PRAKTIKUM VI DESKRIPSI TANAH

dokumen-dokumen yang mirip
PENUNTUN PRAKTIKUM SIFAT SIFAT FISIK TANAH KELAS A PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI. OLEH I Wayan Narka

SIFAT-SIFAT FISIK dan MORFOLOGI TANAH

Modul ini mencakup bahasan tentang sifat fisik tanah yaitu: 1.tekstur, 2. bulk density, 3. porositas, 4. struktur 5. agregat 6. warna tanah 7.

Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah. Makin luas permukaan

Sifat-sifat Fisika Tanah ILMU TANAH (DASAR-DASAR ILMU TANAH)

URAIAN PENGAMATAN PROFIL TANAH LOKASI BPP SEMBAWA

SIFAT-SIFAT TANAH PARANITA ASNUR

Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 02: MORFOLOGI TANAH

DASAR-DASAR ILMU TANAH

DASAR-DASAR ILMU TANAH WIJAYA

Morfologi dan Sifat Fisik Tanah

06/11/2012. Tekstur Struktur Konsistensi Warna Temperatur Lengas Udara

Gambar 1. Tabung (ring) tembaga dengan tutup Tahapan-tahapan pengambilan contoh tanah tersebut dapat dilihat pada Gambar 2. =^

HASIL DAN PEMBAHASAN. Sifat-sifat Tanah. Sifat Morfologi dan Fisika Tanah. Sifat morfologi dan fisika tanah masing-masing horison pada pedon pewakil

PUSTAKA YANG DIGUNAKAN

29/12/2010. Tekstur Struktur Konsistensi Warna Temperatur Lengas Udara

DASAR ILMU TA AH 0 5: : S

DASAR-DASAR ILMU TANAH

V. HASIL DAN PEMBAHASAN Morfologi Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Karakterisasi Morfologi Tanah di Lapang

Sifat-sifat fisik tanah. Texture Structure Soil density Bulk density Moisture content Porosity Measurement methods

Morfologi dan Sifat Fisik Tanah

Kondisi Lansekap. Dataran berombak. Muara Sungai. Perbukitan terjal. Dataran bergelombang. Lahan berbatu

KARAKTERISTIK TANAH. Angga Yuhistira Teknologi dan Manajemen Lingkungan - IPB

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN. Tabel 3.1. Ciri-ciri Horison Generik pada klasifikasi tanah. Nilai Indikator Horison O A E B. Indikator

EKO K SARI A R. 2011

Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 05: Sifat Fisika (1)-Tekstur Tanah

Tabel Lampiran 1. Sifat Kimia Tanah di Wilayah Studi Penambangan PT Kaltim Prima Coal

Bab IV. Hasil Pengujian dan Analisis

Warna Tekstur Tanah Struktur Tanah Konsistensi Pori

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

Lampiran 1 Hasil pengamatan kedalaman tanah dan batuan (bedrock) untuk pemasangan peralatan pengamatan hidrokimia di DAS mikro Cakardipa.

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

TATA CARA PENELITIAN

Tipe struktur. Tabel Lampiran 2. Kode permeabilitas profil tanah

Morfologi tanah adalah sifat-sifat tanah yang dapat diamati dan dipelajari di

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. lahan pasir pantai Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen dengan daerah studi

geografi Kelas X PEDOSFER II KTSP & K-13 Super "Solusi Quipper" F. JENIS TANAH DI INDONESIA

geografi Kelas X PEDOSFER I KTSP & K-13 A. PROSES PEMBENTUKAN TANAH

TUGAS EKOLOGI TUMBUHAN DISUSUN OLEH : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Lampiran 1. Deskripsi Profil

e 0 Tidak Lekat (non sticky)

PENUNTUN PRAKTIKUM TANAH DAN PEMUPUKAN (PDB 1207) Dikeluarkan oleh: LABORATORIUM TANAH/SUMBERDAYA LAHAN

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY mulai

TINJAUAN PUSTAKA. Ubi kayu merupakan bahan pangan yang mudah rusak (perishable) dan

PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP

PENUNTUN PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH (PNU 1109) Dikeluarkan oleh: LABORATURIUM ILMU TANAH

