BAB 11 LIBERTY MUTUAL TABLES LIFTING LOWER TASKS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 13 LIBERTY MUTUAL TABLES CARRYING LOWER TASKS

BAB 2. REVISED NIOSH LIFTING EQUATION

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

BAB 9. 2D BIOMECHANICS

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis Beban Kerja dengan Menggunakan Metode Recommended Weight Limit (RWL) di PT. Indah Kiat Pulp and Paper. Tbk

KAPASITAS ANGKAT BEBAN UNTUK PEKERJA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Demikian juga dalam dunia industri, penggunaan teknologi atau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAMPIRAN 1. MODUL VI KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) (Sekarang)

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan manual material handling. Manual material handling didefinisikan

BAB I PENDAHULUAN. tergantung dari jenis produksi, teknologi yang dipakai, bahan yang digunakan,

Ada yang pernah tau tentang Niosh Lifting Equation??? Disini saya mencoba menulis gambaran tentang Niosh Lifting Equation (NLE).

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN I-1

Analisa Beban Kerja Pekerja Tahapan Pengemasan Unit Padatan PT Petrosida Gresik dengan Metode Recommeded Weight Limit (RWL)

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

PERHITUNGAN ENERGI EXPENDITUR, KONSUMSI ENERGI DAN PENILAIAN BEBAN KERJA PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 8. AAMA METABOLIC

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

BAB I PENDAHULUAN. Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam

sekarang maupun berat beban yang ada pada usulan dapat dikatakan diterima karena berada dibawah nilai berat beban maksimum yang diperbolehkan. c.

BAB I PENDAHULUAN. terutama kegiatan penanganan material secara manual (Manual Material

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

I. PENDAHULUAN. Kata Kunci Biomekanika, Loading, Low Back Pain, L5/S1 Disc Compression, Manual Material Handling

Perbaikan Postur Kerja dengan Pendekatan Metode RULA dan NIOSH di Bagian Produksi Mixer

Sem inar N asional W aluyo Jatm iko II F TI U P N V eteran Jaw a Tim ur ANALISIS PEMINDAHAN MATERIAL DENGAN PENDEKATAN RECOMMENDED WEIGHT LIMIT

PERANCANGAN ALAT BANTU PEMINDAHAN GALON AIR MINERAL (STUDI KASUS: DEPOT AIR MINERAL PEKANBARU)

NIOSH Work Practices Guide for Manual Lifting. Ir. MUH. ARIF LATAR, MSc

DESAIN STASIUN KERJA

ANALISIS SIKAP KERJA OPERATOR PENGISIAN BOTOL LITHOS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RECOMMENDED WEIGHT LIMIT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Gambar 3.1 Metodologi Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kata yunani yaitu Ergo yang berarti kerja dan Nomos yang berarti hukum.

Desain Troli Ergonomis sebagai Alat Angkut Gas LPG

ANALISA BEBAN KERJA PADA OPERATOR VISUAL DENGAN PENDEKATAN RECOMMENDED WEIGHT LIMIT (RWL) DI PT. JAPPRO BATAM

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

Ergonomi dan K3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FTP UB 2016

TEKNIK TATA CARA KERJA MODUL SISTEM MANUSIA MESIN

ABSTRAK. vii Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

TUGAS AKHIR ANALISA AKTIVITAS KERJA FISIK DENGAN METODE STRAIN INDEX (SI)

METHOD ENGINEERING & ANTROPOMETRI PERTEMUAN #10 TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA

PERBAIKAN WORKSTATION DI PT. YUSHIRO INDONESIA UNTUK MENGURANGI RESIKO KELUHAN MUSKULOSKELETAL

ANALISIS MANUAL MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN NIOSH EQUATION

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Oleh: DWI APRILIYANI ( )

