METODE RAPID TEST PREPARATION

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Atomik., 2017, 02 (1) hal

OPTIMASI KINERJA ANALITIK PADA PENENTUAN KADAR FOSFOR SEBAGAI P 2 O 5 PADA ABU BATUBARA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER VISIBLE

VALIDASI METODE RAPID TEST TERHADAP PENENTUAN PARAMETER TOTAL MOISTURE (AR), ASH CONTENT (AR) DAN CALORIFIC VALUE DI PT.

Jurnal Atomik., 2016, 01 (2) hal 71-76

PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ANALISIS KIMIA PROKSIMAT BATUBARA

Analisis kadar abu contoh batubara

BAB V PEMBAHASAN. Analisis dilakukan sejak batubara (raw coal) baru diterima dari supplier saat

BAB I PENDAHULUAN. melimpah. Salah satu sumberdaya alam Indonesia dengan jumlah yang

Dasar Teori Tambahan. Pengadukan sampel dilakukan dengan cara mengaduk sampel untuk mendapatkan sampel yang homogen.

SEMINAR TUGAS AKHIR. Oleh : Wahyu Kusuma A Pembimbing : Ir. Sarwono, MM Ir. Ronny Dwi Noriyati, M.Kes

Kertas, karton dan pulp Cara uji kadar abu pada 525 o C

Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan

Cara uji kimia - Bagian 1: Penentuan kadar abu pada produk perikanan

1. MOISTURE BATUBARA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III. METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2014

VALIDASI METODE PENENTUAN ARSENIK PADA SAMPEL AIR SUMUR BOR DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM DI PT. GEOSERVICES BALIKPAPAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Adapun alat alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

PENENTUAN NILAI KALORI DETRITUS HUTAN MANGROVE DENGAN MENGGUNAKAN BOMB CALORIMETER. Pos Andi, Sugianto, Tengku Emrinaldi

Gambar 7.1 Sketsa Komponen Batubara

PENGARUH LAMA WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA MUDA (LIGNIT) DENGAN MENGGUNAKAN OLI BEKAS DAN SOLAR SEBAGAI STABILISATOR

ANALISIS PROKSIMAT TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI KECAMATAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BAB VI PROSES MIXING DAN ANALISA HASIL MIXING MELALUI UJI PEMBAKARAN DENGAN PEMBUATAN BRIKET

VERIFIKASI METODA GRAVIMETRI UNTUK PENENTUAN THORIUM

SNI Standar Nasional Indonesia. Air dan air limbah Bagian 27: Cara uji kadar padatan terlarut total secara gravimetri

BAB IV HASIL DAN ANALISA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERUBAHAN NILAI TOTAL MOISTURE

PENGARUH PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 12: Penentuan total partikel secara isokinetik

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Air dan air limbah Bagian 26 : Cara uji kadar padatan total secara gravimetri

Verifikasi Metode Uji Lemak Pakan Buatan

BAB V ANALISA HASIL. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, proses produksi Vaksin Aktif

ANALISA PROKSIMAT TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DURIAN DAN KULIT PISANG SEBAGAI BRIKET BIOARANG

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS PROKSIMAT TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI KECAMATAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sumberdaya batubara yang cukup melimpah, yaitu 105.2

I. PENDAHULUAN. tanpa disadari pengembangan mesin tersebut berdampak buruk terhadap

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2014 di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Spektrum Derivatif Metil Paraben dan Propil Paraben

DAFTAR ISI.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. DAFTAR TABEL.. DAFTAR GAMBAR. DAFTAR LAMPIRAN..

