang populer dan banyak digunakan saat ini. Dengan Access

Lebih terperinci

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 EDISI III - 2005 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 EDISI III - 2005 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR Edisi III - 2005 EDISI III - 2005 MATA MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) PROGRAM KEAHLIAN:

Lebih terperinci

LATIHAN 3 : QUERY DATABASE

LATIHAN 3 : QUERY DATABASE LATIHAN 3 : QUERY DATABASE Start ArcMap dan buka peta existing Menambahkan map tips Identify Mencari objek Membuat query spasial Membuat layer hasil query Menyimpan layer data. Menyimpan dokumen peta dan

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia]

MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia] MODUL PRAKTIKUM Perangkat Lunak Aplikasi [Dia] Versi 3.0 Tahun Penyusunan 2011 Tim Penyusun 1.Dina Anggraini 2. Kemal Ade S 3. Hela Yuda 4. Sri Mulia Laboratorium Sistem Informasi Dasar Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Produksi CD Multimedia Interaktif Menggunakan Macromedia Captivate

Produksi CD Multimedia Interaktif Menggunakan Macromedia Captivate Produksi CD Multimedia Interaktif Menggunakan Macromedia Captivate Winastwan Gora S. redaksi@belajarsendiri.com Lisensi Dokumen : Hak Cipta 2006 BelajarSendiri.Com Seluruh dokumen ini dapat digunakan,

Lebih terperinci

DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI

DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI Bagian pertama dari proyek untuk mempercantik dan menambah fungsional desktop adalah dengan melakukan kostumisasi desktop dan ikon. Dengan menggunakan software-software free

Lebih terperinci

Mengetik Skripsi/Tugas Akhir dengan Efektif

Mengetik Skripsi/Tugas Akhir dengan Efektif Mengetik Skripsi/Tugas Akhir dengan Efektif Oleh: Yuliazmi Jakarta 2006 http://yuli.bedeng.com Sepatah Kata Kendala yang sering dihadapi oleh mahasiswa saat mengetik tugas akhir adalah mengelola pengetikan

Lebih terperinci

PANDUAN MANUAL JENTERPRISE

PANDUAN MANUAL JENTERPRISE PANDUAN MANUAL JENTERPRISE Untuk memulai pengoperasian Web jenterprise, langkah langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan konfigurasi halaman administrator. Halaman administrator bisa di akses di http://namadomainanda/admin/,

Lebih terperinci

SOP APLIKASI DATABASE MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN

SOP APLIKASI DATABASE MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN SOP APLIKASI DATABASE MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN A. Muatan Aplikasi Aplikasi Database Masyarakat Miskin Perkotaan ini adalah sistem penyimpanan data kemiskinan yang bersumber dari data PPLS 2011 dan Podes

Lebih terperinci

TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA)

TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA) TUTORIAL SIADPA KIPA (KEUANGAN PERKARA) I. PENGANTAR 1.1. Uraian singkat Aplikasi Sistem Administrasi Keuangan Perkara Kepaniteraan Pengadilan Agama disingkat SIADPA-KIPA adalah bagian dari Sistem Administrasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Mencatat data alamat seseorang merupakan tugas yang ringan. Akan tetapi ketika data tersebut bertambah banyak maka akan sulit dilaku kan dalam

Lebih terperinci

Microsoft Office Power Point 2013

Microsoft Office Power Point 2013 Microsoft Office Power Point 2013 Team Lab Infokom DPP Infokom@2013 1. Pengenalan Power Point 2013 Software presentasi merupakan software yang berfungsi untuk membantu membuat file presentasi yang dinamis

Lebih terperinci

PRAKTIKUM MULTIMEDIA MODUL VI CREATING A SIMPLE COMPANY PROFILE AND QUIZ IN FLASH WITH ACTIONSCRIPT. Disusun Oleh : Munengsih Sari Bunga

PRAKTIKUM MULTIMEDIA MODUL VI CREATING A SIMPLE COMPANY PROFILE AND QUIZ IN FLASH WITH ACTIONSCRIPT. Disusun Oleh : Munengsih Sari Bunga PRAKTIKUM MULTIMEDIA MODUL VI CREATING A SIMPLE COMPANY PROFILE AND QUIZ IN FLASH WITH ACTIONSCRIPT Disusun Oleh : POLITEKNIK INDRAMAYU 2012 2 MODUL VI CREATING A SIMPLE COMPANY PROFILE AND QUIZ IN FLASH

