PERHI TUNGAN BEBAN PENDI NGI N PADA RUANG LABORATORI UM KOMPUTER PAPSI - I TS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERHI TUNGAN BEBAN PENDI NGI N PADA RUANG LABORATORI UM KOMPUTER PAPSI - I TS"

Transkripsi

1 PERHI TUNGAN BEBAN PENDI NGI N PADA RUANG LABORATORI UM KOMPUTER PAPSI - I TS Oleh : LAURA SUNDARION Dosen Pembimbing : Ir. Denny M.E SOEDJONO, MT

2 LATAR BELAKANG Sistem pengkondisian udara pada ruangan di suatu gedung merupakan salah satu fasilitas yang penting untuk kenyamanan orang yang berada didalam ruangan. Perhitungan beban pendingin sangat diperlukan untuk pemilihan mesin pendingin (AC) yang tepat.

3 Rumusan Masalah Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana mendapatkan beban pendinginan yang nyaman. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui beban pendingin dari laboratorium komputer PAPSI - ITS.

4 Manfaat Penulisan Untuk mempelajari materi perkuliahan lebih lanjut khususnya teknik penkondisian udara. Selain itu untuk mempelajari cara perhitungan beban pendingin. Batasan Masalah 1. Perhitungan dilakukan di laboratorium komputer PAPSI - ITS. 2. Data diambil dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) Juanda 3. Tidak ada perubahan temperatur pada dinding (adiabatik). 4. Kondisi yang ada dalam sistem adalah kondisi steady state. 5. Temperatur udara konstan 25C.

5 Prosedur Perencanaan Sistem Pengkondisian Udara Mulai Tinjauan pustaka Penentuan Kondisi Termal dalam Gedung Pengambilan Data Gedung dan Temperatur

6 Perhitungan Beban Pendingin Analisa Psikrometrik Sistem Pengkondisian Udara Selesai Kesimpulan

7 Data Gedung Laboratorium Komputer PAPSI - ITS. 1. Daerah gedung sebelah selatan terdiri dari jendela dan pintu kaca, bagian utara terdiri dari jendela kaca dan dinding yang terbuat dari sebagian gypsum dan batu-bata, dan untuk sebelah timur dan barat dindingnya semua terbuat dari sebagian gypsum dan batu-bata. 2. Ruangan dapat menampung maksimal 28 orang. Penerangan yang dipakai 15 lampu neon yang masing-masing berdaya 40 watt. 3. Untuk ukuran gedung laboratorium komputer PAPSI - ITS mempunyai mempunyai panjang 10,5 m, lebar 7,2 m, dan tingginya 3,00 m. 4. Data dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), data ini diambil untuk mengetahui keadaan temperatur di sekitar daerah gedung. untuk daerah dinding timur dan selatan. Dari data diambil temperatur terbesar sebagai temperatur perhitungan.

8 Gambar Setiap Sisi Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS. Gambar Pandangan Depan Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS sebelah selatan.

9 Gambar Setiap Sisi Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS. Gambar Pandangan Depan Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS sebelah barat dan timur.

10 Gambar Setiap Sisi Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS. Gambar Pandangan Depan Ruang Laboratorium Komputer PAPSI - ITS sebelah utara.

11 Luas Bagian-Bagian Ruangan luas jendela sebelah selatan A (Luas) = p x l = 1.46 ft x 3.00 ft = 4.38 ft

12 luas jendela sebelah utara A (Luas) = p x l = 3.33 ft x1.66 ft = 5.52 ft

13 Luas Pintu A (Luas) = p x l = 6.83 ft x 4,80 ft = ft

14 Luas Dinding Gross A (Luas) = p x l = 35 ft x 24 ft = 840 ft A net (Luas) = Agross Apintu A1 A2 = 840 ft² ft² 5.52 ft² 4.38 ft² = ft² Keterangan : Untuk dinding sebelah barat tidak dihitung karena tidak terkena sinar matahari.

15 Menentukan Kondisi Rancangan Kondisi Outdoor (DB,WB,RH) BMG bulan Desember (Temperatur Tertinggi) Kondisi Indoor (DB,WB,RH) Kondisi Outdoor dan Indoor RH Tabel Kurva Psikrometrik

16 DB (F) WB (F) RH (%) W (gr/lb) DR (F) Outdoor Room 95,7 75,2 80, ,3 Keterangan : DB = temperature bola kering WB = temperature bola basah RH = kelembaban relatif W = rasio kelembaban DR = temperature rata-rata bola kering

17 Menentukan Koefisien Perpindahan Panas Keseluruhan ( U ) Koefisien perpindahan panas keseluruhan dapat diperoleh dengan cara dihitung atau dari tabel. U yang didapat dari tabel : Dinding : 4 in. face brick, 4in. common brick, ½ gypsum wallboard, no insulation. Atap : Attic with natural ventilation no insulation. Lantai : concrete deck, no insulation. Dari tabel A.7 didapat nilai : U = 0,28 BTU/hr-ft 2 -F (Group D) U = 0,15 BTU/hr-ft 2 -F U = 0,59 BTU/hr-ft 2 -F

18 Jendela : single glass, tipe frame wood. Dari tabel A.8 didapat nilai : U = 0,90 BTU/hr-ft 2 -F Menghitung Fc (Heat Transfer to Surrounding) Fc = 1 0,02 K K = ( UwAw + UgAg ) / L Fc = 0,92 Menghitung Beban Puncak ( Peak Load ) Dari tabel 6.8 E.G pita didapat nilai : CLF jendela tertinggi pada pukul = 0,65 Dari tabel 6.1 E.G pita didapat nilai : CLTD atap tertinggi pada pukul = 62

