Penambangan Bijih Nikel di Pomalaa

dokumen-dokumen yang mirip
[TAMBANG TERBUKA ] February 28, Tambang Terbuka

BAB II TINJAUAN UMUM

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Proposal Kerja Praktek Teknik Pertambangan Universitas Halu Oleo

BAB I PENDAHULUAN. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun dimulai ketika batuan ultramafik

BAB IV PENAMBANGAN 4.1 Metode Penambangan 4.2 Perancangan Tambang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ANALISA PERHITUNGAN BIAYA PENGUPASAN OVERBURDEN PADA ALAT BULLDOZER DI PT. ALAM RAYA ABADI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

BAB III. KONDISI UMUM PT. INCO SOROWAKO


PROSES PENAMBANGAN BATUBARA

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. dicapai semaksimal mungkin maka perusahaan akan melakukan berbagai usaha untuk

BAB I PENDAHULUAN. Tuhan kepada manusia. Sumber daya alam juga menjadi salah satu modal utama

Metode Tambang Batubara

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Metode Penambangan 5.2 Perancangan Tambang Perancangan Batas Awal Penambangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EKSPLORASI ENDAPAN BIJIH NIKEL LATERIT

TERHADAP RANCANGAN PUSH BACK

ejournal Teknik sipil, 2012, 1 (1) ISSN ,ejurnal.untag-smd.ac.id Copyright 2012

PERHITUNGAN PEMINDAHAN TANAH MEKANIS PADA PEKERJAAN PEMATANAGN LAHAN PERUMAHAN PANORAMA ALAM ASRI II KEC. SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

TAHAP PELAKSANAAN PEKERJAAN TANAH

Artikel Pendidikan 23

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Antam merupakan perusahaan pertambangan yang terdivers fikasi dan

Tambang Terbuka (013)

DAFTAR ISI. Halaman RINGKASAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR LAMPIRAN...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PASCA TAMBANG. IZIN USAHA PERTAMBANGAN EKSPLORASI NOMOR: 545 / Kep. 417 BPMPPT / 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ANGKUT PADA PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PIT 8 FLEET D PT. JHONLIN BARATAMA JOBSITE SATUI KALIMANTAN SELATAN

BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Tata Ruang Lahan Daerah Penelitian. Menurut penataan ruang Kaupaten Lebak lokasi penambangn ini

Trenggono Sutioso. PT. Antam (Persero) Tbk. SARI

Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 1 Periode: Maret-Agustus 2015

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Tahun 1968, dengan nama Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang, dan

PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS BULLDOZER PADA AKTIVITAS DOZING DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA TABALONG KALIMANTAN SELATAN

BAB VI POLA EKSTRAKSI AKTUAL DAN ANALISA EKONOMI PENAMBANGAN PASIR BESI

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: Vol. 4 No. 2 Februari 2012

BAB I PENDAHULUAN. bergerak di bidang industri pertambangan batubara dan mineral, dengan

LOADER Alat untuk memuat material ke dump truck, atau memindahkan material, penggalian ringan. Produksi per jam (Q)

PENENTUAN BESAR BOULDER YANG EKONOMIS PADA OPERASI PENAMBANGAN NIKEL LATERIT DI MORONOPO, HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STANDART OPERASIONAL PROCEDURE

TINJAUAN PELAKSANAAN PEMADATAN TANAH UNTUK PEKERJAAN JALAN DI KABUPATEN PURBALINGGA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Bab III PERENCANAAN PEMANENAN HASIL HUTAN

RANCANGAN POLA DAN ARAH PENGUPASAN LAPISAN TANAH PADA PENAMBANGAN NIKEL LATERITE DI PULAU GE.

BAB I PENDAHULUAN. batubara menjadi semakin meningkat. Hal ini terjadi karena batubara merupakan

BAB I PENDAHULUAN. industri adalah baja tahan karat (stainless steel). Bila kita lihat di sekeliling kita

BAB I PENDAHULUAN. PT. ABC adalah perusahaan penyedia jasa pertambangan yang memiliki

VII. TATA LETAK PABRIK. Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Batu bara

DESAIN TAMBANG PERTEMUAN KE-3

OPTIMALISASI PRODUKSI PERALATAN MEKANIS SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PRODUKSI PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP DI PT

ANALISIS NILAI SUMBER DAYA BIJIH BAUKSIT, NIKEL DAN EMAS PT. ANTAM TBK.

