BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Karakteristik produk mempengaruhi persepsi harga. Hubungan yang terjadi antara karakteristik produk dengan persepsi harga adalah positif. Hasil ini sesuai dengan hipotesis awal dalam penelitian ini. Sebuah mobil yang memiliki beragam fitur, mesin yang canggih dan memiliki kualitas yang tinggi pasti berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Semakin banyak sebuah mobil memiliki fitur, baik itu fitur keselamatan, kenyamanan, dan hiburan tentu harganya pun akan semakin mahal. Begitu pula sebaliknya, apabila mobil tersebut minim fitur dan kualitas yang kurang tentu harganya pun akan lebih murah. 2. Demikian juga halnya hubungan antara karakteristik produk dengan kesadaran merek. Karakteristik produk memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesadaran merek. Hubungan yang ditunjukkan adalah positif dan sesuai dengan hipotesis awal dalam penelitian ini. Karakteristik sebuah mobil dapat menciptakan nilai sehingga konsumen akan mengenali merek dari mobil tersebut dan secara langsung akan berpengaruh terhadap minat pembelian dan loyalitas terhadap merek itu. 70
71 3. Kesadaran merek secara signifikan mempengaruhi minat pembelian. Hubungan yang ditunjukkan dalam penelitian adalah hubungan positif dan sesuai dengan hipotesis awal pada penelitian ini. Dikarenakan adanya keterikatan emosional, pengalaman yang memuaskan atas mobil yang digunakan, rasa kepercayaan yang besar kepada suatu merek, latar belakang historis dan faktor-faktor lain yang menyebabkan konsumen memiliki minat beli yang besar terhadap suatu produk. 4. Persepsi harga ternyata memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap minat pembelian. Hubungan yang ditunjukkan adalah hubungan negatif. Hasil ini tidak sesuai dengan hipotesis awal dalam penelitian ini. Hal ini bisa terjadi karena konsumen tidak memandang harga sebagai faktor terpenting dalam keputusannya membeli Nissan Livina, karena konsumen membeli Nissan Livina sesuai dengan kebutuhannya saja. 5. Karakteristik produk dengan minat pembelian menunjukkan hubungan yang positif. Karakteristik produk memiliki hubungan yang signifikan dan mempengaruhi minat pembelian. Hubungan yang ditunjukkan pada penelitian ini adalah positif dan sesuai dengan hipotesis awal. Dengan merasakan karakteristik mobil tersebut, konsumen akan mengetahui keinginan dan kebutuhan seperti apa yang diinginkan dari sebuah mobil sehingga akan sampai pada satu keputusan pembelian.
72 5.2 Saran 5.2.1 Implikasi Manajerial Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan dan pembahasan dari hasil penelitian tersebut, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman dalam menganalisis pengaruh karakteristik produk, persepsi harga dan kesadaran merek terhadap minta pembelian konsumen yang juga merupakan implikasi manajerial yang penting untuk diperhatikan oleh pihak perusahaan. Salah satu faktor terpenting dalam menumbuhkan minat pembelian konsumen adalah karakteristik produk. Karakteristik produk pasti dimiliki pada sebuah mobil dan tiap mobil dari jenis maupun merek yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik produk pada mobil misalnya, desain eksterior, desain interior, jenis dan kapasitas mesin, rasa berkendara, fitur dan kelengkapan, dan lain sebagainya. Karakteristik produk harus dijadikan faktor terpenting bagi perusahaan otomotif, perusahaan harus tetap melakukan pengembangan yang berkesinambungan agar memberikan persepsi nilai yang lebih tinggi di benak konsumen, dengan kata lain perusahaan harus mampu memasarkan produk yang sesuai dengan persepsi dan kebutuhan konsumen. Persaingan bisnis di industri otomotif juga semakin ketat bisa dilihat dari banyaknya berbagai pilihan jenis mobil yang ditawarkan, konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan produk yang sesuai dan cocok dengan kebutuhan ataupun haya hidup yang sedang berkembang. Para produsen otomotif pun terus melakukan pengembangan dan inovasi-inovasi baru untuk menyesuaikan apa yang menjadi
