MANAJEMEN AGRIBISNIS

dokumen-dokumen yang mirip
PENGENALAN KONSEP AGRIBISNIS MAHASISWA DAPAT MENJELASKAN KONSEP AGRIBISNIS

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PEMASARAN AGRIBISNIS

KONSEP, SISTEM DAN MATA RANTAI AGRIBISNIS ILLIA SELDON MAGFIROH KULIAH III WAWASAN AGRIBISNIS PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI, UNIVERSITAS JEMBER 2017

AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang benar tentang konsep agribisnis itu sendiri. Sering ditemukan bahwa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Introduction to Agribusiness. Wisynu Ari Gutama

ACARA 3. KELEMBAGAAN !! Instruksi Kerja : A. Aspek Kelembagaan

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PANDUAN PRAKTIKUM ILMU USAHATANI SEMESTER IV TAHUN AKADEMIK Oleh : 1. Ir. EKO PRIYANTO, MP. 2. DR. Ir. ENDANG YEKTININGSIH, MP.

Konsep, Sistem, dan Mata Rantai Agribisnis

5Kebijakan Terpadu. Perkembangan perekonomian Indonesia secara sektoral menunjukkan. Pengembangan Agribisnis. Pengertian Agribisnis

AGRIBISNIS. Sessi 3 MK PIP. Prof. Rudi Febriamansyah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

SISTEM AGRIBISNIS SUMARDJO. Departemen SOSEK-Faperta IPB. 1. Agribisnis Sebagai Suatu-Sistem

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGROBISNIS PERIKANAN. Disusun oleh Tim Asisten Manajemen Agrobisnis Perikanan

PELANGGARAN DAN SANKSI LABORATORIUM PERANCANGAN KERJA DAN ERGONOMI

Dosen Pengampu: Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP Website:

PRAKTIKUM TERINTEGRASI 1 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PETUNJUK DAN TATA TERTIB PELAKSANAAN ASISTENSI LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN SEMESTER GANJIL 2016 / 2017

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN. Disusun oleh Tim Asisten Manajemen Agribisnis Perikanan

Perancangan Teknik Industri 2

Wawasan Agribisnis Sudut Pandang Agribisnis. Julian Adam Ridjal PS Agribisnis UNEJ

SISTEM AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI

RENCANA KINERJA TAHUNAN BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PASCAPANEN PERTANIAN 2014

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PETERNAKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

CUPLIKAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN : VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN

Perancangan Teknik Industri 3

STANDAR MUTU PENYELESAIAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FEB UNSOED

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PANDUAN PRAKTIKUM. Disusun oleh : Tim Laboratorium Teknik Komputer

III. KERANGKA PEMIKIRAN

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERBASIS PISANG AWAK DI KABUPATEN PACITAN TESIS

TOPIK 12 AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber:

PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB IV PEMBANGUNAN PERTANIAN DI ERA GLOBALISASI (Konsolidasi Agribisnis dalam Menghadapi Globalisasi)

BAB I PENDAHULUAN. memiliki prospek cerah untuk dikembangkan, karena ikan lele merupakan. air tawar yang sangat digemari oleh masyarakat.

TATA TERTIB PESERTA PRAKTIKUM PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU

ANALISIS NILAI TAMBAH. Julian Adam Ridjal PS Agribisnis Universitas Jember

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

KAJIAN NILAI TAMBAH PRODUK AGRIBISNIS KEDELAI PADA USAHA ANEKA TAHU MAJU LESTARI DI KECAMATAN LANDASAN ULIN, KOTA BANJARBARU

ANALISIS DAYA SAING, STRATEGI DAN PROSPEK INDUSTRI JAMU DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Arah kebijakan pembangunan pertanian yang dituangkan dalam rencana

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Perancangan Teknik Industri 3

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS

Implementing Technology Through Creative Business

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah merupakan langkah awal kegiatan produksi sehingga

DAFTAR ISI 1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN IDENTIFIKASI MASALAH MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN KEGUNAAN PENELITIAN 4

AGRIBISNIS KENTANG DI KABUPATEN WONOSOBO

Prosedur ini berlaku dalam pelaksanaan seminar skripsi mahasiswa S1 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB.