RECOVERY ALUMINA (Al 2 O 3 ) DARI COAL FLY ASH (CFA) MENJADI POLYALUMINUM CHLORIDE (PAC)

LAMPIRAN II PERHITUNGAN

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Preparasi dan Laboratorim

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan

BAB III MATERI DAN METODE. biji durian dengan suhu pengeringan yang berbeda dilaksanakan pada bulan

VALIDASI METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON UNTUK UNSUR-UNSUR DI DALAM STANDARD REFERENCE MATERIAL. NIST 1577b BOVINE LIVER INDRIA KURNIATI PRATASIS

ANALISIS Pb PADA SEDIAAN EYESHADOW DARI PASAR KIARACONDONG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Verifikasi Metode Pengujian Sulfat Dalam Air dan Air Limbah Sesuai SNI : 2009

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN I DATA ANALISIS. Tabel 7. Data Hasil Cangkang Biji Karet Setelah Dikarbonisasi

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan September

ABSTRAK ABSTRACT

DATA PENGAMATAN HASIL PENELITIAN

Air dan air limbah Bagian 10: Cara uji minyak nabati dan minyak mineral secara gravimetri

KIMIA ANALITIK I TAHAP-TAHAP PEKERJAAN ANALISIS KIMIA

Cara uji berat jenis aspal keras

ANALISIS BENZO(a)PYRENE PADA DAGING SAPI, KAMBING DAN BABI YANG DIBAKAR DENGAN METODE GAS CHROMATOGRAPHY-MASS SPECTROSCOPY (GC-MS)

LAMPIRAN A DATA DAN PERHITUNGAN. Berat Sampel (gram) W 1 (gram)

Kinerja Pengeringan Chip Ubi Kayu

STUDI PEMBUATAN TEH DAUN KOPI

Lampiran 1. Lokasi Pengambilan Sampel. Mata air yang terletak di Gunung Sitember. Tempat penampungan air minum sebelum dialirkan ke masyarakat

ANALISIS PEGARUH KOMPOSISI TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BIOBATUBARA CAMPURAN AMPAS TEBU DAN OLI BEKAS

UJI ULTIMAT DAN PROKSIMAT SAMPAH KOTA UNTUK SUMBER ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT TENAGA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 PENENTUAN KADAR AIR DAN ABU PADA BISKUIT

ADLN-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA PENGEMBANGAN METODE ANALISIS HISTAMIN DENGAN PEREAKSI KOBALT(II) DAN ALIZARIN S SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

METODOLOGI PENELITIAN

Bab II Teknologi CUT

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli-Desember 2012 bertempat di

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Sebagai Sumber Energi Alternatif dengan Proses Karbonisasi dan Non-Karbonisasi

Cara uji kimia- Bagian 2: Penentuan kadar air pada produk perikanan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2011,

PENETAPAN KADAR RESIDU TETRASIKLIN DALAM DAGING AYAM PEDAGING SECARA ADISI STANDAR DENGAN SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS OKSIPURINOL DALAM URIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK DENGAN MENGGUNAKAN PEREAKSI 2,3-DIKLORO-5,6-DISIANO-1,4-BENZOQUINON (DDQ) SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN AMPAS TEBU DAN SEKAM PADI DENGAN MEMBANDINGKAN PEMBAKARAN BRIKET MASING-MASING BIOMASS

ANALISIS THERMOGRAVIMETRY DAN PEMBUATAN BRIKET TANDAN KOSONG DENGAN PROSES PIROLISIS LAMBAT

ANALISIS PROFENOFOS DALAM KUBIS MENGGUNAKAN METODE EFFERVESCENCE-LPME DENGAN INSTRUMEN HPLC UV-Vis SKRIPSI

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

ANALISA PROKSIMAT BRIKET BIOARANG CAMPURAN LIMBAH AMPAS TEBU DAN ARANG KAYU

Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratorium

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Analisis Kimia Bijih Sulfida Cu, Pb, Zn, Ag, Dan Au

III. METODOLOGI PENELITIAN di Laboratorium Kimia Analitik dan Kimia Anorganik Jurusan Kimia

OPTIMASI METODE VOLTAMMETRI STRIPPING ADSORPTIF UNTUK ANALISIS LOGAM RUNUT Cd, Cu, PbDAN Zn SECARA SIMULTAN MENGGUNAKAN ALIZARIN SEBAGAI PENGOMPLEKS

ANALISIS VARIASI NILAI KALOR BATUBARA DI PLTU TANJUNG JATI B TERHADAP ENERGI INPUT SYSTEM

Air dan air limbah - Bagian 22: Cara uji nilai permanganat secara titrimetri

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober 2014 dan

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Juni 2015 di

ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS BATUBARA TE-67 DI FRONT PENAMBANGAN DAN STOCKPILE

Transkripsi:

Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) PENGEMBANGAN METODE RAPID TEST PREPARATION DALAM PENENTUAN KADAR INHERENT MOISTURE DAN TOTAL SULFUR DENGAN METODE YANG DIPERGUNAKAN OLEH ISO (INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION) DEVELOPMENT OF RAPID TEST METHOD IN DETERMINATION OF INHERENT MOISTURE CONCENTRATION AND TOTAL SULFUR WHICH USED BY THE ISO (INTERNATIONAL ORGANIZATION OF STANDARDIZATION) Lumban Gaol Veronica Destiana *, Aman Sentosa Panggabean, Rudi Kartika Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman, Samarinda * Corresponding Author: nicavero@yahoo.com ABSTRACT The research about development of rapid test method in determination of inherent moisture concentration and total sulfur which used by the ISO (International Organization for Standardization) has been dove. This research aims to determine is the rapid test method could be use to analyze inherent moisture and total sulfur to determine analytical performance of the rapid test. Parameters of the validation used in this research are accuracy which described in percent of recovery as the percent of recovery of inherent moisture are, % and total sulfur value are, %, precision described in coefficient of variant which gained in inherent moisture are 0,% and total sulfur value are,%. Robustness of method are described in variation of drying time, which accuracy and precision does not affected to time variation in preparation. The results show that rapid test method can be used for alternative method which used by the ISO. Keywords: Rapid test, Inherent moisture, Total sulfur PENDAHULUAN Di Indonesia tersedia cadangan batubara dalam jumlah yang cukup melimpah dan diperkirakan mencapai, miliar ton. Dengan kualitas batubara yang baik dan dengan jumlah yang besar tersebut serta tingkat produksi saat ini, batubara dapat menjadi sumber energi bagi Indonesia selama ratusan tahun. Batubara pada masa mendatang mempunyai prospek yang cerah sebagai bahan bakar alternatif utama. Sejalan dengan perkembangan pemanfaatan batubara di Indonesia, para konsumen baik dari dalam negeri maupun konsumen asing menginginkan batubara dengan kualitas yang lebih baik [] Batubara adalah bahan bakar hidrokarbon padat yang terbentuk dari tumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen yang dipengaruhi oleh panas dan tekanan yang berlangsung lama di alam dengan komposisi yang kompleks. Pada proses sedimentasi, batubara terbentuk dari material tumbuh-tumbuhan yang terendapkan di dalam suatu cekungan pada kondisi tertentu dan transformasi baik secara fisik, kimia dan biokimia [] Pada metode yang dipergunakan oleh ISO 0-:00 sebagai acuannya dalam proses pemanasan membutuhkan waktu yang lama dan membuat kerugian pada produsen karena banyaknya waktu yang terbuang sehingga untuk membantu kegiatan di laboratorium dikembangkan metode baru yang disebut dengan rapid test. Sehingga metode rapid test merupakan cara alternatif bagi laboratorium jasa analisa batubara agar pengerjaan parameter seperti inherent moisture dan total sulfur lebih cepat []. Namun, perkembangan metode ini perlu divalidasi dengan metode yang sudah baku atau metode standar. Validasi metode analisis adalah memastikan bahwa metode analisis yang akan digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan [] Oleh karena itu penelitian mengenai pengembangan metode rapid test dengan parameter inherent moisture dan total sulfur dengan uji akurasi, presisi dan ketahanan metode perlu dilakukan agar laboratorium jasa dan analisa batubara dapat mengerjakan analisa tersebut dengan cepat, efisien dan data yang dihasilkan adalah data yang valid. METODOLOGI PENELITIAN Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah branch scale, hammer crusher dengan output partikel, mm, rotary sample divider (R), drying oven, baki aluminium, analitical balance, cawan bertutup, desikator, oven pengering, cawan dan tutupnya, spatula, LECO S- DR, combustion boat dan skop. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel batubara, gas oksigen, gas nitrogen, magnesium perchlorat anhydrous.

