BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57

BAB III METODE PENELITIAN. masing siklus terdiri dari empat kegiatan yakni perencanaan, tindakan,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB. III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. classroom action research Wardhani, dkk.( 2007: 1.3). Dalam setiap siklus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN

3.2. Variabel yang Diselidiki Variabel yang diteliti ada 2, yaitu: 1. Penerapan Teori STAD 2. Hasil belajar siswa sebagai variavel terikat

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga aktifitas dan hasil belajar

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN 1 Madajaya kelas IV

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 2011/2012. Waktu penelitian adalah bulan April 2012 sampai dengan. terdiri dari 12 Siswa Laki-Laki dan 17 Siswa Perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian tindakan kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikenal dengan Classroom Action Research. Menurut Arikunto (2007: 58)

BAB III METODE PENELITIAN. 10 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Kaliawi Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN Gedangan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam jenis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2009/2010, berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yaitu pada bulan Februari

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian pada upaya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di SDN Cicadas 03 Desa Cicadas Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perbaikan dalam berbagai aspek. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV tahun pelajaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan penulis adalah

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis, Setting Dan Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK

BAB III METODE PENELITIAN. Classroom Action Research, Wardhani, dkk., (2007: 1.3), selain itu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Proses PTK merupakan proses siklus yang dimulai dari menyusun

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 Bulan yaitu bulan Maret, April, dan Mei. Bulan Maret peneliti mulai mengadakan observasi kelas, yaitu mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran. Bulan maret peneliti mulai mengadakan persiapan, yaitu menyusun prosposal penelitian. Pada Bulan April peneliti sudah mulai melaksanakan penelitian tindakan kelas siklus I, dan tindakan kelas siklus II. Bulan Mei peneliti mulai membuat laporan hasil penelitian. Tabel 3.1 Kegiatan Maret 2013 April 2013 Mei 2013 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Perencanaan Siklus I Pelaksanaan Pengamatan Refleksi Perencanaan Siklus II Pelaksanaan Pengamatan Refleksi 26

27 1.2 Tempat Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di kelas 4 SD yang terletak di Geyer Kabupaten Grobongan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2013. 1.3 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas 4 yang berjumlah 21 siswa yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki pada semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 4 Monggot Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. 1.4 ariabel Penelitian ariabel adalah objek penelitian yang bervariasi ( Arikunto, 2006:118). 1. Jenis ariabel Penelitian ini ada dua variabel yang akan diteliti yaitu a. ariabel Terikat Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa, setelah siswa menerima pengalaman belajarnya, yang dibuktikan melalui hasil tes Dalam penelitian ini variabel terikat yang dimaksud adalah meningkatkan hasil belajar IPS tentang Perkembangan Komunikasi dan Transportasi pada siswa kelas 4 SD Negeri di SDN 4 Monggot Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan (Y). b. ariabel Bebas STAD adalah Model pembelajaran untuk mengetahui masuk dan merubah proses-proses sosial di masyarakat, dan situasi sosial mempengaruhi perkembangan kehidupan sehari-hari. Sedangkan tahapan dalam implementasi STAD meliputi: tahap pembentukan konsep, aplikasi konsep atau penyelesaian masalah, pemantapan konsep dan evaluasi. Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel bebas adalah Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (X).

28 2. Hubungan antar variabel ariabel X mempengaruhi variabel Y. Model pembelajaran cooperative tipe STAD (X) mempengaruhi hasil belajar IPS tentang Perkembangan Komunikasi dan Transportasi pada siswa kelas 4 SD Negeri 4 Monggot Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan sebagai variabel (Y). 1.5 Rencana Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan menggunakan Metode PTK siklus berdaur yang terdiri dari 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan dan pengamatan, dan tahap refleksi. Tahap tersebut disajikan dalam gambar di bawah ini : Gambar 3.1 Metode PTK Siklus Berdaur PERENCANAAN REFLEKSI SIKLUS I PELAKSANAAN PENGAMATAN PERENCANAAN REFLEKSI SIKLUS II PELAKSANAAN PENGAMATAN? ( Suharismi Arikunto,2008 ) Penelitian ini direncanakan sebanyak 2 siklus Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

