PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V A SDN 54 PEKANBARU

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II A SD NEGERI 8 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II C SD NEGERI 21PEKANBARU

PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB SDN 54 PEKANBARU

Oleh Rina Ermayanti 1, Otang Kurniaman 2, Lazim N 3

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV B SDN 111 PEKANBARU

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas (%) 22 61,11% Rata-rata Kelas 63,89

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV A SDN 69 PEKANBARU

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS II SDN 008 SUNGAI JALAU

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IVB SD NEGERI 153 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKS SISWA KELAS III.B SDN 1 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 148 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

Tabel 1 Ketuntasan hasil belajar matematika siswa kelas II B pada semester ganjil SD Negeri 21 Pekanbaru TP / 2012

Kurnia Restu, Lazim N, Zariul Antosa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN 77 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 22 TITIAN ANTUI KECAMATAN PINGGIR

PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS Vb SD NEGERI 113 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 177 PEKANBARU

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 1 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IVA SDN 4 PEKANBARU

Oleh: Lusi Lismayeni Drs.Sakur Dra.Jalinus Pendidikan Matematika, Universitas Riau

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MA DINIYAH PUTERI PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT RESMI KELAS VC SDN 42 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELASVB SD NEGERI 56 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING SISWA KELAS II D SDN 148 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 67 PEKANBARU. Oleh.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 001 SINABOI

Oleh: Ririne Kharismawati* ) Sehatta Saragih** ) Kartini*** ) ABSTRACT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 PULAU KECAMATAN BANGKINANG SEBERANG

Oleh: Dewi Sri Yuliati 1, Zuhri D 2, Sehatta Saragih 3

Prinawati, Syahrifuddin, Otang Kurniaman No.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH

PENERAPAN STRATEGI DELIVERY

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS RIAU. Abstract

IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL INQUIRI TO IMPROVEMENT SOCIAL STUDIES (IPS) STUDENT ACHIEVEMENT OF FOURTH GRADES IV SDN 125 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IIIB SD NEGERI 117 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 28 DESA PETANI

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 105 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 023 SUNGAI SEGAJAH KECAMATAN KUBU

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VC SD NEGERI 164 PEKANBARU

Oleh: Asih Pressilia Resy Armis Zuhri D ABSTRACT

THE APPLICATION OF INQUIRY LEARNING MODEL TO INCREASE THE SCHOOL LEARNING OUT COME OF THE FOURTH GRADE STUDENT AT SDN 67 PEKANBARU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 178 PEKANBARU

APPLICATION OF LEARNING INKUIRI LEARNING MODEL TO IMPROVE IPS LEARNING RESULT IN STUDENT CLASS IV SD NEGERI 15 PANGKALAN NYIRIH RUPAT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Departement of Mathematic Education Mathematic and Sains Education Major Faculty of Teacher Training and Education Riau University

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 94 Pekanbaru

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV C SD NEGERI I67 PEKANBARU

IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL FOR SOCIAL IN FIVE GRADERS AT SDN 4 PEKANBARU

Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Kelas V SD Negeri 111 Pekanbaru

IMPLEMENTATION PROBLEM SOLVING LEARNING METHOD TO INCREASE STUDY RESULT OF IPS IV CLASS STUDENTS IN SDN 163 PEKANBARU

APPLICATION INQUIRY LEARNING MODEL LEARNING TO IMPROVE RESULTS IPA CLASS IV SDN 016 SEKELADI KECAMATAN TANAH PUTIH

Penerapan Model Pembelajaran Langsung Dengan Media Komik Matematika dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 23 Pekanbaru

Muhamad Midun, Hendri Marhadi, Zariul Antosa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SD NEGERI 8 PEKANBARU

Zaharah, Otang Kurniaman, Lazim N

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE ( TPS ) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDN 011 BUKIT KAPUR.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN 15 PINGGIR

Mivafarlian et al., Penerapan Metode Diskusi Berbantuan Garis Bilangan. 1

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 145 PEKANBARU. Oleh.

Keywords: Contextual Model Of Learning, Skill Meronce.

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar Kelas V SDN 045 Muara Jalai

Oleh: Riza Pratiwi Sehatta Saragih Titi Solfitri ABSTRACT

Keyword : Cooperative Type Think Pair Share (TPS), Science Learning Outcomes.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 026 PADANG MUTUNG KEC. KAMPAR.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA KONSEP DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV MI MUHAMMADIYAH SUNGAI SEGAJAH KECAMATAN KUBU

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV MI NUR ILHAM SEMUNAI KECAMATAN PINGGIR

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CBSA PADA PESERTA DIDIK KELAS V.A SDN 18 LEMBAH MELINTANG Arjuni 1)

APLICATION CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO IMPROVE THE RESULT OF SCIENCE STUDY OF STUDENTS OF SD NEGERI 001 SEIKIJANG BANDAR SEIKIJANG DISTRICT

Oleh Asmayeti 1, Damanhuri Daud 2, Otang Kurniaman 3

Nora Efmawati Syahrilfuddin, Hendri Marhadi,

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 TELUK NILAP KECAMATAN KUBU

Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Affandi*) Kartini, Susda Heleni**) Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UR

