A. Realisasi Keuangan

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "A. Realisasi Keuangan"

Transkripsi

1 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2008 A. Realisasi Keuangan 1. Belanja Pendapatan Realisasi belanja pendapatan (Pendapatan Asli Daerah) Tahun 2008 Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka mencapai 100% (Rp ,00) dari target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp ,00. Secara rinci Pendapatan Asli Daerah Dinas Pertanian Tahun 2008 seperti disajikan pada Tabel 2.1 sebagai berikut. Tabel 2.1. Pendapatan Asli Daerah Sektor Pertanian Tahun 2008 No Uraian Target (Rp) Realisasi (Rp) (%) PENDAPATAN ASLI DAERAH , Retribusi Rumah Potong Hewan , , Pemeriksaan bahan asal hewan , , Pemeriksaan Kesehatan Daging , , Pelayanan Kesehatan Hewan , , Pasar Hewan , , Pasar Ternak Regional , , Pasar Lokal , , Pemeriksaan Ulang Daging , , Lain-lain Pendapatan Asli , , Daerah Penjualan Hasil Pertanian , , Hasil Penjualan Calon Benih , , TPH - Kontribusi penerimaan dari , , kegiatan Bidang Hortikultura - Kontribusi Penerimaan dari , , kegiatan Sub Sektor Bidang Tanaman Pangan Laporan Tahunan 2008 Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka

2 No Uraian Target Realisasi (%) (Rp) (Rp) Penjualan Hasil Peternakan , , Kontribusi penerimaan dari , , kegiatan Sub Sektor Bidang Peternakan - Kontribusi penerimaan dari penjualan pedet BPPT (MIUT) , , Penjualan Hasil Perikanan , , Kontribusi penerimaan dari , , kegiatan Sub Sektor Bidang Perikanan - Kontribusi penerimaan dari , , kegiatan Balai Benih Pengembangan Produksi Ikan BBPPI - Kontribusi penerimaan dari pungutan hasil perikanan , , * Hasil Usaha Perairan Umum / , , Situ Jumlah Total , , Belanja Pelayanan Aparatur Realisasi Belanja Pelayanan Aparatur Tahun 2008 sebesar Rp ,00 (96,81%) dari target sebesar Rp ,00 sedangkan realisasi Belanja Pelayanan Publik Rp ,00 (97,92%) dari target sebesar Rp ,00. Rincian Realisasi Belanja Pelayanan Aparatur dan Belanja Publik dijelaskan pada Tabel 2.2 dan 2.3 sebaga berikut. No Tabel 2.2. Realisasi Belanja Pelayanan Aparatur URAIAN 1 Belanja Gaji dan Tunjangan 2 Tambahan penghasilan PNS (Representase) Target (Rp) Realisasi Keuangan Rp % , ,00 96, , ,00 97,38 Jumlah , ,00 96,81

3 Tabel 2.3. Realisasi Belanja Pelayanan Publik No Target Realisasi Keuangan Sumber URAIAN (Rp) Rp % Dana Penyediaan Jasa Surat Menyurat 2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan perizinan Kendaraan Dinas/operasional 4 Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kerja , ,00 92,03 APBD Kab , ,00 63,11 APBD Kab , ,00 99,86 APBD Kab , ,00 77,25 APBD Kab. 5 Penyediaan Alat Tulis Kantor , ,00 88,61 APBD Kab. 6 Penyediaan Barang Cetakan dan Pengadaan 7 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 8 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 9 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 10 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundangundangan 11 Penyediaan makanan dan minuman 12 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 13 Penyediaan jasa Penunjang Kelancaran Administrasi Perkantoran 14 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD , ,00 91,91 APBD Kab , ,00 99,93 APBD Kab , ,00 99,60 APBD Kab , ,00 74,87 APBD Kab , ,00 91,53 APBD Kab , ,00 93,51 APBD Kab , ,00 93,18 APBD Kab , ,00 93,64 APBD Kab , ,00 95,53 APBD Kab. 15 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani 16 Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian 17 Analisa Pemasaran dan Promosi Pertanian 18 Peningkatan Produksi Benih Hortikultura , ,00 98,40 APBD Kab , ,00 99,70 APBD Kab , ,00 98,97 APBD Prop , ,00 98,89 APBD Kab.

4 Pengumpulan Data Produksi Pertanian 21 Pengadaan sarana Prasarana MIUT 22 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Hortikultura 23 Rehabilitasi Jaringan Pendukung Perbenihan Hortikultura (RJIPPH) 24 Pengelolaan Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Pertanian 25 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan 26 Pengembangan Pertanian Padi Organik di Jawa Barat melaluio Metode Sistem Of Rice Intensification (SRI) 27 Peningkatan Fungsi Rumah Potong Hewan 28 Peningkatan Sarana Prasarana UPTD PTR 29 Pengembangan Akseptor IB Sapi Potong dan Sapi Perah 30 Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengolahan Hasil Padi dan Palawija 31 Peningkatan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak 32 Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan , ,00 96,66 APBD Kab , ,00 95,19 APBD Kab , ,00 98,55 APBD Kab , ,00 98,69 APBD Kab , ,00 87,063 APBD Kab , ,00 99,29 APBD Kab , ,00 96,77 APBD Prop , ,00 95,75 APBD Kab , ,00 94,00 APBD Kab , ,00 99,35 APBD Prop , ,00 99,76 APBD Kab , ,00 96,37 APBD Kab , ,00 91,64 APBD Kab. 33 Penangkaran Benih Padi dan Palawija , ,00 98,26 APBD Kab. 34 Peningkatan Intensifikasi Padi , ,00 96,41 APBD Kab. 35 Intensifikasi Palawija , ,00 96,39 APBD Kab. 36 Pengembangan Sarana STA Buah-buahan 37 Pengembangan Sarana STA Sayuran , ,00 99,50 APBD Kab , ,00 89,98 APBD Kab.

5 Peningkatan Operasional UPTD BPPPT 40 Peningkatan Sarana dan Prasarana UPTD BPPPT 41 Pengembangan Kawasana Produksi peternakan 42 Peningkatan Mutu Produksi Balai Benih dan Pengembangan Produksi Ikan (BBPPI) 43 Peningkatan Sarana dan Prasarana Budidaya dan Konservasi perikanan 44 Peningkatan Kemampuan Kelompok Usaha Perikanan 45 Pembangunan Kolam Budidaya Ikan 46 Pembangunan Fasilitas Unit Perbenihan Rakyat (UPR) , ,00 99,46 APBD Kab , ,00 98,44 APBD Kab , ,00 99,26 APBD Kab ,00 91, ,00 99,76 APBD Kab , ,00 98,18 APBD Kab , ,00 99,63 APBD Kab , ,00 98,88 APBD Kab , ,00 99,00 APBD Kab. 47 Peningkatan Prasarana BBPPI , ,00 97,63 APBD Kab. 48 Fasilitasi Kemitraan Usaha dan Promosi Produk Hasil Perikanan 49 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pasar Ikan , ,00 99,80 APBD Kab , ,00 90,51 APBD Kab. Jumlah , ,00 97,92 - B. Capaian Kinerja Tahun Capaian Kinerja Bidang Tanaman Pangan Capaian kinerja bidang tanaman pangan tahun 2008 dengan indikator luas tanam, Luas panen, Produksi dan Produktivitas sebagaimana disajikan pada Tabel 2.4; 2.5; 2.6, 2.7, dan 2.8. No. I PADI Tabel 2.4. Realisasi Luas Tanam (Ha) Tahun 2008 Komoditas Luas Tanam (Ha) Target Realiasasi Persentase (%) 1 Padi Sawah ,59 2 Padi Ladang ,95 Jumlah Padi ,84

