BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1, tabel 4.2 dan tabel 4.3 sebagai berikut: Tabel 4.1 Sampel penelitian dilihat dari usia (N=134)

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F dan VIII G di SMP Negeri 1 Suruh.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Garmen. Dimana jurusan ini diambil pada saat kelas X. SMK Muhammadiyah

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengikuti perkuliahan yang berjumlah 31 mahasiswi.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. perilaku agresi, yaitu; agresif fisik (Physical Aggression), agresi verbal (Verbal

HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SISWA KELAS XI SMK SARASWATI SALATIGA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X Otomotif SMKSaraswati

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Data Sebaran Responden

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB IV HASIL PENELITIAN. mahasiswa yang mengalami stres dengan kategori sebagai berikut: Tabel 4.1 Kategori Variabel Stres (N = 61)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Data Sampel Penelitian. 1. Teknik Komputer Jaringan siswa. 2. Multimedia siswa

BAB I PENDAHULUAN. dari hubungan dengan lingkungan sekitarnya. individu dan memungkinkan munculnya agresi.

BAB lv HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sejumlah 30 siswa agar layak dan cukup memenuhi kriteria sampel skripsi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL KAJIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN PENELITIAN. Tabel 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian. Identitas Subjek Frekuensi Presentase.

BAB IV PEMBAHASAN. Negeri 3 Satu Atap Kedungjati berjumlah 177 siswa. Untuk kelas VIII berjumlah. Kedungjati A B

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMK Negeri 1 Salatiga merupakan salah satu dari 3 SMK Negeri yang

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. memerlukan sarana dan prasarana umum yang memenuhi semua aspek kehidupan

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan

BAB IV HASIL PENELITIAN. penelitian berdasarkan jenis kelamin, usia dan IPK dapat dilihat pada tabel 4.1, 4.2, 4.3. Tabel 4.1

BAB I PENDAHULUAN. Perilaku altruistik adalah salah satu dari sisi sifat manusia yang dengan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. guru. Pada tanggal 17 Juli 1959 PTPG-KI Satya Wacana berubah

BAB IV HASIL PENELITIAN. menjalankan sinkretisme Islam dibandingkan sinkretisme Jawa dalam kehidupannya.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA KELAS X DAN XI MULTIMEDIA SMK KRISTEN SALATIGA TAHUN AJARAN 2013/2014

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. negeri dan swasta se-kota Salatiga Sebanyak 42 orang. Tabel 4.1 Deskripsi jumlah subyek No SMP Guru BK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Grobogan dengan jumlah populasi 185 siswa. Sebagai responden penelitian

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa (Santrock,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Gedung SMP Negeri 1 Gemawang terletak di Jl. Muncar Kecamatan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah.

BAB IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan. Kartika III-I Banyubiru berdiri pada tanggal 1 Juli Kartika III-I Banyubiru Tahun Ajaran 2012/2013 :

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GETASAN TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI

HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON TAYANGAN KEKERASAN PADA TELEVISI DENGAN PERILAKU AGRESIF SISWA KELAS VIII SMP MARDI RAHAYU UNGARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. SMP N 1 Bancak terletak di desa Rejosari Kec. Bancak, Jl. Rejosari-

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Semarang. Sekolah ini beralamat di Jalan Sentro Jambu. Jumlah kelas keseluruhan

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. dilaporkan dalam tabel 4.1 ; 4.2 ; 4.3 berikut ini : Tabel 4.1 Disribusi responden menurut kelompok umur

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Kecerdasan awalnya dianggap sebagai kemampuan general manusia untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program. Studi Bimbingan dan Konseling UKSW

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Penelitian dilakukan di SMA Swasta se-kota Salatiga, dengan subyek

BAB IV PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN

KATA PENGANTAR. Penulis. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI. yang diamati secara umum atau objektif. Hal tersebut senada dengan pendapat Sarwono (2001)