Lebih terperinci

1. Penerapan sebuah bentuk pemformatan

1. Penerapan sebuah bentuk pemformatan 1. Penerapan sebuah bentuk pemformatan A. terhadap sel. Buka menu STYLIST: Pilih menu bar FORMAT STYLIST, Atau tekan tombol keyboard F11, Atau klik ikon di FUNCTION BAR. Didalam jendela STYLIST, ada beberapa

Lebih terperinci

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata Sainstech Unisma Bekasi Pertemuan 8 (Grafik 2 y axis dan link antar sheet) Bagian 1 : Membuat Grafik dengan 2 y axis Penjelasan singkat : Dalam latihan ini akan dilakukan pembuatan grafik yang menampilkan

Lebih terperinci

Geospasial BNPB. 1 Geospasial BNPB Data Spasial Kebencanaan

Geospasial BNPB. 1 Geospasial BNPB Data Spasial Kebencanaan 1 Geospasial BNPB Data Spasial Kebencanaan Geospasial BNPB BNPB memberikan fasilitas dalam penggunaan data spasial dengan mengembangkan system yang disebut dengan Geospasial BNPB. System yang dikembangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Adobe Photoshop adalah sebuah aplikasi yang dapat meng animasikan gambar dengan bagus. Adobe Photoshop yaitu perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang

Lebih terperinci

Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada

Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada 2.9 Bekerja dengan Tampilan Slide Sorter Klik View Pilih Slide Sorter Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada ribbon Home dalam group Clipboard, klik cut)

Lebih terperinci

PETUNJUK OPERASIONAL SMART DISPLAY MODE NETWORK

PETUNJUK OPERASIONAL SMART DISPLAY MODE NETWORK PETUNJUK OPERASIONAL SMART DISPLAY MODE NETWORK A. INSTALASI Sistem Server Smart Display terdiri dari 1 Perangkat PC Server dan Dua atau lebih Perangkat Smart Display Android Sebagai Client. Prosedur Konfigurasi

Lebih terperinci

Tutorial Singkat Menggunakan Altium Design Winter/ Protel Dxp. Oleh : Ardya Dipta N 13206180 ardviri2002@yahoo.com / ardyadipta@gmail.

Tutorial Singkat Menggunakan Altium Design Winter/ Protel Dxp. Oleh : Ardya Dipta N 13206180 ardviri2002@yahoo.com / ardyadipta@gmail. Oleh : Ardya Dipta N 13206180 ardviri2002@yahoo.com / ardyadipta@gmail.com Altium Design Winter adalah program yang digunakan untuk mendesain PCB. Pada altium 2009 ini, fitur yang diberikan Altium sudah

Lebih terperinci

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5

Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Panduan membuat aplikasi sederhana pada Smartphone berbasis Windows Mobile 5 Eko Riduwan eko@ekoriduwan.com http://www.ekoriduwan.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGELOLAAN SITUS WEB BPKP

PANDUAN PENGELOLAAN SITUS WEB BPKP PANDUAN PENGELOLAAN SITUS WEB BPKP URL (UNIFIED RESOURCES LOCATOR) Untuk dapat melakukan pengelolaan halaman web di situs web BPKP, kita harus mengetikkan URL atau unified resources locator atau alamat

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Proses editing video sebelum adanya teknologi Multimedia, membutuhkan ruang dan waktu yang sangat besar. Belum lagi biaya yang cukup besar pula

Lebih terperinci

MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI

MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI 2014 www.sistemrumahsakit.com DAFTAR ISI A. MENU PEMERIKSAAN... 4 B. MENU HASIL PEMERIKSAAN... 14 C. MENU TARIF RADIOLOGI...

Lebih terperinci

Cara Mudah Membuat Aplikasi Windows dengan Microsoft Visual C++

Cara Mudah Membuat Aplikasi Windows dengan Microsoft Visual C++ Bab DATABASE Mengakses Database dengan ADO Database atau bisa juga disebut sebagai bank data, adalah sebuah sistem yang terdiri dari sebuah atau beberapa file. Database bisa terdiri dari beberapa tabel

Lebih terperinci

BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN

BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN 9.1. Membuat Menu dengan Form Design Selain membuat menu dengan menggunakan fasilitas Switchboard Manager seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, Anda juga

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 31 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Desain Website (Perancangan Website) Desain ini berupa struktur yang harus dibuat untuk memudahkan pembuatan website yang dimaksudkan agar web ini terlihat sederhana