PENENTUAN MAXIMUM ACCEPTABLE WEIHGHT LIMIT (MAWL) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FISIOLOGI

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

PENGEMBANGAN PRODUK BERBASIS ANTHROPOMETRI

BAB 6 KESIMPULAN 6.1. Kesimpulan

ANTROPOMETRI. Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI

BIOMEKANIKA PERTEMUAN #14 TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA

IMPLEMENTASI CATIA V5R20 UNTUK PERBAIKAN POSTUR PEKERJA WAREHOUSE LOGISTIC DI PERUSAHAAN X

Evaluasi Postur Kerja Operator Pengangkatan Pada Distributor Minuman Kemasan ABSTRAK

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Dian Kemala Putri Bahan Ajar : Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi Teknik Industri Universitas Gunadarma

Bab IV Data dan Pembahasan

ANTROPOMETRI TEKNIK TATA CARA KERJA PROGRAM KEAHLIAN PERENCANAAN PRODUKSI MANUFAKTUR DAN JASA

Antiremed Kelas 10 Fisika

ANALISIS POSTUR DAN GERAKAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OCCUPATIONAL REPETITIVE ACTION

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

MUSCULOSKELETAL DISORDERS. dr.fauziah Elytha,MSc

III. TINJAUAN PUSTAKA

Rekomendasi Teknis Pengangkatan Material dan Waktu Istirahat pada Aktivitas Angkat-Angkut Tradisional Wanita Madura

Antiremed Kelas 10 Fisika

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu

KAJIAN ANTROPOMETRI: EVALUASI DESAIN PERABOT RUANG BACA UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

RANCANG ULANG WHEELBARROW YANG ERGONOMIS DAN EKONOMIS

Usulan Desain Proses Pengangkatan Sari Kedelai ke Penyaringan (Studi Kasus Pabrik Tahu di Batam)

ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL MATERIAL HANDLING DENGAN METODE OVAKO WORKING ANALISIS SYSTEM (OWAS) PADA HOME INDUSTRI MAWAR

BAB I PENDAHULUAN. dengan pekerjaan manual handling. Suatu hal yang sangat beralasan,

TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE OWAS DAN ANALISIS KONSUMSI ENERGI PADA PROSES PERONTOKAN PADI

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA POSTUR KERJA TERHADAP AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN METODE OWAS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 UU Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja) (Kuswana,W.S, 2014).

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT SANTOS JAYA ABADI. Oleh: Verawati Hartanto NRP : Bintang Mahardika NRP :

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB 11 LIBERTY MUTUAL TABLES LIFTING LOWER TASKS Manual material handling (MMH) merupakan penyebab utama dari low back pain dan cedera akibat dari pekerjaan yang terlalu berat dalam dunia industri. Pada banyak kasus, cedera ini berakibat kelumpuhan permanent, sebagian, atau total. Kebanyakan cedera ini muncul akibat job energy requerment (JER) yang melebihi physical work capacity (PWC). Dalam usaha untuk melakukan control, termasuk program baik untuk pekerja dan pekerjaan, cedera tulang belakang yang terkait dengan kerja masih mempunyai proposi yang cukup signifikan terhadap penderitaan dan biaya yang ditimbulkan. Empat pendekatan utama dalam perancangan pekerjaan manual material handling, yaitu : Pendekatan Epidemiological Metode ini memperhatikan indentifikasi dari kecelakaan, distribusi, dan potensial control untuk cedera pada suatu populasi. Pendekatan Biomechanical Metode ini memperkirakan kapabilitas fisik individu dengan kebutuhan fisik pekerjaan yang dibutuhkan. Pendekatan Physiological Metode ini memperkirakan metabolisme tubuh manusia dan respon pernafasan pada beban yang bervariasi. Pendekatan Psychophysical Metode ini memperkirakan kemampuan manusia dalam menerima rasa sakit atau tidak nyaman dalam kondisi di bawah normal. Pendekatan Psychophysical merupakan hasil studi dalam pekerjaan manual material handling secara langsung. Pendekatan ini dirancang untuk menkuantifikasi toleransi subjektif manusiaterhadap stress yang diakibatkan oleh pekerjaan manual material handling. Beban maksimum yang diizinkan untuk pekerjaan pengangkatan manual dapat ditentukan dengan metode ini. 64