Permata Puti Baydar, Mahmud Alpusari, Zariul Antosa

Riza Elyana, Eddy Noviana, Zetra Hainul Putra ,

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IIC SDN 91 PEKANBARU

Rosa Yulia, Mahmud Alpusari, Lazim. N No. HP

Lucia Helen Dewi Ariani * ), Japet Ginting,Yenita Roza ** ) ( )

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FAKTOR DAN KELIPATAN BILANGAN MELALUI METODE CTL

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT KERAJINAN MERONCE SISWA KELAS V SDN 114 PEKANBARU

Afriyenti, Hendri Marhadi, Lazim N HP:

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 145 PEKANBARU

IMPLEMENTATION QUANTUM TEACHING MODEL TO IMPROVE RESULT OF IPS STUDIES STUDENT CLASS V SD NEGERI 031 TANJUNG SARI KECAMATAN PUJUD ROHIL

PENERAPAN PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E (LC 5E) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X 1 SMA NEGERI 2 KUANTAN HILIR

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN STRUKTURAL THINK PAIR SQUARE

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V.E DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WORD SQUARE DI SD KARTIKA I-10 PADANG

LEARNING MODEL APPLICATION EXPLICIT INSTRUCTION TO INCREASE THE ABILITY OF MOTION ZAPIN DANCE BASIC CLASS V SDN 143 PEKANBARU

Lena Sari, Zulkifli, Lazim N Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Keywords: Model Quantum Teaching, Mathematics Learning Outcomes

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 56 PEKANBARU

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 183 PEKANBARU.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PETA PADA SISWA KELAS V SDN 005 BUKIT TIMAH DUMAI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDN 009 TANJUNG PENYEMBAL KOTA DUMAI

Budiarti 1 Zuhri.D 2 Sehatta Saragih 3 Jl. HR. Soebrantas Km 12,5 Pekanbaru Telp. (0761)

Transkripsi:

1 PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V A SDN 54 PEKANBARU Oleh Fitri Yana S 1, Lazim N 2, Damanhuri Daud 3 Abstrak This study aims to improve students' mathematics learning outcomes class VA in SDN 54 Pekanbaru withpakem approaches. The results of this study were obtained from observations of teachers and students' activities during the learning process and student achievement test. This research is a form of action research that consists of two cycles. An increase in the activities of teachers and students in each cycle using PAKEM approach. In the first cycle of repeat students who achieve KKM rose 42.85 points from a base score of 85.71%. In the second cycle students who achieve KKM increased 9.53 points from the first cycle to 95.24%. The average grade on the basis of score 63.81, in the first cycle increased to 76.19, and the second cycle increased to 87.14. Percentage increase in learning outcomes in the first cycle of 19.40% and the second cycle was 14.37%. From the research it can be concluded that the application of this approach can improve learning outcomes PAKEM math grade students of SDN 54 Pekanbaru Keywords: PAKEM approaches, the result of math study A. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua. Kerja sama antara ketiga pihak diharapkan dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan, yaitu: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang sangat penting untuk diajarkan. Menurut Sri Subarinah (2006: 1) matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Belajar matematika pada hakekatnya adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep dan strukturnya. Adapun tujuan pengajaran matematika di Sekolah Dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 adalah agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat dan efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah, 2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat 1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau. NIM 1105186845 2. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau. Sebagai Pembimbing I 3. Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau. Sebagai Pembimbing II

2 generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, 3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, 4) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, dan 5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Melihat betapa besar peran matematika dalam kehidupan manusia, bahkan masa depan suatu bangsa, maka sebagai guru di Sekolah Dasar yang mengajarkan dasar-dasar matematika merasa terpanggil untuk senantiasa berusaha meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar matematika. Hasil observasi dan wawancara ditemui bahwa hasil belajar matematika masih banyak di bawah KKM. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Ketercapaian KKM Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas V A SD Negeri 54 Pekanbaru Jumlah Siswa KKM Tuntas Tidak Tuntas Rata-rata Kelas 21 64 9 (42,86%) 12 (57,14%) 63,81 Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh guru, dalam proses pembelajaran: (1) Guru tidak menerapkan model pembelajaran, (2) Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, (3). Cara guru menyajikan materi pelajaran kurang menarik minat siswa, sehingga siswa merasa bosan. Hal ini dapat dilihat pada gejalanya: (1) Siswa bermain dalam belajar, (2) Siswa tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik, (3) Siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena mereka menganggap matematika itu sulit dan membosankan. Menyikapi kondisi tersebut, peneliti sebagai guru matematika di SD berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengkondisikan pembelajaran yang memudahkan, mengasyikkan, menyenangkan bagi siswa, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Salah satu model dalam pembelajaran yang dapat mengakomodasikan kepentingan untuk mengkolaborasikan pengembangan diri dalam proses pembelajaran adalah pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang disingkat dengan PAKEM. Menurut Asmani (2011:59) PAKEM adalah sebuah pendekatan yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. Lahirnya metode ini membawa ekspektasi besar akan lahirnya generasi masa depan yang berkualitas tinggi dan mempunyai mental kompetisi yang memadai dalam percaturan global. Menurut Budimansyah, dkk (2009: 94) PAKEM menganut paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (studens-centerd). PAKEM menganut beberapa teori pengajaran dan pembelajaran sebagai berikut: (1) belajar merupakan proses individual, (2) belajar merupakan proses sosial, (3) belajar akan