Lebih terperinci

Pemrograman Microsoft Excel

Pemrograman Microsoft Excel Pemrograman Microsoft Excel Dalam pengolahan data, teknologi informasi memiliki berbagai macam bentuk aplikasi perhitungan, salah satunya dengan menggunakan microsoft excel, disini anda akan dijelaskan

Lebih terperinci

Membuat Bahan Ajar berbasis Web dengan Adobe Dreamweaver CS3. Bambang Adriyanto

Membuat Bahan Ajar berbasis Web dengan Adobe Dreamweaver CS3. Bambang Adriyanto Membuat Bahan Ajar berbasis Web dengan Adobe Dreamweaver CS Bambang Adriyanto MEMBUAT SITE dan HALAMAN BARU Membuat Site Sebelum membuat halaman-halaman web Anda harus membuat Site terlebih dahulu, untukmemudahkan

Lebih terperinci

Eksplorasi Gradien Menggunakan Geogebra. Muh. Tamimuddin H

Eksplorasi Gradien Menggunakan Geogebra. Muh. Tamimuddin H Eksplorasi Gradien Menggunakan Geogebra Muh. Tamimuddin H Geogebra dapat digunakan untuk membuat sebuah lembar kerja dinamis. Pada tulisan ini, GeoGebra akan kita gunakan untuk menggambarkan sebuah garis

Lebih terperinci

E-Learning System PANDUAN DOSENT APLIKASI MANAJEMANT PERKULIAHAN ONLINE RAHMAN IT. FATEK -UNISKA rahman@edukasi-online.net

E-Learning System PANDUAN DOSENT APLIKASI MANAJEMANT PERKULIAHAN ONLINE RAHMAN IT. FATEK -UNISKA rahman@edukasi-online.net 2014 E-Learning System PANDUAN DOSENT APLIKASI MANAJEMANT PERKULIAHAN ONLINE RAHMAN IT FATEK -UNISKA rahman@edukasi-online.net Daftar Isi MEMULAI APLIKASI... 3 LOGIN APLIKASI... 3 RESET PASSWORD... 3 MATERI

Lebih terperinci

Petunjuk menggunakan Apli Label, Multimedia maupun Apli business card

Petunjuk menggunakan Apli Label, Multimedia maupun Apli business card Petunjuk menggunakan Apli Label, Multimedia maupun Apli business card 1. Masukkan CD Apli softpro, kemudian akan muncul window seperti : Pilih Apli softpro kemudian pilih complete installation, kemudian

Lebih terperinci

Aplikasi SIG dalam Pengelolaan SDA

Aplikasi SIG dalam Pengelolaan SDA 5 Aplikasi SIG dalam Pengelolaan SDA Aplikasi SIG dalam Pengelolaan SDA Pada bab-bab sebelumnya kita telah mempelajari konsep SIG. Untuk memberi gambaran penggunaannya, kita akan mengulas dua contoh aplikasi

Lebih terperinci

Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout

Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout Terima kasih karena Anda telah memilih Software WAYout untuk keperluan komputerisasi, silahkan lanjutkan proses instalasi Software dengan mengikuti petunjuk berikut.

Lebih terperinci

Gambar,Text, dan Sound di Director

Gambar,Text, dan Sound di Director Gambar,Text, dan Sound di Director 1. PENDAHULUAN Kali ini anda akan membuat halaman informasi galery poster Pemandangan Alam yang kaya unsur visual agar memukau audience anda.terdapat animasi looping

Lebih terperinci

Membuat Grafik dengan Dua Sumbu (Axis) Vertikal yang Berbeda

Membuat Grafik dengan Dua Sumbu (Axis) Vertikal yang Berbeda Membuat Grafik dengan Dua Sumbu (Axis) Vertikal yang Berbeda Junaidi, Junaidi (Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi) Dalam penyajian data, sering dibutuhkan grafik dengan dua sumbu

Lebih terperinci

PANDUAN SINGKAT MENGELOLA MATA KULIAH : BAGIAN I

PANDUAN SINGKAT MENGELOLA MATA KULIAH : BAGIAN I PANDUAN SINGKAT MENGELOLA MATA KULIAH : BAGIAN I PERLU DIINGAT SEBELUM MELANJUTKAN MEMBACA PANDUAN SINGKAT INI: 1. TATA LETAK MENU dan BLOK pada tampilan laman sangat tergantung pada pengaturan THEME oleh

