6. PEMBAHASAN 6.1 Metode pembuatan perahu FRP Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan perahu cadik yang dilakukan di Cisolok Sukabumi. FRP digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan perahu karena FRP awet dan mudah dalam perawatannya. Pertimbangan tersebut diambil karena saat ini harga kayu yang melambung sehingga dalam pembuatan perahu dari bahan kayu mahal harganya. Oleh karena itu bahan FRP menjadi pilihan sebagai pengganti bahan kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan perahu. Perahu cadik dari bahan FRP yang ada di Cisolok Sukabumi berasal dari Cilacap Jawa Tengah, karena nelayan dari Cilacap yang membawa perahu dengan bahan dasar FRP ini. Nelayan Cisolok Biasanya membeli perahu bekas dengan LOA ± 9 m dari nelayan Cilacap yang beroperasi di daerah peraiaran Sukabumi, karena harga yang ditawarkan lebih murah yakni ± 8 juta rupiah dibandingkan dengan membeli baru seharga Rp.11.000.000.00 belum ditambah biaya ongkos kirim dari Cilacap ke Cisolok. Oleh karena itu untuk mempermudah pengadaan perahu pihak kelurahan Cisolok meminta bantuan kepada pihak LPPM selaku perwakilan dari IPB. Perahu cadik terbuat dari bahan dasar Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) di Desa Cikahuripan. Perahu tersebut dibuat dengan sistem cetakan permanen yang dapat digunakan berulang kali. Pembuatan cetakan dicetak dari perahu yang telah beroperasi di perairan sekitar Sukabumi. Resin yang digunakan merupakan resin jenis polyester orthophthalic. Resin jenis ini sangat tahan terhadap proses korosi air laut dan asam encer (Djaya, 2008b). Di dalam pembuatan cetakan perahu dengan pembuatan perahu kebutuhan resin berbeda. Hal ini disebabkan pada pembuatan cetakan woven roving yang dibutuhkan kurang, sehingga terdapat bagian cetakan yang tidak terkena woven roving. Selain itu pada pembuatan cetakan lapisan luar tidak dilapisi dengan gelcoat kembali sehingga bagian luar terlihat kasar dan mengurangi kebutuhan resin. Serat gelas yang digunakan dalam poses pembuatannya merupakan serta tipe E-glass (electrical glass), karena bahan ini yang banyak digunakan untuk pembangunan perahu dari fiberglass. 76
77 Metode Pembuatan perahu dengan bahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) dengan cara laminasi dengan hand lay up. Sistem hand lay up yakni dengan cara bagian mat/woven roving yang akan ditemplelkan kepermukaan perahu, permukaan perahu tersebut di basahi dengan resin yang telah dicampur katalis lebih dahulu, kemudian dirol atau dikuas (Lampiran 7). Proses laminasi dimulai dengan lapisan gelcoat, lapisan mat 300, lapisan mat 400, dan lapisan woven roving 800. Lapisan inti yang digunakan dalam proses pembuatannya adalah woven roving, karena woven roving memiliki kekuatan struktur yang besar. Penyambungan antara bagian kayu dengan fiberglass tidak menggunakan paku, tetapi dengan pembungkusan kayu dengan mat. Untuk menyambung bagian antar fiberglass (mat dan woven roving) dalam satu lapis, bagian mat ditumpuk minimal 5 cm. Hal ini dilakukan agar antar bagian dalam satu lapis tersebut merekat dengan kuat. Pemasangan kayu sheer dan kayu yang menempel pada bagian fiberglass diperkuat dengan pemasangan baut agar kayu tersebut menempel dengan bagian fiberglass. Gambar 32 penyambungan kayu dengan fiberglass Setelah proses pembuatan perahu selesai dilakukan proses peluncuran perahu bersamaan dengan proses penyerahan perahu kepada pihak desa. Proses peluncuran perahu digalangan Cisolok juga masih tradisional, yaitu dengan mengangkat perahu oleh penduduk sekitar menuju perairan. Pada proses penyerahan tidak dilakukan proses uji laut, hanya sebatas perahu tersebut dapat mengapung dengan baik dan mesin yang ada berfunsi dengan baik, sehingga segala kosekuensi sudah merupakan tanggung jawab pemilik.