Preparasi Sampel Metode yang Dipergunakan Oleh ISO 0- :00 Bongkahan sampel batubara disiapkan dan ditempatkan pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara ditimbang sebanyak, kg. Lalu dimasukkan sampel batubara secara perlahan kedalam alat hummer crusher. Setelah sampel batubara berukuran, mm, sampel ditampung pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara dihomogenkan dengan R, sampel dimasukkan ke dalam hooper tanpa melebihi kapasitas hooper. Setelah sampel terbagi merata feeder dimatikan kemudian alat R dimatikan. Setelah itu sampel ditampung pada baki aluminium. Setelah sampel homogen sampel dimasukkan dalam drying oven dengan suhu 0 C selama jam pemanasan. Kemudia sampel digiling menjadi ukuran 0, mm dengan menggunakan alat pulvelizer. Metode Rapid Test Bongkahan sampel batubara disiapkan dan ditempatkan pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara ditimbang sebanyak, kg. Lalu dimasukkan sampel batubara secara perlahan kedalam alat hummer crusher. Setelah sampel batubara berukuran, mm, sampel ditampung pada baki aluminium. Kemudian sampel batubara dihomogenkan dengan R, sampel dimasukkan ke dalam hooper tanpa melebihi kapasitas hooper. Setelah sampel terbagi merata feeder dimatikan kemudian alat R dimatikan. Setelah itu sampel ditampung pada baki aluminium. Setelah sampel homogen sampel dimasukkan dalam drying oven dengan suhu 0 C selama menit pemanasan. Kemudia sampel digiling menjadi ukuran 0, mm dengan menggunakan alat pulvelizer. Analisa Batubara Analisa ISO Cawan dan tutup cawan kosong lalu ditimbang kemudian ditimbang sampel batubara sebanyak g ke dalam cawan. Masukkan cawan yang sudah berisi sampel ke dalam oven yang bersuhu 0 C-0 C dengan membuka tutup cawan tersebut terlebih dahulu dan letakkan di luar dish sesuai dengan urutannya. Kemudian panaskan sampel selama jam dengan dialiri gas nitrogen. Lalu keluarkan cawan yang berisi sampel tersebut dari oven dan kemudian tutup kembali cawan tersebut dengan segera. Lalu didinginkan dalam desikator selama menit. Setelah dingin, timbang kembali cawan yang berisi sampel tersebut. Analisa inherent moisture dilakukan sebanyak sebanyak sepuluh kali. Analisa ISO Sampel batubara ditimbang sebanyak 0, g ke dalam combustion boat, kemudian sampel dianalisa dengan instrumen LECO S- DR dengan mendorong combustion boat ke dalam furnace sampai menyentuh boat stop. Setelah analisa selesai combustion boat dikeluarkan dari dalam furnace. Analisa total sulfur dilakukan sebanyak sepuluh kali. Penentuan Ketepatan (Akurasi) Akurasi metode analisa ditentukan dengan melakukan analisa sebanyak sepuluh kali. Tiap-tiap hasil yang didapatkan selanjutnya dibandingkan dengan nilai rata-rata pengulangan sepuluh kali yang didapat pada penentuan presisi metode analisa sebelumnya. Dengan kata lain nilai rata-rata tersebut digunakan sebagai acuan. Perbandingan tersebut ditunjukkan sebagai %recovery. Penentuan Ketelitian (Presisi) Pengulangan analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Presisi metode analisa dinilai berdasarkan Coefficient of Variation (CV) yang dihitung dari simpangan baku dibagi dengan nilai rata-rata dikalikan 00 %. Ketahanan Metode Uji ketahanan metode dilakukan dengan memvariasikan kondisi analisis sedemikian rupa dan mengukur pengaruhnya terhadap presisi dan akurasi yang dicapai (setiap perubahan kondisi dilakukan satu kali analisis saja). Kondisi analisis yang divariasikan adalah lama waktu pengeringan yaitu pemanasan selama menit dengan suhu 0 C. HASIL DAN PEMBAHASAN Penentuan Akurasi Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Metode ISO pada Analisis (b/b).. 00... 00... 00.

Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) (b/b).. 00.. 00... 00.0.. 00.0...... 0..0., 00,0 Pada penentuan akurasi metode yang dipergunakan oleh ISO, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Akurasi dianggap baik berada pada toleransi perolehan kembali (% recovery) 0 % dalam range 0-0 % []. Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai % recovery yang didapat adalah 00,0 %, sehingga nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Rapid Test pada Analisis (b/b).. 00... 00... 00... 00...0 00.0............ 0...,, Pada penentuan akurasi metode rapid test, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Pada tabel di atas diketahui bahwanilai % recovery yang didapat, %, nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Metode ISO pada Analisis. 0. 0.0. 0. 0.. 0. 0.. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00 0. 0.. 0, 00,

Pada penentuan akurasi metode yang dipergunakan oleh ISO, analisa dilakukan sebanyak sepuluh. Pada tabel diatas diketahui bahwa nilai % recovery 00, %, nilai tersebut terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Tabel. Data Hasil Penentuan Akurasi Rapid Test pada Analisis Pengambila n. 0.0,. 0. 0.. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0. 00. 0.0, 0. 0. 0, 0,0, Pada penentuan akurasi metode rapid test, analisa dilakukan sebanyak sepuluh kali. Pada tabel di atas diketahui bahwa nilai recovery, % terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0-0 %. Penentuan Presisi Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Metode ISO pada Analisa 0 c (-0, log c) Dalam penentuan presisi metode yang dipergunakan oleh ISO pada analisa inherent moisture. Berdasarkan hasil uji pada tabel diatas didapat atau % R. Menurut Green () syarat keterimaan untuk nilai atau % R lebih kecil dari % sehingga dapat disimpulkan bahwa metode tersebut memiliki ketelitian yang baik karena memenuhi syarat dari hasil penelitian (b/b)..........0. 0.0 0.. 0 -. yang didapat adalah 0, % dari nilai yang diperoleh dibandingkan dengan CV Horwitz dengan konsentrasi analit = (-0, log c). Presisi suatu metode akan memenuhi syarat apabila yang diperoleh dari percobaan lebih kecil dari dari Horwitz di mana dari percobaan didapatkan,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode uji yang digunakan mempunyai presisi yang baik.

Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Rapid Test Pada Analisa 0 C (-0, log c) Sama halnya dengan metode yang dipergunakan oleh ISO, dalam penentuan presisi metode rapid test pada analisa inherent moisture. Berdasarkan hasil uji pada tabel. di atas menunjukkan bahwa 0. % (b/b).....0...... 0.00 0.. 0 -. (-0, log c) dan lebih kecil dari dari ( Horwitz), yaitu 0, % <,. Sehingga dapat disimpulkan metode rapid test yang digunakan memiliki ketelitian yang baik. Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Metode yang Dipergunakan oleh ISO pada Analisa 0 C (-0, log c) 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0.00 0. 0 -.0 Dalam penentuan presisi metode yang dipergunakan oleh ISO pada analisa total sulfur. Berdasarkan hasil uji pada tabel. di atas menunjukkan bahwa % dan lebih kecil dari dari (-0,logc), yaitu % <,0, sehingga dapat disimpulkan metode yang dipergunakan oleh ISO mempunyai presisi yang baik. 0

Tabel. Data Hasil Penentuan Presisi Rapid Test pada Analisa 0 c (-0, log c) 0.0 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0.0 0. 0. 0.00, 0. 0 -.0 Tabel di atas adalah tabel hasil analisa penentuan presisi rapid test pada analisa total sulfur. Menunjukkan bahwa, % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu,% <,0, sehingga dapat disimpulkan metode rapid test yang digunakan mempunyai presisi yang baik dan memiliki ketelitian yang baik. Ketahanan Metode Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Akurasi Variasi Waktu Pengeringan menit pada Analisa 0 (b/b),0,0,,,0,,,,0, 00, 00, 00, 00, 00,0,,,,0,,, Dari hasil analisis table di atas didapat % recovery adalah, % dapat disimpulkan bahwa pada waktu yang telah divariasikan selama menit, hasil yang didapat mempunyai akurasi yang baik karena masih terdapat dalam range yang ditetapkan yaitu 0 %-0 %. 0

