Noriko Sensei no Otanjoubi

dokumen-dokumen yang mirip
Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

.satu. yang selalu mengirim surat

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

It s a long story Part I

Keluarga 117. Bab 11. Keluarga

[Fanfic] Sebuah gambar aneh menarik perhatianmu. Gambar itu jelek, tapi memiliki sesuatu yang membuatmu penasaran. Cast : Kalian yang membaca~

Belajar Memahami Drama

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

SINOPSIS. Universitas Darma Persada

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

Marwan. Ditulis oleh Peter Purwanegara Rabu, 01 Juni :25

Aku Tidak Mengerti Orang Biasa

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

Alifia atau Alisa (2)

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Bimo, Ra, Kenapa lagi sama calon lakimu itu duhai Syaqilaku sayang? godaku. Ojo ngenyeklah. Hahaha. Iya, iya. Bimo kenapa? Tadi aku nggak sengaja

Butterfly in the Winter

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Sang Pangeran. Kinanti 1

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA?

Air mataku berlinang-linang sewaktu dokter mengatakan

SATU. Plak Srek.. Srek

POLA ASUH MELALUI KOMUNIKASI EFEKTIF AUD. Zumrotus Sholichati PPL PLS UNY

Sejatinya, semua manusia terlahir untuk dua hal, mendapatkan berita terbaik dan terburuk. Berita ini adalah sebuah misteri, ketika mereka terus

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati.

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Bab 1 Once Upon A Time

Pemilik jiwa yang sepi

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

37. Hari Yang Kelabu

Kukatakan kepadamu, seseorang yang

Oleh: Windra Yuniarsih

P A D A M U E M B U N

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

Sudah, kalian jangan bertengkar. Zaky mencoba melerai. Eh Bagaimana kalau kita membuka jasa konsultasi. Sahut Riski.

AZAN PERTAMA DENDY. (Penulis : IDM)

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku)

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

GROUP SULAWESI. Pengalaman Proyek - Darren Quek

vioooooo, udah jam 6 lewat, kamu mau sekolah apa gak sih jerit mama dari dapur ketika mendapati sarapan yang disiapkannya masih rapi di meja makan.

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

BAB I SOSOK MISTERIUS. Vanessa Putri, Vanessa Putri? Bu Ria memanggil nama itu lagi.

Soedjono-Tresno Private High School (STPHS) (I)

Sinar yang Hilang. Ketika Takdir Menyapa 1

- Sebuah Permulaan - - Salam Perpisahan -

2. Gadis yang Dijodohkan

IBU DAN CINTA INT.DI DAPUR TEMPAT IBU MULYADI MEMASAK(PAGI)

Anam Rufisa. Catatan Anak Kelinci. Penerbit. Ana Monica Rufisa

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

No Oedipus Complex Keterangan Dialog dalam novel Halaman Ya Tidak. Kemudian ayah itu, selalu tidak sabar, akan lompat dari kedua orang tua yang tidak

Ruang Rinduku. Part 1: 1

1 Curahan Hati Sebatang Pohon Jati

The Coffee Shop Chronicles

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada

Ayo, minum, katanya seolah mengajaknya ikut minum bersamanya.

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

Kegiatan Sehari-hari

AKU AKAN MATI HARI INI

Hai Cindy selamat ya sudah jadi anak SMU Suara yang sudah tak asing lagi baginya.

Ah sial aku selingkuh!

Untuk ayah.. Kisah Sedih.

ANTARA DENDAM DAN CINTA. Oleh: Sri Rahmadani Siregar

ZEITMASCHINE. Kumpulan Prosa MAS OKIS

Pekerjaan. Menghargai kelebihan orang lain merupakan wujud sikap memiliki harga diri

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.7

Cinta itu bukan tentang diri sendiri tapi tentang dia, yang kau sayangi Cinta itu bukan cinta sebelum kau berani mengungkapkannya

BERCERITA PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA

"Tapi mimpi itu inspirasi. Aku ragu untuk melangkah tanpa aku tau mimpiku."

