Selamat Datang TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

dokumen-dokumen yang mirip
SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

Selamat Datang TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

O H T UUJK, ETIKA PROFESI DAN ETOS KERJA

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

Nomor Modul SBW 03. Judul Modul BAHAN BANGUNAN BEKISTING DAN PERANCAH

TCE-09 PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN HASIL PEKERJAAN

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

DCE - 09 Pengukuran dan Perhitungan Hasil Kerja

TCE-08 PENGENDALIAN BIAYA, MUTU DAN WAKTU

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

ETOS KERJA PELATIHAN OPERATOR WHEEL LOADER MODUL : WLO - 01 PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop

TCE-06 DOKUMEN KONTRAK

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

PELATIHAN PELAKSANA BENDUNGAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB I KONSEP PENILAIAN

MODUL STEBC 07 : PERMASALAHAN PELAKSANAAN JEMBATAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEKNOLOGI BAHAN / 2 SKS

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Konsep perencanaan pembangunan proyek Apartmen Chadstone-Cikarang

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

BAB I PENDAHULUAN. Kerja Praktek (KP) merupakan salah satu mata kuliah wajib khususnya di Jurusan

BAB I STANDAR KOMPETENSI

BAB III METODE PENELITIAN

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

KPBK (KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI)

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEKERJAAN PELAT LANTAI UNTUK TOWER D DI PROYEK PURI MANSION APARTMENT. beton bertulang sebagai bahan utamanya.

BAB VI METODE PELAKSANAAN

PELATIHAN PELAKSANA TEROWONGAN MODUL : TCE 01 UUJK, ETIKA PROFESI, ETOS KERJA DAN UUSDA

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS. Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama

PELATIHAN PELAKSANA BENDUNGAN MODUL DCE 10 SISTEM MANAJEMEN MUTU

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. terhitung mulai dari tanggal 07 Oktober 2013 sampai dengan 07 Desember 2013

Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN PEKERJAAN DRAINASE

Selamat Datang MANDOR PEMBESIAN/ PENULANGAN BETON 1.1

PENGENDALIAN MUTU STRUKTUR BETON BERTULANG

NO KODE JUDUL MODUL 1. DCE - 01 UUJK Profesi dan Etos Kerja 2. DCE 02a Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Manajemen Lingkungan 3.

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH METODE PELAKSANAAN SHEAR WALL DAN CORE WALL

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

FOR WORK / BEKISTING PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT. Budhi Dharma Program Studi Diploma III Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

TCE-05 PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK BAHAN

BAB I STANDAR KOMPETENSI

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JASA KONSTRUKSI PELAKSANA LAPANGAN PERKERASAN JALAN BETON

BAB III SISTEM ORGANISASI DAN MANAJEMEN PROYEK

BAB VII METODE PELAKSANAAN CORE WALL DAN SHEAR WALL BESERTA TUGAS KHUSUS DI LAPANGAN

BAB I PENDAHULUAN. dapat dirasakan sekarang, yaitu dengan pesatnya perkembangan pembangunan.

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN DRAINASE PERKOTAAN PENGUKURAN LAPANGAN

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN PEKERJAAN DRAINASE

BAB VI PENGENDALIAN MUTU PROYEK

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu

Analisa & Pembahasan Proyek Pekerjaan Pelat Lantai

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini mengalami

STANDAR LATIHAN KERJA

BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN. perencana. Dengan kerjasama yang baik dapat menghasilkan suatu kerja yang efektif

KATA PENGANTAR. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan modul ini.

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN

STANDAR LATIHAN KERJA DAFTAR MODUL

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN. Memahami Ilmu dasar statika Memahami besaran Skalar dan besaran Vektor Memahami sistim satuan Memahami Hukum Newton

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS. Proyek pembangunan Aeropolis Lucent Tower dibangun dengan

PENGENDALIAN MUTU DAN WAKTU PELAKSANAAN PERKERASAN JALAN BETON SPL.KS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Nama Pekerjaan : Pembangunan Abutmen Jembatan Air Jernih Gumpang Lempuh Perusahaan : CV. RABO PERKASA Lokasi : Gumpang Lempuh Tahun Anggaran : 2017

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KOLOM, BALOK DAN PELAT. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek

MODUL STEBC 04 : JADWAL PELAKSANAAN

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN JADWAL KONSTRUKSI

BAB VII TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. lift di cor 2 lantai diatas level plat lantai. Alasan menggunakan metode perlakuan core sebagai kolom adalah :

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... LEMBAR PENDADARAN... KATA PENGANTAR... LEMBAR PERSEMBAHAN... DAFTAR GAMBAR...

