Tahap-tahap penegakan diagnosis :

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. di negara maju terlebih lagi bagi negara berkembang. Angka kematian akibat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi, jaringan pendukung gigi, rahang, sendi temporomandibuler, otot mastikasi,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang melibatkan glandula saliva. Sebelum membahas mengenai kedua penyakit

LAPORAN PRAKTIKUM. Oleh : Ichda Nabiela Amiria Asykarie J Dosen Pembimbing : Drg. Nilasary Rochmanita FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

BAB 4 METODE PENELITIAN

PROFIL KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN BERDASARKAN STANDAR PENILAIAN DARI WORLD HEALTH ORGANIZATION

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Laporan Kasus SINUSITIS MAKSILARIS

Diagnosis Penyakit Pulpa dan Kelainan Periapikal

aureus, Stertococcus viridiansatau pneumococcus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Jumlah perokok di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN PADA LEHER ( ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK)

BAB I PENDAHULUAN. manusia contohnya adalah obesitas, diabetes, kolesterol, hipertensi, kanker usus,

KARTU PENCATATAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. mukosa rongga mulut. Beberapa merupakan penyakit infeksius seperti sifilis,

Pengelolaan Pasien Dengan Angular cheilitis

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dikatakan sebagai mukosa mastikasi yang meliputi gingiva dan palatum keras.

DIAGNOSIS DAN RENCANA PERAWATAN Prosedur penegakan diagnosis merupakan tahap paling penting dalam suatu perawatan Diagnosis tidak boleh ditegakkan tan

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB II KEADAAN JARINGAN GIGI SETELAH PERAWATAN ENDODONTIK. endodontik. Pengetahuan tentang anatomi gigi sangat diperlukan untuk mencapai

BAB I PENDAHULUAN. sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan mulut yang buruk memiliki dampak negatif terhadap tampilan wajah,

Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Kesehatan Gigi

CHECKLIST ANAMNESIS KASUS NYERI KEPALA

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Manifestasi Infeksi HIV-AIDS Di Mulut. goeno subagyo

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Rongga mulut merupakan gambaran dari kesehatan seluruh tubuh, karena

Definisi Bell s palsy

HEMANGIOMA KAVERNOSA PADA BIBIR DAN MUKOSA BUKAL PASIEN BERUSIA 40 TAHUN (LAPORAN KASUS)

BAB II KLAS III MANDIBULA. Oklusi dari gigi-geligi dapat diartikan sebagai keadaan dimana gigi-gigi pada rahang atas

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknik radiografi yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi ada dua yaitu teknik intraoral dan ekstraoral.

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan sosialnya (Monica, 2007). Perawatan ortodontik merupakan salah

BAB 1 PENDAHULUAN. menunjukkan gejala yang semakin memprihatinkan. 1

BAB I PENDAHULUAN. melalui mulut, dan pada kalangan usia lanjut. 2 Dry mouth berhubungan dengan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERAWATAN INISIAL. Perawatan Fase I Perawatan fase higienik

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 7 PEDODONSIA PERSISTENSI GIGI SULUNG. Disusun Oleh : Kelompok Tutorial 1. Pembimbing: drg. Dyah Setyorini, M.

BAB 1 PENDAHULUAN. pada kesehatan umum dan kualitas hidup (WHO, 2012). Kesehatan gigi dan mulut

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mempunyai masalah karies dan gingivitis dengan skor DMF-T sebesar

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan migrasi epitel jungsional ke arah apikal, kehilangan perlekatan tulang

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT GIGI DAN MULUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Gambar. Klasifikasi ukuran tonsil

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 50 Desa Lenek Kec. Aikmel

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang kemudian, secara normal, terjadi setiap bulan selama usia reproduktif.

ENDODONTIC-EMERGENCIES

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. cepat di masa yang akan datang terutama di negara-negara berkembang, seperti

BAB I PENDAHULUAN. meluas ke rongga mulut. Penyakit-penyakit didalam rongga mulut telah menjadi perhatian

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai

Epistaksis dapat ditimbulkan oleh sebab lokal dan sistemik.

Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

Lampiran I LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan insulin, baik total ataupun sebagian. DM menunjuk pada. kumpulan gejala yang muncul pada seseorang yang dikarenakan oleh

Bab 1. Pendahuluan. A. Definisi Nyeri Orofasial Kronis

BAB 4 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan kepada Odapus yang bergabung dan berkunjung di YLI.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. adalah anak yang mengalami gangguan fisik atau biasa disebut tuna daksa.