II. PEMBENTUKAN TANAH

BAGIAN 3-2 KLASIFIKASI TANAH

HUBUNGAN TANAH - AIR - TANAMAN

Tabel 1. Deskripsi Profil di Lokasi Penelitian Horison Kedalaman Uraian

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR DASAR ILMU TANAH

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen

Deskripsi Pedon Tanah (lanjutan)

Munsell Soil Color Charts

PENULISAN LAPORAN FIELDWORK & UAP PRAKTIKUM SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Secara pedologi, tanah didefinisikan sebagai bahan mineral ataupun organik di

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari 2015 hingga April 2015 di

Ap 0 - cm Coklat (7,5 YR 5/4 ), pasir berlempung, sedang,

DRAINASE BAWAH PERMUKAAN (SUB SURFACE)

Y = mu. Posisi lereng : Lereng atas Bentuk lereng : Cembung Elevasi : 97mdpl Bahan lnduk : Napal. Horizon Kedalaman Keterangan (cm)

KLASIFIKASI TANAH SI-2222 MEKANIKA TANAH I

TUJUAN PEMBELAJARAN : Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

Orchic epipedon the zone from the surface of the soil to a depth of 20 cm ( Ap and Ac horizons ). Cracks of 2 to 10 cm wide at a depth of 68 cm and

I. PENDAHULUAN. induk batuan sedimen masam (Soil Survey Staff, 2006). Di Indonesia jenis tanah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Morfologi tanah adalah ilmu yang mengamati sifat tanah dalam berbagai lapisan

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Metode Penelitian. diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari

PENDAHULUAN. Kuliah ke 1. Kompetensi Utama Mata Kuliah SURVEI TANAH dan EVALUASI LAHAN adalah:

TUGAS GEOGRAFI TANAH DAN LINGKUNGAN TENTANG TEKSTUR TANAH. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah geografi tanah dan lingkungan ABKA 535

Panduan Fieldtrip. MK. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Christanti Agustina, SP. Nama : NIM : Program Studi :

PENDAHULUAN. Tanah adalah lapisan nisbi tipis pada permukaan kulit. Pembentukan tanah

Lampiran 1 : Data suhu udara di daerah Kebun Bekala Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang ( 0 C)

BAB III LANDASAN TEORI

Karakteristik Tanah Ordo Ultisol di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) Cot Girek Kabupaten Aceh Utara

PEDOMAN PRAKTIKUM GEOLOGI UNTUK PENGAMATAN BATUAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahanpertanaman ubi kayu yang telah ditanami

Lampiran 1. Sifat-sifat Morfologi Masing-masing Profil Tanah

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Pisang. Pertumbuhan tanaman pisang sangat dipengaruhi faktor-faktor yang

3. List Program Pertanyaan Untuk Ciri-Ciri Asal Terjadinya Tanah. 4. List Program Pertanyaan Untuk Ciri-Ciri Sifat Dan Bentuk Tanah

Evaluasi Lahan. Evaluasi Kemampuan Lahan

BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH

BAB III LANDASAN TEORI

17/02/2013. Matriks Tanah Pori 2 Tanah. Irigasi dan Drainasi TUJUAN PEMBELAJARAN TANAH DAN AIR 1. KOMPONEN TANAH 2. PROFIL TANAH.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

WARNA TANAH Hue Valu l e u Chroma

PENDAHULUAN. Kompetensi Utama Mata Kuliah SURVEI TANAH dan EVALUASI LAHAN adalah:

Tabel Lampiran 1. Deskripsi profil tanah Andosol dari hutan Dusun Arca Order tanah : Andosol

BAB IX WARNA TANAH. Kesemuanya ini menunjukkan pentingnya pemaham masalah warna tanah.

