6. PEMBAHASAN 6.1 Metode pembuatan perahu FRP

dokumen-dokumen yang mirip
5 HASIL DAN PEMBAHASAN

4. HASIL PENELITIAN 4.1 Teknologi Pembuatan Perahu Cadik Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) Metode pembuatan perahu dan tahapan kerja

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2 Peralatan Penelitian 3.3 Metode Penelitian 3.4 Pengumpulan Data

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN

Lampiran 1 Tiga kapal kayu yang menjadi objek penelitian 1) Kapal 1. 2) Kapal 2. 3) Kapal 3

LAMINASI FIBERGLASS SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MELINDUNGI KONSTRUKSI LAMBUNG KAPAL KAYU

6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI

5 PEMBAHASAN 5.1 Desain Perahu Katamaran General arrangement (GA)

dua komponen pokok yaitu Glass reinforcement dan Polyester resin yang kemudian digabung, Formula FRP pada dasarnya terdiri dari :

BAB IV METODE PENELITIAN. dan data yang diperoleh. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yaitu

PEMBUATAN PETI/PALKA BERINSULASI

MATERI 7 ASPEK EKONOMI FINANSIAL

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

PENGUJIAN AWAL KONSTRUKSI FIBERGLASS PADA LAMBUNG KAPAL BOAT SESUAI STANDAR

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

MODIFIKASI SPION MOBIL OPEL BLAZER

2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapal Perikanan

BAB I PENDAHULUAN. beton yang demikian memerlukan perkuatan. FRP (Fiber Reinforced Polymer). FRP adalah jenis material yang ringan,

ANALISA PENGARUH KETEBALAN INTI (CORE) TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SANDWICH

Bab XII. Spesifikasi Teknis dan Gambar

PENGARUH PENAMBAHAN PROSENTASE FRAKSI VOLUME HOLLOW GLASS MICROSPHERE KOMPOSIT HIBRIDA SANDWICH TERHADAP KARAKTERISTIK TARIK DAN BENDING

KAJIAN KONSTRUKSI FIBERGLASS SEBAGAI LAMINASI PADA LAMBUNG KAPAL BOAT SESUAI STANDAR A

ASPEK KEUANGAN UNTUK BISNIS AWAL

2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kapal Perikanan 2.2 Komponen Biaya Produksi Kapal Perikanan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

VIII. ANALISIS FINANSIAL

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( X Print) G 25

VIII. ANALISIS FINANSIAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Plastik sangat penting dalam kehidupan sehari hari, alasanya begitu luasnya penggunaan plastik secara industri

Bahan yang digunakan pada pembuatan panel kayu sengon laut ini adalah:

Analisis Finansial Usaha Perikanan Tangkap Pancing Ulur (Hand Line) Pulau Dudepo Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara

APPLIED LAMINATION FIBERGLASS TO PROTECT AND MAINTENANCE WOOD FISHING VESSEL

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang

ANALISIS BIAYA DAN NILAI EKONOMIS PRODUKSI KRIPIK SINGKONG PETANI SINGKONG GAJAH KECAMATAN RANTAU PULUNG KUTAI TIMUR

ANALISIS PRODUKSI KAPAL PERIKANAN BERBAHAN DASAR KAYU DAN FIBERGLASS KHAERUL ANWAR

Lampiran 2 Hasil kegiatan pembuatan mold/cetakan perahu

MODIFIKASI DAN PEMBUATAN TUTUP VELG OPEL BLAZER DOHC LT

Bab XIII STUDI KELAYAKAN

BAB 5 ANALISIS KEUANGAN

PROSES PEMBUATAN KAPAL FRP BERKAPASITAS 14 M BAGI NELAYAN DI KABUPATEN BENGKALIS

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

Selesai. Merangkai alat

Studi Teknis Ekonomis Pengaruh Variasi Sambungan Terhadap Kekuatan Konstruksi Lunas, Gading dan Balok Geladak Berbahan Bambu Laminasi

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA BAKMI DKI CABANG ROSLIANA. : Yuli Setia Ningsih :

3 METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian

II. BAHAN DAN METODE

Analisis Teknis dan Ekonomis Pembangunan Kapal Ikan 30GT Konstruksi FRP Metode Vacuum Infusion

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Konsep rancangan. Perancangan pembuatan bumper. Pencetakan produk dan moulding bumper kijang innova (V-2005)

BAB II. STUDI PUSTAKA

PRESENTASI TUGAS AKHIR PENGARUH SIFAT MEKANIK TERHADAP PENAMBAHAN BUBBLE GLASS, CHOPPED STRAND MAT DAN WOVEN ROVING PADA KOMPOSIT BENTUK POROS

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Identifikasi Masalah, Kajian Pustaka.

