PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

dokumen-dokumen yang mirip
Subjek Pajak PPh Pasal 23

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1) Pengertian Pajak Penghasilan. 2) Subjek Pajak Penghasilan. Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 tahun 2008, yaitu.

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26

Pertemuan 5 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23, 25, & 26

Modul Perpajakan PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26 DEFINISI

MINGGU KE LIMA PPH PASAL 23, 26, DAN 25 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Prof.Dr.Rochmat Soemitro,S.H. (Waluyo, 2000 : 2), pajak

BAB II LANDASAN TEORI

Landasan Hukum: Pasal 23 UU PPh PMK No. 244/ PMK.03/ 2008

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

BENDAHARA SEBAGAI PEMOTONG PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26 BAB IV

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Secara umum ada beberapa pengertian pajak yang dikemukakan oleh para

BAB II BAHAN RUJUKAN

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

Oleh : I Nyoman Darmayasa, SE., M.Ak., Ak. BKP. Politeknik Negeri Bali 2011

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Pajak Secara Umum

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23. Jenis Penghasilan. Jumlah Penghasilan Bruto

DAFTAR OBYEK DAN TARIF PAJAK PENGHASILAN TARIF PKP = (PB BP) PTKP. 2. Uang Pensiun Bulanan yang Diterima Pensiunan Pasal 17 UU PPh.


Perpajakan Bagi Koperasi

PPh Pasal 23 Penghasilan dari Modal, Jasa dan Kegiatan

IBNU KHAYATH FARISANU 1 / 9 STIE

2.1 Definisi Pajak. Landasan Teori. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang

BAB III KEBIJAKAN PENETAPAN TARIF EFEKTIF DALAM PEMUNGUTAN PPh PASAL 23 ATAS JASA LAIN

LAMPIRAN II PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER-70/ PJ. / 2007 TANGGAL : 9 April 2007

BAB II ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Regulasi Pemotongan dan Pemungutan PPh Pasal 23. dan Risiko Apabila Lupa Memotong PPh Ps 23. Atas Pembayaran Jasa Yang Anda Gunakan

Kewajiban yang harus dipenuhi oleh wajib pajak badan setelah memperoleh NPWP

UU No 7 Tahun 1983 PMK 184/PMK.03/2007 Perd Pe irj r e j n e No .PER 31/PJ 31/P /2009 Diubah dengan PER 57/PJ/2009. Perd Pe irj r e j n e No

BAB II LANDASAN TEORI. untuk menyerahkan sebagian kekayaan Negara karena suatu keadilan,

PPh pasal 23 dan Contoh Soalnya (1)

Buku Panduan Perpajakan Bendahara Pemerintah. BAB IV PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 23

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh wajib

lebih pada konteks Pajak Penghasilan (PPh), karena dalam PPh ada Perampungan yang dilakukan setiap akhir tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rochmat Soemitro yang dikutip oleh Mardiasmo, (2003:1) :

BAB II LANDASAN TEORI / PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Pengertian bank menurut Pasal 1 Undang-undang No.10 Tahun 1998

BAB II LANDASAN TEORI

PAJAK PENGHASILAN. Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, MAB

PAJAK PENGHASILAN (PPh)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PPh Pasal 26. Pengantar

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KEWAJIBAN PERPAJAKAN ATAS PENGGUNAAN DANA HIBAH PENELITIAN KOPERTIS WILAYAH III JAKARTA TAHUN 2018

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pajak merupakan kewajiban rakyat untuk memberikan sebagian harta

EVALUASI PENERAPAN PPH PASAL 23 PADA PT. BIN (PERSERO) DI TAHUN 2012

BIAYA YG TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO WP DALAM NEGERI WP BUT PASAL 9

BAB IV. EVALUASI PROSES PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PPh PASAL 23/26 PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE

Amir Hidayatulloh, S.E., M.Sc Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan

BAB II LANDASAN TEORI. Inggris disebut Administration artinya To Serve, yaitu melayani

UU 10/1994, PERUBAHAN ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1991

III/$ 2 0 A A KREDIT PAJAK DALAM NEGERI N P W P : NAMA WAJIB PAJAK : PERIODE PEMBUKUAN : s.d.