73 keinginan dan kebutuhan konsumen. Saat ini jenis mobil yang menjadi pilihan banyak konsumen adalah mobil yang mampu menampung banyak penumpang, jenis mobil ini disebut low multi purpose vehicle (MPV). Jenis mobil inilah yang saat ini paling banyak dilihat di jalan-jalan di Indonesia, contohnya Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki APV, dan lain-lain. Nissan Livina juga masuk ke dalam jenis mobil ini dengan Nissan Grand Livina 1.5 XV. Dari segi fitur-fiturnya, Grand Livina 1.5 XV setara dengan kompetitornya yang lain walaupun belum dilengkapi dengan sistem keamanan seperti airbags dan rem ABS (Antilock Braking System) dan EBD (Electronic Brake Distribution). Pada akhir tahun 2009 Grand Livina 1.5 XV mengalami penambahan fitur yaitu, back sonar, side body moulding, dan electric door mirror. Penambahan itu dilakukan berdasarkan dari kebutuhan konsumen akan fitur-fitur tersebut. Tetapi penambahan fitur itu masih belum cukup untuk menambah value, karena kompetitornya Toyota Avanza S 1.5 memiliki fitur yang lebih lengkap dengan adanya rem ber-abs. Penambahan fitur yang harus dilakukan adalah dengan menambahkan fiturfitur yang memeperhatikan sistem keamanan dan kenyamanan. Sistem keamanan yang sudah menjadi standar mobil saat ini adalah airbags dan rem dengan sistem ABS dan EBD, dan sistem itulah yang seharusnya disematkan pada Nissan Grand Livina 1.5 XV, Grand Livina 1.8 XV, Livina XR dan Livina X-Gear agar meningkatkan value yang lebih baik lagi di mata konsumen. Faktor persepsi harga juga merupakan faktor kunci yang harus diperhatikan. Semakin banyaknya variasi dan jenis kendaraan, konsumen memiliki banyak pilihan dan juga dihadapkan dengan harga yang bervariatif. Tentunya konsumen mampu
74 menilai apakah suatu mobil memiliki harga yang sesuai dan masuk akal dengan apa yang didapatkan, dan konsumen akan menyesuaikan dengan kemampuan masingmasing ketika minat pembelian itu muncul. Perusahaan harus mampu menciptakan produk yang memiliki value for money yang tinggi apabila produk mereka ingin diterima oleh pasar. Sebuah mobil dikatakan memiliki value for money yang tinggi apabila memiliki berbagai macam fitur yang tepat dan berguna dan melebihi dari apa yang dimiliki kompetitornya tetapi memiliki harga yang tetap bersaing. Sehingga ada nilai tambah dari mobil tersebut yang dapat dirasakan oleh konsumen. Kesadaran akan merek menandakan keberadaan dan pengakuan pada suatu merek atau perusahaan. Dalam membangun kesadaran merek yang kuat kepada konsumen maupun calon konsumennya, perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan, meningkatkan pelayanan dan kualitas jasa, dan lainlain. Faktor kesadaran akan merek akan sangat berpengaruh dalam keputusan pembelian apabila konsumen dihadapkan pada pilihan beberapa merek. Agar merek Nissan dapat lebih dikenal dan dipercayai oleh konsumen dan calon konsumen. Pihak perusahaan harus terus memperluas jaringannya di Indonesia, baik itu jaringan distribusi penjualan maupun jaringan bengkel resmi. Kualitas pelayanannya pun harus terus ditingkatkan dalam hal pelayanan penjualan dan pelayanan purna jual secara merata diseluruh dealer resmi Nissan.
