BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Desain Riset Metode Unit Analisis Penelitian Time Horizone T1 Deskriptif Survey T2 Asosiatif Survey T3 Asosiatif Survey T4 Asosiatif Survey Sumber : Penulis Individu- Karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok Individu- Karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok Individu- Karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok Individu- Karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok Cross sectional Cross sectional Cross sectional Cross sectional 38
39 Keterangan : T-1 Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan PT.Foam Indah Niaga Elok. T-2 Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok. T-3 Untuk mengetahui pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok. T-4 Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok. 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian Operasionalisasi Variabel Variabel Sub variabel Indikator Utama Ukuran Skala pengukuran Gaya Otokratis -Kerja keras Ordinal Likert Kepemimpin -Sungguh sungguh an (X1) -Teliti dan tertib -Tunduk sepenuhnya pada peraturan yang ada Demokratis -Bertanggung jawab -Bagian dari kelompok -Bersifat terbuka Laissez faire -Menyerahkan tugas sepenuhnya pada bawahan
40 -Tidak ikut campur tangan -Inisiatif dan prakarsa karyawan -Makanan Kebutuhan -Pakaian Motivasi (X2) psikologis -Tempat tinggal Ordinal Likert Kebutuhan -Keselamatan kerja Keamanan -Tunjangan kesehatan -Kondisi kerja yang aman -Persahabatan Kebutuhan -Rasa memiliki sosial -Diterima dengan baik Penghargaan -Pengakuan -Perhatian -Prestasi Kinerja -Pengetahuan terhadap Ordinal Likert Karyawan Kemampuan tugas (Y) Individual -Kemampuan mengambil keputusan
41 -Pemahaman terhadap tugas Usaha yang dicurahkan -Etika kerja -Kehadiran -Motivasi Dukungan organisasiona l -Fasilitas bagi karyawan -Pelatihan -Peralatan -Tekhnologi 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian Tabel 3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian Jenis Data Gaya kepemimpinan Motivasi Kinerja karyawan Sejarah perusahaan dan struktur perusahaan Sumber Data Data Primer dari PT. Foam Indah Niaga Elok dengan menggunakan kuesioner Data Primer dari PT. Foam Indah Niaga Elok dengan menggunakan kuesioner Data Primer dari PT. Foam Indah Niaga Elok dengan menggunakan kuesioner Data Sekunder dari PT. Foam Indah Niaga Elok Sumber : Penulis
42 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan: Wawancara Menurut Sugiyono(2009, p137) Wawancara adalah tekhnis pengumpulan data apabila peniliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Dalam penelitian ini,peneliti melakukan wawancara dengan Manager HRD dan beberapa karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok dengan beberapa pertanyaan Pertanyaan yang diajukan berupa 6c (customer, competitor, center, channel, company, lingkungan bisnis). Kuesioner Menurut Sugiyono(2009, p142), Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi sepangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variable yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Studi Pustaka Analisis data dari landasan teori, berbagai sumber yang diperoleh dari buku, majalah dan internet. 3.5 Teknik Pengambilan Sampel Populasi adalah objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian.(riduwan, 2003, p8).sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok, dimana jumlah karyawan di PT.Foam Indah Niaga Elok adalah sebanyak 40 orang.