BAB 4 ANALISIS HASIL Gambaran umum responden. bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai identitas responden.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. mengetahui ada tidaknya hubungan Kontrol diri (variabel bebas) dan Perilaku

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PENGEDALIAN PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK KELAS X SMK PGRI 3 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV LAPORAN PENELITIAN. tempat penelitian di SMK PL Tarcisius I Semarang, dikarenakan SMK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Perhatian Orang Tua dalam Belajar Siswa. Tabel Perhatian Orang Tua dalam Belajar Siswa

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga yang populasinya berjumlah 478 siswa. Kelas XI SMK Saraswati Salatiga terdiri dari 5 jurusan yang dibagi menjadi 12 kelas yaitu 2 kelas Teknik Permesinan (TP), 2 kelas Multi Media (MM), 2 kelas Mekanik Industri (MI), 2 kelas Listrik Industri (LI), dan 4 kelas Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga masuk dalam kisaran usia 15, 16, dan 17 tahun. Sebagian besar siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga adalah siswa laki-laki, akan tetapi pada kelas Multi Media terdapat siswa perempuan yang jumlahnya dapat dikatakan sudah banyak dibandingkan dengan jumlah siswa perempuan di kelas lain. Deskripsi subjek penelitian berdasarkan pengelompokan jenis kelamin terhadap masing-masing kelas dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut. Tabel 4.1 Tabel Subjek Penelitian Jenis Kelas XI Total Kelamin TPA TKRB TKRA MMB MIA LIB Laki-laki 33 38 34 23 40 30 198 Perempuan 2 - - 14 - - 16 Total 35 38 34 37 40 30 214 1

4.2 Pengumpulan Data 4.2.1 Persiapan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, penulis terlebih dahulu meminta surat ijin dari Dekan FKIP UKSW untuk diserahkan kepada kepala sekolah SMK Saraswati Salatiga. Surat ijin penelitian diserahkan kepada kepala sekolah SMK Saraswati Salatiga pada tanggal 9 November 2012. Penulis mendapatkan ijin oleh wakil kepala sekolah SMK Saraswati Salatiga secara lisan. 4.2.2 Pelaksanaan Penelitian Sebelum dilakukan pengumpulan data, penulis merencanaka jadwal penelitian dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Saraswati Salatiga. Jadwal penelitian yang telah diberikan oleh guru BK dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Tabel jadwal pengumpulan data No Hari/Tanggan Waktu Kelas Jumlah 1. Sabtu, 24 November 2012 07.30 08.10 XI LIB 30 2. Sabtu, 24 November 2012 08.10 08.50 XI TKRB 38 3. Sabtu, 24 November 2012 08.50 09.30 XI TKRA 34 4. Sabtu, 24 November 2012 09.30 10.10 XI MMB 37 5. Sabtu, 24 November 2012 10.25 11.05 XI TPA 35 6. Sabtu, 24 November 2012 11.05 11.45 XI MIA 40 Total 214 Pelaksanaan pengumpulan data dilaksanakan secara klasikal pada jam pelajaran yang telah dijadwalkan oleh guru BK SMK Saraswati Salatiga. Proses 2

pengumpulan data dilakukan pada hari Sabtu tanggal 24 November dengan cara menyebarkan skala perilaku agresif dan skala konformitas kepada responden siswa kelas XI LIB, XI TKRB, XI TKRA, XI MMB, XI TPA, XI MIA. Pertama, peneliti memberikan salam kepada siswa kelas XI. Kemudian dilanjutkan perkenalan diri ( perkenalkanlah nama saya Lisa Yuliana Dewi, saya adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang sedang melakukan penelitian guna menyusun Skripsi. Pada kesempatan kali ini saya ingin meminta tolong adik-adik dalam pengisian skala untuk mengambil data penelitian pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga ). Respon yang diberikan siswa baik dan setuju untuk mengisi skala. Kemudian peneliti membagikan 1 lembar skala perilaku agresif dan skala konformitas kepada siswa. Peneliti meminta siswa untuk mengisi identitas nama, kelas, no absen dan usia pada kolom yang telah disediakan dalam skala. Peneliti membacakan cara pengisian dan memberi contoh satu pernyataan pada skala agar siswa dapat memahami cara pengisian secara benar. Setelah petunjuk pengisian selesai dijelaskan, siswa diminta untuk mengisi sendiri skala perilaku agresif dan skala konformitas secara jujur dan peneliti menunggui siswa mengisi sampai pengisian selesai. Guru BK juga ikut membantu menunggu siswa dalam pengisian skala dan memberikan peringatan pada siswa agar dalam pengisian jawaban pernyataan siswa dapat menjawab dengan sungguh-sungguh dan teliti. Selama pengisian skala perilaku agresif dan skala konformitas, tidak ada siswa yang bertanya mengenai pernyataan yang tidak jelas. Dengan demikian 3