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PAJAK INDONESIA TENTANG PAJAK PENGHASILAN BAB I KETENTUAN UMUM

RUGI LABA BIAYA FISKAL

SPT TAHUNAN SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM BERI TANDA "X" PADA

BAB IV KETENTUAN LAINNYA

MAKALAH PERPAJAKAN. Disusun Oleh : Florentina Rosalia Marseli UNIVERSITAS SRIWIJAYA

4Dra.Riiyati UNIVERSITAS INDONESIA. , ip YerItas, Pro itas, 9ustItia. Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng.

Self assessment : WP membayar pajak sesuai UU tidak tergantung SKP

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 27/PJ.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung.

I. UMUM II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 1. Cukup jelas. Pasal 2

SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

PPh Pasal 22 dan PPh Pasal 23. Disampaikan oleh : Amanda Oktariyani,SE.,M.Si,Ak

PA JAK PENGHASILAN F INAL

PERTEMUAN 5 By Ely Suhayati SE MSi Ak

BAB III Dasar Hukum Pajak Penghasilan Pasal 23

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 dan Pasal 26. Disusun guna memenuhi tugas : Mata Kuliah : Perpajakan Dosen Pengampu : Agus Arwani, M.

Objek PPh. Penghasilan. Tambahan kemampuan ekonomis, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia

PAJAK PENGHASILAN UMUM. Amanita Novi Yushita, M.Si

BAB II LANDASAN TEORI

OBJEK PADA PAJAK PENGHASILAN. .Pengertian Penghasilan.

PROSEDUR DAN MEKANISME PELAPORAN KEUANGAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PKH KEPEMUDAAN

DANA BOS (BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH)

Nur ain Isqodrin, SE., Ak., M.Acc Isqodrin.wordpress.com

RINGKASAN REKONSILIASI FISKAL

DASAR HUKUM. UU No 17 TAHUN 2000 Tentang PERUBAHAN KETIGA ATAS UU NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

PAJAK PENGHASILAN UMUM DAN NORMA PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

244/PMK.03/2008 JENIS JASA LAIN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 23 AYAT (1) HURUF C ANGKA 2 UNDANG-

Soal USKP A Mata Ujian PPh Pot/ Put Pasal (15, 21, 22, 23, 26) Periode Juni Tahun 2013 (Bagian Pertama)

Transkripsi:

PAJAK PENGHASILAN PASAL 23

PPh Pasal 23?? Pemotongan penghasilan tertentu dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah, Subjek Pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap

PPh Pasal 23 Dasar Hukum Pemotong Peraturan Perpajakan WP Badan DN Orang Pribadi yang ditunjuk dan OP usaha pembukuan (khusus sewa) Yang dipotong WP OP DN: Passive Income WP Badan DN: Passive + Active Income Objek Pajak Passive Income: WPBadan + WPOP DN Active Income : WP Badan Sifat Final Tidak Final Next

DASAR HUKUM PEMOTONGAN PPh PASAL 23 UU UU No.6/ 1983 sebagaimana telahdiubah terakhir dengan UU No.28/2007 UU No.7/ 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No.36/2008 PP PP No.138/2000 KEP MENKEU No.624/KMK.04/1994 No.434/KMK.04/1999 No.541/KMK.04/2000 No.244/KMK.03/2008 KEP DIRJEN KEP-50/PJ./1994 PER-70/PJ./2007 Back

Yang Membedakan dengan PPh Pasal 22 PASAL 22 PASAL 23 Pembelian Penjualan Barang OBJEK PAJAK Pembayaran Jasa Passive Income WP Badan Tertentu PEMOTONG Semua WP Bdn WP OP Pembukuan WP OP yg ditunjuk Lebih Sempit Lebih Luas

