PROSEDUR STANDAR Tanggal Terbit : / /200

dokumen-dokumen yang mirip
SOP UPTD PUSKESMAS LAPPADATA

DAFTAR TILIK CUCI TANGAN MEDIS

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. persepsi sehingga ada respon untuk mewujudkan suatu tindakan.

DAFTAR ISI. 1.1 Latar belakang Definisi Pengelolaan Linen...5

STERILISASI & DESINFEKSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Nama saya lailani Zahra, sedang menjalani pendidikan di Program D-IV Bidan

PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1. RS Siti Khodijah Pekalongan

KOP DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK BERITA ACARA PEMERIKSAAN PRAKTIK BIDAN MANDIRI

PERSYARATAN PRAKTIK BIDAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. selama kunjungan antenatal atau pasca persalinan/bayi baru lahir atau saat

MEMISAHKAN ALAT YANG BERSIH DAN ALAT YANG KOTOR, ALAT YANG MEMERLUKAN STERILISASI, ALAT YANG MEBUTUHKAN PERAWATAN YANG LEBIH LANJUT

BAB I PENDAHULUAN. bersifat dinamis dan merupakan masalah kesehatan yang sedang dihadapi terutama

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR STERILISASI ALAT KESEHATAN BAHAN LOGAM. cara merebus, stoom, panas tinggi atau menggunakan bahan kimia.

Rumus untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan konsentrat berbentuk cair :

SURAT KEPUTUSAN No. TENTANG DESINFEKSI STERILISASI DIREKTUR RS. AIRLANGGA JOMBANG

PANDUAN LINEN DAN LAUNDRY DI RUMAH SAKIT MULYASARI JAKARTA

Karakteristik Responden. 2. Lama Bertugas / pengalaman bekerja. 3.Mengikuti pelatihan APN ( Asuhan persalinan Normal)

tekanan tinggi. Akibatnya, dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi C atau

Sterilisasi menggunakan Sterilisator Ozon & IM

Instrumen yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang melakukan tugas atau mencapai tujuan secara efektif atau efisien (Suharsimi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENCUCI INSTRUMEN BEDAH No.Dokumen No.Revisi Halaman. Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh : Direktur RS

SPO PERENCANAAN/PENANGANAN LINEN. No.Dokumen : No.Revisi : Halaman : Direktur Utama RS Trimitra STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR. Dr.

Universitas Sumatera Utara


PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 4.3 ELEKTIF Topik 2.A KESEHATAN INTERNASIONAL DAN KARANTINA


VULNUS LACERATUM. 1. Pengertian

SOP PENGAMBILAN SAMPEL AIR UNTUK UJI BAKTERIOLOGIS No. Dokumen 60/L/PL/2013

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERAWATAN JENAZAH

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU SELATAN DINAS KESEHATAN PUSKESMAS PASAR MANNA Jalan Pangeran Duayu Pasar Manna Bengkulu Selatan Kode Pos 38516

PETUNJUK PERAWATAN TENSIMETER RAKSA (Sphigmomanometer Raksa) dan STETOSKOP

MANUAL KETERAMPILAN KLINIK

Pengemasan dengan sterilisasi steam/gas. Sterilisasi dengan steam/gas. Pembungkus dapat ditembus oleh uap/gas Impermiabel bagi mikroba Tahan lama

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kewaspadaan universal (Universal Precaution) adalah suatu tindakan

Nomer Station 1 Judul Station Perawatan Jenazah di RS Waktu yang

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH NOMOR : /TU.K/ / /2015

DAFTAR SOP PETUGAS KEBERSIHAN DI RS

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) MIKROSKOP

TENTANG PEDOMAN PELAYANAN INSTALASI UNIT CSSD DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BLAMBANGAN BANYUWANGI

BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana

PENCABUTAN IMPLANT. No Sikap dan Prilaku. 1. Menyambut klien dan memperkenalkan diri dengan ramah

PANDUAN KEWASPADAAN UNIVERSAL

Perawat instrument (Scrub Nurse) dan perawat sirkuler di kamar operasi.

BAB I DEFINISI. APD adalah Alat Pelindung Diri.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. (WHO, 2002). Infeksi nosokomial (IN) atau hospital acquired adalah

Sterilisasi Alat dan Bahan untuk Pengujian Kesehatan Benih

BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BETIK HATI. Jl. Pajajaran No. 109 Jagabaya II Bandar Lampung Telp. (0721) , Fax (0721)

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KECAMATAN MANDAU

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN A.