6 No. Komoditas Luas Tanam (Ha) Persentase Target Realiasasi (%) II PALAWIJA 1 Jagung ,32 2 Kedelai ,44 3 Kacang tanah ,53 4 Kacang Hijau ,44 5 Ubi Kayu ,11 6 Ubi Jalar ,71 Jumlah Palawija ,46 Tabel 2.5. Realisasi Luas Panen (Ha) Tahun 2008 No KOMODITAS Luas Panen (Ha) Persentase Target Realiasasi (%) I PADI Padi Sawah ,72 2 Padi Ladang ,15 Jumlah Padi ,47 II PALAWIJA 1 Jagung ,80 2 Kedelai ,90 3 Kacang tanah ,44 4 Kacang Hijau ,84 5 Ubi Kayu ,72 6 Ubi Jalar ,08 Jumlah Palawija ,38 Tabel 2.7 Realisasi Produksi (Ton) Tahun 2008 Produksi (Ton) Persentase KOMODITAS No Target Realiasasi (%) PADI 1 Padi Sawah ,73 2 Padi Ladang ,37 Jumlah Padi ,75 PALAWIJA 1 Jagung ,47 2 Kedelai ,22 3 Kacang tanah ,78 4 Kacang Hijau ,29 5 Ubi Kayu ,70 6 Ubi Jalar ,91 Jumlah Palawija ,91

7 Tabel 2.8. Realisasi Produktivitas (Ku/Ha) Tahun 2008 KOMODITAS Produktivitas (Ku/Ha) Persentase Target Realiasasi (%) PADI 1 Padi Sawah 59,14 57,92 97,94 2 Padi Ladang 29,20 31,92 109,32 Rata-rata jumlah padi 58,24 57,21 98,23 PALAWIJA 1 Jagung 57,26 60,86 106,29 2 Kedelai 14,36 13,94 97,08 3 Kacang tanah 15,19 14,61 96,18 4 Kacang Hijau 11,30 9,41 83,27 5 Ubi Kayu 194,99 175,78 90,15 6 Ubi Jalar 131,69 157,37 119,50 Dari Tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Adanya pencapaian sasaran luas tanam padi disebabkan karena curah hujan pada awal musim tanam 2008/2009 yang mencukupi sehingga beberapa kecamatan melakukan percepatan tanam dan index pertanaman 300, namun luas panen, produksi dan produktivitasnya tidak mencapai sasaran. Hal ini diakibatkan adanya bencana alam kekeringan dan serangan POT yang menyebabkan puso. 2. Jagung juga menunjukan pencapaian sasaran pada luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitas. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya minat petani untuk menanam jagung, yang didukung oleh harga jual yang terjamin. Penggunaan benih hibrida dan unggul bermutu yang membantu meningkatkan produktivitas. 3. Luas tanam, panen, dan produksi kedelai telah mencapai target, namun produktivitasnya sedikitnya dibawah sasaran. 4. Kacang tanah dan kacang hijau luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitasnya belum mencapai target, karena minat petani masih kurang. 5. Luas tanam ubi kayu dan ubi jalar telah mencapai target namun luas panennya untuk ubi jalar masih dibawah target sedangkan produksi dan produktivitasnya sedikit dibawah target, kecuali produktivitas ubi jalar diatas target.

8 2. Capaian Kinerja Bidang Hortikultura Kebijaksanaan intensifikasi Bidang Hortikultura Tahun 2008 melalui program peningkatan produksi pertanian meliputi intensifikasi hortikultura dengan hasil kegiatan realisasi luas tanam,luas panen, produksi dan produktivitas seperti terlihat pada Tabel 32,33, 34 dan 35 berikut ini. Tabel 31. Realisasi Luas Tanam (Ha) Tahun 2008 I Luas Tanam (Ha) Persentase No KOMODITAS Target Realiasasi (%) SAYURAN 1 Bawang merah ,93 2 Bawang putih Bawang daun ,94 4 Kentang ,14 5 Kubis ,14 6 Kembang kol ,42 7 Petsai / sawi ,35 8 Wortel ,35 9 Lobak Kacang merah ,61 11 Kacang panjang ,65 12 Cabai besar ,85 13 Cabai rawit ,09 14 Jamur Tomat ,56 16 Terung ,39 17 Buncis ,23 18 Ketimun ,99 19 Labu siam ,67 20 Kangkung ,33 21 Bayam Jumlah ,40

9 No. Nama Tanaman Target II BUAH-BUAHAN Jumlah Tan.Akhir Tahun Persentase (%) 1 Alpukat , Belimbing 0 555, Duku/langsat 0 30, Durian , Jambu Biji 0 296, Jambu air 0 472, Jeruk siam/keprok 0 136, Jeruk besar 0 10, Mangga , Manggis 0 56, Nangka , Nanas 0 1, Pepaya 0 57, Pisang , Rambutan 0 909, Salak 0 45, Sawo 0 120, Markisa/konyal 0 0, Sirsak 0 66, Sukun 0 518, Melinjo , Petai , Semangka Jumlah ,38

10 Tabel 32. Realisasi Luas Panen (Ha) Tahun 2008 No KOMODITAS Luas Panen (Ha) Target Realiasasi Persentase (%) I SAYURAN 1 Bawang merah ,37 2 Bawang daun ,80 3 Kentang ,80 4 Kubis ,32 5 Kembang kol ,93 6 Petsai / sawi ,52 7 Wortel ,59 8 Lobak Kacang merah ,00 10 Kacang panjang ,48 11 Cabai besar ,01 12 Cabai rawit ,30 13 Tomat ,41 14 Terung ,53 15 Buncis ,53 16 Ketimun ,22 17 Labu siam ,00 18 Kangkung ,00 19 Bayam Jumlah ,02 Tabel 33. Realisasi Produksi (Ton) Tahun 2008 No KOMODITAS Produksi (Ton) Persentase Target Realiasasi (%) I SAYURAN 1 Bawang merah Bawang putih Bawang daun ,29 4 Kentang ,62 5 Kubis ,03 6 Kembang kol ,04 7 Petsai / sawi ,04 8 Wortel ,12 9 Lobak Kacang merah ,60 11 Kacang panjang ,03 12 Cabai besar ,76 13 Cabai rawit ,06 14 Jamur Tomat ,99 16 Terung ,68

11 Buncis ,42 18 Ketimun ,59 19 Labu siam ,47 20 Kangkung ,59 21 Bayam II BUAH-BUAHAN 1 Alpukat ,33 168,09 2 Belimbing ,90 300,97 3 Duku/langsat ,60 141,60 4 Durian ,40 21,30 5 Jambu Biji ,38 404,98 6 Jambu air ,30 375,46 7 Jeruk siam/keprok ,32 62,24 8 Jeruk besar 0 145, Mangga ,52 95,60 10 Manggis 27 7,83 29,00 11 Nangka ,46 136,03 12 Nanas 51 14,06 27,57 13 Pepaya ,13 66,08 14 Pisang ,47 58,98 15 Rambutan ,50 302,51 16 Salak ,20 158,80 17 Sawo ,33 151,61 18 Markisa/konyal 0 0, Sirsak ,84 36,56 20 Sukun ,00 194,33 21 Melinjo ,40 367,68 22 Petai ,08 152,50 23 Semangka ,95 Tabel 34. Realisasi Produktivitas (Ku/Ha) Tahun 2008 No KOMODITAS Produktivitas (KU/Ha) Persentase Target Realiasasi (%) I SAYURAN 1 Bawang merah 100,09 97,71 97,62 2 Bawang daun 170,00 214,02 125,89 3 Kentang 210,00 175,22 83,44 4 Kubis 220,00 193,30 87,86 5 Kembang kol 213,54 241,07 112,89 6 Petsai / sawi 192,54 209,71 108,92 7 Wortel 130,41 136,39 104,59 8 Lobak 183, Kacang merah 45,52 45,27 99,45 10 Kacang panjang 100,00 45,27 45,27 11 Cabai besar 72,73 124,71 171,47