TANAH. Oleh : Dr. Sri Anggraeni, M,Si.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

Seisme/ Gempa Bumi. Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH ACARA III DERAJAT KERUT TANAH

Transkripsi:

PRAKTIKUM VI DESKRIPSI TANAH I. PROFIL TANAH DAN HORISON Pada saat penggalian lubang pada tanah, akan terlihat lapisan lapisan tanah yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Warna tanah dari umumnya akan bewarna terang jika kedalaman semakin dalam. Warna tersebut menggambarkan lapisan-lapisan tanah yang terbentuk. Lapisan lapisan tanah yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah disebut Horison. Horison terbentuk karena dua hal yaitu : 1. Pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air. 2. Karenan proses pembentukan tanah. Penampang melintang (vertikal) tanah yang terdiri dari / tersusun dari lapisan tanah disebut Profil tanah. Pembagian sifat batas-batas horison pada suatu profil meliputi : 1. Ketajaman batas batas horison meliputi : Nyata : tebal peralihan kurang dari 2,5 cm Jelas : tebal peralihan 2,5 cm 6,5 cm Berangsur : tebal peralihan 6,5 cm 12,5 cm Baur : tebal peralihan >12,5 cm 2. Bentuk tofografi dari peralihan horison Rata : Batas horison datar Bergelombang : Batas horison bergelombang Tidak teratur : batas tidak teratur naik turun Terputus : Batas horison tidak menyambung Alat yang dibutuhkan : 1. Cangkul 2. Skop 3. Meteran 4. Penggaris besi 5. Alat tulis Cara Kerja 1. Permukaan tanah dibersihkan dari rumput dan atau sampah lainnya. 2. Tandai tinggi lereng setiap 20 cm dari puncak lalu diambil sampelnya untuk diamati. 3. Sampel yang diamati diidentifikasi dan didata dalam lembar kerja deskripsi tanah. 4. Catat perubahan horizon yang diamati beserta kedalamannya. II. PENENTUAN WARNA TANAH DILAPANGAN Warna tanah merupakan sifat morfologi tanah yang paling mudah dibedakan. Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Warna hitam menunjukkan

kandungan bahan organik tinggi yang menggambarkan tingkat kesuburan tanah yang baik. Warna merah menunjukkan bahwa tanah tersebut sudah mengalami pelapukan yang lebih lanjut, ditandai adanya oksida besi bebas (tanah tanah yang teroksidasi). Warna abu-abu kebiruan menunjukkan adanya reduksi. Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang terdapat pada buku Munsell Soil Color Chart, warna dinyatakan dalam tiga satuan yaitu kilapan (hue), nilai (value) dan khroma (Chroma). Kilapan (hue) berhubungan erat dengan panjang gelombang cahaya, nilai (value) berhubungan erat dengan kebersihan suatu warna dari pengaruh warna lainnya menunjukkan gelap terangnya warna sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. Khroma (Chroma) menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. Alat yang dibutuhkan 1. Buku Munsell Soil Color Chart 2. Botol mineral yang dilubangi bagian atasnya berisi air mentah Cara Kerja 1. Ambil agregat tanah berdiameter + 2-3 cm setiap titik. 2. Bandingkan warna tanah tersebut dengan warna-warna yang terdapat dalam lembaran buku Munsell Soil Color Chart. 3. Catat satuan/kode yang terdapat dalam lembaran buku ini yaitu kilapan (hue). Contoh 5 YR dengan Value 5 dan chroma /6. 4. Dari contoh no 3 maka warna yang didapat adalah 5 YR5/6 yang berarti yellowish red (Merah kekuning kuningan). 5. Biasanya warna ini dicatat pada dua keadaan yaitu pada keadaan lembab dan keadaan kering. Pada praktikum ini, dilakukan pada keadaan lembab. 6. Pengamatan jangan langsung kena sinar matahari/dilakukan di tempat yang teduh. Contoh Buku Munsell Soil Color Chart Soil colour Names Munsell Soil Color Chart Names 5YR 5Y5/6 V A L U E e V A L U E e Yellowish red chroma chroma

