Gambar 3.1 Alur Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan simulasi dan analisis perbandingan unjuk kerja

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. mendapat perbandingan unjuk kerja protokol TCP Vegas dan UDP dengan

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan

BAB III PERANCANGAN SIMULASI JARINGAN

BAB II DASAR TEORI. Teknologi komunikasi berbasis IP (Internet Protocol) berkembang pesat

BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI. routing, dan pengujian terhadap parameter-parameter QoS, serta hasil analisis

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISA DAN RANCANGAN MODEL TESTBED QOS WIMAX DENGAN OPNET. menjanjikan akses internet yang cepat, bandwidth besar, dan harga yang murah.

BAB III METODE PENELITIAN. studi kepustakaan, percobaan dan analisis. Dengan ini penulis berusaha untuk

BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario

BAB I PENDAHULUAN I-1

Bab 3 Parameter Simulasi

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 File Trace Input

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak

Gambar 3.1 Tahapan NDLC

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI

BAB II DASAR TEORI. (titik-ke-titik) atau melibatkan beberapa tempat (multi-titik) dengan lebih dari satu

ANALISA KINERJA MPEG-4 VIDEO STREAMING PADA JARINGAN HSDPA

BAB I PENDAHULUAN. aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk

METODE PENELITIAN. Studi Pustaka. Proses Simulasi. Analisis Hasil. Gambar 11 Metode penelitian.

I. PENDAHULUAN. Umumnya lembaga pemerintahan maupun pendidikan mempunyai website yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Content Delivery Network adalah sebuah sistem yang berfungsi sebagai

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. yang dikerahkan di daerah pemantauan dengan jumlah besar node sensor mikro.

BAB II DASAR TEORI. Bab ini menjelaskan sekilas mengenai teknologi Worldwide

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL SIMULASI DAN KINERJA SISTEM

BAB II DASAR TEORI. komunikasi dan hiburan. Awal mulanya video berbentuk analog, sesuai

BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4. Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISIS KINERJA JARINGAN RSVP MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Mikrotik (2005), Mangle adalah sebuah fasilitas yang dapat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KINERJA BASIC RATE ACCESS (BRA) DAN PRIMARY RATE ACCESS (PRA) PADA JARINGAN ISDN

BAB I PENDAHULUAN. biaya pembangunan yang relatif murah, instalasi mudah serta kemampuannya

BAB III PERANCANGAN SIMULASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISA

dalam bentuk analog. Munculnya digital IC (Integrated Circuit) dan membutuhkan. Pengguna atau user memerlukan player, yaitu aplikasi khusus

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PENGUKURAN QoS (Quality of Service) pada STREAMING SERVER

Bab 2. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan

BAB I PENDAHULUAN. multimedia memasuki dunia internet. Telepon IP, video conference dan game

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI

ANALISA PERBANDINGAN PERFORMANSI SKEMA SCHEDULING WFQ (WEIGHTED FAIR QUEUEING) DAN PQ (PRIORITY QUEUEING) PADA JARINGAN IP (INTERNET PROTOCOL)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Analisis Perbandingan Kinerja TCP Vegas Dan TCP New Reno Menggunakan Antrian Random Early Detection Dan Droptail

HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI

BAB III PERENCANAAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan simulasi pengaruh

BAB III METODE PENGEMBANGAN

TUGAS BESAR KINERJA TELEKOMUNIKASI NEXT GENERATION NETWORK PERFORMANCE (NGN) QoS ( Quality Of Service ) Dosen Pengampu : Imam MPB, S.T.,M.T.

BAB IV PENGUJIAN. 4.1 Lingkungan Pengujian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

3.6.3 X2 Handover Network Simulator Modul Jaringan LTE Pada Network Simulator BAB IV RANCANGAN PENELITIAN

B A B IV A N A L I S A

ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK

BAB II DASAR TEORI. atau suara seperti radio, yang melalui jaringan kabel, wireless maupun jaringan

Transport Channel Processing berfungsi mengubah transport blok yang dikirim dari. Processing dari MAC Layer hingga physicalchannel.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SIMULASI. Pada saat menjalankan simulasi ini ada beberapa parameter yang ada dalam