43 3.6 Metode Analisis Tabel 3.4 Metode Analisis Tujuan Penelitian T 1 T 2 T 3 T 4 Sumber : Penulis Metode Analisis Metode Deskriptif Regresi liniear sederhana Regresi liniear sederhana Regresi liniear berganda Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis Regresi.Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok.Semua data yang ada nantinya akan diolah menggunakan computer dengan bantuan software SPSS 16.0.Adapun tekhnik analisis mencakup : 3.6.1 Skala Likert Untuk mengukur pernyataan mengenai gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan, maka setiap jawaban diberi nilai (skor). Dimana dalam pemberian nilai digunakan skala likert, nilai (skor) jawaban, sebagai berikut: Tabel 3.5 Bobot dan Kategori Pengukuran Data Keterangan Penilaian Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Ragu-ragu (R) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Penulis
44 Berdasarkan kategori-kategori tersebut dapat diketahui bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1. Untuk mengetahui range maka selisih antara bobot nilai tertinggi dan bobot nilai terendah adalah 5 1 = 4, untuk mengetahui jumlah interval kelas dan besar interval kelas dapat digunakan rumus sebagai berikut: R 4 i = _ = _ = 0,8 k 5 Keterangan: R = Range (rentang kelas) K = Jumlah interval kelas i = Besar interval kelas Berdasarkan ketentuan di atas maka penulis mengelompokkan tanggapan responden berdasarkan batas-batas penelitian terhadap bagian-bagian yang dievaluasi sehingga dapat dikelompokkan sebagai berikut: Tabel 3.6 Batas-batas Penelitian Batasan Keterangan 1 1,8 Sangat Tidak Setuju 1,81 2,61 Tidak Setuju 2,62 3,42 Ragu Ragu 3,43 4,22 Setuju 4,23 5,03 Sangat Setuju Sumber: Andi Supangat (2007, p19) Kuesioner ini disebarkan dengan tujuan untuk mengetahui pendapat karyawan atau responden mengenai gaya kepemimpinan dan motivasi karyawan serta kinerja karyawan PT.Foam Indah Niaga Elok.
45 3.6.2 Transformasi data Mentransformasi data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik karena data setidak-tidaknya berskala interval. Dalam hal ini penulis menggunakan software MSI ((Method of Successive Interval) untuk mentransformasi data ordinal menjadi interval. Langkah-langkah transformasi data ordinal menjadi data interval sebagai berikut: 1. Menyusun data kuesioner setiap variabel menjadi 1 kolom 2. Masukkan data setiap variabel yang telah diubah menjadi 1 kolom ke MSI pada sheet 1 3. Nilai Interval pada masing masing bobot akan keluar pada sheet 3 yaitu (Hasil Konversi Data Ordinal Menjadi Interval) 3.6.3 Uji Validitas Uji validitas dilakukan berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2009, p172). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan suatu alat ukur. Untuk menguji validitas alat ukur, terlebih dahulu dicari harga korelasi antara bagian-bagian dari alat ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan setiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Untuk menghitung validitas alat ukur digunakan rumus: Dimana: r : koefisien korelasi n : jumlah data X : variabel bebas Y : variabel terikat
46 (ΣX)2 : kuadrat jumlah skor total X (ΣY)2 : kuadrat jumlah skor total Y ΣX2 : jumlah kuadrat skor total X ΣY2 : jumlah kuadrat skor total Y Selanjutnya dengan uji t dengan rumus: t hitung =r n 2 Dimana : 1 r2 t : Nilai t hitung r : koefisien korelasi hasil r hitung n : jumlah responden Distribusi (tabel t) untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk = n-2) Kaidah keputusan : jika t hitung > t tabel berarti valid, dan sebaliknya: jika t hitung < t tabel berarti tidak valid. Jika instrumen itu valid, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks korelasinya (r) sebagai berikut: Tabel 3.7 Penafsiran Indeks Korelasi Indeks Penafsiran Korelasi 0,00 0.199 Sangat rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,599 Cukup tinggi 0,60 0,799 Tinggi 0,80 1,000 Sangat tinggi Sumber : Sugiyono, 2009, p172
47 3.6.4 Uji Reliabilitas Keandalan (realibilitas) suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias (bebas kesalahan) dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen. Dengan kata lain, keandalan suatu pengukuran merupakan indikasi mengenai stabilitas dan konsistensi di mana instrument mengukur konsep dan membantu menilai ketepatan sebuah pengukuran (Sekaran 2006, p40). Pada program SPSS metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas ini adalah dengan menggunakan metode alpha cronbach yang dimana satu kuesioner dianggap realible apabila cronbach alpha > 0,6. 3.6.5 Analisis Deskriptif Studi deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi (Sekaran, 2006, p158). Studi deskriptif juga dilakukan untuk memahami karakteristik organisasi yang mengikuti praktik umum tertentu. Tujuan studi deskriptif adalah memberikan kepada peneliti sebuah riwayat untuk menggambarkan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari perspektif seseorang, organisasi, orientasi industri, atau lainnya (Sekaran, 2006, p159). Metode analisis yang digunakan untuk T-1 adalah analisis deskriptif. Analisis ini dilakukan pada kuesioner yang telah disebarkan dan dijawab oleh responden melalui perhitungan nilai rata-rata (Mean) dan histogram dari setiap jawaban pernyataan yang ada pada kuesioner. 3.6.6 Uji Normalitas Pengujian normalitas mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi baik variabel terikat (dependent variable) mempunyai distribusi yang normal ataupun tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data variabel terikat adalah normal atau mendekati normal. Pengujian normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka data distribusi tersebut dinyatakan normal.
