PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA DAN MENULIS TEKS PERCAKAPAN UNTUK SISWA KELAS V SD ARTIKEL OLEH SITI NURHASANAH NIM

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS KREATIF CERPEN UNTUK SISWA SMA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS CERPEN DENGAN MEMANFAATKAN UNGKAPAN PROSES KREATIF SASTRAWAN

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN MEMBACA KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BAHASA JAWA DENGAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER I

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS CERPEN DENGAN KONVERSI TEKS UNTUK SISWA KELAS VII SMP

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN. prosedur pengembangan Borg dan Gall. Adapun langkah-langkah yang digunakan

BAB I PENDAHULUAN. khususnya bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang penting dan

ANGKET PENILAIAN MODUL MATEMATIKA PROGRAM BILINGUAL PADA MATERI SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN PMRI UNTUK SISWA SMP KELAS VII SEMESTER GENAP

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERMUATAN KARAKTER PADA MATERI JURNAL KHUSUS

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

07. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menulis. Menurut Tarigan (2008:21) Proses menulis sebagai suatu cara. menerjemahkannya ke dalam sandi-sandi tulis.

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN SAMPUL... i. PENGESAHAN KELULUSAN... ii. PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... iii. MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv. SARI...

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK TEMA INDAHNYA KEBERSAMAAN KELAS IV SD SEMESTER I

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA DAN MENULIS NASKAH DRAMA TERINTEGRASI SISWA SMP/MTs KELAS VIII

HUBUNGAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN NASKAH DRAMA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 PADANG

Nikmatu Rohma Universitas Negeri Malang

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMAHAMI CERPEN DENGAN ADAPTASI STRATEGI SQ3R UNTUK SISWA KELAS X SMA

TELAAH BAHAN AJAR KETERAMPILAN MENULIS DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS VII

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pengembangan sumber belajar IPS dengan bentuk brosur. Hasil penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa(SMPLB D)

BAB III METODE PENELITIAN

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA

KESESUAIAN ISI DAN BAHASA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VIII TERBITAN KEMDIKBUD. Oleh

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB III METODE PENGEMBANGAN. experiential learning ini termasuk ke dalam jenis penelitian Research and

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum pembelajaran diartikan sebagai suatu sistem yang di

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI SEKOLAH DASAR

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. juga menggunakan metode Research and Development yaitu metode penelitian

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS V SEMESTER

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU BERJENDELA SEBAGAI PENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA MATERI JURNAL KHUSUS

PENGEMBANGAN LKS KIMIA BERBASIS MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS FABEL DENGAN MACROMEDIA FLASH BAGI SISWA SMP

HUBUNGAN KETERAMPILAN MEMAHAMI TEKS CERITA PENDEK DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA SEMEN PADANG

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK UNTUK KELAS X SMAN 10 MALANG

33. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB A)

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS III SEMESTER 2

35. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB-E)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI UNTUK SISWA SMP KELAS VIII BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF

32. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunanetra (SDLB-A)

Pengembangan Bahan Ajar Teks Anekdot Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelas X. Sri Utami 1

LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI

KISI-KISI LEMBAR PENILAIAN AHLI MATERI

TELAAH ISI DAN BAHASA BUKU MAHIR BERBAHASA INDONESIA KELAS VIII TERBITAN YUDHISTIRA. Oleh

BAB I PENDAHULUAN. budayanya dan budaya orang lain, serta mengemukakan gagasan dan

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI SISWA SMP/MTs

33. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunarungu (SDLB B)

Ika Santia 1, Jatmiko 2 Pendidikan matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri 1 2.

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)

I. PENDAHULUAN. emosional peserta didik. Bahasa juga merupakan penunjang keberhasilan dalam. memelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pada

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XIII, No.2, Tahun 2015 Fidya Rizka Anggraeni & Sumarsih 14-22

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Tahun 2012

31. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

PENGEMBANGAN BUKU INTISARI MATEMATIKA JENJANG SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI ASPEK KELAYAKAN ISI, PENYAJIAN, BAHASA, DAN KEGRAFIKAN

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru Tahun 2012

Dina Merdeka Citraningrum. Pengembangan Bahan Ajar... Halaman Volume 1, No. 2, September 2016

III. METODOLOGI PENELITIAN. dan pengembangan. Menurut Sugiyono (2010), metode penelitian dan pengembangan

KELAYAKAN ISI DAN BAHASA PADA BUKU TEKS BUPENA BAHASA INDONESIA KELAS VII. Oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) mempunyai

JURNAL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS KREATIF NASKAH DRAMA BERBASIS KONTEKSTUAL SISWA KELAS VIII MTSN NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN TERTULIS UNTUK PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI SMA. Oleh

34. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunarungu (SMALB B)

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada hakikatnya, belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi.

LAMPIRAN SKRIPSI PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK SISWA KELAS VIII SMP

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MEMBACA KRITIS UNTUK SISWA SMA/SMK KELAS X DAN XI

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN MODUL DALAM MATA KULIAH BAHASA INGGRIS DI APB PONTIANAK ARTIKEL PENELITIAN.