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

CV. PERMATA AL ZAHRA A BRIEF HISTORY

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pertambangan merupakan suatu aktifitas untuk mengambil

BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN. Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat

BAB 3 OBJEK DAN METODA PENELITIAN. PT Antam (Persero) Tbk merupakan perusahaan pertambangan yang

KONSEP DASAR PERENCANAAN TAMBANG 3.1 PENGERTIAN

Variabel yang mempengaruhi pekerjaan land clearing yaitu :

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

II. TUJUAN DAN MANFAAT

BAB II TINJAUAN UMUM

KAJIAN TEKNIS KERJA ALAT GALI MUAT UNTUK PENGUPASAN LAPISAN TANAH PUCUK PADA LOKASI TAMBANG BATUBARA DI PIT

BAB III METODOLOGI DAN PEMBAHASAN START. Identifikasi masalah. Pengolahan data stockpile hingga menjadi model. Analisa pengadaan alat berat

- 3 - BAB I KETENTUAN UMUM

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

2 Dosen Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional.

BAB II TANAH DASAR (SUB GRADE)

BAB I PENDAHULUAN. Industri pertambangan membutuhkan suatu perencanaan yang baik agar

BAB III LANDASAN TEORI

RINTA ANGGRAINI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1996 TENTANG KEPELABUHANAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KESERASIAN ALAT MUAT DAN ANGKUT UNTUK KECAPAIAN TARGET PRODUKSI PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PT. ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN

Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 1996 Tentang : Kepelabuhanan

DAFTAR ISI... RINGKASAN... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... BAB

4.1. DEFINISI DASAR 4.2. FASILITAS UTAMA DAN FASILITAS DASAR PERAIRAN

BAB I PENDAHULUAN. yang berlimpah. Didalamnya terkandung kekayaan migas dan non-migas.

ANALISIS KESERASIAN ALAT MEKANIS (MATCH FACTOR) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan IV 2016 ISBN Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada beberapa perusahaan, apakah ini perusahaan jasa maupun perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. yang rinci dan pasti untuk mencapai tujuan atau sasaran kegiatan serta urutan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud Tujuan

BAB VII METODE PELAKSANAAN

Rencana Penataan Lahan Bekas Kolam Pengendapan Timah Di Pit Tb 1.42 Pemali PT.Timah (Persero) Tbk, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

BAB I PENDAHULUAN. undercarriage

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA PENAMBANGAN BATUBARA DI FORMASI TANJUNG, CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN

BAHAN AJAR (HAND OUT)

BAB VII TATA LETAK PABRIK. kelancaran proses produksi. Pabrik T-Butyl Alcohol dengan kapasitas

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BARANG TAMBANG INDONESIA II. Tujuan Pembelajaran

Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 2 Periode: Sept Feb. 2016

Pesawat Polonia

Transkripsi:

