PEDOMAN PENGISIAN KODE JABATAN DAN LAPANGAN USAHA SENSUS PENDUDUK 2010 DILENGKAPI DENGAN VISUALISASI JENIS-JENIS PEKERJAAN (FLASH CARD)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PENGISIAN KODE JABATAN DAN LAPANGAN USAHA SENSUS PENDUDUK 2010 DILENGKAPI DENGAN VISUALISASI JENIS-JENIS PEKERJAAN (FLASH CARD)"

Transkripsi

1 PEDOMAN PENGISIAN KODE JABATAN DAN LAPANGAN USAHA SENSUS PENDUDUK 2010 DILENGKAPI DENGAN VISUALISASI JENIS-JENIS PEKERJAAN (FLASH CARD) BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA - INDONESIA

2 PENGANTAR Pedoman Pengisian Kode Jabatan dan Lapangan Usaha ini khusus dibuat untuk membantu dan memudahkan petugas pencacah SP2010 untuk mengetahui jabatan dan lapangan usaha responden. P Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Golongan Pokok : 95. Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Golongan : 950. Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Subgolongan : Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Pembuatan Kode Pengolahan disarikan dari jenis pekerjaan dan lapangan usaha berdasarkan data Sakernas 2007, di mana dari seratus jenis pekerjaan dan lapangan usaha seperti yang dipergunakan sebagai kode pengolahan, sudah mewakili lebih dari 90 persen jenis pekerjaan dan lapangan usaha di Indonesia. Kode pengolahan juga disandingkan dengan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang disususun berdasarkan Kategori (alpabet), Golongan Pokok (2 digit), Golongan (3 digit), Subgolongan (4 digit), dan Kelompok (5 digit). Visualisasi jenis lapangan usaha diharapkan dapat membantu mempermudah petugas ketika menanyakan jenis lapangan usaha, maupun jabatannya Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Kode Pengolahan: 98 Q Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Golongan Pokok : 99. Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Golongan : 990. Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Subgolongan : Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Pedoman ini masih menggunakan KBLI 2005, dan Klasifikasi Baku Jenis Pekerjaan Indonesia (KBJI) 2002, sehingga masih bersifat sementara, dan akan direvisi dengan KBJI 2009 dan KBLI Diharapkan pedoman ini dapat menghilangkan keragu-raguan petugas dalam menentukan jabatan maupun lapangan usaha responden, sehingga data yang dihasilkan semakin berkualitas. Jakarta, 11 Juli Badan Internasional Dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Kode Pengolahan: 99 KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA, KODE PENGOLAHAN: 00 41

3 KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA SENSUS PENDUDUK Pemeliharaan dan Reparasi Sepeda Motor Kode Pengolahan: 94 Subgolongan : Jasa Lainnya Jasa Penjahitan Kode Pengolahan: 95 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya Kode Pengolahan: 97 A. Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan Pertanian Padi 01 Pertanian Palawija 02 Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya 03 Perkebunan Tembakau 04 Perkebunan Karet dan Penghasil Getah Lainnya 05 Perkebunan Tanaman Lainnya Yang Tidak Diklasifikasikan di Tempat Lain 06 Pertanian Hortikultura Sayuran Yang Dipanen Sekali 07 Pertanian Hortikultura Sayuran Yang Dipanen Lebih dari Sekali 08 Pertanian Buah-buahan Musiman 09 Pertanian Buah-buahan Sepanjang Tahun 10 Perkebunan Kelapa 11 Perkebunan Kelapa Sawit 12 Perkebunan Tanaman Untuk Bahan Minuman 13 Perkebunan Jambu Mete 14 Perkebunan Lada 15 Perkebunan Cengkeh 16 Perkebunan Tanaman Rempah Lainnya 17 Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong 18 Pembibitan dan Budidaya Kambing Potong 19 Kombinasi Pertanian Atau Perkebunan Dengan Peternakan (Mixed Farming) 20 Usaha Pemungutan Kayu 21 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan Lainnya 22 B. Perikanan Penangkapan Ikan Di Laut 23 Budidaya Biota Laut 24 Penangkapan Ikan Di Perairan Umum 25 Perikanan Lainnya 26 C. Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Bijih Timah 27 Pertambangan Emas dan Perak 28 Penggalian Pasir 29 Pertambangan dan Penggalian Lainnya Jasa Perorangan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain Kode Pengolahan:

4 D. Industri Pengolahan Industri Gula Merah 31 Industri Kerupuk, Keripik, Peyek dan Sejenisnya 32 Industri Kue-kue Basah 33 Industri Rokok Kretek 34 Industri Kain Tenun Ikat 35 Industri Pakaian Jadi dari Tekstil dan Perlengkapannya 36 Industri Penggergajian Kayu 37 Industri Anyam-anyaman dari Rotan dan Bambu 38 Industri Anyam-anyaman dari Tanaman Selain Rotan dan Bambu 39 Industri Batu Bata dari Tanah Liat / Keramik 40 Industri Furnitur dari Kayu 41 Industri Pengolahan Lainnya 42 N Jasa Kesehatan Dan Kegiatan Sosial Golongan Pokok : 85. Jasa Kesehatan Dan Kegiatan Sosial Golongan : 851. Jasa Kesehatan Manusia Subgolongan : Jasa Rumah Sakit 2 E. Listrik, Gas, dan Air Listrik, Gas dan Air 43 F. Konstruksi Konstruksi Gedung Tempat Tinggal 44 Konstruksi Gedung Perkantoran 45 Bangunan Jalan, Jembatan dan Landasan 46 Bangunan Sipil Lainnya 47 Konstruksi Lainnya 48 G. Perdagangan Besar dan Eceran Penjualan Eceran Sepeda Motor Serta Suku Cadang dan Aksesorisnya 49 Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan, Minuman atau Tembakau di Supermarket/Minimarket 50 Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan, Minuman atau Tembakau selain di Supermarket/Minimarket (Pasar Tradisional) 51 Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Bukan Makanan, Minuman atau Tembakau (barang-barang Kelontong) selain di Toserba (Department Store) 52 Perdagangan Eceran Buah-buahan 53 Perdagangan Eceran Sayuran 54 Perdagangan Eceran Hasil Peternakan 55 Perdagangan Eceran Hasil Perikanan 56 Perdagangan Eceran Hasil Pertanian Lainnya 57 Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Serta Kue Basah dan Sejenisnya 58 Perdagangan Eceran Makanan Lainnya 59 Perdagangan Eceran Pakaian Jadi 60 Perdagangan Eceran Kaki Lima Komoditi Makanan dan Minuman YTDL 61 Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan dari Hasil Pertanian Jasa Rumah Sakit Pemerintah Kode Pengolahan: 91 O Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Lainnya Kode Pengolahan: 92 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan Dan Perorangan Lainnya Golongan Pokok : 93. Jasa Kegiatan Lainnya Golongan : 930. Jasa Kegiatan Lainnya Subgolongan : Pemeliharaan dan Reparasi Mobil Pemeliharaan dan Reparasi Mobil Kode Pengolahan: 93 39