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Modul Pengolahan Data Tinggi Gelombang Signifikan Disusun oleh : Erwin Maulana M. Tri Hartanto 2010 Pendahuluan Tinggi gelombang signifikan (significant

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEMPAT IBADAH DI KOTA BOGOR BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEMPAT IBADAH DI KOTA BOGOR BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN QUANTUM GIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TEMPAT IBADAH DI KOTA BOGOR BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN QUANTUM GIS Sari Rahma Nursuci(11105521) Jurusan Sistem Informasi, Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas

Lebih terperinci

Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5

Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5 Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5 Persiapan : Ada beberapa file yang diperlukan sebelum kita melakukan instalasi Galileo Desktop Versi 2.5, berikut data file & Tahapan instalasinya : 1 2 3 4

Lebih terperinci

BAB 2 PENGENALAN ARCGIS

BAB 2 PENGENALAN ARCGIS BAB 2 PENGENALAN ARCGIS Kelengkapan modul atau fasilitas yang tersedia pada ArcGIS ditentukan oleh pilihan saat melakukan instalasi software tersebut. Sementara kemampuan ArcGIS untuk melakukan input,

Lebih terperinci

Dasar Pemetaan& Mapinfo Ver.7.5

Dasar Pemetaan& Mapinfo Ver.7.5 Pemetaan Digital Pemetaan digital adalah pemetaan yang dibuat dengan menggunakan media Digital yaitu Computer. Software yang digunakan untuk pemetaan digital sangat beragam seperti AutoCAD, ArcView, Mapinfo

Lebih terperinci

3. Sistem Operasi Windows. a. Mengenal sistem operasi

3. Sistem Operasi Windows. a. Mengenal sistem operasi 3. Sistem Operasi Windows a. Mengenal sistem operasi Pada saat menyalakan komputer, perangkat lunak yang pertama akan bekerja adalah perangkat lunak sistem operasi (operating system). Perangkat lunak sistem

Lebih terperinci

PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET

PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET Microsoft Excel merupakan program aplikasi spreadsheet (lembar kerja elektronik). Fungsi dari Microsoft Excel adalah untuk melakukan operasi perhitungan serta dapat mempresentasikan

Lebih terperinci

SILABUS. Tes unjuk kerja. Mengidentifikasi tampilan menu bar dengan cermat / teliti. Tes unjuk kerja

SILABUS. Tes unjuk kerja. Mengidentifikasi tampilan menu bar dengan cermat / teliti. Tes unjuk kerja SILABUS Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi : MTs NEGERI PURWOREJO : VIII (delapan)/ 1 (satu) : Teknologi Informasi dan Komunikasi : 1. Menggunakan perangkat lunak untuk menyajikan

Lebih terperinci

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 A. MENJALANKAN PROGRAM MYOB ACCOUNTING Setelah yakin komputer Saudara dipasang dan diinstal Software MYOB Accounting Plus versi 13, maka ada 2

Lebih terperinci

Membuat Aplikasi Tampil, Entri, Edit, Delete Mahasiswa

Membuat Aplikasi Tampil, Entri, Edit, Delete Mahasiswa Tutorial Macromedia Dreamweaver PHP MySQL Membuat Aplikasi Tampil, Entri, Edit, Delete Mahasiswa Oleh Achmad Solichin, http://achmatim.net, achmatim@gmail.com Dalam Tutorial Ini Diasumsikan Bahwa: 1. Di

Lebih terperinci

http://3tell.stptrisakti.net Dibangun dengan menggunakan Course Management System Tutorial singkat bagi Pengajar

http://3tell.stptrisakti.net Dibangun dengan menggunakan Course Management System Tutorial singkat bagi Pengajar http://3tell.stptrisakti.net Dibangun dengan menggunakan Course Management System Tutorial singkat bagi Pengajar 1 MASUK KE SYSTEM 3TELL 1. Login ke http://3tell.stptrisakti.net/. Klik Login pada sisi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH. Didalam jaman komputer sekarang ini program aplikasi seperti ini sangat

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH. Didalam jaman komputer sekarang ini program aplikasi seperti ini sangat BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Didalam jaman komputer sekarang ini program aplikasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan dan organisasi yang bekerja dengan database

Lebih terperinci

Double klik icon microsoft word pada dekstop anda, icon ini

Double klik icon microsoft word pada dekstop anda, icon ini TUGAS 2 Cara Mengatur Halaman Teknik atau cara dalam pembuatan laporan sangat banyak sekali, namun banyak diantara kita yang tak begitu paham tentang bagaimana cara yang lebih mudah, praktis, dan sistematis

Lebih terperinci

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 1 Daftar Isi BAB 1... 3 PENDAHULUAN... 3 1.1 ALUR KERJA SI-NPP... 3 BAB 2... 4 MENJALANKAN APLIKASI SI-NPP... 4 2.1 MASUK KE APLIKASI SI-NPP... 4 2.2 MENU DALAM APLIKASI (NPP)... 4 2.2.1 Menu Informasi...