12 Cabai rawit 145,51 184,05 126,49 13 Tomat 309,11 196,97 63,72 14 Terung 111,56 133,81 119,94 15 Buncis 113,63 123,01 108,25 16 Ketimun 103,43 116,35 112,49 17 Labu siam 680,00 172,89 25,42 18 Kangkung 142,83 39,67 27,77 19 Bayam 0 171,50 0 II BUAH-BUAHAN 1 Alpukat 0 65, Belimbing 0 144, Duku/langsat 0 140, Durian 0 38, Jambu Biji 0 123, Jambu air 0 95, Jeruk siam/keprok 0 45, Jeruk besar 0 132, Mangga 0 83, Manggis 0 34, Nangka 0 91, Nanas 0 90, Pepaya 0 102, Pisang 0 112, Rambutan 0 86, Salak 0 293, Sawo 0 84, Markisa/konyal 0 42, Sirsak 0 32, Sukun 0 36, Melinjo 0 101, Petai 0 70, Semangka 0 142,16 0 Dari Tabel di atas dapat dianalisis bahwa : 1) Luas Tanam Komoditas yang melampaui target antara lain bawang daun dari target Ha terealisasi Ha (121,22%), kentang dari target 797 Ha terealisasi Ha (133,25 %), cabe merah 275 Ha terealisasi 317 Ha (115.27%). Dilampauinya target luas tanam akibat musim hujan datang tepat waktu, sehingga petani banyak yang memanfaatkannya untuk menanam komoditas tersebut. Adapun yang belum memenuhi target luas tanam antara lain kubis, kacang panjang, ketimun, kangkung dan cabe rawit disebabkan penggunaan lahan yang bersamaan dengan komoditas lain.

13 2) Luas Panen Pada luas panen komoditas yang melampaui target luas panen antara lain bawang merah target Ha, terealisasi Ha, dengan persentase 117,37 %, bawang daun target Ha terealisasi Ha dengan persentase 144,80 %, kubis target Ha terealisasi Ha dengan persentase 134,32 %, dan tomat target 275 Ha dapat terealisasi 343 Ha dengan persentase 185,41 Ha. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang mendukung antara lain komoditas yang mengalami peningkatan dalam luas tanam secara otomatis di luas panen pun meningkat, serta dukungan teknologi yang inovatif sehingga sesuai rencana. Adapun yang belum memenuhi target luas panen antara lain buncis, kangkung, bayam, kacang merah, labu siam dan lobak disebabkan dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi dan dalam luas tanam pun banyak mengalami penurunan. 3) Produksi Komoditas yang melampaui target dalam produksi tahun 2008 antara lain bawang merah, bawang daun, wortel, cabe merah, tomat, terung, kembang kol, kentang, kubis, cabe rawit dan semangka sedangkan hampir semua tanaman buah-buahan yang melampaui target disebabkan penambahan luasan panen dan penanganan yang optimal sehingga produksi bisa meningkat. Adapun yang belum memenuhi target luas panen antara lain kacang panjang, buncis, ketimun, kangkung, labu siam, dan lobak sedangkan buah-buahan hampir semuanya memenuhi target. 4) Produktivitas. Tanaman sayuran yang melampaui target antara lain bawang daun, petsai, wortel, cabe merah, buncis dan kembang kol disebabkan adanya dukungan teknologi, penanganan pasca panen yang baik, adapun tanamam yang belum memenuhi target disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya gagal panen diakibatkan kurangnya dalam penanganan baik secara teknis atau non teknis,faktor cuaca yang susah di prediksi.

14 3. Capaian Kinerja Bidang Peternakan Kebijaksanaan Intensifikasi Peternakan dalam program Peningkatan Ketahanan Pangan mencakup kegiatan Intensifikasi Sapi Potong, Sapi Perah, Domba, Kambing, Ayam ras, dan ayam Buras dengan realisasi kegiatan sebagaimana terlihat pada Tabel 35. Tabel 35. Realisasi Program Peternakan Tahun 2008 Uraian Target Realisasi Persentase (%) A. JUMLAH POPULASI (EKOR) 1. Sapi Potong ,85 2. Sapi Perah ,25 3. Kerbau ,61 4. Kuda ,14 5. Kambing ,35 6. Domba ,78 7. Ayam Buras ,49 8. Ras Pedaging ,69 9. Ayam Ras Petelur ,00 10.Itik ,31 B. PRODUKSI DAGING (TON) 1. Daging , ,10 100,23 1. Sapi 1.145, ,96 125,62 2. Kerbau 14,99 6,24 41,63 3. Kambing 39,11 41,32 105,65 4. Domba 730,61 618,18 84,61 5. Ayam Buras 694,87 648,15 93,28 6. Ayam Ras 9.140, ,22 108,60 2. Telur 1.130, ,18 113,10 1. Ayam Buras 242,82 420,59 173,21 2. Ayam Ras 526,71 362,19 94,06 3. Itik 360,65 362,19 100,43 3. Susu ,43 1. Sapi perah ,25

15 Dari tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Populasi : 1) Populasi sapi potong meningkat mencapai 110,85% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena minat peternak terhadap pemeliharaan sapi potong meningkat; 2) Populasi sapi perah meningkat mencapai 155,25% yaitu ekor dari target 648 ekor. Hal ini karena usaha peternakan sapi perah mempunyai prospek yang baik yaitu pasar susunya jelas sehingga minat peternak dalam budidaya sapi perah meningkat; 3) Populasi kerbau meningkat mencapai 108,61% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena permintaan pasar terhadap daging kerbau menurun sehingga jumlah pemotongan ternak kerbau menurun maka jumlah populasi meningkat; 4) Populasi kambing meningkat mencapai % yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena minat masyarakat meningkat terhadap pemeliharaan kambing, hal tersebut disebabkan permintaan pasar meningkat; 5) Populasi domba meningkat mencapai 130,78% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini disebabkan pasar yang baik, konsumen banyak dan adanya pengadaan domba dari pemerintah untuk fakir miskin; 6) Populasi ayam buras meningkat mencapai 224,49% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena kasus flu burung dan penyakit lainnya dapat dikendalikan, teknologi mudah dan harga pasar tinggi sehingga menumbuhkan minat untuk berbudidaya ayam buras. 7) Populasi ayam ras pedaging meningkat 98,69% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena adanya pergeseran konsumen terhadap ayam buras sehingga populasi ayam ras pedaging meningkat. 8) Populasi ayam petelur meningkat mencapai 107% yaitu ekor dari target ekor. Hal ini karena pasar baik, harga dan permintaan