5 Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan, Minuman atau Tembakau Hasil Industri Pengolahan 63 Perdagangan Besar dan Eceran Lainnya 64 H. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Swasta Kode Pengolahan: 88 Golongan : 802. Jasa Pendidikan Menengah Subgolongan : Jasa Pendidikan Menengah Pemerintah Jasa Pendidikan Lainnya Kode Pengolahan: Jasa Pendidikan Sekolah Dasar Swasta Kode Pengolahan: 87 Warung Makan 65 Kedai Makanan dan Minuman 66 Penjual Makanan dan Minuman Keliling/ Tempat Tidak Tetap 67 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Lainnya 68 I. Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi Angkutan Kota 69 Angkutan Pedesaan 70 Angkutan Tidak Bermotor Untuk Penumpang 71 Angkutan Ojek 72 Angkutan Bermotor Untuk Barang Umum 73 Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus 74 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi Lainnya 75 J. Perantara Keuangan Koperasi Simpan Pinjam/ Unit Simpan Pinjam 76 Perantara Keuangan Lainnya 77 K. Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan Real Estat, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan 78 L. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Penyelenggaraan Pemerintah Negara dan Kesekretariatan 79 Pembinaan Pelayanan Sosial Lainnya Selain Kesehatan, Pendidikan, Keagamaan dan Kebudayaan 80 Kegiatan Lembaga Pemerintahan Bidang Pertanian 81 Kepolisian 82 Administrasi, Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib Lainnya 83 M. Jasa Pendidikan Jasa Pendidikan Sekolah Dasar Pemerintah 84 Jasa Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Pemerintah 85 Jasa Pendidikan Pra Sekolah Swasta 86 Jasa Pendidikan Sekolah Dasar Swasta 87 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Swasta 88 Jasa Pendidikan Sekolah Menengah Umum Pemerintah 89 Jasa Pendidikan Lainnya Jasa Pendidikan Sekolah Menengah Umum Pemerintah Kode Pengolahan: 89 3

6 N. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Rumah Sakit Pemerintah 91 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Lainnya 92 O. Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya Pemeliharaan dan Reparasi Mobil 93 Pemeliharaan dan Reparasi Sepeda Motor 94 Jasa Penjahitan 95 Jasa Perorangan Yang Tidak Diklasifikasikan Di Tempat Lain 96 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan & Perorangan Lainnya 97 P. Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga 98 Q. Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasiona Lainnya 99 X. Kegiatan Yang Belum Jelas Batasannya M Jasa Pendidikan Golongan Pokok : 80. Jasa Pendidikan Golongan : 801. Jasa Pendidikan Dasar Subgolongan : Jasa Pendidikan Dasar Pemerintah Jasa Pendidikan Sekolah Dasar Pemerintah Kode Pengolahan: 84 4 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 00 KLASIFIKASI BAKU JENIS PEKERJAAN INDONESIA SENSUS PENDUDUK 2010 I. Pejabat Lembaga Legislatif, Pejabat Tinggi dan Manajer Manajer Umum Usaha Pertanian, Perburuan, Kehutanan dan Perikanan 01 Manajer Umum Usaha Industri Pengolahan 02 Manajer Umum Usaha Perdagangan Besar dan Eceran 03 Manajer Umum Usaha YTDL 04 Kepala Desa/ Kelurahan dan Ketua Adat 05 Pejabat Lembaga Legislatif, Pejabat Tinggi dan Manajer Lainnya 06 II. Tenaga Profesional Pengajar Pendidikan Tinggi (Universitas dan Akademi) 07 Pengajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 08 Pengajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 09 Pengajar Sekolah Dasar 10 Pengajar Pra Sekolah 11 Pengajar Lainnya YTDL 12 Tenaga Profesional Lainnya 13 Subgolongan : Jasa Pendidikan Dasar Swasta Jasa Pendidikan Pra Sekolah Swasta Kode Pengolahan: Jasa Pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Pemerintah Kode Pengolahan: 85 37

7 Subgolongan : Pembinaan Kesehatan, Pendidikan, Kebudayaan Dan Pelayanan Sosial, Kecuali Jaminan Sosial Wajib (Social Security) Pembinaan Pelayanan Sosial Lainnya Selain Kesehatan, Pendidikan, Keagamaan, dan Kebudayaan Kode Pengolahan: 80 Subgolongan : Kegiatan Lembaga pemerintah Untuk Menciptakan Efisiensi Produksi Dan Bisnis Kegiatan lembaga Pemerintahan Bidang Pertanian Kode Pengolahan: 81 Subgolongan : Keamanan Dan Ketertiban Dan Lembaga Peradilan Administrasi, Pemerintahan, Pertahanan Dan Jaminan Sosial Wajib Lainnya Kode Pengolahan: 83 III. Teknisi dan Asisten Tenaga Profesional Teknisi Teknik Mesin 14 Pengawas Keamanan, Kesehatan, dan Kualitas 15 Perawat 16 Tenaga Kesehatan Tradisional 17 Teknisi dan Asisten Tenaga Profesional Lainnya 18 IV. Tenaga Tata Usaha Operator Komputer dan Mesin Pengolah Data 19 Juru Tata Usaha Akuntansi dan Pembukuan 20 Juru Tata Usaha Statistik dan Keuangan 21 Tenaga Tata Usaha Pengiriman dan Penyortiran Surat 22 Juru Tata Usaha Perkantoran lainnya 23 Kasir dan Juru Tata Usaha Tiket (selain Tiket Perjalanan) 24 Penagih Utang dan Tenaga YBDI 25 Tenaga Tata Usaha Lainnya 26 V. Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Penjualan di Toko dan Pasar Pemangkas Rambut, Perias Rambut, Perawat Kecantikan dan Tenaga YBDI 27 Pendamping dan Pelayan 28 Tenaga Jasa Perlindungan YTDL 29 Pelayan Restoran dan Bar 30 Juru Masak 31 Pekerja Sosial lainnya dan Pekerja YBDI YTDL 32 Tenaga Usaha Jasa Perorangan YTDL 33 Pelayan Toko dan Peraga Barang Dagangan 34 Tenaga Penjualan Perdagangan Eceran 35 Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Penjualan di Toko dan Pasar Lainnya 36 VI. Tenaga Usaha Pertanian dan Peternakan Pekerja Pertanian Tanaman Musiman dan Sayur- sayuran 37 Pekerja Pertanian Tanaman Tahunan dan Palawija 38 Pekerja Pertanian Perkebunan dan Pembibitan 39 Pekerja Pertanian Campuran 40 Pengusaha Susu dan Peternakan 41 Peternak Unggas 42 Pekerja Peternakan YTDL 43 Pekerja Pertanian dan Peternakan 44 Pekerja Kehutanan dan Penebang Kayu 45 Pekerja Budidaya Biota Air 46 Pekerja Perikanan Perairan Umum dan Pantai Kepolisian Kode Pengolahan: 82 5