PERBANDINGAN PENGARUH BANDWIDTH REQUEST WIMAX TERHADAP KUALITAS TRANSMISI VIDEO

1 BAB I PENDAHULUAN. Long Term Evolution (LTE) menjadi fokus utama pengembangan dalam bidang

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari seiring dengan perkembangan teknologi aksesnya pada perangkat

BAB IV IMPLEMENTASI DAN SIMULATION PADA WIMAX MENGGUNAKAN OPNET MODELER 14.5

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Jaringan sensor nirkabel (wireless sensor network) terdiri atas sejumlah besar

ANALISIS KINERJA JARINGAN MULTIPROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) UNTUK LAYANAN VIDEO STREAMING


Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle

BAB IV HASIL DAN EVALUASI. QoS, yaitu : pengujian terhadap Delay, pengujian terhadap Jitter, pengujian

Analisa Kualitas Aplikasi Multimedia pada Jaringan Mobile IP Versi 6

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin pesat dan kebutuhan akses data melahirkan salah satu jenis

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

AS IR O R U O TI U N TI G P AD

Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

Studi Kinerja Multipath AODV dengan Menggunakan Network simulator 2 (NS-2)

Transkripsi:

BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Perancangan Alur Penelitian Untuk mencapai tujuan dari penelitian, perancangan alur penelitian dilakukan sesuai alur pada Gambar 3.1. Perancangan terlebih dahulu melakukan instalasi simulator yang digunakan, yaitu network simulator NS-2 pada system operasi berbasis Ubuntu. Modul TCP merupakan modul internal NS-2. Langkah selanjutnya melakukan implementasi perancangan sistem. Implementasi perancangan sistem yang dilakukan meliputi implementasi pengaturan kapasitas link, implementasi pengaturan subsciber station, dan implementasi perhitungan delay, packet loss dan jitter.untuk menguji penggunaan trafik multimedia seperti video pada modul NS-2, maka piranti lunak evaluasi video Evalvid diintegrasikan ke NS-2. Mulai Instalasi NS-2 dan Evalvid Modifikasi Acknowledgement Implementasi Pengaturan Kapasitas Link Pengambilan Data Simulasi Implementasi Perhitungan Delay, Paket Loss dan Jitter Selesai Gambar 3.1 Alur Penelitian

Evaluasi dilaksanakan sebelum dilakukan pengaturan kapasitas link dan sesudah dilakukan pengaturan kapasitas link, sehingga dapat diketahui pengaruh perubahan bandwidth jalur alternatif terhadap trafik yang mengalir. 3.2 Diagram Blok Sistem yang Dievalusi di Simulator NS-2 Trafik Generator Evalvid Rekonstruksi Trafik Evalvid Analisis TCP TCP sink Scheduler Scheduler Medium Access MAC Medium Access Model Routing Fisik Fisik Model Antrian Gambar 3.2 diagram blok proses. Sistem yang disimulasikan dikonfigurasikan di file TCL, berisi trafik yang digunakan dan konfigurasi jaringan, transport layer TCP sebegai pengirim data dan TCP link penerima sekaligus pengirim ACK. Kejadian pengiriman data dilakukan sesuai jadwal di scheduler, sementara MAC serta FISIK yang digunakan disesuaikan dengan jaringan yang dipilih. 3.3 Spesifikasi Perangkat Penelitian Adapun spesifikasi perangkat penelitian yang digunakan untuk melakukan simulasi adalah :

a. Perangkat keras: perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan simulasi pada Tugas Akhir ini adalah satu buah note book ASUS dengan spesifikasi processor Intel core 2 duo processor (2,0GHz,2MB L2 cache), memory 2 GB DDR2, hardisk: 320 GB HDD. b. Perangkat lunak: spesifikasi perangkat lunak yang digunakan adalah sistem operasi Ubuntu 14.04 LTS, Network simulator NS-2.35, modul ACK, dan modul Evalvid. 3.4 Konfigurasi Network Simulator NS-2 Simulasi berisikan 22 node seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1. Node yang dievaluasi adalah node 9 yang diatur sebagai pengirim. Sementara node 8 diatur sebagai penerima. Setiap link diatur memeiliki bandwidth 1.5 sampai 5 MBps dengan delay 2 to 10 ms. Sementara link acknowledgement diatur memliki bandwidth 0,1 sampai 1,5 MBps. 3.5 Spesifikasi Trafik Simulasi Adapun spesifikasi trafik video yang digunakan pada simulasi ditunjukkan pada Tabel 3.1, dimana kecepatan video memiliki bit rate:147237600. Video memiliki kecepatan frame 30 frame setiap detik dengan codec mpeg4 berframe IPP. Tabel 3.1Spesifikasi Trafik Video Parameter Nama video Kecepatan frame (frame per second) Tipe frame Codec bit rate (bit per detik) Ukuran paket Keterangan akiyo_cif.yuv 30 fps IPP MPEG4 615542, 595531, 574739, 561319, 554468 1024 Byte