19 Pada pukul Dari tabel 6.1 didapat nilai CLTD atap = 29 F - Dari tabel 6.4 dengan 8 E didapat nilai LM = 12 F - Dari tabel 6.6 dengan 8 E didapat nilai SGHF = 179 BTU/hr-ft 2 - Dari tabel 6.7 dengan 8 E didapat nilai SC = 0,94 - Dari tabel 6.8 idapat nilai CLF jendela = 0,65 atap Menghitung Rata-Rata Temperatur Luar (Outdoor Average): F average = 53,55 0 F Menghitung Perbedaan Temperatur Beban Pendinginan (Cooling Load Temperatur Different/ CLTDc) CLTDc = 12, 75 F

20 Menghitung Q atap Q atap = 1606,5 BTU/hr Menghitung Q jendela Summary Q jendela = 6037, 5 BTU/hr = Q jendela + Q atap = 1606,5 BTU/hr , 5 BTU/hr = 7644 BTU/hr Pada pukul Dari tabel E.G pita didapat: CLTD atap = 62 F LM = 12 F SGHF = 179 BTU/hr-ft 2 SC = 0,94 CLF jendela = 0,52

21 Menghitung Rata-Rata Temperatur Luar (Outdoor Average): F average = 53,5 0 F Menghitung Perbedaan Temperatur Beban Pendinginan (Cooling Load Temperatur Different/ CLTDc) CLTDc = 45,35 F Menghitung Q atap Q atap = 5714,1 BTU/hr Menghitung Q jendela Q jendela = 4829,7 BTU/hr

22 Summary = Q jendela + Q atap = 4829,7 BTU/hr ,1 BTU/hr = 10543,8 BTU/hr Karena peak load pada pukul lebih besar dari pukul 12.00, maka waktu yang dipakai pukul Menghitung CLTDc CLTDc ( dinding timur ) = 33 F CLTDc ( dinding selatan ) = 24 F CLTDc ( dinding barat ) = 18 F CLTDc ( dinding utara ) = 13 F CLTDc atap CLTDc jendela = 45, 35 F = - 14,65 F

23 Menghitung Beban Pendinginan Luar ( External Cooling Load ) Dinding sebelah timur Q = - 225,65 BTU/hr Dinding sebelah selatan Q = - 789,80 BTU/hr Dinding sebelah Utara Q = - 749,67 BTU/hr Total pemasukan kalor secara konduksi melalui dinding Q = ,12 BTU/hr Pemasukan kalor secara konduksi melalui atap Q = 5256,9 BTU/ hr Pemasukan kalor secara konduksi melalui lantai Q = 455,95 BTU/ hr

24 Pemasukan Kalor secara konduksi melalui pintu : Q = - 225,70 BTU/hr Pemasukan Kalor Total secara Konduksi : Q = 3722,03 BTU/hr Pemasukan Kalor Secara radiasi melalui Jendela : Q = 4443,3 BTU/ hr Menghitung Beban Pendinginan Dalam (Internal Cooling Load) Penambahan kalor dari penerangan Q = 2346 BTU/hr Penambahan kalor dari orang di dalam ruangan Qs = 7000 BTU/hr Ql = 5600 BTU/hr

25 Penambahan kalor dari komputer di dalam ruangan Dari tabel 6.15 ( microcomputer / word processor ) didapat nilai : q = 300 BTU / hr Q = q x n = 300 x 28 = 8400 BTU / hr

26 Menghitung Beban Infiltrasi dan Ventilasi Penambahan kalor dari pertukaran udara (infiltrasi) Qs = 132,59 BTU/hr Ql = 31987,2 BTU/hr Penambahan kalor dari ventilasi Qs = BTU/hr Ql = 3049,4 BTU/hr Beban Pendinginan Total ( Cooling Loads Total ) Q = 79305,52 BTU/hr = 6,60 TR

27 Perhitungan beban pendingin sangat berpengaruh terhadap pemilihan mesin pendingin, maka penulis berusaha menghitung beban pendinginan pada bulan desember dan 80 lintang selatan. Dari perhitungan yang telah dilakukan maka didapatkan : Temperatur Bola Kering (DB)outdoor = 95,7 F Temperatur Bola Kering (DB)Room = 75,2 F Temperatur Bola Basah (WB) Kelembaban Relatif (RH) outdoor Kelembaban Relatif (RH) Room Rasio Kelembaban (W) outdoor Rasio Kelembaban (W) Room Temperatur rata-rata bola kering (DR) Temperatur Average = 80,4 F = 35 F = 50 F = 87 F = 79 F = 85 F = 53,5 F

28 Perhitungan Beban Pendinginan = 79305,52 BTU/hr = 6,60 TR Saran Agar beban pendinginan tidak terlalu besar maka bangunan sebaiknya tidak terlalu banyak jendela dari kaca dan diusahakan letak jendela tidak langsung terkena paparan sinar matahari. Untuk dinding sebaiknya memakai bahan yang tidak menyerap panas.