PIHAK YANG BERKEWAJIBAN MEMOTONG PENGHASILAN YANG MERUPAKAN OBJEK PPh PASAL 23 1. Badan Pemerintah; 2. Subjek Pajak Badan Dalam Negeri; 3. Penyelenggara Kegiatan; 4. Bentuk Usaha Tetap; 5. Perwakilan Perusahaan Luar Negeri Lainnya; 6. Orang Pribadi Yang Ditunjuk Sebagai Pemotong (Akuntan,Dokter,Konsultan Arsitek,Notaris,Pengacara,PPAT); Khusus Objek : Sewa 7. Orang Pribadi Yang Menjalankan Usaha Dan Menyelenggarakan Pembukuan ; Khusus Objek : Sewa. Yang memberikan penghasilan yang berasal dari MODAL PENYERAHAN JASA PENYELENGGARAAN KEGIATAN selain yang telah dipotong PPh Ps. 21

Pasal 1 Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk sebagai pemotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 yang selanjutnya disebut sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23, adalah : Akuntan, Arsitek, Dokter, Notaris, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) kecuali PPATtersebut adalah Camat, pengacara, dan konsultan, yang melakukan pekerjaan bebas; b. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan. Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Wajib memotong Pajak Penghasilan Pasal 23 atas pembayaran berupa sewa. Pasal 2 KEP-50/PJ./1994 Kepala Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan Surat Keputusan Penunjukan sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23 kepada Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, yang telah terdaftar sebagai Wajib Pasal 3 Pajak.

OBJEK PEMOTONGAN PPh PS 23 MODAL OBJEK KEGIATAN DIVIDEN BUNGA ROYALTI SEWA JASA HADIAH OBYEK PPH 23: HANYA ATAS JASA TERTENTU

PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 23 1. DEVIDEN termasuk deviden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian SHU Koperasi. 2. BUNGA termasuk premium, diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. 3. ROYALTI 4. HADIAH dan PENGHARGAAN sehubungan dengan kegiatan. 5. SEWA DAN PENGHASILAN LAIN sehubungan dengan penggunaan harta selain sewa tanah dan/atau bangunan. 6. IMBALAN sehubungan dengan : - jasa teknik, - jasa manajemen, - jasa konstruksi, - jasa konsultan, - jasa lainnya.

SAAT TERHUTANG PPh PASAL 23 dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya Umum: Akhir bulan pembayaran atau terutangnya penghasilan, mana yang lebih dulu. Khusus: Saat jatuh tempo bunga dan sewa Saat tersedia untuk dibayarkan dividen Saat yang ditentukan dalam kontrak/ perjanjian atau faktur royalti, jasa

PELAKSANAAN PEMOTONGAN PPh PASAL 23 PRINSIP DESENTRALISASI : DI T4 TERJADINYA PEMBAYARAN ATAU TERUTANGNYA OBJEK PPh 23/26; (KANTOR PUSAT ATAU CABANG) KEWAJIBAN PEMOTONG : MEMOTONG PPh 23/26 Sesuai Saat Terutang PPh 23/26 dgn membuat BUKTI PEMOTONGAN; MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PPh 23/26 Kepada PENERIMA PENGHASILAN MENYETOR PPh 23/26 Dg. SSP P.l. Tgl 10 Bulan Berikut setelah Bulan Saat Terutang PPh 23/26; MELAPOR PPh 23/26 Dg. SPT Masa P.l. Tgl 20 Bulan Berikut setelah Bulan Saat Terutang PPh 23/26 ;

TARIF PEMOTONGAN PPH 23 DIVIDEN, BUNGA, ROYALTI, HADIAH 15% x Ph Bruto SEWA, JS TEKNIK, JS MANAJ, JS LAIN 2% x Penghasilan Bruto DIATUR DG PER DJP

DIKENAKAN TARIF 15% DARI PENGHASILAN BRUTO BUNGA DEVIDEN ROYALTI HADIAH

Pasal 23 Tidak Final BUNGA PPh Pasal 23 Final 15% Ph Bruto Bukan Objek PPh 23

Dipotong PPh 23 Tidak Final Bunga antar pinjaman dari Badan ke Badan, dari Badan ke Orang Pribadi, atau sebaliknya Bunga Obligasi yang tidak dijual di bursa efek

