Mekanisme Debt-for-Nature Swap

dokumen-dokumen yang mirip
for-nature and Development Swaps: Peluang Penerapannya di Indonesia

DEBT FOR NATURE SWAPT. By: Dewi Triwahyuni

BAB I PENDAHULUAN. sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/17/ PBI/ 2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang melanda sejak pertengahan tahun menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami

Akuntansi Pajak Atas Liabilitas (Kewajiban)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Chapter 8 FINANCIAL RISK MANAGEMENT. By MAHSINA, SE, MSI

I. PENDAHULUAN. B. Belanja Negara (triliun Rupiah)

2016, No /17/PBI/2013 tentang Transaksi Swap Lindung Nilai Kepada Bank Indonesia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Ban

analisis perbandingan dan pertimbangan terhadap indikator-indikator

I. PENDAHULUAN. perubahan yang menakjubkan ketika pemerintah mendesak maju dengan

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang sehingga perekonomian

BAB 3 TRANSAKSI MATA UANG ASING

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode

BAB 1 PENDAHULUAN. krisis moneter yang telah melumpuhkan perekonomian di Indonesia sehingga

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1

Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSAKSI MATA UANG ASING MATERI AKL 1, RABU 25 DESEMBER 2013

FOREIGN CURRENCIES TRANSLATIONS

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN. pada bab ini dapat dikemukakan beberapa kesimpulan, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan ekonomi internasional yang semakin

I. PENDAHULUAN. Kemunduran perekonomian dunia selama beberapa tahun mengakibatkan

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

V. GAMBARAN UMUM. 5.1 Gambaran Umum Mengenai Pasar Modal Indonesia. Bursa Efek merupakan lembaga yang menyelenggarakan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA,

MANAJEMEN PERKREDITAN

BAB IX KONTROVERSI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) & UTANG LUAR NEGERI (ULN)

PENETAPAN KUALITAS KREDIT PROSPEK USAHA. Kegiatan usaha menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat terbatas atau tidak mengalami pertumbuhan.


TRANSAKSI DENGAN MATA UANG ASING

RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan perekonomian suatu negara tidak terlepas dari peran perbankan dan

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar

PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian di Indonesia. Fluktuasi kurs rupiah yang. faktor non ekonomi. Banyak kalangan maupun Bank Indonesia sendiri yang

LAPORAN BULANAN PT Pegadaian (Persero)

BAB I PENDAHULUAN. kondisi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) selalu mengalami budget

30 Juni 31 Desember

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk DENGAN MENGGUNAKANMETODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)

PERKEMBANGAN DAN VOLATILITAS NILAI TUKAR RUPIAH

Materi 7 MANAJEMEN EKSPOSUR TRANSAKSI.

BAB I PENDAHULUAN. Sistem keuangan di negara-negara Asia mengalami perubahan yang berarti

PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING LATAR BELAKANG

BAB I. Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Negara. Sesuai dengan Pasal 1 Undang-

LAPORAN SEMESTER I Jakarta, 30 Agustus 2010, PT Timah (Persero) Tbk hari ini melaporkan kinerja Perseroan pada semester pertama 2010

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 12/ 11 /PBI/2010 TENTANG OPERASI MONETER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PRESTIGIO. Ketenangan hidup dimulai dari perencanaan keuangan yang komprehensif dan fleksibel

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 5 /PBI/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 12/11/PBI/2010 TENTANG OPERASI MONETER

menggunakan asumsi bahwa penghitungan jumlah laba rugi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN Hubungan Nilai Tukar Riil dengan Indeks Harga Saham Gabungan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa pengaturan tata cara

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

BAB I PENDAHULUAN. konsisten, perekonomian dibangun atas dasar prinsip lebih besar pasak dari pada

BAB I Pendahuluan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada keputusan yang

KONSEP dan TRANSAKSI MATA UANG ASING

MANAJEMEN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Riska Rosdiana SE., M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen

AKUNTANSI PEMERINTAHAN SOAL PERSAMAAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN

BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

KRISIS EKONOMI DI INDONESIA MATA KULIAH PEREKONOMIAN INDONESIA

Cost of Capital & Capital Structure

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 12/ 1 /PBI/ 2010 TENTANG PINJAMAN LUAR NEGERI PERUSAHAAN BUKAN BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. tidak luput dari risiko. Semua aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan sangat

No Restrukturisasi Perbankan, Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan tentang Penanganan Permasalahan Solvabilitas Bank Sistemik, Peraturan Lembaga

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. 2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik Bank Indonesia 3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No.

BAB I PENDAHULUAN. Hutang luar negeri Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang.