LEMBAR KERJA DESKRIPSI TANAH Profil No :... Model : Area : Surveyor : Photo Nr/Map Nr. : Observation Nr. : Vegetation : Date : Present Land Use : Location : Water Tabel : Rentis : Drainage Units : Tentatif Soil Class : Land Units : Tentatif Land Class : Slope gradients : Layer Horizon Boundary Matris color Mottles Concretion Texsture Consistency Struktur Organic matter Pauna activity Clay skin Cracks Pores Roots Stones/Laterite s Symbol Nr Depth (cm) a c g d s w i b F d p Fe Ca Mn W m h S ls sl l Si cl scl sicl Sc sic sil c W So ss s vs po ps p vp M L vfr fr fi Vfi efi D L s sh h Vh eh 0 Vf f m c vc Pl pr cpr abk sbk gr cr sg m H m Fc hc sc Z1 z2 z3 C1 c2 c3 Lgt lg lb st g co Remarks Soil Sample 1. Surface featur :... No. Depth (cm) Special featur 2. Flooding :... hours Depth of water :... cm On month :... 3. Micro relief :... 4. Permeability rate :... 5. Depth to sand :... 6. Parent material :... 7. Sketch of landform :...

Keterangan : Model : Area : Fungsi lahan(ladang,kebun dll) Surveyor : Nama Surveyor Photo Nr/Map Nr. : Observation Nr. : Misal, B 002 Vegetation : Jenis tanaman yg ada (cabai) Date : Tanggal, Bulan, Tahun Present Land Use : Tataguna lahan saat ini (kebun Campuran) Location : Petak/Kebun ke berapa Water Tabel : Kedalaman muka air tanah Rentis : Jalur nomor ke berapa Drainage Units : Kondisi drainase (Baik dll) Tentatif Soil Class : Klasifikasi tanah sementara Land Units : Unit Lahan Tentatif Land Class : Klasifikasi lahan sementara Slope gradients : Kemiringan lereng Symbol : Simbol Nr : Nomor (I, II, dst) Depth : Kedalaman pengambilan contoh tanah 1. Horizon Boundary (batas horison) a = abruft = nyata, tebal peralihan kurang dari 2,5 cm c = clear = Jelas, tebal peralihan 2,5 cm 6,5 cm g = gradual = Berangsur, tebal peralihan 6,5 cm 12,5 cm d = diffus = Baur, tebal peralihan >12,5 cm s = smooth = Rata, Batas horison datar w = wavy = Bergelombang, Batas horison bergelombang i = irreguler = Tidak teratur, batas tidak teratur naik turun b = broken = Terputus, Batas horison tidak menyambung 2. Matrix color : Intensitas warna tanah sesuaikan dengan buku Munsell soil color chart, misal 5 YR5/6 yang berarti yellowish red (Merah kekuning kuningan). Dilihat pada kondisi lembab dan kering 3. Motles : karatan ada yang berasal dari Fe dan Mn. Misal, Fe 2+ Fe 3+ Reduksi kelabu merah kuning f = few = sedikit 1 = kecil F = Faint = baur m= medium = sedang 2 = sedang d = distinct = jelas a = abundent = banyak 3 = besar p = prominent = nyata contoh : f1d artinya karatan sedikit, ukuran kecil dengan perbandingan yang jelas 4. Concretion merupakan lanjutan dari proses mottle hanya sifatnya keras (akumulasi bahan-bahan dalam tanah yang bersifat keras secara kimiawi) dan tidak dapat dipecah lagi. Concretion yang disebabkan Fe berwarna merah, Mn berwarna hitam dan Ca berwarna putih. f = few = sedikit 1 = kecil (diameter 0.5 cm) w = wake = lemah/mudah patah m= medium = sedang 2 = sedang (diameter 0.5-1.5 cm) m = moderat = sedang a = abundent = banyak 3 = besar(diameter > 1.5 cm) h = hard = keras/kuat 5. Texture S = sand = pasir Si = silty = debu Ls = loamy sand = pasir berlempung cl = clay loam = lempung berliat Sl = sandy loam = lempung berpasir scl = sandy clay loam = lempung liat berpasir l = loam = lempung sicl= silty clay loam = lempung liat berdebu sc = sandy clay = liat berpasir sil = silty loam = lempung berdebu sic= silty clay = liat berdebu c = clay = liat 6. Consistency : sifat daya tahan tanah terhadap gaya-gaya luar W = wet = basah M = moist = lembab Dry = Kering So = non sticky = tidak lekat l = loose = lepas l = lose = lepas Ss = slight sticky = sedikit lekat vfr = very friable = sangat gembur s = soft = lemah S = sticky = lekat fr = friable = gembur sh=slight hard =sedikit kuat Vs = very sticky = sangat lekat fi = firm = teguh h = hard=kuat/keras Po = non plastis = tidak palstis Vfi = very firm = sangat teguh vh=very hard =sangat keras Ps = slaight plastis = sedikit plastis efi = extrimly firm = ekstrim teguh P = plastis, vp = very plastis = sangat plastis eh = extrimly hard = extrim keras

