Judul Buku : Keagungan Sapi Menurut Weda

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA

TUGAS AGAMA DEWA YADNYA

BAB I PENDAHULUAN. dijumpai di masyarakat. Karya sastra ini mengandung banyak nilai dan persoalan

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SDLB TUNANETRA

D. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SDLB TUNADAKSA

27. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SD

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V ANALISA DATA. A. Upacara Kematian Agama Hindu Di Pura Krematorium Jala Pralaya

Penyusunan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Dasar. Menunjukkan contoh-contoh ciptaan Sang Hyang Widhi (Tuhan)

BAB I PENDAHULUAN. keragaman tradisi, karena di negeri ini dihuni oleh lebih dari 700-an suku bangsa

Jadi keenam unsur kepercayaan (keimanan) tersebut di atas merupakan kerangka isi Dharma (kerangka isi Agama Hindu). Bab 4 Dasar Kepercayaan Hindu

I. PENDAHULUAN. Etnis Bali memiliki kebudayaan dan kebiasaan yang unik, yang mana kebudayaan

DESKRIPSI KARYA SARADPULAGEMBAL THE SYMBOL OF TRI LOKA

21. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB - E)

BAB I PENDAHULUAN. Negara menjamin setiap warga untuk memeluk agama masing-masing dan

UKDW BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN UKDW

17. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di Indonesia berbeda dengan yang ada di India, ini disebabkan oleh

16. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Dasar (SD)

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara yang luas, besar, dan memiliki keanekaragaman

16. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Kitab Tentang Sumpah (Qosamah), Kelompok Penyamun, Kisas Dan Diyat 1. Qasamah (sumpah)

D. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNAGRAHITA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di dunia ini banyak hal yang tidak terbaca karena selalu ada sesuatu

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

BAB I PENDAHULUAN. kepentingan metabolisme tubuh, atau hanya sekadar untuk menyenangkan perut.

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 4. INDONESIA MASA HINDU BUDHALatihan Soal 4.1

D. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SMPLB AUTIS

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

BAB I PENDAHULUAN. Tradisi lisan di tengah kemajuan peradaban umat manusia yang ditandai

16. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

NASKAH DHARMA WACANA REMAJA PUTRA CINTA KASIH OLEH: PUTU NOPA GUNAWAN UTUSAN KOTA MAKASSAR UTSAWA DHARMA GITA PROVINSI SULAWESI SELATAN

ARTIKEL KARYA SENI TRIDATU OLEH : I WAYAN ENDRA WIRADANA NIM :

PELAKSANAAN TRI HITA KARANA DALAM KEHIDUPAN UMAT HINDU. Oleh : Drs. I Made Purana, M.Si Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

BAB IV ANALISIS DATA DAN REFLEKSI TEOLOGIS. Di dalam pasal 1 Undang-Undang No.1, 1974 menyebutkan bahwa Perkawinan ialah ikatan

BHAKTI ANAK TERHADAP ORANG TUA (MENURUT AJARAN AGAMA HINDU) Oleh Heny Perbowosari Dosen Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Kemanakah jiwa manusia setelah tubuhnya binasa?

BAB I PENDAHULUAN. atas tanah sebagai upacara peniadaan jenazah secara terhormat.

BAB I PENDAHULUAN. hari suci tersebut seperti yang dikemukakan Oka (2009:171), yaitu. Hal ini didukung oleh penjelasan Ghazali (2011:63) bahwa dalam

AGAMA, TRADISI KEPERCAYAAN, DALAM PERSPEKTIF BUDAYA KESEHATAN OLEH : M. ASKAR, S.KEP,NS.,M.KES

BAB IV ANALISIS DATA. A. Deskripsi aktivitas keagamaan menurut pemikiran Joachim Wach

Kapan Boleh Menikah? Koran TOKOH No. 514/Tahun X, November Usia Perkawinan Menurut Hukum Adat Bali

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Budaya adalah suatu konsep yang secara formal didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman,

Kajian Perhiasan Tradisional

MAKALAH : MATA KULIAH ACARA AGAMA HINDU JUDUL: ORANG SUCI AGAMA HINDU (PANDHITA DAN PINANDITA) DOSEN PEMBIMBING: DRA. AA OKA PUSPA, M. FIL.