3.6 Parameter Evaluasi 3.6.1 Packet Loss Packet loss adalah perbandingan jumlah paket yang hilang dengan seluruh paket yang dikirimkan. Salah satu penyebab packet loss adalah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node. Persamaan 3.1 merupakan formula untuk mencari packet loss [6]. dddddddd yyyyyyyy dddddddddddddd pppppppppp dddddddd yyyyyyyy dddddddddddddddd PPPPPPPPPPPP llllllll = xx 100% (3.1) pppppppppp dddddddd yyyyyyyy dddddddddddddd 3.6.2 Delay Delay merupakan total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari titik asal ke tujuan. End-to-end delay dapat disebabkan adanya delay propagasi melalui media transmisi, delay serialisasi atau sinkronisasi, delay pemrosesan (coding, compression, decompression dan decoding), delay antrian, dan delay paket. Persamaan 3.2 menunjukkan cara mencari nilai delay[6]. RRRRRRRR rrrrrrrr dddddddddd = TTTTTTTTTT dddddddddd TTTTTTTTTT pppppppppp yyyyyyyy dddddddddddddddd (3.2) 3.6.3 Jitter Jitter merupakan standar deviasi pada tiap delay yang terjadi pada pengiriman paket data dalam jaringan. Perhitungan jitter disini merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas jaringan. Persamaan 3.3 menunjukkan cara mencari nilai jitter [7]. RRRRRRRR rraaaaaa jjjjjjjjjjjj = tttttttttt vvvvvvvvvvvvvv dddddddddd tttttttttt pppppppppp yyyyyyyy dddddddddddddddd (3.3) 3.7 Langkah Pelaksanaan Simulasi Setelah melakukan proses konfigurasi modul NS-2, tahap selanjutnya adalah melakukan simulasi. Urutan simulasi ditunjukkan pada Gambar 3.3.

Mulai Setting Kanal Uplink di Script TCL Setting Bit Rate Video Jalankan Simulasi Rekam Hasil Output Apakah Semua Pengaturan Kapasitas Link Sudah Disimulasikan Analisis Nilai Delay, Paket Loss dan Jitter Dalam bentuk Grafik NO YES Tampilkan Nilai Delay, Paket Loss dan Jitter Dalam Bentuk Grafik Selesai Gambar 3.3 Urutan Langkah Simulasi Setelah melakukan proses konfigurasi modul NS-2, selanjutnya adalah melakukan pengaturan kapasitas link pada Script TCL. Kemudian melakukan pengaturan bit rate pada setting bit rate video, tahap selanjutnya adalah melakukan simulasi.

