BAB III METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL...viii BAB I PENDAHULUAN...

BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL...viii BAB I PENDAHULUAN...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tahap Awal. Tahap Analisis Variabel - variabel Penerimaan SAP. (Model UTAUT)

BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang

BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITAN

BAB V ANALISA HASIL. convergent validity yaitu apakah loading factor indikator untuk masing-masing konstruk sudah

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Universitas Lampung yang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik penentuan sampel pada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu sifat-sifat, ciri-ciri, atau hal-hal yang dimiliki oleh suatu elemen. Sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen.

BAB IV. Analisis Data Dan Pembahasan. Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum obyek penelitian,

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB lll METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini dilakukan di MGMP PAI SMKN Surabaya, kualitas pembelajaran PAI di MGMP PAI SMKN Surabaya.

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian akan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan Emory,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran

BAB III METODE PENELITIAN. data, populasi dan sampel, variabel dan indikator, serta teknik analisis data.

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. penelitian ini berlangsung selama periode Juli 2017.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat eksplanatory

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bintaro Jaya Sektor IV Tangerang Selatan pondok betung no. 88 bintaro jaya sektor IV Tangerang Selatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para

BAB III METODE PENELITIAN. minat perilaku nasabah dalam penggunaan layanan menggunakan model integrasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tertentu untuk dijadikan objek dalam sebuah penelitian. Populasi dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta

BAB III METODE PENELITIAN. kesimpulan yang dapat digeneralisasikan.1. (variabel terikat) yang lain. Dalam penelitian ini ingin diketahui apakah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN. menjelaskan keadaan pada objek penelitian yaitu dengan penelitian asosiatif. Penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com. pusat perkantoran yang berada di Jakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh penerapan empat karakteristik SIAM yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah kerangka untuk melaksanakan proyek riset

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ANALISIS VARIABEL VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Karakteristik responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Tabel 4.1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Hipotesis (hypothesis testing). Uji

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Kepanjen, yang terletak di Jl.

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan pengertian objek penlitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:38)

pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model) yang nilainya

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Google Apps for Edu. Menggunakan konsep hybrid learning, pembelajaran bukan

BAB III METODE PENELITIAN. asosiatif. Menurut Sugiyono (2010:55) penelitian yang bersifat asosiatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan adalah explanative research dengan menggunakan

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Ex post facto, yang berarti

BAB III METODE PENELITIAN

STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berjenis explanative research menggunakan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah explanative research dengan menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan jumlah keseluruhan sampel kurang dari 100. Dikarenakan penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksplanatory reasearch. Menurut Singarimbun dan Effendi (1995), penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan dinas

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian eksplanatori (explanatory research) atau

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi

BAB III METODE PENELITIAN. dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2012). Penelitian ini dimaksudkan untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Tahap Awal. 1. Studi Literatur 2. Pengumpulan Data Awal (Observasi dan Wawancara) 3. Identifikasi dan Analisis Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah semua pimpinan di lingkungan Satuan Kerja

2 METODE. Kerangka Pemikiran

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel kualitas

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN. Bab ini merupakan hasil analisis data dan pembahasan penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Adapun

Artikel Ilmiah. Peneliti : Marliona Phesa Haurissa. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Proses Metodologi Penelitian Pada gambar dibawah ini adalah alur proses dari tahapan metodologi penelitian yang dapat dilihat pada gambar 3.1 Tahap Awal 1. Studi Literatur 2. Pengumpulan Data (Observasi dan Wawancara) 3. Mengidentifikasi Permasalahan Tahap Pengumpulan Data 1. Penentuan Variabel 2. Penyusunan Kuesioner 3. Penyebaran Kuesioner 4. Tabulasi Data Tahap Analisis Menggunakan PLS 1. Pengujian Outer Model A. Uji Convergent Validity B. Uji Discriminant Validity C. Uji Realibility 2. Pengujian Inner Model A. Analisis R-Square B. Analisis Q-Square C. Analisis F-Square 3. Uji Kesesuaian Model 4. Uji Pengaruh (Bootstraping) 5. Pembahasan Tahap Akhir Kesimpulan Dari Analisis Aplikasi E-Perfomance Gambar 3.1 Tahapan dalam Metode Penelitian 38