29

PENINGKATAN UNJUK KERJA PERALATAN AIR WASHER

PENINGKATAN UNJUK KERJA PERALATAN AIR WASHER PENINGKATAN UNJUK KERJA PERALATAN AIR WASHER Fandi D. Suprianto, Ekadewi A Handoyo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl Siwalankerto 142-144, 236 fandi@peter.petra.ac.id

Lebih terperinci

1. Siklus, Hukum Termodinamika II dan Mesin Kalor. Pada gambar di atas siklus terdiri dari 3 proses

1. Siklus, Hukum Termodinamika II dan Mesin Kalor. Pada gambar di atas siklus terdiri dari 3 proses 1. Siklus, Hukum Termodinamika II dan Mesin Kalor a. Siklus dan Perhitungan Usaha Siklus adalah rangkaian beberapa proses termodinamika yang membuat keadaan akhir sistem kembali ke keadaan awalnya. Pada

Lebih terperinci

EFEK RASIO TEKANAN KOMPRESOR TERHADAP UNJUK KERJA SISTEM REFRIGERASI R 141B

EFEK RASIO TEKANAN KOMPRESOR TERHADAP UNJUK KERJA SISTEM REFRIGERASI R 141B EFEK RASIO TEKANAN KOMPRESOR TERHADAP UNJUK KERJA SISTEM REFRIGERASI R 141B Kristian Selleng * * Abstract The purpose of this research is to find the effect of compressor pressure ratio with respect to

Lebih terperinci

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida Rumah Sehat edited by Ratna Farida Rumah Adalah tempat untuk tinggal yang dibutuhkan oleh setiap manusia dimanapun dia berada. * Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya

Lebih terperinci

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada Siklus Kompresi Uap Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak digunakan dalam daur refrigerasi, pada daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), pengembunan( 2 ke 3), ekspansi (3

Lebih terperinci

PENGOPERASIAN OPTIMUM SISTEM TENAGA LISTRIK

PENGOPERASIAN OPTIMUM SISTEM TENAGA LISTRIK PENGOPERASIAN OPTIMUM SISTEM TENAGA LISTRIK Ontoseno Penangsang Text Book : Power Generation Operation and Control Allen J. Wood & Bruce F. Wollenberg Power System Analysis Hadi Saadat INTRODUCTION Acquaint

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KONDISI TERMAL RUANG RUMAH SUSUN PERUMNAS PALEMBANG

IDENTIFIKASI KONDISI TERMAL RUANG RUMAH SUSUN PERUMNAS PALEMBANG PENELITIAN DOSEN DAN MAHASISWA IDENTIFIKASI KONDISI TERMAL RUANG RUMAH SUSUN PERUMNAS PALEMBANG Oleh : KETUA : LIVIAN TEDDY, ST, MT ANGGOTA : WIENTY TRIYULY, ST, MT IWAN MURAMAN IBNU, ST, MT Ir. H. SETYO

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGOPERASIAN

PETUNJUK PENGOPERASIAN PETUNJUK PENGOPERASIAN LEMARI PENDINGIN MINUMAN Untuk Kegunaan Komersial SC-178E SC-218E Harap baca Petunjuk Pengoperasian ini sebelum menggunakan. No. Pendaftaran : NAMA-NAMA BAGIAN 18 17 16 1. Lampu

Lebih terperinci

PENGARUH KECEPATAN PUTAR POROS KOMPRESOR TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN AC

PENGARUH KECEPATAN PUTAR POROS KOMPRESOR TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN AC PENGARUH KECEPATAN PUTAR POROS KOMPRESOR TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN AC Marwan Effendy Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A.Yani Tromol Pos I Pabelan, Kartosura email : effendy@ums.ac.id

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK

BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK BAB III METODE PENGUJIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian MULAI STUDI LITERATUR PERSIAPAN BAHAN PENGUJIAN MINYAK PELUMAS SAE 15W/40 MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 TIDAK PENGUJIAN KEKENTALAN MINYAK PELUMAS PENGISIAN

Lebih terperinci

PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN PADA KONDISI TERMAL RUMAH TINGGAL DI SURABAYA (Studi Kasus Perumahan Yekape, Penjaringansari, Surabaya)

PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN PADA KONDISI TERMAL RUMAH TINGGAL DI SURABAYA (Studi Kasus Perumahan Yekape, Penjaringansari, Surabaya) PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN PADA KONDISI TERMAL RUMAH TINGGAL DI SURABAYA (Studi Kasus Perumahan Yekape, Penjaringansari, Surabaya) Oleh : Wanda W. Canadarma Anik Juniwati Luciana Kristanto (KELOMPOK KAJIAN

Lebih terperinci

SIMULASI PROSES PEMESINAN MENGGUNAKAN UDARA-DINGIN DENGAN TABUNG VORTEK

SIMULASI PROSES PEMESINAN MENGGUNAKAN UDARA-DINGIN DENGAN TABUNG VORTEK SIMULASI PROSES PEMESINAN MENGGUNAKAN UDARA-DINGIN DENGAN TABUNG VORTEK Paryanto, Rusnaldy, Yusuf Umardani dan Norman Iskandar Laboratorium Metrologi Industri, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP

Lebih terperinci

Jurnal ELTEK, Vol 11 No 01, April 2013 ISSN 1693-4024

Jurnal ELTEK, Vol 11 No 01, April 2013 ISSN 1693-4024 Jurnal ELTEK, Vol 11 No 01, April 2013 ISSN 1693-4024 5. PENUTUP Dari hasil desain pintu bendungan otomatis dapat disimpulkan bahwa PLD dengan program VHDL dapat mengendalikan kerja motor dc sehingga pintu