Dipotong PPh Final Bunga yang dibayarkan oleh Bank Kecuali : - Tidak lebih Rp 7.500.000,- - Bank yang ditunjuk pemilikan RS, RSS, Rusun Sederhana Bunga Simpanan Koperasi Kecuali : - Bunga tidak lebih Rp 240.000/bl

Tidak Dipotong PPh 23 a. penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank; b. sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi; c. dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf f dan dividen yang diterima oleh orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2c); d. dihapus; e. bagian laba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf i; f. sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya; g. dihapus; dan h. penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan yang diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

BUNGA Pengertian Bunga Termasuk Premium, Diskonto, dan Jaminan Pengembalian Utang. Denda Keterlambatan Bayar Termasuk Pengertian Bunga (S-480/PJ.313/2001) Bunga Yang diperhitungkan dalam Penjualan cicilan bukan termasuk bunga, karena termasuk dalam bagian harga jual (S-75/PJ.32/1998)

DIVIDEN 15% Ph Bruto Merupakan Bagian Laba yang Diperoleh Pemegang Saham atau pemegang polis asuransi, atau SHU Koperasi kpd anggota. 1. Pengertian Sangat Luas, Dalam Bentuk Apapun. 2. UU Pajak Dapat Menetapkan adanya Dividen Terselubung. 3. Bagian laba yang dibayarkan kepada karyawan bukan dividen. Tidak Boleh Dibiayakan Di PPh Badan

Beberapa Bentuk Dividen Sebagaimana Penjelasan Pasal 4 ayat 1 (g) 1. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal disetor. 2. Pemberian Saham bonus tanpa penyetoran. Termasuk saham bonus dari kapitalisasi agio. 3. Pembayaran kembali modal disetor, jika dalam tahun-tahun lampau diperoleh keuntungan, kecuali sbg akibat pengecilan modal dasar yang dilakukan secara sah. 4. Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. Contoh Dividen Terselubung: Pembayaran Bunga Pinjaman Kepada Pemegang Saham Yang melebihi kewajaran

DIVIDEN / PEMBAGIAN LABA / SHU YANG DITERIMA OLEH PERSEROAN TERBATAS BADAN USAHA MILIK NEGARA BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN SYARAT: ANGGOTA KOPERASI ANGGOTA CV, PERKUMPULAN, PERSEKUTUAN, FIRMA, KONGSI 1. KEPEMILIKAN SAHAM MIN. 25% 2. MEMPUNYAI USAHA AKTIF DILUAR KEPEMILIKAN SAHAM BERASAL DARI CADANGAN LABA DITAHAN BUKAN OBJEK PAJAK TIDAK DIPOTONG PPH 23

PENGENAAN PPh Pasal 23 ATAS DIVIDEN BELUM Tbk (Go Public) SUDAH Tbk (Go Public) TERHUTANG SAAT DIUMUMKAN RUPS TERHUTANG SAAT PENENTUAN HAK (RECORDING DATE) WPDN BADAN DG.SYARAT ttt. TIDAK TERUTANG PAJAK WP ORANG PRIBADI DN TERUTANG PAJAK 10 % WP LUAR NEGERI TERUTANG PAJAK 20 % PAJAK PENGHASILAN TIDAK BOLEH DITANGGUNG PEMBERI DEVIDEN PEMBERI DEVIDEN MENERBITKAN BUKTI POTONG DAN MENYETORKAN PAJAK TGL 10 BULAN BERIKUT

ROYALTI 15% Ph Bruto IMBALAN SEHUBUNGAN DG PENGGUNAAN HAK ATAS: 1. HAK ATAS HARTA TAK BERWUJUD ( hak pengarang, paten, merek dagang, rahasia perusahaan ) 2. HAK ATAS HARTA BERWUJUD YG MEMPUNYAI NILAI INTELEKTUAL ( hak atas alat industri, komersial, ilmu pengetahuan ) 3. INFORMASI YG BELUM DIUNGKAPKAN SECARA UMUM, DENGAN CIRI: INFORMASI TELAH TERSEDIA SHG TDK PERLU RISET, pengalaman di bidang industri