39 3.2 Tahap Awal Pada tahap ini adalah langkah-langkah yang digunakan sebelum melakukan penelitian yang terdiri dari 3 bagian yaitu : 3.2.1 Studi Literatur Pada tahap ini yang dilakukan adalah mengumpulkan jurnal, artikel, dan beberapa sumber di website yang menyangkut pengertian atau definisi-definisi yang terkait dengan penelitian kesuksesan pada aplikasi E-Perfomance yang digunakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya dengan menggunakan model Delone dan McLean. 3.2.2 Pengumpulan Data (Observasi dan Wawancara) Pada tahap pengumpulan data ini adalah dengan melakukan wawancara dan observasi di Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya terkait penggunaan aplikasi E-Perfomance. Setelah dilakukan wawancara dan observasi maka akan dilakukan wawancara kepada pegawai di Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya untuk menggali informasi lebih lanjut tentang penggunaan E-Perfomance 3.2.3 Mengidentifikasi Permasalahan Pada tahap akhir dari tahap awal adalah mengidentifikasi permasalahan dalam hal pemakaian aplikasi E-Perfomance yang digunakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya. 3.3 Tahap Pengumpulan Data Pada tahap ini dilakukan setelah tahap awal sudah dilakukan. Pada tahap ini hal yang dilakukan adalah melakukan pengumpulan data pada pegawai Dinas

40 Koperasi dan UMKM Surabaya yang menggunakan aplikasi E-Perfomance untuk digunakan sebagai acuan dalam menyusun pernyataan yang akan dijadikan sebagai kuesioner. Adapun beberapa tahapan saat melakukan pengumpulan data yaitu : 3.3.1 Penentuan Variabel Langkah dalam penentuan variabel adalah dengan mengelompokan titiktitik permasalahan ke dalam variabel yang terdapat pada model Delone and McLean. Hasil dari tahap ini adalah menentukan jumlah dalam penggunaan variabel yang nanti akan digunakan dalam penelitian ini 3.3.2 Penyusunan Kuesioner Setelah variabel sudah ditentukan, selanjutnya adalah menyusun dalam pembuatan kuesioner. Dalam membuat kuesioner terdapat 3 langkah yaitu : 1. Menentukan Indikator berdasarkan model Delone and McLean Setelah melakukan penentuan variabel maka langkah selanjutnya menentukan indikator yang berdasarkan model Delone dan McLean untuk digunakan dalam menyusun pembuatan kuesioner pada Dinas operasi dan UMKM Surabaya 2. Menyusun Penyataan dan Pertanyaan Setelah indikator sudah ditentukan maka langkah selanjutnya menyusun pernyataan yang sesuai pada indikator yang telah ditentukan. Setelah penyataan dibuat maka akan disusun pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pernyataan yang telah diperoleh.

41 3. Melakukan Seleksi Petanyaan Dalam langkah ini adalah menyeleksi pertanyaan yang dimana mengandung arti dan makna yang sama pada indikator tersebut 3.3.3 Penyebaran Kuesioner Setelah melakukan pembuatan kuesioner untuk para pegawai Dinas dan UMKM Surabaya maka tahap selanjutnya adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner. Pada tahapan ini terdapat dalam melakukan penyebaran kuesioner menggunakan teknik sampling jenuh yang dimana dalam melakukan pengambilan sampling-nya seluruh angota PNS pada Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya sebanyak 50 pegawai. Akan tetapi pada bulan Juni 2017 terdapat 1 (satu) pegawai yang pensiun sehingga total pegawai saat ini menjadi 49 orang yang akan dijadikan sampling pada penelitian ini. 3.3.4 Tabulasi Data Setelah melakukan penyebaran kuesioner dan telah mendapatkan data dari pengisian kuesioner yang telah dilakukan oleh 49 PNS di Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya maka akan ditabulasi menggunakan perangkat lunak Microsoft Excell. Hasil yang didapatkan dari tahapan ini adalah jumlah jenis kelamin, jumlah range umur yang melakukan pengisian, dan total data jawaban dari masing-masing responden berdasarkan variabel yang digunakan. 3.4 Tahap Analisis Menggunakan PLS Pengujian kesuksesan pada aplikasi E-Perfomance menggunakan Partial Least Square (PLS) sebagai alat analisis untuk memudahkan peneliti dalam

42 melakukan analisis. Berikut adalah tahapan langkah-langkah analisis PLS. Adapun langkah-langkah analisis PLS dapat dijelaskan sebagai berikut Ghozali (2008). 3.4.1 Outer Model Outer model sering juga disebut (outer relation atau measurenment model) mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel laten. Outer model digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas. Sebelum dilakukan analisis outer model dibuatkan diagram jalur guna mempermudah dalam melakukan analisis dengan menggunakan model Delone dan McLean yang telah dimodifikasi seperti gambar dibawah ini. Kualitas Sistem H2 H1 Penggunaan Kualitas Informasi Kualitas Layanan H3 H4 H5 H6 H7 Kepuasan Pengguna H8 H9 Manfaat Bersih Gambar 3.2 Model Konstruksi Diagram Jalur H1 = Diduga Variabel Kualitas Sistem berpengaruh signifikan terhadap Variabel Penggunaan. H2 = Diduga Variabel Kualitas Sistem berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pengguna. H3 = Diduga Variabel Kualitas Informasi berpengaruh signifikan terhadap Variabel Penggunaan