Fungsi Produk Seni Kerajinan Ukir Kayu Guwang

BAB I PENDAHULUAN. sebagainya. Tidak hanya menyebarkan di daerah-daerah yang menjadi

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Tradisi Menguras Sumur Di Pemandian Air Panas Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen

BAB IV MAKNA SIMBOLIS TRADISI LEMPAR AYAM DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR

BAB I PENDAHULUAN. di Bali, perlu dimengerti sumbernya. Terdapat prinsip Tri Hita Karana dan Tri Rna

MUNCULNYA AGAMA HINDU

I.PENDAHULUAN. kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah berupa folklor yang hidup dalam masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Agama memiliki hubungan yang erat dengan kebudayaan. Banyak

I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas yang masyarakatnya terdiri

BAB I PENDAHULUAN PENELITIAN ARTEFAK ASTANA GEDE. dan terapit oleh dua benua. Ribuan pulau yang berada di dalam garis tersebut

BAB I PENDAHULUAN. terhadap suatu olahraga. Dapat dibuktikan jika kita membaca komik dan juga

BAB I PENDAHULUAN. Tutur merupakan salah satu jenis teks sastra tradisional yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. Danandjaja (1984 : 1) menyatakan bahwa folklore adalah pengindonesiaan

1. PENDAHULUAN. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang

Bab 5. Ringkasan. menyajikan teh untuk tamu. Chanoyu dilihat dari karakter huruf kanjinya terdiri dari

PEMBELAJARAN AGAMA HINDU

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan hal yang sakral dilakukan oleh setiap manusia

BAB I PENDAHULUAN. yang terdapat pada tujuh unsur kebudayaan universal. Salah satu hal yang dialami

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Pelestarian Kesenian Wayang Kulit Tradisional Bali di Kabupaten Badung 1

BAB I PENDAHULUAN. poligami dalam bentuknya yang beragam telah ada dalam tahap-tahap awal dari

LANDASAN PENDIDIKAN PENDIDIKAN YANG BERLANDASKAN CATUR PURUSA ARTHA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

BAB V KESIMPULAN. 5.1 Alasan Kehadiran Rejang Sangat Dibutuhkan dalam Ritual. Pertunjukan rejang Kuningan di Kecamatan Abang bukanlah

I Ketut Sudarsana. > Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Menerapkan Ajaran-Ajaran Tri Kaya Parisudha Dalam Kehidupan Sehari-Hari

KETUHANAN YANG MAHA ESA

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA: RIAK KEHIDUPAN. PENCIPTA : IDA AYU GEDE ARTAYANI. S.Sn, M. Sn

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI GETAH KARET DI LINGKUNGAN UJUNG LOMBANG KELURAHAN LANGGA PAYUNG

Kedudukan Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Muslim

David J. Stuart Fox, penulis buku Pura Besakih; Pura, Agama,

BAB I PENDAHULUAN. Pada makanan tertentu bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan biologis,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Agama Hindu merupakan agama tertua didunia dan masih ada hingga saat ini.

SILABUS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI

BAB I PENDAHULUAN. nenek moyang yang memiliki nilai-nilai luhur budaya. Bali bukan hanya sebagai

BAB II LANDASAN TEORI. sudah tersebar diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Tembikar atau keramik atau porselen

PERBANDINGAN NILAI BUDAYA DALAM DONGENG JEPANG DAN DONGENG BALI. Abstract

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Agama Hindu merupakan sebuah agama yang memadukan nilai-nilai rohani dan

Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan beragam etnis, Bahasa dan budaya Suku 300 Etnik Bahasa pulau

2015 PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA SUNDA PADA UPACARA ADAT NYANGKU DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS

BAB IV PENUTUP. yang direpresentasikan dalam film PK ditunjukan dengan scene-scene yang. tersebut dan hubungan kelompok dengan penganut agama lain.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

UNTAIAN KISAH KEHIDUPAN (JATAKAMALA) Kisah Ajastya

DESKRIPSI PEMELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

Diantara perintah Allah Azza wa Jalla kepada kita adalah perintah agar kita mengikuti Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

BAB I PENDAHULUAN. I. Latar Belakang Penelitian. Pada dasarnya setiap manusia ingin melangsungkan pernikahan

Agama dan Tujuan Hidup Umat Buddha Pengertian Agama

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP UPACARA MERTI DESA DI DESA CANGKREP LOR KECAMATAN PURWOREJO KABUPATEN PURWOREJO

SEKAPUR SIRIH. - Ciptakan kemitraan strategis dengan berbagai stakeholders untuk membangun kekuatan sebagai agent of change.