BAB I PENDAHULUAN. Agribisnis kelapa sawit mempunyai peranan yang sangat besar dalam

ANALISIS USAHATANI PEMBENIHAN UDANG VANNAMEI DAN PENGEMBANGANYA DI CV. GELONDONGAN VANNAMEI DESA BANJARSARI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK SKRIPSI

I. PENDAHULUAN. Komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan dan sayuran,

memberikan multiple effect terhadap usaha agribisnis lainnya terutama peternakan. Kenaikan harga pakan ternak akibat bahan baku jagung yang harus

ABSTRAK. Perencanaan laba diperlukan oleh perusahaan agar perusahaan dapat

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN BAB XI PENGELOLAAN KEGIATAN

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG. Edisi Kedua. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian AGRO INOVASI

PERATURAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR I

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Tgl. Pembuatan : Disetujui oleh Paraf. Tgl. Revisi : 9 hal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau pemasaran hasil pertanian. Padahal pengertian agribisnis tersebut masih jauh dari

BAB 4 BREAK - EVEN POINT DALAM UNIT DAN DOLAR PENJUALAN

C. Program. Berdasarkan klaim khasiat, jumlah serapan oleh industri obat tradisional, jumlah petani dan tenaga

ANALISIS BIAYA DAN PROFITABILITAS PRODUKSI ROTI PADA BELLA BAKERY DI PONDOK GEDE, BEKASI. Oleh : TANTRI DEWI PUTRIYANA A

Studi Kelayakan Agribisnis (LUHT4312)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

TATA TERTIB PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI

V. PENDEKATAN SISTEM 5.1. Analisis Kebutuhan Pengguna 1.) Petani

BAB I PENDAHULUAN. Agribisnis merupakan serangkaian kegiatan yang terkait dengan upaya

I. PENDAHULUAN. khususnya lahan pertanian intensif di Indonesia semakin kritis. Sebagian besar

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

MODUL 1 PERANCANGAN PRODUK PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PRAKTIKUM MANUFAKTUR TERINTEGRASI I

AGRIBISNIS DAN AGROINDUSTRI

PANDUAN PRAKTIKUM PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI 4. Nama : NPM : Kelas : Kelompok : Oleh: Asisten Laboratorium. Perancangan Teknik Industri 4

PERATURAN KETUA SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG Nomor: 362 /PER/SM.200/J.4.9/02/2014

MODUL PRAKTIKUM ELOKTRONIKA DASAR. Program Studi Pendidikan Fisika. FKIP-Universitas Prof Dr. Hamka UHAMKA

BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,

MAKALAH MANAJEMEN AKUNTANSI ANALISIS HUBUNGAN BIAYA-VOLUME-LABA (B-V-L)

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu PT X dalam. perencanaan dan pencapaian laba melalui pendekatan analisis Break Even pada

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA

MANUAL PROSEDUR UJIAN AKHIR SEMESTER

KULIAH KE 10: AGROBISNIS DAN

BAB I PENDAHULUAN. peranan yang tepat dari para pelaku ekonomi. konsumen adalah sebagai pemasok faktor faktor produksi kepada perusahaan

Pendidikan Pancasila

XI. PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI UBI KAYU

MANUAL PROSEDUR DAN INSTRUKSI KERJA UJIAN AKHIR SEMESTER

Transkripsi:

PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN AGRIBISNIS SEMESTER IV TA. 2017/2018 Oleh : 1. Prof. Dr. Ir. Syarif Imam Hidayat 2. Dr. Ir. Zainal Abidin, M.S. 3. Liana Fatma Leslie Pratiwi, S.P., M.Sc. PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA 2018 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 1