Jurnal Atomik., 0, 0 () hal - ISSN -00 (Online) Tabel 0. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Akurasi Variasi Waktu Pengeringan menit pada Analisa 0 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 00, 00, 00, 00,, Pada penentuan akurasi pada analisa total sulfur yang telah divariasi waktunya yaitu selama menit. Persen perolehan kembali yang didapatkan pada analisa total sulfur adalah, %. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pada waktu yang telah divariasikan selama menit, hasil yang didapat mempunyai akurasi yang baik karena masih terdapat dalam range yang tetapkan yaitu 0 %-0 %. Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Presisi Variasi Waktu Pengeringan Menit pada Analisa 0 c (-0, log c) (b/b),0,0,,,0,,,,0,, 0,0 0,, 0 -, Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa % CV memiliki nilai 0, % yang berarti metode ini memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan karena memenuhi kriteria penerimaan yaitu kurang dari % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu 0,% <,. Dari hasil yang diperoleh maka metode rapid test tidak terpengaruh terhadap variasi waktu yang diberikan karena nilai presisi yang didapatkan kurang dari % dengan taraf kepercayaan %.

Tabel. Data Hasil Uji Ketahanan Metode Dalam Penentuan Presisi Variasi Waktu Pengeringan Menit pada Analisa 0 C (-0, log c) Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa % CV memiliki nilai, % berarti metode ini memenuhi kriteria penerimaan yaitu kurang dari % dan lebih kecil dari dari (-0, log c) yaitu, % <,0. Hasil penelitian yang diperoleh dengan variasi waktu selama menit memiliki akurasi dan presisi yang baik maka metode rapid test berarti metode ini memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan hal ini ditunjukkan dari nilai akurasi yang didapat yaitu, % dan nilai presisi yang didapatkan kurang dari % yaitu, % dengan taraf kepercayaan %. KESIMPULAN Dari hasil penelitian pengembangan metode rapid test preparation dalam penentuan kadar inherent moisture dan total sulfur dengan metode yang dipergunakan oleh ISO Kinerja analitik akurasi dari metode yang dipergunakan oleh ISO untuk menganalisa inherent moisture yaitu 00,0 % dan pada metode rapid test yaitu, %. Akurasi total sulfur dari metode yang dipergunakan oleh ISO yaitu 00, % dan pada metode rapid test yaitu, %. Nilai akurasi memiliki perubahan nilai tersebut tidak lebih dari %. Kinerja analitik presisi dari metode yang dipergunakan oleh ISO untuk menganalisa inherent moisture yaitu 0, % dan metode rapid test yaitu 0, %. Presisi total sulfur dari metode yang dipergunakan oleh ISO yaitu % dan metode rapid test yaitu, %. Nilai presisi memiliki perubahan nilai yang tidak signifikan mengingat perubahan nilai tersebut tidak lebih dari 0, %. Kinerja analitik 0, 0, 0, 0, 0, 0,00, 0 -,0 ketahanan metode yang ditunjukkan dari akurasi yaitu, % dan presisi yaitu, %. Sehingga metode rapid test memiliki kestabilan yang baik terhadap variasi waktu yang diberikan. Modifikasi metode yang dikembangkan dengan suhu 0 C selama menit dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk penentuan analisa inherent moisture dan total sulfur. DAFTAR PUSTAKA [] Sukandarrumidi. 00. Batubara dan Pemanfaatannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. [] Arief, I. 0. Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Nilai HGI Dengan Standar ASTM. Bengkulu: Universitas Bengkulu. [] Sari, E.W.L. 0. Validasi Metode Rapid Test Dalam Penentuan Total Moisture, Ash Content, Carolific Value (As Received) Pada Batubara Terhadap Standar ISO (International Organization For Standardization) Ukuran mm (Studi Kasus Di PT. Kaltim Prima Coal) Di Kalimantan Timur. Samarinda: Universitas Mulawarman. [] Kantasubrata, J. 0. Validasi Metode. Pelatihan Pemahaman dan Penerapan SNI ISO/IEC 0:00 Pada Pengelolaan Laboratorium. RC Chem Learning Centre. Bandung. [] Green, M. J.. A Practocal Guide to Analytical Method Validation Anal. Chein, News and Feature, May, Hal 0 A-0A.