Dienda Nurmaisitha *1 Sudarsini *2

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS EKSPOSISI BERBASIS STRATEGI PEMODELAN UNTUK SISWA KELAS X SMA

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan bagi perkembangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. SMA mencakup beberapa prosedur pengembangan. Langkah-langkah. pengembangan bahan ajar adalah sebagai berikut:

PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA WACANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS 7 SMP

PENGEMBANGAN KIT PEMBELAJARAN DENGAN LKS MENGGUNAKAN LANGKAH 5M UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI SISTEM REGULASI MANUSIA KELAS XI SMAN 1 PAKEL TULUNGAGUNG

PENGEMBANGAN KAMUS BERGAMBAR BERWAWASAN CINTA INDONESIA BERBASIS APLIKASI ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA PENUTUR ASING

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBEJARAN BONEKA KAUS KAKI BERBASIS LESSON STUDI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. lancar. Keterampilan membaca memiliki peranan yang sangat penting. Dalam

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBANTUAN KOMPUTER (CAI) FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING FISIKA SISWA KELAS X

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Sebagai bahasa negara, BI dapat

2015 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS

KETUNTASAN KELULUSAN MINIMAL (KKM)

SILABUS BAHASA JAWA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR JAWA TENGAH

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMA KELAS X ABSTRACT PENDAHULUAN

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI

BAB I PENDAHULUAN. peranan penting yang sangat strategis karena memberikan bekal kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) ruang lingkup penelitian, dan (5)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERPIDATO UNTUK SISWA SMP/MTs. Sriwijayanti *

BAB I PENDAHULUAN. lain-lain. Ketrampilan berbahasa (atau language atrs, language skills) dalam

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN )

BAB I PENDAHULUAN. ditentukan dari proses pembelajaran tersebut. Berbagai mata pelajaran diajarkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA DAN MENULIS TEKS PERCAKAPAN UNTUK SISWA KELAS V SD ARTIKEL OLEH SITI NURHASANAH NIM 107211402893 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA JURUSAN SASTRA INDONESIA PRODI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH AGUSTUS 2012

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA DAN MENULIS TEKS PERCAKAPANAN UNTUK SISWA KELAS V SD Oleh Siti Nurhasanah 1 Dawud 2 Nurhadi 3 E-mail: chiko_sweetz@yahoo.com Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang Nomor 5 Malang Abstract: This study is aimed to upgrade the content, language presentation, and the features of reading and writing conversation text learning materials for the fifth graders of Elementary School. The research method that is employed in this study is taken from research method adaptation from Borg and Gall. The learning materials used in this study have been tested by the experts, practitioners, and students. The result of learning material test shows that reading and writing conversation text learning materials are feasible to be used as a means to support the learning process. Therefore, the learning materials employed in this study can be used in learning process. Keywords: the development learning material, reading and writing, conversation text. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengembangkan isi, penyajian, bahasa dan tampilan bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan untuk kelas lima sekolah dasar (SD). Prosedur penelitian ini menggunakan metode penelitian adaptasi Borg dan Gall. Bahan ajar ini diuji cobakan kepada ahli, praktisi, dan siswa. Hasil dari uji coba bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran membaca dan menulis teks percakapan. Jadi, disimpulkan bahan ajar ini dapat digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, membaca dan menulis, teks percakapan. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa Indonesia dipelajari untuk menjadikan siswa terampil berbahasa Indonesia. Dawud (2008:43) mengemukakan pembelajaran kebahasaan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan penggunaan bahasa. Pembelajaran kemampuan berbahasa mencangkup aspek keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. 1 Siti Nurhasanah adalah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM). Artikel ini diangkat dari Skripsi Sarjana Pendidikan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang, 2012. 2 Dawud adalah Dekan dan Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 3 Nurhadi adalah Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Keempat keterampilan tersebut diajarkan pada semua jenjang, baik SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA. Di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdapat standar kompetensi membaca dan menulis. Standar kompetensi tersebut diharapkan agar semua peserta didik mampu membaca dan menulis secara baik dan kreatif sehingga menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi banyak kalangan. Pada kenyataannya, keempat aspek dalam kegiatan belajar-mengajar belum maksimal, khususnya pada pembelajaran keterampilan membaca dan menulis. Nurhadi (2009) mengartikan membaca sebagai proses pengolahan bacaan secara garis kritis-kreatif yang dilakukan pembaca untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bacaan itu, yang diikuti oleh penilaian terhadap kadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Membaca adalah proses pengolahan pemahaman yang melibatkan banyak hal untuk memperoleh pengetahuan dan informasi. Berdasarkan pengertian membaca di atas, dapat diketahui ternyata manfaat membaca banyak sekali. Rahim (2007:1) mengemukakan bahwa masyarakat yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang. KTSP memuat standar kompetensi membaca dan menulis. Kompetensi tersebut memuat dua Standar Kompetensi (SK), yaitu (1) memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata per menit, dan membaca puisi, dengan Kompetensi Dasar (KD) membaca teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat dan (2) mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis, dengan KD menulis dialog sederhana antara dua atau tiga tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya. Membaca teks percakapan termasuk membaca nyaring. Seperti yang dikemukakan Rahim (2007:123) membaca nyaring dibutuhkan untuk siswa karena membantu siswa memperoleh fasilitas menyimak, memerhatikan sesuatu secara lebih baik, memahami suatu cerita, mengingat terus-menerus pengungkapan katakata, serta mengenali kata-kata baru yang muncul dalam konteks lain. Membaca nyaring ialah membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat untuk menambah kosakata bagi pembaca dan pendengar serta mempermudah pendengar dalam menangkap informasi yang disampaikan oleh pembaca. Selain membaca, keterampilan penting yang harus dikuasai ialah kegiatan menulis. Menulis adalah proses menuangkan ide, pikiran, perasaan dan kemauan dalam bentuk tulisan menggunakan pilihan kata dan bahasa yang baik. Keterampilan membaca dan menulis sangat erat dan berkesinambungan. Berdasarkan observasi peneliti yang dilakukan di SD Negeri Pandanwangi 4 Malang, pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis teks percakapan menghasikan tiga temuan, yaitu (1) hasil angket prapengembangan siswa menunjukkan bahwa sebagian siswa kesulitan memahami materi membaca dan menulis teks percakapan, (2) bahan bacaan siswa terbatas pada buku pedoman bahan ajar dan Lembar Kerja Siswa (LKS) belum memenuhi ketercapaian pemahaman unsur teks percakapan, dan (3) hasil angket guru mata pelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa bahan pembelajaran siswa belum cukup.