KARTU PESERTA PRAKTIKUM MANAJEMEN AGRIBISNIS Nama Mahasiswa :.. N P M :.. Semester / Jurusan : / Agribisnis Tahun Akademi : 2017/ 2018 Golongan : Nilai Akhir : No Acara Praktikum Tanggal Praktikum Nilai Aktivitas Nilai Laporan Paraf Pembimbing Mengetahui, Kepala Laboratorium Dosen Pengampu, Ir. Sigit Dwi Nugroho, M.Si Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 2

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SAW atas limpahan rahmad, taufiq dan hidayahnya buku panduan praktikum Manajemen Agribisnis dapat terselesaikan sesuai dengan rencana. Buku panduan ini memuat tentang materi-materi kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa dalam praktikum selama satu semester dengan tujuan sebagai sarana pelatihan bagi mahasiswa agar lebih trampil, kreatif dan inovatif dalam merencanakan serta mengelola agribisnis yang dilakukan. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung demi kelancaran pelaksanaan praktikum Manajemen Agribisnis. Ucapan terima kasih utamanya disampaikan pada: 1. Kaprogdi Agribisnis yang telah memberikan arahan dan dukungan 2. Kalab. Agribisnis yang telah membantu memberikan fasilitas penuh dalam pelaksanaan praktikum. Demikian buku panduan ini disusun dan kami menyadari bahwa panduan ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu besar harapan penyusun, agar para pengguna baik praktikan maupun pembimbing dapat memberikan saran perbaikan demi kesempurnaannya. Surabaya, Februari 2018 Penyusun Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 3

TATA TERTIB PRAKTIKUM MANAJEMEN AGRIBISNIS 1. Seluruh rangkaian acara kegiatan praktikum wajib diikuti oleh semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah MANAJEMEN AGRIBISNIS. 2. Bagi mahasiswa yang mengulang kuliah diwajibkan mengikuti seluruh acara praktikum termasuk kunjungan ke industri (Praktikum Lapangan). 3. Demi kelancaran pelaksanaan praktikum, praktikan diwajibkan datang 10 menit sebelum praktikum dimulai dan toleransi keterlambatan 15 menit. 4. Apabila tidak mengikuti salah satu rangkaian acara praktikum maka harus membuat surat izin yang diserahkan kepada asisten dan WAJIB mengikuti acara susulan pada golongan lain yang sedang melaksanakan materi yang ditinggalkan. Khusus untuk praktikum lapangan praktikan WAJIB mengikutinya. Bagi yang tidak mengikuti akan mendapatkan nilai E. 5. Berpakaian rapi dan sopan, menggunakan baju berkerah dan sepatu tertutup dalam mengikuti semua acara praktikum. 6. Dilarang merokok, berbuat tidak sopan, membuat gaduh, dan melakukan hal-hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan praktikum. 7. Menghormati dan berlaku sopan terhadap sesama praktikan, asisten, dosen. 8. Dosen dan asisten berhak menegur, memperingatkan, dan memberi sanksi kepada praktikan yang dianggap menggangu pelaksanaan praktikum. 9. Ketentuan lain yang belum tercantum akan diberitahukan kemudian. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 4

ACARA I & II AGRIBISNIS SUATU SISTEM A. Pendahuluan Menurut asal kata dasarnya Agribisnis (Agribusiness) berasal dari kata Agri = Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau kegiatan yang berorientasi profit. Jadi secara sederhana Agribisnis (agribusiness) adalah usaha atau kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi profit. Pengertian lain menurut Downey dan Erickson (1987), agribisnis meliputi seluruh sector bahan masukan, usaha tani, produk yang memasok bahan masukan usahatani; terlibat dalam produksi; dan pada akhirnya menangani pemrosesan, penyebaran, penjualan secara borongan dan penjualan eceran produk kepada konsumen akhir. Agribisnis sebagai suatu sistem merupakan suatu sistem yang berintikan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan yang terstruktur secara vertikal. Agribisnis sebagai suatu sistem dapat digambarkan sebagai berikut : INPUT P E M A S A R A N Pertanian arti luas : Tanaman Pangan & Horti, Perkebunan, Perikanan, Peternakan, Kehutanan PENGOLAHAN P E N U N J A N G MANUFACTURING Gambar 1. Agribisnis Suatu Sistem Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 5