Lebih terperinci

REAKTOR PEMBIAK CEPAT

REAKTOR PEMBIAK CEPAT REAKTOR PEMBIAK CEPAT RINGKASAN Elemen bakar yang telah digunakan pada reaktor termal masih dapat digunakan lagi di reaktor pembiak cepat, dan oleh karenanya reaktor ini dikembangkan untuk menaikkan rasio

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

PENGUKURAN LINGKUNGAN FISIK KERJA DAN WORKSTATION DI KANTOR POS PUSAT SAMARINDA

PENGUKURAN LINGKUNGAN FISIK KERJA DAN WORKSTATION DI KANTOR POS PUSAT SAMARINDA http://www.karyailmiah.polnes.ac.id PENGUKURAN LINGKUNGAN FISIK KERJA DAN WORKSTATION DI KANTOR POS PUSAT SAMARINDA Dwi Cahyadi (Staf Pengajar Jurusan Desain Produk Politeknik Negeri Samarinda) Andri Kurniawan

Lebih terperinci

Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar

Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar JURNAL TEKNIK MESIN Vol., No. 1, April : 68-7 Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar Terhadap Ekadewi Anggraini Handoyo Dosen Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin

Lebih terperinci

ANALISIS PENDINGINAN UDARA RUANG MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/20 ma

ANALISIS PENDINGINAN UDARA RUANG MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/20 ma ANALISIS PENDINGINAN UDARA RUANG MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/20 ma Sutadi, Suprapto, Suyamto, Sukaryono P3TM-BATAN Yogyakarta ABSTRAK ANALIS/S PEND/NG/NAN UDARA RUANG MES/N BERKAS ELEKTRON 350 kev/20

Lebih terperinci

EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG

EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI KAWASAN SUNGAI ULAR DAERAH TIMBANG DELI KABUPATEN DELI SERDANG SKRIPSI AZIZ ANHAR DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2009 EFISIENSI

Lebih terperinci

BAB V KERAMIK (CERAMIC)

BAB V KERAMIK (CERAMIC) BAB V KERAMIK (CERAMIC) Keramik adalah material non organik dan non logam. Mereka adalah campuran antara elemen logam dan non logam yang tersusun oleh ikatan ikatan ion. Istilah keramik berasal dari bahasa

Lebih terperinci

PERBANDINGAN UNJUK KERJA FREON R-12 DAN R-134a TERHADAP VARIASI BEBAN PENDINGIN PADA SISTEM REFRIGERATOR 75 W

PERBANDINGAN UNJUK KERJA FREON R-12 DAN R-134a TERHADAP VARIASI BEBAN PENDINGIN PADA SISTEM REFRIGERATOR 75 W PERBANDINGAN UNJUK KERJA FREON R-2 DAN R-34a TERHADAP VARIASI BEBAN PENDINGIN PADA SISTEM REFRIGERATOR 75 W Ridwan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma e-mail: ridwan@staff.gunadarma.ac.id

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost)

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) DAFTAR ISI FITUR 2 PEMASANGAN 5 PENGOPERASIAN 6 MEMBERSIHKAN 8 PERINGATAN 9 PEMECAHAN MASALAH 10 No. Pendaftaran: PEMECAHAN MASALAH

Lebih terperinci

REFRAKTORI ( BATU TAHAN API )

REFRAKTORI ( BATU TAHAN API ) REFRAKTORI ( BATU TAHAN API ) DEPARTEMEN METALURGI DAN MATERIAL UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS TEKNIK 2008 REFRAKTORI (BATU TAHAN API) Tujuan Pengajaran Memahami material refraktori, teknologi pembuatannya

Lebih terperinci

Daftar isi MANUAL PENGOPERASIAN PENYEJUK RUANGAN TIPE SPLIT 1 2-4 5 6 7

Daftar isi MANUAL PENGOPERASIAN PENYEJUK RUANGAN TIPE SPLIT 1 2-4 5 6 7 MANUAL PENGOPERASIAN PENYEJUK RUANGAN TIPE SPLIT HSU-05LEK0 HSU-09LEK0 HSU-LEK0 HSU-8LEK0 HSU-07LEK0/Y HSU-05LEK0-Y HSU-07LEK0-Y HSU-09LEK0-Y HSU-LEK0-Y HSU-8LEK0-Y HSU-09LEK0-Y HSU-LEK0-Y HSU-8LEK0-Y

Lebih terperinci

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0 KUESIONER Variabel Independen Petunjuk : Beri tanda checklist ( ) pada kolom ng telah disediakan terhadap hasil pengamatan anda sesuai dengan option jawaban : 1. Sesuai bobot nilai 1 2. Tidak sesuai bobot

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 3434:2008 Daftar

Lebih terperinci

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu KALOR Standar Kompetensi : Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG. sirkulasi/flow, sirkulasi dibuat berdasarkan tingkat kenyamanan sbb :

BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG. sirkulasi/flow, sirkulasi dibuat berdasarkan tingkat kenyamanan sbb : BAB IV PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP TEMBALANG 4.1. Program Ruang Besaran ruang dan kapasitas di dalam dan luar GOR Basket di kampus Undip Semarang diperoleh dari studi

Lebih terperinci

Rancang Bangun Alat Ukur Konduktivitas Panas Bahan Dengan Metode Needle Probe Berbasis Mikrokontroler AT89S52

Rancang Bangun Alat Ukur Konduktivitas Panas Bahan Dengan Metode Needle Probe Berbasis Mikrokontroler AT89S52 Berkala Fisika ISSN : 1410-9662 Vol.9, No.1, Januari 2006, hal 37-42 Rancang Bangun Alat Ukur Konduktivitas Panas Bahan Dengan Metode Needle Probe Berbasis Mikrokontroler AT89S52 Rakhmat Syaefullah 1),