TAMPILAN APLIKASI Estimasi kasar dari berat maksimum yang diizinkan untuk tugas-tugas pengangkatan. Metode ini dapat diterapkan untuk tugas pengangkatan yang tidak menggunakan teknik khusus. Metode ini dapat diterapkan untuk pekerjaan dengan frekuensi kurang dari atau sana dengan 4.3 pengangkatan per menit. Menetapkan lifting standards bersama dengan pendekatan epidemiological, biomechanical, and physiological. ASUMSI Asumsi Karakteristik Pekerjaan Berat maksimum yang diizinkan tugas mengangkat atau menurunkan beban didasarkan pada letak pegangan (handle) yang berada di tengah dimensi lebar objek. Tugas mengangkat atau menurunkan beban merupakan pekerjaan dinamik pada suatu jarak vertical. Adanya sudut perputaran yang terlibat pada lifting or lowering task yang sebenarnya. Data yang diberikan pada table merupakan berat beban maksimum yang diizinkan untuk tugas mengangkat atau menurunkan beban secara individual. 65

Frekuensi dari pekerjaan yang dilakukan rendah (4.3 pengangkatan per menit atau kurang). Pekerjaan dilakukan oleh pekerja industri. Pekerjaan didasarkan pada penanganan boks dengan menggunakan pegangan (handle). Lebar objek (dimensi yang paling jauh dari tubuh) adalah 34, 49, atau 75 cm. Jarak vertical pekerjaan adalah 25, 51, atau 76 meter. Frekuensi pekerjaan setiap 5 detik, 9 detik, 14 detik, 1 menit, 2 menit, 5 menit, 30 menit, atau 8 jam. Lift range terdiri atas : dari lantai ke tinggi buku jari, dari tinggi bahu ke tinggi buku jari, dan dari jangkauan tangan ke tinggi bahu. Asumsi Subjek Subjek merupakan pekerja industri. Asumsi Pakaian yang Dikenakan Variasi dari temperature tubuh yang diakibatkan dari perbedan tipe pakaian dikontrol dengan cara memakaikan setelan katun pada sekujur tubuh subjek. Asumsi Posisi Tubuh Pekerjaan mengangkat atau menurunkan beban tidak dilakukan dengan teknik tertentu. DEFINISI ISTILAH Strength Kekuatan maksimum yang dapat dikeluarkan seorang individu secara sukarela dalam sekali percobaan. Capacity Pengulangan pengerahan dalam satu periode waktu tertentu tanpa merasakan kelelahan. Frequency Nilai rata-rata pengangkutan per menit. Box Width Dimensi boks yang terjauh dari tubuh (cm). Distance Jarak vertical pengangkutan (meter). Percentile Percentil dari populasi pekerja industri. Knuckle height Jarak dari lantai ke tinggi buku jari. Shoulder height Jarak dari lantai ke tinggi bahu. Arm reach Jarak vertical ujung jari dalam keadaan menggapai. 66