43 H4 = Diduga Variabel Kualitas Informasi berpengaruh signifikan terhadap Variabel Kepuasan Pengguna H5 = Diduga Variabel Kualitas Layanan berpengaruh signifikan terhadap Variabel Penggunaan H6 = Diduga Variabel Kualitas Layanan berpengaruh signifikan terhadap Variabel Kepuasan Pengguna H7 = Diduga Variabel Penggunaan berpengaruh signifikan terhadap Variabel Kepuasan Pengguna H8 = Diduga Variabel Penggunaan berpengaruh signifikan terhadap Variabel Manfaat Bersih H9 = Diduga Variabel Kepuasan Pengguna berpengaruh signifikan terhadap Variabel Manfaat Bersih Berdasarkan dari gambar 3.2 terdapat 3 macam modifikasi yaitu : 1. Pada diagram konseptual yang telah dimodifikasi pada variabel Niat Pengguna dihilangkan karena menurut Delone dan McLean (2003), terdapat kesulitan dalam menafsirkan aspek multidimensional dari Penggunaan dimana Penggunaan dalam menggunakan sistem tersebut dilakukan secara wajib ataukah secara sukarela, bersifat secara informatif atau secara noninformatif. Jadi pada diagram konseptual milik Delone dan McLean menyarankan agar Niat Pengguna merupakan langkah alternatif yang bermanfaat dalam beberapa konteks. 2. Arah anak panah dari Kepuasan Pengguna terhadap Niat Penggunaan juga dihilangkan karena pengguna harus menggunakan aplikasi E-Perfomance

44 terlebih dahulu, selanjutnya dapat diketahui pengguna merasa puas atau tidak dalam menggunakan aplikasi tersebut. 3. Menghilangkan pengaruh umpan balik dari Variabel Manfaat Bersih terhadap Variabel Niat Pengguna dan Kepuasan Pengguna, karena pada pembahasan Tugas Akhir ini tidak melingkupi contiuos improvement dikarenakan pada Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya masih belum pernah melakukan evaluasi terhadap aplikasi E-Perfomance sejak diimplementasikan. Setelah membuat diagram jalur maka klik calculate lalu PLS Algorithm kemudian klik Start Calculate. Setelah itu maka akan muncul hasil perolehan nilai dari uji validitas dan uji reliabilitas. Dalam uji validitas terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan. Berikut akan dijelaskan lebih rinci tentang konsep uji validitas dan uji reliabilitas dalam Outer Model PLS. A. Uji Validitas Konvergen Untuk uji validitas konvergen berhubungan dengan prinsip bahwa pengukuran dari suatu variabel seharusnya berkorelasi tinggi. Uji Validitas konvergen terjadi jika skor yang diperoleh dari 2 (dua) instrumen yang dalam mengukur konstruk yang sama mempunyai korelasi tinggi. Uji validitas konvergen dalam PLS dengan indikator reflektif dinilai berdasarkan loading factor (korelasi antara skor item/skor komponen dengan skor konstruk) indikator-indikator yang mengukur konstruk tersebut. Dalam mengukur konstruk, secara umum dapat diukur dengan parameter skor loading di model penelitian (rule of thumbs > 0,7) dan menggunakan parameter Average Variance Extracted (AVE). Jika skor loading < 0,5 indikator tersebut dapat dihapus dari

45 konstruknya karena indikator ini tidak termuat (load) ke konstruk yang mewakilinya. Jika skor loading antara 0,5 0,7 sebaiknya tidak menghapus indikator yang memiliki skor loading tersebut sepanjang skor AVE tersebut > 0,5. B. Uji Validitas Diskriminan Uji validitas diskriminan berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Validitas diskriminan terjadi jika 2 (dua) instrumen yang berbeda dalam mengukur 2 (dua) konstruk yang diprediksi tidak berkorelasi menghasilkan skor yang memang tidak berkorelasi. Uji validitas diskriminan dapat diukur dengan mambandingkan akar dari AVE suatu konstruk harus lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi antar variabel, atau dengan melihat skor cross loading. C. Uji Reliabilitas Selain uji validitas, peneliti juga melakukan uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi internal alat ukur. Uji reliabilitas menunjukan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Uji reliabilitas dapat dilihat pada construct reliability dan validity, suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai cronbach s alpha > 0,6 dan nilai composite reliability diatas 0,7 3.4.2 Inner Model Inner model yang kadang disebut juga (inner relation, structural model dan subtantive theory) adalah menggambarkan hubungan antar variabel laten