Lebih terperinci

PRINSIP KONSERVASI ENERGI PADA PROSES PRODUKSI. Ir. Parlindungan Marpaung HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI

PRINSIP KONSERVASI ENERGI PADA PROSES PRODUKSI. Ir. Parlindungan Marpaung HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI PRINSIP KONSERVASI ENERGI PADA PROSES PRODUKSI Ir. Parlindungan Marpaung HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI Elemen Kompetensi III Elemen Kompetensi 1. Menjelaskan prinsip-prinsip konservasi energi 2. Menjelaskan

Lebih terperinci

INDOOR UNIT / OUTDOOR UNIT (UNIT DALAM RUANG) (UNIT LUAR RUANG)

INDOOR UNIT / OUTDOOR UNIT (UNIT DALAM RUANG) (UNIT LUAR RUANG) PENYEJUK UDARA MODEL SPLIT INDOOR UNIT / OUTDOOR UNIT (UNIT DALAM RUANG) (UNIT LUAR RUANG) MODEL RAS-E10CB(J)/RAC-E10CB(J) BAHASA INDONESIA INDOOR UNIT OUTDOOR UNIT RAC-E10CB(J) RAS-E10CB(J) Instruction

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG TATACARA REGISTRASI

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan. LS BT Utara Timur Selatan Barat. Selat Makasar KOTA BALIKPAPAN I. KEADAAN UMUM KOTA BALIKPAPAN 1.1. LETAK GEOGRAFI DAN ADMINISTRASI Kota Balikpapan mempunyai luas wilayah daratan 503,3 km 2 dan luas pengelolaan laut mencapai 160,1 km 2. Kota Balikpapan

Lebih terperinci

Panduan Membongkar Acer Aspire One Happy D255

Panduan Membongkar Acer Aspire One Happy D255 Panduan Membongkar Acer Aspire One Happy D255 Kami mengingatkan Anda bahwa tindakan berikut dapat mengakibatkan hilangnya garansi, kami sarankan sangat hati-hati dan kami menyarankan Anda mempercayakan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

BAB V PENUTUP. Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Dari hasil penyelesaian tugas akhir dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. Cooling tower yang dibuat dapat disirkulasikan dengan lancer dan layak untuk dilakukan pengujian

Lebih terperinci

TERMODINAMIKA LANJUT: ENTROPI

TERMODINAMIKA LANJUT: ENTROPI SELF-PROPAGATING ENTREPRENEURIAL EDUCATION DEVELOPMENT (SPEED) Termodinamika Lanjut Brawijaya University 2012 TERMODINAMIKA LANJUT: ENTROPI Dr.Eng Nurkholis Hamidi; Dr.Eng Mega Nur Sasongko Program Master

Lebih terperinci

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA

MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA MODUL PERCOBAAN TERMOKIMIA Tujuan Percobaan Mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi Mempelajari bahwa perubahan kalor dapt diukur atau dipelajari dengan percobaan

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Materi. Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika

Materi. Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika Penggerak Mula Materi Motor Bakar Turbin Uap Turbin Gas Generator Uap/Gas Siklus Termodinamika Motor Bakar (Combustion Engine) Alat yang mengubah energi kimia yang ada pada bahan bakar menjadi energi mekanis

Lebih terperinci

UNIVERSITAS DIPONEGORO ANALISIS UNJUK KERJA KONDENSOR UNIT 2 TIPE N 16000 DI PLTU 1 JAWA TIMUR PACITAN TUGAS AKHIR

UNIVERSITAS DIPONEGORO ANALISIS UNJUK KERJA KONDENSOR UNIT 2 TIPE N 16000 DI PLTU 1 JAWA TIMUR PACITAN TUGAS AKHIR UNIVERSITAS DIPONEGORO ANALISIS UNJUK KERJA KONDENSOR UNIT 2 TIPE N 16000 DI PLTU 1 JAWA TIMUR PACITAN TUGAS AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya BAYU TRIWIJAYANTA

Lebih terperinci

CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH:

CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: CONTOH: JUDUL IKLAN: RUMAH // RUMAH + TANAH // TANAH SAJA DI (PILIH SALAH SATU). COCOK UNTUK (JELASKAN, MISALNYA HANYA UNTUK TEMPAT TINGGAL ATAU BISA UNTUK USAHA KOST2AN // FOTO-COPY // WARNET // WARTEL // RESTORAN

Lebih terperinci

Potensi Optimasi Reaksi Laboratorium Aturan Dasar untuk Sintesis Berkelanjutan

Potensi Optimasi Reaksi Laboratorium Aturan Dasar untuk Sintesis Berkelanjutan Potensi Optimasi Reaksi Laboratorium Aturan Dasar untuk Sintesis Berkelanjutan Selama mengamati beberapa reaksi dalam NOP, dapat diidentifikasi adanya beberapa kelemahan. Kelemahan ini terutama berpengaruh

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK KONDISI RUMAH PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TURIKALE DAN MANDAI KABUPATEN MAROS

KARAKTERISTIK KONDISI RUMAH PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TURIKALE DAN MANDAI KABUPATEN MAROS KARAKTERISTIK KONDISI RUMAH PENDERITA KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TURIKALE DAN MANDAI KABUPATEN MAROS CHARACTERISTIC OF THE HOUSE CONDITION OF LEPROSY PATIENTS IN THE WORK AREA OF TURIKALE AND MANDAI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI PERANCANGAN MUSEUM

BAB II TINJAUAN TEORI PERANCANGAN MUSEUM BAB II TINJAUAN TEORI PERANCANGAN MUSEUM II.1. ESENSI MUSEUM II.1.1. Pengertian Museum Kata Museum berasal dari bahasa Yunani kuno Museion yang berarti rumah dari sembilan dewi Yunani (Mouse) yang menguasai

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN SINGKAT DASAR TERMODINAMIKA DAN PERPINDAHAN PANAS.