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

ESTETIKA SIMBOL UPAKARA OMKARA DALAM BENTUK KEWANGEN

Transkripsi:

Judul Buku : Keagungan Sapi Menurut Weda Penulis : Made Darmayasa Pengantar Buku : Drs. Ketut Wiana Penerbit : Pustaka Manikgeni, 1993 viii + 135 hlm. 19cm Bibliografi Indeks. ISBN 979-8506-01-4 Sapi Binatang Utama Hampir setiap orang Hindu yang sungguh-sungguh mendalami spiritual Hindu, amat berpantang makan daging sapi atau daging lembu.bakan banyak pula diantara rohaniawan Hindu sama sekali tidaj makan daging dari segala jenis binatang atau menempuh hidup vegetarian. 1 Mereka yang tidak memakan daging sapi, bukan menganggap sapi itu haram atau binatang yang jelek. Tetapi mereka sangat menghormati sapi itu. Hindu memiliki tiga dimensi yang mana untuk mendapatkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam lingkungannya, antara manusia dengan sesamanya dan keharmonisan yang tertinggi adalah keharmonisan manusia dengan Tuhan yang Maha Esa. 2 Dalam Bhagavadgita III. 10, diisyaratkan adanya hubungan timbal balik berdasarkan yadnya atau prajapati, Praja, dan Kamadhuk. Prajapati adalah Tuhan sebagai Raja Alam Semesta. Praja adalah manusia yaitu makhluk hidup yang paling lengkap. Kamadhuk dalam Bhagavadgita adalah sapi, mithos milik dewa Indra yang mampu memenuhi segala keinginan yang dikehendaki oleh manusia. Sapi dalam mitos Hindu banyak digunakan dalam simbol alam semesta, atau simbol bumi. 3 1. Sebuah pengantar oleh Drs. Ketut Wiana dalam bukunya Darmayasa, Keagungan Sapi Menurut Weda, (Jakarta: Pustaka Manikgeni, 1993), h. 1. 2. Ibid., h. 1. 3. Ibid., h. 2. 1

Swami Suka Dewananda mengatakan bahwa sapi itu lambang Weda dalam kitab upanisad dan kitab sastranya. 4 Dalam konsep Tri Murti sapi kembali diwujudkan dalam lembu Nandini sebagai wahana dari Dewa Siwa. Dalam hal tempat, sapi memiliki tempat yang tersendiri dan amat mulia, dijadikan lambang wahana Dewa Siwa, jiwa alam semesta. 5 Dalam Upacara Pitra Yadnya, terutama bagi umat Hindu di Bali, lembu juga mendapat tempat yang amat terhormat sebagai lambang keagamaan. Seperti dalam Ngaben, yaitu upacara Pitra Yadnya yang pertama, lembu menjadi sarana upacara yang amat penting tempat pembakaran jenazah. Dalam tahap kedua Pitra Yadnya (Nyekah atau Memukur) lembu juga digunakan kembali sebagai simbol upacara Atma Wedana dalam tingkatan yang lebih besar (utama). Di dalam kitab Purana dan Itihasa, lembu atau sapi itu disebut Kamadhenu, juga disebut Nandhini dan Surabi. 6 Dalam kenyataan di tengah-tengah masyarakat, ada dua alasan utama kenapa umat Hindu berpantang makan daging sapi, yaitu: 1. Karena sapi atau lembu itu diagungkan oleh Kitab suci Hindu, karena sebagai binatang suci lambang alam semesta, stana sesungguhnya Tuhan yang Maha Esa. 7 2. Sebagai perwujudan ajaran Ahimsa. Ahimsa yang berarti tidak membunuh dan tidak boleh melakukan kekerasan. 8 Sapi Dalam Catur Weda Gavah visvasyah matarah berarti bahwa sapi adalah ibu seluruh dunia. Berdasarkan satu kalimat itu saja, menurut Darmayasa, mestinya seluruh dunia 4. Ibid., h. 2. 5. Ibid., h. 4. 6. Dalam Bhasa Bharata dan Aryanaka Parwa dijelaskan bahwa Kamadhenu atau Lembu Nandhini adalah ibu pertama dari semua ternak. Kamadhenu yang juga disebut Surabi disebutkan sebagai dewi kekuatan dan kecakapan yang dapat memberikan susu kepada para Dewa dan Resi. Purana tersebut menegaskan semua ternak yang ada sekarang adalah keturunan dari Kamadhenu. Hal ini yang menyebabkan umumnya umat Hindu di India amat sulit dijumpai yang makan sapi, bahkan umumnya umat Hindu di India tergolong vegetarian. 2