Berdasarkan masalah dan temuan di atas, perlu disusun sebuah bahan ajar yang mampu mengitegrasikan keterampilan membaca dan menulis teks percakapan. Melalui bahan ajar, guru dan siswa mendapatkan pedoman materi pembelajaran yang meliputi teori, latihan, dan evaluasi sesuai kompetensi dasar yang dikembangkan. Peneliti akan menghasilkan suatu produk berupa bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan dalam bentuk cetak. Bahan ajar difokuskan pada materi keterampilan membaca dan menulis teks percakapan yang diintegrasikan. Bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan sumbangan penuh terhadap kegiatan pembelajaran berbasis mandiri dan mempermudah siswa dalam mencapai kompetensi. Penyusunan bahan ajar ini menggunakan metode pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall (1983:775). Metode pengembangan terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap prapengembangan/perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap revisi produk. Model pengembangan ini dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan sesuai dengan prosedur. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan bahan ajar yang meliputi (1) pengembangan isi, (2) pengembangan penyajian, (3) pengembangan bahasa, dan (4) pengembangan tampilan bahan ajar Cakap Membaca dan Menulis Teks Percakapan untuk Siswa Kelas V SD. Bahan ajar yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran membaca dan menulis teks percakapan. METODE Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall (1983:775). Metode pengembangan terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi produk. Prosedur penelitian yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall tersebut diuraikan sebagai berikut. (1) Prosedur tahap prapengembangan atau perencanaan, dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan perencanaan penelitian. Pengumpulan informasi awal dilakukan dengan menyebar angket untuk siswa dan guru berkaitan dengan pembelajaran membaca dan menulis teks percakapan. Hasil pengisian angket tersebut disimpulkan dan digunakan untuk menyusun bahan ajar yang dikembangkan dan membuat spesifikasi produk yang memuat isi, penyajian, bahasa dan tampilan bahan ajar; (2) Tahap pengembangan, dilakukan dengan menulis identitas yang terdapat dalam bahan ajar, menuliskan materi bahan ajar yang dikembangkan; (3) Tahap uji coba, dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji ahli materi dan pembelajaran, praktisi dan siswa yang dilakukan secara berurutan dan (4) Tahap revisi produk, dilakukan untuk menyempurnakan bahan ajar berdasarkan hasil angket uji coba beserta komentar dan saran. Uji coba produk dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji ahli, uji praktisi, dan uji siswa. Uji ahli dilakukan kepada dosen ahli materi dan pembelajaran, yaitu Dr. Roekhan, M.Pd, uji praktisi kepada guru Bahasa Indonesia, yaitu Nuryati, S.Pd, dan uji coba lapangan kepada siswa, yaitu 15 siswa kelas V SD Negeri Pandanwangi 4. Uji coba bahan ajar dilakukan di SD Negeri Pandanwangi 4 Malang pada tahun 2012.

Instrumen prapengembangan dan uji coba berupa angket. Angket yang digunakan ada lima macam, yaitu (1) angket prapengembangan untuk guru, (2) angket prapengembangan untuk siswa, (3) angket uji ahli materi dan ahli pembelajaran, (4) angket uji praktisi, dan (5) angket uji siswa. Angket merupakan suatu daftar pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab oleh validator dan subjek uji coba yang menjadi sasaran dari questionnaire tersebut (Slameto, 2001:128). Angket uji coba diarahkan untuk mengungkap komponen isi, penyajian, bahasa dan tampilan dalam bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan. Angket diberikan kepada (a) ahli materi dan ahli pembelajaran, (b) angket uji praktisi (guru Bahasa Indonesia) dan (c) uji siswa sebagai panduan uji coba produk bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan sebelum produk direvisi. Data yang dikumpulkan dalam uji coba bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan ini berupa data kualitatif. Data kualitatif tersebut berupa data verbal tulis dan lisan. Data verbal lisan berupa komentar, saran, dan informasi hasil wawancara. Data verbal tulis berupa hasil uji coba bahan ajar terhadap uji ahli, uji praktisi, dan uji siswa dari hasil pengisian skor pada angket. Data verbal diperoleh dari hasil prapengembangan untuk merumuskan spesifikasi produk bahan ajar dan data uji coba untuk memperbaiki komponen isi, penyajian, bahasa, dan tampilan bahan ajar. Data ini digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi dan menilai tingkat keefektifan isi, penyajian, bahasa, tampilan produk bahan ajar. Data hasil penelitian harus dianalisis menggunakan teknik analisis data. Teknik analisis merupakan alat untuk menjawab rumusan masalah berdasarkan data yang sudah diperoleh. Teknik analisis data menurut Sugiyono (2007:337) adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan angket tersebut diperoleh data hasil uji coba. Dari data tersebut diperoleh penilaian dari masing-masing komponen dalam angket. Penilaian dari angket berupa skor nilai antara 4 sampai 1. Data tersebut kemudian dianalisis ke dalam bentuk presentase 85%-100% mendapat kualifikasi sangat layak, 75%-84% mendapat kualifikasi layak, 55%-74% mendapat kualifikasi cukup layak, dan <54% mendapat kualifikasi kurang layak. Sesuai komponen dalam angket uji coba kemudian dipaparkan secara deskripsi. Aspek pada tiap bahan ajar yang mendapat kategori 4, termasuk hasil kualifikasi tergolong sangat layak dengan implementasi. Aspek pada tiap bahan ajar yang mendapat kategori 3, termasuk hasil kualifikasi tergolong layak dengan implementasi. Aspek pada tiap bahan ajar yang mendapat kategori 2, termasuk hasil kualifikasi tergolong cukup layak dengan revisi. Aspek pada tiap bahan ajar yang mendapat kategori 1, termasuk hasil kualifikasi tergolong kurang layak dengan revisi. HASIL PENGEMBANGAN Hasil penelitian ini sejalan dengan rumusan tujuan, yaitu (1) pengembangan isi bahan ajar, (2) pengembangan penyajian bahan ajar, (3) pengembangan bahasa bahan ajar, dan (4) pengembangan tampilan bahan ajar. Uji kelayakan bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan dilakukan melalui tiga tahap uji, yakni (1) uji coba dengan ahli materi dan pembelajaran, (2) uji coba dengan guru Bahasa Indonesia, dan (3) uji coba dengan siswa. Hasil analisis