8 6 Pekerja Perikanan Laut Lepas 48 Petani dan Nelayan Subsisten 49 Tenaga Usaha Pertanian dan Peternakan Lainnya 50 VII. Tenaga Pengolahan dan Kerajinan YBDI Penambang dan Penggali 51 Tukang Bangunan (Bahan-bahan Tradisional) 52 Tukang Tembok dan Tukang Batu 53 Tukang Kayu dan Pembuat Mebel 54 Tukang Las dan Las Potong 55 Montir Kendaraan 56 Montir Peralatan Elektronik 57 Tukang Membuat Roda Pengasah, Tembikar dan Pekerja YBDI 58 Tenaga Kerajinan Tangan dari Kayu dan Bahan YBDI 59 Tukang Potong Hewan, Penjual Ikan dan Tenaga Penyedia Makanan YBDI 60 Pembuat Roti, Kue Kering, dan Kembang Gula 61 Tenaga Pengawetan Buah-buahan, Sayur-sayuran, dan Bahan YBDI 62 Pengolah Daun Tembakau, dan Pembuat Rokok dan Cerutu 63 Pengolah dan Pengawet Kayu 64 Tenaga Pembuat Perabot Rumah Tangga dari Kayu dan Tenaga YBDI 65 Pembuat Anyaman Keranjang, Sikat dan Pekerja YBDI 66 Tukang Tenun, Rajut, dan Pekerja YBDI 67 Tukang Jahit, Pembuat Pakaian dan Pembuat Topi 68 Tukang Membuat Sepatu dan Tenaga YBDI 69 Tenaga Pengolahan dan Kerajinan YBDI Lainnya 70 VIII. Operator dan Perakit Mesin Operator Mesin Gergaji Kayu, Pres Kayu Lapis (Plywood) dan Tenaga Pengolah Kayu YBDI 71 Operator Mesin Penggiling Padi dan Bumbu- bumbuan 72 Perakit Peralatan Elektronik 73 Operator dan Perakit Mesin Lainnya 74 Pengemudi Sepeda Motor 75 Sopir (Mobil, Taksi, Box, Bis, Kendaraan YBDI) 76 Awak Geladak Kapal dan Tenaga YBDI 77 Operator dan Perakit Mesin Lainnya 78 IX. Pekerja Kasar, Tenaga Kebersihan dan Tenaga YBDI Pedagang Kaki Lima dan Keliling (Makanan) 79 Pedagang Kaki Lima dan Keliling (bukan Makanan) 80 Pembantu dan Pembersih Rumah Tangga 81 Pembantu dan Pembersih di Kantor, Hotel dan Bangunan la 82 J Perantara Keuangan Golongan Pokok : 65. Perantara Keuangan Kecuali Asuransi Dan Dana Pensiun Golongan : 659. Perantara Keuangan Lainnya Subgolongan : Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam K Real Estat, Usaha Persewaan, Dan Jasa Perusahaan L Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Kode Pengolahan: 76 Semua Kategori K Kode Pengolahan: 78 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, Dan Jaminan Sosial Wajib Perantara keuangan Lainnya Kode Pengolahan: 77 Golongan Pokok : 75. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, Dan Jaminan Sosial Wajib Golongan : 751. AdministrasimPemerintahan, Dan Kebijakan Ekonomi Dan Sosial Subgolongan : Kegiatan Pemerintahan Umum Penyelenggaraan Pemerintah Negara Dan Kesekretariatan Negara Kode Pengolahan: 79 35

9 Angkutan Ojek Kode Pengolahan: 72 Subgolongan : Angkutan Jalan Untuk Barang Tukang Cuci Pakaian dengan Tangan dan Tukang Setrika 83 Pemelihara dan Penjaga Gedung 84 Penjaga Pintu, Pengawas, dan Pekerja YBDI 85 Pengumpul Sampah 86 Tukang Sapu dan Pekerja YBDI 87 Buruh dan Pekerja Pertanian 88 Buruh Kehutanan 89 Buruh Perikanan, Perburuan, dan Penangkapan 90 Buruh Pertambangan dan Penggalian 91 Buruh Konstruksi dan Perawatan Jalan, Bendungan dan Bangunan dan Sejenisnya 92 Buruh Konstruksi Bangunan 93 Buruh Pengepak Barang dan Buruh Pabrik lainnya 94 Pengemudi Becak dan Kendaraan Berpedal 95 Tukang Angkat Barang 96 Pekerja Kasar, Tenaga Kebersihan dan Tenaga YBDI Lainnya 97 X. Anggota TNI dan Kepolisian Negara RI Anggota Angkatan Darat, Laut dan Udara 98 Anggota Kepolisian 99 Unsur Pertahanan dan Keamanan Lainnya Angkutan Bermotor Untuk Barang Umum Kode Pengolahan: 73 Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi Lainnya Kode Pengolahan: Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus Kode Pengolahan: 74 7

10 I Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi Golongan Pokok : 60. Angkutan Darat dan Angkutan Dengan Saluran Pipa Golongan : 602. Angkutan Jalan Subgolongan : Angkutan Jalan Dalam Trayek Untuk Penumpang Kelompok mencakup usaha pengangkutan orang dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah kota atau wilayah ibukota kabupaten atau dalam Daerah Khusus Ibukota dengan menggunakan mobil bis umum atau mobil penumpang umum yang terikat dalam satu trayek. VISUALISASI JENIS-JENIS LAPANGAN USAHA Angkutan Kota Kode Pengolahan: 69 Kelompok mencakup usaha pengangkutan penumpang dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah kabupaten yang menghubungkan antar pedesaan dan atau ibukota kabupaten, dengan kendaraan bermotor berdasarkan trayek, dan tidak berdasarkan jadwal tertentu Angkutan Pedesaan Kode Pengolahan: 70 Subgolongan : Angkutan Jalan Tidak Dalam Trayek Untuk Penumpang Angkutan Tidak Bermotor Untuk Penumpang Kode Pengolahan: 71 33

11 Golongan Pokok : 55. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Golongan : 552. Restoran, Rumah Makan, Bar, Dan Jasa Boga Subgolongan : Penjual Makanan dan Minuman Keliling/Tempat Tidak Tetap. A Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan Golongan Pokok : 01. Pertanian dan Perburuan Golongan : 011. Pertanian Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan, dan Hortikultura Subgolongan : Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Pertanian Palawija Kode Pengolahan: Penjual Makanan dan Minuman Keliling/Tempat Tidak Tetap. Kode Pengolahan: 67 Tanaman Palawija mencakup: jagung, sorgum/ cantel, wijen, biji bunga matahari, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang polong, talas, irut, ganyong, ubi kayu, ubi jalar, dan gembili. Penyediaan Akomodasi dan Makanan Lainnya Kode Pengolahan: Pertanian Padi Kode Pengolahan: 01 Tanaman perkebunan mencakup: kapuk, kapas, rosela, rami, yute, linen, agave, abaca,dan kenaf; kina, jahe, adas, kapulaga, kunyit, temulawak, temugiring, orang-aring, iles-iles, pinang, gambir, dan jarak; sereh wangi, nilam menthol, cendana, dan kenanga Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya Kode Pengolahan: 03 Perkebunan Tebu dan Tanaman Pemanis Lainnya mencakup: perkebunan bit, stevia, dan sorgum manis Perkebunan Karet dan Penghasil Getah Lainnya Kode Pengolahan: Perkebunan Tembakau Kode Pengolahan: 04 9