bersedia menghentikan pembunuhan terhadap sapi. Tetapi apa daya, pengaruh zaman Kali atau zaman kegelapan begitu kuat, bahwa orang-orang kewalahan mengendalikan dorongan lidah dan perut. 9 Dalam buku kecilnya itu beliau berusaha mengumpulkan berbagai sumber terpercaya tentang keagungan dan kemuliaan sapi. Dengan demikian orang-orang semakin memahami pentingnya menghormati sapi, tidak memakan daging sapi, dan menghentikkan pembunuhan sapi yang tidak berdosa. Kitab suci Weda dikenal sebagai kitab suci yang anadi-ananta (tanpa awal tanpa akhir), berisikan segala penjelasan tentang alam semesta, tentang bagaimana hidup di alam semesta ini semua terdapat dalam kitab Weda. Ada dua pengertian Weda, yaitu: 1. Catur Weda: Rg Weda, Sama Weda, Yajur Weda, dan Atharwa Weda. 2. Seluruh literatur Weda. Bila orang menyebut Weda, pengertian yang lebih umum adalah pengertian nomor dua. 10 Berikut ini adalah bukti-bukti tentang keagungan sapi yang dipetik dari beberapa literatur Weda: Are te goghnamuta pùrusaghnam Hendaklah senjatamu bukan untuk membunuh sapi dan manusia. Rg Weda menganjurkan agar kita tidak menggunakan senjata kita untuk membunuh sapi. Sapi adalah ibu kita, sapi jantan adalah bapak kita. Kedua makhluk ini adalah pemberi kebahagiaan baik di dunia maupun di dunia setelah meninggal. 11 7. Alasan ini akan melahirkan suatu sikap bahwa bumi yang dibentuk berdasarkan Panca Maha Bhuta tidak dapat dirusak yang dilambangkan oleh tubuh sapi. Yang boleh diambil untuk kehidupan/bahan makanan manusia adalah hasil bumi itu sendiri. Seperti: daun-daunan, umbi-umbian, buah-buahan. Tumbuh-tumbuhan hasil bumi itu ibarat susu hasil daripada sapi. Hal inilah rupanya yang menyebabkan umat Hindu di India Menjadikan susu sebagai bahan makanan utama yang diolah menjadi bermacam-macam bentuk makanan. 8. Sebuah pengantar oleh Drs. Ketut Wiana dalam bukunya Darmayasa, Keagungan Sapi Menurut Weda, (Jakarta: Pustaka Manikgeni, 1993), h. 7. 9. Darmayasa, Keagungan Sapi Menurut Weda, (Jakarta: Pustaka Manikgeni, 1993), h. 23. 10. Ibid., h. 24. 3