29 yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (IGAK Wardhani,). Langkah tindakan yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah dengan Model suharsini,arikunto dengan melalui 3 tahapan yaitu : (a) Perencanaan (b) Tindakan dan Pengamatan (c) Refleksi 3.5.1 Rencana Pelaksanaan Siklus I a. Tahap Perencanaan Sebelum melaksanakan penelitian peneliti perlu membuat perencanaan sebelum melakukan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pada tahap identifikasi masalah dan perumusan masalah peneliti bekerja sama dengan guru kelas 4 dan dosen pembimbing untuk mengungkap dan memperjelas permasalahan yang peneliti hadapi untuk dijadikan jalan pemecahan yang tepat. 2) Merancang pembelajaran dengan menitik beratkan upaya peningkatan hasil belajar IPS dengan Model pembelajaran STAD 3) Menyiapkan alat peraga pembelajaran yang diperlukan 4) Menyusun lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. 5) Siklus I dilaksanakan 2 tahap pertemuan. b. Tahap Tindakan dan Observasi Langkah-langkah pelaksanaan siklus 1 sebagai berikut: Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal 1) Apersepsi Siswa menerima pertanyaan dari guru Alat komunikasi apa yang sering dan banyak digunakan masyarakat saat ini 2) Siswa mendengarkan tujuan pembelajaran dari guru.

30 3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa membentuk kelompok terdiri dari 5 orang. 2) Siswa menyimak gambar tentang komunikasi jaman dulu. 3) Siswa mengelompokan 3 jenis alat komunikasi tradisional. 4) Siswa mengelompokan 3 jenis alat komunikasi modern. 5) Siswa menjelaskan masalah komunikasi tradisional. 6) Siswa menjelaskan masalah komunikasi modern. 3. Penutup Pada kegiatan penutup siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Kemudian guru pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Pertemuan 2 1. Kegiatan Awal 1) Apersepsi: Siswa menerima pertanyaan dari guru Alat komunikasi apa yang tepat untuk saat sekarang?. 2) Siswa menyimak tujuan pembelajaran dari guru 3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa melaksanakan diskusi kelas. 2) Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang alat komunikasi. 3) Siswa memberikan tanggapan tentang presentasi hasil kelompok lain. 4) Siswa bersama guru memberikan aplaus. 5) Siswa bersama guru membuat kesimpulan.

31 3. Penutup Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan tes formatif 1 untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual dalam tindakan pembelajaran siklus 1 yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses dan observasi aktivitas siswa.peneliti melakukan penilaian proses pembelajaran sesuai rubrik penilaian yaitu meliputi penilaian menyimak, diskusi, presentasi dan karakter bangsa yang ingin dicapai. Pengamatan ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti, guru kelas dosen pembimbing dan siswa kelas 4 SD Negeri di SDN 4 Monggot Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Rekan mahasiswa (observer) mengamati proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran. c. Refleksi Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap proses kegiatan belajar. Refleksi dilakukan atas dasar hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh observer/teman sejawat. Setelah tahap refleksi dan siklus I selesai dilaksanakan, maka diperoleh hasil. Hasil tersebut akan dianalisis apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum serta kelemahan-kelemahan apa saja yang menghambat proses pembelajaran. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan maka dilanjutkan pada siklus II.

32 3.5.2 Rencana Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan hasil refleksi terhadap perbaikan pembelajaran siklus I, maka disusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II berupa prosedur perbaikan yang dilaksanakan, yang terdiri dari :perencanaan, implementasi tindakan dan observasi, dan refleksi. Rancangan pelaksanaan siklus II terdiri dari tahap-tahap: a. Tahap Perencanaan Sebelum melaksanakan siklus II peneliti perlu membuat perencanaan sebelum melakukan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Perencanaan tindakan kelas pada siklus II didasarkan atas hasil refleksi siklus. 2) Merancang pembelajaran dengan menitik beratkan upaya peningkatan hasil belajar IPS dengan model pembelajaran STAD 3) Menyiapkan alat peraga dan media pembelajaran yang diperlukan 4) Merancang test formatif 5) Menyusun rubrik penilaian dan lembar observasi sebagai panduan bagi observer dalam mengobservasi dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. 6) Siklus II dilaksanakan 2 tahap pertemuan. b. Tahap Tindakan dan Observasi Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran siklus 2 adalah: Pertemuan 1 1. Kegiatan Awal 1) Apersepsi Siswa menerima pertanyaan dari guru Alat transportasi apa yang kalian gunakan untuk kesekolah? 2) Siswa menyimak tujuan pembelajaran dari guru 3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru. 2. Kegiatan Inti

33 Siswa membentuk kelompok terdiri dari 5 orang. 1) Siswa menyimak gambar tentang keramaian kendaraan jaman dulu. 2) Siswa mengidentifikasi minimal 4 keadaan transportasi tradisional. 3) Siswa menngidentifikasi minimal 4 keadaan transportasi modern. 4) Siswa menjelaskan masalah transportasi tradisional. 5) Siswa menjelaskan masalah transportasi modern. 6) Siswa menjelaskan penggunaan transportasi yang tepat pada saat sekarang. 3. Penutup Pada kegiatan penutup siswa bersama guru melakukan refeksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menentukan langkah-langkah tindakan selanjutnya. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Pertemuan 2 1. Kegiatan Awal 1) Apersepsi Siswa menerima pertanyaan dari guru Alat transportasi apa yang tepat untuk saat sekarang? 2) Siswa menyimak tujuan pembelajaran dari guru 3) Siswa menyimak langkah-langkah pembelajaran dari guru. 2. Kegiatan Inti 1) Siswa melaksanakan diskusi kelas. 2) Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang transportasi. 3) Siswa memberikan tanggapan tentang hasil kelompok presentasi 4) Siswa bersama guru memberikan aplaus. 5) Siswa bersama guru membuat kesimps