7. Struktur Perkembangannya Kekerasan ukurannya Bentuknya 0 = tidak berstruktur vf =very fine = sangat halus pl = platy = lempeng 1 = struktur lemah f = fine = halus pr = prismatik = prisma 2 = struktur sedang m = medium = sedang cpr = columnar prismatik 3 = struktur kuat c = coarse = kasar abk = angular blocky Vc= very coarse = sangat kasar sbk = sub angular blocky Gr = granular = butir-butir Cr = crumb = remah Sg = single graind M = masif 8. Organic Matter : Bahan organik dilihat dari tingkat pelapukannya H = high = tinggi m = Medium = sedang fc = fibric = bahan organik melapuk kurang dari 33 % hc = hemic = bahan organik melapuk 33% - 66% sc = sapric = bahan organik melapuk lebih dari 66% 9. Pauna activity : dengan melihat lubang-lubang cacing atau bekas serangga Z1 = sedikit = 1-3 per 7 cm 2 Z2 = sedang = 4-14 per 7 cm 2 Z3= banyak = > 14 per 7 cm 2 10. Clay skin = Lapisan liat (sedikit mengkilat) terjadi karena adanya migrasi liat yang sangat halus menempel pada agregat tanah ped particle dan bila telah kering terlihat mengkilat. C1 = sedikit, tipis pada bidang ped dan pori C2 = sedang, pada bidang ped dan pori C3 = banyak, tebal pada bidang ped dan pori. 11. Cracks : retakan/celah f = few = sedikit, < 2 % 1 = kecil < 0.5 cm m = medium = sedang, 2 20 % 2 = sedang, 0.5-2 cm a = abundent = banyak, > 20 % 3 = besar > 2 12. Pores : pori-pori tanah, dikaitkan dengan aktivitas mikroorganisme f = few = sedikit 1 = kecil m = medium = sedang 2 = sedang a = abundent = banyak 3 = besar 14. Roots : perakaran f = few = sedikit 1 = kecil, < 2 mm m = medium = sedang 2 = sedang, 2 5 mm a = abundent = banyak 3 = besar, > 5 mm 15. Stones/laterites : kandungan batuan-batuan dan laterit yang merupakan bahan induk pada tanah ultisol. Pada permukaan tanah sering terdapat pecahan-pecahan laterit seperti genting, berarti tanah kurang produktif secara fisik. f = few = sedikit, < 10 % m = medium = sedang, 10 30% a = abundent = banyak, > 30% lgt = laterite grit, diameter 2-3 mm lg = laterite gravel, butiran bata merah diameter 3-10 mm lb = laterite boundery, besar berdiameter > 200 mm st = stones, batu-batu diameter 10 100 mm g = gravel, kerikil co = cobles, batu kerikil Surface featur : bentuk wilayah secara umum, Permeability rate : tingkat permeabilitas cepat/lambat Flooding : kebanjiran, Depth to sand : kedalaman pasir, Parent material : bahan induk Macro relief : Bentuk wilayah, Sketch of landform : gambaran tanah tempat boring/profil

Tujuan: 1. Menentukan profil (deskripsi tanah) tanah pada kawasan ITB Jatinangor 2. Menentukan warna tanah pada kawasan ITB Jatinangor Pendahuluan 1. Jelaskan mengenai tekstur tanah 2. Jelaskan pengertian horizon tanah 3. Jelaskan pengertian warna tanah dan cara membaca Munsell Soil Color Chart Pembahasan 1. Jelaskan pembagian horizon tanah 2. Jelaskan hasil deskripsi tanah yang didapatkan berdasarkan lembar kerja deskripsi tanah 3.