BAB IV HASIL SIMULASI DAN ANALISIS DATA 4.1 Umum Bab ini menganalisis output yang dihasilkan pada simulasiuntuk mengetahui pengaruh yang terjadi karena perubahan beberapa parameter. Parameter kinerja yang diperoleh antara lain delay, packet loss, Jitter pada video. 4.2 Hasil Pengujian 4.2.1 Delay Transmisi Delay transmisi adalah waktu tunda yang dialami paket data dari proses kirim ke proses terima.dengan mengambil nilai kapasitas linkdan subscriber stationsebesar 0,1 MBps sampai dengan 1,5 MBps serta dilakukan 15 kali percobaan maka dihasilkan nilai rata-rata delay transmisi untuk semua subscriber station yang ditunjukan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Hasil pengujian rata-rata delay transmisi KapasitasLink (MBps) Video 1 Video 2 Video 3 Video 4 Video 5 0,1 0,147221 0,150317 0,145174 0,146982 0,143449 0,2 0,151498 0,150779 0,147838 0,148281 0,145004 0,3 0,150017 0,148783 0,146354 0,146234 0,147238 0,4 0,147372 0,150015 0,147763 0,148762 0,145303 0,5 0,149103 0,150411 0,147815 0,147666 0,142863 0,6 0,146684 0,149184 0,148175 0,149182 0,144460 0,7 0,150763 0,151261 0,147867 0,144434 0,146277 0,8 0,149802 0,150886 0,147339 0,143792 0,142749 0,9 0,150653 0,151330 0,146546 0,151243 0,143811 1 0,149604 0,150665 0,151417 0,149311 0,143424 1,1 0,149624 0,150120 0,147282 0,148434 0,142500 1,2 0,149638 0,150143 0,147253 0,147892 0,142985 1,3 0,149785 0,150014 0,147682 0,149525 0,143475 1,4 0,148260 0,151027 0,147392 0,148364 0,143351 1,5 0,150101 0,150544 0,147402 0,147005 0,143396

Gambar 4.1 menunjukkan perubahan rata-rata delaytransmisi pada video dengan bit rate615542 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaidelay transmisi tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000569. Sementara data dari Tabel 4.1 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1 MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5 MBps) berkisar 1,95%. 0,200000 y = 0,000569x + 0,148887 R² = 0,033895 Delay 0,150000 0,050000 0,000000 delay Linear (delay) Gambar 4.1 Grafik rata-rata delaytransmisi pada video 1. Gambar 4.2menunjukkan perubahan rata-rata delaytransmisi pada video dengan bit rate595531 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaidelay transmisi tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000425. Sementara data dari Tabel 4.2 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 0,15%. 0,200000 y = 0,000425x + 0,150025 R² = 0,072366 Delay 0,150000 0,050000 0,000000 Gambar 4.2 Grafik rata-rata delaytransmisi pada video 2. delay Linear (delay)

Gambar 4.3menunjukkan perubahan rata-rata delaytransmisi pada video dengan bit rate574739 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaidelay transmisi tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000753. Sementara data dari Tabel 4.3 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 1,5%. Delay 0,200000 0,150000 0,050000 0,000000 y = 0,000753x + 0,146951 R² = 0,066154 Gambar 4.3 Grafik rata-rata delaytransmisi pada video 3. delay Linear Gambar 4.4menunjukkan perubahan rata-rata delaytransmisi pada video dengan bit rate561319 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaidelay transmisi tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000. Sementara data dari Tabel 4.4 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 0,015%. Delay 0,250000 0,200000 0,150000 0,050000 0,000000 y = 0,000x + 0,147 R² = 0,036 Gambar 4.4 Grafik rata-rata delaytransmisi pada video 4. delay Linear

Gambar 4.5menunjukkan perubahan rata-rata delaytransmisi pada video dengan bit rate554468 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaidelay transmisi tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,001571. Sementara data dari Tabel 4.5 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar -0,036%. Delay 0,200000 0,180000 0,160000 0,140000 0,120000 0,080000 0,060000 0,040000 0,020000 0,000000 y = -0,001571x + 0,145276 R² = 0,261383 Gambar 4.5 Grafik rata-rata delaytransmisi pada video 5. delay Linear (delay) 4.2.2 Paket Loss Packet Lossadalah waktu jumlah paket data yang hilang saat proses transmisi yang dialami paket data dari proses kirim ke proses terima.dengan mengambil nilai kapasitas linkdan subscriber stationsebesar 0,1 MBps sampai dengan 1,5 MBps serta dilakukan 15 kali percobaan maka dihasilkan nilai ratarata Packet Lossuntuk semua subscriber station yang ditunjukan pada Tabel 4.2. Kapasitas Link (MBps) Tabel 4.2 Hasil pengujian rata-rata packet loss Video 1 Video 2 Video 3 Video 4 (%) (%) (%) (%) Video 5 (%) 0,1 0,987578 0,986022 0,979415 0,979661 0,987327 0,2 0,983505 0,995657 0,989059 0,986348 0,977195 0,3 0,987578 0,991351 0,986900 0,984109 0,981672