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa, investasi yang dapat meningkatkan barang modal,

BAB I PENDAHULUAN. Setiap negara memiliki mata uang yang menunjukkan harga-harga barang dan

I. PENDAHULUAN. 1997/1998 merupakan tahun terberat. Berawal dari krisis nilai tukar yang terjadi

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

Transkripsi:

Mekanisme Suatu Pendekatan Keuangan Inovatif untuk Meringankan Beban Pemerintah dan Swasta dalam Restrukturisasi Utang Luar Negeri Disampaikan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup/ Kepala Bappedal Oleh: NRM/EPIQ Group Gedung Ratu Plaza, Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jakarta Telp. 720-9596, Fax. 720-4546 Pengertian Sederhana Suatu mekanisme restrukturisasi utang luar negeri yang bertujuan untuk meringankan beban debitur (baik pemerintah maupun swasta) dengan memanfaatkan sumberdaya domestik Secara bersamaan, mekanisme ini dapat menggalang dana tambahan (additional fund) yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan konservasi dan pembangunan sosial

Manfaat I. Debitur (Pemerintah dan Swasta) Utang dikonversi ke dalam mata uang rupiah Arus kas terbantu karena pembayaran utang dalam jangka waktu yang lebih panjang Mendapatkan manfaat non-uang lainnya II. Kreditur Mendapatkan kembali piutang bermasalah dalam mata uang hard currency (dolar AS) Manfaat pajak dan publisitas serta manfaat non-uang lainnya karena mendukung kegiatan pelestarian alam III. Pemerintah sebagai Penyelenggara Negara Membantu restrukturisasi utang Mengurangi beban devisa terhadap neraca pembayaran Mengurangi ketergantungan pendanaan konservasi dari sumber APBN IV. Ekosistem dan Sekitarnya Tersedianya dana tambahan (additional fund) untuk kegiatan pelestarian alam Pelestarian alam berkelanjutan membawa manfaat tak ternilai harganya bagi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan manusia

Keunggulan Mekanisme dalam Restrukturisasi Utang Komersil Pemerintah dan Swasta Komponen Keunggulan Transaksi Keuntungan Masa Restrukturisasi Denominasi Mata Uang Pinjaman Tingkat Suku Bunga Masa pembayaran kembali utang dalam jangka waktu yang lebih panjang Berubah menjadi mata uang rupiah (local currency) Tergantung pada negosiasi dan kondisi ketahanan debitur Arus kas dapat dikelola lebih baik Tidak menghadapi resiko fluktuasi nilai tukar Mengurangi beban neraca rugi laba Transaksi dalam Restrukturisasi Utang Komersil Pemerintah dan Swasta: Kasus US$20 Juta Kreditur Asumsi: Debt purchase diskon 25% Redemption price diskon 10% Tahap 1 $15 Juta Utang $20 Juta Fasilitator transaksi $18 Juta KEHATI/ Fasilitator $18 Juta Tahap 3 Kegiatan Pelestarian Alam/Pembangunan Sosial Tahap 2 Debitur

Restrukturisasi Utang Konvensional dan : Kasus US$20 Juta Utang Komersil Pemerintah dan Swasta Komponen Satuan Konvensional Debt-for- Nature Swap Nilai Pokok Utang Juta Dollar AS 15 15 Tunggakan Bunga Berjalan Juta Dollar AS 5 5 Jumlah Utang Bermasalah Juta Dollar AS 20 20 Diskon terhadap: Tunggakan Bunga Berjalan Total Nilai Utang Jumlah Utang Setelah Didiskon % 30 - % - 10 Juta Dollar AS 18,5 18 Nilai Tukar Rupiah/Dollar AS Rupiah 8,000 8,000 Jumlah Utang dalam Rupiah Miliar Rupiah - 144 Suku Bunga SIBOR 3 Bulan % 6.7983 - SBI 1 Bulan % - 13.6200 Premi Resiko % 2.5000 - Total Suku Bunga Berlaku % 9.2983 13.6200 Jangka Waktu Utang Tahun 3 7 Waktu Pembayaran Tahun Semester Semester Restrukturisasi Utang Konvensional dan : Kasus US$20 Juta Utang Komersil Pemerintah dan Swasta 70.00 Billion Rupiah 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 - Manfaat 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Payment Period Conventional DNS

terhadap Utang Bilateral Pemerintah: Kasus Peru dengan Pembatalan US$100 Juta Pemerintah Swis US$ 100 Juta dibatalkan Pemerintah Peru Mata uang lokal setara US$25 Juta Fenompe Restrukturisasi Utang Bilateral Pemerintah: Kasus Akumulatif sebesar US$500 Juta Beberapa Negara Kreditur US$500 Juta dibatalkan Pemerintah Indonesia Mata uang rupiah setara US$250 Juta Kegiatan Konservasi dan Pembangunan Sosial

Mekanisme Keuangan Inovatif Lainnya untuk Menggalang Dana Tambahan Lingkungan Kemitraan (Partnership) Carbon Offset Mechanism Mekanisme Dana Abadi Lingkungan (Environmental Trust Fund Mechanisms) Mobilisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Sumberdaya Alam (Natural Resources Based Non- Tax State Revenues) Kesimpulan dan Rekomendasi Kesimpulan Walaupun mekanisme bukan solusi terhadap krisis utang Indonesia, namun ia dapat dijadikan pendekatan inovatif untuk meningkatkan dana tambahan bagi kegiatan pengelolaan lingkungan Rekomendasi Pemerintah perlu mempelajari kemungkinan penerapan mekanisme sebagai pendekatan inovatif restrukturisasi utang