Sistem agribisnis dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem yaitu (Masyhuri, 2013): 1. On Farm dan Off Farm 2. Input Usahatani Output 3. Input Usahatani Pengolahan - Pemasaran 4. Input Usahatani Pengolahan Pemasaran Penunjang 5. Input Usahatani Pengolahan Pemasaran Penunjang - Pembinaan Sistem agribisnis umumnya diuraikan menjadi lima (5) subsistem yaitu Input, Usahatani, Pengolahan, Pemasaran dan Penunjang yang diuraikan sebagai berikut : 1. Subsistem Input Pertanian/ Hulu Subsistem yang menyediakan sarana produksi bagi pertanian, misalanya industri dan perdagangan agrokimia (pupuk, pestisida, dan lainnya), industri agrootomotif (mesin dan peralatan), dan industri benih/bibit. 2. Subsistem Usahatani Subsitem ini yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem input pertanian / agribisnis hulu untuk menghasilkan produk pertanian primer. Termasuk ke dalam subsistem usahatani ini adalah usaha tanaman pangan, usaha tanaman hortikultura, usaha tanaman obat-obatan, usaha perkebunan, usaha perikanan, usaha peternakan, dan kehutanan. Termasuk ke dalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam rangka meningkatkan produksi primer. 3. Subsistem Pengolahan Hasil (Agroindustri) Subsistem ini melakukan pengolahan produk pertanian primer menjadi produk olahan, baik produk antara maupun produk akhir. Namun lingkup kegiatan ini tidak hanya aktivitas pengolahan sederhana di tingkat petani, tetapi menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjutan dengan maksud untuk menambah value added (nilai tambah) dari produksi primer tersebut. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 6

4. Subsistem Pemasaran Subsistem pemasaran mencakup pemasaran hasil-hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Kegiatan utama dalam subsistem ini mengenai pendistribusian produk. 5. Subsistem Penunjang Subsistem ini merupakan penunjang kegiatan pra panen dan pasca panen yang meliputi seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis, berupa lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah (kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, kebijakan tata-ruang, serta kebijakan lainnya). Dalam rangka mempelajari Sistem Agribisnis seperti pada gambar 1, dibutuhkan penyederhanaan pemahaman agar diperoleh kesamaan persepsi dan konsepsi sehingga masing-masing subsistem dapat dijelaskan tentang hubungan, keterkaitan dan ketergantungannya terhadap subsistem yang lain. Untuk itu dibutuhkan suatu model sehingga dapat dipelajari secara seksama B. Tujuan Praktikum 1. Mendalami agribisnis sebagai suatu sistem dalam tataran praktis suatu komoditas. 2. Mengetahui hubungan, keterkaitan dan ketergantungan yang terjadi pada masing-masing subsistem agribisnis pada suatu komoditas. 3. Menjelaskan dan membahas secara rinci tantangan, peluang, hambatan dan faktor-faktor yang mendukung subsistem-subsistem yang ada. C. Panduan Pelaksanaan Praktikum ACARA I a. Tentukan satu komoditas untuk satu kelompok yang saudara kuasai dari (pertanian/ peternakan/ perikanan/ perkebunan/ kehutanan) b. Identifikasi dan deskripsikan mengenai uraian pada setiap subsistemsubsistem tersebut bekerja. c. Diskusikan di kelas dan di luar kelas dengan mencari informasi melalui buku, jurnal, media berita cetak dan online, website pemerintah, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 7

lainnya. Lebih baik mengambil studi kasus di suatu daerah, misalnya komoditas Mangrove di Kecamatan Wonorejo Kota Surabaya. d. Laporkan selengkapnya untuk membantu pembahasan dengan mengikuti matrik pada tabel 1 berikut : Tabel 1. Uraian Sistem Agribisnis subsistem Subsistem No uraian Input/ Hulu 1 Item/ jenis Subsistem Usahatani Subsistem Pengolahan Subsistem Pemasaran Subsistem Penunjang 2 Pelaku 3 Potensi / Teknologi 4. Kekuatan 5. 6. 7. Kelemahan Peluang Ancaman 8. Kendala / Masalah 9. Pemecahan masalah ACARA II a. Presentasikan tugas yang telah didapatkan pada acara I dan kumpulkan matriks sesuai dengan tabel 1 lengkap dengan deskripsinya. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 8