Penambangan Bijih Nikel di Pomalaa Segmen usaha nikel ANTAM terdiri dari komoditas feronikel dan bijih nikel, yang dihasilkan dari tambang-tambang nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara serta pabrikpabrik feronikel di Sulawesi Tenggara. ANTAM mengoperasikan dua tambang nikel di Sulawesi Tenggara yakni di Pomalaa dan Tapunopaka, satu tambang nikel di Maluku Utara, yakni di Buli, serta tiga pabrik pengolahan feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Bijih nikel ANTAM yang diekspor memiliki karakteristik kadar nikel dengan kisaran 1,0 % sampai di atas 2,0 %. Sementara komoditas feronikel yang dihasilkan ANTAM memiliki kadar karbon tinggi atau kadar karbon rendah sesuai permintaan konsumen. Jumlah cadangan dan sumber daya bijih nikel saprolit ANTAM per 31 Desember 2012 mencapai 361,3 juta wet metric tons (wmt) dan sumber daya limonit mencapai 464 juta wmt untuk limonit. Jumlah ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ANTAM selama beberapa dekade ke depan pada tingkat ekstraksi saat ini. Meski ANTAM memiliki jumlah bijih nikel yang cukup untuk memenuhi kebutuhan proyek- proyek ekspansi nikelnya, untuk memperpanjang usia cadangan yang dimiliki ANTAM dapat membeli bijih nikel dari pihak ketiga untuk melengkapi cadangan dan sumber daya yang dimiliki. Tambang bijih nikel ANTAM berada di Pomalaa, Tanjung Buli dan Tapunopaka. Pomalaa yang berlokasi di Sulawesi Tenggara merupakan tambang nikel tertua sementara Tapunopaka yang merupakan tambang emas terbaru ANTAM juga berlokasi di Sulawesi Tenggara. Tambang nikel Tanjung Buli berlokasi di Maluku Utara. Lapisan deposit bijih nikel ANTAM umumnya tidak terlalu dalam. Lapisan bijih nikel limonit berada diatas lapison saprolit. Hal ini menjadikan penambangan limonit lebih murah dan penambangan limonit dilakukan terlebih dahulu sebelum saprolit. Bijih nikel ditambang menggunakan metode tambang terbuka secara selektif dengan peralatan backhoe untuk penggalian dan truk untuk transportasi. Tidak diperlukan pengeboran atau peledakan dalam penambangan bijih nikel maupun proses pengolahan yang rumit, selain pengeringan dan penyaringan bijih. Dalam proses penyaringan bijih, didapatkan bijih yang berukuran besar yang memerlukan proses tambahan untuk menghancurkan batuan bijih nikel ke ukuran yang diinginkan.

Secara historis ANTAM memproduksi 5-9 juta wmt bijih nikel setiap tahun. Meski demikian, ANTAM dapat meningkatkan produksi jika dibutuhkan. Sejak tahun 2006 tingkat produksi bijih nikel telah meningkat secara substansial menyusul peningkatan permintaan. Bijih nikel ANTAM digunakan sebagai umpan bijih pabrik feronikel di Pomalaa dan juga diekspor ke konsumen di Jepang dan Eropa. Bijih nikel limonit sebelumnya diekspor ke Australia namun sejak tahun 2007 diekspor ke China. Persiapan Penambangan Penambangan bijih Nikel di Pomalaa dilakukan secara tambang terbuka sistem jenjang (bench) dengan cara selective mining, yakni memilih daerah daerah penambangan yang memiliki deposit berkadar tinggi. Untuk melaksanakan aktifitas penambangan tersebut perusahaan mengoprasikan beberapa alat mekanis antara lain: Bulldozer Komatsu D 85 E-SS, Back Hoe PC 200-5, Dozer Shovel D 75 E-SS, Truck Mitshubishi Turbo PS 220. Kegiatan penambangn Nikel Pomalaa meliputi Pioneering and Clearing, pengupasan lapisan tanah penutup, penggerusan, penggalian serta pemuatan dan pengangkutan bijih Nikel. Tahapan-tahapan penting tersebut adalah sebagai berikut: Persiapan Penambangan dan Pembersihan (Pioneering And Clearing) Persiapan penambangan yang mencakup pembuatan sarana jalan angkut dan penanganan masalah air(drainage). Clearing adalah pembersihan pohon-pohon di atas bijih yang ditambang. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam proses penambangan yang meliputi beberapa pekerjaan seperti pembabatan hutan, pembuatan jalan-jalan tambang dan jalan darurat serta membangun prasarana pendukung lainnya. Kondisi pepohonan tidak terlalu besar dan lebat sehingga kegiatan ini hanya menggunakan alat mekanis bulldozer dan chainsaw untuk memotong pohon-pohon. Pengupasan Tanah Penutup (Stripping) Tanah penutup (over burden) adalah material bagian atas yang menutupi bijih kadar tinggi (kadar bijih yang memenuhi kebutuhan pabrik atau ekspor). Jadi tanah penutup berupa : Tanah (top soil), Bijih kadar rendah (low grade ore) tebal over burden + 0 6 meter

