BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (2011: 72) penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Dari pengertian tersebut bahwa metode eksperimen merupakan metode yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih dalam kondisi yang dikendalikan. Penelitian ini mengetahui perbedaan kreativitas siswa SD kelas V melalui pengaruh pembelajaran kerangka TANDUR pada matematika. Selain itu pengaruh keduanya akan dilihat berdasarkan gender siswa SD kelas V, yaitu laki-laki dan perempuan. Penggunaan metode eksperimen dalam penelitian ini atas pertimbangan bahwa terdapat variabel bebas sebagai perlakuan yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel terikat dan terdapat variabel lain yang mempengaruhi baik memperlemah atau memperkuat kedua hubungan tersebut. Perlakuan (treatment) dalam penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran kerangka TANDUR pada matematika yang diterapkan dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menerapkan model konvensional dalam pembelajaran matematika. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai karakteristik yang sama, bedanya kelompok eksperimen diberi perlakuan khusus (pembelajaran kerangka TANDUR) sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan khusus hanya menggunakan kegiatan rutin yang biasa diberikan dalam kegiatan pembelajaran. Masing-masing kelompok sama-sama diberi pengaruh lain yaitu, perbedaan gender yang hanya dibatasi atas perbedaan jenis kelamin siswa. Sebagai langkah akhir adalah membandingkan peningkatan kreativitas siswa laki-laki dan perempuan dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 35
3.2. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2011: 38) variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, atau nilai dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel merupakan faktor yang sangat penting dan perlu dipahami karena sangat berpengaruh dalam penelitian. Terdapat tiga variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini, yaitu pembelajaran kerangka TANDUR sebagai variabel bebas, kreativitas sebagai variabel terikat, dan gender siswa sebagai variabel moderator. 3.2.1. Variabel Bebas Variabel bebas merupakan variabel penyebab timbulnya variabel lain. Pembelajaran kerangka TANDUR berpengaruh pada perbedaan kreativitas siswa. Jadi variabel yang mempengaruhi variabel lain atau variabel bebasnya adalah pembelajaran kerangka TANDUR (X 1 ). Pembelajaran kerangka TANDUR lebih ditekankan pada kerangka belajar TANDUR. Tahap-tahap kerangka TANDUR dalam pembelajaran, meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang terdiri dari elaborasi, eksplorasi, dan konfirmasi, dan kegiatan penutup. 1) Kegiatan Pendahuluan Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran TANDUR meliputi kegiatan; a. Guru menumbuhkan motivasi dengan menyebutkan manfaat dan akibat dari apa yang siswa pelajari; b. Melakukan apersepsi dari pembelajaran sebelumnya; c. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti pembelajaran TANDUR yang terdiri dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. a. Eksplorasi 36
Dalam kegiatan eksplorasi, yaitu: 1. Guru memberikan pengalaman umum dengan mengintegrasikan suatu materi pelajaran dengan pengalaman dan aktivitas seharihari siswa; 2. Guru menanamkan konsep dasar dari suatu materi agar rasa ingin tahu siswa lebih tinggi; 3. Guru meminta siswa untuk mendefinisikan, membedakan, atau menggolongkan benda atau gambar berdasarkan klasifikasi dari sifat bangun ruang. 4. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menerjemahkan apa yang diterimanya dalam pembelajaran dengan mengamati demonstrasi atau melakukan percobaan sederhana. b. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, yaitu; 1. Guru memfasilitasi siswa untuk mengidentifikasi sifat atau menghasilkan bentuk baru dari bangun ruang dengan cara menggabungkan dua bangun ruang secara sederhana; 2. Guru memfasilitasi siswa untuk mengidentifikasi contoh dari ide yang dibuatnya; 3. Guru memfasilitasi siswa untuk membuat laporan hasil diskusi siswa; 4. Guru memfasilitasi siswa untuk mendemonstrasikan dan mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. c. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, yaitu: 1. Guru memberi penguatan dari hasil diskusi mengenai bentuk bangun dan sifat-sifat bangun; 2. Guru dan siswa melakukan tanya jawab seputar hasil diskusi; 3. Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi. 37