12 Subgolongan : Pertanian Hortikultura Sayuran dan Bunga-bungaan Pertanian Hortikultura Sayuran Yang Dipanen Sekali Kode Pengolahan: 07 Tanaman hortikultura sayuran yang dipanen lebih dari sekali meliputi: kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong, buncis, ketimun, labu siam, bayam, kangkung dan jamur. Tanaman hortikultura sayuran yang dipanen sekali meliputi: bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, petsai/ sawi, wortel dan lobak. H Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Golongan Pokok : 55. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Golongan : 552. Restoran, Rumah Makan, Bar, Dan Jasa Boga Subgolongan : Warung Makan Warung Makan Kode Pengolahan: 65 Kelompok mencakup jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan tetap (tidak berpindah-pindah), yang menyajikan dan menjual makanan dan minuman di tempat usahanya, baik dilengkapi maupun tidak dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan maupun penyimpanan, dan belum mendapatkan ijin dan surat keputusan dari instansi yang membinanya. Golongan Pokok : 55. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum Golongan : 552. Restoran, Rumah Makan, Bar, Dan Jasa Boga Subgolongan : Kedai Makanan dan Minuman Pertanian Hortikultura Sayuran Yang Dipanen Lebih Dari Sekali Kode Pengolahan: 08 Termasuk subgolongan 0112 adalah Pertanian hortikultura bungabungaan, yang meliputi: anggrek, mawar, melati, dan sedap malam Kedai Makanan dan Minuman Kode Pengolahan: 66 31

13 Perdagangan Eceran Kaki Lima Komoditi Makanan Dan Minuman YTDL Kode Pengolahan: 61 Subgolongan : Pertanian Buah-buahan, Perkebunan Kelapa, Perkebunan Kelapa Sawit, Perkebunan Tanaman Untuk Minuman, Perkebunan Jambu Mete, dan Perkebunan Tanaman Untuk Rempah Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 527. Perdagangan Eceran Lainnya Subgolongan : 5272.Perdagangan Eceran Keliling Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan Dari Hasil Pertanian Kode Pengolahan: 62 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran komoditi makanan dari hasil pertanian yang dilakukan dengan cara menjajakannya berkeliling dan tidak mempunyai tempat yang tetap atau menjualnya mendatangi rumah ke rumah masyarakat/ langganan Pertanian Buah-buahan Musiman Kode Pengolahan: 09 Buah-buahan Musiman mencakup: rambutan, jeruk, durian, duku, semangka, dan mangga Buah-buahan Sepanjang tahun mencakup: pepaya, pisang, dan nenas Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran komoditi makanan, minuman, atau tembakau dari hasil industri pengolahan yang dilakukan dengan cara menjajakannya berkeliling dan tidak mempunyai tempat yang tetap atau menjualnya mendatangi rumah ke rumah masyarakat/langganan Pertanian Buah-buahan Sepanjang tahun Kode Pengolahan: 10 Perdagangan Besar dan Eceran Lainnya, Kode Pengolahan: Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan, Minuman, Atau Tembakau, Hasil Industri Pengolahan Kode Pengolahan: Perkebunan Kelapa Kode Pengolahan: Perkebunan Kelapa Sawit Kode Pengolahan:

14 Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 522. Perdagangan Eceran Komoditi Makanan, Minuman, Atau Tembakau Subgolongan : 5222.Perdagangan Eceran Komoditi Makanan, Minuman, Atau Tembakau Hasil Industri Pengolahan Perkebunan Jambu Mete Kode Pengolahan: Perkebunan Tanaman Untuk Bahan Minuman Kode Pengolahan: 13 Tanaman untuk bahan minuman mencakup: tanaman kopi, teh, dan coklat Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Serta Kue Basah Dan Sejenisnya Kode Pengolahan: Perdagangan Eceran Makanan Lainnya Kode Pengolahan: 59 Tanaman rempah lainnya mencakup: tanaman panili, kayu manis, dan pala Perkebunan Lada Kode Pengolahan: 15 Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 523. Perdagangan Eceran Komoditi Bukan Makanan, Minuman, Atau Tembakau Subgolongan : 5232.Perdagangan Eceran Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki, Dan Barang Keperluan Pribadi Perkebunan Tanaman Rempah lainnya Kode Pengolahan: Perkebunan Cengkeh Kode Pengolahan: Perdagangan Eceran Pakaian Jadi Kode Pengolahan: 60 29

15 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran khusus hasil perikanan di dalam bangunan, seperti: udang segar, ikan segar, cumi-cumi segar, ikan hias, nener, benur, benih ikan, dan rumput laut Perdagangan Eceran Hasil Peternakan Kode Pengolahan: 55 Golongan Pokok : 01. Pertanian dan Perburuan Golongan : 012. Peternakan Subgolongan : Pembibitan dan budidaya ternak Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong Kode Pengolahan: Pembibitan dan Budidaya Kambing Potong Kode Pengolahan: 19 Golongan Pokok : 01. Pertanian dan Perburuan Golongan : 013. Kombinasi Pertanian Atau Perkebunan Dengan Peternakan (mixed farming) Subgolongan : Kombinasi Pertanian Atau Perkebunan Dengan Peternakan (mixed farming) Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran khusus hasil peternakan di dalam bangunan, seperti: susu dan telur, termasuk pula daging ternak dan unggas Perdagangan Eceran Hasil Perikanan Kode Pengolahan: Kombinasi Pertanian atau Perkebunan Dengan Peternakan Kode Pengolahan: 20 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran khusus komoditi hasil pertanian lainnya. Kelompok mencakup usaha pertanian atau perkebunan yang dikombinasikan dengan usaha peternakan dalam satu unit kegiatan campuran. Rasio spasialisasi kombinasi kegiatan ini adalah kurang dari 66 persen untuk salah satu kegiatannya. pertanian campuran, perkebunan campuran, dan peternakan campuran dimasukkan ke dalam kelompok yang sesuai dengan kegiatan utamanya Usaha Pemungutan Kayu Kode Pengolahan: 21. Pertanian, Perburuan dan Kehutanan Lainnya, Kode Pengolahan: Perdagangan Eceran Hasil Pertanian Lainnya Kode Pengolahan: 57 13

16 B Perikanan Golongan Pokok : 05. Perikanan Golongan : 050. Perikanan Subgolongan : Penangkapan Biota Di Laut Kelompok : Penangkapan Ikan Di Laut Kelompok mencakup: penangkapan ikan laut, seperti: ikan tuna/cakalang (big eye tuna, yellow fin tuna,dan albacore); ikan hiu/cucut (hiu macan, hiu gergaji, dan cucut botol); tenggiri, bawal, layang, lemusu, kakap merah, dan ikan hias laut, seperti sekar taji layar lurik, buntel pasir, dan ikan kolong. Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 522. Perdagangan Eceran Komoditi Makanan, Minuman, Atau Tembakau Subgolongan : 5221.Perdagangan Eceran Komoditi Makanan Dari Hasil Pertanian Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran khusus buah-buahan di dalam bangunan, seperti: apel, anggur, alpokat, belimbing, duku, durian, jambu, jeruk, mangga, manggis, nanas, pisang, pepaya, rambutan, sawo, salak, dan semangka Penangkapan Ikan Di Laut Kode Pengolahan: 23 Golongan Pokok : 05. Perikanan Golongan : 050. Perikanan Subgolongan : Budidaya Biota di Laut Kelompok : Budidaya Biota Laut Kelompok mencakup: budidaya ikan, udang, kerang mutiara, kerang darah, kerang hijau, teripang, dan binatang laut lainnya, seperti: penyu, kima raksasa, dan keong laut. Subgolongan 0501 mencakup: penangkapan crustacea laut, seperti: udang windu, udang putih, udang dogol, lobster, kepiting, dan rajungan; mollusca laut, seperti: kerang mutiara, cumi-cumi, sotong, gurita, remis, simping, kerang darah, kerang hijau, dan tiram; pengambilan tanaman laut, seperti: rumput laut dan tanaman hias di laut; dan pengambilan benih biota di laut, seperti: benih macam-macam kerang, benih kepiting, dan benih rumput laut Perdagangan Eceran Buah-buahan Kode Pengolahan: 53 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran khusus sayuran di dalam bangunan, seperti: bawang merah, bawang putih, kentang, wortel, terong, buncis, ketimun, labu siam, kacang panjang, dan kacang merah. Subgolongan 0502 mencakup: pembenihan biota laut, seperti: kerang mutiara, kerang hijau, penyu, dan kepiting Perdagangan Eceran Sayur-sayuran Kode Pengolahan: Budidaya Biota Laut Kode Pengolahan: 24 27