BAB 2 TINJAUAN SINGKAT DASAR TERMODINAMIKA DAN PERPINDAHAN PANAS. BAB INJAUAN SINGKA DASAR ERMODINAMIKA DAN PERPINDAHAN PANAS.. Dasar ermodinamika. ermodinamika merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan tentang/ yang berurusan dengan kalor, kerja dan sifat substansi yang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR SARANA DAN PRASARANA UNTUK SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH (SD/MI), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahun 1964

Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahun 1964 Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahun 1964 PERATURAN MENTERI PERBURUHAN NO.7 TAHUN 1964 Tentang SYARAT KESEHATAN, KEBERSIHAN SERTA PENERANGAN DALAM TEMPAT KERJA ----------------------------------------------------------

Lebih terperinci

KAJIAN ERGONOMI TENTANG LINGKUNGAN FISIK PADA STASIUN KERJA

KAJIAN ERGONOMI TENTANG LINGKUNGAN FISIK PADA STASIUN KERJA KAJIAN ERGONOMI TENTANG LINGKUNGAN FISIK PADA STASIUN KERJA Veronica Tuka*; Suharyo Widagdo**, A. M. Wibowo* ABSTRAK : KAJIAN ERGONOMI TENTANG LINGKUNGAN FISIK PADA STASIUN KERJA. Manusia sebagai pemakai

Lebih terperinci

PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN DESKRIPSI PROSES

PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN DESKRIPSI PROSES PT Semen Padang: Studi Kasus Perusahaan PT SEMEN PADANG DISKRIPSI PERUSAHAAN PT. Semen Padang didirikan pada tahun 1910 dan merupakan pabrik semen tertua di Indonesia. Pabrik berlokasi di Indarung, Padang,

Lebih terperinci

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan.

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan. green gauge AECI menyadari bahwa beroperasi pada berbagai sektor yang luas memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan oleh karena itu ikut berkontribusi terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karenanya

Lebih terperinci

CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR

CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR Muller Situmorang muller.situmorang@ymail.com Abstrak Memang sangat penting untuk diketahui. Laptop memang merupakan salah satu mahakarya kecanggihan teknologi yang begitu

Lebih terperinci

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh :

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA. Laporan Tugas Akhir. Atma Jaya Yogyakarta. Oleh : PERANCANGAN STRUKTUR ATAS APARTEMEN KALIBATA RESIDENCE TOWER D JAKARTA Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Oleh : ERWIN OLIVER

Lebih terperinci

Meningkat Rumah dengan Praktis dan Tepat Guna Saturday, 06 October 2012 07:01

Meningkat Rumah dengan Praktis dan Tepat Guna Saturday, 06 October 2012 07:01 Meningkat rumah merupakan proses yang cukup pentinguntuk membuat tempat tinggal menjadi lebih nyaman untuk dihuni. Banyak alas an yang dikemukakan mulai dari kebutuhan ruang tambahan untuk beraktivitas

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Edisi 1.0 2 Pendahuluan Tentang headset Dengan Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111, Anda dapat menangani panggilan secara handsfree serta menikmati musik favorit

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201

Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201 Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201 Edisi 1.4 ID Tentang dudukan pengisian daya nirkabel untuk di mobil Dengan Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil

Lebih terperinci

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI Oleh, Erasmus Kayadu BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai Denpasar Bali 1. PENDAHULUAN Suhu udara di suatu tempat dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

STUDI PENYEBAB DAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH/KURANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS STIE EKUITAS YKP BANK JABAR

STUDI PENYEBAB DAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH/KURANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS STIE EKUITAS YKP BANK JABAR STUDI PENYEBAB DAN BIAYA PEKERJAAN TAMBAH/KURANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS STIE EKUITAS YKP BANK JABAR Hendra Suryaman NRP : 0021111 Pembimbing : Yohanes Lim Dwi Adianto, Ir., MT FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG STANDAR PENYIMPANAN FISIK ARSIP

KEPUTUSAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG STANDAR PENYIMPANAN FISIK ARSIP KEPUTUSAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2000 TENTANG STANDAR PENYIMPANAN FISIK ARSIP ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2001 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISI KEPUTUSAN

Lebih terperinci

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi Standar Nasional Indonesia Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi ICS 13.020.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii

Lebih terperinci

KERJA PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN RADIATOR OTOMOTIF

KERJA PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN RADIATOR OTOMOTIF PENGARUH KECEPATAN UDARA TERHADAP UNJUK KERJA PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN RADIATOR OTOMOTIF SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Oleh: HINDRAWAN

Lebih terperinci

ANALISIS TEMPAT KERJA

ANALISIS TEMPAT KERJA II. ANALISIS TEMPAT KERJA Untuk dapat membuat rencana kerja yang realistis, rapi, dan teratur, sebelum menjatuhkan pilihan jenis alat yang akan digunakan, perlu dipelajari dan penelitian kondisi lapangan

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

R adalah selisih massa bejana dalam keadaan terisi dan dalam keadaan kosong,

R adalah selisih massa bejana dalam keadaan terisi dan dalam keadaan kosong, Suplemen Pedoman Evaluasi dan Pernyataan A9. KALIBRASI GELAS UKUR Deskripsi Pengukuran Kalibrasi gelas dari bahan borosilicate glass berkapasitas 1 ml nilai skala terkecil.1 ml menggunakan metode gravimetri.

