1.1. Latar Belakang. BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas LAKIP. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik. Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Inspektur selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Inspektorat sebagai sub sistem dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat. Dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Muaro Jambi, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan misi daerah, akan tetapi juga memperhatikan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup pemerintahan Provinsi dan Nasional. Terwujudnya suatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenaan harapan tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sejalan dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaran negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka diterbitkan Intruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 1
Sehubungan dengan hal tersebut Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja (LKj) Organisasi Perangkat Daerah. Penyusunan LKJ Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun yang dimaksudkan sebagai perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang dicerminkan dari pencapaian kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan. 1.2. Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Muaro Jambi Nomor 17 Tahun tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Nomor 17) dan Peraturan Bupati Muaro Jambi Nomor 30 Tahun tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Muaro Jambi (Berita Daerah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Nomor 30), inspektorat mempunyai tugas melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah berdasarkan azas desentralisasi bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah dan dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Inspektorat mempunyai fungsi : 1. Perencanaan Program Pengawasan. 2. Perumusan kebijakan dan fasilitasi Pengawasan. 3. Pemeriksaan, Pengusutan, Pengujian dan Penilaian Tugas Pengawasan. 4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, Inspektorat dipimpin oleh Inspektur, yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh Sekretaris dan para Inspektur Pembantu serta Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tergambar dalam Struktur Organisasi berikut : INSPEKTUR SEKRETARIAT SUB. BAGIAN PERENCANAAN SUB. BANGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUB. BANGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH IV JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2
1.3. Isu Strategis Inspektorat Isu Strategis yang berkaitan dengan Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya dihadapkan pada beberapa hal berikut : 1. Masih banyaknya temuan-temuan yang berindikasi TPK (Hasil Pemeriksaan BPK RI); 2. Masih belum terbangunnya infrastruktur yang mendukung penerapan SPIP; 3. Masih kurangnya kesadaran OPD dalam menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan internal dan eksternal; 4. Belum tertibnya pengelolaan barang milik daerah di OPD; 5. Masih belum optimalnya OPD dalam menerapkan SAKIP; 6. Belum optimalnya kompetensi SDM pada Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi; 7. Masih banyaknya pengaduan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh OPD. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 3
BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. Rencana Strategis Pada penyusunan Laporan Kinerja Tahun ini, mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta hasil reviu atas Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi pada bulan Maret 2015. Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistematis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi. Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 ( lima ) tahun yaitu dari tahun 2011-. Penetapan jangka waktu 5 (lima) tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban Bupati terkait dengan penetapan/kebijakan bahwa Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel. Renstra Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011-. Disamping itu pula, Renstra Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi dengan Renstra Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Inspektorat Provinsi Jambi sebagai suatu sistem perencanaan pembangunan nasional. Penyusunan Renstra Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi telah melalui tahapan- tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011- dengan memperhatikan isu-isu strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Selanjutnya, Renstra Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi tersebut akan dijabarkan kedalam Rencana Kerja (Renja) Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi yang merupakan dokumen perencanaan OPD untuk periode 1 (satu) tahun. Di dalam Renja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dimuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 4
2.1.1 Visi 2.1.2 Misi Visi adalah gambaran kondisi ideal yang diinginkan pada masa mendatang oleh pimpinan dan seluruh staf Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi. Visi tersebut mengandung makna bahwa Kabupaten Muaro Jambi dengan potensi, keragaman dan kompleksitas masalah yang tinggi, harus mampu dibangun menuju Terwujudnya Kabupaten Muaro Jambi yang KUAD. Visi Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi berdasarkan Rencana Strategis 2011 - adalah Terwujudnya Pengawasan Kabupaten Muaro Jambi yang Profesional dan Akuntabel Sedangkan untuk mewujudkan Visi Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011- tersebut diatas dilaksanakan Misi sebagai berikut : 1. Meningkatkan kwalitas dan profesionalisme SDM Aparat Pengawasan Fungsional; 2. Meningkatkan sarana dan prasarana pengawasan; 3. Meningkatkan sinerji pengawasan; 4. Meningkatkan kwalitas pengawasan; 5. Mendorong terwujudnya aparatur yang bersih dan bebas KKN. 2.1.3 Tujuan dan Sasaran Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahunan. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisa stratejik. Sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan, untuk keberhasilan tersebut perlu ditetapkan tujuan Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi, yaitu: 1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN; 2. Mewujudkan akuntabilitas kinerja; 3. Mewujudkan pelayanan publik yang prima; dan 4. Menjadikan aparat Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi yang dapat berperan sebagai Konsultatif dan Katalis. Selanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal yang ingin dicapai selama periode perencanaan, maka Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi merumuskan tujuan, sasaran dan indikator kinerja sebagai berikut : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 5