3) Kegiatan Penutup Kegiatan penutup dalam pembelajaran TANDUR, yaitu: a. Guru dan siswa mengulang materi yang sudah dipelajari agar pemahaman siswa lebih tinggi; b. Guru memberikan refleksi mengenai karakter bangsa yaitu: Kreatif (membuat bangun atau menemukan sifat baru dari bangun ruang); Komunikatif (memberikan pendapat dalam kerja kelompok, mendengarkan pendapat dari teman); Kerja keras (menyelesaikan tugas tepat waktu, bekerja sungguh-sungguh atas tugas yang diberikan); c. Guru memberikan penghargaan atau perayaan. 3.2.2. Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang timbul sebagai akibat dari pengaruh variabel bebas. Dari perlakuan yang diberikan dengan menerapkan pembelajaran kerangka TANDUR dan kemudian dilanjutkan pemberian postes setelah pembelajaran pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol maka diperoleh hasil kreativitas berfikir siswa SD kelas V. Kreativitas merupakan kemampuan siswa untuk menciptakan dan menemukan sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain. Kreativitas yang diharapkan setelah pemberian perlakuan melalui pembelajaran menggunakan kerangka TANDUR adalah siswa dapat menjawab pertanyaan dengan bermacam-macam jawaban sesuai dengan kreativitasnya tersebut. Dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini adalah kreativitas siswa (Y). 3.2.3. Variabel Moderator Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam penelitian ini ada pengaruh gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Gender yang mempengaruhi kreativitas dan pembelajaran kerangka TANDUR diduga dapat memperlemah atau memperkuat hubungan kedua 38
variabel. Sehingga gender dapat dikatakan sebagai variabel bebas kedua (X 2 ). 3.3. Desain Penelitian Penelitian ini dilakuakan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan TANDUR dalam pembelajaran matematiaka terhadap kreativitas berfikir siswa SD kelas V, sedangkan kelompok kontrol hanya menerapkan kegiatan pembelajaran yang sifatnya konvensional. Masing-masing kelompok memperhatikan adanya pengaruh lain yang dimunculkan, yaitu gender siswa SD kelas V. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini menggunakan desain penelitian, yaitu Factorial Design. Desain faktorial merupakan modifikasi dari design true eksperimental, yaitu dengan memperhatikan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan dari variabel bebas terhadap hasil dari variabel terikat. Variabel lain yang mempengaruhi perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap kreativitas adalah gender siswa SD kelas V laki-laki dan perempuan. Desain ini dapat digambarkan seperti berikut ini. R O 1 X Y1 O 2 R O 3 Y1 O 4 R O 5 X Y2 O 6 R O 7 Y2 O 8 39
Keterangan: R : Simpel random sampling X : Perlakuan dengan menerapkan Quantum Teaching kerangka TANDUR pada kelas eksperimen O1 : pretes kreativitas kelompok eksperimen laki-laki O2 : postes kreativitas kelompok eksperimen laki-laki O3 : pretes kreativitas kelompok kontrol laki-laki O4 : postes kreativitas kelompok kontrol laki-laki O5 : pretes kreativitas kelompok eksperimen perempuan O6 : postes kreativitas kelompok eksperimen perempuan O7 : pretes kreativitas kelompok kontrol perempuan O8 : postes kreativitas kelompok kontrol perempuan Y1 : siswa SD laki-laki kelas V Y2 : siswa SD perempuan kelas V Desain faktorial di atas dapat diuraikan bahwa setiap kelompok lakilaki dan perempuan dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberi tes awal (pretes) dan tes akhir (postes) untuk mengetahui adanya perbedaan kreativitas pada pembelajaran matematika antara kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran kerangka TANDUR dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Implementasi dari desain penelitian tersebut diuraikan dalam prosedur penelitian. Prosedur penelitian tersebut seperti berikut ini: 1. Persiapan penelitian; 2. Pembentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol; 3. Membuat kisi-kisi pretes 4. Membuat instrumen tes berdasarkan kisi-kisi yang sudah ditentukan. 5. Menguji cobakan instrumen tes pada kelas yang telah dipilih. 6. Menganalisis data hasil instrumen tes uji coba pada kelas uji coba untuk mengetahui validitas butir soal dan reliabilitas soal. 7. Mengadakan tes awal (pretes) di kelompok eksperimen pada siswa laki-laki (O1) dan perempuan (O5) serta kelompok kontrol pada siswa laki-laki (O3) dan perempuan (O7); 8. Pemberian perlakuan (X) pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pembelajaran kerangka TANDUR pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun ruang. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan khusus, masih menggunakan 40