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Di Unduh dari : Bukupaket.com

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Yaitu Ditra, Dila, Tantri, DITRA.

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

sebenarnya saya terlambat karena saya terlambat bangun, maafin saya Pak, saya sudah berbohong dan terlambat. Pak Guru memukul meja, sambil berkata,

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

RIDHO KURNIAWAN. Aku duduk dengan santai Menunggu apa yang kusukai Menikmati sesuatu yang menenangkan hati Pemberian Ilahi yang tak tertandingi

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Mempraktekkan Ibadah

Kodokhitamputih Dkk. #Cintaitu. Penerbit Kodok Hitam Putih. Nulisbuku.com. Bekerjasama dengan

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

Merdeka di Negeri Impian

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

Kegemaran 15. Bab 2. Kegemaran

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

gelap, dan kalau buat tidur tidak nyaman. Coba aja.

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

Kisah Dari Negeri Anggrek

Sarah mengemas barangnya dengan cemberut. Entah yang keberapa. kalinya Dia harus pindah. Dari Jakarta ke Jogja lalu ke Makassar dan kali ini dia

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar

Tukang Grafir. Dari Kumpulan Cerpen "Keberanian Manusia"

Transkripsi:

Noriko Sensei no Otanjoubi Hendra Di sebuah kota megapolitan Tokyo yang merupakan ibu kota dari negara Jepang alias Nihon atau Nippon, terdapat sebuah sekolah yang cukup megah dan terkenal. Suasana sekolah tersebut totemo nigiyaka (sangat ramai) dan menyenangkan sekali dikarenakan banyaknya jumlah murid dari berbagai kota di Jepang yang membawa ciri khas kedaerahannya (watak individu), dan yang tidak kalah pentingnya adalah adanya sesosok sensei (guru) yang merupakan panutan para koukousei (murid SMA), yaitu Noriko Sensei (Bu Noriko). Suatu hari para koukousei ini dihadapkan dengan sebuah shiken (ujian) oleh gurunya itu. Kore wa nihongo no shiken desu (ini ulangan bahasa Jepang). Ah, anak anak. Mereka begitu majime (tekun) mengerjakan tugas masing masing. Anak anak yang sangat diharapkan ryoushin (orang tua) Dan, ah, lihatlah si Ayumi, gadis kecilnya. Anak itu, yang kini serius itu, kemarin atau entah beberapa hari yang lalu datang ke tempat geshuku (kost)nya. Sensei, saya bingung, katanya begitu pintu di buka. Nani ga aru? (Ada apa?), Fukugo-bun (kalimat majemuk) lagi, ya? godanya. Ah, Sensei, rengeknya manja. Sensei kita membelainya, mengajaknya duduk di kursi plastik merah. Ayumi san, nani ga aru? (Ada apa, sih, nona manis?) Watashi wa sentaku ni mayou (Saya bingung). Mayoimasuka (Bingung apa?) Ayumi diam saja, seolah ragu. Muridnya yang satu ini memang begitu dekat dengannya. Dia anak kelas X-B di Koutou gakkou (SMA) tempatnya mengajar. Sensei, Narita kun ga shitteimasuka? (Ibu tahu si Narita?) tanyanya malu malu. Sejenak Sensei (Bu guru) kita terkejut, tetapi secepat itu pula Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 1