46 berdasarkan pada substantive theory. Inner model diukur dengan menggunakan beberapa kriteria yaitu: a. R 2 untuk variabel dependen (terikat). Nilai R 2 digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin tinggi nilai R 2 maka akan semakin baik model prediksi dari model penelitian yang diajukan. Nilai R 2 berkisar antara 0 sampai 1. Menurut Riduwan (2006) niliai R 2 dikatakan sangat kuat jika nilai R 2 berada pada rentang 0,80 1, dikatakan kuat jika nilai R 2 berada pada rentang 0,60 0,79, dikatakan cukup kuat jika nilai R 2 berada pada rentang 0,40 0,59, dikatakan rendah jika nilai R 2 berada pada rentang 0,20 0,39, dan dikatakan sangat rendah jika nilai R 2 berada pada rentang 0,00 0,19. b. F 2 untuk effect size digunakan sebagai mengukur kekuatan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen yang dapat dilihat setelah melakukan calculate PLS Algorithm. Menurut Ghozali (2008) nilai F 2 sebesar 0.02, 0.15, dan 0.35 dapat diinterpretasikan apakah prediktor variabel laten mempunyai pengaruh yang lemah, medium atau besar pada tingkat structural c. Relevansi prediksi (Q 2 ). Apabila diperoleh nilai Q 2 lebih dari 0 (nol) maka memberikan bukti bahwa model memiliki predictive relevance namun apabila diperoleh nilai Q 2 di bawah 0 (nol) maka terbukti bahwa model tidak memiliki predictive relevance. Untuk melakukan uji prediksi relevan klik calculate lalu pilih blindfolding kemudian klik start, maka akan muncul tampian Construct crossvalidated redudancy,

47 construct crossvalidated communality, indicator crossvalidated redudancy dan indicator crossvalidated communality. 3.4.3 Uji Kesesuaian Model Uji kesesuaian model atau Goodness of Fit adalah ukuran kelayakan seperangkat observasi yang menunjukkan tingkat perbedaan yang rendah antara nilai yang diobservasi dengan nilai yang diekspetasi dalam model. Untuk mencari nilai Goodness of Fit (GoF) dapat digunakan dengan rumus sebagai berikut GoF = AVE x R 2 Menurut Ananda yang mengutip dari Tenenhau (2004), nilai GoF dikatakan kecil apabila rentang nilai 0,1-0,24, dikatakan medium dengan rentang nilai 0,25-0,37, dan dikatakan besar jika lebih dari 0,38. 3.4.4 Uji Pengaruh (Bootstraping) Bootstraping digunakan dalam melakukan praktik estimasi nilai estimator (misalnya varian) dengan penyempelan dari distribusi aproksimasi. Satu pilihan standar untuk distribusi aproksimasi adalah distribusi empiris data yang diobserasi. Teknik estimasi dilakukan dengan melakukan penyempelan berulang seperangkat data yang diobservasi. Cara untuk melakukan bootstraping adalah dengan klik calculate lalu pilih bootstraping. 3.4.5 Pembahasan Dalam tahap ini dilakukan pembahasan dalam pembentukan variabel laten. Variabel laten digunakan untuk mengetahui besarnya korelasi terhadap variabel yang dituju yang berasal dari frekuensi jawaban yang dilakukan oleh responden. Hasil dari angka frekuensi jawaban (mean) menunjukkan persepsi

48 responden saat penelitian dan angka factor loading munujukkan apa yang seharusnya dilakukan ke depannya terhadap pengguna aplikasi E-Perfomance dalam melakukan penilaian kinerja pada pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya. Korelasi variabel laten dapat dilihat pada saat setelah melakukan calculate PLS Alghorithm pada aplikasi Smart PLS. sedangkan untuk besarnya pengaruh pada tiap indikator dapat dilihat pada outer loading. Outer loading dapat dilihat setelah dilakukan bootstraping. 3.5 Tahap Akhir Pada tahap akhir ini merupakan tahapan untuk menyimpulkan dari beberapa hasil perhitungan korelasi dan regresi sehingga dapat mengetahui nilai pada tiap-tiap variabel dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesuksesan. Langkah-langkah untuk menganalisisnya adalah dengan cara menganalisis nilai tertinggi dari hasil regresi dan korelasi pada masing-masing variabel yang ada dalam model Delone dan McLean. Pada tahapan ini akan menghasilkan kesimpulan terhadap variabel-variabel apa saja yang telah mempengaruhi kesuksesan terhadap Dinas Koperasi dan UMKM dengan menerapkan aplikasi E-Perfomance tersebut