INTERPRETASI Pendekatan phsychophysical menyediakan metode dengan mengestimasi kombinasi efek dari stress akibat beban biomekanika dan psikologi pada manual lifting or lowering tasks. Karena hasil yang didapat didasarkan pada laporan dari subjek sendiri, maka batas beban yang dihasilkan bias berbeda dari batas beban yang sebenarnya diizinkan, maka Pendekatan phsychophysical bisa menjadi tidak valid untuk semua kombinasi variable pekerjaan. Contohnya, kebanyakan data mengidintifikasikan bahwa Pendekatan phsychophysical meremehkan kapasitas pekerja untuk pekerjaan berfrekuensi tinggi (> 6 pengangkutan per menit) (Snook, 1983). Berdasarkan dari percobaan ini, ukuran (khususnya lebar), jarak, tinggi, dan frekuensi merupakan variable yang signifikan untuk menentukan batas beban yang diizinkan dalam tugas mengangkat atau menurunkan beban secara manual. Mengacu pada data yang ada pada table Liberty Mutual, dapat disimpulkan bahwa : Metodologi phsychophysical cocok digunakan untuk menentukan berat beban maksimum yang diizinkan untuk pekerjaan yang berfrekuensi 4.3 pengangkutan / menit atau kurang. Catatan : 94% dari industri lifting tasks dilakukan pada frekuensi 4.3 pengangkutan / menit atau kurang (Liberty Mutual Insurance Company 1989, unpublished results). Berat beban maksimum yang diizinkan menurun seiring dengan penambahan frekuensi. Berat beban maksimum yang diizinkan untuk subjek perempuan lebih rendah tetapi proposional terhadap berat beban maksimum yang diizinkan untuk subjek laki-laki. Berat beban maksimum yang diizinkan tidak menurun secara signifikan dalam durasi kerja 4 jam. Saat tugas pengangkutan atau penurunan beban dilakukan dengan penambahan jangkauan horizontal (kira-kira 480 mm), akan terdapat penurunan yang konsisten pada berat beban yang diizinkan saat dibandingkan dengan tugas pengangkutan atau penurunan beban dilakukan dekat dengan tubuh. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada berat beban maksimum yang diizinkan antara tugas mengangkat dengan tugas menurunkan beban. Pada umumnya, berat beban yang diizinkan untuk tugas penurunan lebih besar daripada tugas pengangkutan beban. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada berat beban maksimum yang diizinkan terkait dengan besar boks yang digunakan. Terdapat perbedan beban yang sigifikan pada lebar objek, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada panjang objek. 67

Perbedaan performansi antargender akan lebih terlihat pada tugas mengangkat atau menurunkan beban dibandingkan pada tugas mendorong atau menarik beban. Perbedaan gender akan lebih terlihat untuk pekerjaan dengan kecepatan rendah. Efek dari variable lain, seperti : ukuran dan kepadatan dari objek yang dibawa perlu diketahui untuk masa yang akan datang; karena itu perlu diperhatikan pengaplikasian data-data tersebut. Pendekatan ini dapat diterapkan bersama dengan pendekatan lain yang telah diterangkan sebelumnya (epidemiological, biomechanical, physiological) untuk menghasilkan suatu carrying standards. Karena adanya variasi yang besar dari kapabilitas dari manusia, maka hanya menerapkan metode phsychophysical untuk menentukan manual handling tasks tidak dianjurkan. Berdasarkan dari hasil studi Liberty Mutual, Metodologi phsychophysical cocok untuk menentukan berat maksimum beban yang diizinkan pada pekerjaan yang berfrekuensi rendah. Tabel ini berfungsi untuk mambantu dunia industri untuk mengevaluasi dan mendesain manual handling tasks dan berkonstribusi dalam pengurangan cacat akibat low back pain. Selain itu juga dapat mengevaluasi pekerja cacat dalam rehabilitasi yang sedang bersiap kembali bekerja. REKOMENDASI RANCANGAN ULANG PEKERJAAN Jika berat beban melebihi berat maksimum yang diizinkan, maka rekomendasikan hal-hal berikut : Kurangi lebar objek dan jarak vertical. Hal ini dapat dicapai dengan memposisikan seluruh pekerjaan yang dilakukan mudah dijangkau, menghindari pekerjaan mengangkat dari lantai, meminimasi jarak vertical, menggunakan pallet, dll. Kurangi frekuensi pekerjaan. Jika hal di atas tidak dapat dijalankan, kendali administrative lainnya dapat diterapkan seperti : job rotation dan memperlambat langkah kerja. 68