16 konsumen meningkat, sehingga motivasi para peternak untuk berbudidaya ayam ras petelur; 9) Populasi itik meningkat mencapai 116,31% yaitu ekor dari taget ekor. Hal ini karena tidak adanya program pengadaan dari pemerintah dan tidak adanya modal usaha bagi peternak itik. Produksi 1. Produksi daging sapi potong meningkat 125,62% yaitu 1.438,96 ton dari target 1.145,53 ton. Hal ini karena banyaknya permintaan pasar terhadap daging sapi potong hasil penggemukan seperti dari Bandung, Jakarta, Indramayu dan Kuningan; 2. Produksi daging kerbau meningkat mencapai 85,99% yaitu 12,89 ton dari target 14,99 ton. Hal ini karena kurangnya minat konsumen terhadap daging kerbau sehingga berkurangnya pemotongan; 3. Produksi daging kambing meningkat mencapai 102,15% yaitu 39,95 ton dari target 39,11 ton. Hal ini karena meningkatnya minat konsumen terhadap daging kambing sehingga bertambahnya pemotongan; 4. Produksi daging domba meningkat mencapai 90,98% yaitu 664,69 ton dari terget 730,61 ton. Hal ini karena adanya peralihan konsumen dari daging domba kepada daging kambing; 5. Produksi daging ayam buras meningkat mencapai 88,53% yaitu 615,18 ton dari target 694,87 ton. Hal ini karena terjadinya peningkatan harga jual ayam buras menyebabkan konsumen menurun dan jumlah pemotongan menurun; 6. Produksi daging ayam buras meningkat mencapai 98,69% yaitu : 9.021,43 ton dari target 9.140,79 ton. Hal ini karena terjadinya peningkatan harga jual setelah pemotongan menurun; 7. Produksi telur ayam buras meningkat mencapai 173,21% yaitu 420,40 ton dari target 242,82 ton. Hal ini karena adanya peningkatan populasi; 8. Produksi telur ayam ras petelur meningkat mencapai 94,06% yaitu 495,40 ton dari target 526,71 ton. Hal ini karena peningkatan populasi

17 ayam ras petelur tidak signifikan sehingga tidak terlalu berpengaruh produksi telur; 9. Produksi telur itik meningkat mencapai 100,43% yaitu 362,19 dari target 360,65 ton. Hal ini karena adanya peningkatan teknologi pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan produksi telur. 10. Produksi susu meningkat mencapai 142,44% yaitu liter dari target liter. Hal ini karena meningkatnya populasi sapi perah dari bantuan pemerintah dan adanya investasi swasta, serta tingkat pemeliharaan yang lebih baik sehingga produksi susu meningkat. 4. Capaian Kinerja Bidang Perikanan Kebijaksanaan Intensifikasi Pengembangan Budidaya Perikanan melalui peningkatan produksi perikanan kolam air tenang, intensifikasi perikanan perairan umum dan intensifikasi kolam air deras. Hasil kegiatan Pengembangan Budidaya Perikanan, dan realisasinya sebagaimana disajikan pada Tabel 36. Tabel 36. Realisasi Produksi Perikanan Tahun Jenis Usaha Target Th (Ton) Realisasi Tahun 2008 (Ton) a. Kolam Air Tenang 3.424, ,95 136,06 b. Kolam Air Deras 108,45 53,29 49,14 c. Sawah (Pembesaran) 218,11 73,59 33,74 d. Sungai 715,73 130,18 18,19 e. Danau (Situ) 616,57 697,08 113,06 f. Rawa 37,93 118,07 311,28 Jumlah 5.120, ,16 111,92 Secara keseluruhan, produksi ikan tahun 2008 terjadi peningkatan yang cukup tinggi tinggi yaitu dari 5.124,8 ton pada tahun 2007 menjadi 5.731,16 atau ± 11,83%. Terutama dari cabang usaha kolam air tenang, hal ini karena semakin meningkatnya animo masyarakat dan semakin %

18 sadar bahwa usaha perikanan mampu memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Kenaikan produksi di cabang usaha kolam air tenang tidak diikuti oleh kolam air deras, sawah dan sungai. Hal ini dimungkinklan dari harga pakan (pellet) yang semakin mahal untuk kegiatan kolam air deras, sedangkan dari sawah dan sungai pada tahun 2008 terjadi musim kemarau yang lebih awal (mulai bulan Mei) dan panjang yang berakibat kegiatan budidaya ikan di sawah terganggu dan begitu pula sungai menjadi lebih cepat kering. Sedangkan cabang usaha danau (situ) terjadi peningkatan produksi sebesar 13,06% dibandingkan tahun 2007 dan dari cabang usaha rawa terjadi peningkatan yang sangat tinggi. 1) Pada cabang usaha kolam air tenang terjadi peningkatan produksi sebesar 1224,75 atau sebesar 35,66 yaitu pada tahun 2007 sebesar 3434,2 dan tahun 2008 sebesar 4658,95 ton. 2) Cabang usaha kolam air deras terjadi penurunan produksi yang cukup tinggi sebesar 50,88 ton, produksi ikan dari kolam air deras pada tahun 2007 mencapai 108,5 ton sedangkan pada tahun 2008 hanya mencapai 53,27ton. Terjadi penurunan produksi dari usaha KAD dimungkinkan karena kenaikan harga pakan ikan (pellet) yang terus melambung sedangkan budidaya ikan dikolam air deras merupakan budidaya ikan secara insentif yang memerlukan pakan yang banyak. 3) Pada cabang usaha sawah (pembesaran) hanya mencapai 33,74% dibandingkan tahun Hal ini disebabkan terjadi musim kemarau yang lebih awal (mulai bulan Mei) yang panjang berakibat terganggunya budidaya ikan disawah. 4) Cabang usaha di sungai pun mengalami penurunan, hal ini dikarenakan disamping musim kemarau yang lebih awal dan panjang, juga adanya pencanangan program penanaman ikan di perairan umum (Restocking) sehingga adanya kesadaran di masyarakat untuk lebih selektif dalam penangkapan.

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN Target. Realisasi Persentase URAIAN (Rp)

BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN Target. Realisasi Persentase URAIAN (Rp) BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009 3.1. Program dan Kegiatan Dinas Pertanian Tahun 2008 Program yang akan dilaksanakan Dinas Pertanian Tahun 2008 berdasarkan Prioritas Pembangunan Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

2. TANAMAN PANGAN 2.1. Luas Tanam (Ha) Komoditi Tanaman Pangan Kabupaten Luwu, tahun

2. TANAMAN PANGAN 2.1. Luas Tanam (Ha) Komoditi Tanaman Pangan Kabupaten Luwu, tahun 2. TANAMAN PANGAN 2.1. Luas Tanam (Ha) Komoditi Tanaman Pangan Kabupaten Luwu, tahun 2009-2012 PADI LADANG PADI SAWAH JAGUNG 2009 2010 2011 2012 2009 2010 2011 2012 2009 2010 2011 2012 LAROMPONG - - 4

Lebih terperinci

Perkembangan Ekonomi Makro

Perkembangan Ekonomi Makro Boks 1.2. Pemetaan Sektor Pertanian di Jawa Barat* Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB (harga berlaku) tahun 2006 sebesar sekitar 11,5%, sementara pada tahun 2000 sebesar 14,7% atau dalam kurun waktu

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. bujur timur. Wilayahnya sangat strategis karena dilewati Jalur Pantai Utara yang IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kabupaten Batang adalah salah satu kabupaten yang tercatat pada wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Letak wilayah berada diantara koordinat