difokuskan pada komponen isi bahan ajar, penyajian bahan ajar, bahasa bahan ajar dan tampilan bahan ajar. Bahan ajar dari segi pengembangan isi, penyajian, bahasa, dan tampilan bahan ajar sebelum melalui tahap uji coba, telah disusun untuk kelas V SD. Setelah dilakukan uji coba, terdapat beberapa aspek yang perlu untuk direvisi. Aspek-aspek yang dicermati melalui uji coba ahli, praktisi,dan siswa adalah komponen isi bahan ajar, penyajian bahan ajar, bahasa bahan ajar, dan tampilan bahan ajar. Berdasarkan uji coba, keempat aspek hasil uji coba adalah sebagai berikut. Isi Bahan Ajar Hasil analisis pengembangan isi terhadap uji ahli materi dan ahli pembelajaran pada aspek kesesuaian SK dan KD mendapatkan hasil uji baik dengan skor 4, aspek kecukupan latihan mendapat hasil baik dengan skor 3, aspek kedalaman materi mendapat hasil uji baik dengan skor 3 dan aspek ketepatan materi yang diajarkan dengan tingkat kematangan siswa mendapat hasil uji baik dengan skor 4. Semua aspek dari pengembangan isi bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik. Pengembangan isi bahan ajar dikatakan sangat layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek pada pengembangan isi bahan ajar yang perlu diperbaiki. Aspek yang harus direvisi adalah kecukupan latihan dan kedalaman materi. Hasil analisis pengembangan isi terhadap uji praktisi pada aspek kesesuaian SK dan KD mendapatkan hasil uji baik dengan skor 4, aspek kecukupan latihan mendapat hasil baik dengan skor 4, aspek kedalaman materi mendapat hasil uji baik dengan skor 3 dan aspek ketepatan materi yang diajarkan dengan tingkat kematangan siswa mendapat hasil uji baik dengan skor 4. Semua aspek dari pengembangan isi bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik dan secara keseluruhan aspek sangat layak. Meskipun termasuk dalam kategori sangat layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek pada pengembangan isi bahan ajar perlu diperbaiki. Aspek yang harus diperbaiki adalah kedalaman materi. Hasil analisis pengembangan isi terhadap uji siswa pada aspek latihanlatihan dalam bahan ajar sangat menarik untuk diikuti mendapatkan hasil uji baik dengan skor 3, aspek soal-soal yang terdapat dalam bahan ajar sangat menarik untuk diikuti mendapat hasil baik dengan skor 3, Pada aspek judul buku ajar sudah sesuai dengan isi bahan ajar mendapat hasil uji baik dengan skor 3, aspek pentunjuk penggunaan bahan ajar dapat memberikan motivasi untuk membantu tergerak membaca dan mempelajarinya mendapat hasil uji baik dengan skor. Semua aspek dari pengembangan isi bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji yang baik dan secara keseluruhan aspek layak. Meskipun termasuk dalam kategori layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek pada pengembangan isi bahan ajar perlu diperbaiki. Aspek yang harus diperbaiki adalah soal-soal yang terdapat dalam bahan ajar sangat menarik. Penyajian Bahan Ajar Hasil analisis pengembangan penyajian terhadap uji ahli materi dan ahli pembelajaran pada aspek ketepatan dalam pengelompokan materi mendapatkan

hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan urutan penyajian materi mendapat hasil baik dengan skor 4, aspek kecukupan latihan mendapat hasil uji baik dengan skor 3 dan aspek ketepatan dalam menciptakan situasi pembelajaran yang pakemi mendapat hasil uji baik dengan skor 3. Semua aspek dari pengembangan penyajian bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji yang baik dan secara keseluruhan aspek sangat layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek yang harus diperbaiki adalah ketepatan dalam menciptakan situasi pembelajaran yang pakemi dan kecukupan latihan. Hasil analisis pengembangan penyajian terhadap uji praktisi pada aspek ketepatan dalam pengelompokan materi mendapatkan hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan urutan penyajian materi mendapat hasil baik dengan skor 4, aspek kecukupan latihan mendapat hasil uji baik dengan skor 4 dan aspek ketepatan dalam menciptakan situasi pembelajaran yang pakemi mendapat hasil uji baik dengan skor 3. Semua aspek dari pengembangan penyajian bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik dan secara keseluruhan aspek sangat layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek pengembangan penyajian bahan ajar perlu diperbaiki. Aspek yang harus diperbaki adalah ketepatan dalam menciptakan situasi pembelajaran yang pakemi. Hasil analisis pengembangan penyajian terhadap uji siswa pada aspek urutan materi dalam bahan ajar telah disusun secara berurutan (bagian awal, isi, bagian akhir) mendapatkan hasil uji baik dengan skor 3, aspek langkah-langkah pembelajaran dalam buku ajar mudah diikuti mendapat hasil baik dengan skor 4, dan aspek bahan ajar yang kamu baca sudah menyajikan latihan untuk mengasah kemampuan membaca dan menulis teks percakapan mendapat hasil uji baik dengan skor 3. Semua aspek dari pengembangan penyajian bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik, secara keseluruhan aspek layak dan dapat diimplementasikan, terdapat aspek pengembangan penyajian bahan ajar diperbaiki. Aspek yang harus diperbaiki adalah urutan materi dalam bahan ajar telah disusun secara berurutan (bagian awal, isi, bagian akhir). Bahasa Bahan Ajar Hasil analisis pengembangan bahasa terhadap uji ahli materi dan pembelajaran pada aspek ketepatan penggunaan bahasa mendapatkan hasil uji kurang baik dengan skor 2, aspek ketepatan dalam penggunaan kalimat mendapat hasil kurang baik dengan skor 2 dan aspek ketepatan dalam pengembangan paragraf mendapat hasil uji kurang baik dengan skor 2. Semua aspek dari pengembangan bahasa bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji kurang baik dan secara keseluruhan aspek kurang layak sehingga perlu dilakukan penyempurnaan pengembangan bahasa bahan ajar. Aspek yang harus diperbaiki adalah ketepatan penggunaan bahasa, ketepatan dalam penggunaan kalimat dan ketepatan dalam pengembangan paragraf. Hasil analisis pengembangan bahasa terhadap uji praktisi pada aspek ketepatan penggunaan bahasa mendapatkan hasil uji kurang baik dengan skor 4, aspek ketepatan dalam penggunaan kalimat mendapat hasil kurang baik dengan skor 4 dan aspek ketepatan dalam pengembangan paragraf mendapat hasil uji kurang baik dengan skor 4. Semua aspek dari pengembangan bahasa bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji yang baik dan secara keseluruhan aspek sangat layak untuk diterapkan dan diimplementasikan tanpa revisi.