dapat disimpulkan bahwa siswa dapat mengerjakan pernyataan dalam skala dengan baik. 4.3 Analisis Deskriptif 4.3.1 Perilaku Agresif Skala perilaku agresif dan skala konformitas yang terkumpul sebanyak 214 responden. Diskripsi perilaku agresif pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dikategorikan ke dalam 3 kategori yaitu, rendah, sedang dan tinggi. Kategori perilaku agresif pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut. Tabel 4.3 Kategori variabel perilaku agresif No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1. Rendah 29 57 32 15% 2. Sedang 58 86 150 70% 3. Tinggi 87 116 32 15% Total 214 100% Berdasarkan hasil kategori skala perilaku agresif pada tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa terdapat 32 siswa yang masuk dalam kategori rendah dengan prosentase 15%, selanjutnya 150 siswa masuk dalam kategori sedang dengan prosentase 70%, dan 32 siswa masuk dalam kategori tinggi dengan prosentase 15%. Dengan demikian kategori perilaku agresif siswa terbanyak terletak pada tingkat kategori sedang dengan perolehan prosentase 70%. 4

4.3.2 Konformitas Teman Sebaya Diskripsi konformitas teman sebaya pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dikategorikan ke dalam 3 kategori yaitu, rendah, sedang dan tinggi. Kategori konformitas teman sebaya pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut. Tabel 4.4 Kategori variabel konformitas teman sebaya No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1. Rendah 32 63 31 14% 2. Sedang 64 95 137 64% 3. Tinggi 96 128 46 22% Total 214 100% Berdasarkan hasil kategori skala konformitas teman sebaya pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa terdapat 31 siswa yang masuk dalam kategori konformitas rendah dengan prosentase 14%, selanjutnya 137 siswa masuk dalam kategori konformitas sedang dengan prosentase 64%, dan 46 siswa masuk dalam kategori konformitas tinggi dengan prosentase 22%. Dengan demikian kategori konformitas siswa terbanyak terletak pada tingkat kategori sedang dengan perolehan prosentase 64%. 4.4 Analisis Korelasi Analisis korelasi dilakukan dengan menggunakan teknik Kendall s tau_b dan dibantu program SPSS for windows 11.5. Hasil korelasi antara konformitas 5

teman sebaya dengan perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut. Tabel 4.5 Correlations Konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif Correlations Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Agresif PRLKAGRS KNFRMTS Kendall's tau_b PRLKAGRS Correlation Coefficient 1,000,371(**) Sig. (2-tailed).,000 N 214 214 KNFRMTS Correlation Coefficient,371(**) 1,000 Sig. (2-tailed),000. N 214 214 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Berdasarkan tabel 4.5 koefisien korelasi antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga, maka diperoleh rxy= 0,371 dan p= 0,000 < 0,01. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif sangat signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif siswa. Artinya apabila skor konformitas teman sebaya tinggi akan diikuti dengan tingginya skor perilaku agresif, sebaliknya bila skor konformitas teman sebaya rendah akan diikuti dengan rendahnya skor perilaku agresif. 4.5 Uji Hipotesis Hipotesis yang dikemukakan penulis pada bab II adalah ada hubungan yang positif signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga tahun ajaran 2012/2013. 6

Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan yang positif sangat signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga tahun ajaran 2012/2013. Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat diketahui ada hubungan yang positif sangat signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian yang penulis lakukan mendukung penelitian yang dilakukan oleh Irawati dan Handayani (2011) dalam Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Agresif pada Remaja Anggota Geng Motor yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif anggota geng motor. Sedangkan hasil penelitian yang penulis lakukan bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elderd (2004) mengenai Aggression and Conformity in College Students yang hasil penelitiannya menunjukkan ada hubungan yang negatif signifikan antara agresifitas dengan konformitas pada mahasiswa ROTC. Perbedaan hasil penelitian dengan yang dilakukan penulis terjadi karena perbedaan latar belakang budaya, usia, dan jenis kelamin pada subjek penelitian. Perbedaan tersebut dapat mengakibatkan berbedanya hasil 7

penelitan mengenai hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan perolehan rxy= 0,371 dan p=0,000 < 0,01 yang artinya ada hubungan yang positif sangat signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga yang artinya, apabila skor konformitas teman sebaya tinggi akan diikuti dengan tingginya skor perilaku agresif, sebaliknya bila skor konformitas teman sebaya rendah akan diikuti dengan rendahnya skor perilaku agresif. Hal ini dapat terjadi karena siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga masuk pada tahap perkembangan masa remaja, dimana masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan salah satu ciri yaitu perubahan sikap dan perilaku. Perubahan yang bersifat universal pada remaja ialah, meningkatnya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. Karena perubahan emosi yang terjadi lebih cepat selama masa awal remaja, maka meningginya emosi lebih menonjol pada masa awal periode akhir masa remaja (Hurlock, 1999). Perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada remaja menjadikan remaja cenderung ingin lebih dekat dengan teman sebaya daripada dengan orang tua. Sebagian besar remaja melakukan berbagai cara agar dapat diterima oleh teman sebaya dengan menyesuaikan diri hingga ikut serta dalam menjaga harga diri anggota kelompok. Usaha yang dilakukan remaja dalam melindungi anggota kelompok seringkali memicu munculnya perilaku agresif yang dapat mencelakakan atau melukai orang lain. 8

Buss dan Perry (1992) mendefinisikan perilaku agresif sebagai suatu kecenderungan perilaku yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain secara fisik dan verbal, amarah dan permusuhan. Hasil analisis deskriptif diketahui perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga yang paling banyak masuk dalam kategori perilaku agresif sedang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga memiliki potensi untuk berperilaku agresif jika intensitas tingkat konformitas teman sebaya semakin tinggi. Perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga akan tampak jika siswa sedang bersama kelompoknya dan berhadapan dengan kelompok siswa dari sekolah lawan, ataupun dengan teman sebaya lainnya. Perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dapat terjadi jika ada kesalahpahaman pendapat antar teman sebaya dan juga permusuhan yang mendarah daging pada kelompok siswa dari sekolah lawan dengan alasan menjaga harga diri dan nama baik SMK Saraswati Salatiga yang dijatuhkan atau dihina oleh siswa dari sekolah lain. Beberapa kejadian yang cenderung mengarah pada tindakan perilaku agresif siswa adalah perkelahian antar teman dalam sekolah, perkelahian siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dengan siswa sekolah lain, dan tawuran pelajar dengan membawa benda-benda tumpul dan benda tajam lainnya. Berbagai tindakan perilaku agresif yang dilakukan siswa dapat terjadi karena faktor konformitas teman sebaya. Konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial (Baron dkk, dalam Sarwono 2009). Pengaruh konformitas yang kuat sering 9