PENDAHULUAN. di dunia setiap tahun. Diare hingga kini masih merupakan penyebab utama

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah terjadinya infeksi silang yang bisa ditularkan terhadap pasien, dokter

Kegiatan Belajar TUJUAN. Pembelajaran Umum

Kebijakan-kebijakan CSSD:

Lampiran 1 INSTRUMEN INFECTION CONTROL SELF ASSESSMENT TOOL (ICAT)

PERENCANAAN KEBUTUHAN LINEN RUMAH SAKIT

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR STERILISASI

INFEKSI NOSOKOMIAL OLEH : RETNO ARDANARI AGUSTIN

III. METODE PENELITIAN A.

Prinsip peralatan sterilisasi: Pengepakan, autoclave, boiling, radiasi, UV,oven. By : Seprianto, S.Pi, M.Si

Kecap Asin/Manis CARA MEMBUAT:

Tali Pusat Pada Janin

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Pengendalian infeksi

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu:

DAFTAR TILIK ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) PETUNJUK

BAB III METODE PENELITIAN. Hygiene Perawat dan Fasilitas Sanitasi dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial di

PANDUAN KEWASPADAAN UNIVERSAL PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU

SOP PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL

PENGENDALIAN INFEKSI DI YANKESGILUT. Harum Sasanti Pelatihan Dokter Gigi Keluarga

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu bagian dari kewaspadaan standar.

Panduan penggunamu. ZANKER TD4213

PENUNTUN PEMBELAJARAN

Prosedur pengelolaan limbah ini ditujukan agar petugas laboratorium dapat menjaga dirinya sendiri dan

PROSEDUR TETAP PERSIAPAN KERJA IN VITRO DI LABORATORIUM

TUJUAN? Mengidentifikasi kekuatan & area yang menjadi perhatian dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi Menentukan tindakan yang diperlukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

6. Botol kecil steril untuk bahan pemeriksaan steril

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB III METODE PENELITIAN

PENANGANAN SAMPEL KLB KERACUNAN PANGAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Laboratorium terpadu Kultur jaringan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan

PANDUAN PENGGUNAAN APD DI RS AT TUROTS AL ISLAMY YOGYAKARTA

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan

TIM PRODI D-IV KEBIDANAN UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA

NATA DE SOYA. a) Pemeliharaan Biakan Murni Acetobacter xylinum.

SOP PERAWATAN LUKA GANGREN

Buku Panduan Pendidikan Keterampilan Klinik 1 Keterampilan Sanitasi Tangan dan Penggunaan Sarung tangan

Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (IPDI) Palembang, 17 Oktober 2014

CABE GILING DALAM KEMASAN

UNIVERSAL PRECAUTIONS Oleh: dr. A. Fauzi

PANDUAN RUANG ISOLASI DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG

Transkripsi:

PENGERTIAN : 1. Dekontaminasi adalah langkah awal untuk memproses benda mati agar lebih aman ditangani petugas sebelum dicuci. 2. Pembersihan adalah proses menghilangkan secara fisik seluruh kotoran, darah atau duh tubuh lainnya yang kelihatan, dari benda mati termasuk menghilangkan mikroorganisme untuk mengurangi resiko bagi petugas. 3. Sterilisasi adalah proses membunuh mikroorganisme beserta sporanya. 4. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT) adalah proses pemusnahan seluruh mikroorganisme kecuali beberapa bakteri endospora dari benda mati dengan cara perebusan, penguapan atau penggunaan desinfektan kimiawi. TUJUAN : 1. Membunuh semua mikroorganisme termasuk sporanya yang terdapat pada peralatan medis yang digunakan 2. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang beralasan dari alat kesehatan 3. Tercapai kinerja efektif dan efisien pada pelaksanaan sterilisasi alat kesehatan KEBIJAKAN : Berdasarkan SK No...tentang kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi perihal sterilisasi alat kesehatan : 1. Kegiatan sterilisasi alat dilaksanakan oleh perawat pelaksana 2. Tanggung jawab kegiatan sterilisasi alat adalah Kepala Instalasi 3. Metode pemrosesan sterilisasi berdasarkan jenis alat : No METODE PEMROSESAN JENIS ALAT 1. Seluruh instrumen bedah di kamar operasi (OK) 1. STERILISASI AUTOCLAV 2. Set partus di kamar bersalin (VK) 3. Set hecting dan aff heacting 4. Set ganti verban 5. Korentang dan tempatnya 6. Sikat cuci tangan (furbringer) 7. Selang suction silicon 8. Tampon vagina 9. Tampon roll 10. Bak instrumen besar