Hasil analisis pengembangan bahasa tehadap uji siswa pada aspek materi dan contoh yang disampaikan menggunakan pilihan bahasa yang mudah dipahami mendapatkan hasil uji baik dengan skor 3. Berdasarkan hasil uji tersebut maka aspek pengembangan bahasa bahan ajar ini layak untuk diterapkan dan diimplementasikan dengan revisi. Aspek yang harus diperbaiki adalah materi dan contoh yang disampaikan menggunakan pilihan bahasa yang mudah. Tampilan Bahan Ajar Hasil analisis pengembangan tampilan terhadap uji ahli materi dan ahli pembelajaran pada aspek ketepatan ukuran buku ajar sesuai standar ISO mendapatkan hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan tampilan (tata letak) keseluruhan bahan ajar mendapat hasil uji baik dengan skor 2, aspek ketepatan ketepatan gambar atau ilustrasi yang digunakan mendapat hasil uji baik dengan skor 2, aspek ketepatan ilustrasi yang disajikan dalam bahan ajar mendapat hasil uji baik dengan skor 3 dan aspek ketepatan tipografi yang berupa bentuk huruf, ukuran huruf, tebal huruf, huruf miring, dan garis bawah mendapat hasil uji baik dengan skor 3. Semua aspek dari pengembangan tampilan bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji kurang baik dan secara keseluruhan aspek kurang layak, terdapat aspek tampilan bahan ajar yang perlu diperbaiki. Aspek yang harus diperbaiki adalah ketepatan tampilan (tata letak) keseluruhan bahan ajar, ketepatan gambar atau ilustrasi yang digunakan, ketepatan ilustrasi yang disajikan dalam bahan ajar dan ketepatan tipografi yang berupa bentuk huruf, ukuran huruf, tebal huruf, huruf miring, dan garis bawah. Hasil analisis pengembangan tampilan terhadap uji praktisi pada aspek ketepatan ukuran buku ajar sesuai standar ISO mendapatkan hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan tampilan (tata letak) keseluruhan bahan ajar mendapat hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan ketepatan gambar atau ilustrasi yang digunakan mendapat hasil uji baik dengan skor 4, aspek ketepatan ilustrasi yang disajikan dalam bahan ajar mendapat hasil uji baik dengan skor 4 dan aspek ketepatan tipografi yang berupa bentuk huruf, ukuran huruf, tebal huruf, huruf miring, dan garis bawah mendapat hasil uji baik dengan skor 4. Semua aspek dari pengembangan tampilan bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik dan sangat layak untuk diterapkan dan diimplementasikan tanpa revisi. Hasil analisis pengembangan tampilan terhadap uji siswa pada aspek tampilan bahan ajar menarik dengan penataan yang menarik dan mudah dibaca mendapatkan hasil uji baik dengan skor 3, aspek gambar-gambar yang disajikan dalam bahan ajar sesuai menarik dan sesuai untuk siswa kelas V SD mendapat hasil baik dengan skor 4, aspek bahan ajar yang kamu baca sudah menyajikan ilustrasi menarik dan gambar yang tepat mendapat hasil uji baik dengan skor 3 dan aspek bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan yang kamu baca menggunakan desain huruf yang menarik dan tata letak yang tepat mendapat hasil uji baik dengan skor 4. Semua aspek dari pengembangan tampilan bahan ajar yang diujicobakan mendapat hasil uji baik dan layak untuk diterapkan serta diimplementasikan tanpa revisi. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data hasil uji coba terhadap ahli, praktisi dan siswa dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini memenuhi kriteria layak. Meskipun