48 3.6.7 Analisis regresi Berdasarkan Sugiyono (2009, p260) Analisis korelasi digunakan untuk mencari arah dankuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih, baik hubungan bersifat simetris, kausal dan reciprocal, sedangkan analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen dimanipulasi/ diubah-ubah atau dinaik turunkan. Kuatnya hubungan antar variabel dihasilkan dari analisis korelasi dapat diketahui berdasarkan besar kecilnya koefisien korelasi. Bila koefisien korelasi minus (-), maka pada umumnya koefisien regresi juga minus (-) dan sebaliknya. Jadi antara korelasi dan regresi terdapat hubungan yang bersifat fungsional sebgai alat untuk analisis. Manfaat dari hasil analisis regresi adalah untuk membuat keputusan apakah naik dan menurunnya variabel independen dapat dilakukan melalui peningkatan variabel independen atau tidak. Persamaan regresi liniear sederhana: Ŷ = a + bx Dimana: Ŷ : subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan a : Harga Y ketika X=0 (harga konstan) b : Angka arah atau koefisien regresi X : Subjek variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. 3.6.8 Analisis Regresi Berganda Menurut Sekaran (2006, p 188), secara umum,data hasil pengamatan Y dipengaruhi oleh variable variable bebas X1, X2, X3, Xn, sehingga rumus umum dari regresi berganda ini adalah : Y = a + b X1 + c X2 +.+k Xk
49 3.7 Rancangan Uji Hipotesis Hasil analisis yang diperoleh harus diuji terlebih dahulu dengan uji hipotesis konseptual. Pengujian hipotesis ini menggunakan derajat tingkat kepercayaan sebesar 95%,dimana tingkat presisi α= 5% (0,05). Dasar pengambilan keputusan berdasarkan Sig : Jika Sig 0,05 maka H0 ditolak, artinya signifikan Jika Sig 0,05 maka H0 diterima, artinya tidak signifikan Untuk T-2 : Ho : Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Ha : Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Dasar pengambilan keputusan : Sig 0,05 maka H0 ditolak Sig 0,05 maka H0 diterima Untuk T-3 : Ho : Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Ha : Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Dasar pengambilan keputusan : Sig 0,05 maka H0 ditolak Sig 0,05 maka H0 diterima Untuk T-4 : Ho : Gaya kepemimpinan dan motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Ha :Gaya kepemimpinan dan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dasar pengambilan keputusan : Sig 0,05 maka H0 ditolak Sig 0,05 maka H0 diterima
50 3.8 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian Dari analisis data dibab 4, apabila terdapat pengaruh dan hubungan yang kuat antara gaya kepemimpinan dan motivasi dengan kinerja karyawan, maka PT.Foam Indah Niaga Elok harus lebih memperhatikan gaya kepemimpinan yang ada dalam perusahaan dan memotivasi karyawan agar dapat bekerja dengan lebih baik lagi.