Pra sùnava rbhùnam brhannavanta vrjana ksama ye visvadhayaso snandheun na matara... Rg Weda 10. 176.1 Disini disebutkan bahwa seorang putra memakan penyanggalam, yaitu: ibu kandungnya, bumi, dan sapi. Mantra ini perlu dibahas lebih jauh lagi karena bagaimana mungkin kitab suci menganjurkan kita memakan ibu kita sendiri. 12 Hetim duram nayatu gobhyah Jauhkanlah senjata dari sapi Yajur Weda Gam ma hinsiraditi virajam Jangan pernah membunuh sapi, tetapi perlakukanlah sapi sebagai ibu. Doghdiri dhenurvodhanadhvan Sapi yang menyirami bumi ini dengan susu yang melimpah ruah dan lembu/sapi jantan yang berbadan perkasa adalah harta karun kita. Dalam peradaban Weda, setiap orang berusaha menyenangkan sapi. Panca Gavya Panca Gavya adalah lima benda yang dikeluarkan atau dihasilkan sapi. Kelima hal ini dipandang dalam peradaban Weda. Keutamaan Panca Gavya ini berdasarkan pustaka warisan leluhur kita bangsa Indonesia, seperti yang tertulis dalam lontar. Sloka yang dalam bahasa Sanskerta ini Darmayasa menemukannya dalam studi and Atavakarya T. Goudriaan and C. Hooykaas. Slokanya adalah: Om mutra puriksakam vapi Ksiran (ca) dadhi ghrtan ca Gobhya eva samutpadam Panca gavyasya laksanam Om, air kencing sapi, kotoran sapi, susu sapi, susu asam, dan ghee (minyak yang dibuat dari susu sapi), semua ini yang dihasilkan dari sapi disebut Panca Gavya. Tradisi ini masih kita dapatkan jika meneliti berbagai macam bebanten. Ternyata dalam bebanten leluhur kita juga memakai kotoran sapi. Memang, 11. Ibid., h. 25. 12. Bagaimana seorang putra memakan ibunya, disini dimaksudkan pada kasih sayang ibu kepada kita diwaktu kecil. Yang mana kita meminum (memakan) air susu ibu. Tetapi pada saat yang sama ia tidak terkena dosa akibat membunuh ibu. Ia memakan ibu tetapi ia tidak membunuh ibu. 4

mendengar kata kotoran, orang langsung berpikir tentang hal yang kurang baik. Tetapi kalau kitab suci Weda sudah membenarkan, hal itu adalah kewajiban para penganut ajaran Weda untuk meyakininya dan melaksanakannya. 13 Parasara Smrti juga memberikan penjelasan menarik tentang hal ini: Go mutram go-mayam ksiram dadhi sarpih kusodakam Nirddistan panca gavyatu pavitra papanasanam Air kencing sepi, kotoran sapi, susu, susu asam, ghee, dan air dari rumput kusa, Panca Gavya tersebut ini adalah amat suci dan penghancur segala papa dosa. 14 NB: Sebuah sekte Hindu di India, tepatnya di Agra, doyan meminum air kencing sapi yang masih perawan setiap pagi. Laman Dailymail, Senin 13 Januari 2014, melansir warga India yang berada di kota Agra, utara India berkumpul dan antre di kandang sapi milik DD Singhal, pendiri Yayasan Gaushala. Bagi penganut Hindu di negara ini, sapi adalah binatang 'suci'. Singhai mengatakan, praktik ini telah mereka jalani selama 12 tahun. "Banyak orang berkumpul ditempat ini, Kami berkumpul dari pagi dan meminum air seni ibu sapi yang menyediakan hal itu," ucap Singhal. Pengikut sekte ini mengklaim, air seni sapi bisa menyembuhkan penyakit kanker, diabetes, tumor, TBC dan sakit perut. Menurut seorang Pendeta Hindu, 13. Darmayasa, Keagungan Sapi Menurut Weda, (Jakarta: Pustaka Manikgeni, 1993), h. 99. 14. Ibid., h. 103. 5

Ramesh Gupta, pemilihan sapi yang masih perawan, karena hewan itu masih murni. "Di dunia ini hanya ada dua hal yang masih suci. Satu, yakni air dari Sungai suci Gangga dan kedua, air seni dari induk sapi yang suci," tandasnya. *Sakit parah! Berikut Foto - Foto Sekte di India Yang Suka Minum Urine Sapi 6

7

Sumber artikel: http://autoblogdon.blogspot.ca/2014/01/parah-sekte-di-india-inidoyan-minum.html Daftar Pustaka Darmayasa. Keagungan Sapi Menurut Weda. Jakarta: Pustaka Manikgeni, 1993 http://autoblogdon.blogspot.ca/2014/01/parah-sekte-di-india-ini-doyan-minum.html, di akses pada bulan Desember 2014 8