17 Golongan Pokok : 05. Perikanan Golongan : 050. Perikanan Subgolongan : Penangkapan Biota Di Perairan Umum Kelompok : Penangkapan Ikan Di Perairan Umum Kelompok mencakup: penangkapan ikan air tawar, seperti: ikan jelawat, betutu, belida, patin, dan lele; ikan hias, seperti: ikan ulang, Uli, dan pelangi, di danau, sungai, waduk, dan rawa. Termasuk golongan 050 adalah: penangkapan crustacea, mollusca, dan biota lainnya di perairan umum, budidaya biota air tawar, air payau; pembenihan biota air tawar, air payau; dan jasa perikanan Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Didominasi Makanan, Minuman, Atau Tembakau Selain Di Supermarket/Minimarket Kode Pengolahan: 51 Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 521. Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Subgolongan : 5219.Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Didominasi Oleh Barang Bukan Makanan, Minuman, Dan Tembakau Penangkapan Ikan Di Perairan Umum Kode Pengolahan: 25 C Pertambangan dan Penggalian Golongan Pokok : 13. Pertambangan Bijih Logam Golongan : 132. Pertambangan Logam dan Bijih Timah Subgolongan : Pertambangan Logam dan Bijih Timah Perikanan Lainnya, Kode Pengolahan: 26 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang kebutuhan yang utamanya bukan bahan makanan/ makanan, minuman, atau tembakau selain di Toserba/ Department Store. Pada umumnya barang yang diperdagangkan antara lain: pakaian, perabot rumah tangga, mainan anak-anak, dan kosmetik, yang terintegrasi di bawah satu pengelolaan Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Bukan Makanan, Minuman, Atau Tembakau (Barang-barang Kelontong) Selain Di Toserba (Department Store) Kode Pengolahan: Pertambangan Bijih Timah Kode Pengolahan: Pertambangan Emas dan Perak Kode Pengolahan: 28 15

18 G Perdagangan Besar dan Eceran Golongan Pokok : 50. Penjualan Mobil, Sepeda Motor, Dan Penjualan Eceran Bahan Bakar Kendaraan Golongan : 503. Penjualan Sepeda Motor Serta Suku Cadang Dan Aksesorisnya Subgolongan : Penjualan Sepeda Motor Serta Suku Cadang Dan Aksesorisnya Penggalian Pasir Kode Pengolahan: 29 Kategori C adalah semua kegiatan pertambangan dan penggalian dan kegiatan terkait pertambangan dan penggalian, meliputi pertambangan minyak dan gas bumi, bijih uranium dan thorium, pasir besi dan bijih besi, bijih timah, bijih bauksit, tembaga, nikel, mangaan, emas dan perak, bijih timah hitam, penggalian bahan industri, gips, kerikil, serta pertambangan dan penggalian lain. Pertambangan dan Penggalian Lainnya Kode Pengolahan: Penjualan Eceran Sepeda Motor Serta Suku Cadang Dan Aksesorisnya Kode Pengolahan: 49 Golongan Pokok : 52. Perdagangan Eceran, Kecuali Mobil Dan Sepeda Motor Golongan : 521. Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Subgolongan : Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Didominasi Makanan, Minuman, Dan Tembakau Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Didominasi Makanan, Minuman, Atau Tembakau Di Supermarket/Minimarket Kode Pengolahan: 50 Kelompok mencakup usaha perdagangan eceran berbagai jenis barang kebutuhan yang utamanya bahan makanan/makanan, minuman atau tembakau dengan harga yang sudah ditentukan serta pembeli mengambil dan membayar sendiri kepada kasir (swalayan) termasuk memperdagangkan perabot rumah tangga, mainan anakanak, kosmetik, dan pakaian. 25

19 Golongan Pokok : 45. Konstruksi Golongan : 452. Konstruksi Gedung dan Bangunan Sipil Subgolongan : Konstruksi Bangunan Sipil D Industri Pengolahan Golongan Pokok : 15. Industri Makanan dan Minuman Golongan : 154. Industri Makanan Lainnya Subgolongan : Industri Gula dan Pengolahan Gula Subgolongan 1542 mencakup usaha pembuatan gula pasir; gula lainnya, seperti: glucosa, fructosa, lactosa, maltosa, sacharosa, dan gula stevia Industri Gula Merah Kode Pengolahan: Industri Kerupuk, Keripik, Peyek, Dan Sejenisnya Kode Pengolahan: 32 Kelompok mencakup industri berbagai macam kerupuk, seperti: kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk pati; emping, kecimpring, karak, gendar, opak, keripik paru, keripik bekicot, keripik kulit; peyek teri dan peyek udang Bangunan Jalan, Jembatan, dan Landasan Kode Pengolahan: 46 Bangunan Sipil Lainnya, Kode Pengolahan: 47 Konstruksi Lainnya, Kode Pengolahan: 48 Kelompok mencakup pembuatan berbagai macam makanan sejenis kue yang relatif tidak tahan lama, seperti: wajik, lemper, kue lapis, dan martabak Industri Kue-kue Basah Kode Pengolahan:

KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 2005/2009 DAFTAR BIDANG USAHA

KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 2005/2009 DAFTAR BIDANG USAHA KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 2005/2009 DAFTAR BIDANG USAHA KBLI 2005 2009 JUDUL DAN URAIAN A 0111 PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PERKEBUNAN Pertanian Tanaman Padi, Palawija, Perkebunan Tebu

Lebih terperinci

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK 2003

KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK 2003 LAMPIRAN : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN Nomor : KEP-34/PJ/2003 Tanggal : 14 Pebruari 2003 KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA WAJIB PAJAK 2003 U M U M Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) Wajib Pajak didasarkan kepada

Lebih terperinci

DATA MENCERDASKAN BANGSA

DATA MENCERDASKAN BANGSA PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2014 TERJADI INFLASI SEBESAR 1,23 PERSEN Januari 2014 IHK Karawang mengalami kenaikan indeks. IHK dari 141,08 di Bulan Desember 2013 menjadi 142,82 di

Lebih terperinci

dapat di lihat dari 3 (tiga) jenis yaitu Industri Mikro dan Kecil, Menengah, dan Industri Besar dapat dilihat dalam

dapat di lihat dari 3 (tiga) jenis yaitu Industri Mikro dan Kecil, Menengah, dan Industri Besar dapat dilihat dalam 1.1 mor : 44.562.01, di Desa Ngaren Kecamatan Ngadirejo 1.2 mor : 44.562.02, di Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat 1.3 mor : 44.562.03, di Desa Candimulyo Kecamatan Kedu 1.4 mor : 44.562.04, di Jalan Suwandi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 12 TAHUN 2001 TENTANG IMPOR DAN/ATAU PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK TERTENTU YANG BERSIFAT