1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, dengan sasaran: 1) Menurunnya temuan pemeriksaan berindikasi kasus tindak pidana korupsi, dengan indikator kinerjanya: Persentase OPD yang tidak mendapat temuan yang berindikasi tindak pidana korupsi yang material. 2) Meningkatnya implemetasi SPIP, dengan indikator kinerjanya: Persentase OPD yang telah mengimplementasikan SPIP pada level berkembang. 3) Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan internal dan eksternal, dengan indikator kinerjanya: Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti. Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang telah ditindaklanjuti. 4) Meningkatnya tertib administrasi barang, dengan indikator kinerjanya: Persentase OPD yang tertib admnistrasi barang/aset daerah. 2. Mewujudkan akuntabilitas kinerja, dengan sasaran: Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dengan indikator kinerjanya: Persentase OPD yang memiliki nilai evaluasi AKIP oleh Inspektorat minimal B. 3. Mewujudkan pelayanan yang prima, dengan sasaran: Meningkatnya zona-zona integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, dengan indikator kinerjanya: Jumlah unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi yang mendapatkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). 4. Menjadikan aparat Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi yang dapat berperan sebagai konsultatif, dengan sasaran: 1) Meningkatnya aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi, dengan indikator kinerjanya: Persentase aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi. 2) Meningkatnya kepuasan Stakeholder, dengan indikator kinerjanya : Persentase OPD yang menyatakan puas atas layanan Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi; Persentase aduan masyarakat atas pelayanan publik yang ditindaklanjuti dalam waktu 14 hari. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 6
Untuk mewujudkan sasaran yang hendak dicapai harus dipilih strategi yang tepat agar sasaran tersebut dapat tercapai. Strategi Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi mencakup penentuan kebijakan, program dan kegiatan. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati pihak-pihak terkait dan ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk bagi setiap kegiatan agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditentukan. Program adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian sasaran kinerja yang memberikan kontribusi bagi pencapaian tugas pokok dan fungsi. Kegiatan berdimensi waktu tidak lebih dari satu tahun. Kegiatan merupakan aspek operasional/kegiatan nyata dari suatu rencana kinerja yang berturut-turut diarahkan untuk mencapai sasaran. 1.2. Indikator Kinerja Utama Salah satu upaya untuk memperkuat akuntabilitas dalam penerapan tata pemerintahan yang baik di Indonesia diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk tingkat Pemerintah Daerah dan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah Inspektorat melalui Keputusan Inspektur Kabupaten Muaro Jambi Nomor : tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, baik tingkat Pemerintah Daerah maupun tingkat Organisasi Perangkat Daerah. Dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Adapun penetapan target Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi tahun adalah sebagai berikut : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 7
Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 1. Meningkatnya Ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH dalam rangka memberikan peringatan dini dan meningkatkan akuntabilitas program dan kegiatan. 3. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. 4. Meningkatnya sinergi dan kesepahaman baik dengan SKPD maupun dengan sesame Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan, dan isu-isu pengawasan yang relevan. 5. Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan hasil pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material 1. Persentase SKPD yang Akuntabilitasnya baik. 2. Persentase Peningkatan Penilaian SKPD yang berpredikat Tertib 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 1. Jumlah Pelaksanaan Gelarwasda. 2. Jumlah Pelaksanaan Rakerwasda. 3. Persentase penurunan tumpang tindih pemeriksaan dengan Itjend, Itjend terkait dan Itprov. 1. Persentase AparatPengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi. Sumber Data : Inspektorat Tahun LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 8
Tabel 2.2 Indikator Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 1. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH dalam rangka memberikan peringatan dini dan meningkatkan akuntabilitas program dan kegiatan. 1.3. Perjanjian Kinerja 1. Persentase SKPD yang Akuntabilitasnya baik. 2. Persentase Peningkatan Penilaian SKPD yang berpredikat Tertib Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji Rencana Kinerja Tahunan sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas. Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Penetapan Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun mengacu pada dokumen Renstra Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011-, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun, dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun, dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun. Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi telah menetapkan Penetapan Kinerja Tahun dengan uraian sebagai berikut: Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1. Meningkatnya Ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan hasil pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material. 1. Persentase SKPD yang Akuntabilitasnya baik. 2. Persentase Peningkatan % % 95 95 95 95 LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 9