demikian, terdapat aspek-aspek dalam bahan ajar yang harus direvisi untuk kesempurnaan bahan ajar. Produk bahan ajar yang dihasilkan memiliki karakteristik khusus. Bahan ajar ini menggabungkan dua keterampilan secara terintegrasi antara keterampilan membaca dan menulis teks percakapan. Bahan ajar ini memiliki komponen yang telah direvisi. Puskurbuk (2006) menetapkan empat kriteria mutu (standar) buku teks pelajaran, yaitu kelayakan isi materi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa dan kelayakan tampilan. Aspek-aspek yang dicermati pada kajian bahan ajar melalui uji coba ahli, praktisi,dan siswa adalah komponen isi bahan ajar, penyajian bahan ajar, bahasa bahan ajar, dan tampilan bahan ajar. Berdasarkan hasil revisi, keempat kajian komponen hasil uji coba adalah sebagai berikut. Kajian tentang Isi Bahan Ajar Bahan ajar membaca dan menulis ini terbagi atas empat pelajaran. Tiap pelajaran terdapat latihan-latihan yang mendukung penguasaan kompetensi tersebut. Muslich (2010:292 293) menyatakan beberapa kriteria kelayakan isi bahan ajar yang harus dipenuhi, yaitu (1) kesesuaian uraian materi dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran yang bersangkutan, (2) keakuratan materi dan (3) materi pendukung pembelajaran. Penilaian bahan ajar ini berdasarkan kriteria kelayakan isi bahan ajar yang dikemukakan di atas. Berdasarkan analisis data uji coba dengan ahli materi dan ahli pembelajaran dan uji coba praktisi, aspek yang diuji coba terkait isi bahan ajar adalah kesesuaian SK dan KD, kecukupan latihan, kecukupan materi, ketepatan materi yang diajarkan dengan tingkat kematangan siswa. Tingkat kelayakan pada aspek kecukupan latihan dan kecukupan materi masih kurang dan harus direvisi. Uji coba dengan siswa dilakukan satu kali setelah uji ahli dan direvisi bahan ajar. Hasil yang diperoleh dalam uji coba ini adalah data dari angket kelayakan bahan ajar berupa penilaian angket uji berupa checklist, komentar dan saran. Judul bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan yang dikembangkan oleh peneliti adalah bahan ajar adalah Cakap Membaca dan Menulis Teks Percakapan untuk Kelas V SD. Pemilihan judul ini disesuaikan dengan tujuan untuk memandu siswa dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam pembelajaran membaca dan menulis teks percakapan. Isi bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan terdiri dari empat pelajaran. Berikut uraian dari keempat pelajaran tersebut. Judul pelajaran satu adalah Membaca dan Menulis Teks Percakapan untuk Pemula. Tujuan pembelajaran adalah (1) siswa mampu memahami pelafalan intonasi saat membaca teks percakapan secara baik dan benar dan (2) siswa memahami menulis teks percakapan secara baik dan benar dengan memperhatikan tanda baca. Materi terdapat pada kolom tahukah kamu?, terdiri dari (1) pemakaian tanda baca dalam kalimat, (2) pelafalan intonasi (tekanan, tempo, nada dan jeda) dalam membaca percakapan (3) macam-macam kalimat yang biasanya digunakan dalam percakapan dan (4) pemakaian bahasa baku dalam menulis percakapan. Terdapat dua latihan, yaitu (1) pelafalkan kata yang disediakan pada latihan dan (2) penuliskan macam-macam kalimat yang terdapat pada latihan. Evaluasi berupa latihan membaca teks percakapan kemudian menjawab soal yang disediakan.

Judul pelajaran dua adalah Belajar Membaca dan Menulis Percakapan Melalui Frasa dan Kalimat. Tujuan pembelajaran adalah (1) siswa mampu mengenal penggunaan frasa dalam teks percakapan (2) siswa mampu membacakan teks percakapan menggunakan lafal dan intonasi yang tepat, (3) siswa mampu menulis teks percakapan dengan tiga tokoh dan (4) siswa mampu penggunaan kalimat yang tepat dalam menulis teks percakapan. Materi terdapat pada kolom tahukah kamu?, terdiri dari (1) mengenal frasa dalam percakapan, (2) mengenalan kalimat efektif, (3) penggunaan pola giliran dalam percakapan dan (4) mengetahui kalimat yang harus dihindari dalam percakapan. Terdapat dua latihan, yaitu (1) membaca teks percakapan dengan intonasi yang tepat dan melanjutkan teks percakapan dengan dua pelaku. Evaluasi berupa (1) membaca teks percakapan kemudian menjawab soal yang disediakan dan (2) melanjutkan teks percakapan dengan menambahkan satu pelaku. Judul pelajaran tiga adalah Membaca dan Menulis Teks Percakapan Berdasarkan Cuplikan Drama. Tujuan pembelajaran adalah (1) siswa mampu menyimpulkan isi teks yang terkandung di dalamnya dan (2) siswa mampu menuliskan teks percakapan berdasarkan isi penggalan drama. Materi terdapat pada kolom tahukah kamu?, terdiri dari (1) cara menyimpulkan percakapan model drama dan (2) modal yang harus dimiliki jika ingin menjadi penulis. Terdapat dua latihan (1) menyimpulkan teks percakapan model drama dan (2) membuat teks percakapan berdasarkan isi cuplikan drama. Evaluasi berupa menulis teks percakapan berdasarkan gambar yang telah disediakan. Judul pelajaran empat adalah Membaca dan Menulis Teks Percakapan Melalui Cuplikan Cerita. Tujuan pembelajaran adalah (1) siswa mampu membaca dan menyimpulkan teks percakapan dalam bentuk penggalan cerita dan (2) siswa mampu menulis teks percakapan dengan baik dan benar sesuai dengan peran tokoh. Materi terdapat pada kolom tahukah kamu?, terdiri dari (1) manfaat kebiasaan membaca bagi seorang penulis, (2) pengertian tokoh dan jenisnya, (3) cara membuat kesimpulan percakapan dalam cerita dan (4) cara menulis teks percakapan dari isi cerita. Terdapat latihan berupa (1) membaca teks percakapan dalam bentuk cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat, (2) membuat simpulan dari teks percakapan yang terdapat dalam cerita dan (3) membuat teks percakapan berdasarkan isi cuplikan cerita. Evaluasi berupa menulis teks percakapan berdasarkan ilustrasi yang disediakan dengan tiga pelaku dalam percakapan. Kajian tentang Penyajian Bahan Ajar Bahan ajar membaca dan menulis merupakan produk dari penelitian pengembangan. Bahan ajar yang dihasilkan ditujukan bagi guru dan siswa agar dapat digunakan sebagai salah satu alternatif sumber belajar untuk meningkatkan penguasaan kompetensi membaca dan menulis. Penyusunan dan penyajian bahan ajar harus lengkap agar dapat memudahkan siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Muslich (2010:301 303) mengemukakan kelengkapan penyajian menjadi tiga, yaitu (1) bagian pendahulu (prakata, petunjuk penggunaan, daftar isi, dan daftar simbol), (2) bagian isi (gambar atau ilustrasi, rujukan, penyajian tiap bab, dan rangkuman) dan (3) bagian penyudah (daftar pustaka, indeks subjek, daftar istilah, dan petunjuk penggunaan). Kriteria pengembangan penyajian ini tidak sesuai dengan kelengkapan penyajian yang dikemukakan oleh Muslich di atas. Sistematika penyajian bahan