Lebih terperinci

TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG

TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG TABEL 1 KONVERSI BIDANG STUDI SECARA LANGSUNG KODE BIDANG STUDI TAHUN 2007-2008 KODE BIDANG STUDI TAHUN 2009-2011 I II III IV TK/RA 1 Kelompok bermain 024 2 Guru Kelas TK 020 SD/MI 1 Matematika 047 2 PKn

Lebih terperinci

JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI TENAGA KERJA, NILAI INVESTASI, NILAI PRODUKSI DAN NILAI BAHAN BAKU PENOLONG MENURUT SEKTOR DI KOTA PAREPARE TAHUN 2012

JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI TENAGA KERJA, NILAI INVESTASI, NILAI PRODUKSI DAN NILAI BAHAN BAKU PENOLONG MENURUT SEKTOR DI KOTA PAREPARE TAHUN 2012 JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI TENAGA KERJA, INVESTASI, PRODUKSI DAN BAHAN BAKU PENOLONG MENURUT SEKTOR DI KOTA PAREPARE TAHUN 2012 NO SEKTOR JUMLAH PERUSA HAAN JUMLAH TENAGA KERJA INVESTASI PRODUKSI BAHAN

Lebih terperinci

BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah

BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah BOKS Perbatasan Kalimantan Barat Masih Perlu Perhatian Pemerintah Pusat Dan daerah Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak (Malaysia) dengan

Lebih terperinci

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV

Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Materi Pembelajaran Ringkasan Materi: Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya IPA SD Kelas IV Berikut ini adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Sekolah Dasar kelas IV yaitu tentang bagian-bagian

Lebih terperinci

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar KOTA BALIKPAPAN I. KEADAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN 1.1. LETAK GEOGRAFI DAN ADMINISTRASI Kota Balikpapan mempunyai luas wilayah daratan 503,3 km 2 dan luas pengelolaan laut mencapai 160,1 km 2. Kota Balikpapan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN BPS KABUPATEN BANYUWANGI No. 03/April/3510/Th.II, 03 April PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET INFLASI 0,09 PERSEN Pada bulan Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, lebih

Lebih terperinci

S. Andy Cahyono dan Purwanto

S. Andy Cahyono dan Purwanto S. Andy Cahyono dan Purwanto Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jl. Jend A. Yani-Pabelan, Kartasura. PO BOX 295 Surakarta 57102 Telp/Fax: (0271) 716709; 716959 Email:

Lebih terperinci

PERPRES NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN

PERPRES NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN PERPRES NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN 2013 by Indonesian Investment Coordina6ng Board. All rights reserved Outline Peraturan

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU Oleh: Gusti Setiavani, S.TP, M.P Staff Pengajar di STPP Medan Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1986 TENTANG KEWENANGAN PENGATURAN, PEMBINAAN, DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1986 TENTANG KEWENANGAN PENGATURAN, PEMBINAAN, DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1986 TENTANG KEWENANGAN PENGATURAN, PEMBINAAN, DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan pembangunan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU No. 05/02/14/Th. XV, 3 Februari 2013 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU Bulan 2014, Kota Pekanbaru inflasi 0,69 persen, Dumai 0,43 persen dan Tembilahan 2,58 persen. Indeks Harga

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR NOMOR 08 TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR NOMOR 08 TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG PENGENDALIAN ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG DAN PERLENGKAPANNYA (UTTP) YANG DIGUNAKAN UNTUK TRANSAKSI BARANG DI KABUPATEN SELAYAR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Software Digital Journal Al-Manär Edisi I/2004 Copyleft 2004 Digital Journal Al-Manär. Alif Muttaqin

Software Digital Journal Al-Manär Edisi I/2004 Copyleft 2004 Digital Journal Al-Manär. Alif Muttaqin CD Warintek: Gudang Informasi Teknologi Tepat Guna Alif Muttaqin LISENSI DOKUMEN Copyleft: Digital Journal Al-Manar. Lisensi Publik. Diperkenankan untuk melakukan modifikasi, penggandaan maupun penyebarluasan

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com Resep Makanan Bayi (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com Resep Makanan Bayi (6 Bulan, 7 Bulan, 8 Bulan) Bayi Anda sudah berusia 6 bulan? Jika Anda seperti para bunda lainnya, pasti Anda sedang

Lebih terperinci

LUAS AREAL DAN PRODUKSI / PRODUKTIVITAS PERKEBUNAN RAKYAT MENURUT KABUPATEN TAHUN 2010. Jumlah Komoditi TBM TM TT/TR ( Ton ) (Kg/Ha/Thn)

LUAS AREAL DAN PRODUKSI / PRODUKTIVITAS PERKEBUNAN RAKYAT MENURUT KABUPATEN TAHUN 2010. Jumlah Komoditi TBM TM TT/TR ( Ton ) (Kg/Ha/Thn) Hal : 35 KAB. GRESIK 1 Tebu 0 1,680 0 1,680 8,625 5,134 2 Kelapa 468 2,834 47 3,349 3,762 1,327 3 Kopi Robusta 12 231 32 275 173 749 4 Jambu mete 33 101 32 166 75 744 5 Kapok Randu 11 168 2 181 92 548

Lebih terperinci

JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU

JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU JENIS-JENIS JABATAN FUNGSIONAL GURU NO Urut JENIS GURU KUALIFIKASI PENDIDIKAN 1 Guru Taman Kanak-Kanak 2 Guru Kelas Taman Kanak Sekolah Dasar 3 Guru Agama Islam 4 Guru Agama Kristen 5 Guru Agama Katolik

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG KOMPONEN DAN PELAKSANAAN TAHAPAN PENCAPAIAN KEBUTUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG HARGA JUAL ECERAN DAN KONSUMEN PENGGUNA JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERTENTU

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG HARGA JUAL ECERAN DAN KONSUMEN PENGGUNA JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERTENTU PERATURAN PRESIDEN NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG HARGA JUAL ECERAN DAN KONSUMEN PENGGUNA JENIS BAHAN BAKAR MINYAK TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a bahwa dengan mempertimbangkan

Lebih terperinci

KEPMEN NO. 235 TH 2003

KEPMEN NO. 235 TH 2003 KEPMEN NO. 235 TH 2003 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 235 /MEN/2003 TENTANG JENIS - JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL

Lebih terperinci

III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU

III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU III. JENIS TERNAK/UNGGAS YANG DIUSAHAKAN SERTA HASILNYA SELAMA SETAHUN YANG LALU A. Jenis Ternak/Unggas Jenis Kegiatan/Usaha :... (... dari...) : 1. Pengembangbiakan 2. Penggemukan 4. Lainnya A). Mutasi

Lebih terperinci

Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015

Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015 Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015 Berdasarkan Pengumuman Rektor Nomor 3673/UN37/DT/2015 tentang Registrasi Administratif Calon Mahasiswa Baru Universitas Negeri Semarang

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT DIIT GARAM RENDAH Garam yang dimaksud dalam Diit Garam Rendah adalah Garam Natrium yang terdapat dalam garam dapur (NaCl) Soda Kue (NaHCO3), Baking Powder, Natrium Benzoat dan Vetsin (Mono Sodium Glutamat).