Pengupasan yang dilakukan terhadap tanah penutup, biasanya dilakukan bersamasama dengan kegiatan clearing menggunakan alat bulldozer. Pekerjaan ini dimulai dari tempat yang tinggi (puncak bukit) dan penutup didorong ke bawah kearah tempat yang lebih rendah sehingga alat dapat bekerja dengan bantuan gaya gravitasi. Penggalian (Digging) Penggalian adalah serangkaian pekerjaan yang dilakukan untuk membebaskan bahan galian dari batuan induknya. Untuk melakukan penggalian diperlukan alat-alat yang sesuai dan tepat untuk daerah yang dikerjakan. Pemilihan alat tersebut tergantung faktor teknis dan ekonomis. Faktor teknis misalnya jenis dan sifat fisik serta letak endapan. Faktor ekonomis misalnya harga alat, biaya perawatan dan sebagainya. Alat mekanis yang digunakan dalam kegiatan penggalian adalah Back Hoe, Power Shovel, Bulldozer dan lainlain. Pemuatan dan Pengangkutan (Loading And Hauling) Pemuatan adalah pekerjaan yang dilakukan untuk memuat bijih (ore) ke dalam alat angkut untuk dibawa ke suatu tempat penampungan. Pemuatan bijih hasil penggalian dilakukan oleh alat muat Back Hoe PC 200 Komatsu. Bijih yang dimuat adalah bijih yang telah ditumpuk oleh alat gali di dekat front penambangan dan telah diuji kadarnya dan dianggap layak untuk diangkut (selective mining). Bijih dimuat ke alat angkut(dump truk) untuk dibawa ke tempat penimbunan (stock yard). Pengangkutan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengangkut bijih (ore) dari front penambangn kestock yard. Alat angkut yang digunakan untuk pengangkutan bijih adalah dump truck. Alat angkut yang dipergunakan adalah Dump Truck Mitsubishi PS 220 dengan kapasitas antara 16 sampai 23,50 ton dan kapasitas yang lebih kecil yaitu antara 12 16 ton. Bijih yang akan diekspor langsung diangkut ke pelabuhan, sedangkan untuk keperluan pabrik Ferro Nikel langsung dibawa ke tempat penimbunan pabrik. Penimbunan Bijih Nikel

Penimbunan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyimpan bijih hasil pengangkutan sebagai langkah penyimpanan yang teraman dan terdekat yang proses berikutnya yaitu pengapalan atau untuk pabrik. Jadi, bijih nikel hasil penambangan tidak langsung diangkut ke pabrik atau dimuatkan ke kapal untuk ekspor, tetapi ditimbun dulu. Tujuan penimbunan antara lain : Sebagai cadangan untuk penjualan, sebagai sarana pencampuran bijih kadar tinggi dengan kadar rendah (blending), untuk menurunkan kadar air secara alami. Beberapa tempat penimbunan (stock yard) yaitu : Stock yard di Tanjung Leppe, wilayah Tambang Selatan, stock yard sementara di front penambangan, stock yard di pelabuhan Pomalaa, stok yard di unit pemecah batu (crusing plant), stock yard di Praolahan pabrik Ferro Nikel Bijih yang sampai di stock yard biasanya disimpan dalam waktu lama sambil menunggu masa pengiriman atau masa pengapalan untuk ekspor, atau diangkut kembali ke transito. Kapasitas stock yard yaitu 10.000 ton dalam satu tumpukan dengan 10 dermaga curah. Nickel Ore Mining (Penambangan Bijih Nikel) Penambangan diklasifikasikan atas 2 jenis kualitas ore utama, yaitu limonit dan saprolit. Sedangkan 1 jenis kualitas ore lagi yaitu low grade saprolit (LGSO) dimana kualitas ore merupakan transisi antara saprolit dan limonit. Ke tiga jenis ore tersebut ditentukan oleh Tim Eksplorasi dan Perencanaan Tambang. Pelaksanaan dilapangan akan diawasi oleh grade controller. Limonit ditambang dan diangkut langsung ke tempat pemisahan ukuran berdasarkan gravitasi atau Grizzly portable. Saprolit ditambang sebagian akan diangkut langsung ke tempat penyaringan tetap atau disebut Grizzly portable. Pengambilan sample dilakukan diatas truk dengan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Dan sebagian akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara atau disebut Stockyard dan pengambilan sample diatas truk atau pada tumpahan truk dengan ketentuan yang ditetapkan sebelumnya. Penentuan ore akan diangkut langsung ke grizzly atau diangkut ke stockyard oleh grade control. Hal ini didasari oleh fackor kualitas. Penambangan harus mengikuti prosedur tersebut dan penentuan lokasi stock akan ditentukan oleh pihak perusahaan.operator Tambang harus menjaga tidak terjadinya pengotoran ore baik limonit atau saprolit pada saat penggalian di lokasi penambangan (front). Pembatuan jalan di front ataupun tempat