ajar terdiri dari (1) bagian awal (sampul, sapa penulis, belajar membaca dan menulis teks percakapan itu menyenangkan, karakteristik buku, petunjuk penggunaan bahan ajar dan daftar isi), (2) isi (tujuan pembelajaran, materi, latihan, rangkuman, asah kemampuan, dan uji kompetensi), dan (3) bagian akhir (kamus kecil, daftar pustaka, dan tentang penulis). Kajian tentang Bahasa Bahan Ajar Terdapat beberapa kriteria penggunaan bahasa dalam pengembangan bahan ajar. Muslich (2010:303 305) menyebutkan kriteria kelayakan bahasa yang baik, antara lain (1) kesesuaian pemakaian bahasa dengan perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, (2) pemakaian bahasa komunikatif, indikatornya adalah keterbacaan pesan dan ketepatan kaidah kebahasaan dan (3) keruntutan dan keterpaduan alur pikir, indikatornya adalah keruntutan dan keterpaduan antar bab dan antar paragraf. Penggunaan bahasa dalam bahan ajar ini disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Pilihan kata yang digunakan adalah kata-kata yang komunikatif. Petunjuk latihan juga disampaikan dengan bahasa yang jelas. Pada subbab Apa yang Harus di Pelajari Sebelum Menulis Teks Percakapan? diharapkan bisa memotivasi siswa agar segera ingin tahu hal-hal yang perlu dipelajari sebelum belajar menulis teks percakapan. Penggunaan bahasa yang komunikatif dan kata-kata motivasi untuk siswa bertujuan untuk memperlancar proses belajar siswa dengan bahan ajar ini. Bahasa yang digunakan dalam bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan ini adalah gaya bahasa yang bersifat semiformal dan semilisan. Kalimat yang digunakan adalah kalimat singkat, jelas, dan lugas sehingga mudah dipahami oleh siswa. Hal ini bertujuan agar siswa tidak bosan saat belajar dengan menggunakan bahan ajar ini. Kajian tentang Tampilan Bahan Ajar Pengembangan bahan ajar ini selain mempertimbangkan isi materi penulisan cerpen juga mempertimbangkan tampilan dan tata letak bahan ajar. Tampilan bahan ajar juga mempengaruhi minat siswa untuk membaca bahan ajar. Tata letak dalam bahan ajar meliputi tata letak penulisan dan tata letak penggunaan gambar. Berikut uraian tampilan dalam bahan ajar yang dikembangkan. Muslich (2010:308) berpendapat untuk membedakan dan mendapatkan kombinasi tampilan huruf, dapat digunakan variasi dan seri huruf. Huruf yang digunakan dalam bahan ajar ada 5 jenis huruf. Alasan penggunaan beberapa jenis huruf adalah untuk menambah kemenarikan bahan ajar, untuk menghindari kebosanan siswa saat membaca bahan ajar, dan untuk membedakan antara materi, judul buku, dan kata-kata penjelas pada gambar ilustrasi. Jenis huruf yang digunakan pada judul bahan ajar adalah Berlin Sans FB dengan ukuran huruf 26 pt, sedangkan pada materi bahan ajar menggunakan jenis huruf Calibri dengan ukuran huruf 14 pt. Selain kedua jenis huruf tersebut, dalam bahan ajar ini juga menggunakan jenis huruf Arial Narrow dan Script MT Bold. Ukuran masingmasing huruf tersebut berbeda antara satu dengan yang lain. Jenis huruf Vijaya dan Script MT Bold menggunakan ukuran huruf 14 pt.