VII. RENCANA KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai banyak kelebihan-kelebihan yang mulai diperhitungkan. oleh masyarakat. Keunggulan plastik pada umumnya adalah lebih

VII. IMPLEMENTASI MODEL

LAPORAN TUGAS AKHIR MOBIL LISTRIK : PEMBUATAN BODI MOBIL DAN MODIFIKASI CHASIS

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA

VII. ANALISIS KELAYAKAN ASPEK FINANSIAL

PRESENTASI TUGAS AKHIR JUDUL : KAJIAN PEMANFAATAN BENGKEL NON METAL SEBAGAI GALANAGAN KAPAL KECIL

BAB I PENDAHULUAN. berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pembuatan bambu laminasi untuk rangka sepeda. 3. Perlakuan serat (alkali &bleaching)

ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH PRODUK KERUPUK BERBAHAN BAKU IKAN DAN UDANG (Studi Kasus Di Perusahaan Sri Tanjung Kabupaten Indramayu)

PEMBUATAN BODI CHOPPER ELECTRIC MOTORCYCLE

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) 1

VII. ANALISIS ASPEK FINANSIAL

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

MODIFIKASI DAN PEMBUATAN FOOT STEP COVER OPEL BLAZER DOHC LT

Analisis Teknis dan Ekonomis Penggunaan Komposit Serabut Kelapa dan Serbuk Pohon Kelapa sebagai Isolasi Kotak Pendingin Ikan pada Kapal Ikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Industri (HTI) sebagai solusi untuk memenuhi suplai bahan baku kayu. Menurut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TEKNO EKONOMI PEMBUATAN PERAHU FIBERGLASS DI DESA CIKAHURIPAN KECAMATAN CISOLOK, SUKABUMI MOH. NURCAHYADI

IV. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian

ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PEMBANGUNAN KAPAL IKAN 30GT KONSTRUKSI FRP MENGGUNAKAN METODE LAMINASI VACUUM INFUSION

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG AN-NUR

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 4.1 Kesimpulan. ini Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memiliki tujuh aset idle yang

14.1 Proses Pembuatan Komposit Material Plastik yang Diperkuat Serat Proses Pencetakan Terbuka (Open-Mold Processes)

BAB III METODE PENELITIAN

1. Formulasi mellorin serta analisa sifat fisik dan proksimat.

WISATA PANCING (Design and Construction of Fiberglass Catamaran Boat for Fishing Tours)

tempat pelatihan secara nyata. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan selain pelatihan penerapan teknologi FRP, sebagai bahan pembuatan kapal, juga

BAB V PENGEMBANGAN DESAIN KOMPONEN DINDING PREFABRIKASI

3 METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian 3.4 Metode Pengambilan Responden 3.5 Metode Pengumpulan Data

ANALISIS TEKNO-EKONOMI LAMINASI KAPAL PSP 01 DI PALABUHAN RATU, JAWA BARAT RAHMAD RAMADHONI C

Jurusan Teknik Mesin, Universitas Brawijaya Jl. MT Haryono 167, Malang

BAB III PENGUJIAN SIFAT MEKANIK MATERIAL

Analisis Perbandingan Perhitungan Teknis Dan Ekonomis Kapal Kayu Pelayaran Rakyat Menggunakan Regulasi BKI Dan Tradisional

How to Build a Good Financial Plan

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014.