0,4 0,991684 0,981799 0,984749 0,971973 0,987327 0,5 0,989627 0,978655 0,979415 0,979661 1,217640 0,6 0,989627 0,979701 0,986900 0,980769 0,986191 0,7 0,978462 0,992424 0,979415 0,986348 0,985057 0,8 0,987578 0,990281 0,985823 0,987472 0,980549 0,9 0,987578 0,994577 0,987978 0,980769 0,985057 1 0,986556 0,984962 0,989547 0,986348 0,986191 1,1 0,986556 0,977612 0,984749 0,978555 0,987327 1,2 0,986556 0,977612 0,984749 0,981880 0,987327 1,3 0,984520 0,975532 0,985823 0,977452 0,985057 1,4 0,985537 0,986022 0,981542 0,981880 0,976082 1,5 0,988601 0,986022 0,981542 0,979661 0,976082 Gambar 4.6menunjukkan perubahan rata-rata packet losspada video dengan bit rate615542 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaipacket loss tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,000810. Sementara data dari Tabel 4.6 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 1,03%. Paket Loss (%) 1,500000 1,300000 1,100000 0,900000 0,700000 0,500000 0,300000 () y = -0,000810x + 0,987417 R² = 0,013826 Kapasitas Link MBps Gambar 4.6 Grafik rata-rata packet losspada video 1. paket loss

Gambar 4.7menunjukkan perubahan rata-rata packet losspada video dengan bit rate595531 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaipacket loss tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,005147. Sementara data dari Tabel 4.7 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 0%. y = -0,005147x + 0,989333 R² = 0,121898 Paket Loss (%) 1,900000 1,700000 1,500000 1,300000 1,100000 0,900000 0,700000 0,500000 0,300000 () Gambar 4.7 Grafik rata-rata packet losspada video 2. paket loss Gambar 4.8menunjukkan perubahan rata-rata packet losspada video dengan bit rate574739 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaipacket loss tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,000205. Sementara data dari Tabel 4.8 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 2,1%. Paket Loss (%) 1,500000 1,300000 1,100000 0,900000 0,700000 0,500000 0,300000 () y = -0,000205x + 0,984671 R² = 0,000697 paket loss Gambar 4.8 Grafik rata-rata packet losspada video 3.

Gambar 4.9menunjukkan perubahan rata-rata packet losspada video dengan bit rate561319 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaipacket loss tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,000650. Sementara data dari Tabel 4.9 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 0%. Paket Loss (%) 1,500000 1,300000 1,100000 0,900000 0,700000 0,500000 0,300000 () y = -0,000650x + 0,982046 R² = 0,004926 Gambar 4.9 Grafik rata-rata packet losspada video 4. paket loss Gambar 4.10menunjukkan perubahan rata-rata packet losspada video dengan bit rate554468 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaipacket loss tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,027122. Sementara data dari Tabel 4.10 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 11%. Paket Loss (%) 2,500000 2,000000 1,500000 1,000000 0,500000 0,000000 y = -0,027122x + 1,020770 R² = 0,040050 Gambar 4.10 Grafik rata-rata packet losspada video 5. paket loss

4.2.3 Jitter jitteradalah standar deviasi pada tiap delay yang terjadi pada paket data dari proses kirim ke proses terima.dengan mengambil nilai kapasitas linkdan subscriber stationsebesar 0,1 MBps sampai dengan 1,5 MBps serta dilakukan 15 kali percobaan maka dihasilkan nilai rata-rata Jitteruntuk semua subscriber station yang ditunjukan pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Hasil pengujian rata-rata jitter kapasitas link (MBps) Video 1 Video 2 Video 3 Video 4 Video 5 0,1 0,0121425 0,01189 0,0123273 0,0127609 0,012688 0,2 0,0121345 0,0106822 0,0118467 0,0122883 0,0135135 0,3 0,012006 0,0113463 0,0121502 0,0123786 0,0127982 0,4 0,0120656 0,0122096 0,0116415 0,0130029 0,0125134 0,5 0,0121484 0,012604 0,0124158 0,0125893 0,0108908 0,6 0,0124074 0,0124298 0,0118921 0,0128287 0,0126318 0,7 0,0126735 0,0112455 0,012573 0,0125419 0,012467 0,8 0,0120326 0,0113865 0,0119168 0,0124664 0,0129933 0,9 0,0121245 0,0110492 0,0118831 0,0125025 0,0126854 1,0 0,0121632 0,0117244 0,0197051 0,0122786 0,0126326 1,1 0,0121659 0,0123677 0,0213006 0,0127846 0,0128356 1,2 0,0121614 0,0123529 0,0121004 0,0125915 0,0128367 1,3 0,0124519 0,0126949 0,0119941 0,0125543 0,0127206 1,4 0,0123626 0,0116818 0,0123883 0,0123075 0,0134343 1,5 0,0119345 0,0116249 0,0123858 0,0124654 0,0134284. Gambar 4.11 menunjukkan perubahan rata-rata jitter pada video dengan bit rate615542 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaijitter tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000055. Sementara data dari Tabel 4.11 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 1,71%.