dalam rangka Penilaian SKPD yang memberikan berpredikat Tertib peringatan dini dan meningkatkan akuntabilitas program dan kegiatan. 3. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. % 95 95 4. Meningkatnya sinergi dan kesepahaman baik dengan SKPD maupun dengan sesame Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan, dan isu-isu pengawasan yang relevan. 5. Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan. 1. Persentase penurunan tumpang tindih pemeriksaan dengan Itjend, terkait, Itpreov dan BPK-RI 1. Presentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar Kompentensi % 95 % 95 Untuk pencapaian Indikator Kinerja diatas akan dilaksanakan melalui beberapa Program berikut : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 10
Tabel 2.4 Program Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. A. PROGRAM UTAMA URAIAN PROGRAM 1. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal & Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH 2. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan JUMLAH ANGGARAN (Rp) 2.166.396.250,- 19.184.000,- NO. B. PROGRAM PENUNJANG URAIAN PROGRAM JUMLAH ANGGARAN (Rp) 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 424.583.645,- 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. 789.640.625,- 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya 33.510.500,- Aparatur. 4. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan. 10.824.250,- JUMLAH 3.444.139.270,- Dari 12 (dua belas) indikator kinerja sasaran Inspektorat terdapat 2 (dua) indikator yang memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011-, khususnya Misi-2 RPJMD yakni Menghadirkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Bersih dan Melayani. Indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 11
Tabel 2.5 Indikator Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dalam RPJMD Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2011- NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1. Meningkatnya Ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan hasil pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. % % 95 95 95 95 LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 12
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Laporan kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan kinerja/pemberi amanah. Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berkinerja melalui penyajian Laporan Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2011- maupun Renja Tahun. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah. 3.1. Capaian Kinerja Utama. Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Capaian indikator kinerja utama (IKU) dan capaian indikator kinerja makro diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran strategis diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis. Cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran. Dalam laporan ini, Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dapat memberikan gambaran penilaian tingkat pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Renstra 2011- maupun Renja Tahun. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 13
Dalam rangka mengukur peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Inspektur Kabupaten Muaro Jambi Nomor : 800/ /Itkab/201 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi. Dalam upaya untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja, Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi tahun menunjukan hasil sebagai berikut : Tabel 3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN 1. Meningkatnya Ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggar aan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH dalam rangka INDIKATOR KINERJA 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan hasil pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material. 1. Persentase SKPD yang Akuntabilitas nya baik. REALISA SI 2015 80% 80% TARGET 95% 95% REALISASI 84,77% 84,77% CAPAIAN KINERJA 84,77% 84,77% 80% 95% 80% 80% LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 14
memberikan 2. Persentase peringatan Peningkatan dini dan Penilaian meningkatka 80% 95% 80% 80% SKPD yang n akuntabilitas berpredikat program dan Tertib kegiatan. NO. SASARAN 3. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. INDIKATOR KINERJA 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. REALISASI 2015 90% 95% TARGET 95% 95% REALISASI 84,77% 84,44% CAPAIAN KINERJA 84,77% 88,44% 4. Meningkatnya sinergi dan kesepahaman baik dengan SKPD maupun dengan sesame Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan, dan isu-isu pengawasan 1. Persentase penurunan tumpang tindih pemeriksaan dengan Itjend, Itjend terkait dan Itprov. 85% 95% 90% 90% LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 15
yang relevan. 5. Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan. 1. Persentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi 85% 90% 70% 78% Tabel 3.2 Capaian Indikator Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN 1. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. INDIKATOR KINERJA 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. REALISASI 2015 80% 80% TARGET 95% 95% REALISASI 84,77% 86,96% CAPAIAN KINERJA 84,77% 86,96% Bertitik tolak dari hasil analisis dan evaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan/program seperti disampaikan, masih terdapat hambatan, kendala dan keterbatasan-keterbatasan untuk mencapai kinerja secara maksimal. Strategi kebijakan diperlukan suatu kebijakan untuk menjamin bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan rencana yang telah ditetapkan, dalam hal kegiatan pemeriksaan reguler dititikberatkan pada LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 16