ACARA III MEGA SEKTOR AGRIBISNIS A. Pendahuluan Dalam melihat agribisnis, Saragih (1998) mengembangkan pendekatan ekonomi makro dan ekonomi pembangunan. Dalam sudut pandang ini agribisnis merupakan suatu mega-sektor karena mencakup banyak sektor, baik secara vertikal (sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, keuangan, dam lain sebagainya), maupun secara horizontal (tanaman pangan, hortikultura, pertanakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan). Berdasarkan pandangan itu pula maka agribisnis (atau sering pula disebut sebagai sistem agribisnis ) menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan sumbangan terbesar dalam perekonomian nasional indonesia, baik dilihat dari sumbangannya terhadap pendapatan nasional dan pendapat daerah, kesempatan kerja secara nasional dan di masing-masing daerah, ekspor non migas, dan penciptaan nilai tambah. Menurut pengertian dan pandangan diatas Agribisnis dianggap sebagai kegiatan usaha menambah nilai yang tidak akan pernah hilang ditelan masa. Setiap saat produk-produk Agribisnis dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Dalam perkembangannya agribisnis membutuhkan sumbangan dari ilmu dan ahli dibidang yang lain begitupun teknologi yang dapat diaplikasikan senantiasa mengacu dan seharusnya mengikuti perkembangan IPTEK. Hanya saja para pelaku agribisnis seyogyanya mempunyai visi, misi, yang sama dalam memajukan dunia agribisnis. B. Tujuan Praktikum 1. Membahas lebih detail konsep agribisnis yang multi disiplin sebagai mega sektor. 2. Memperkaya wawasan untuk dituangkan dalam diskusi dan tulisan sistem agribisnis. 3. Menjelaskan fenomena-fenomena yang berkembang berbagai komponen dalam mega sektor agribisnis. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 9

C. Panduan Pelaksanaan Praktikum Berdasarkan konsep, agribisnis meliputi berbagai disiplin sektor atau disebut mega sektor agribisnis (MS). Hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Sektor pertanian (1) (2) (5) (6) (4) (7) (3) 2. Sektor industri 3. Sektor jasa 1. Identifikasi/ tentukan ruang lingkup kegiatan yang masuk didalam mega sektor agribisnis (MSA) dengan mencantumkan nomor-nomor segmennya. 2. Berikan penjelasan butir (1) dengan rinci serta cintoh-contohnya dibidang agribisnis (pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan kehutanan). 3. Atas dasar uraian diatas, rumuskan konsep agribisnis menurut pemahaman saudara (ingat! Kata-kata kunci) 4. Mengapa segmen-segmen tertentu termasuk dalam kegiatan agribisnis, sedangkan yang lain tidak, ikuti dengan contoh! Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 10