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBYEK PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. trisomi kromosom 21. Anak dengan Down Syndrome memiliki gangguan

BAB I PENDAHULUAN. terhadap kesehatan dan mempunyai faktor risiko terjadinya beberapa jenis

BAB I PENDAHULUAN. saliva mayor yang terdiri dari: parotis, submandibularis, sublingualis, dan

BAB 1 PENDAHULUAN 3,4

Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9

PANDUAN SKILL LAB BLOK MEDICAL EMERGENCY DISLOKASI TMJ DAN AVULSI JURUSAN KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

PERIODONTITIS Definisi Periodontitis merupakan penyakit inflamasi pada jaringan pendukung gigi yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. makanan secara mekanis yang terjadi di rongga mulut dengan tujuan akhir proses ini

Postherpetic Neuralgia Setelah Menderita Herpes Zoster Oris (Laporan Kasus)

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih perlu mendapat

Grafik 1. Distribusi TDI berdasarkan gigi permanen yang terlibat 8

BAB 2 DESKRIPSI SINGKAT PEMBESARAN GINGIVA. jaringan periodonsium yang dapat terlihat secara langsung sehingga mempengaruhi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 PROTRUSI DAN OPEN BITE ANTERIOR. 2.1 Definisi Protrusi dan Open Bite Anterior

OSTEOSARCOMA PADA RAHANG

CARA YANG TEPAT DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. ortodontik berdasarkan kebutuhan fungsional dan estetik. Penggunaan alat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. menjadi penerus bangsa sehingga mereka harus dipersiapkan dan. yang sehat jasmani dan rohani, maju, mandiri dan sejahtera menjadi

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 EKSTRAKSI GIGI. Ekstraksi gigi adalah proses pencabutan gigi dari dalam soket dari tulang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID

KONTROL PLAK. Kontrol plak adalah prosedur yang dilakukan oleh pasien di rumah dengan tujuan untuk:

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

Transkripsi:

Tahap-tahap penegakan diagnosis : Pada dasarnya, penegakan diagnosis terbagi menjadi beberapa poin penting yang nantinya akan mengarahkan kita menuju suatu diagnosis yang tepat. Oleh karena itu, kita perlu cermat dan teliti dalam melakukan suatu proses penegakan diagnosis. Berikut adalah langkah-langkah penegakan diagnosis : 1) Tahap perkenalan : Pada tahap ini, dimulai dengan menyapa pasien, mengajak pasien berbicara untuk menghilangkan kecanggungan dan mengambil data biografi dari pasien seperti, nama, usia, jenis kelamin, tanggal lahir, alamat, dan nomor telepon 2) Tanya jawab terstruktur (anamnesis) Tahap ini terbagi dalam 5 kelompok : a. Riwayat keluhan utama: merupakan riwayat kronologis perkembangan keluhan pasien. Apa keluhan dari pasien? misalnya ada rasa sakit atau tidak Kapan pertama kali keluhan tersebut dirasakan? Apakah ada perubahan keluhan sejak saat itu? Misalnya dalam beberapa hari makin parah, lebih baik atau sama saja. Dengan penjelasan pasien kita dapat mencatat gejalanya sesuai dengan kalimat pasien b. Riwayat Medis : Pada tahap ini kita memeriksa tentang kondisi kesehatan pasien sebelumnya untuk menunjang rencana perawatan nantinya. Misalnya apakah pasien memiliki penyakit sistemik, pernah menjalani operasi atau tidak,obat-obat yang pernah atau masih dikonsumsi, dan riwayat alergi c. Riwayat gigi geligi terdahulu Pertanyaan yang biasa diajukan diantaranya ;

Seberapa sering anda mengunjungi dokter gigi (berkaitan dengan motivasi dan kemungkinan kedatangan pada kunjungan berikutnya) Kapan terakhir anda mengunjungi dokter gigi dan tindakan apa yang dilakukan oleh dokter gigi tersebut? Pernahkah anda bermasalah dengan perawatan sebelumnya? d. Riwayat keluarga Bila dicurigai adanya diagnosis yang melibatkan kondisi herediter, tambahkan catatan rinci tentang kesehatan, usia, dan riwayat medis dari orang tua, kakek-nenek,saudara kandung, dan anak-anak. Beberapa penyakit yang bersifat herediter adalah hemofilia, diabetes melitus yang tidak bergantung pada insulin, hipertensi, beberapa jenis epilepsi, penyakit jantung, kelainan psikiatri, kanker payudara dan keganasan lainnya. e. Riwayat sosial : Untuk mendapatkan gambaran tentang gaya hidup pasien yang kemungkinan berpengaruh besar pada kesehatan umum dan kesehatan gigi pasien. Misalnya, kebiasaan berolahraga, berat badan dan tinggi badan ( berkaitan dengan gangguan makan), diet, mengonsumsi alkohol( berkaitan dengan penyakit periodontal,kanker mulut, sirosis hati dan risiko pendarahan), kebiasaan merokok( berkaitan dengan penyakit periodontal, risiko anastesi dan kanker mulut), mengunyah tembakau dan pinang ( beresiko kanker mulut), kondisi lingkungan rumah/pasangan (tidak terawat/stres), pekerjaan ( stres fisik/psikologis) dan penggunaan obat-obatan bebas seperti narkoba (risiko infeksi silang) 3) Pemeriksaan klinis a. Pemeriksaan umum : melihat keadaan umum dari pasien seperti mengecek tanda-tanda vital yang berkaitan dengan suhu badan, tekanan darah, denyut nadi, dan pernafasan pasien.