tersenyum, bahkan akhirnya tertawa renyah sekali lewat penuturan gadis kecilnya ini. Oh, alah Ayumi, Ayumi. Dan memang indah yang ingin di utarakan. Narita mengiriminya tegami (surat), sebenarnya bukan surat, hanya kartu kecil bertuliskan sesuatu. Apa, sih maunya, Sensei (Ibu)? tanyanya beberapa saat kemudian. Ayumi san ga hoshigatteiru? Mau Ayumi apa? balik sensei kita sambil tersenyum. Ayumi diam. Lagi, wajahnya tunduk. Sensei (Bu guru) kita tersenyum dalam hati. Kyou wa Nihongo wo shaken suru (Hari ini ulangan bahasa Jepang). Kyou, Ano hitotachi wa sakubun wo tsukuranakerebanarimasen (Hari ini mereka harus membuat sakubun). Sakubun (Karangan) tentang apa saja yang bisa mereka ungkapkan. Mereka harus bisa berkata lewat tulisan. Mereka harus bisa jujur pada diri sendiri dengan kaku (menulis). Ah, anak anak manis. Hari ulang tahun Sensei (Bu guru) kita, dan dia mendapatkan hadiah istimewa: muridnya bisa mengarang dengan tenang. Hari hari di Kyoushitsu (kelas) dilaluinya dengan gairah kerja dan sukaria bersama anak anak itu. Tiga puluh siswa semuanya, dan dia hafal betul seorang demi seorang karena dialah wali kelas mereka. Dari Shizuka, si hazukashigari (pemalu) yang sederhana, anak seorang pengusaha terkenal, sampai arutani si hitam itazurana hito (bandel); dia ketua kelas karena yang paling besar badannya. Dia hafal dan ingat bagaimana tingkah, celetuk, dan canda mereka. Ruang kyoushitsu (kelas) itu hening sekali. Sensei (Bu guru) kita duduk di kursi, di depan mereka. Memandang sudut kiri tempat si Tanaka duduk. Sensei (Bu guru) kita tersenyum ketika melihat Tanaka menggaruk kepalanya karena ketika di garuk sobekan kertas kecil kecil berlompatan dari gumpalan rambutnya yang keriting. Anehnya, Tanaka tak menyadari itu semua. Anak kelahiran sebuah desa kecil di daerah Kyouto (Nama Tempat di Jepang) itu kembali majime (tekun) menuliskan kata katanya. Itu pasti ulah si Azura atau Mori, karena mereka berdualah yang akrab dengan Tanaka. Di sebelahnya duduk Biko. Nama sebenarnya adalah Yamamoto, entah bagaimana asal mulanya namanya berubah menjadi Biko. Ah, rasanya aku Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 2

ingat! kata Sensei (Bu guru) kita. Kalau tak salah nama Biko muncul setelah Otanjoubi (ulang tahun) Shizuka tiga bulan lalu. Waktu itu kawan kawan sekelas diundang datang makan siang. Shizuka mempunyai seekor burung betet yang sudah sangat jinak. Begitu jinaknya, si Betet ini sehingga dibiarkan lepas bebas berjalan jalan di dalam rumah. Pintu sangkarnya yang dari besi itu selalu terbuka lebar sehingga si Betet bisa keluar masuk kapan saja. Tubuh burung itu agak bulat, warnanya Midori (Hijau), paruhnya yang pendek membuat langkahnya menjadi lucu, apa lagi jika diberi makanan dan untuk itu dia buru buru, maka langkahnya jadi kian menggelikan; megal megol seperti entog. Si Betet ini anehnya hari itu tidak mau didekati siapapun, termasuk Shizuka. Tetapi lebih aneh lagi, kepada Yamamoto dia mau, bahkan bertengger manja di pundaknya Lihat, Cuma kepadaku dia mau. Habis, Anatatachi wa mada mizu wo abinai! (kalian belum mandi!) katanya bangga, dan berdiri tegak mirip si buta dari gua hantu. Anak anak dan Sensei (Bu guru) kita tertawa. Ya, sudah karena dia jinak sama kamu, sekalian saja pakai namanya, goda Shizuka sambil tersenyum. Onamae wa? (Siapa namanya?) Tanya Ayumi sengaja memancing tawa. Biko! Gelak tawa memenuhi ruangan besar itu. Yamamoto hanya cengar cengir salah tingkah, sementara si Betet agaknya senang; menjerit jerit dengan suaranya yang parau. Sejak hari itu dia dipanggil Biko. Sensei (Bu guru) kita tersenyum kecil. Sunggingan senyumnya manis sekali. Tetapi secepat itu pula dia telan bulat bulat. Apa jadinya jika ketika itu ada murid muridnya yang tahu dirinya tersenyum seorang diri. Dilihatnya pula si cantik Shizuka agak diganggu oleh bolpoinnya. Beberapa kali digosok gosokkannya bolpoin itu pada kertas. Agaknya tintanya habis. Dia melihat ke kiri dan ke kanan. Pasti cari pinjaman; kata Sensei (Bu guru) Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 3