MATA PELAJARAN : KERJA KAYU JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PELATIHAN PELAKSANA BENDUNGAN. Modul : DCE 03 DOKUMEN KONTRAK

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan

BAB VII TINJAUAN KHUSUS

BAB V METODE PELAKSANAAN. Metode pelaksanaan kontruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan kontruksi

PELATIHAN OPERATOR WHEEL CRANE

BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek

UCAPAN TERIMA KASIH...

BAB V METODE PELAKSANAAN

Transkripsi:

Selamat Datang TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH Nomor Modul SBW 08 Judul Modul DAFTAR SIMAK/CHECK LIST PEMASANGAN DAN PEMBONGKARAN BEKISTING DAN PERANCAH DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

DAFTAR MODUL No. Kode Judul Modul 1. SBW 01 UUJK, Etika Profesi dan Etos Kerja 2. SBW 02 K3, RKL dan RPL 3. SBW 03 Bahan Bangunan Bekisting dan Perancah 4. SBW 04 Konstruksi Bekisting dan Perancah 5. SBW 05 Peralatan Bekisting dan Perancah 6. SBW 06 7. SBW 07 8. SBW 08 Membaca Gambar Kerja Bekisting dan Perancah Teknik Pemasangan dan Pembongkaran Bekisting dan Perancah Daftar Simak (check list) Pemasangan dan Pembongkaran Bekisting dan Perancah

Lembar Tujuan A. Tujuan Umum Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu : Menyiapkan dan membuat bekisting dan perancah pada lokasi pekerjaan B. Tujuan Khusus Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu : 1. Menguasai rencana pembuatan bekisting dan perancah sesuai dengan gambar kerja dan instruksi kerja 2. Melakukan pekerjaan persiapan pembuatan bekisting dan perancah 3. Melaksanakan pembuatan bekisting dan perancah 4. Melakukan pemeriksaan kualitas hasil kerja 5. Melaksanakan pembongkaran bekisting dan perancah

Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah selesai mengikuti modul ini peserta mampu : menjelaskan daftar simak pekerjaan pemasangan dan pembongkaran bekisting dan perancah dilokasi pekerjaan dengan baik. OHT. 1

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Setelah modul ini diajarkan peserta mampu : 1. Memahami tujuan dan ruang lingkup daftar simak pemasangan dan pembongkaran bekisting dan perancah 2. Menjelaskan daftar simak pada pekerjaan pemasangan dan pembongkaran bekisting dan perancah OHT. 2

Bab I Memahami Tujuan dan Ruang Lingkup Daftar Simak Pemasangan dan Pembongkaran Bekisting dan Perancah 1.1 Umum Sebagai bagian dari suatu pengendalian pekerjaan pemasangan dan pembongkaran bekisting dan perancah ialah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas. Maka daftar simak perlu ditaati dan bisa dilaksanakan semua pihak. Pelaksanaan dilapangan sering menimbulkan penyimpangan, apabila tidak dilakukan pengawasan OHT. 3

1.2 Maksud, tujuan dan sasaran Daftar simak, dimaksudkan dapat dicapai kualitas mutu pekerjaan sesuai gambar kerja. Tujuan dari dilaksanakan daftar simak untuk mengendalikan hambatan pekerjaan secara dini Sasaran dilaksanakan daftar simak dengan harapan diperoleh pelaksanaan secara optimal OHT. 3 1

1.4 Pengendalian Dengan dilaksanakan daftar simak pada pelaksanaan pekerjaan, diharapkan suatu pengendalian dapat menghasilkan Monitoring sejak awal Secara dini, hambatan bisa diketahui 1.5 Ketertiban dalam pelaksanaan mewajibkan para pelaksana untuk bertindak tertib. 1.6 Optimal dalam pelaksanaan Setiap pelaksana dituntut bekerja sesuai instruksi kerja sehingga diharapkan menghasilkan hasil pekerjaan yang optimal OHT. 3 3

Bab II Menjelaskan Daftar Simak pada Pekerjaan Pemasangan dan Pembongkaran Bekisting dan Perancah 2.1 Umum Daftar simak/check List adalah suatu formulir isian yang memuat tentang uraian uraian pekerjaan atau bahan yang diperlukan untuk suatu konstruksi. Perlu diketahui dan dimengerti oleh semua tenaga pelaksana di lapangan untuk memahami dan melaksanakannya dengan sebaik baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebagai bagian suatu pengendalian pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan pengecoran beton OHT. 4