BAB I PENDAHULUAN. penambahan dimensi dengan cara concrete jacketing. Namun perkuatan

BAHAN DAN METODE. Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mulai pada bulan

Produktivitas dan Kelayakan Usaha Bagan Perahu di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara

BAB III LANDASAN TEORI

DESAIN PERAHU FIBERGLASS BANTUAN LPPM IPB DI DESA CIKAHURIPAN, KECAMATAN CISOLOK, SUKABUMI EKO SULKHANI YULIANTO

7. PRODUKSI DAN PENDAPATAN PERIKANAN TANGKAP SIMPING

BAB IV PEMBAHASAN. diolah dan dianalisa. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan dan analisa data

Analisis Kelayakan Finansial Produk Pakan Ternak Sapi Perah di Koperasi Susu Kota Batu

Transkripsi:

6. PEMBAHASAN 6.1 Metode pembuatan perahu FRP Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan perahu cadik yang dilakukan di Cisolok Sukabumi. FRP digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan perahu karena FRP awet dan mudah dalam perawatannya. Pertimbangan tersebut diambil karena saat ini harga kayu yang melambung sehingga dalam pembuatan perahu dari bahan kayu mahal harganya. Oleh karena itu bahan FRP menjadi pilihan sebagai pengganti bahan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan perahu. Perahu cadik dari bahan FRP yang ada di Cisolok Sukabumi berasal dari Cilacap Jawa Tengah, karena nelayan dari Cilacap yang membawa perahu dengan bahan dasar FRP ini. Nelayan Cisolok Biasanya membeli perahu bekas dengan LOA ± 9 m dari nelayan Cilacap yang beroperasi di daerah peraiaran Sukabumi, karena harga yang ditawarkan lebih murah yakni ± 8 juta rupiah dibandingkan dengan membeli baru seharga Rp.11.000.000.00 belum ditambah biaya ongkos kirim dari Cilacap ke Cisolok. Oleh karena itu untuk mempermudah pengadaan perahu pihak kelurahan Cisolok meminta bantuan kepada pihak LPPM selaku perwakilan dari IPB. Perahu cadik terbuat dari bahan dasar Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) di Desa Cikahuripan. Perahu tersebut dibuat dengan sistem cetakan permanen yang dapat digunakan berulang kali. Pembuatan cetakan dicetak dari perahu yang telah beroperasi di perairan sekitar Sukabumi. Resin yang digunakan merupakan resin jenis polyester orthophthalic. Resin jenis ini sangat tahan terhadap proses korosi air laut dan asam encer (Djaya, 2008b). Di dalam pembuatan cetakan perahu dengan pembuatan perahu kebutuhan resin berbeda. Hal ini disebabkan pada pembuatan cetakan woven roving yang dibutuhkan kurang, sehingga terdapat bagian cetakan yang tidak terkena woven roving. Selain itu pada pembuatan cetakan lapisan luar tidak dilapisi dengan gelcoat kembali sehingga bagian luar terlihat kasar dan mengurangi kebutuhan resin. Serat gelas yang digunakan dalam poses pembuatannya merupakan serta tipe E-glass (electrical glass), karena bahan ini yang banyak digunakan untuk pembangunan perahu dari fiberglass. 76

77 Metode Pembuatan perahu dengan bahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) dengan cara laminasi dengan hand lay up. Sistem hand lay up yakni dengan cara bagian mat/woven roving yang akan ditemplelkan kepermukaan perahu, permukaan perahu tersebut di basahi dengan resin yang telah dicampur katalis lebih dahulu, kemudian dirol atau dikuas (Lampiran 7). Proses laminasi dimulai dengan lapisan gelcoat, lapisan mat 300, lapisan mat 400, dan lapisan woven roving 800. Lapisan inti yang digunakan dalam proses pembuatannya adalah woven roving, karena woven roving memiliki kekuatan struktur yang besar. Penyambungan antara bagian kayu dengan fiberglass tidak menggunakan paku, tetapi dengan pembungkusan kayu dengan mat. Untuk menyambung bagian antar fiberglass (mat dan woven roving) dalam satu lapis, bagian mat ditumpuk minimal 5 cm. Hal ini dilakukan agar antar bagian dalam satu lapis tersebut merekat dengan kuat. Pemasangan kayu sheer dan kayu yang menempel pada bagian fiberglass diperkuat dengan pemasangan baut agar kayu tersebut menempel dengan bagian fiberglass. Gambar 32 penyambungan kayu dengan fiberglass Setelah proses pembuatan perahu selesai dilakukan proses peluncuran perahu bersamaan dengan proses penyerahan perahu kepada pihak desa. Proses peluncuran perahu digalangan Cisolok juga masih tradisional, yaitu dengan mengangkat perahu oleh penduduk sekitar menuju perairan. Pada proses penyerahan tidak dilakukan proses uji laut, hanya sebatas perahu tersebut dapat mengapung dengan baik dan mesin yang ada berfunsi dengan baik, sehingga segala kosekuensi sudah merupakan tanggung jawab pemilik.