ACARA IV FUNGSI MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS A. Pendahuluan Mengelola agribisnis dalam suatu cakupan usaha tidaklah mudah. Ada berbagai kendala, ciri yang membedakan bisnis pertanian dengan bisnis non pertanian, yang nantinya berimplikasi kepada resiko yang ditanggung, kelayakan usaha, kesinambungan usaha sampai kepada profil yang diharapkan diterima. Belum lagi masalah Sumber Daya Manusia, kebijakan pemerintah, masalah ISO sampai masalah kesiapan menghadapi bebas WTO atau APEC 2020. Orientasi pengelolaan yang sudah berubah mengharuskan pelaku-pelaku didalam agribisnis menerapkan prinsip-prinsip manajemen guna diperoleh hasil yang efektif dan penggunaan sumber daya yang efisien didalam serta aktifitas yang dikelolanya. Berbagai isu yang berkembang cepat sampai dunia informasi dan komunikasi menghendaki SDM yang tanggap dan mampu agar memperoleh kemenangan dalam persaingan. B. Tujuan Praktikum 1. Mengetahui pentingnya penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam agribisnis 2. Mempelajari subsistem-subsistem mana yang Crusial ditangani dan subsistem-subsistem yang mana lebih memberikan prospek. 3. Mendiskusikan berbagai isu-isu manajemen yang berkembang dalam agribisnis seperti ISO (International Standart Organization), TQM (Total Quality Manajemen), ECO Labeling, Global Mrket, On Time delivery, Just in Time dan Lain-lain. C. Panduan Pelaksanaan Praktikum 1. tentukan satu komoditas masing-masing kelompok berbeda, pilih dari komoditas pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan suatu unit usaha. 2. Ikuti proses dan prinsip-prinsip manajemen yang ddilakukan unit usaha tersebut. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 11

3. Bagaimana pihak manajemen mengelola, menyiasati dan menyikapi, boleh jadi ada kiat-kiat tertentu mengelola agribisnis tersebut. 4. Untuk membantu jalannya diskusi dan penulisan laporan ikuti matrik sebagai berikut : No. Subsistem Fungsi manajemen Subsistem I Subsistem II Subsistem III Subsistem IV 1. Perencanaan 2. Pengorganisasian 3. Pemimpinan 4. Pengendalian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 12

ACARA V SUBSISTEM PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (AGROINDUSTRI) A. Pendahuluan Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Agroindustri merupakan bagian dari kompleks industri pertanian dari produksi bahan pertanian primer, industri pengolahan atau transformasi sampai penggunaannya oleh konsumen. Dari pandangan para pakar sosial ekonomi, agroindustri (pengolahan hasil pertanian) merupakan bagian dari lima subsistem agribisnis yang disepakati, yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan, usahatani, pengolahan hasil/ agroindustri, pemasaran, sarana dan pembinaan (pendukung). Agroindustri tidak dapat lepas dan merupakan bagian dari sistem agribisnis yang lebih luas. Sistem agribisnis perwujudan dari usaha pokok diversifikasi secara vertikal dan horizontal, yang proses penanganan komoditas dilakukan secara tuntas sejak proses produksi prapanen sampai dengan pascapanen dan pemasarannya. Pengembangan agroindustri di Indonesia memiliki prospek yang cerah untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Nilai tambah diartikan sebagai 1) besarnya output suatu usaha setelah dikurangi pengeluaran/biaya antaranya, 2) Jumlah nilai akhir dari suatu produk yang bertambah pada setiap tahapan produksi, 3) nilai output dikurangi dengan nilai input bahan baku yang dibeli dan nilai depresiasi yang disisihkan oleh perusahaan (Setiawan, 2008). Pengertian lain menurut Hardjanto (1993) analisis nilai tambah merupakan metode perkiraan sejauh mana bahan baku yang mendapat perlakuan mengalami perubahan nilai. Terdapat banyak cara menghitung nilai tambah salah satunya adalah metode perhitungan nilai tambah yang digunakan oleh Hayami,et.al (1987) yang dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini: Tabel 3 Metode Nilai Tambah menurut Hayami Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 13

B. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mengetahui konsep subsistem agribisnis pengolahan produk pertanian pada suatu komoditas pertanian. 2. Mahasiswa mampu menghitung nilai tambah produk dalam suatu agroindustri. C. Panduan Pelaksanaan Praktikum 1. Mahasiswa diminta untuk mengerjakan soal yang disediakan oleh dosen mengenai perhitungan nilai tambah pada suatu agroindustri menggunakan metode nilai tambah Hayami. 2. Dikerjakan secara individu di kertas folio dan diperbolehkan berdiskusi secara kelompok. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 14