realisasi penerbitan LHP sehingga tujuan dan sasaran tercapai secara hemat, efisien dan efektif selain itu yang paling utama adalah adanya efek positif terhadap auditee sebagai dampak dari suatu hasil pembinaan/pengawasan. Dalam pemutakhiran data dilakukan serangkaian kegiatan : 1. Melakukan inventarisasi temuan hasil pemeriksaan yang belum ditindaklanjuti, dan temuan-temuan yang mempunyai nilai saldo serta kasus-kasus penyimpangan. 2. Memanggil/menghubungi penanggungjawab satker/proyek dan pihak lain yang secara langsung mempunyai kaitan dengan hasil pemeriksaan untuk memperoleh kepastian pelaksanaan tindak lanjut. Pengukuran kinerja dimaksud dapat dilakukan dengan menggunakan data pada daftar pengukuran kinerja kegiatan (PKK) dan pengukuran pencapaian sasaran (PPS) adalah sebagai berikut : 1. Pengukuran Kinerja Kegiatan, meliputi : Pencapaian kinerja kegiatan Urusan Wajib Pemerintahan Umum Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi sebesar 96,71 % atau dikategorikan baik yaitu : 1. Pencapaian kinerja kegiatan program Pelayanan Administrasi Perkantoran, sebesar (98,69 %) atau dikategorikan berhasil dalam melaksanakan pengelolaan sarana penunjang didalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan Pembangunan Daerah Kabupaten Muaro Jambi. 2. Pencapaian kinerja kegiatan program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, sebesar (98 %) atau dikategorikan juga berhasil untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pengawasan Pembangunan Daerah di Kabupaten Muaro Jambi. 3. Pencapaian kinerja kegiatan program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur sebesar (67,52 %) atau dikategorikan berhasil dalam meningkatkan profesionalitas baik pelatihan formal maupun informal. 4. Pencapaian kinerja kegiatan program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah, sebesar (98,56 %) atau dikategorikan berhasil didalam pengendalian dan penanganan kasus terhadap kebijakan Bupati untuk Pembangunan Daerah di Kabupaten Muaro Jambi. 2. Pengukuran Pencapaian Sasaran Berdasarkan misi dalam pencapaian visi Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi pada tahun, meliputi : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 17
1. Pencapaian kinerja sasaran sebesar 67,52 % atau berhasil terwujudnya kwalitas sumber daya aparatur pengawasan yang profesional. 2. Pencapaian kinerja sasaran sebesar 98,44 % atau sangat berhasil adalah terwujudnya pelayanan administrasi pengawasan fungsional. 3. Pencapaian sasaran kinerja sebesar 98,56 % adalah terwujudnya Sistem Pengendalian Internal Kebijakan Kepala Daerah, Terwujudnya pelayanan publik yang berkwalitas, Terwujudnya penegakan Supremasi Hukum dan Terlaksananya kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan. 3.2. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Kinerja Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh instansi dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu. Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/penentuan tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil, manfaat atau dampak. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan. Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandinganpembandingan antara : 1. Kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan. 2. Kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya. 3. Kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di bidangnya. 3.2.1. Pencapaian Sasaran meningkatnya ketaatan, efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sasaran Menurunnya temuan pemeriksaan kasus berindikasi tindak pidana korupsi merupakan sasaran dari Misi 1 Inspektorat, pencapaian sasaran ini diperoleh melalui indikator kinerja Persentase OPD yang tidak mendapat temuan berindikasi tindak pidana korupsi yang material. Capaian kinerja indikator ini sebesar 84,77 %, dalam arti indikator ini telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sehingga di tahun telah terjadi penurunan kasus berindikasi tindak pidana LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 18
No INSPEKTORAT KABUPATEN MUARO JAMBI korupsi. Penurunan terjadi pada jumlah OPD yang mendapatkan temuan berindikasi tindak pidana korupsi. Dengan meningkatnya jumlah OPD yang tidak mendapatkan temuan berindikasi tindak pidana korupsi, secara langsung akan menyebabkan terjadinya penurunan temuan berindikasi tindak pidana korupsi tersebut. Kriteria indikator ini adalah OPD yang memiliki temuan BPK RI yang material sebesar 1% dan OPD dikatakan tidak lagi mendapatkan temuan yang berindikasi tindak pidana korupsi yang material, jika OPD tersebut pada tahun penetapan pencapaian indikator, tidak lagi memiliki temuan BPK RI yang berindikasi tindak pidana korupsi yang material, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI yang terbit pada tahun tersebut. Tipe penghitungan untuk indikator ini bersifat non kumulatif. Capaian Persentase OPD yang tidak mendapat temuan berindikasi tindak pidana korupsi yang material yang merupakan indikator kinerja dari sasaran Menurunnya temuan pemeriksaan kasus berindikasi tindak pidana korupsi secara lebih jelas diuraikan sebagai berikut : Indikator Kinerja Tabel 3.2 Target dan Realisasi Capaian Sasaran Menurunnya Temuan Pemeriksaan Kasus Berindikasi Tindak Pidana Korupsi Satuan Realisasi Tahun 2015 Target Tahun Realisasi % Capaian Kinerja Realisasi s.d Tahun Target Tahun 2018 (Akhir RPJMD) (1) (2) (3) (4) (5) 6 ()=(5/6 (8) (9) 1. 1. Persentase Penuruna n Jumlah Temuan hasil pemeriksa an APIP. 80 95 84,77 84,77 84,77 95 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikas i pidana korupsi yang material. % 80 95 84,77 84,77 84,77 95 LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 19
Penurunan realisasi sasaran kinerja ini di tahun 2015 jika dibandingkan dengan realisasi di tahun secara langsung menunjukkan terjadinya peningkatan temuan pemeriksaan kasus berindikasi tindak pidana korupsi. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat kepatuhan OPD terhadap peraturan perundang-undangan belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan, meskipun pembinaan telah dilakukan oleh Inspektorat baik dalam bentuk Quality Assurance, Consulting Partner dan Catalyst. Hal ini dapat disebabkan oleh belum optimalnya kesadaran OPD untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan belum optimalnya pemahaman OPD terhadap peraturan perundang-undangan. 100.00% 90.00% 80.00% 70.00% 60.00% 50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% Indikator Kinerja Persentase SKPD yang mendapatkan temuan berindikasi tindak pidana korupsi yang material Data Awal Target Tahun 2015 Target Tahun 201 Realisasi Tahun Realisasi Tahun 201 Capaian Kinerja Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2015 Target Tahun 2018 Gambar 2. Grafik Sasaran Menurunnya Temuan Pemeriksaan Kasus Berindikasi Tindak Pidana Korupsi Telah banyak upaya yang dilakukan, baik oleh Inspektorat melalui APIP Inspektorat maupun dalam bentuk kerjasama dengan KPK dan BPKP Perwakilan Jambi untuk memperbaiki sasaran kinerja ini. Peran APIP dalam melaksanakan pengawasan adalah sebagai Quality Assurance, Consulting Partner dan Catalyst yang diimplementasikan melalui kegiatan pemeriksaan dengan tujuan tertentu dan pemeriksaan umum (general audit) yang mengacu kepada isu strategis yang ada pada saat itu. Inspektorat berusaha untuk terus meningkatkan fungsi Quality Assurance, Consulting Partner dan Catalyst baik melalui pemeriksaan, LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 20