pembelajaran yang bersifat konvensional pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun ruang; 9. Mengadakan tes akhir (postes) pada kelompok eksperimen siswa lakilaki (O2) dan perempuan (O6) serta kelompok kontrol siswa laki-laki (O4) dan perempuan (O8); 10. Analisis hasil penelitian kemudian dilanjutkan dengan menyusun hasil penelitian. 3.4. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Blotongan 02 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga semester 2 tahun 2011/2012 dengan jumlah 36 yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. 3.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 3.5.1. Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2012. Jadwal pelaksanaan penelitian akan diuraikan seperti berikut. Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian di Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Tahun 2011/2012 No. Kelas Pelaksanaan Penelitian 1 Kontrol 22 Maret, 27 Maret, dan 28 Maret 2012 2 Eksperimen 22 Maret s.d 30 Maret 2012 Berdasarkan tabel 3.2 jadwal penelitian di kelas kontrol dilaksanakan pada tanggal 22 Maret, 27 Maret, dan 28 Maret 2012, sedangkan di kelas eksperimen penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Maret s.d 30 Maret 2012. 3.5.2. Tempat Pelaksanaan Dalam penelitian ini ada tiga tempat yang dijadikan sebagai tempat penelitian, yaitu di SDN Sidorejo Lor 01, SDN Blotongan 01 dan SDN Blotongan 02. SD penelitian tersebut merupakan beberapa SD yang ada di 41
Gugus Diponegoro Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. SDN Sidorejo Lor 01 sebagai kelas uji coba, SDN Blotongan 01 sebagai kelas kontrol, dan SDN Blotongan 02 sebagai kelas eksperimen. 3.6. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Pada bagian ini akan dibahas tentang teknik pengumpulan data, serta instrumen yang dipakai dalam penelitian. 3.6.1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data disesuaikan dengan variabel yang akan diteliti, yaitu: 1. Variabel Bebas (X 1 ) Data variabel bebas (X 1 ) dalam penelitian ini adalah pembelajaran Kerangka TANDUR. Data X 1 ini akan dikumpulkan melalui teknik observasi dengan mengisi lembar observasi. Observasi dilakukan pada proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran kerangka TANDUR. Dengan demikian saat guru mengajar dengan kerangka TANDUR didalam kelas eksperimen, guru lain sebagai observer mengamati dan mengisi lembar observasi dari perlakuan yang diberikan. 2. Variabel Moderator (X 2 ) Data variabel moderator X 2 dalam penelitian ini adalah gender. Gender disini hanya dibatasi pada perbedaan jenis kelamin, yaitu siswa laki-laki atau perempuan. Data gender diperoleh dengan penggunaan metode dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode dokumentasi untuk mendapatkan data jenis kelamin siswa kelas V di kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui arsip data kesiswaan kelas V. 42
3. Variabel Terikat (Y) Data variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah kreativitas. Data kreativitas diperoleh melalui tes bentuk uraian untuk mendapatkan nilai kreativitas melalui pembelajaran matematika pokok bahasan bangun ruang. Hasil dari kreativitas dinyatakan dalam bentuk nilai dari jawaban setiap pertanyaan, yaitu nilai tertinggi 100 dan terendah 25. Variabel kreativitas terdiri dari 5 soal tes kreativitas dimana setiap soal memiliki skor 1-4. Hasil dari tes kreativitas ini akan dikelompokkan menjadi 5 kategori kreativitas. Adapun tahap pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: 1. Memberikan pretes kreativitas di kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2. Memberikan perlakuan pembelajaran kerangka TANDUR di kelas eksperimen. 3. Memberikan postes kreativitas di kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan soal yang sama. 4. Menganalisis hasil tes yang telah diperoleh. 5. Mengelompokkan hasil kreativitas siswa menjadi 5 kategori kreativitas, yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah dengan menggunakan teknik pengukuran skor. Kategori tersebut dapat dilihat pada tabel 3.2 sebagi berikut: Tabel 3.2. Kreativitas Siswa Kelas V Gugus Diponegoro Tahun 2011/2012 No. Tingkat Kretivitas Siswa Kategori 1 Sangat tinggi 89-104 2 Tinggi 73-88 3 Sedang 57-72 4 Rendah 41-56 5 Sangat Rendah 25-40 43