penggalian harus menggunakan batuan yang tidakmengandung silica tinggi diutamakan menggunakan batuan/boulder sekitar area penggalian yang masih mengandung nikel. Selama penggalian operator tambang harus memisahkan boulder yang berukuran besar sehingga dipastikan tidak terangkut sebagai ore. Boulder dapat diangkut sebagai waste ataupun dipindahkan ketempat aman yang tidak mengganggu kegiatan gali muat disekitar area penambangan. Saprolit yang disimpan di stockyard pada saat diangkut kembali ke grizlly portable dipastikan diangkut bersih, tidak terjadi pengotoran dari material lain diluar tumpukan ore, dan boulder yang besar dipisahkan sehingga tidak terangkut ke grizzly. Tidak ada pengambilan sample yang dilakukan pada kegiatan ini. Peralatan Tambang a) Bulldozer, merek Cat dengan type D 85 E. Fungsi utamanya adalah untuk operasi pengupasan lapisan tanah tertutup (striping overburden), perataan kembali dan untuk membantu perintisan pembukaan jalan tambang. b) Hydraulic Excavator, dengan type PC 200. c) Stone Breaker, berkapasitas produksi 50 ton/jam. Peralatan tersebut berfungsi. d) Untuk penggalian pemecahan batuan mineralisasi yang mengandung galena. e) Dump Truck, merek Mitsubishi. Peralatan tersebut berfungsi. f) Mengangkut nikel dari front penambangan ke tempat penimbunan. Bila dibutuhkan juga dapatdigunakan untuk ke tempat pembuangan sementara. g) Stone Chruser, berkapasitas produksi 25 ton/jam. Peralatan tersebut digunakan.untuk menghancurkan bongkah-bongkah batuan mengandung nikel dari front penambangan sampai ukuran kerikil sampai kerakal. h) Whell Loader, berkapasitas produksi 25 ton/jam. Peralatan tersebut digunakan i) Untuk pemuatan ore laterit dari penampungan ke pelabuhan. Sarana Penunjang

Sarana penunjang merupakan modal tetap berwujud, diperlukan untuk menunjang berbagai kegiatan di lapangan pada operasi penambangan. Sarana penunjang yang dimaksud adalah : a. Base Camp, berupa perumahan semi permanen, untuk staf karyawan di lapangan serta perlengkapannya. b. Perkantoran di sekitar areal penambangan yang berfungsi sebagai tempat melakukan kegiatan- kegiatan administrasi, penyusunan laporan atau data-data, tempat pertemuan staf dan menerima tamu-tamu di lapangan. c. Bengkel dan gudang, berfungsi untuk tempat perawatan atau perbaikan alat-alat berat serta kendaraan-kendaraan dan alat perlengkapan lainnya, juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan/alat-alat yang diperlukan di lapangan. d. Kendaraan lapangan berupa, 1 unit mobil ford ranger gardan ganda, dan 2 unit taff/rocky. e. Generator mesin listrik dengan daya 500 kva yang akan digunakan untuk penerangan perumahan (base camp) dan perkantoran, juga untuk menunjang perbengkelan seperti pengelasan dan penambangan serta pengolahan. f. Jalan tambang, digunakan untuk menghubungkan front penambangan ke tempat penampungan (stock pile) di Pelabuhan. g. Akses pelabuhan dan jalan, digunakan untuk jalur transport pengangkutan dan pengapalan batuan Nikel. h. Alat komunikasi, digunakan untuk memperlancar hubungan komunikasi di lapangan antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya yang letaknya cukup berjauhan dengan kantor pusat. i. Alat keselamatan kerja dan alat gali sederhana, termasuk di dalam hal ini seperti pemadam kebakaran, helm, sepatu boots, peralatan P3K, cangkul, sekop dan linggis. j. Pompa air, digunakan untuk pencucian Nikel, dan kebutuhan air untuk base camp dan perkantoran. k. Kompressor, digunakan untuk sirkulasi udara dalam lubang/terowongan.