Lebih terperinci

Tabel Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Sayuran Tahun

Tabel Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Sayuran Tahun 9 2.1 Tanaman Sayuran Tabel 2.1.1 Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Sayuran Tahun 20112015 Uraian A. 1 Bawang Merah Tahun * Luas Panen (Ha) 2,00 7,00 * Produktivitas (Ku/Ha) 45,00 90,00 * Produksi

Lebih terperinci

LEMBAR KATALOG Statistik Sayur-Sayuran Dan Buah-Buahan Kabupaten Penajam Paser Utara 2016 Katalog BPS : 5216.6409 Ukuran Buku : 14,8 x 21 cm Jumlah Halaman : ix + 79 Naskah : BPS Kabupaten Penajam Paser

Lebih terperinci

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C

1. PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. Tabel 1.1.1C SUMBER DAYA ALAM PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN, PERIKANAN, PETERNAKAN & PERKEBUNAN. SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN Apa yang sudah dicapai selama ini lebih ditingkatkan, Pemerintah Kota Jayapura akan lebih

Lebih terperinci

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016

DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 DATA SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR SAMPAI DENGAN SEMESTER I TAHUN 2016 KELOMPOK DATA JENIS DATA : SUMBER DAYA ALAM : Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan, Perkebunan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Ir. Bambang

Lebih terperinci

VII. KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BOGOR

VII. KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BOGOR VII. KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN BOGOR 7.1 Komoditas Unggulan di Kecamatan Pamijahan Berdasarkan hasil analisis Location Quotient (LQ) terhadap komoditas pertanian di Kabupaten Bogor yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB VI SASARAN PEMBANGUNAN HORTIKULTURA

BAB VI SASARAN PEMBANGUNAN HORTIKULTURA BAB VI SASARAN PEMBANGUNAN HORTIKULTURA A. Sasaran Umum Selama 5 (lima) tahun ke depan (2015 2019) Kementerian Pertanian mencanangkan 4 (empat) sasaran utama, yaitu: 1. Peningkatan ketahanan pangan, 2.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional.

BAB I PENDAHULUAN. langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan regional memiliki peran utama dalam menangani secara langsung persoalan-persoalan fungsional yang berkenaan dengan tingkat regional. Peranan perencanaan

Lebih terperinci

Renstra Dispakan RENCANA STRATEGIS DINAS PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN

Renstra Dispakan RENCANA STRATEGIS DINAS PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN RENCANA STRATEGIS DINAS PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016-2021 Renstra Dispakan DINAS PANGAN DAN PERIKANAN Jl. Raya Soreang Km 17 Soreang 40911 (022) 5891695 dispakan@bandungkab.go.id KATA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/05/Th. XIV, 2 Mei 2011 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2011 NILAI TUKAR PETANI SEBESAR 98,78 PERSEN NTP Provinsi Sulawesi Tengah Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) tercatat sebesar 84,25 persen,

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD RENSTRA D I N A S P E R T A N I A N RENSTRA VI - 130

BAB VI INDIKATOR DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD RENSTRA D I N A S P E R T A N I A N RENSTRA VI - 130 RENSTRA 2016-2021 BAB VI INDIKATOR DINAS PERTANIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN D I N A S P E R T A N I A N RENSTRA 2016-2021 VI - 130 BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN

Lebih terperinci

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menerbitkan Buku Statistik Konsumsi Pangan 2012. Buku ini berisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya dibentuk berdasarkan pada Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/04/Th. XV, 2 April 2012 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI NILAI TUKAR PETANI BULAN MARET 2012 SEBESAR 97,86 PERSEN NTP Provinsi Sulawesi Tengah (NTP-Gabungan) bulan Maret 2012 sebesar 97,86 persen,

Lebih terperinci

KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KABUPATEN SEMARANG (PENDEKATAN LQ DAN SURPLUS PRODUKSI)

KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KABUPATEN SEMARANG (PENDEKATAN LQ DAN SURPLUS PRODUKSI) KOMODITAS HORTIKULTURA UNGGULAN DI KABUPATEN SEMARANG (PENDEKATAN DAN SURPLUS PRODUKSI) Eka Dewi Nurjayanti, Endah Subekti Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wahid Hasyim Jl. Menoreh

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/09 /Th. XIV, 5 September 2011 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI NILAI TUKAR PETANI BULAN AGUSTUS 2011 SEBESAR 99,44 PERSEN NTP Provinsi Sulawesi Tengah (NTP-Gabungan) bulan Agustus 2011 sebesar 99,44

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. A. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Batanghari. Kecamatan yang terletak di Kabupaten Lampung Timur dengan luas wilayah

IV. GAMBARAN UMUM. A. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Batanghari. Kecamatan yang terletak di Kabupaten Lampung Timur dengan luas wilayah 46 IV. GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Batanghari Kecamatan Batanghari yang merupakan lokasi penelitian ini merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Lampung Timur dengan

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS KABUPATEN MURUNG RAYA TAHUN ANGGARAN 2014 INDIKATOR KEGIATAN

PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS KABUPATEN MURUNG RAYA TAHUN ANGGARAN 2014 INDIKATOR KEGIATAN PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS KABUPATEN MURUNG RAYA TAHUN ANGGARAN 2014 SKPD : DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERIKANAN NO NAMA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN PLAFON ANGGARAN LOKASI SUMBER KELUARAN

Lebih terperinci

Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak

Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sasaran RKPD yang akan dicapai dalam Renja SKPD : Meningkatkan Perekonomian Daerah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Tabel 2.1 Rekapitulasi Hasil Renja SKPD sampai dengan Triwulan II Tahun 2015 Dinas Pertanian

Lebih terperinci

INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT

INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT Jurnal AGRIFOR Volume XIV Nomor 2, Oktober 2015 ISSN : 1412 6885 INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT Karmini 1 1 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Jalan

Lebih terperinci

S. Andy Cahyono dan Purwanto

S. Andy Cahyono dan Purwanto S. Andy Cahyono dan Purwanto Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jl. Jend A. Yani-Pabelan, Kartasura. PO BOX 295 Surakarta 57102 Telp/Fax: (0271) 716709; 716959 Email:

Lebih terperinci

https://esakip.bantulkab.go.id/bpsyslama/www/monev/laporan/daftar/bulan/12 1 of 8 7/31/17, 9:02 AM

https://esakip.bantulkab.go.id/bpsyslama/www/monev/laporan/daftar/bulan/12 1 of 8 7/31/17, 9:02 AM 1 of 8 7/31/17, 9:02 AM Laporan Program/Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2016 (Belanja Langsung) s/d Bulan Desember Dinas Pertanian dan Kehutanan 1 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 424,049,000

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara merupakan bagian dari. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan merupakan unsur penunjang yang

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara merupakan bagian dari. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan merupakan unsur penunjang yang BAB I PENDAHULUAN Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara merupakan bagian dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan merupakan unsur penunjang yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung

Lebih terperinci

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar KOTA BALIKPAPAN I. KEADAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN 1.1. LETAK GEOGRAFI DAN ADMINISTRASI Kota Balikpapan mempunyai luas wilayah daratan 503,3 km 2 dan luas pengelolaan laut mencapai 160,1 km 2. Kota Balikpapan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. penting bagi perkembangan perekonomian nasional di Indonesia. Hal ini