kali menyebabkan siswa tunduk dan patuh pada peraturan serta perspektif kelompok. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa konformitas dan perilaku agresif siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga terbanyak masuk pada kategori konformitas dan kategori perilaku agresif sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga masuk dalam suatu kelompok teman sebaya dengan mentaati nilai dan norma yang berlaku dalam kelompok yang disebut dengan konformitas teman sebaya. Perilaku agresif dapat terjadi dan dapat dilakukan oleh siswa jika siswa memiliki intensitas konformitas teman sebaya yang tinggi. Setiap siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga yang menjadi anggota kelompok tertentu berusaha untuk menjaga dan membela kelompoknya. Hal tersebut dikuatkan dengan temuan pada saat penulis melakukan pengambilan data penelitian pada hari Sabtu tanggal 24 November 2012 ketika bel pergantian pelajaran berbunyi siswa-siswa keluar kelas, terjadi perselisihan pendapat antar siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga yang hampir mengakibatkan perkelahian. Ketika kata-kata kasar yang diucapkan oleh kedua siswa yang sedang berselisih pendapat tersebut terjadi, teman-teman yang menjadi anggota kelompoknya berlarian datang dan berusaha untuk membela teman kelompoknya yang sedang berselisih, serta ikut dalam mengucapkan kata-kata kasar yang merupakan salah satu perilaku agresif verbal meskipun teman-teman dari anggota kelompok tersebut belum mengetahui apa yang menjadi akar dari permasalahan itu. Hal tersebut merupakan bentuk konformitas yang terjadi pada siswa kelas XI SMK 10

Saraswati Salatiga yang siswa anggap sebagai rasa kepedulian, rasa setia kawan dan rasa persaudaraan yang tinggi. Rasa kepedulian dan setia kawan yang tinggi antar kelompok teman sebaya pada siswa SMK Saraswati Salatiga terbukti pada 6 siswa yang secara terbuka menyatakan bahwa siswa tersebut pernah melakukan tawuran dengan siswa sekolah lawan dan perkelahian antar siswa atas dasar menjaga harga diri sekolah, pembelaan, rasa kepedulian dan setia kawan yang tinggi walaupun siswa tersebut sebenarnya tidak memiliki masalah dengan pihak lawan. Guru BK SMK Saraswati Salatiga juga menyatakan bahwa pada awal masuk SMK Saraswati Salatiga siswa tidak menampilkan perilaku agresif. Akan tetapi setelah siswa masuk pada kelompok teman sebaya siswa menjadi lebih berani menampilkan perilaku agresif baik disebabkan oleh tekanan dari kelompok sebaya ataupun berdasarkan contoh dari kelompok teman sebaya yang menampilkan perilaku agresif seperti tawuran pelajar dan juga perkelahian antar teman sebaya. Hasil penelitian yang penulis lakukan sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Koeswara (1988) yang menyatakan bahwa perilaku agresif dapat terjadi karena faktor yang berasal dari luar individu (faktor eksternal) yaitu konformitas teman sebaya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konformitas adalah suatu perilaku yang muncul akibat pengaruh sosial dari teman sebaya yang menampilkan perilaku tertentu baik dengan maupun tanpa tekanan dari teman sebaya tersebut. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Sears, dkk (1999) yang menyatakan bahwa apabila seseorang menampilkan perilaku tertentu karena disebabkan oleh orang lain menampilkan perilaku 11

tertentu, maka hal itu disebut dengan konformitas. Konformitas yang terjadi pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga merupakan bentuk konformitas yang arahnya negatif. Karena, konformitas yang terjadi pada siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga mendorong munculnya perilaku yang buruk yaitu perilaku agresif siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dari penelitian yang dilakukan penulis yang menunjukkan ada hubungan yang positif sangat signifikan dapat terjadi dengan didukung oleh pengisian skala perilaku agresif dan skala konformitas teman sebaya oleh siswa kelas XI SMK Saraswati Salatiga dengan sungguh-sungguh. Selain itu adanya dukungan dari guru BK yang ikut serta dalam menunggu siswa ketika pengisian skala konformitas dan skala perilaku agresif di setiap kelas membuat siswa memberikan jawaban yang serius pada setiap item pernyataan yang tersedia. 12