3.6.2. Instrumen Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan, menggunakan instrumen dalam bentuk observasi, tes, dan dokumentasi. Sebelum digunakan dalam menggumpulkan data disusun terlebih dahulu kisi-kisinya baru kemudian dibuat butir-butir soalnya. Instrumen ini akan diuraikan berdasarkan variabel yang sudah ditentukan oleh peneliti. 1. Variabel Bebas (X 1 ) Instrumen yang akan digunakan dalam variabel X 1 adalah lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengukur kegiatan guru dalam pembelajaran yang menggunakan kerangka TANDUR. Penelitian ini ditekankan pada kerangka berfikir TANDUR (tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayaan). Jadi, kegiatan dalam pembelajaran harus mencerminkan tahap pembelajaran TANDUR mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Instrumen penelitian lembar observasi diukur dengan skala Guttman. Dalam model Guttman, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu ya-tidak. Cara mengisi jawaban dengan memberi tanda cek (v) pada kolom pernyataan YA atau TIDAK. Pernyataan Ya jika kegiatan yang tertulis dalam lembar observasi sudah dilakukan oleh guru atau siswa. Pernyataan Tidak, jika kegiatan pembelajaran yang ada dalam lembar observasi tidak dilakukan guru atau siswa. Adapun kisi-kisi instrumen pembelajaran dengan Quantum Teaching kerangka TANDUR mengacu pada langkah-langkah pembelajaran TANDUR dapat dilihat pada tabel 3.3. 44
Tabel 3.3. Kisi-Kisi Instrumen Pembelajaran Kerangka TANDUR Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Tahun 2011/2012 Aspek Indikator TANDUR Item Melakukan apersepsi dari pembelajaran sebelumnya 1 Guru menumbuhkan motivasi dengan menyebutkan Pendahuluan manfaat dan akibat dari apa yang siswa pelajari 2,3 (Tumbuhkan) Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari 4 Guru mengintegrasikan materi pelajaran dengan pengalaman dan aktivitas sehari-hari siswa (Alami) 5, 6 Guru menjelaskan konsep dasar dari suatu materi agar rasa ingin tahu siswa lebih tinggi (Namai) 7, 8 Guru meminta siswa untuk mendefinisikan, membedakan, atau menggolongkan benda atau gambar 9 berdasarkan klasifikasi dari sifat bangun ruang Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menerjemahkan apa yang diterimanya dalam pembelajaran dengan mengamati demonstrasi atau 10, 11, 12 melakukan percobaan sederhana (Demonstrasikan). Guru memfasilitasi siswa untuk menghasilkan bentuk baru dari bangun ruang dengan cara menggabungkan 13 Inti dua bangun ruang secara sederhana Guru memfasilitasi siswa untuk menemukan ide baru mengenai sifat-sifat bangun ruang dari penggabungan 14, 15 dua bangun ruang sederhana Guru memfasilitasi siswa untuk membuat laporan hasil diskusi siswa 16 Guru memfasilitasi siswa untuk melaporkan hasil diskusi dengan mendemonstrasikan hasilnya di depan 17 kelas Guru memberi penguatan dari hasil diskusi mengenai bantuk bangun dan sifat-sifat bangun 18 Guru dan siswa melakukan tanya jawab seputar hasil diskusi 19 Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi 20 Guru dan siswa mengulang materi yang sudah dipelajari agar pemahaman siswa lebih tinggi (Ulangi) 21 Penutup Guru memberikan refleksi mengenai karakter bangsa yaitu: kreatif (membuat bentuk dan sifat baru dari bangun ruang); Komunikatif (memberikan pendapat dalam kerja kelompok, mendengarkan pendapat dari teman); kerja keras (mengerjakan tugas dari guru pada waktunya, bekerja sungguh-sungguh atas tugas yang diberikan 22 Guru memberikan penghargaan atau perayaan (Rayakan) 23, 24, 25 45