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN DI BIDANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan 2007 Kerja sama Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan dengan Direktorat Statistik Pertanian, Badan Pusat Statistik Jakarta, 2007 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 5/5/Th.XVIII, 5 Mei 5 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 TUMBUH,7 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I- Perekonomian Indonesia yang diukur

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 137

Lebih terperinci

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN..

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN.. DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN LAMPIRAN I :.. PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN TANGGAL : 31 MARET 2011 UMUM DAN KEPEGAWAIAN INDUSTRI KOPERASI LEMBAGA MIKRO USAHA MIKRO, KECIL,

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 NO. LAMPIRAN JUDUL HALAMAN

DAFTAR LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 NO. LAMPIRAN JUDUL HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2014 NO. LAMPIRAN JUDUL HALAMAN 1. LAMPIRAN I Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Untuk Penanaman Modal 1 2. LAMPIRAN II Daftar Bidang

Lebih terperinci

BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUB-JENIS USAHA

BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUBJENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUBJENIS USAHA 1. Daya Tarik Wisata No. PM. 90/ HK. 2. Kawasan Pariwisata No. PM. 88/HK. 501/MKP/ 2010) 3. Jasa Transportasi Wisata

Lebih terperinci

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik M E T A D A T A INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

Lebih terperinci

Tabel-Tabel Pokok TABEL-TABEL POKOK. Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 / 2014 81

Tabel-Tabel Pokok TABEL-TABEL POKOK. Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 / 2014 81 TABEL-TABEL POKOK Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 / 2014 81 Tabel 1. Tabel-Tabel Pokok Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Lamandau Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan

Lebih terperinci

I.C.2. DATA KANDUNGAN GIZI BAHAN PANGAN DAN HASIL OLAHANNYA a. GOLONGAN I : SERELIA (PADI-PADIAN), UMBI DAN HASIL OLAHANNYA 1 Beras Giling 360 6,8 0,7 78,9 6 140 0,8 0 0,12 0 13,0 100 2 Beras Giling Masak

Lebih terperinci

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus:

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus: 108 4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen Tujuan Intruksional Khusus: Setelah mengikuti course content ini mahasiswa dapat menjelaskan kriteria, komponen dan cara panen tanaman semusim dan tahunan

Lebih terperinci

POTENSI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH DESA

POTENSI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH DESA 5 POTENSI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH DESA Deskripsi Singkat Topik : Pokok Bahasan Waktu Tujuan : ANALISIS POTENSI WILAYAH DESA : 2 (dua) kali tatap muka pelatihan selama 200 menit. : Untuk menanamkan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 36 TAHUN 2010 TENTANG DAFTAR BIDANG USAHA YANG TERTUTUP DAN BIDANG USAHA YANG TERBUKA DENGAN PERSYARATAN DI BIDANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang

Lebih terperinci

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN LAMPIRAN XIII: KEPUTUSAN WALIKOTA BEKASI Nomor : Tanggal : Jenis Izin Masa Berlaku Pemberi pertimbangan Dasar Hukum Maksud dan Tujuan Sasaran/

Lebih terperinci

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET Oleh : Fitriani, SE Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan, mulai dari aspek kesehatan,makanan, nutrisi yang dikonsumsi

Lebih terperinci

Fair Trade USA Ketentuan-Ketentuan Harga Khusus dan Premium

Fair Trade USA Ketentuan-Ketentuan Harga Khusus dan Premium Fair Trade USA Ketentuan-Ketentuan Harga Khusus dan Premium www.fair TradeUSA.org 2013 Fair Trade USA. All rights reserved. Ketentuan-Ketentuan Harga Khusus dan Premium Lampiran ini berisi Ketentuan-Ketentuan

Lebih terperinci

MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH

MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH MEMANFAATKAN PEKARANGAN PEROLEH RUPIAH Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan program yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah

Lebih terperinci

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT MODUL: PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan sanitasi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu jika kebutuhan tersebut

Lebih terperinci

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau dan Kabupaten Lingga BAB III KONDISI UMUM 3.1. Geografis Wilayah Kepulauan Riau telah dikenal beberapa abad silam tidak hanya di nusantara tetapi juga

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011 tj-/ PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS

Lebih terperinci

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT Pendapatan masyarakat yang merata, sebagai suatu sasaran merupakan masalah yang sulit dicapai, namun jabatan pekerjaan, tingkat pendidikan umum, produktivitas, prospek

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

25 RESEP KUE PALING LAKU DIJUAL. Variasi. Risoles. Indriani

25 RESEP KUE PALING LAKU DIJUAL. Variasi. Risoles. Indriani 25 RESEP KUE PALING LAKU DIJUAL Variasi Risoles Indriani 25 RESEP KUE PALING LAKU DIJUAL Variasi Risoles Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Gramedia Pustaka Utama, Jaka 25 RESEP KUE PALING LAKU

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R.

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA MENTERI TENAGA KERJA R. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA R.I No.KEP.186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DITEMPAT KERJA Minimbang : MENTERI TENAGA KERJA R.I 1. bahwa kebakaran di tempat kerja berakibat sangat merugikan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA, Menimbang : Mengingat : a. bahwa keracunan makanan dan minuman, proses

Lebih terperinci

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material, dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material, dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Deputi Big Informasi, Energi, Material, Ba Pengkajian Penerapan Pusat Pengkajian Penerapan (P3TL) mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, penerapan, koordinasi penyiapan penyusunan kebijakan nasional

Lebih terperinci

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini: PERKIRAAN BIAYA (RP,-)

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini: PERKIRAAN BIAYA (RP,-) MELALUI PENYEDIA PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BADAN KETAHANAN PANGAN, PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN TANGERANG Jl. K.H. Sarbini No. 2 Komplek Pemda Kabupaten

Lebih terperinci

MATERI UKK PKn KELAS IV SDI AL AZHAR 13 RAWAMANGUN

MATERI UKK PKn KELAS IV SDI AL AZHAR 13 RAWAMANGUN MATERI UKK PKn KELAS IV SDI AL AZHAR 13 RAWAMANGUN 1. Sikap persatuan ternyata sangat banyak manfaatnya. Dampak yang terjadi jika tidak memiliki sikap persatuan adalah : a. akan mudah diadu domba oleh

Lebih terperinci

BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG

BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN KARANGASEM BUPATI KARANGASEM, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 No. 34/05/51/Th. IX, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 EKONOMI BALI TRIWULAN I-2015 TUMBUH SEBESAR 6,20% (Y-ON-Y) NAMUN MENGALAMI KONTRAKSI SEBESAR 1,53% (Q-TO-Q) Total perekonomian Bali

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 26/5/32/Th XVII, 4 Mei 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2015 SEBESAR 102,78 (2012=100) Nilai

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan

Lebih terperinci

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam.