2.2 Pekerjaan Bekisting No. Uraian Hasil Pemeriksaan Keterangan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. TABEL 2 1 Bahan Bekisting Bentuk Ukuran Kekuatan Kerapatan Sambungan Kelurusan Ketegakan Kebersihan Tenaga Kerja Pekerjaan Lapangan Request Cukup/tidak Benar Benar Cukup Cukup Cukup Cukup Benar/tidak Cukup bersih/tidak Cukup/tidak Ada/tidak Ada/tidak OHT. 4 1

2.3 Pembongkaran Bekisting NO. Uraian Hasil Pemeriksaan Keterangan 1. 2. 3. 4. Surat persetujuan/agen pembongkaran Umur teknis beton, memenuhi syarat Sambungan pada bekisting harus dibuka, tanpa mengganggu posisi dari kedudukan beton Metode yang dipakai harus betul, beton tidak boleh bergerak Ada/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak TABEL 2 2 OHT. 4 2

2.4 Pemasangan Perancah NO. Uraian Hasil Pemeriksaan Keterangan 1. 2. 3. Paling banyak satu sambungan yang tidak disokong kearah samping Stabilitas terhadap berat sendiri serta beban lainnya yang timbul Bambu tidak boleh digunakan Ya/tidak Diperhitungkan ya/tidak Ya/tidak TABEL 2 3 OHT. 4 3

2.5 Pembongkaran Perancah Dipengaruhi oleh kondisi pekerjaan beton, apakah sudah cukup umur teknisnya, setelah proses pengerasan beton, pembasahan, perawatan beton selesai dilaksanakan serta adanya persetujuan pembongkaran. Barulah pelaksanaan pembongkaran dapat dilakukan, setelah hal tersebut diatas dipenuhi serta ditambah hal lain/khusus, bila ada untuk dipertimbangkan, jika tidak ada masalah yang akan muncul, baru pembongkaran dapat dilaksanakan. OHT 4 4

2.6 Pekerjaan Pengukuran No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Uraian Hasil Pemeriksaan Keterangan Tenaga Survey (Juru Ukur) Kondisi Alat Ukur Perlengkapan pengukuran (form, bk ukur, kalkulator) Patok B.M. Buku ukur & Perhitungannya Hasil Pengukuran (gambar & perhitungan koordinat) Request Memenuhi syarat/tidak Memenuhi spek/tidak Lengkap/tidak Ada/tidak Ada/tidak Benar/tidak Ada/tidak TABEL 2 4 OHT. 4 5

BAB III Melaksanakan Evaluasi Kualitas Hasil Pemeriksaan 3.1 Umum Sebagai tindak lanjut pemeriksaan hasil pengecekan ialah melakukan analisis dari temuan hasil pengecekan di lapangan. Kemudian melakukan pengecekan ulang (Cross Check) untuk mendapatkan kebenaran, kelengkapan serta kesempurnaan data yang lebih akurat OHT. 5

3.2 Evaluasi Kualitas Hasil Pemeriksaan Adalah suatu keharusan dari suatu sistem pengecekan pekerjaan setelah diadakan analisa, pengecekan ulang dan lain lain. OHT. 5 1

Bab IV Melaksanakan Pembongkaran Bekisting dan Perancah serta Melakukan Pemeriksaan Kualitas Hasil Kerja 4.1 Umum Setelah proses pembuatan bekisting dan perancah dianggap secara fisik selesai, selanjutnya difungsikan untuk pembuatan beton sesuai gambar kerja 4.2 Pembongkaran bekisting dan perancah Dengan terpenuhi umur teknis beton, sesuai persyaratan teknis, dengan ijin dari Direksi, pembongkaran bekisting dapat dilakukan OHT. 6

4.3 Pemeriksaan Kualitas Hasil Kerja Setelah pembongakaran bekisting dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan umur teknis beton, ijin direksi. Hasil beton yang dihasilkan dapat menunjukan secara teknis, konstruksi bekisting sudah benar, stabilitas dukung, gaya yang muncul dapat diserap oleh bekisting dapat ditolerir dalamb atas keseimbangan pemeriksaan kualitas hasil kerja menunjukan cukup baik. OHT. 6 1

SEKIAN TERIMA KASIH