Penulisan bahan ajar menggunakan ukuran kertas A4 (21x29,7 cm). Muslich (2010:235) menyatakan bahwa bidang pengetikan dalam bahan ajar berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, dan 3 cm dari tepi kanan, tepi atas, dan tepi bawah kertas. Batas penulisan bahan ajar tidak sesuai dengan pendapat muslich, yaitu 3 cm dari batas kiri kertas, 3 cm dari batas atas kertas, 3 cm dari batas kanan, dan 3 cm dari batas bawah kertas. Spasi yang digunakan pada bahan ajar ini adalah 1.15 spasi. Tata letak gambar bahan ajar dibuat secara menarik dengan berbagai variasi. Penggunaan warna. Warna yang mendominasi bahan ajar ini adalah hijau. Pemilihan warna hijau dinilai mampu menghadirkan bahan ajar dengan warna yang berbeda. Kebanyakan bahan ajar yang beredar selama ini berwarna biru, putih, cokelat muda. Warna hijau yang cerah dan segar diharapkan mampu menarik perhatian siswa untuk senang membaca bahan ajar ini. Selain warna hijau, pada bagian isi bahan ajar ini, menggunakan berbagai warna untuk membedakan judul, latihan, teks percakapan, materi dan rangkuman. Penggunaan ilustrasi. Ilustrasi yang digunakan berhubungan dengan materi dan teks percakapan. Penggunaan ilustrasi bergambar buku pada lembar kerja menggambarkan bagian ini adalah tempat untuk menuliskan hasil kerja. Pada percakapan saat terjadi gempa diberikan gambar orang yang berlari berhamburan ke jalan untuk mendukung teks percakapan. Hasil uji bahan ajar dengan guru menunjukkan tampilan dan ilustrasi yang terdapat dalam bahan ajar sudah sesuai dengan usia siswa kelas V SD. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan berbentuk buku. Produk bahan ajar yang dihasilkan memiliki karakteristik khusus. Bahan ajar ini menggabungkan dua keterampilan secara terintegrasi antara keterampilan membaca dan menulis teks percakapan. Adapun komponen dalam bahan ajar berupa deskripsi isi bahan ajar, sistematika penyajian bahan ajar, penggunaan bahasa bahan ajar, dan tampilan bahan ajar. Aspek pengembangan deskripsi isi bahan ajar, yaitu (1) kesesuaian uraian materi dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran yang bersangkutan, (2) keakuratan materi dan (3) materi pendukung pembelajaran. Aspek pengembangan kelengkapan penyajian bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan yang dikembangkan adalah sebagai berikut(1) bagian awal (sampul, sapa penulis, belajar membaca dan menulis teks percakapan itu menyenangkan, karakteristik buku, petunjuk penggunaan bahan ajar dan daftar isi), (2) isi (tujuan pembelajaran, materi, latihan, rangkuman, asah kemampuan, dan uji kompetensi), dan (3) bagian akhir (kamus kecil, daftar pustaka, dan tentang penulis). Aspek pengembangan bahasa bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan bukan gaya bahasa yang bersifat semiformal dan semilisan. Kalimat yang digunakan adalah kalimat singkat, jelas, dan lugas sehingga mudah dipahami siswa. Aspek pengembangan tampilan dalam bahan ajar membaca dan menulis teks percakapan adalah sebagai berikut. Pertama, penggunaan huruf, ada 5 jenis huruf antara lain Times New Roman, Calibri, Berlin Sans FB, Script MT Bold dan

Arial Narrow. Alasan penggunaan beberapa jenis huruf adalah untuk menambah kemenarikan bahan, untuk menghindari kebosanan siswa saat membaca, dan untuk membedakan antara materi, judul buku, dan kata-kata penjelas pada gambar ilustrasi. Kedua, tata letak. Penulisan bahan ajar menggunakan rata kanan dan kiri agar terlihat rapi. Pengetikan bahan ajar menggunakan bidang pengetikan berjarak 3 cm dari tepi kanan, kiri, atas dan bawah dari tepi kertas. Ketiga, penggunaan warna. Warna dalam sampul buku kontras antara judul buku dengan warna latar belakang buku agar terlihat perbedaan antara judul dan latar belakang. Keempat, ilustrasi. Penggunaan ilustrasi dalam bahan ajar disesuaikan dengan keterampilan membaca dan menulis teks percakapan. Ilustrasi yang digunakan berhubungan juga dengan materi dan teks percakapan. Saran Pemanfaatan Hasil Produk Pengembangan Bagi siswa, hasil penelitian ini disarankan agar digunakan sebagai (2) sarana untuk mengembangkan pembelajaran keterampilan membaca dan menulis teks percakapan, (2) salah satu cara untuk mengembangkan kepribadian, dan (3) inspirasi serta pemberi motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahan ajar ini hendaknya dimanfaatkan siswa dalam belajar membaca dan menulis teks percakapan sesuai dengan tahapan yang sudah disusun dalam bahan ajar. Bagi guru, hasil penelitian ini disarankan agar digunakan sebagai sarana pembinaan moral dan karakter siswa. Guru disarankan memanfaatkan bahan ajar ini berdasarkan tahapan yang sudah disusun dalam bahan ajar. Bagi peneliti lain, penelitian ini disarankan agar dijadikan sebagai metode atau prosedur pengembangan bahan ajar dengan materi yang lain. Penyebarluasan hasil penelitian ini bisa dilakukan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia dengan alasan forum ini merupakan suatu wadah yang mempertemukan guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam forum ini guru-guru yang berkumpul dan dapat memperoleh informasi tentang hasil pengembangan bahan ajar ini serta dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan mengajar di kelas. Selain itu hasil penelitian ini bisa dilakukan melalui jurnal penelitian, perpustakaan fakultas sastra, dan penerbit buku. Daftar Rujukan Dawud. 2008. Prespektif Pembelajaran Bahasa Indonesia. Malang: Penerbit universitas Negeri Malang. Borg, W.R. dan Gall, M.D. 1983. Educational Research. Boston: Pearson Education. Muslich, M. 2010. Text Book Writing. Jogjakarta: Ar-ruzz Media. Nurhadi. 2009. Bagaimana Membaca (How to Become a Better Reader). Malang: Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Rahim, F. 2007. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Pusat Kurikulum. 2006. Kriteria Mutu (Standar) Buku Teks Pelajaran (Online), http://puskurbuk.net/web/penilian-buku-teks-pelajaran.html, diakses 1 Mei 2012. Slameto. 2001. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Artikel oleh Siti Nurhasanah ini telah diperiksa dan disetujui untuk dipublikasikan. Malang, 9 Agustus 2012 Penguji Prof. Dr. Sumadi, M.Pd NIP 19580803 198601 1 001 Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing I Prof. Dr. Dawud, M.Pd NIP 19590610 198503 1 005 Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing II Dr. H. Nurhadi, M.Pd NIP 19620102 198701 1 001

Artikel oleh Siti Nurhasanah ini telah diperiksa dan disetujui untuk dipublikasikan. Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing I Prof. Dr. Dawud, M.Pd NIP 19590610 198503 1 005 Malang, 9 Agustus 2012 Pembimbing II Dr. H. Nurhadi, M.Pd NIP 19620102 198701 1 001