kita dalam hati. Kemudian didekatinya Shizuka, dipinjamkannya bolpoinnya. Shizuka menerimanya dengan malu malu. Shizuka, Shizuka, ke mana bolpoinmu yang lain, nona manis? Oh, tentu kau pinjamkan pada Ayumi atau si ceking Nobita, biasanya memang mereka yang sering pinjam, kan? Dan kini kau pinjam dariku, Sensei (Bu guru) kita tertawa dalam hati. Shizuka dulu pernah bercerita padanya tentang Kazoku (Keluarga) nya. Dikatakannya bahwa ia tak betah di rumah, dia lebih senag tidur di rumah Sofu (eyang), karena di sana dia bisa tenang dan tenteram tidak kesepian seperti di rumah Ryoushin (orang tua) nya. Shizuka takut sepi? Tanya Sensei (Bu guru) kita waktu itu. Sepi, sih, tidak, sensei (Bu), tap tap tapi Ah, pokoknya enggak enak. Chichi (Ayah) memang sering bicara ketika kami semeja makan, tapi Pokoknya enggak enak! Apa Shizuka enggak bisa cerita dengan santai pada Otousan (Ayah) atau Okaasan (Ibu)? Ya, lagi pula Shizuka harus turut apa kata Chichi (Ayah). Shizuka takut membantah ucapan Otousan (Ayah)? Takut, sih, tidak, tapi Sebenarnya Shizuka kasihan pada Chichi (Ayah). Sensei, Sensei. Kak Suneo sering pergi dan bertengkar dengan Chichi (Ayah), karenanya Chichi (Ayah) sering Byouki (sakit), Sensei (Bu). Tapi! Sensei (Ibu) tahu, Shizuka sayang pada Otousan (Ayah), dan Otousan (Ayah) juga sayang pada Shizuka dan Kak Suneo, hanya Shizuka belum mengerti benar apa yang Otousan maksudkan. Yang penting Shizuka jangan melawan apalagi bertengkar seperti Kak Suneo. Sensei (Ibu) sarankan sekali sekali ajak Otousan (Ayah) Ryokou suru (bertamasya). Uuh, mana pernah sempat! Berangkat kerja bareng dengan Shizuka, pulang kerja sering kali sudah jam sepuluh malam. Nichiyoubi wa yakusoku ga aru (Hari minggu ada urusan), Doyoubi mo yakusoku ga aru (Hari sabtu juga ada urusan). Haha (Ibu) juga begitu. Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 4