b. Pemeriksaan sistemik : termasuk kardiovaskular, gastrointestinal dan sentral nervus c. Pemeriksaan lokal : Pemeriksaan ekstra oral : jika ada pembengkakan maka catat lokasi dan jumlah, ukuran dan benruk, warna, permukaan, dan kulit yang bengkak Palpasi Dilakukan untuk mengecek : - Hangat/dingin - Konsistensi - Adanya fluktuasi - Margin Perkusi Perkusi dilakukan untuk memperhatikan nyeri tekan saat dilakukan perkusi dan bunyi tumpul saat perkusi. Kedua ciri di ats menunjukkan adanya inflamasi dan akumulasi cairan di ligamentum periodontal Pemeriksaan kepala wajah dan leher Pemeriksaan visual daerah wajah dan leher dilihat dari depan, perhatikan apakah ada tonjolan, cacat, bercak dikulit,tahi lalat, asimetris wajah yang berlebihan (sebagian besar wajah memang sedikit asimetris). Untuk memeriksa daerah leher mintalah pasien mengangkat dagunya ke atas sehingga daerah leher akan terlihat. Dalam posisi kepala seperti ini, setiap pembengkakan atau keabnormalan yang lain akan terlihat jelas. Perhatikan saat pasien menelan, pembengkakan pada kelenjar tiroid akan bergerak saat menelan. Dengan posisi kepala yang sama, pasien memutar kepala ke kiri lalu ke kanan untuk memeriksa regio submandibular sisi kiri dan kanan. Bila pasien tidak terlalu gemuk, pembengkakan kelenjar sublingual, nodus limfatik, dan kelenjar submandibular akan terlihat.

Selanjutnya, kepala kembali dalam posisi tegak untuk pemeriksaan kelenjar parotis. Catatan : pembengkakan unilateral pada kelenjar parotis dapat menunjukkan adanya : sumbatan pada duktus, tumor, abses, dan infeksi retrograd kelenjar. Pembengkakan bilateral kelenjar parotis menunjukkan adanya : infeksi virus dan pembengkakan degeneratif. Pemeriksaan Mata Perhatikan kecepatan kedipan mata (frekuensi rendah menunjukkan adanya masalah psikologis atau mungkin penyakit parkinson), frekuensi tinggi menunjukkan adanya ansietas atau kekeringan mata. Pergerakan mata yang terbatas menunjukkan adanya fraktur zygoma Pemeriksaan Bibir Pemeriksaan visual. Perhatikan tonus otot (misalny, sudut mulut yang turun dan ketidakmampuan bibir untuk membentuk huruf o pada bell s palsy, setiap perubahan warna atau tekstur,ulserasi,bercak,lesi herpetik,angular cheilitis. Perhatikan juga kemampuan atau ketidakmampuan bibir untuk berfungsi. Nodus Limfatik Nodus limfatik yang normal tidak dapat diraba. Bila suatu nodus limfatik teraba, berarti kondisi itu abnormal.. kemudian catatlah: ukurannya (mnggunakan kaliper), lokasinya, teksturnya, fiksasinya terhadap jaringan sekitarnya dan jumlah nodus yang terlibat. Ciriciri nodus yang terlibat saat palpasi: - Infeksi akut : membesar, lunak, sakit, dapat digerakkan, berdiri sendiri, terjadi dengan cepat - Infeksi kronis :membesar, kokoh, tidak terlalu lunak, dapat digerakkan - Limfoma : seperti karet yang keras, kasar permukaannya, tidak sakit, multipel