Lebih terperinci

Aplikasi SI Kemiskinan Daerah V.1. USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA

Aplikasi SI Kemiskinan Daerah V.1. USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA 1 Sistem Informasi Kemiskinan dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan dalam penanggulangan kemiskinan secara

Lebih terperinci

ACCURATE 4 QUICK START

ACCURATE 4 QUICK START ACCURATE 4 QUICK START 1. DATA PERUSAHAAN YANG PERLU DIPERSIAPKAN Sebelum membuat database ACCURATE 4, data perusahaan yang perlu Anda siapkan adalah sbb : Daftar Kas dan Bank beserta jumlahnya masing-masing.

Lebih terperinci

Langkah pembuatan efek foto blending dengan Photoshop

Langkah pembuatan efek foto blending dengan Photoshop Langkah pembuatan efek foto blending dengan Photoshop Langkah 1 Buatlah sebuah file baru dengan Photoshop. Caranya ya dengan memilih menu File > New. Saat muncul kotak dialog New, silahkan diisi dengan

Lebih terperinci

Seperti yang ada dalam storyboard, multimedia pembelajaran saya terdiri dari empat menu utama yaitu:

Seperti yang ada dalam storyboard, multimedia pembelajaran saya terdiri dari empat menu utama yaitu: Belajar Matriks Mudah dan Menyenangkan (Chapter 2) Assalammualaikum.. Salam Matematika!! Pada chapter sebelumnya, saya telah sedikit memberikan penjelasan mengenai Multimedia Pembelajaran Interaktif dan

Lebih terperinci

LANGKAH LANGKAH PENGUNAAN EMAIL KORPORAT

LANGKAH LANGKAH PENGUNAAN EMAIL KORPORAT DAFTAR ISI DAFTAR ISI...1 LANGKAH LANGKAH PENGUNAAN EMAIL KORPORAT...2 I. CARA PENGAKSESAN EMAIL...2 II. CARA MELIHAT EMAIL...4 III. CARA MEMBUAT EMAIL / PESAN BARU...6 LANGKAH LANGKAH PENGUNAAN EMAIL

Lebih terperinci

MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian. Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR)

MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian. Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 Manual Penggunaan Aplikasi PMKDR Page 1 A. Tahap Persiapan Manual Penggunaan

Lebih terperinci

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 EDISI IV 2005 MATA MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) PROGRAM KEAHLIAN: SEMUA PROGRAM KEAHLIAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI

Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI Langkah 1 dari 23: Langkah Instalasi ODBC dan Install SIKI dilakukan setelah selesai langkah Instal MySQL dan Penempatan File Database SIKI (baca : Juknis

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan dan Akses

Panduan Penggunaan dan Akses ProQuest Panduan Penggunaan dan Akses Cara Masuk Ke ProQuest ProQuest dapat di akses melalui website universitas, ataupun melalui URL http://search.proquest.com Untuk akses didalam universitas, dapat langsung

Lebih terperinci

MEMBUAT MEDIA PRESENTASI BAHAN AJAR MENGGUNAKAN POWERPOINT 2007

MEMBUAT MEDIA PRESENTASI BAHAN AJAR MENGGUNAKAN POWERPOINT 2007 MEMBUAT MEDIA PRESENTASI BAHAN AJAR MENGGUNAKAN POWERPOINT 2007 Oleh: I WAYAN MULIANA, S.Pd. why.mulia@gmail.com PALANGKA RAYA TAHUN 2010 halaman 1 1. Klik Star All Programs Microsoft Office Power Point

Lebih terperinci

Aspro Photo Designer v3.3.0

Aspro Photo Designer v3.3.0 the MOMENTS / the STORY / the GIFT Panduan Penggunaan Aspro Photo Designer v3.3.0 w w w. a s p r o p h o t o. c o m Aspro Photo Designer 1 Panduan Aspro Photo Designer 1. Membuat Proyek Baru Double click