11. Sarung tangan 12. Linen operasi 13. Tromol 14. Kapas sublimat 15. Kapas lidi 16. Kassa 17. Set vena section 18. Set long linen 2. DTT MENGGUNAKAN PEREBUSAN 3. STERILISASI MENGGUNAKAN CIDEX 1. Semua instrumen yang digunakan di poliklinik (spekulum, gunting, pinset, tampon tang, dll) 2. Korentang dan tempatnya 1. Laparoskopi 2. Camber 3. Aksesoris ventilator 4. DTT MENGGUNAKAN CIDEX 1. Set Laparoskopi 2. Set Endoscopy 5. DTT MENGGUNAKAN STEAMER 1. Botol susu dan aksesorisnya 2. Corong Breast Pump 6. STERILISASI KERING 1. Alat -alat bur 2. Mata scaller elektrik 3. Sendok cetak logam 4. Instrumen gigi (hand instrumen) 5. Jarum-jarum endodontic 7. METODE LAIN 1. Handpiece 2. Tangkai scaller elektrik 3. Mixing slab 4. Depen glass 5. Tangkai air + angin 6. Selang inhalasi 7. Mask 8. Selang Oksigen 9. Selang Suction

4. Uraian kegiatan proses sterilisasi : A) STERILISASI MENGGUNAKAN AUTOCLAVE 1. Semua instrumen yang terkontaminasi (terpajan darah atau cairan tubuh) harus dilakukan proses dekontaminasi. 2. Langkah - langkah proses dekontaminasi : a. Petugas menggunakan APD lengkap selama proses dekontaminasi sampai proses pencucian ( proses dekontaminasi dilakukan di semua instalasi perawatan ) b. Instrumen yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5cc dalam 1 liter air selama 5 menit c. Cuci dan sikat semua instrumen, lalu bilas dibawah air mengalir dan keringkan d. Bungkus instrumen tersebut dengan kertas roti dan dilapisi dengan kain duk pembungkus 3. Instrumen yang sudah dibungkus di kirim untuk di sterilisasi di autoclave 4. Petugas sterilisasi memberi label indikator dan catat tanggal kadaluarsa (expired date/ed) di instrumen, nama instrumen dan nama petugas yang mengemas kemudian masukkan ke dalam autoclave 5. Setelah proses sterilisasi selesai angkat instrumen dan lihat label indikator apakah berubah menjadi garis-garis hitam. Jika tidak berubah, ulangi kembali proses di autoclave 6. Semua instrumen yang sudah melalui autoclave dicatat pada Buku Sterilisasi (expedisi) instrumen/ bahan yang dapat disterilisasi dengan autoclave B. DESINFEKSI TINGKAT TINGGI MENGGUNAKAN PEREBUSAN 1. Semua instrumen yang terkontaminasi (terpajan darah atau cairan tubuh) harus dilakukan proses dekontaminasi. 2. Proses dekontaminasi : a. Petugas menggunakan APD lengkap selama proses dekontaminasi sampai proses pencucian (proses dekontaminasi dilakukan di semua intalasi perawatan) b. Instrumen yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5cc dalam 1 liter air selama 5 menit c. Cuci dan sikat semua instrumen, lalu bilas dibawah air mengalir 3. Proses perebusan : a. Setelah proses dekontaminasi masukkan instrumen ke dalam sterilisator yang sudah berisi air. b. Pastikan semua instrumen terendam air 2.5 cm diatas alat. c. Tutup rapat sterilisator dan biarkan sampai mendidih. d. Setelah mendidih, proses perebusan tetap dilanjutkan selama 20 menit (petugas menggunakan panduan waktu) e. Tidak boleh menambah instrumen apapun kedalam sterilisator setelah air mendidih

4. Segera pindahkan instrumen ke bak instrumen yang sudah steril, dan tutup rapat (bak instrumen di steril setiap seminggu sekali) 5. Apabila instrumen tidak digunakan dalam jangka waktu 1 x 24 jam, segera lakukan perebusan ulang C. STERILISASI MENGGUNAKAN LARUTAN KIMIA (CIDEX) 1. Proses dekontaminasi untuk Camber dan aksesoris ventilator : a. Petugas menggunakan APD lengkap selama proses dekontaminasi sampai proses pembersihan b. Camber dan aksesoris ventilator yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5 cc dalam 1 liter air selama 5 menit c. Cuci dan sikat semua instrumen, lalu bilas dibawah air mengalir dan keringkan 2. Proses dekontaminasi untuk laparoskopi : dibersihkan dengan kain kassa yang sudah direndam alkohol 60 %-90 % 3. Proses sterilisasi menggunakan cidex : a. Masukan instrumen yang telah didekontaminasi kedalam larutan cidex b. Tutup rapat bak perendaman dan rendam selama 8-10 jam c. Setelah proses perendaman, angkat instrumen dengan menggunakan sarung tangan steril d. Cuci tiga kali dengan air steril untuk mencegah iritasi pada kulit pasien 4. keringkan dan letakkan pada tempat yang steril dengan penutup. 5. Laparaskopi dan aksesorisnya dapat disimpan selama lebih dari 1 minggu 6. Bila laparaskopi akan digunakan dalam waktu cepat (operasi berikutnya) dapat dilakukan metode DTT menggunakan Cidex IV. DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) MENGGUNAKAN LARUTAN KIMIA (CIDEX) 1. Proses dekontaminasi untuk laparoskopi : dibersihkan dengan kain kassa yang sudah direndam aklohol 60 % - 90 % 2. Proses sterilisasi menggunakan cidex : a. Masukan instrumen yang telah didekontaminasi kedalam larutan cidex b. Tutup rapat bak perendaman dan rendam selama 20 menit c. Setelah proses perendaman, angkat instrumen dengan menggunakan sarung tangan steril d. Cuci tiga kali dengan air steril untuk mencegah iritasi pada kulit pasien 3. Keringkan dan letakkan pada tempat yang steril dengan penutup. V. DESINFEKSI TINGKAT TINGGI MENGGUNAKAN STEAMER 1. Proses pembersihan: a. Cuci alat menggunakan sikat botol dan sabun b. Bilas dengan air mengalir sampai kesat / tidak licin