I. PENDAHULUAN. penting bagi perkembangan perekonomian nasional di Indonesia. Hal ini 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertanian merupakan sektor yang sampai saat ini masih memegang peranan penting bagi perkembangan perekonomian nasional di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya

Lebih terperinci

PERAN DAN IDENTIFIKASI KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DI KABUPATEN WONOGIRI

PERAN DAN IDENTIFIKASI KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DI KABUPATEN WONOGIRI PERAN DAN IDENTIFIKASI KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN DI KABUPATEN WONOGIRI Aminah Happy MA Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Abstract The objectives of this research are to calculate

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/04/Th. XIV, 1 April 2011 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MARET 2011 NILAI TUKAR PETANI SEBESAR 98,45 PERSEN NTP Provinsi Sulawesi Tengah Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) tercatat sebesar 83,67 persen,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan merupakan upaya perubahan secara terencana seluruh dimensi kehidupan menuju tatanan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sebagai perubahan yang terencana,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) Garut

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) Garut PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) 231590 Garut PENETAPAN KINERJA (TAPKIN) PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2014 1 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS

Lebih terperinci

Pedoman Pengumpulan Data Hortikultura L-5

Pedoman Pengumpulan Data Hortikultura L-5 Lampiran 2. Konversi Hortikultura 1. Konversi Jarak Tanam, Populasi dan Umur Panen Sayuran dan Buahbuahan Semusim (SBS). a. Sayuran Semusim Jarak Populasi Umur Mulai No Tan / ha Tanam / cm Panen (Hari)

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik Kota Palu i STATISTIK PERTANIAN KOTA PALU 2015/2016 Katalog : 5101006.7271 ISSN : 2502-2563 No. Publikasi : 72710.1619 Ukuran Buku : 21 x 29,7 cm Jumlah Halaman : x + 39 halaman Naskah

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2012/2013. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2012/2013. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2012/2013 Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman No. Jenis Tanaman (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Padi 2 Jagung 3 Kedelai 4 Kacang Tanah 5 Ubi Kayu 6 Ubi Jalar Tanaman

Lebih terperinci

Programa Penyuluhan Kab.Bangka

Programa Penyuluhan Kab.Bangka Programa Penyuluhan Kab.Bangka 2013 1 LEMBAR PENGESAHAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN KABUPATEN BANGKA TAHUN 2013 Tim Penyusun, Kepala Bidang Penyuluhan Pada Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Koordinator

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN DESEMBER 2015

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN DESEMBER 2015 BPS PROVINSI JAWA TIMUR NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN DESEMBER 2015 No. 03/01/35/Th.XIV, 4 Januari 2016 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Desember 2015 turun 0,41 persen. Nilai Tukar Petani

Lebih terperinci

Realisasi Kinerja Program dan kerangka pendanaan Tahun Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan

Realisasi Kinerja Program dan kerangka pendanaan Tahun Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Tabel 5.1. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Dinas Pertanian dan Kehutanan (Sumber Dana APBD Kabupaten Tujuan Sasaran Target Rp Target Rp Target 1

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DESEMBER 2010 NILAI TUKAR PETANI SEBESAR 97,63 PERSEN No. 04/01/Th. XIV, 3 Januari 2011 Pada bulan Desember 2010, NTP Provinsi Sulawesi Tengah masing-masing subsektor tercatat

Lebih terperinci

Tabel 16. Data Produksi Benih Yang Dihasilkan Oleh UPTD/Balai Lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014

Tabel 16. Data Produksi Benih Yang Dihasilkan Oleh UPTD/Balai Lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 5.1 Penyediaan Benih Unggul Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan peningkatan produksi dan nilai tambah proses produksi usaha tani tanaman pangan, unsur teknologi benih unggul bermutu, produsen benih,

Lebih terperinci

DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN, PERJANJIAN KINERJA, PENGUKURAN KINERJA, INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016

DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN, PERJANJIAN KINERJA, PENGUKURAN KINERJA, INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016 DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN, PERJANJIAN KINERJA, PENGUKURAN KINERJA, INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA BIMA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN KOTA BIMA TAHUN 2016

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2013/2014. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman

LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2013/2014. Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman. Luas Panen Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman LEMBAR KERJA INDIKATOR PERTANIAN 2013/2014 Produksi Tanaman Pangan Menurut Jenis Tanaman No. Jenis Tanaman 2010 2011 2012 2013 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Padi 2 Jagung 3 Kedelai 4 Kacang Tanah

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 04/06/Th. XIV, 1 Juni 2011 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2011 NILAI TUKAR PETANI SEBESAR 99,49 PERSEN NTP Provinsi Sulawesi Tengah (NTP-Gabungan) bulan Mei 2011 tercatat sebesar 99,49 persen,

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN BATANG TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN BATANG TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN BATANG TAHUN 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BATANG DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN PETERNAKAN

Lebih terperinci

JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI KEGIATAN TAHUN ANGGARAN Anggaran (Rp)

JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI KEGIATAN TAHUN ANGGARAN Anggaran (Rp) JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015 No. Program/Kegiatan I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran II. III. IV. Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Penyediaan jasa surat menyurat

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1. Bagan Struktur Organisasi. Kehutanan Kota Prabumulih Tahun anggaran KEPALA DINAS. BIDANG Peternakan dan Perikanan

I. PENDAHULUAN. 1. Bagan Struktur Organisasi. Kehutanan Kota Prabumulih Tahun anggaran KEPALA DINAS. BIDANG Peternakan dan Perikanan 1 I. PENDAHULUAN A. Kedudukan Kedudukan Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 30 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas

Lebih terperinci

Grafik 3.34 Produksi Hortikultura Unggulan Kabupaten Temanggung

Grafik 3.34 Produksi Hortikultura Unggulan Kabupaten Temanggung Tingginya curah hujan dan panjangnya musim hujan menjadi faktor utama penurunan produksi tanaman perkebunan seperti tembakau dan kopi. Program Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam menggerakkan penanaman

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN * Keterangan : *Angka ramalan PDB berdasarkan harga berlaku Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura (2010) 1

I PENDAHULUAN * Keterangan : *Angka ramalan PDB berdasarkan harga berlaku Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura (2010) 1 1.1 Latar Belakang I PENDAHULUAN Sektor pertanian terdiri dari beberapa sub sektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, dimana keempat sub sektor tersebut mempunyai peranan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara

GAMBARAN UMUM. Wilayah Sulawesi Tenggara GAMBARAN UMUM Wilayah Sulawesi Tenggara Letak dan Administrasi Wilayah Sulawesi Tenggara terdiri atas Jazirah dan kepulauan terletak antara 3 o - 6 o Lintang selatan dan 12 45' bujur timur, dengan total

Lebih terperinci

4.1. Letak dan Luas Wilayah

4.1. Letak dan Luas Wilayah 4.1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lamandau merupakan salah satu Kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Kotawaringin Barat. Secara geografis Kabupaten Lamandau terletak pada 1 9-3 36 Lintang Selatan dan

Lebih terperinci

BAGIAN PEREKONOMIAN DINAS PERTANIAN ,95 JUMLAH

BAGIAN PEREKONOMIAN DINAS PERTANIAN ,95 JUMLAH II. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 01. A. KEBIJAKAN PROGRAM Pada Urusan pilihan Pertanian diarahkan pada Peningkatan produksi pertanian dan pemberdayaan petani lokal serta peningkatan akses modal dan

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERJANJIAN KINERJA NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN TARGET PROGRAM KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN (RP)