2. Variabel Moderator (X 2 ) Instrumen yang akan digunakan dalam variabel X 2 adalah lembar dokumentasi. Lembar dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data jenis kelamin siswa SD kelas V di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian lembar dokumentasi dalam bentuk checklist. Data yang diperoleh adalah data nominal. Adapun kisi-kisi gender adalah nama siswa dan jenis kelamin: yaitu laki-laki dan perempuan. 3. Variabel Terikat (Y) Instrumen yang akan digunakan dalam variabel Y adalah tes kreativitas dalam bentuk tes uraian. Tes kreativitas ini dilakukan untuk mendapatkan hasil kreativitas berfikir siswa pada pembelajaran matematika sub pokok bahasan bangun ruang. Kisi-kisi tes kreativitas menggunakan aspek berfikir divergen yaitu: fluence, flexibility, originality, dan elaboration. Sedangkan pengukuran kreativitas berfikir dibedakan menjadi figural atau dan simbolik. Figural, kreativitas berfikir diukur menggunakan butir-butir soal yang berisi gambargambar visual, sedangkan dalam pengukuran kreativitas berfikir simbolik dilakukan dengan menghadapkan siswa dengan pertanyaan masalah berupa simbol. Simbol dapat berupa angka, huruf, kata, dan sebagainya. Tabel 3.4. Kisi-Kisi Instrumen Kreativitas Siswa Kelas V Tahun 2011/2012 Aspek Ketrampilan Indikator Kreativitas Item Figural Simbolik Fluence kemampuan menghasilkan banyak ide 1 4 Flexibility Originality Elaboration kemampuan menghasilkan ide-ide yang bervariasi kemampuan menghasilkan ide baru atau ide yang sebelumnya tidak ada kemampuan mengembangkan atau menambahkan ide-ide sehingga dihasilkan ide yang rinci atau detail 3,6 2 7 5,8 9 10 46
Tabel 3.4 menunjukkan ada 2 kisi-kisi tes kreativitas dengan aspek fluence yaitu figural di nomor 1 dan simbolik di nomor 4. Ada 3 kisi-kisi tes kreativitas dengan aspek flexibility yaitu figural di nomor 3, 6 dan simbolik di nomor 2. Ada 3 kisi-kisi tes kreativitas dengan aspek originality yaitu figural di nomor 7 dan simbolik di nomor 5, 8. Ada 2 kisi-kisi tes kreativitas dengan aspek elaboration yaitu figural di nomor 9 dan simbolik di nomor 10. Sehingga ada 10 item soal tes kreativitas dengan pengukuran figural dan simbolik. Soal tersebut disajikan dalam bentuk uraian. Pengukuran variabel ini menggunakan skala rating scale, karena dengan skala ini data yang diperoleh berupa angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen. Setiap indikator mempunyai rentang skor dari 4, 3, 2, dan 1 tetapi kriteria penskoran setiap aspek berbeda. Aspek Fluence mempunyai kriteria penilaian; skor 4 apabila melaksanakan > 3 ide baru; skor 3 apabila melaksanakan 3 ide baru, skor 2 apabila melaksanakan 2 ide baru; skor 1 apabila melaksanakan 1 ide baru saja. Aspek Flexibility mempunyai kriteria penilaian; skor 4 apabila menghasilkan > 3 ide yang bervariasi; skor 3 apabila menghasilkan 3 ide yang bervariasi; skor 2 apabila menghasilkan 2 ide yang bervariasi; dan skor 1 apabila menghasilkan 1 ide yang bervariasi. Aspek Originality mempunyai kriteria penilaian; skor 4 apabila mampu menggambar 3 bentuk yang baru dan rapi; skor 3 apabila mampu menggambar 3 bentuk yang baru dan kurang rapi; 2 apabila mampu menggambar < 3 bentuk yang baru dan rapi; dan skor 1 apabila mampu menggambar < 3 bentuk yang baru tetapi kurang rapi. Aspek Elaboration mempunyai kriteria penilaian; skor 4 apabila mampu menambahkan 5 ide yang rinci; skor 3 apabila mampu menambahkan 3 atau 4 ide yang rinci; skor 2 apabila mampu menambahkan 2 ide yang rinci; dan skor 1 apabila mampu menambahkan 1 ide yang rinci. 47
3.7. Teknik Analisis Data 3.7.1. Uji Validitas dan Reliabititas Instrumen Uji validitas dan reliabititas instrumen digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan tingkat reliabilitas instrumen kreativitas. 1. Uji Validitas Instrumen Tes Kreativitas Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan/ kesahihan sebuah instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas tes kreativitas dihitung dengan cara mengkorelasikan antara nilai yang diperoleh dari setiap butir soal dengan keseluruhan yang diperoleh. Taraf validitas empiris suatu tes kreativitas dinyatakan dalam suatu koefisien validitas. Tekniknya dengan mencari koefisien Corrected Item Total Correlation. Menurut Sugiyono (2011: 126) menyatakan suatu item instrument penelitian dianggap valid jika memiliki koefisien Corrected Item Total Correlation 0,3 yang pengolahannya dibantu dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows. Sebelum soal tes kreativitas di jadikan sebagai soal pretes danpostes di kelas peneitian, maka diuji cobakan terlebih dahulu di kelas uji coba, yaitu kelas V SDN Sidorejo Lor 01 Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Berdasarkan penghitungan menggunakan SPSS 16.0 for windows didapatkan hasil penghitungan dari 10 soal tes kreativitas yang tidak valid ada 5 soal, yaitu soal nomor 3, 4, 5, 6, dan 8 sedangkan yang valid ada 5 soal, yaitu nomor soal 1, 2, 7, 9, dan 10. Soal yang valid dijadikan sebagai instrumen tes kreativitas pretes dan postes. Hasil penghitungan ini dilihat dari kolom Corrected Item Total Correlation yang nilainya lebih dari 0,3 pada tabel 3.5. 48