78 6.2 Ekonomi perahu cadik FRP Pembangunan perahu memerlukan biaya yang harus dikeluarkan untuk mela-kukan operasi pembuatan perahu. Pembangunan perahu tidak dapat berjalan apabila kebutuhan akan barang tersebut tidak terpenuhi. Tabel 16 merupakan rincian biaya yang harus dikeluarkan dalam membangun perahu yang harus dimiliki pemilik modal. Tabel 16 Biaya dan persentase yang dikeluarkan pemilik modal No Keterangan Biaya (Rp) Persentase (%) 1 Galangan 5.000.000 20.97 2 Cetakan perahu 7.505.000 31.48 3 Peralatan 1.597.500 6.70 4 Pembuatan perahu 7.641.500 32.05 5 Upah tenaga kerja 1.600.000 6.71 6 Transportasi 500.000 2.10 Total 23.844.000 100 Berdasarkan Tabel 16, dapat dilihat untuk memulai suatu pembangunan perahu dari bahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) dengan ukuran perahu 9,56 m membutuhkan modal sebesar RP. 23.844.000.00. Biaya terbesar terdapat pada biaya pembuatan perahu sebesar Rp.7.641.500 dengan persentase perbandingan dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar 31.48%. Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan perahu. Biaya yang dikeluarkan akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk menghitung keuntungan yang ingin diperoleh dari penjualan suatu perahu yang telah dibuat. Tabel 16 menunjukan rincian biaya produksi perahu pada awal usaha serta keuntungan yang diperoleh terhadap biaya total produksi dan harga jual perahu. Berdasarkan Tabel 17 dapat dilihat bahwa total biaya material yang dibutuhkan untuk membuat perahu dengan ukuran CUNO 6,73 m 3 di desa Cikahuripan berkisar antara RP. 9.741.500.00 biaya terbesar adalah biaya pengadaan material FRP. Material FRP merupakan bahan utama dalam pembuatan perahu fiberglass, oleh karena itu wajar apabila biaya untuk pembelian material FRP besar. Besar biaya total produksi per cubic number (CUNO) perahu adalah sebesar Rp. 1.447.474 /m 3, hal ini menyatakan bahwa untuk membuat

79 perahu dari bahan fiberglass untuk membuat 1m 3 dibutuhkan biaya sebesar Rp. 1.447.474. Tabel 17 Persentase biaya-biaya pembangunan dan keuntungan perahu terhadap biaya total produksi dan harga jual perahu No Keterangan Perahu 1 dimensi perahu CUNO (Cubic Number) 6,73 2 Biaya material FRP 5.726.500 3 Biaya material non-frp 1.915.000 4 Transportasi 500.000 5 upah tenaga kerja (Rp) 1.600.000 6 biaya total produksi (Rp) 9.741.500 7 biaya total produksi/cuno (Rp/m 3 ) 1.447.474 8 harga jual (Rp) 10.750.000 9 keuntungan (Rp) 1.008.500 10 % total material terhadap biaya total produksi 78,44 11 %total material terhadapharga jual 71,08 12 % biaya transportasi terhadap biaya total produksi 5,13 13 % biaya transportasi terhadap harga jual 4,65 14 % upah tenaga kerja terhadap biaya total produksi 16,42 15 % upah tenaga kerja terhadap harga jual 14,88 16 % keuntungan terhadap biaya produksi 10,35 17 % keuntungan terhadap harga jual 9,38 Harga jual perahu yang telah pakai tanpa mesin didapatkan berdasarkan keuntungan yang diperoleh yakni ± 10%. Perhitungan harga jual dengan langkah penambahan biaya total produksi dengan keuntungan 10% kemudian dibulatkan, sehingga harga yang ditawarkan adalah sebesar Rp. 10.750.000.00./perahu atau sebesar 10.35% keuntungan terhadap biaya total produksi. Persentase keuntungan yang diperoleh terhadap harga jual perahu sebesar 9.38%. Persentase biaya material terhadap biaya produksi perahu sebesar 78.44%. Hal ini karena resin yang dibutuhkan sebagai bahan baku utama sebanyak 200 kg dengan harga resin sebesar Rp. 21.000.00/kg. Persentase biaya material terhadap harga jual sebesar 71.08%. Persentase biaya transportasi terhadap biaya total produksi sebesar 5.13%, sedangkan persentase terhadap harga jual perahu sebesar 4.65%. Persentase biaya