ACARA VI ANALISIS TITIK IMPAS (BEP) SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS A. Pendahuluan Suatu perusahaan yang rasional tentu tidak menginginkan menderita kerugian, bahkan sebaliknya perusahaan menginginkan laba atau target laba tertentu. Agar supaya perusahaan tidak rugi harus bergerak ke tingkat tertentu karena di bawah tingkat tersebut perusahaan mengalami kerugian. Untuk menghitung/mengenali tingkatan tersebut digunakan analisis BEP yang akan menemukan titik tertentu yang pada titik tersebut perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Perusahaan yang menginginkan keuntungan pasti bergerak di atas titik tersebut, bahkan berdasar titik tersebut perusahaan bisa menyusun kemampuan untuk menghasilkan laba tertentu pula. Analisis titik impas (BEP) merupakan suatu analisis yang sering digunakan untuk mempelajari tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (profit) dari kegiatan pemasarannya. BEP dalam hal ini diartikan sebagai tingkat penjualan tertentu yang memberikan penerimaan sama dengan biaya pemasaran dari suatu barang seperti dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Grafik Titik Impas Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 15

Untuk analisis titik impas tersebut perlu dipahami terlebih dahulu tentang pengertian 1) harga jual, 2) biaya tetap, 3) biaya variabel, dan 4) marjin kontribusi. Harga jual adalah harga pokok penjualan barang, sedangkan biaya tetap adalah seluruh biaya yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran tetapi tidak berubahubah seiring dengan volume penjualan atau disebut pula dengan biaya tidak langsung (indirect cost). Sebaliknya, yang dimaksud dengan biaya variabel adalah seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan jumlah barang yang dipasarkan. Sedangkan marjin kontribusi (contribution margin) merupakan selisih dari harga jual dan biaya variabel. Titik impas dapat diperhitungkan secara fisik dan nilai seperti dapat ditunjukkan sebagai rumus berikut: 1) Keterangan: FC = Fixed Cost AVC = Average Variable Cost SP = Selling Price BEP = Break Even Point Q = Quantity 2) 3) Namun tidak jarang juga analisa tersebut dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu besar laba (π) yang diharapkan akan diperoleh secara tetap. Untuk itu, maka rumusan tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut: Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 16

Contoh : Perusahaan Pertanian merencanakan akan menjual permen rambutan dengan harga jual sebesar Rp. 5.000,- per kg untuk penjualan pada tahun 2018 dengan biaya variabel per produk adalah Rp. 3.000,-. Diperhitungkan bahwa biaya pengelolaan/ biaya tetap per tahun mencapai Rp. 10 juta. Dengan data tersebut maka dapat dihitung titik impas penjualan tersebut : Sehingga dapat diketahui bahwa minimal produk yang harus dijual adalah 5.000 kg, dan nilai penjualan nya adalah Rp 25.000.000,-. B. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa dapat menghitung titik impas pada skala produksi, p enjualan, maupun harga sebagai salah satu alat pengambilan keputusan manajemen pada suatu usaha. 2. Mahasiswa dapat menghitung menghitung sales minimal untuk meraih laba tertentu (target laba) pada suatu industri. C. Panduan Pelaksanaan Praktikum ACARA VI 1. Mahasiswa diminta untuk mengerjakan soal yang disediakan oleh dosen mengenai perhitungan BEP dan sales minimal pada usaha. 2. Dikerjakan secara individu di kertas folio dan diperbolehkan berdiskusi secara kelompok. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 17