Jitter 0,1 0,08 0,06 0,04 0,02 0 y = 0,000055x + 0,012154 R² = 0,015939 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 Gambar 4.11 Grafik rata-ratajitterpada video 1. Jitter Linear (Jitter) Gambar 4.12 menunjukkan perubahan rata-rata jitter pada video dengan bit rate595531 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaijitter tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000327. Sementara data dari Tabel 4.12 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 2,22%. Jitter 0,1 0,09 0,08 0,07 0,06 0,05 0,04 0,03 0,02 0,01 0 y = 0,000327x + 0,011558 R² = 0,057520 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 Gambar 4.12 Grafik rata-ratajitterpada video 2. jitter Linear (jitter) Gambar 4.13 menunjukkan perubahan rata-rata jitter pada video dengan bit rate574739 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaijitter tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,001654. Sementara data dari Tabel 4.13 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 4,74%.

Jitter 0,4 0,35 0,3 0,25 0,2 0,15 0,1 0,05 0 y = 0,001654x + 0,011912 R² = 0,061693 0,0 0,5 Kapasitas 1,0 Link (MBps) 1,5 2,0 Gambar 4.13 Grafik rata-ratajitterpada video 3. jitter Gambar 4.14 menunjukkan perubahan rata-rata jitter pada video dengan bit rate561319 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaijitter tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu -0,000117. Sementara data dari Tabel 4.14 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 2,31%. Jitter 0,05 0,045 0,04 0,035 0,03 0,025 0,02 0,015 0,01 0,005 0 y = -0,000117x + 0,012650 R² = 0,060601 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 Gambar 4.14 Grafik rata-ratajitterpada video 4. jitter Linear (jitter) Gambar 4.15 menunjukkan perubahan rata-rata jitter pada video dengan bit rate554468 Bps. Dari grafik terlihat bahwa nilaijitter tidak jauh berubah. Analisis tren linier menunjukkan slop perubahan dengan gradien sangat kecil yaitu 0,000417. Sementara data dari Tabel 4.15 menunjukkan perubahan data awal (bandwidth 0,1MBps) ke data akhir (bandwidth 1,5MBps) berkisar 5,83%.

Jitter 0,05 0,045 0,04 0,035 0,03 0,025 0,02 0,015 0,01 0,005 0 y = 0,000417x + 0,012405 R² = 0,093233 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 Gambar 4.15 Grafik rata-ratajitterpada video 5. jitter Linear (jitter)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Adapun beberapa kesimpulan dari pembahasan pada Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut. 1. Peningkatan kapasitas link alternatif mempengaruhi karakteristik delay, packet loss dan jitter. 2. Rata-rata delay pada saat dilakukan pengaturan kapasitas link turun sebesar sebesar 0,104%. Rata-rata packet loss pada saat dilakukan pengaturan kapasitas link turun sebesar 7,243%. Dan untuk rata-rata jitter pada saat dilakukan pengaturan kapasitas link turun sebesar 1,64%. 5.2 Saran Adapun saran dari Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut. 1. Pengaturan kapasitas link yang lain dapat diuji dengan menggunakan jaringan nyata. 2. Pengaruh penggunaan link alternatif dapat ditinjau dari sisi kenaikan biaya untuk memperoleh tradeoff penggunaannya.