80 transportasi dapat diperkecil apabila dalam pembelian bahan metreial FRP dilakukan pembelian untuk kebutuhan minimal dua perahu dalam sekali jalan. Persentase biaya upah tenaga kerja terhadap biaya total produksi sebesar 16.42% berarti dalam pembuatan perahu, biaya upah tenaga kerja memerlukan biaya sebesar 16.42% dari biaya total produksi. Sedangkan persentase biaya upah tenaga kerja terhadap harga jual perahu sebesar 14.88%. Analisis finansial memperlihatkan perbandingan penerimaan, total biaya, keuntungan, R/C, PP (payback period), dan BEP (break even point) dari pembuatan perahu fiberglass. Analisis finansial pembuatan perahu di Cisolok Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 18. Tabel 18 Analisis finansial pembuatan perahu di Cisolok Sukabumi No Keterangan Perahu cadik FRP 1 Penerimaan (Rp) 165.000.000 2 Total biaya (Rp) 157.558.833 3 Keuntungan (Rp) 7.441.167 4 R/C 1,05 5 PP (Payback Period) (tahun) 3,2 6 BEP (break even point)(rp) 157504319.3 7 BEP (Unit perahu) 10 Di dalam analisis ini diasumsikan bahwa dalam penjualan yang dilakukan, pembuatan perahu selama dalam satu tahun dapat membuat perahu sebanyak sepuluh buah perahu FRP. Pengerjaan dalam satu bulan, pembuat perahu membuat satu buah perahu dan dalam satu tahun pengerjaan efektif selama 10 bulan. R-C ratio digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha selama periode tertentu apakah cukup menguntungkan. Keuntungan yang diperoleh penjualan perahu selama satu tahun sebesar Rp. 7.441.167.00. Analisis R/C merupakan perbandingan antara nilai penerimaan per tahun dengan total biaya yang telah dikeluarkan setiap tahun. Analisis R/C juga dapat digunakan untuk menilai produktivitas total dari suatu usaha sehingga efisiensi biaya yang telah dikeluarkan dapat diketahui. Nilai R/C pada pembuatan perahu FRP di Cisolok lebih dari satu (R/C>1) artinya kegiatan usaha penangkapan udang menguntungkan karena nilai R/C>1 (Umar, 2003).

81 Nilai R/C pada pembuatan perahu cadik dengan bahan FRP sebesar 1,05, artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan dalam usaha ini akan menghasilkan penerimaan sebasar Rp. 1,05. nilai R/C tersebut menunjukan bahwa kegiatan pembuatan perahu di Cisolok dapat memberikan efisiensi biaya sebesar 5%. PP (payback period) merupakan period atau waktu yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran biaya investasi dengan menggunakan aliran kas dalam satu bulan atau tahun. Pengembalian modal investasi usaha pembuatan perahu cadik dari bahan FRP di Cisolok sebesar 3,2, artinya waktu yang diperlukan untuk pengembalian modal investasi yang telah dikeluarkan selama 3,2 tahun atau sekitar 39 bulan. Break even point menggambarkan volume produksi pada titik impas usaha. Pada titik ini, usaha tidak mengalami keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Titik impas usaha pembuatan perahu cadik dari bahan FRP di Cisolok sebesar Rp. 157.504.319.3, artinya dalam usaha ini mencapai titik impas pada saat biaya yang dikeluarkan untuk usaha sebesar Rp. 157.504.319.3 atau pada saat penjualan perahu yang ke-10. Usaha pembuatan perahu dengan bahan fiberglass yang berada di desa Cikahuripan kecamatan Cisolok dalam pembangunan perahu sebaiknya agar usaha ini dapat berjalan dengan baik, air yang digunakan untuk membersihkan di galangan dibangun sumur karena untuk menghemat waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Pengambilan listrik lebih baik jika digalangan perahu dipasang aliran tersendiri tidak terhubung dengan rumah warga dekat galangan agar biaya pengeluaran listrik dapat diketahui.