- Kanker yang mengalami metastatis : keras seperti batu, ada fiksasi dengan jaringan dibawahnya, tidak sakit. Pemeriksaan sistem artikulasi(bila diperlukan sesuai riwayat penyakit) terbagi atas pemeriksaan TMJ dan otot-otot pengunyahan Pemeriksaan Intra oral Luas pergerakan rahang Ukur pembukaan rahang maksimal yang bebas dari rasa sakit kemudian ukur pembukaan maksimal yang dapat dilakukan ditepi insisal gigi insisif tengah. Tentukan apakah keterbatasan pembukaan rahang disebabkan oleh rasa sakit atau karena ada obstruksi fisik. Pemeriksaan mukosa Istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan lesi pada mukosa : - Erosi :hilangnya sebagian permukaan epitel yang tidak melibatkan jaringan ikat di bawahnya - Ulkus : hilangnya seluruh permukaan epitel disertai terbukanya jaringan ikat di bawahnya - Vesikel ; akumulasi cairan yang terbatas di antara epitel atau di bawah epitelium dengan diameter kurang dari 5 mm - Bula : akumulasi cairan yang terbatas diantara epitel atau dibawah epitelium dengan diameter lebih dari 5 mm Catatan :intraoral, vesikel dan bula seringkali ditemukan sudah dalam keadaan pecah dan terbuka berbentuk ulserasi - Papula : tonjolan kecil, berbatas tegas dan lebih tinggi dari daerah sekitarnya - Makula : perubahan warna pada suatu daerah tertentu, sama tinggi dengan jaringan sekitarnya dan berbatas jelas. - Pustula ; daerah menggelembung yang berisi push - Fistula : saluran dilapisi epitel yang menghubungkan dua rongga, misalnya rongga mulut dengan sinus maksillaris

Kelenjar Saliva Lakukan palpasi bimanual pada kelenjar saliva submandibular dan duktusnya untuk mendeteksi pembesaran, nyeri tekan ataupun batu kelenjar liur Kualitas dan konsistensi saliva Perhatikan jumlah saliva yang mengalir. Kaca mulut yang melekat pada mukosa pipidapat merupakan tanda menurunnya produksi saliva.gelembung udara yang terjadi dalam saliva juga merupakan tanda menurunnya produksi saliva. Perhatikan kualitas dan konsistensi saliva (misalnya lengket atau ulet) juga diperiksa apakah ada purulensi yang diproduksi. Pemeriksaan periodonsium - Perhatikan warna dan tekstur gingiva Gingiva yang sehat berwarna merah muda, kokoh, tipis tepinya, dan berbintik-bintik (stippling) Gingiva yang tidak sehat berwarna merah, lunak,bengkak, mengkilap, licin dan dapat disertai ulserasi. Gingiva yang tidak sehat akan berdarah bila terkena tekanan ringan dari sonde atau kemungkinan dapat terjadi pendarahan spontan. Gunakan probe untuk mengukur kedalaman poket Pemeriksaan gigi geligi - Ada tidaknya karies - Tambalan gigi - Sisa akar - Jumlah gigi - Kehilangan gigi (edentulous) - Ukuran dan bentuk - Derajat kegoyangan gigi Pemeriksaan dasar mulut dan ventral lidah Sebagian besar kanker mulut ditemukan di regio ini. pasien diminta menyentuhkan ujung lidahnya ke palatum

4) Pemeriksaan penunjang a. Sialografi : pemeriksaan sialografi menegaskan perubahan kistik yang terjadi di dalam parenkim kelenjar saliva b. Biopsi Indikasi biopsi : Dilakukan bila ditemukan lesi yang dicurigai mengarah pada keganasan atau bila diagnosis tidak dapat ditentukan dengan pasti Semua lesi intraoral yang berwarna putih dan merah yang tidak dapat diangkat dari jaringan di bawahnya Jaringan apapun yang dieksisi perlu dikirim untuk pemeriksaan histologi walaupun diagnosis klinis telihat seolah sudah pasti Teknik biopsi yang dilakukan adalah biopsi aspirasi: Dapat digunakan untuk lesi berupa kista dan disertai fluktuasi (mengandug cairan) Aspirasi darah menunjukkan adanya suatu hematoma, hemangioma,ataupun pembuluh darah Aspirasi pus menunjukkan adanya abses atau kista yang terinfeksi Aspirasi keratin yang terlihat seperti pus tetapi tidak berbau menunjukkan adanya keratosis odontogenik Aspirasi cairan mengandung kristal berwarna kekuningan (kolesterin) menunjukkan adanya kista periodontal ataupun dentigerous Jika jaringan yang diambil untuk dilakukan pemeriksaan histologi dan hasilnya menggambarkan atau memperlihatkan adanya lapisan epitel maka itu mengarah ke mukokel retensi Jika jaringan yang diambil untuk dilakukan pemeriksaan histologi dan memperlihatkan glandula yang dikelilingi oleh jaringan granulasi maka itu merupakan mukokel ekstravasasi Birnbaum W, Dunne SM. Diagnosis Kelainan Dalam Mulut. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta; 2009. P.6-36, 238, 240