Tabel 3.5. Hasil Analisis Validitas Instrumen Kreativitas Dengan SPSS 16.0 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted soal1 12.87 13.844.935.911 soal2 12.97 14.309.859.925 soal7 12.97 12.516.885.925 soal9 12.87 15.982.749.944 soal10 12.73 15.306.826.932 2. Uji Reliabilitas Instrumen Tes Kreativitas Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap dan konsisten. Pengujian reliabilitas hanya memperhitungkan butir soal yang valid. Reliabilitas diukur dengan menghitung korelasi skor butir soal dengan komposit totalnya. Pada penelitian ini untuk mengukur reliabilitas tes menggunakan program SPSS 16.0 for Window. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas. Untuk menentukan tingkat reliabilitas soal mengunakan kriteria yang dikemukakan oleh George dan Mallery dalam Mawardi (2005: 67), yang didasarkan pada nilai koefisien Alpha Cronbach (α) sebagai berikut: α 0,7 = tidak dapat diterima 0,7 < α 0,8 = dapat diterima 0,8 < α 0,9 = reliabilitas bagus α > 0,9 = reliabilitas memuaskan Berdasarkan penghitungan melalui program SPSS 16.0 for Window maka hasil reliabilitas instrumen tes kreativitas dinyatakan reliabilitasnya memuaskan. Dengan melihat nilai Cronbach's Alpha pada tabel 3.6 yang dicocokkan dengan nilai koefisien Alpha Cronbach 49
(α), yaitu: nilai 0,941 berada di antara nilai koefisien α > 0,9, sehingga instrumen soal tes kreativitas dinyatakan mempunyai reliabilitas memuaskan sehingga dapat digunakan untuk melakukan penilaian. Tabel 3.6. Hasil Analisis Reliabilitas Instrumen Kreativitas Dengan SPSS 16.0 Cronbach's Alpha N of Items.941 5 3.7.2. Uji Prasyarat Analisis Data Penelitian ini merupakan statistik parametris. Statistik parametris memerlukan terpenuhinya beberapa asumsi. Menurut Sugiyono (2011: 150) Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. selanjutnya, dalam penggunaan salah satu test mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang diuji harus homogen. 1. Uji Normalitas Data Uji Normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel telah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas sebaran data untuk variabel terikat adalah pretes kreativitas. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows yang dapat dilihat pada tabel Test of Normality di kolom Kolmogorov Smirnov. Pedoman untuk mengambil keputusan, yaitu: a) Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, distribusi adalah tidak normal. b) Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas 0,05, distribusi adalah normal. 50
2. Uji Homogenitas Data Uji homogenitas bertujuan untuk menentukan apakah varian kedua kelompok (kelas eksperimen dan kelas kontrol) homogen atau tidak. Uji homogenitas sebaran data untuk variabel terikat adalah pretes kreativitas. Uji homogenitas yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows yang dilihat pada tabel Test of Homogeinity of variance di baris Based on Mean. Pedoman untuk mengambil keputusan, yaitu: a) Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, varians data tidak homogen. b) Nilai sig. atau signifikansi atau nilai probabilitas 0,05, varians data homogen. 3.7.3. Uji Hipotesis Penelitian ini ingin mengetahui ada atau tidaknya perbedaan dari dua variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan masingmasing variabel bebasnya dibagi dalam beberapa kelompok. Variabel bebasnya adalah pembelajaran kerangka TANDUR dan gender siswa SD kelas V yang dibatasi pada jenis kelamin. Variabel terikatnya adalah kreativitas berfikir siswa. Menurut Budiyono (2009: 206) untuk mengukur signifikansi efek dua variabel bebas terhadap satu variabel terikat dapat digunakan ANOVA (Analysis Of Variance) dua jalan. Hipotesis diuji dengan menggunakan ANOVA dua jalan. Pengolahannya dibantu dengan program SPSS 16.0 for windows. Dasar pengambilan keputusannya dilihat dari F ratio dan F tabel dengan taraf signifiansi 0,05 (5%). 51