HADIAH UNDIAN 25% FINAL LOMBA / PENGHARGAAN / SEHUB. JASA BUKAN OBJEK Diberikan ke semua pembeli/konsumen akhir tanpa diundi Bagi WP OP dikenakan PPh pasal 21 dengan tarif pasal 17 dari Ph. Bruto Bagi WP Badan / BUT dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 15% dari Ph Bruto Bagi WP LN selain BUT dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20% ( P3B) dari Ph Bruto ( Final )

SEWA 2% X Ph Bruto sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta selain sewa atas tanah dan bangunan

PENGERTIAN SEWA TIDAK TERJADI PEMINDAHAN KEPEMILIKAN PIHAK LAIN TIDAK BISA IKUT MEMAKAI/MENGGUNAKAN DISEWAKAN MOBIL POLISI FEE MENGGUNAKAN SATUAN WAKTU TERTENTU CONTOH : TAKSI. * JIKA DI SEWA/CHARTER TERUTANG PPh PASAL 23 * JIKA BERDASAR ARGO TDK TERUTANG PPh

Imbalan sehubungan dengan Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultan 2% X Ph Bruto

PENGERTIAN JASA TEKNIK Pemberian jasa dalam bentuk pemberian informasi yang berkenaan dengan pengalaman dlm bidang industri, perdagangan dan ilmu pengetahuan yg dpt meliputi pelaksanaan suatu proyek, pembuatan suatu jenis produk, dan pemberian informasi yg berkenaan dengan pengalaman-pengalaman di bidang manajemen

PENGERTIAN JASA MANAJEMEN IKUT LANGSUNG DALAM MANAJEMEN BERBEDA DENGAN PENGERTIAN JASA TEKNIK DI BIDANG MANAJEMEN. JASA TEKNIK HANYA BERSIFAT MEMBERI INFORMASI, PELATIHAN DAN SEJENISNYA DALAM WAKTU YANG LEBIH PENDEK, TANPA IKUT MENJADI BAGIAN DARI MANAJEMEN. CONTOH : TIM PENYELAMATAN BANK OLEH BI

JASA LAINNYA 2% X Ph Bruto PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 244/PMK.03/2008 TANGGAL 31 DESEMBER 2008

POKOK-POKOK PERUBAHAN a. Sederhana b. Menurunkan besarnya persentase perkiraan penghasilan neto atas beberapa jenis penghasilan.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor PER-244/PMK.03/2008 tanggal 31 Desember 2008 Tentang Jenis Jasa Lain Sebagaimana dimaksud Dalam Pasal 23 Ayat (1) Huruf C Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008

Dasar Hukum 1. UU No.6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007 2. UU No.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 36 Tahun 2008 3. PMK Nomor 244/PMK.03/2008

Jasa Lain: 1 Jasa penilai (appraisal); 2 Jasa aktuaris; 3 Jasa akuntansi, pembukuan, dan atestasi laporan keuangan; 4 Jasa perancang (design); 5 Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan migas, kecuali yang dilakukan oleh BUT; 6 Jasa penunjang di bid. penambangan migas; 7 Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas; 8 Jasa penunjang di bid. penerbangan/bandara; 9 Jasa penebangan hutan; 10 Jasa pengolahan limbah; 11 Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing service); 12 Jasa perantara;

Jasa Lain (lanjutan): 13. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan BE, KSEI dan KPEI; 14. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan, kecuali yang dilakukan KSEI; 15. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara; 16. Jasa mixing film; 17. Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan; 18. Jasa instalasi/pemasangan mesin, listrik/telepon/ air/gas/ac/tv Kabel; peralatan; kecuali yg dilakukan oleh WP konstruksi; 19. Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin, listrik/ telepon/ air/gas/ac/tv Kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan selain yang dilakukan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi; 20. Jasa maklon

21 Jasa penyelidikan dan keamanan; 22 Jasa penyelenggara kegiatan/event organizer; 23 Jasa pengepakan; 24 Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi; 25 Jasa pembasmian hama; 26 Jasa kebersihan/cleaning service; 28 Jasa catering atau tata boga.

