ε = tegangan imbas (volt)

dokumen-dokumen yang mirip
TRANSFORMATOR PRINSIP DASAR RANGKAIAN EKIVALEN

Induksi Elektromagnet

1. Dalam suatu ruang terdapat dua buah benda bermuatan listrik yang sama besar seperti ditunjukkan pada gambar...

Konsep Dasar Kemagnetan

BAB 5 KEMAGNETAN. A. SIFAT MAGNET 1. Garis Gaya Magnet

BAB II TRANSFORMATOR. sistem ketenagalistrikan. Transformator adalah suatu peralatan listrik. dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya.

LAPORAN PRAKTIKUM LISTRIK MAGNET Praktikum Ke 1 KUMPARAN INDUKSI

waktu. Gaya gerak listrik (ggl) lawan akan dibangkitkan sesuai persamaan: N p dt Substitute Φ = N p i p /R into the above equation, then

MAKALAH INDUKTANSI DAN TRANSFORMATOR

BAB 7 RANGKAIAN GANDENG MAGNETIK. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST

Bahan Magnetik. oleh: Ichwan Yelfianhar (dirangkum dari berbagai sumber)

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

BAB 20. KEMAGNETAN Magnet dan Medan Magnet Hubungan Arus Listrik dan Medan Magnet

SOAL SOAL TERPILIH 1 SOAL SOAL TERPILIH 2

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - INDUKSI ELEKTROMAGNET - INDUKSI FARADAY DAN ARUS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kelas XII Semester 1

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET

Induksi elektromagnetik

PELATIHAN OSN JAKARTA 2016 LISTRIK MAGNET (BAGIAN 1)

Induksi Elektromagnetik

2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 7 INDUKSI ELEKTROMAGNET

Review. Adakah Metode alternatif untuk menentukan kuat medan magnet di sekitar arus listrik???

Gambar (a) Arah medan magnet, (b) Garis-garis medan magnet

MAKALAH FISIKA. Tentang KEMAGNETAN/INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik

MEDAN MAGNETIK DISEKITAR KAWAT BERARUS

Sebuah arus induksi memiliki arah sedemikian rupa sehingga medan magnet akibat arus melawan perubahan fluks magnet yang menginduksi arus.

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Induksi Elektromagnetik

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

Rangkaian Magnetik. Oleh: Sudaryatno Sudirham

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Oleh: Sudaryatno Sudirham

TUGAS XIII LISTRIK DAN MAGNET

i : kuat arus listrik (A) a : jarak dari kawat berarus (m)

Menganalisis rangkaian listrik. Mendeskripsikan konsep rangkaian listrik

Perkuliahan PLPG Fisika tahun D.E Tarigan Drs MSi Jurusan Fisika FPMIPA UPI 1

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MOTOR LISTRIK 1 & 3 FASA

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam)

atau pengaman pada pelanggan.

MAKALAH FISIKA LANJUT. Medan Magnet yang Ditimbulkan Arus Listrik Gaya Gerak Listrik Induksi

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

Sumber-Sumber Medan Magnetik

BAB III MAGNETISME. Tujuan Penmbelajaran : - Memahami dan mengerti tentang sifat-sifat magnet, bahan dan kegunaannya.

BAB II PEMBUMIAN PERALATAN LISTRIK DENGAN ELEKTRODA BATANG. Tindakan-tindakan pengamanan perlu dilakukan pada instalasi rumah tangga

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA

BAB II BUSUR API LISTRIK

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

E = = (1,80 x 10 5 N/C )( 4π )(0,50 m) 2 = 5,652 x 10 5 Nm 2 /C

FISIKA LAPORAN PENGAMATAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK (LILITAN & TRANSFORMATOR) Oleh: Wisnu Pramadhitya Ramadhan/36/XII-MIPA 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

K13 Revisi Antiremed Kelas 12 Fisika

GENERATOR ARUS SEARAH

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

Medan Magnet oleh Arus Listrik

BAB II LANDASAN TEORI

KUMPULAN SOAL FISIKA KELAS XII

Gaya Lorentz. 1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

BAB 16. MEDAN LISTRIK

BAB II DASAR TEORI. mesin listrik yang mengubah energi listrik pada arus searah (DC) menjadi energi

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Pada prinsip

INDUKSI EM DAN HUKUM FARADAY; RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK

BAB II ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

GAYA LORENTZ Gaya Lorentz pada Penghantar Berarus di dalam Medan Magnet

BAB II MOTOR ARUS SEARAH. tersebut berupa putaran rotor. Proses pengkonversian energi listrik menjadi energi

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

MODUL 10 DASAR KONVERSI ENERGI LISTRIK. Motor induksi

20 kv TRAFO DISTRIBUSI

BAB II DASAR TEORI. hari. Jumlah hari guruh yang terjadi pada suatu daerah dalam satu tahun disebut

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dibangkitkan oleh pembangkit harus dinaikkan dengan trafo step up. Hal ini

Mesin Arus Bolak Balik

Bab II Teori Dasar. Gambar 2.1 Fluks medan magnet dari partikel yang bergerak.

DASAR KONVERSI ENERGI Sistem Tenaga Listrik

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

MAGNET JARUM. saklar. Besi lunak. Sumber arus Oleh : DRS. BRATA,M.Pd. SMAN1 KRA. kumparan. lampu. kumparan

MEDAN IMBAS MAGNET I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Muatan dan Gaya Listrik

BAB II TRANSFORMATOR. magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.

BAB 7 RANGKAIAN GANDENG MAGNETIK

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Universitas Medan Area

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II SALURAN TRANSMISI

MODUL 3 TEKNIK TENAGA LISTRIK PRODUKSI ENERGI LISTRIK (1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Persoalan yang melibatkan model matematika sering kali muncul dalam

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DA S S AR AR T T E E ORI ORI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KELOMPOK 4 JEMBATAN DC

Transkripsi:

BAB NUKTANS PAA KONUKTOR SELNER. nduktansi Pada Penghantar Berarus Adanya flu magnet pada saluran dφ (.) ε dt engan permeabilitas μ yang konstan maka: di dφ φ Li e L L (.) dt di dimana: ε tegangan imbas (volt) L induktansi rangkaian (Henry) di kecepatan perubahan arus (A/s) dt Fluks magnet mempunyai hubungan linier dengan arus dan permeabilitas konstan, maka : φ L φ Li i untuk tegangan AC dan sepasa. nduktansi Pengantar yang isebabkan oleh Fluks nternal Magnetomotive (mmf gaya gerak magnet) dalam ampere-turns sepanjang jalur tertutup yang manapun sama dengan arus dalam ampere yang dikelilingi oleh jalur tersebut, mmf juga sama dengan egral komponen garis singgung (tangensial) dari kuat (ensitas) medan magnet disepanjang jalur yang sama. Jadi: mmf H. ds dimana : H kuat (ensitas) medan magnet (At/m) s jarak sepanjang jalur (m)

arus (A) yang dikelilingi ds fluksi d Gambar. Penampang Suatu Penghantar Berbentuk Selinder ari gambar diatas jarak dan ensitas magnet H maka H X. ds (.3) π. H X X (.4) untuk kerapatan arus yang uniform π (.5) πr X π H r (.6) ntensitas medan magnet dengan jarak H πr (.7) Kerapatan fluks B μ H μ πr (.8) engan μ μ r μ o dengan μ r permeabilitas relatif, μ o 4 π 0-7 H/m Pada elemen setebal d

Fluksi/m µ φ d (.9) πr d Fluks yang melingkar per meter disebabkan fluksi element r 3 µ d µ (.0) 4 πr 8π 0 Jika μ r dan μ o 4π 0-7 H/m 7 7 0 H / m dan L 0 H (.).3 Fluks Gandeng Antara ua Titik iluar Penghantar yang Tersendiri Untuk menghitung induktansi yang disebabkan oleh fluks yang berada di luar konduktor, dapat diturunkan suatu rumus untuk fluks gandeng pada sebuah penghantar yang tersendiri (isolated) yang disebabkan oleh bagian dari fluks eksternal yang terletak diantara dua titik pada jarak dan meter dari titik tengah penghantar. Jalur jalur fluks merupakan lingkaran konsentris (digambarkan dengan garis- garis lingkaran penuh) yang melalui P dan P. Pada element berbentuk tabung pada jarak meter dari titik tengah penghantar, kuat medan adalah H mmf disepanjang element ini adalah : πh ; H (.) π engan mendapatkan H dan mengalikannya dengan μ kita peroleh kerapatan fluksi B pada element itu, sehingga µ B Wb/m (.3) π r