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam. Datar Luas Gambaran Umum Desa Datar Luas terletak di Kecamatan Krueng Sabee dengan luas 1600 Ha terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Makmur Jaya, Dusun Damai dan Dusun Subur. Desa yang dipimpin oleh Andalan

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI LAMPIRAN 2a DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI A. KLASIFIKASI USAHA BERSIFAT UMUM KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 02 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UMUM Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pelaut dimaksudkan untuk menciptakan

Lebih terperinci

Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian

Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian Institut Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Dewan Eksekutif Yuan Berdasarkan data 5 tahun terakhir dari pemeriksaan

Lebih terperinci

TEMA SUB TEMA UNSUR NAMA UNSUR KODE UNSUR Bangunan Gedung Bangunan / Gedung Garis Tepi Bangunan / Bangunan Terpencar / Gedung 10000 Bangunan Gedung

TEMA SUB TEMA UNSUR NAMA UNSUR KODE UNSUR Bangunan Gedung Bangunan / Gedung Garis Tepi Bangunan / Bangunan Terpencar / Gedung 10000 Bangunan Gedung Bangunan Gedung Bangunan / Gedung Garis Tepi Bangunan / Bangunan Terpencar / Gedung 10000 Bangunan Gedung Bangunan / Gedung Bangunan / Gedung 10002 Bangunan Pemukiman Rumah Hunian Rumah Hunian Lainnya

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PPK BIDANG PENGELOLAAN ISTANA II (PERALATAN DAN PENATAAN LINGKUNGAN SERTA KESENIAN)

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PPK BIDANG PENGELOLAAN ISTANA II (PERALATAN DAN PENATAAN LINGKUNGAN SERTA KESENIAN) PENGUMUMAN RENCANA UMUM BARANG/JASA PEMERNTAH PPK BDANG PENGELOLAAN STANA (PERALATAN DAN PENATAAN LNGKUNGAN SERTA KESENAN) PA/KPA: Kepala Sekretariat Presiden Alamat: Jalan Veteran Nomor 16 Jakarta Pusat

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1815,2014 KEMEN LH. Baku Mutu Air Limbah. Pencabutan PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 1 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost)

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) DAFTAR ISI FITUR 2 PEMASANGAN 5 PENGOPERASIAN 6 MEMBERSIHKAN 8 PERINGATAN 9 PEMECAHAN MASALAH 10 No. Pendaftaran: PEMECAHAN MASALAH

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN GAS UNTUK KEMASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT

Lebih terperinci

INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL

INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL MENYUSUN MENU 3B-A INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL Disusun oleh : Gusti Setiavani, S.TP, MP Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang ditandai dengan

Lebih terperinci

Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi)

Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi) Menembus Batas Kebuntuan Produksi (Cara SRI dalam budidaya padi) Pengolahan Tanah Sebagai persiapan, lahan diolah seperti kebiasaan kita dalam mengolah tanah sebelum tanam, dengan urutan sebagai berikut.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 75/11/35/Th. XI, 6 November PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 ITK Triwulan 3 Jawa Timur sebesar 114,17 dan Perkiraan ITK Triwulan 4 sebesar 110,37

Lebih terperinci

Pengembangan dan pembangunan Ketenagalistrikan. Pembangunan PLTMH. Program Inumerasi Energi. Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pengembangan dan pembangunan Ketenagalistrikan. Pembangunan PLTMH. Program Inumerasi Energi. Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Revitalisasi/ Daya Listrik/ Energi Kapasitas Energi Listrik (Kelistrikan) Meningkatnya Energi ketenagalistrikan dan pembangunan Ketenagalistrikan PLTMH Bulungan, Paser Terbangunnya PLTMH 1 Unit dan Pendayagunaan

Lebih terperinci

KATALOG PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 1958-2015. Tentang TLD Noreg Ket No. / Tahun Tanggal Tanggal Thn-No-Seri TAHUN 1958

KATALOG PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 1958-2015. Tentang TLD Noreg Ket No. / Tahun Tanggal Tanggal Thn-No-Seri TAHUN 1958 1 Pelaksanaan Pemilihan Anggota DPRD Swatantra Tingkat I TAHUN 1958 2 / 1958 20-Aug-1958 - - - - - TAHUN 1959 2 3 Peraturan Tata Tertib Untuk Ketertiban Rapat-Rapat DPRD Swatantra Tingkat I Pemilihan Ketua

Lebih terperinci

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI BAB II HARGA POKOK PRODUKSI Bab ini berisi teori yang akan digunakan sebagai dasar melakukan analisis data. Mencakup pengertian dan penggolongan biaya serta teori yang berkaitan dengan penentuan harga

Lebih terperinci

STRUKTUR ONGKOS USAHA PERIKANAN TAHUN 2014

STRUKTUR ONGKOS USAHA PERIKANAN TAHUN 2014 STRUKTUR ONGKOS USAHA PERIKANAN TAHUN 2014 74/12/72/Th. XVII, 23 Desember 2014 JUMLAH BIAYA PER HEKTAR USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT, BANDENG, DAN NILA DI ATAS Rp. 5 JUTA JUMLAH BIAYA PER TRIP USAHA PENANGKAPAN

Lebih terperinci

DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013

DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013 DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013 PUSAT DATA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2014 TIM PENYUSUN Pembina

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG TANDA DAFTAR USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU,

- 1 - PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG TANDA DAFTAR USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, - 1 - SALINAN Desaign V. Santoso PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG TANDA DAFTAR USAHA KEPARIWISATAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL Siapa yang tak kenal ikan lele, ikan ini hidup di air tawar dan sudah lazim dijumpai di seluruh penjuru nusantara. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak

Lebih terperinci

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang No. 5, Agustus 2002 Warta Kebijakan C I F O R - C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG TATACARA REGISTRASI

Lebih terperinci

Kerjasama Dalam Sentra UKM

Kerjasama Dalam Sentra UKM B A B Kerjasama Dalam Sentra UKM T ingkat Kerjasama dan Keberadaan Kelompok menjadi salah satu pemicu peningkatan aktivitas di dalam sentra. Hal ini menunjukkan dukungan pada pendekatan JICA yang mensyaratkan

Lebih terperinci

SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG

SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG Suplemen 4. Sektor-Sektor Unggulan Penopang Perekonomian Bangka Belitung Suplemen 4 SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG Salah satu metode dalam mengetahui sektor ekonomi unggulan

Lebih terperinci

BAB 1 BUKU SAKU PERPAJAKAN BAGI UMKM

BAB 1 BUKU SAKU PERPAJAKAN BAGI UMKM BAB 1 Pendahuluan BAB 1 BUKU SAKU PERPAJAKAN BAGI UMKM 1. PENDAHULUAN Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang,

Lebih terperinci

Profil Permukiman Transmigrasi Simpang Tiga SP 3 Provinsi Sumatera Selatan

Profil Permukiman Transmigrasi Simpang Tiga SP 3 Provinsi Sumatera Selatan 1 A. GAMBARAN UMUM 1. Nama Permukiman Transmigrasi Simpang Tiga SP 3 2. Permukiman Transmigrasi Simpang Tiga SP 3 Terletak di Kawasan a. Jumlah Transmigran (Penempatan) Penempata 2009 TPA : 150 KK/563

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8 DINAS DAERAH TAHUN 2008 DINAS PENDIDIKAN LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH PERNCANAN DAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR SEKOLAH MENENGAH PENDIDIKAN NON FORMAL PERENCANAAN KURIKULUM KURIKULUM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kembang gula atau yang biasa disebut dengan permen merupakan produk makanan yang banyak disukai baik tua maupun muda karena permen mempunyai keanekaragaman rasa, warna,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai

BAB 1 PENDAHULUAN. Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buah kersen merupakan buah yang keberadaannya sering kita jumpai di mana-mana. Biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan, retakan dinding, halaman rumah, bahkan di kebun-kebun.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pengelolaan

Lebih terperinci