monitoring dan evaluasi maupun melalui pendampingan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh OPD. Keberhasilan pencapaian sasaran ini dilaksanakan melalui 2 (dua) Program, yaitu : 1) Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah melalui kegiatan : (1) Pelaksanaan Pengawasan Internal secara Berkala; (2) Tindaklanjut Hasil Temuan Pengawasan. 2) Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem Prosedur Pengawasan melalui Kegiatan Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan; 3.2.2. Pencapaian Sasaran Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan manajemen KDH dalam rangka memberikan peringatan dini dan akuntabilitas program dan kegiatan. Sasaran Meningkatnya implementasi SPIP merupakan sasaran kedua dari Misi 1 diperoleh melalui indikator kinerja Persentase OPD yang telah menerapkan SPIP level berkembang, dalam arti indikator ini telah mencapai target yang telah ditetapkan. Realisasi sebesar 80 %. Selama tahun SPIP telah disusun oleh OPD untuk memperlancar pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Implementasi SPIP harus ditunjang dengan prosedur pengamanan yang memadai, ditaatinya peraturan yang berlaku dan semakin tingginya integritas aparatur pemerintah. Kriteria dari OPD yang telah menerapkan SPIP level berkembang, diukur dari persentase OPD yang telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Tipe penghitungan untuk indikator ini bersifat kumulatif. Adanya SOP dapat memperbaiki kinerja manajemen pemerintahan atau kualitas pelayanan publik melalui perbaikan proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Dalam tahapan level berkembang, OPD telah mulai menyusun infrastruktur dalam pengendalian kegiatan. Infrastruktur yang dimaksud dalam indikator ini adalah adanya SOP pada setiap OPD. Target dan realisasi OPD yang telah menerapkan SPIP level berkembang yang merupakan indikator kinerja dari sasaran meningkatnya implementasi SPIP, secara lebih jelas diuraikan sebagai berikut : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 21
No Indikator Kinerja Tabel 3.3 Target dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Implementasi SPIP Satuan Realisasi Tahun 2015 Target Tahun Realisasi % Capaian Kinerja Realisasi sd Tahun Target Tahun (Akhir RPJMD) (1) (2) (3) (4) (5) 6 (7)=(5/6 (8) (9) 1. 1. Persentase OPD yang 45 75 65 93 65 80 akuntabilitas nya baik. 2. Persentase peningkatan penilaian OPD yang berprediket tertib. % 55 95 75 79 75 80 Selama tahun, di Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi telah menyusun SOP sebesar 80% (38 OPD dari 61 OPD) dari target sebesar 50% (30 OPD dari 61 OPD). Dengan demikian, capaian kinerja indikator ini melebihi target yang telah ditetapkan. 120.00% 100.00% 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% Gambar 3. Grafik Sasaran 0.00% Indikator Kinerja Persentase SKPD yang telah menerapkan SPIP level berkembang Data Awal Target Tahun 2014 Target Tahun 2015 Realisasi Tahun 2014 Realisasi Tahun 2015 Capaian Kinerja Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2015 Realisasi s.d Tahun 2018 Meningkatnya Implementasi SPIP LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 22
Realisasi sasaran kinerja ini, jika dibandingkan dengan realisasi di tahun lalu, menunjukkan peningkatan karena semakin banyak OPD yang telah menyusun SOP yang akan menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Pemahaman OPD akan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) semakin meningkat, demikian juga dengan kesadaran OPD akan pentingnya penerapan SPIP dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya juga semakin meningkat. Pencapaian kinerja sasaran ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Inspektorat dalam melakukan pembinaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah kepada OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Pembinaan dilakukan melalui kegiatan evaluasi Standar Operasional Prosedur. Evaluasi ini akan dilakukan secara bertahap dalam setiap tahunnya. Pembinaan juga dilakukan pada saat Pemeriksaan Reguler (Komprehensif) yang dilakukan oleh APIP Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi kepada OPD. Implementasi SPIP pada setiap OPD dimonitoring. 1. Keberhasilan pencapaian indikator ini dilaksanakan melalui 2 (dua) program sebagai berikut : (1) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah melalui kegiatan; (2) Pelaksanaan Pengawasan Internal secara Berkala; (3) Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah; (4) Koordinasi Pengawasan yang Lebih Komprehensif; (3) Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan; 2. Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem Prosedur Pengawasan melalui Kegiatan Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan. 3.2.3. Pencapaian Sasaran Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. Sasaran Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan internal dan eksternal merupakan sasaran ke-3 pada Misi 1, sasaran ini diperoleh melalui 2 (dua) indikator kinerja, yaitu indikator kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti dengan capaian kinerja sebesar 44 % dan Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang telah ditindaklanjuti dengan capaian kinerja sebesar 84,77 % (realisasi sesuai dengan target). Tipe penghitungan untuk indikator ini bersifat kumulatif. Tercapainya sasaran kinerja ini memberikan indikator adanya itikad baik dari OPD untuk memperbaiki kinerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dijadikan acuan untuk tidak terjadi lagi di tahun yang akan datang. Realisasi indikator kinerja Secara rinci, LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 23