Lebih terperinci

Nokia Wireless Audio Gateway AD-42W. Edisi 1

Nokia Wireless Audio Gateway AD-42W. Edisi 1 Nokia Wireless Audio Gateway AD-42W Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bertanggung jawab bahwa produk AD-42W telah memenuhi ketentuan Pedoman Badan Pengawasan: 1999/5/EC.

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Dudukan Pengisian Daya Nirkabel Nokia DT-910

Buku Petunjuk Dudukan Pengisian Daya Nirkabel Nokia DT-910 Buku Petunjuk Dudukan Pengisian Daya Nirkabel Nokia DT-910 Edisi 1.0 2 Tentang pengisi daya nirkabel Dengan Dudukan Pengisian Daya Nirkabel Nokia DT-910, Anda dapat mengisi daya ponsel secara nirkabel.

Lebih terperinci

A. SYARAT-SYARAT UMUM

A. SYARAT-SYARAT UMUM Lampiran : Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) Pekerjaan Peninggian Lantai Dasar Gedung Kantor dan Perombakan Ketinggian Pintu & Jendela Nomor : ANW.05/PBJ-MTP/V-2011 Tanggal : 26 Mei 2011 A.

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 10 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 10 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 10 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG REGISTRASI

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Headset BH-102. Edisi 1

Nokia Bluetooth Headset BH-102. Edisi 1 Nokia Bluetooth Headset BH-102 1 2 3 4 45 46 7 8 10 119 Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-107W telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait

Lebih terperinci

MEMPERKENALKAN PROFIL PERUSAHAAN PT. CLEVER TRADING INDONESIA

MEMPERKENALKAN PROFIL PERUSAHAAN PT. CLEVER TRADING INDONESIA MEMPERKENALKAN PROFIL PERUSAHAAN PT. CLEVER TRADING INDONESIA PT.CLEVER TRADING INDONESIA Penjelasan Perusahaan: Pada tahun 2014, perusahaan Clever Trading Co.,Ltd. (Toyohashi, Prefektur Aichi) mendirikan

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI LAMPIRAN 2a DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI A. KLASIFIKASI USAHA BERSIFAT UMUM KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 02 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013

Lebih terperinci

Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya

Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya SNI 0405000 Bagian 6 Perlengkapan Hubung Bagi dan Kendali (PHB) serta komponennya 6. Ruang lingkup 6.. Bab ini mengatur persyaratan PHB yang meliputi, pemasangan, sirkit, ruang pelayanan, penandaan untuk

Lebih terperinci

UJI BATAS BATAS ATTERBERG ASTM D-4318-00

UJI BATAS BATAS ATTERBERG ASTM D-4318-00 1. LINGKUP Percobaan ini mencakup penentuan batas-batas Atterberg yang meliputi Batas Susut, Batas Plastis, dan Batas Cair. 2. DEFINISI a. Batas Susut (Shrinkage Limit), w S adalah batas kadar air dimana

Lebih terperinci

KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN

KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN 1. PENDAHULUAN Jamban atau kakus merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Pembuatan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat

Lebih terperinci

SIRKUIT DRAG RACE DI YOGYAKARTA

SIRKUIT DRAG RACE DI YOGYAKARTA BAB V KONSEP 5.1. Kosep Perencanaan 5.1.1. Konsep Kenyaman Penonton secara Visual terhadap Lintasan Balap Drag Race (201m) Tempat duduk tribun penonton dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu prime palce

Lebih terperinci

Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Kembali SNI 03-3985-2000 Tata cara perencanaan, pemasangan dan pengujian sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. 1. Ruang lingkup. 1.1. Standar ini mencakup

Lebih terperinci

Manfaat hutan kota diantaranya adalah sebagai berikut :

Manfaat hutan kota diantaranya adalah sebagai berikut : BENTUK DAN FUNGSI HUTAN KOTA 1. Bentuk Hutan Kota Pembangunan hutan kota dan pengembangannya ditentukan berdasarkan pada objek yang dilindungi, hasil yang dicapai dan letak dari hutan kota tersebut. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV PRINSIP-PRINSIP KONVEKSI

BAB IV PRINSIP-PRINSIP KONVEKSI BAB IV PRINSIP-PRINSIP KONVEKSI Aliran Viscous Berdasarkan gambar 1 dan, aitu aliran fluida pada pelat rata, gaa viscous dijelaskan dengan tegangan geser τ diantara lapisan fluida dengan rumus: du τ µ

Lebih terperinci

Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi

Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi Pertemuan I,II,III I. Kayu Sebagai Bahan Konstruksi I.1 Dasar-Dasar Penggunaan Kayu Kayu merupakan satu dari beberapa bahan konstruksi yang sudah lama dikenal masyarakat, didapatkan dari semacam tanaman

Lebih terperinci

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI

PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI PEMASANGAN SISTEM MONITOR PADA SISTEM BANTU REAKTOR KARTINI Marsudi, Rochim Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281 ABSTRAK PEMASANGAN SISTEM

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi wilayah PT. Cipta Frima Jaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam penanganan pasca panen (pembekuan) untuk hasil perikanan, yang merupakan milik Bapak