Lebih terperinci

BELAJAR SPSS. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu software SPSS

BELAJAR SPSS. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu software SPSS BELAJAR SPSS SPSS merupakan software statistik yang paling populer, fasilitasnya sangat lengkap dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan

Lebih terperinci

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN Sistem "Verifikasi dan Validasi Data Proses Pembelajaran" dimaksudkan untuk memastikan konsistensi proses belajar mengajar (PBM) dengan acuan

Lebih terperinci

SISTEM AKADEMIK YARSI. Modul Pelatihan Dosen. Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504

SISTEM AKADEMIK YARSI. Modul Pelatihan Dosen. Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504 SISTEM AKADEMIK YARSI Modul Pelatihan Dosen Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504 Daftar Isi Contents I. Login... 2 II. Kalender Akademik... 3 III. Menu Penilaian... 4 III.1 Input Nilai...

Lebih terperinci

PETUNJUK INSTALASI DATABASE, XAMPP (Web Server) dan APLIKASI EDUCATION MANAGEMENT INFORMATION SISTEM E M I S

PETUNJUK INSTALASI DATABASE, XAMPP (Web Server) dan APLIKASI EDUCATION MANAGEMENT INFORMATION SISTEM E M I S PETUNJUK INSTALASI DATABASE, XAMPP (Web Server) dan APLIKASI EDUCATION MANAGEMENT INFORMATION SISTEM E M I S 2 1.1 Cara Petunjuk Instalasi PostgreSQL Langkah-langkah untuk instalasi PostgreSQL Klik pada

Lebih terperinci

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS TUJUAN 1. Praktikan dapat mengenal software proteus dan merancang skematik rangkaian elektronika serta simulasinya. 2. Praktikan dapat mewujudkan rangkaian yang di simulasikan.

Lebih terperinci

PROSEDUR MENGGUNAKAN SISTEM KOMANDAN SIKD BAGI PEMERINTAH DAERAH

PROSEDUR MENGGUNAKAN SISTEM KOMANDAN SIKD BAGI PEMERINTAH DAERAH PROSEDUR MENGGUNAKAN SISTEM KOMANDAN SIKD BAGI PEMERINTAH DAERAH 1 Dasar Implement Sistem Komandan SIKD 2 Bagaimana memperoleh User dan Password untuk Akses Sistem KOMANDAN SIKD Wujud pelaksanaan : a.

Lebih terperinci

Standar Kompetensi : Mengoperasikan sistem operasi Software. Kompetensi Dasar : Mengoperasikan Software Presentasi

Standar Kompetensi : Mengoperasikan sistem operasi Software. Kompetensi Dasar : Mengoperasikan Software Presentasi Standar Kompetensi : Mengoperasikan sistem operasi Software Kompetensi Dasar : Mengoperasikan Software Presentasi Kelas / Semester / Prodi : XI / Gasal / Semua Jurusan Disusun oleh : SUGITO, S.Kom www.kkpismkyosda.co.cc

Lebih terperinci

Piotun Y Simanjuntak 1. PENGENALAN OUTLOOK. piotun@depkeu.go.id. Lisensi Dokumen:

Piotun Y Simanjuntak 1. PENGENALAN OUTLOOK. piotun@depkeu.go.id. Lisensi Dokumen: Tutorial Microsoft Outlook Piotun Y Simanjuntak piotun@depkeu.go.id Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial

Lebih terperinci

SIPP Online. User Manual SIPP Online

SIPP Online. User Manual SIPP Online PETUNJUK PENGGUNAAN : Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan (SIPP) Online BPJS Ketenagakerjaan, adalah : aplikasi untuk pengelolaan laporan mutasi data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Buku ini

Lebih terperinci

Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003

Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003 Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003 Ini tips yang saya buat, silahkan gunakan bagi yang merasa membutuhkannya. Namun jika anda ingin menyebarkannya ke orang

Lebih terperinci

CDS/ISIS untuk Mengelola Database Perpustakaan: Sebuah Pengantar *

CDS/ISIS untuk Mengelola Database Perpustakaan: Sebuah Pengantar * CDS/ISIS untuk Mengelola Database Perpustakaan: Sebuah Pengantar * Oleh: Miswan Abstrak Program perangkat lunak CDS/ISIS for DOS maupun versi Windos (WINISIS) sudah cukup banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI 2010 Hak cipta dilindungi

Lebih terperinci