LAMPIRAN PERJANJIAN KINERJA NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN TARGET PROGRAM KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN (RP) LAMPIRAN PERJANJIAN KINERJA NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN TARGET KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN (RP) SUMBER DANA (INTERNAL DAN EKSTERNAL) 1 Meningkatnya layanan masyarakat tanbunakhut

Lebih terperinci

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK TAHUN ANGGARAN 2014

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK TAHUN ANGGARAN 2014 RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK TAHUN ANGGARAN 2014 No. Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program Kegiatan Lokasi Volume APBN

Lebih terperinci

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015 II. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 01. URUSAN PILIHAN PERTANIAN A. KEBIJAKAN PROGRAM Kebijakan pada Urusan Pertanian diarahkan pada terwujudunya pemanfaatan sumberdaya pertanian secara optimal dengan

Lebih terperinci

Profil Kabupaten Bireuen

Profil Kabupaten Bireuen Profil Kabupaten Bireuen Ibukota : Bireuen Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten

Lebih terperinci

Katalog BPS:

Katalog BPS: Katalog BPS: 1101002.3201040 Statistik Daerah Kecamatan Cibungbulang 2015 1 STATISTIK DAERAH KECAMATAN CIBUNGBULANG 2015 Statistik Daerah Kecamatan Cibungbulang 2015 2 STATISTIK DAERAH KECAMATAN CIBUNGBULANG

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT. Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5 o 50-7 o 50

V. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT. Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5 o 50-7 o 50 5.1. Kondisi Geografis V. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT Provinsi Jawa Barat, secara geografis, terletak pada posisi 5 o 50-7 o 50 Lintang Selatan dan 104 o 48-108 o 48 Bujur Timur, dengan batas wilayah

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG DINAS PEPERTANIAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DINAS PERTANIAN Jl. Raya Soreang Km 17 Bandung Telp. (022) 5891703 Fax (022) 5891703 e-mail distan@bandungkab.go.id website www.distan.bandungkab.goid

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7⁰12 7⁰31 Lintang Selatan dan

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7⁰12 7⁰31 Lintang Selatan dan IV. GAMBARAN UMUM A. Kondisi Geografis dan Administrasi Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7⁰12 7⁰31 Lintang Selatan dan 109⁰29 109⁰45 50 Bujur Timur. Berada pada jalur pegunungan di bagian tengah

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Tanda tangan,

LAMPIRAN 1. Tanda tangan, LAMPIRAN 1 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN ASUPAN SERAT, ASUPAN CAIRAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA VEGETARIAN DI PUSDIKLAT BUDDHIS MAITREYAWIRA Saya

Lebih terperinci

https://rotendaokab.bps.go.id

https://rotendaokab.bps.go.id STATISTIK PERTANIAN ROTE NDAO 2015.. ISBN : No. Publikasi / Publication Number : 53140.1623 Katalog BPS / BPS Catalogue : 5101006.5316 Ukuran Buku / Book Size : 21,59 cm x 27,94 cm Jumlah Halaman / Total

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1 Kementerian Pertanian Kontribusi Pertanian Terhadap Sektor PDB.

I. PENDAHULUAN. 1 Kementerian Pertanian Kontribusi Pertanian Terhadap Sektor PDB. I. PENDAHULUAN 1.1. Latarbelakang Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan sektor pertanian adalah

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN P erencanaan Strategis Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan merupakan bagian dari implementasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

Siantar Marimbun 49,31%

Siantar Marimbun 49,31% Siantar Se 0,22% BAB IX PERTANIAN 9.1. Luas Lahan Secara umum, dari total luas lahan Kota Pematangsiantar, sebesar 2.316 ha at 28,96 persen merupakan lahan sawah, sebesar 2.205 ha atausekitar 27,58 persen

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH Tahun Anggaran 2016

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH Tahun Anggaran 2016 DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir DPPA SKPD 2.2 PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH Tahun Anggaran 2016 Urusan Pemerintahan : 2 Urusan Pilihan Bidang Pemerintahan : 2. 01 Pertanian

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI RIAU BULAN JULI 2013 TURUN 1,84 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI RIAU BULAN JULI 2013 TURUN 1,84 PERSEN No. 34/08/14/Th.XIV, 01 Agustus 2013 NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI RIAU BULAN JULI 2013 TURUN 1,84 PERSEN Pada bulan Juli 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 100,43 atau turun 1,84

Lebih terperinci

(Isian dalam Bilangan Bulat) KAB./KOTA : LEBAK 0 2 Tahun 2017 Luas Luas Luas Luas

(Isian dalam Bilangan Bulat) KAB./KOTA : LEBAK 0 2 Tahun 2017 Luas Luas Luas Luas BA PUSAT STATISTIK DEPARTEMEN PERTANIAN LAPORAN TANAMAN SAYURAN BUAH-BUAHAN SEMUSIM RKSPH-SBS (Isian dalam Bilangan Bulat) PROPINSI : BANTEN 3 6 Bulan JANUARI 1 KAB./KOTA : LEBAK 2 Tahun 217 1 7 Luas Luas

Lebih terperinci

Ukuran rumah tangga dalam gram: 1 sdm gula pasir = 8 gram 1 sdm tepung susu = 5 gram 1 sdm tepung beras, tepung sagu. = 6 gram

Ukuran rumah tangga dalam gram: 1 sdm gula pasir = 8 gram 1 sdm tepung susu = 5 gram 1 sdm tepung beras, tepung sagu. = 6 gram Dibawah ini merupakan data nilai satuan ukuran rumah tangga (URT) yang dipakai untuk menentukan besaran bahan makanan yang biasa digunakan sehari- hari dalam rumah tangga. (Sumber: Puslitbang Gizi Depkes

Lebih terperinci

LKPJ WALIKOTA SEMARANG AKHIR TAHUN ANGGARAN URUSAN PILIHAN

LKPJ WALIKOTA SEMARANG AKHIR TAHUN ANGGARAN URUSAN PILIHAN 4.2 URUSAN PILIHAN 4.2.1 URUSAN PILIHAN PERTANIAN 4.2.1.1 KONDISI UMUM Pembangunan sektor pertanian merupakan salah satu wujud pemberdayaan ekonomi rakyat dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012 BPS PROVINSI JAWA TIMUR NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012 No. 18/03/35/Th.X, 1 Maret 2012 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Februari 2012 Turun 1,39 persen. Nilai Tukar Petani (NTP)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gaya hidup sehat atau kembali ke alam (Back to nature) telah menjadi trend baru masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat semakin menyadari bahwa penggunaan bahan-bahan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai 49 IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Letak dan Luas Daerah Penelitian Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara 4 0 14 sampai 4 0 55 Lintang Selatan dan diantara 103 0 22 sampai 104

Lebih terperinci

Tabel 7.1 Luas Lahan Sawah Provinsi Jawa Barat Tahun (ha)

Tabel 7.1 Luas Lahan Sawah Provinsi Jawa Barat Tahun (ha) 7. PERTANIAN TANAMAN PANGAN/PERKEBUNAN 48 Tabel 7.1 Luas Lahan Sawah Provinsi Jawa Barat 2005-2010 (ha) 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Luas Lahan Sawah 925.500 926.782 934.845 945.544 937.373 930.268

Lebih terperinci

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 50

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 50 Kota Prabumulih 50 III.3. AKUNTABILITAS KEUANGAN Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Rutin, Pembangunan dan Penerimaan Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 08/Permentan/KU.340/2/2011 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 08/Permentan/KU.340/2/2011 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 08/Permentan/KU.340/2/2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 57/Permentan/KU.430/7/2007 TENTANG