Adinda adalah pemilik saham di PT. ABC sebanyak 10.000 lembar saham. Pada akhir tahun 2006 PT. ABC membagikan deviden sebesar Rp 5.000,- per lembar saham. Berapa nilai bersih deviden yang diterima oleh Adinda?? PT. Ingin Maju mempunyai pinjaman kepada PT. DEF sebesar Rp 1 M dengan tingkat suku bunga 15%/tahun dan pinjaman kepada Bank Rente sebesar Rp 500 juta dengan tingkat suku bunga 12%/tahun, berapa total PPh Pasal 23 yang harus dipotong oleh PT. Ingin Maju?? PT. Utama dalam melaksanakan pembukuannya menggunakan jasa dari KAP Cermat dan Rekan dengan nilai imbalan Rp 100 juta per tahun, ketika melakukan pembayaran PPh apa dan berapa yang harus dipotong oleh PT. Utama??

PT. GHI membayar tagihan katering (belum termasuk PPN) kepada CV Sari Rasa dengan perincian sebagai berikut : Material/bahan baku makanan sebesar Rp 3 juta. Jasa Memasak/Katering sebesar Rp 1 juta Berapa PPh yang harus dipotong PT. GHI?? Pemeriksaan pajak PT. JKL tahun 2005 oleh KPP Bekasi, diketahui terdapat pembayaran bunga atas pinjaman kepada PT. MNO sebesar Rp 250 juta yang tidak dipotong PPh pasal 23 oleh PT. JKL, berapa PPh pasal 23 yang harus dibayar oleh PT. JKL ( sesuai dengan SKP yang diterbitkan KPP Bekasi )?? PT. Penerbit Gramedia membayar royalty kepada Tn. Pengarang atas penerbitan buku- bukunya senilai Rp 30 juta, berapa PPh Pasal 23 yang harus dipotong PT. Penerbit Gramedia dan bagaimana cara penyetorannya??

PT. Rokok Kretek menyelenggarakan lomba merancang iklan untuk produknya, dengan hadiah pertama seperangkat komputer jinjing lengkap dengan printernya senilai Rp 30 juta, dan hadiah kedua sebuah PC senilai Rp 10 juta, pemenang pertama adalah Iwan (mahasiswa PTS) dan pemenang kedua adalah CV Endika (perusahaan periklanan), aspek perpajakan apa yang harus dilakukan oleh Pt. Roko Kretek sebelum membagi menyerahkan hadiah?? PT. STU menyewa mesin photo copy dari PT. Astra Graphia, untuk tahun 2007 ini nilai sewa adalah sebesar Rp 75 juta, berapa PPh yang harus dipotong oleh PT. STU?? Sebuah perusahaan kontraktor multinasional (PT. Bangun Jaya Tbk) diminta untuk membangun apartemen oleh PT. Kuningan, dengan nilai pengadaan sebesar Rp 1,2 M. Apa yang harus diperhatikan oleh PT. Kuningan ketika melakukan pembayaran ke PT. Bangun Jaya, Tbk PT. Mondar Mandir adalah perusahaan persewaan mobil, mendekati lebaran ordernya meningkat signifikan, untuk itu PT. Mondar Mandir menyewa beberapa mobil tambahan kepada CV. Rental Mobil selama satu bulan dengan total nilai sewa sebesar Rp 15 juta, Aspek perpajakan apa yang harus diperhatikan oleh PT. Mondar Mandir??

Bagaimana aspek PPh Pemotongan Pemungutan atas transaksi transaksi berikut : PT. Milki Way mendapat deviden dari PT. Nextel, anak perusahaannya, sebesar Rp 500 juta, kepemilikan saham PT. Milky Way sebesar 45% dan juga mempunyai usaha aktif diluar investor. PT. Honsa menggunakan jasa PT. Monex untuk mengiklankan produknya dengan nilai kontrak Rp 400 juta, biaya tersebut terdiri dari jasa desain iklan sebesar Rp 150 juta, dan sisanya untuk biaya spot tayangan iklan di TV dan Radio.