P P d Gambar. Suatu Penghantar an Titik Eksternal P an P Fluksi dφ pada element berbentuk pipa dengan tebal d adalah : dφ µ d (.4) π Fluks gandeng d per meter dalam meter sama dengan fluks dφ karena fluks yang berada diluar penghantar menggandeng seluruh arus penghantar hanya sekali saja. Fluks gandeng total antara P dan P diperoleh dengan menghitung egral d dari sampai diperoleh µ d (.5) π! µ ln π (.6) 0 ln (.7) nduktansi yang didapat terhadap fluksi yang terkandung antara P dan P L L 0 ln H / m (.8)

.4 nduktansi Saluran ua-kawat Berfasa Tunggal r r i i Gambar.3 Konduktor Balik ekat engan Konduktor Pertama Gambar.3 memperlihatkan rangkaian yang mempunyai dua penghantar masing masing dengan jari jari r dan r. Penghantar yang satu merupakan rangkaian kembali untuk penghantar yang lain. Pertama tama kita perhatikan fluks gandeng dari rangkaian yang disebabkan oleh arus pada penghantar. Suatu garis fluks yang dibangkitkan oleh arus pada penghantar pada jarak yang sama dengan atau lebih besar dari + r dari titik tengah pengantar tidak menggandengkan rangkaian itu dan karenanya tidak dapat mengimbas tegangan pada rangkaian. engan perkataan lain, garis fluks semacam itu menggandeng arus neto (total) yang sama dengan nol, karena arus pada penghantar sama besarnya tapi berlawanan arah dengan arus pada penghantar. Bagian dari arus total yang digandengkan oleh suatu garis fluks di luar penghantar pada jarak yang sama dengan atau kurang dari - r adalah. iantara r dan + r (jadi pada penghantar ), bagian dari arus total pada rangkaian yang

digandengkan oleh garis fluks yang ditimbulkan oleh arus pada penghantar bevariasi di antara dan 0. Karena itu, memang masuk akal untuk menyederhanakan masalah ini, jika jauh lebih besar dari r dan r dan kerapatan fluks melalui penghantar hampir merata, dengan memisahkan bahwa seluruh fluks eksternal yang dibangkitkan oleh arus pada penghantar sampai pada titik tengah penghantar menggandeng seluruh arus dan bahwa fluks di luar titik tengah penghantar tidak menggandeng arus apapun. nduktansi rangkaian yang disebabkan oleh arus pada penghantar diberikan oleh Persamaan (.8). Untuk fluks eksternal saja berlaku L et. 0 ln r H/m (.9) Untuk fluks ernal saja berlaku. 0 L H/m (.0) nduktansi total rangkaian yang disebabkan oleh arus pada penghantar saja adalah : L + ln r 7 0 H/m (.) Rumus induktansi dapat diubah kedalam bentuk yang lebih singkat dengan menguraikan Persamaan (.) dan mengingat kembali bahwa ln ε / 4 4, sehingga: L 0 4 lnε / + ln H/m (.) r engan menyatukan suku- suku kita dapat L 0 7 ln / 4 r ε H/m (.3)

/ 4 Jika kita subtitusi r untuk r ε,maka kita dapat L 0 ln H/m (.4) r ' Jari jari r adalah jari jari suatu penghantar fiktif yang diumpamakan tidak mempunyai fluks ernal tetapi dengan induktansi yang sama dengan induktansi penghantar sebenarnya dengan jari jari r. Karena arus pada penghantar mengalir dengan arah yang berlawanan dengan arus pada penghantar (atau berselisih fasa 80 0 dengannya), fluks gandeng yang dihasilkan oleh arus pada penghantar saja mempunyai arah yang sama melalui rangkaian seperti yang dihasilkan oleh arus pada penghantar. Hasil akhir fluks kedua penghantar itu ditentukan oleh jumlah mmf keduanya. Tetapi untuk permibilitas yang konstan, fluks gandeng (dan demikian pula induksi) kedua penghantar tersebut yang telah dihitung sendiri sendiri dapat ditambahkan. Maka induktansi yang disebabkan oleh arus pada penghantar adalah: L 0 ln H/m (.5) r ' an untuk keseluruhan rangkaian L L + L 4 0 ln H/m (.6) r ' r ' Jika r dan r r, induktansi keseluruhan menjadi L 4 0 ln H/m (.7) r'