No INSPEKTORAT KABUPATEN MUARO JAMBI capaian kedua indikator kinerja tersebut, dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.4 Target dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Kepatuhan terhadap Penyelesaian Tindaklanjut Hasil Pemeriksaan Internal dan Eksternal Indikator Kinerja Satuan Realisasi Tahun 2015 Target Tahun Realisasi % Capaian Kinerja Realisasi sd Tahun Target Tahun 2018 (Akhir RPJMD) (1) (2) (3) (4) (5) 6 (7)=(5/6 (8) (9) 1. Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti 2. Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang telah ditindaklanjuti % 70 80 80,44-80,44 85 % 75-84,77-84,77 80 Realisasi untuk indikator kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti yang dicapai pada tahun adalah sebesar 44% dalam arti pada tahun ditargetkan sebanyak 4492 rekomendasi mendapatkan status penyelesaian tindaklanjut selesai, Sementara itu untuk indikator kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan ekternal yang telah ditindaklanjuti, realisasi di tahun adalah sebesar 84,77% dalam arti sebanyak 729 rekomendasi, sesuai dengan target yang ditetapkan, telah mendapatkan status penyelesaian tindaklanjut selesai. Di tahun kerjasama antara Inspektorat dengan OPD untuk meningkatkan kepatuhan terhadap penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan internal dan eksternal berjalan jauh lebih baik. Di tahun realisasi indikator kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti mencapai 44 %, Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam grafik di bawah ini : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 24
300.00% 257.88% 250.00% 200.00% 150.00% 100.00% 50.00% 100.00% 7.46% 29.82% 76.90% 82.31% 26.32% 0.00% 6.14% Indikator Kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan internal yang telah ditindaklanjuti Data Awal Target Tahun 2014 Target Tahun 2015 Realisasi Tahun 2014 Realisasi Tahun 2015 Capaian Kinerja Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2015 Target Tahun 2018 LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 25
100.00% 100.00% 100.00% 80.00% 100.00% 60.00% 40.00% 20.00% 11.50% 15.14% 15.14% 28.70% 0.00% 11.50% Indikator Kinerja Persentase rekomendasi hasil pemeriksaan eksternal yang telah ditindaklanjuti Data Awal Target Tahun 2014 Target Tahun 2015 Realisasi Tahun 2014 Realisasi Tahun 2015 Capaian Kinerja Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2015 Target Tahun 2018 Gambar 4. Grafik Sasaran Meningkatnya Kepatuhan terhadap Penyelesaian Tindaklanjut Hasil Pemeriksaan Internal dan Eksternal. Upaya yang dilakukan Inspektorat dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan internal dan eksternal lebih ditingkatkan lagi dibandingkan dengan upaya yang dilakukan di tahun 2015. Surat yang disampaikan ke OPD yang mengingatkan kembali OPD untuk menyelesaikan temuan yang belum ditindaklanjuti berulang kali dikirimkan sampai OPD dimaksud menindaklanjuti temuan tersebut. Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari OPD. Didukung pula oleh APIP Inspektorat yang secara terusmenerus meningkatkan perannya sebagai Quality Assurance, Consulting Partner dan Catalyst. Hasil yang dicapai adalah capaian kinerja sasaran ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2015. Pencapaian sasaran kinerja ini dilaksanakan melalui Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah melalui kegiatan Tindaklanjut Hasil Temuan Pengawasan. 3.2.4. Pencapaian Sasaran meningkatnya sinergi dan kesepahaman, baik dengan OPD maupun dengan sesama Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan dan isu-isu pengawasan yang relevan. Sasaran meningkatnya Sinergi dan kesepahaman merupakan sasaran ke-4 pada Misi 1, pencapaian sasaran ini diperoleh melalui LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 26
No INSPEKTORAT KABUPATEN MUARO JAMBI indikator kinerja Persentase OPD yang tertib administrasi. Kriterianya adalah dengan melihat OPD yang tidak memiliki temuan secara admnistrasi. Dengan berkurangnya temuan OPD dalam aspek keuangan, barang daerah, akan menunjukkan adanya peningkatan tertib administrasi di OPD tersebut. Tipe penghitungan untuk indikator ini bersifat non kumulatif. Target dan realisasi indikator kinerja Persentase OPD yang tertib administrasi barang/aset daerah secara rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Indikator Kinerja Tabel 3.5 Target dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Tertib Administrasi Keuangan dan Barang Satuan Realisasi Tahun 2015 Target Tahun Realisasi % Capaian Kinerja Realisasi sd Tahun Target Tahun (Akhir RPJMD) (1) (2) (3) (4) (5) 6 (7)=(5/6 (8) (9) 1. Persentase OPD yang tertib administrasi keuangan barang/aset daerah. % 75 90 70 78 78 85 Pemahaman OPD akan admnistrasi barang masih belum optimal dengan adanya penurunan realisasi sasaran kinerja ini. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam rangka meningkatkan tertib admnistrasi barang, masih melakukan rekonsiliasi barang/aset daerah secara rutin dan Inspektorat baik pada saat melakukan general audit maupun pada saat melakukan reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi, berupaya secara terus menerus untuk melakukan penertiban terhadap administrasi barang/aset daerah. Upaya ini juga sebagai proses untuk dapat mempertahankan opini BPK-RI WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang merupakan strategi ketujuh RPJMD yaitu meningkatnya akuntabilitas keuangan dan aset dengan arah kebijakan mewujudkan opini BPK prediket WTP. Keberhasilan pencapaian indikator ini dilaksanakan melalui Program : 1) Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah melalui kegiatan Pelaksanaan Pengawasan Internal secara Berkala dan kegiatan Inventarisasi Temuan Pengawasan; 2) Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem Prosedur Pengawasan melalui Kegiatan Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan. 3.2.5. Pencapaian Sasaran Meningkatnya Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang Memiliki Standar Kompetensi. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 27