ACARA VII SUBSISTEM AGRIBISNIS : PEMASARAN DAN PENDUKUNG A. Pendahuluan Subsistem Pemasaran Didalam terminology sistem agribisnis, kegiatan pemasaran termasuk salah satu kegiatan agroindustri suatu produk pertanian yang telah mengalami pengelolaan (processing good) harus segera dipasarkan untuk mendapatkan imbalan dari usaha agribisnis tersebut. Berbagai aspek yang terkait dengan pemasaran termasuk lembaga, saluran, distribusi serta keinginan dan selera konsumen terhadap suatu produk pertanian menjadi pertimbangan didalam memasarkan dan mengembangkan pasar produksi. Subsistem Pendukung Sebagai rangkaian dari beberapa subsistem agribisnis didukung oleh beberapa institusi atau beberapa disiplin ilmu lain. Keberadaan institusi-institusi itu akan mempengaruhi kinerja sistem agribisnis baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, maka dalam mengelola agribisnis agar dapat berkembang, maju dan memiliki daya saing, kolaborasi dengan perguruan Tinggi, Bank, Pemerintah (Pusat/ Daerah) dan lain-lain akan sangat dibutuhkan. Orientasi pengembangan agribisnis pada kebutuhan konsumen (pasar) dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka upaya dan strategi guna memenuhi tuntutan pasar dengan kualitas produk dan harga bersaing agar terus dilakukan. Dukungan tidak hanya terbatas pada inovasi dan pengembangan produk, namun perlu juga disinergikan dengan penyediaan alat-alat transportasi yang memadai serta infrastruktur yang cukup. B. Tujuan Praktikum 1. Mahasiswa mengetahui saluran pemasaran dari suatu komoditas pertanian/ agroindustri yang efektif. 2. Mahasiswa mengetahui jenis-jenis subsistem pendukung yang ada pada sistem agribisnis yang berhubugan dengan subsistem agroindustri. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 18

3. Mahasiswa memiliki pengetahuan secara mendalam mengenai pendekatan sistem agribisnis yang komperehensif integral. C. Panduan Pelaksanaan Praktikum 1. Dari produk agroindustri yang telah dipilih pada acara VII, setiap kelompok mahasiswa melakukan analisis terhadap a. Identifikasi saluran dan distribusi pemasaran, sebutkan pula faktor pendukung dan penghambat didalam pemasaran produk yang saudara amati. b. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen didalam membeli produk tersebut c. Identifikasi kegiatan-kegiatan marketing mix yang mungkin dilakukan oleh agroindustri tersebut. d. Identifikasi infrastruktur pertanian (subsistem pendukung) pada kegiatan di subsistem agroindustry dan pemasaran. Lakukan dengan seksama apa saja problematika dan kendala infrastruktur yang dihadapi, kemudian berikan alternatif solusinya. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 19

ACARA VIII PRAKTEK OBSERVASI DAN WAWANCARA DI LAPANG Mahasiswa ditugaskan untuk mengunjungi suatu industri pengolahan hasil pertanian dan melakukan observasi dan wawancara mengenai : ACARA V dan VI a. Proses produksi b. Biaya-biaya (Tetap, Variabel, dan lainnya) c. Hasil produksi d. Harga produk jadi dan e. Komponen lain dalam menghitung nilai tambah dan analisis BEP ACARA VII Sesuai dengan instuksi pada panduan pelaksanaan praktikum acara VII. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 20

ACARA IX PRESENTASI HASIL PRAKTEK DI LAPANG DAN PENGUMPULAN LAPORAN Mahasiswa diminta untuk mempresentasikan tugas dan mengumpulkan laporan. Laporan diketik satu setengah spasi pada kertas HVS ukuran A4, dan kertas bufallo sebagai cover.: FORMAT LAPORAN HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Praktek Lapangan BAB II. TINJAUAN PUSTAKA BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN (Sesuai dengan instruksi pada acara VIII) BAB IV. PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN NB : Laporan dibuat oleh setiap kelompok dan diharapkan setiap praktikan memiliki arsip. Laporan dibuat untuk memperoleh nilai keaktifan dalam mengikuti praktikum Manajemen Agribisnis. Pengumpulan laporan resmi dikumpulkan pada saat pelaksanaan presentasi, namun bila ada yang ingin merevisi laproan setelah diperoleh masukan pada saat presentasi dapat mengumpulkan ulang revisi laporan selambat-lambatnya satu minggu sebelum pelaksanaan ujian akhir semester Manajemen Agribisnis. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 21