34 3. Penutup Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan tes formatif 2 untuk mengukur hasil belajar siswa secara individual dalam tindakan pembelajaran siklus II yang sudah dilaksanakan. Siswa bersama guru melakukan refeksi pembelajaran yang sudah dilaksanakan agar tahu kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menentukan langkah-langkah tindakan selanjutnya. Kemudian peneliti pun memberikan penguatan kepada siswa dengan menyampaikan pesan penyemangat dan penegasan pesan moral untuk tekun, disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Sementara pembelajaran berlangsung peneliti dan observer melakukan penilaian proses dan observasi aktivitas siswa. peneliti melakukan penilaian proses pembelajaran sesuai rubrik penilaian yaitu meliputi penilaian menyimak, diskusi, presentasi dan karakter bangsa yang ingin dicapai. Pengamatan ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti, guru kelas dan siswa kelas 4 SDN 4 Monggot Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Rekan mahasiswa (observer) mengamati proses pembelajaran baik kepada siswa maupun guru dengan mengisi data observasi dan mencatat hal-hal penting yang ditemukan selama proses pembelajaran. c. Refleksi Tahap ini guru melakukan refleksi terhadap proses kegiatan belajar mengajar hampir sama pada siklus sebelumnya. Refleksi dilakukan atas dasar hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti. Setelah tahap refleksi dan siklus 2 selesai dilaksanakan, maka diperoleh hasil. Apabila hasil yang diperoleh belum mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan, maka dilanjutkan pada siklus selanjutnya.

35 3.6 Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Jenis Data Jenis data yang akan diambil adalah data hasil belajar dan data proses pembelajaran. 3.6.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui: a. Data hasil belajar di ambil meliputi penilaian proses pembelajaran dan tes formatif pada akhir siklus. b. Data tentang proses pembelajaran diambil pada saat dilaksanakannya tindakan dengan menggunakan rubrik penilaian. 3.7 Instrumen Penelitian Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1. Tes. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data utama dalam penelitian ini adalah tes formatif hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda dan uraian. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas 4 pokok bahasan perkembangan teknologi komunikasi dan teknologi transportasi 2. Non tes Penelitian ini menggunakan penilaian proses pembelajaran yaitu penilaian yang dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Instrumen penilaiannya menggunakan rubrik penilaian. Penilaian proses dalam penelitian PTK ini meliputi penilaian menyimak, penilaian diskusi, penilaian presentasi dan penilaian karakter bangsa yang ingin dicapai (kerjasama, ketekunan, kreatif dan tanggung jawab. Rubrik penilaian proses terlampir di RPP.

36 3.8 Indikator Keberhasilan Tolak ukur keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dalam hal-hal sebagai berikut. Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil bila 85% siswa berhasil memperoleh hasil belajar > 62, yakni skor Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. 3.9 Teknik Analisis Data Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai formatif tes pra siklus, nilai tes setelah siklus 1, dan nilai tes setelah siklus 2. Sedangkan untuk data penilaian proses dengan membandingkan penilaian proses siklus 1 dan penilaian proses siklus 2. Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut: (1) Analisis data hasil penelitian yang berupa hasil belajar pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 dengan cara persentase yaitu dengan menghitung peningkatan ketuntasan belajar siswa secara individual jika siswa tersebut mampu mencapai skor minimal 62 dan ketuntasan klasikal jika siswa yang memperoleh nilai 62 ini jumahnya sekitar 85% dari jumlah seluruh siswa dan masing-masing dihitung dengan menggunakan rumus : Analisis tersebut dilakukan dengan menghitung ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut: Ketuntasan individual = Jumlah nilai Jumlah nilai maksimal x 100 % Ketuntasan klasikal = Keterangan Jumlah siswa yang tuntas belajar Jumlah seluruh siswa x 100 % Ketuntasan indiviual : Jika siswa mencapai ketuntasan skor > 62 Ketuntasan klasikal : Jika > 85% dari seluruh siswa mencapai ketuntasan skor > 62. (2) Dari data penilaian proses dan data tes formatif selanjutnya dihitung untuk memperoleh nilai akhir.