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 39. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Propinsi

Tabel Lampiran 39. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Propinsi Tabel 39., dan Bawang Merah Menurut 6.325 7.884 854.064 7,4 7,4 2 Sumatera 25.43 9.70 3.39 2.628 7,50 7,50 3 Sumatera Barat 8.57 3.873.238.757 6,59 7,90 4 Riau - - - - - - 5 Jambi.466.80 79 89 8,9 6,24

Lebih terperinci

II. PENGUKURAN KINERJA

II. PENGUKURAN KINERJA Kota Prabumulih 2 II. PENGUKURAN KINERJA Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan merumuskan 3 misi utama dalam mencapai visi organisasi, setiap misi mempunyai 3 sasaran yang mengacu

Lebih terperinci

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN

II. B. KETERANGAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN ST01-L BADAN PUSAT STATISTIK REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 01 PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN RAHASIA I. KETERANGAN UMUM RUMAH TANGGA 101. Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/Kel. No.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2015-2019 V I S I M I S I 2 : TERWUJUDNYA MASYARAKAT LUMAJANG YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT : Meningkatkan Perekonomian

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG MATRIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2015-2019 V I S I M I S I 2 : TERWUJUDNYA MASYARAKAT LUMAJANG YANG SEJAHTERA DAN BERMARTABAT : Meningkatkan Perekonomian

Lebih terperinci

Kuesioner Food Frekuensi Semi Kuantitatif. 1-2x /mgg. 2 minggu sekali

Kuesioner Food Frekuensi Semi Kuantitatif. 1-2x /mgg. 2 minggu sekali 67 Lampiran 1 : Kuesioner Food Frekuesi (FFQ) Kuesioner Food Frekuensi Semi Kuantitatif Nama : Umur : Jenis kelamin : Tanggal wawancara : No. Sampel : Bahan Makanan Berapa kali konsumsi per... Porsi tiap

Lebih terperinci

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN V. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Kabupaten Kerinci 5.1.1. Keadaan Geografis. Kabupaten Kerinci terletak di daerah bukit barisan, dengan ketinggian 5001500 mdpl. Wilayah ini membentang

Lebih terperinci

:// tp ht.id ps.g o m.b ja ti Indikator Pertanian Provinsi Jawa Timur 2016 ISBN : 2407-3164 Nomor Publikasi : 35530.1707 Katalog BPS : 5102001.35 Ukuran Buku Jumlah Halaman : 21 cm X 29,7 cm : ix halaman

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH No. 04/01/51/Th. VIII, 2 Januari 2014 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH A. DESEMBER 2013, NTP BALI NAIK SEBESAR 0,13 PERSEN Berdasarkan penghitungan dengan tahun dasar baru (2012

Lebih terperinci

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM SESUAI RPJMD BESERTA PERMASALAHAN DAN SOLUSI

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM SESUAI RPJMD BESERTA PERMASALAHAN DAN SOLUSI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM SESUAI RPJMD 0-06 BESERTA PERMASALAHAN DAN SOLUSI NO II URUSAN PILIHAN PERTANIAN Program Pengembangan Agribisnis Kinerja Program Meningkatnya aktivitas ekonomi regional

Lebih terperinci

<!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->pemeliharaan kakao. <!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->integrasi padi sawah dan ternak

<!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->pemeliharaan kakao. <!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->integrasi padi sawah dan ternak Hasil-hasil penelitian/pengkajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian khususnya BPTP Sulawesi Tengah merupakan paket teknologi spesifik lokasi yang selanjutnya perlu disebarkan kepada pada ekosistem

Lebih terperinci

2. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK

2. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK 2. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN SIAK RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PEMERINTAH KABUPATEN SIAK SKPD : DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA TAHUN

Lebih terperinci

PENENTUAN KOMODITI BASIS SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN PASER

PENENTUAN KOMODITI BASIS SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN PASER Penentuan Komoditi Basis Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura (Achmad Zaini) PENENTUAN KOMODITI BASIS SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN PASER (Determined bases commodities of

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Lokasi dan Kondisi Fisik Kecamatan Berbah 1. Lokasi Kecamatan Berbah Kecamatan Berbah secara administratif menjadi wilayah Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sektor pertanian di Indonesia perlu

I. PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sektor pertanian di Indonesia perlu 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang menopang kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sektor pertanian di Indonesia perlu terus dikembangkan

Lebih terperinci

ANALISIS LOCATION QUOTIENT (LQ) AGROPOLITAN PONCOKUSUMO

ANALISIS LOCATION QUOTIENT (LQ) AGROPOLITAN PONCOKUSUMO ANALISIS LOCATION QUOTIENT (LQ) AGROPOLITAN PONCOKUSUMO Akhmad Faruq Hamdani Universitas Kanjuruhan Malang Email: hamdani_af@ymail.com Abstrak Pertumbuhan wilayah suatu daerah ditentukan oleh pemanfaatan

Lebih terperinci

Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap

Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap Penganekaragaman Konsumsi Pangan Proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis pangan, tetapi terhadap bermacam-macam bahan pangan. TUJUAN PEMANFAATAN PEKARANGAN 10.3

Lebih terperinci

POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN POHON KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN SASARAN 1 : Meningkatkan ketersediaan pangan utama (food availability) SASARAN : INDIKATOR KINERJA : KINERJA PROGRAM : INDIKATOR KINERJA :

Lebih terperinci

LUAS TAMBAH TANAM SAYUR BUAH SEMUSIM (SBS) TAHUN 2015 LUAS PANEN SAYUR BUAH SEMUSIM (SBS) TAHUN 2015

LUAS TAMBAH TANAM SAYUR BUAH SEMUSIM (SBS) TAHUN 2015 LUAS PANEN SAYUR BUAH SEMUSIM (SBS) TAHUN 2015 LUAS TAMBAH TANAM SAYUR BUAH SEMUSIM (SBS) TAHUN 2015 Komoditas Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agus Sept Okt Nov Des TOTAL 1 Kacang Panjang 1 2-1 - - 1 5 2 Cabe Besar 1 2 - - - 1-4 3 Cabe Rawit - 1 1-1

Lebih terperinci

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 35

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 35 Kota 35 BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA III.1. EVALUASI KINERJA Pengukuran Kinerja memberikan informasi terhadap hasil realisasi dari petetapan kinerja yang sudah melalui proses anggaran (budgeting process).

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, BPS Kabupaten Teluk Bintuni telah dapat menyelesaikan publikasi Distrik Weriagar Dalam Angka Tahun 203. Distrik Weriagar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JANUARI 2011 NILAI TUKAR PETANI SEBESAR 97,55 PERSEN No. 04/02/Th. XIV, 1 Februari 2011 Pada bulan Januari 2011, NTP Provinsi Sulawesi Tengah masing-masing subsektor tercatat

Lebih terperinci

Kuisioner Penelitian. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Kelas IV dan V di SDN Panunggangan 1

Kuisioner Penelitian. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Kelas IV dan V di SDN Panunggangan 1 Kuisioner Penelitian Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Kelas IV dan V di SDN Panunggangan 1 A. Petunjuk Pengisian Kuisioner 1. Adik dimohon bantuannya untuk mengisi identitas diri pada bagian

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 23/04/52/Th.IX, 1 April 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENURUT SUB SEKTOR BULAN MARET 2016 Penghitungan Nilai

Lebih terperinci