78 6.2 Ekonomi perahu cadik FRP Pembangunan perahu memerlukan biaya yang harus dikeluarkan untuk mela-kukan operasi pembuatan perahu. Pembangunan perahu tidak dapat berjalan apabila kebutuhan akan barang tersebut tidak terpenuhi. Tabel 16 merupakan rincian biaya yang harus dikeluarkan dalam membangun perahu yang harus dimiliki pemilik modal. Tabel 16 Biaya dan persentase yang dikeluarkan pemilik modal No Keterangan Biaya (Rp) Persentase (%) 1 Galangan 5.000.000 20.97 2 Cetakan perahu 7.505.000 31.48 3 Peralatan 1.597.500 6.70 4 Pembuatan perahu 7.641.500 32.05 5 Upah tenaga kerja 1.600.000 6.71 6 Transportasi 500.000 2.10 Total 23.844.000 100 Berdasarkan Tabel 16, dapat dilihat untuk memulai suatu pembangunan perahu dari bahan Fiberglass Reinforcement Plastic (FRP) dengan ukuran perahu 9,56 m membutuhkan modal sebesar RP. 23.844.000.00. Biaya terbesar terdapat pada biaya pembuatan perahu sebesar Rp.7.641.500 dengan persentase perbandingan dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar 31.48%. Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan dalam pembangunan perahu. Biaya yang dikeluarkan akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk menghitung keuntungan yang ingin diperoleh dari penjualan suatu perahu yang telah dibuat. Tabel 16 menunjukan rincian biaya produksi perahu pada awal usaha serta keuntungan yang diperoleh terhadap biaya total produksi dan harga jual perahu. Berdasarkan Tabel 17 dapat dilihat bahwa total biaya material yang dibutuhkan untuk membuat perahu dengan ukuran CUNO 6,73 m 3 di desa Cikahuripan berkisar antara RP. 9.741.500.00 biaya terbesar adalah biaya pengadaan material FRP. Material FRP merupakan bahan utama dalam pembuatan perahu fiberglass, oleh karena itu wajar apabila biaya untuk pembelian material FRP besar. Besar biaya total produksi per cubic number (CUNO) perahu adalah sebesar Rp. 1.447.474 /m 3, hal ini menyatakan bahwa untuk membuat
79 perahu dari bahan fiberglass untuk membuat 1m 3 dibutuhkan biaya sebesar Rp. 1.447.474. Tabel 17 Persentase biaya-biaya pembangunan dan keuntungan perahu terhadap biaya total produksi dan harga jual perahu No Keterangan Perahu 1 dimensi perahu CUNO (Cubic Number) 6,73 2 Biaya material FRP 5.726.500 3 Biaya material non-frp 1.915.000 4 Transportasi 500.000 5 upah tenaga kerja (Rp) 1.600.000 6 biaya total produksi (Rp) 9.741.500 7 biaya total produksi/cuno (Rp/m 3 ) 1.447.474 8 harga jual (Rp) 10.750.000 9 keuntungan (Rp) 1.008.500 10 % total material terhadap biaya total produksi 78,44 11 %total material terhadapharga jual 71,08 12 % biaya transportasi terhadap biaya total produksi 5,13 13 % biaya transportasi terhadap harga jual 4,65 14 % upah tenaga kerja terhadap biaya total produksi 16,42 15 % upah tenaga kerja terhadap harga jual 14,88 16 % keuntungan terhadap biaya produksi 10,35 17 % keuntungan terhadap harga jual 9,38 Harga jual perahu yang telah pakai tanpa mesin didapatkan berdasarkan keuntungan yang diperoleh yakni ± 10%. Perhitungan harga jual dengan langkah penambahan biaya total produksi dengan keuntungan 10% kemudian dibulatkan, sehingga harga yang ditawarkan adalah sebesar Rp. 10.750.000.00./perahu atau sebesar 10.35% keuntungan terhadap biaya total produksi. Persentase keuntungan yang diperoleh terhadap harga jual perahu sebesar 9.38%. Persentase biaya material terhadap biaya produksi perahu sebesar 78.44%. Hal ini karena resin yang dibutuhkan sebagai bahan baku utama sebanyak 200 kg dengan harga resin sebesar Rp. 21.000.00/kg. Persentase biaya material terhadap harga jual sebesar 71.08%. Persentase biaya transportasi terhadap biaya total produksi sebesar 5.13%, sedangkan persentase terhadap harga jual perahu sebesar 4.65%. Persentase biaya