No INSPEKTORAT KABUPATEN MUARO JAMBI Sasaran meningkatnya Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi merupakan sasaran ke-1 pada Misi 2, capaian sasaran ini diperoleh melalui indikator kinerja Persentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi. Secara rinci, pencapaian sasaran ini dapat dilihat melalui realisasi indikator kinerja Persentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi, seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.7 Target dan Realisasi Capaian Sasaran Meningkatnya Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang Memiliki Standar Kompetensi Indikator Kinerja Satuan Realisasi Tahun 2015 Target Tahun Realisasi % Capaian Kinerja Realisasi sd Tahun Target Tahun (Akhir RPJMD) (1) (2) (3) (4) (5) 6 (7)=(5/6 (8) (9) 1. Persentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi % 95 80 84 80 95 Karena sasaran kinerja ini, tidak sama dengan sasaran kinerja yang dimiliki oleh instansi lain, maka sasran kinerja ini tidak memiliki pembanding. Peningkatan APIP yang memiliki standar kompetensi sangat diperlukan, mengingat peran APIP pada paradigma pengawasan yang baru adalah sebagai Quality Assurance, Consulting Partner dan Catalyst. Dalam mencapai sasaran ini tentunya tidak terlepas dari ketersediaan alokasi anggaran. Jumlah anggaran yang terbatas menjadi faktor penghambat pencapaian sasaran ini. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan ini adalah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah. Pada saat alokasi anggaran tidak mencukupi, Inspektorat mengajukan pembiayaan pengiriman peserta Diklat untuk dapat dibiayai oleh BKD. Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Jambi atau dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPKP di Ciawi untuk dapat mengundang APIP Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi pada saat ke-2 lembaga tersebut mengadakan kegiatan bimbingan teknis atau pendidikan dan pelatihan. Dan pada LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 28
tahun, anggaran yang dimiliki oleh Inspektorat mencukupi untuk peningkatan APIP sehingga memiliki standar kompetensi. Selain memiliki standar kompetensi, APIP juga harus memiliki rasio kecukupan. Dari hasil perhitungan kebutuhan Formasi Jabatan Fungsional yang telah dilaksanakan oleh Inspektorat yang tercantum dalam Internal Audit Capability Model (IA-CM) Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi, dari jumlah auditor yang ada pada saat ini sebanyak 9 orang, Inspektorat masih membutuhkan tambahan sebanyak 31 orang Auditor. Sementara itu jumlah Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD) sudah lebih banyak dibandingkan dengan jumlah auditor. Berbeda dengan auditor, jumlah P2UPD ditentukan berdasarkan quota yang diberikan, untuk Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sudah terisi sebanyak 11 orang. Keberhasilan pencapaian indikator ini dilaksanakan melalui Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan melalui kegiatan Pelatihan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan dan Pembinaan SDM Aparat Pengawasan Fungsional serta melalui kegiatan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor. 3.3. Akuntabilitas Keuangan. Selama tahun pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi, dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaro Jambi. Total Anggaran Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi adalah sebesar Rp. 6.937.429.070,00 sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp. 6.864.828.401,00 atau dengan serapan dana APBD mencapai 98,95 %, dengan demikian terdapat silpa sebesar Rp. 72.600.669.00,- Hal ini merupakan penghematan penggunaan anggaran. Struktur Belanja Inspektorat sebesar Rp 6.937.429.070,00 terdiri dari : 1. Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 3.493.289.800 dengan realisasi sebesar Rp 3.484.791.360,00 (99,76%); 2. Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp 3.444.139.270,00 dengan realisasi sebesar Rp 3.380.037.041,00 (98,14%) yang terbagi atas : 1) Anggaran untuk pelaksanaan 1 (satu) program untuk mendukung pencapaian sasaran organisasi sebesar Rp. 33.510.500,00 dengan realisasi sebesar Rp. 22.627.500,00 (67,52%); 2) Anggaran untuk pelaksanaan 1 (satu) program yang bersifat teknis yang dipergunakan untuk pencapaian 9 (sembilan) sasaran sebesar Rp.2.166.396.250,00 dengan realisasi sebesar Rp. 2.135.296.250,00 (98,56%). LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 29
Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran yang terkait dengan pencapaian target kinerja setiap sasaran pada Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi tahun dapat dilihat pada tabel berikut : Program peningkatan sistem pengawasan internal Rp 2.166.396.250 Rp 2.135.295.250 Rp 31.101.000 98,56% dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 1 Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala Rp 1.478.376.250 Rp 1.471.026.250 Rp 7.350.000 99,50% Penanganan Kasus pengaduan di lingkungan pemerintah 2 daerah Rp 30.200.000 Rp 20.200.000 Rp 10.000.000 66,89% 3 Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH Rp 49.701.250 Rp 47.901.250 Rp 1.800.000 96,38% Penanganan kasus pada wilayah pemerintahan 4 dibawahnya Rp 162.652.500 Rp 157.652.500 Rp 5.000.000 96,93% 5 Inventarisasi Temuan Pengawasan Rp 13.058.750 Rp 13.058.750 Rp - 100,00% 6 Tindak lanjut hasil Temuan Pemeriksaan Rp 338.479.250 Rp 332.339.450 Rp 6.139.800 98,19% 7 Koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif Rp 35.366.000 Rp 35.321.300 Rp 44.700 99,87% 8 Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan Rp 14.407.500 Rp 14.407.500 Rp - 100,00% 9 Evaluasi LAKIP SKPD Tahun Anggaran 2015 Rp 44.154.750 Rp 43.388.250 Rp 766.500 98,26% Tabel 3.9 Capaian Kinerja dan Realisasi Anggaran Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN INDIKATOR KINERJA REALISASI 2015 TARGET 2015 REALISASI 2015 CAPAIAN KINERJA 2015 PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN % 1. Meningkatnya ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH dalam rangka memberikan peringatan dini dan meningkatkan akuntabilitas program dan kegiatan. 3. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawas Fungsional. 4. Meningkatnya sinergi dan kesepahaman baik dengan SKPD maupun dengan sesama Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghadiri terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan dan isu-isu pengawasan yang relevan. 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan Hasil Pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material. 1. Persentase SKPD yang akuntabilitasnya baik. 2. Persentase Peningkatan Penilaian SKPD yang berpredikat tertib. 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 1. 3. Persentase penurunan tumpang tindih pemeriksaan dengan Itjend, Itkend terkait dan Itpriv. 75% 75% 99% 1.478.376.250 14.407.500 1.471.026.250 14.407.500 99% 44.`157.750 43.388.250 98,26% 95% 98% 338.479.250 332.339.450 98,19% 65% 67,52% 33.510.500 22.627.500 67,52% LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 30
5. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi INSPEKTORAT KABUPATEN MUARO JAMBI 1. Persentase Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP ) yang memiliki standar kompetensi 95% 98% 19.184.000 18.884.000 98,44% Dari tabel diatas dapat diketahui anggaran yang direncanakan dan dimanfaatkan untuk pencapaian misi organisasi serta tingkat efisisensi yang telah dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi pada tahun. Adapun tingkat efisiensi terhadap aspek sumberdaya manusia masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih belum optimalnya ketersediaan jumlah auditor. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa jumlah auditor yang ada pada saat ini sebanyak 9 auditor dan masih diperlukan sebanyak 31 auditor. Untuk analisis efisiensi, belum dapat dilakukan karena masih terdapat beberapa sasaran yang dibiayai oleh alokasi anggaran yang sama. Hal ini telah menjadi catatan kami pada tahun. Dimana di tahun akan terdapat revisi terkait sasaran dan program untuk mempermudah dalam melakukan analisis efisiensi. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 31
BAB IV P E N U T U P Laporan Kinerja (LKj) Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun ini merupakan pertanggung jawaban tertulis atas penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun. Penyusunan LKj ini merupakan langkah yang baik dalam memenuhi harapan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas LAKIP, sebagai upaya untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik sebagaimana diharapkan oleh semua pihak. LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun ini dapat menggambarkan kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dan Evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran, juga dilaporkan analisis kinerja yang mencerminkan keberhasilan dan kegagalan. Tabel 4.1 Capaian Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN 1. Meningkatnya Ketaatan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggar aan tugas dan fungsi SKPD Provinsi dan Pemerintah Daerah Kab/Kota dalam Provinsi Jambi. 2. Meningkatnya Pengendalian Pelaksanaan Manajemen KDH dalam rangka INDIKATOR KINERJA 1. Persentase Penurunan Jumlah Temuan hasil pemeriksaan APIP. 2. Persentase SKPD yang tidak mendapat temuan berindikasi pidana korupsi yang material. 1. Persentase SKPD yang Akuntabilitasnya baik. 2. Persentase Peningkatan REALISASI 2015 75% 70% 70% TARGET 75% 95% REALISASI 65% 80% 95% 80% CAPAIAN KINERJA 87% 84% 84% LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 32
memberikan peringatan dini dan meningkatka n akuntabilitas program dan kegiatan. Penilaian SKPD yang berpredikat Tertib NO. SASARAN 3. Meningkatnya Penyelesaian TLHP Aparat Pengawasan Fungsional. INDIKATOR KINERJA 1. Persentase rekomendasi BPK yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. 2. Persentase rekomendasi Itkab yang dapat diselesaikan setelah penerbitan laporan. REALISASI 2015 80% 80% TARGET 95% 95% REALISASI 75% 75% CAPAIAN KINERJA 79% 79% 4. Meningkatnya sinergi dan kesepahaman baik dengan SKPD maupun dengan sesame Aparat Pengawas Fungsional lainnya dalam rangka menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pemeriksaan, dan isu-isu pengawasan yang relevan. 5. Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas 1. Persentase penurunan tumpang tindih pemeriksaan dengan Itjend, Itjend terkait dan Itprov. 1. Persentase Aparat Pengawas Intern 80% 65% 70% 93% 95% 98% 97% LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 33
Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan. Pemerintah (APIP) yang memiliki standar Kompetensi Tabel 4.2 Capaian Indikator Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun NO. SASARAN 1. Meningkatnya Kuantitas dan Kualitas Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan. INDIKATOR KINERJA Persentase peningkatan jumlah APIP yang telah mengikuti diklat terkait bidang pengawasan. REALISASI 2014 TARGET 2015 REALISASI 2015 CAPAIAN KINERJA 2015 20% 51,67% 53,33% 103,21% Terdapat 1 (satu) indikator kinerja tidak mencapai target, yakni Indikator kinerja Persentase OPD yang tertib administrasi barang/aset daerah. Penyebab utama tidak tercapainya target di atas adalah pemahaman OPD akan administrasi barang masih belum optimal. Pembinaan yang dilakukan oleh Inspektorat dengan tujuan agar OPD memahami akan administrasi barang tidak dapat dilakukan sekaligus, akan tetapi memerlukan pembinaan yang terus-menerus, terhadap kinerja yang tidak mencapai target, perlu diupayakan penyempurnaan sebagai berikut : 1. Melakukan rekonsiliasi barang/aset daerah secara rutin dan Inspektorat baik pada saat melakukan general audit maupun pada saat melakukan reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Muaro Jambi; 2. Berupaya secara terus menerus untuk melakukan penertiban terhadap administrasi barang/aset daerah. Selama tahun pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi serta untuk mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaro Jambi. Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi dengan total nilai keseluruhan adalah sebesar Rp 6.937.429.070,00 sedangkan realisasi anggaran mencapai Rp 6.8864.828.401,00 atau dengan serapan dana APBD mencapai 98,95 %, dengan demikian dapat dikatakan tahun kondisi anggaran adalah silpa Rp 72.600.669,00. Hal ini merupakan upaya penghematan penggunaan anggaran agar lebih efisien. Dari anggaran belanja sebesar Rp 6.937.429.070,00 terdiri dari : LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 34
1. Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 11.219.392.436,00 dengan realisasi sebesar Rp 10.773.625.495,00 (96,03%); 2. Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp 15.205.259.097,00 dengan realisasi sebesar Rp 13.094.649.856,00 (86,12%) yang terbagi atas : 1) Anggaran untuk pelaksanaan 6 (enam) program untuk mendukung pencapaian sasaran organisasi sebesar Rp. 3.938.743.722,00 dengan realisasi sebesar Rp. 3.197.384.924,00 (81,18%); 2) Anggaran untuk pelaksanaan 2 (dua) program yang bersifat teknis yang dipergunakan untuk pencapaian 7 (tujuh) sasaran dengan 9 (sembilan) indikator kinerja sebesar Rp. 11.266.515.375,00 dengan realisasi sebesar Rp. 9.897.264.932,00 (87,85%). Dengan tersusunnya Laporan Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi ini, diharapkan dapat memberikan gambaran Kinerja Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi kepada pihak-pihak terkait baik sebagai stakeholders ataupun pihak lain yang telah mengambil bagian dengan berpartisipasi aktif untuk membangun Kabupaten Muaro Jambi. Sengeti, Februari 2017 INSPEKTUR KABUPATEN MUARO JAMBI, BUDHI HARTONO, S.Sos.,MT Pembina Utama Muda NIP. 19671008 198810 1 001 LKj Inspektorat Kabupaten Muaro Jambi Tahun 35