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PEMANASAN AWAL BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN MOTOR DIESEL SATU SILINDER

ANALISA PENGARUH PEMANASAN AWAL BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN MOTOR DIESEL SATU SILINDER ANALISA PENGARUH PEMANASAN AWAL BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP PERFORMA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN MOTOR DIESEL SATU SILINDER Imron Rosyadi Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sultan

Lebih terperinci

LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KERJA DAN PEARAWATAN GOVERNOR PADA PESAWAT LATIH PIPER DAKOTA PA 28-236 DI SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA

LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KERJA DAN PEARAWATAN GOVERNOR PADA PESAWAT LATIH PIPER DAKOTA PA 28-236 DI SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KERJA DAN PEARAWATAN GOVERNOR PADA PESAWAT LATIH PIPER DAKOTA PA 28-236 DI SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA CURUG -TANGERANG Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214. Copyright 2009 Nokia. All rights reserved.

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214. Copyright 2009 Nokia. All rights reserved. Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214 6 1 2 3 4 5 7 8 9 11 12 10 13 14 15 Copyright 2009 Nokia. All rights reserved. PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk BH-214 ini

Lebih terperinci

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PORTAL GEDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Memperoleh Derajat Strata

Lebih terperinci

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis.

Teliti dalam menerap kan sistem satuan dalam mengukur suatu besaran fisis. DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : FISIKA : 1. Mengembangkan pengetahuan,pemahaman dan kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam dan sekitarnya. 2. Memberikan pemahaman dan kemampuan

Lebih terperinci

ARSIP BENTUK KHUSUS DAN PEMELIHARAANNYA

ARSIP BENTUK KHUSUS DAN PEMELIHARAANNYA ARSIP BENTUK KHUSUS DAN PEMELIHARAANNYA An Nisa Sukma Mahasiswi D III Kearsipan, Fakultas Ilmu Budaya,UGM Pendahuluan Pengertian arsip dalam Undang Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan yaitu Arsip

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI PERATURAN MENTERI NOMOR :PER.15/MEN/VIII/2008 TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA. MENTERI Menimbang : a. Bahwa dalam rangka memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh yang

Lebih terperinci

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.

ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S. ANALISA PENENTUAN FASE DAN WAKTU SIKLUS OPTIMUM PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL ( STUDI KASUS : JL. THAMRIN JL. M.T.HARYONO JL.AIP II K.S.TUBUN) TUGAS AKHIR Diajukan utuk melengkapi tugas tugas dan Melengkapi

Lebih terperinci

Lampiran 2. Trainer dispenser hot and cool unit

Lampiran 2. Trainer dispenser hot and cool unit LAMPIRAN Lampiran 2. Trainer dispenser hot and cool unit Lampiran 1 PETUNJUK PENGGUNAAN ALAT TRAINER DISPENSER HOT AND COOL UNIT Spesifikasi Teknik Dispenser Hot and Cool Unit Sumber daya : 220 V~, 50

Lebih terperinci

UNJUK KERJA MESIN PENGERING SURYA HYBRID ICDC TIPE RESIRKULASI 1)

UNJUK KERJA MESIN PENGERING SURYA HYBRID ICDC TIPE RESIRKULASI 1) UNJUK KERJA MESIN PENGERING SURYA HYBRID ICDC TIPE RESIRKULASI 1) Kamaruddin A, Yendi E, Yefri C. dan Aep Saepul Uyun Departemen Teknik Mesin/Laboratorium Teknik Konversi Energi Surya Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

PENGARUH NEGATIF AKIBAT RADIASI KOMPUTER/LAPTOP

PENGARUH NEGATIF AKIBAT RADIASI KOMPUTER/LAPTOP PENGARUH NEGATIF AKIBAT RADIASI KOMPUTER/LAPTOP Ramdani Sofhan ninoraymond88@yahoo.com Abstrak Komputer sudah menjadi kebutuhan setiap orang baik untuk sarana penunjang kelancaran pekerjaan, bisnis atau

Lebih terperinci

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas

Cara Pemetaan Energi Rumah. Berdasarkan Arah Kompas Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas 1 Cara Pemetaan Energi Rumah Berdasarkan Arah Kompas Oleh : Aries Harijanto Pengelola: Indonesia Feng Shui Online Center (IFSOC) 2008. http://www.klikfengshui.com

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA IV.1 TINJAUAN UMUM Pengambilan sampel air dan gas adalah metode survei eksplorasi yang paling banyak dilakukan di lapangan geotermal.

Lebih terperinci

PENGARUH KELEMBABAN UDARA TERHADAP TEGANGAN GAGAL AC PADA ISOLATOR GANTUNG TIPE SUSPENSI

PENGARUH KELEMBABAN UDARA TERHADAP TEGANGAN GAGAL AC PADA ISOLATOR GANTUNG TIPE SUSPENSI SKRIPSI PENGARUH KELEMBABAN UDARA TERHADAP TEGANGAN GAGAL AC PADA ISOLATOR GANTUNG TIPE SUSPENSI Disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik Program S-1 Pada Jurusan Teknik Elektro,

Lebih terperinci

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia - www.energyefficiencyasia.org

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia - www.energyefficiencyasia.org DAFTAR PERIKSA OPSI NO. 8 : BOILER & PEMANAS FLUIDA TERMIS Tugas dan pemeriksaan berkala pada bagian luar boiler Seluruh pintu akses dan bidang kerja harus dirawat kedap udara dengan menggunakan paking

Lebih terperinci