80 transportasi dapat diperkecil apabila dalam pembelian bahan metreial FRP dilakukan pembelian untuk kebutuhan minimal dua perahu dalam sekali jalan. Persentase biaya upah tenaga kerja terhadap biaya total produksi sebesar 16.42% berarti dalam pembuatan perahu, biaya upah tenaga kerja memerlukan biaya sebesar 16.42% dari biaya total produksi. Sedangkan persentase biaya upah tenaga kerja terhadap harga jual perahu sebesar 14.88%. Analisis finansial memperlihatkan perbandingan penerimaan, total biaya, keuntungan, R/C, PP (payback period), dan BEP (break even point) dari pembuatan perahu fiberglass. Analisis finansial pembuatan perahu di Cisolok Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 18. Tabel 18 Analisis finansial pembuatan perahu di Cisolok Sukabumi No Keterangan Perahu cadik FRP 1 Penerimaan (Rp) 165.000.000 2 Total biaya (Rp) 157.558.833 3 Keuntungan (Rp) 7.441.167 4 R/C 1,05 5 PP (Payback Period) (tahun) 3,2 6 BEP (break even point)(rp) 157504319.3 7 BEP (Unit perahu) 10 Di dalam analisis ini diasumsikan bahwa dalam penjualan yang dilakukan, pembuatan perahu selama dalam satu tahun dapat membuat perahu sebanyak sepuluh buah perahu FRP. Pengerjaan dalam satu bulan, pembuat perahu membuat satu buah perahu dan dalam satu tahun pengerjaan efektif selama 10 bulan. R-C ratio digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha selama periode tertentu apakah cukup menguntungkan. Keuntungan yang diperoleh penjualan perahu selama satu tahun sebesar Rp. 7.441.167.00. Analisis R/C merupakan perbandingan antara nilai penerimaan per tahun dengan total biaya yang telah dikeluarkan setiap tahun. Analisis R/C juga dapat digunakan untuk menilai produktivitas total dari suatu usaha sehingga efisiensi biaya yang telah dikeluarkan dapat diketahui. Nilai R/C pada pembuatan perahu FRP di Cisolok lebih dari satu (R/C>1) artinya kegiatan usaha penangkapan udang menguntungkan karena nilai R/C>1 (Umar, 2003).
81 Nilai R/C pada pembuatan perahu cadik dengan bahan FRP sebesar 1,05, artinya setiap satu rupiah yang dikeluarkan dalam usaha ini akan menghasilkan penerimaan sebasar Rp. 1,05. nilai R/C tersebut menunjukan bahwa kegiatan pembuatan perahu di Cisolok dapat memberikan efisiensi biaya sebesar 5%. PP (payback period) merupakan period atau waktu yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran biaya investasi dengan menggunakan aliran kas dalam satu bulan atau tahun. Pengembalian modal investasi usaha pembuatan perahu cadik dari bahan FRP di Cisolok sebesar 3,2, artinya waktu yang diperlukan untuk pengembalian modal investasi yang telah dikeluarkan selama 3,2 tahun atau sekitar 39 bulan. Break even point menggambarkan volume produksi pada titik impas usaha. Pada titik ini, usaha tidak mengalami keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Titik impas usaha pembuatan perahu cadik dari bahan FRP di Cisolok sebesar Rp. 157.504.319.3, artinya dalam usaha ini mencapai titik impas pada saat biaya yang dikeluarkan untuk usaha sebesar Rp. 157.504.319.3 atau pada saat penjualan perahu yang ke-10. Usaha pembuatan perahu dengan bahan fiberglass yang berada di desa Cikahuripan kecamatan Cisolok dalam pembangunan perahu sebaiknya agar usaha ini dapat berjalan dengan baik, air yang digunakan untuk membersihkan di galangan dibangun sumur karena untuk menghemat waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Pengambilan listrik lebih baik jika digalangan perahu dipasang aliran tersendiri tidak terhubung dengan rumah warga dekat galangan agar biaya pengeluaran listrik dapat diketahui.