Sensei (Bu guru) kita diam, seolah Shizuka adalah dirinya di masa lalu. Tentu saja Sensei no Ryoushin (Orang tua Bu guru) kita tak sekaya orang tua Shizuka. Dulu Sensei (Bu guru) kita juga mengalami hal seperti itu. Tak ada tempat mencurahkan perasaan hati selain si Popy, bonekanya. Mainichi (Setiap hari), apalagi jika Yasumi no Hi (Hari libur), Ichinichijuu (sepanjang hari) Sensei (Bu guru) kita bermain dengan si Popy. Hanashi wo suru (Bercerita), Uta wo Utau (menyanyi), Naku (menangis), Warau (tertawa), semuanya hanya Popy yang tahu. Sejak saat itu, Sensei (Bu guru) kita membangun dunianya sendiri, dunia yang akrab tanpa banyak kata kata terhambur; dunia kesendirian yang tenang. Nilai nilaimu bagus, tes IQ-mu memuaskan; Ayah sarankan kamu masuk Igaku (kedokteran). Padahal waktu itu dia baru saja lulus Chuugakkou (SLTP). Itu artinya Sensei (Bu guru) kita di Koutougakkou (SMA) harus lebih giat belajar supaya kelak bisa menjadi Isha (dokter). Tetapi apa hendak dikata, ujian saringan perguruan tinggi saran Chichi (Ayah). Ia tidak meluluskannya; dan Sensei (Bu guru) kita gembira, tetapi sekaligus sedih, karena melihat Chichi (Ayah) begitu terpukul. Ayah katanya suatu malam, boleh Noriko bicara? Sensei kita, waktu itu, melihat wajah pipinya berubah. Wajah itu seolah tak percaya bahwa yang berbicara di depannya adalah Kodomo (anak) nya, Kodomo (anak) nya yang nomor dua, Noriko! Sorot mata Ayah lain sekali. Jika selama ini Chichi (Ayah) menganggap anaknya anak bawang, kini Chichi (Ayah) terkejut melihat kenyataan anaknya telah gadis dan berani berbicara seperti itu. Tentu, kamu mau bicara apa? kata papi lembut sekali. Dan semuanya begitu lancar terurai, meluncur lewat lima tahun lalu. Kini Sensei kita tengah menghadapi murid muridnya ulangan. Kini Sensei kita tengah menikmati dunia yang sedikit demi sedikit dibangunnya itu. Dunia yang penuh dengan bunga bunga yang mulai bermekaran, ceria, nakal, dan ah, anak anak. Shizuka manis, kau juga pernah bilang pada sensei bahwa kau ingin jadi insinyur lapangan terbang, seperti oom, ah, siapa oom-mu yang sering kau ceritakan itu? Ah, sudahlah! Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 5

Sudah selesai? Tanya Sensei kita memecah keheningan. Kelas pecah, keluhan meletup di sana sini. Gelisah mulai menggeliat di siang itu. Baik, Sensei (Ibu) beri waktu lima menit lagi. Huuuu! Itu pasti suara Tanaka. Sensei hanya tersenyum kecil. Si kriting krupuk itu, begitulah kawan kawan sekelas menjulukinya, memang selalu begitu. Padahal, seringkali dia sudah selesai mengerjakan tugasnya. Baik kumpulkan! perintah sensei kita tegas, lima menit kemudian. Tak ada suara. Marutani dengan cekatan mengumpulkan kertas ulangan dan menumpukkan di meja. Kyoushitsu (Ruang kelas) kembali sunyi. Sensei kita agak heran melihat seolah menunggu sesuatu. Kalian boleh pulang! Perintahnya sambil masih memandangi murid muridnya. Seisi Kyoushitsu (Ruang Kelas) hanya tersenyum, sambil saling pandang sesama mereka. Nani ga Aru? (Ada apa?) Sensei kita tersenyum heran. Kemudian mengemasi kertas ulangan. Terbaca olehnya judul karangan milik Ayumi Watashi no Sensei no Otanjoubi. (Hari ulang tahun buguru ku) Kyoushitsu (Ruang kelas) mulai hidup oleh gelak gelak kecil tawa mereka. Lembar kedua dibacanya, Otanjoubi (Ulang tahun) nih, Yea Tulisan Tanaka. Kyoushitsu (Ruang Kelas) makin hidup. Sensei gugup, segera dibacanya lembar lembar ulangan itu, dan, ya, Tuhan! Semua bertuliskan Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya Bu guru kami,bu guru kami dan bahagia.. Mereka bernyanyi dan bertepuk tangan. Di luar sana tak ada hujan, bahkan mendungpun tidak, tetapi Noriko Sensei, pipinya basah, matanya pun dibanjiri oleh mutiara mutiara kristal. Tugas Media Pembelajaran Bahasa Jepang 6