Managing and Resolving Workplace Conflicts By: Firda Agustina
FIRDA AGUSTINA VITALSMARTS SKILLS FACILITATOR Dunamis Organization Services
PERSONAL INTERPERSONAL Self-Directed Change Open Dialogue TEAM ORGANIZATIONAL Universal Accountability Influential Leadership
INTRODUCTION JALAN MENUJU TINDAKAN TUMBUHKAN NIAT BAIK BICARA DENGAN DATA & CIPTAKAN RASA AMAN
Topik apa yang paling hangat dan sering memicu masalah di tempat kerja kita? Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
Topik hangat yang sering memicu masalah di tempat kerja kita Perbedaan pendapat dengan atasan saat pelaksanaan sebuah project. Ketika KPI kita bertolak belakang dengan divisi yang lain. Perdebatan dengan atasan mengenai fungsi kontrol terhadap pekerjaan lain. Menyampaikan pembelaan dari kesalahan kita. Bawahan yang terkesan tidak bisa diatur. Permohonan yang tidak disetujui atasan tanpa alasan yang jelas. Atasan yang terkesan selalu ingin menang sendiri Beda pendapat dalam menentukan solusi Hasil penilaian tahunan Atasan mempertahankan beberapa kondisi dengan alasan yang kurang masuk akal. Perbedaan pendapat dengan divisi lain. Perpindahan kerja ke divisi lain.
CARA MENGATASI HAL TERSEBUT Mendengar dulu untuk kemudian mencoba untuk berikan pengarahan Menempatkan diri pada posisi orang lain. Mendengarkan pendapat untuk kemudian mengatur strategi & timing untuk counter opini Menempatkan diri pada posisi orang lain. Minta maaf, dan berikan rencana action berikutnya. Minta maaf & biasanya hubungan sudah rusak. Mencoba memahami maksud pembicaraan dari lawan bicara. Memberikan penjelasan dengan terkadang emosi & berakhir mengalah. Saya mengalah sebagai bawahan, dan cari cara di lain waktu untuk membahas lagi. Berusaha menjelaskan & memberikan pengertian.
25% of Supervisors spend more than their time on conflict management 18% Managers spend more than of their time on relational employee conflicts Fisher, N. (2010). A better way to manage conflict. 200% Turnover can cost a company of the employee s annual salary. Maccoby, M., & Scudder
Jika kita tidak mengungkapkan, apa yang dipikirkan dan dirasakan, maka kita akan mengekspresikannya dalam tindakan.
Work on ME FIRST, US SECOND Meskipun orang lain mungkin perlu berubah atau kita ingin mereka berubah, satu-satunya orang yang dapat kita desak untuk berubah, adalah DIRI KITA SENDIRI
Apa Niat yang ada dalam benak kita, saat kita ingin mendorong rekan kita bicara / Speak Up? Apa yang saya inginkan?
Niat yg TIDAK BAIK
Untuk SAYA: Pokoknya saya harus paksakan pendapat saya diterima. Saya harus menang Jangan sampai kesalahan saya terungkap Untuk ORANG LAIN: Pokoknya dia harus bisa ngerti saya Dia harus kalah Dia harus ngaku, walau bukan salah dia Untuk ORGANISASI: Organisasi bisa menghargai orang seperti saya Lingkungan kerja berjalan seperti biasanya
Untuk SAYA: Saya ingin memahami dia Saya bisa sampaikan apapun ke dia dengan baik Saya akan mendapatkan sesuatu yang baru dari dia Untuk ORANG LAIN: Dia bisa memahami saya Dia bisa bebas ungkapkan pendapatnya walau yang disampaikan adalah tentang saya Dia bisa percaya pada saya Untuk ORGANISASI: Aliran informasi lancar, dan menghasilkan inovasi baru, membuat keputusan yang terbaik, masalah cepat teratasi. Saling menghargai tercipta di lingkungan kerja
PISAHKAN FAKTA Sebuah kejadian yang kita lihat, kita dengar ASUMSI Perkiraan kita akan sebuah kejadian berdasarkan
Proses Menuju sebuah Tindakan Jika tiba-tiba kita: Melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, maka kita melakukan Proses MELIHAT & MENDENGAR MEMB U AT ASU MSI-ASU MSI MERASAKAN EMOSI BERTINDAK
Ajak pihak lain untuk DISKUSI BERBICARA DENGAN SOPAN, BUKAN SECARA KASAR
FAT FAKTA ASUMSI TANYA ISI PESAN YANG DISAMPAIKAN
Ciptakan Rasa Nyaman Pancing
Mengatasi kondisi Salah Paham Seseorang menjadi bertahan / membela diri, karena men-salah Artikan NIAT Anda Pakailah kalimat: Bukan... Melainkan...