2. Proses pengukusan : a. Masukkan alat ke dalam steamer, dengan posisi botol terbalik b. Tutup rapat steamer dan hidupkan dengan menekan tombol on/off dan apabila lampu telah menyala berarti botol mulai disterilkan c. Apabila lampu pada steamer telah mati, berarti botol telah steril d. Angkat botol menggunakan penjepit dan letakan dalam box bersih 3. Bersihkan steamer dan box setiap hari VI. STERILISASI MENGGUNAKAN STERILISATOR KERING 1. Semua instrumen yang terkontaminasi (terpajan darah atau cairan tubuh) harus dilakukan proses dekontaminasi. 2. Proses dekontaminasi : a. Petugas menggunakan APD lengkap selama proses dekontaminasi sampai proses pencucian b. instrumen yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5cc dalam 1 liter air selama 5 menit c. Cuci dan sikat semua instrumen, lalu bilas dibawah air mengalir dan keringkan. 3. Masukkan instrumen ke dalam sterilisator kering dengan suhu 100 o C selama 60 menit dan catat pada formulir utilisasi sterilisator 4. Simpan alat tersebut ke dalam bak steril atau lemari UV VII. DESINFEKSI TINGKAT TINGGI MENGGUNAKAN METODE LAIN A. Di klinik gigi 1. Alat handpiece, tangkai scaller elektrik, mixing slab, depen glass dan tangkai air + angin dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan, menggunakan alkohol 70% 2. Alat handpiece setelah selesai digunakan di semprot dengan HI-CLEAN SPRAY Alat pemegang film ronsen gigi, selang inhalasi dan mask dibersihkan menggunakan alkohol 70 % setelah dilakukan proses dekontaminasi sebelumnya 3. Instrumen diletakkan kembali pada tempatnya B. Proses dekontaminasi dan pembersihan selang fisioterapi 1. Petugas menggunakan APD lengkap selama proses dekontaminasi sampai proses pembersihan 2. Selang dan masker yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5 cc dalam 1 liter air selama 5 menit 3. Cuci selang dan masker, lalu bilas dibawah air mengalir dan keringkan

C. Proses sterilisasi selang oksigen 1. Rendam selang oksigen dalam larutan anios DD1 5 cc dalam 1 liter air selama 5 menit 2. Cuci bersih dibawah air mengalir 3. Tiriskan selang, setelah itu keringkan dengan lap bersih 4. Bungkus selang dalam kantung plastik bersih, lalu gantung di outlet oksigen D. Proses sterilisasi selang suction 1. Rendam selang suction dalam larutan anios DD1 5 cc dalam 1 liter air selama 5 menit 2. Sodok selang dengan kawat kemudian bilas dengan air mengalir 3. Tiriskan selang setelah itu keringkan dengan lap bersih 4. Untuk sterilisasi dikamar operasi (OK) bungkus selang dengan kertas roti, kemudian sterilisasi dalam autoclave, sementara untuk inhalasi keperawatan, KBBL dan IGD, bungkus selang dalam plastik bersih sehingga selang dalam keadaan siap pakai 5. Dalam waktu 3x24 jam apabila selang oksigen dan selang suction tidak digunakan (tidak terpakai) maka lakukan sterilisasi ulang seperti langkah-langkah diatas. E. Proses Dekontaminasi APD ( Gogle, Apron, Sepatu Boot, Sandal ) 1. Petugas menggunakan APD selama proses dekontaminasi 2. Gogle, Apron, Sepatu Boot, Sandal yang terkontaminasi direndam menggunakan larutan Anios DD1 5 cc dalam 1 liter air selama 5 menit 3. Cuci Gogle, Apron, Sepatu Boot, Sandal, lalu bilas dibawah air mengalir dan keringkan Unit terkait Tim PPI-RS / Bidang Perawatan / Yanmed / Jangmed / Rumga