75 5.2.2 Implikasi Teoritis Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh karakteristik produk, persepsi harga dan kesadaran merek dalam membangun minat pembelian. Dalam model penelitian yang dibuat terdapat lima hipotesis yang harus dianalisa, yaitu hubungan antara karakteristik produk terhadap persepsi harga, hubungan antara karakteristik produk terhadap kesadaran merek, hubungan kesadaran merek terhadap minta pembelian, hubungan persepsi harga terhadap minta pembelian, dan hubungan karakteristik produk terhadap minat pembelian. Setelah melakukan pengolahan data dengan metode Structural Equation Modeling (SEM), hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terhadap hubungan yang signifikan antara karakteristik produk terhadap persepsi harga, karakteristik produk terhadap kesadaran merek, kesadaran merek terhadap minat pembelian, dan karakteristik produk terhadap minat pembelian. Sedangkan hubungan antara persepsi harga terhadap minat pembelian adalah tidak signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Mowen dan Minor (2002) menjelaskan bahwa pengaruh yang paling kuat dalam sebuah pembelian adalah keluarga. Produk yang kebanyakan dibeli merupakan produk yang dapat memberikan nilai dan manfaat untuk kebutuhan sebuah keluarga. Hal ini memperjelas dalam penelitian ini bahwa konsumen membeli Nissan Livina karena karakteristik yang dimiliki sangat sesuai dengan kebutuhan konsumen akan sebuah mobil keluarga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa konsumen di Jakarta sangat mengutamakan karakteristik produk dalam menentukan pembelian produk
76 Nissan Livina. Konsumen yang tidak mempertimbangkan harga sebagai faktor yang mempengaruhi minat pembelian dipersepsikan lebih mengutamakan faktor karakteristik produk yang dapat mempengaruhi minat pembelian. Penelitian yang dilakukan oleh Espey & Nair (2005), variasi harga pada mobil-mobil baru dapat dijelaskan melalui perbedaan pada karakteristik produk seperti tenaga mesin, kapasitas mesin, kecepatan, dan fitur-fitur keselamatan. Tetapi ketika produk yang dirasakan dapat memberi rasa puas dan mampu memenuhi segala kebutuhannya maka produk tersebut memiliki value dibandingkan produk lainnya. 5.2.3 Keterbatasan Penelitian dan Agenda Penelitian Selanjutnya Karena penelitian ini hanya terbatas pada produk Nissan Livina, maka untuk memperoleh gambaran yang lebih luas tentang pengaruh karakteristik produk, persepsi harga dan kesadaran merek terhadap minat pembelian, disarankan penelitian yang akan datang dilakukan terhadap produk pesaingnya seperti Toyota Avanza, Toyota Kijang Innova, Suzuki APV, Honda Freed, Proton Exora, dan sebagainya. Lebih baik juga jika dalam penelitian yang akan datang meneliti dari jenis mobil dan merek yang berbeda seperti jenis mobil sedan, SUV, city car, dan lain-lain agar menjadi suatu perbandingan dari masing-masing jenis mobil dan merek tersebut dalam hal karakteristik produk, persepsi harga dan kesadaran merek dihubungkan dengan minat pembelian konsumen.
77 Konteks variabel minat pembelian keputusan dalam penelitian ini hanya mengambil beberapa faktor yaitu karakteristik produk, persepsi harga dan kesadaran merek yang dijadikan variabel penelitian. Sedangkan masih banyak lagi faktor-faktor lain selain ketiga variabel tersebut yang bisa dijadikan variabel penentu minat pembelian konsumen. Oleh karena itu penelitian selanjutnya diharapkan bisa menambahkan variabel-variabel lain sebagai bahan penelitian lanjutan. Penelitian ini juga hanya terbatas pada responden yang berada di Jakarta. Disarankan dilakukan penelitian yang sama namun di daerah yang berbeda, karena tiap daerah memiliki karakteristik responden yang berbeda-beda baik itu dari segi geografis, demografis tapi juga memiliki gaya hidup yang berbeda pula. Dari beberapa keterbatasan yang telah dikemukakan, penelitian ini juga memiliki keterbatasan dalam hal pengembangan variabel penelitian, dimana penelitian ini hanya sampai pada variabel minat pembelian konsumen. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya bisa dikembangkan sampai pada tahap evaluasi pasca pembelian, intensitas pembelian hingga loyalitas pelanggan.