3 lebih efektif jika dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan, (4) belajar merupakan proses seumur hidup, (5) belajar merupakan proses untuk membangun makna untuk kehidupan. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V A SDN 54 Pekanbaru?. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V A SDN 54 Pekanbaru dengan penerapan pendekatan PAKEM. B. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas V A SD Negeri 54 Pekanbaru. Waktu penelitian dimulai semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang dimulai dari bulan Maret sampai April 2013, dengan jumlah siswa 21 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 6 kali pertemuan. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Peneliti dan guru bekerja sama dalam merencanakan tindakan kelas dan merefleksi hasil tindakan. Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh peneliti dan guru kelas bertindak sebagai pengamat selama proses pembelajaran berlangsung. Sesuai dengan jenis penelitian tindakan kelas ini, maka desain penelitian tindakan kelas adalah model siklus dengan pelaksanaannya dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi pada siklus I diadakan perbaikan proses pembelajaran pada siklus II. Instrumen dalam penelitian ini yaitu Perangkat Pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, dan LKS kemudian instrumen pengumpul data yang terdiri dari observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui lembar pengamatan dan tes hasil belajar IPS kemudian dianalisis. Teknik analisis data yang akan digunakan adalah statistik deskriptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan data tentang aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran dan data tentang ketuntasan belajar IPS siswa. Analisis data tentang aktivitas guru dan siswa didasarkan dari hasil lembar pengatan selama proses pembelajaran. Lembar pengamatan berguna untuk mengamati seluruh aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran dan dihitung dengan menggunakan rumus NR = (KTSP, dalam Syahrifuddin, dkk. 2011: 114) Keterangan : NR = Persentase rata-rata aktivitas (guru/siswa) JS = Jumlah skor aktivitas yang dilakukan SM = Skor maksimal yang didapat guru/siswa Tabel 2 Aktivitas Guru dan Siswa % Interval Kategori 81 100 61 80 51 60 Kurang dari 50 Amat baik Baik Cukup Kurang

4 Hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila skor ulangan siklus I dan ulangan siklus II lebih tinggi dari skor dasar terhadap KKM yang di tetapkan. Skor ulangan siklus I dan ulang siklus II dianalisis untuk mengetahui ketercapaian KKM yang ditetapkan. Hasil belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus: 1. Ketuntasan individu dengan rumus: Nilai = (Purwanto, 2011 : 207) Keterangan: skala = 100 Pada penelitian ini siswa telah dikatakan telah mencapai kriteria ketuntasan minimum apabila siswa mencapai nilai 64 pada setiap indikator. Tabel 3 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa % Interval Kategori 80 100 70-79 60 69 40 59 0 49 2. Peningkatan hasil belajar dengan rumus: Amat baik Baik Cukup Kurang Kurang sekali Keterangan: P : Peningkatan Hasil Belajar Posrate : Nilai sesudah diberikan tindakan Baserate : Nilai sebelum diberikan tindakan 3. Ketuntasan Klasikal Dikatakan tuntas apabila suatu kelas telah mencapai 80% dari jumlah siswa yang tuntas dengan nilai 64 maka kelas itu dikatakan tuntas. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Penelitian Pada tahap persiapan peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan yaitu berupa perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari bahan ajar berupa silabus, RPP, Lembar Kerja Siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan tes hasil belajar matematika. Pada tahap ini ditetapkan bahwa kelas yang dilakukan tindakan adalah kelas VA. Tahap Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pada penelitian ini proses pembelajaran menerapkan model pembelajaran PAKEM, dilaksanakan dalam enam kali pertemuan dengan dua kali ulangan siklus. Siklus pertama dilaksanakan tiga kali pertemuan. Dua kali melaksanakan proses pembelajaran dan satu kali Ulangan Harian I. Berdasarkan data yang telah

5 yang telah terkumpul kemudian dievaluasi guna menyempurnakan tindakan. Kemudian dilanjutkan dengan siklus kedua yang dilaksanakan tiga kali pertemuan. Hasil Penelitian Untuk melihat keberhasilan tindakan, data yang diperoleh diolah sesuai dengan teknik analisis data yang ditetapkan. Data tentang aktivitas guru dan siswa. Selama proses pembelajaran berlangsung diadakan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan pengamatan aktivitas siswa dan guru pada pertemuan pertama, belum terlaksana sepenuhnya seperti yang direncanakan, disebabkan siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran PAKEM. Sedangkan pada pertemuan berikutnya aktivitas guru dan siswa mulai mendekati kearah yang lebih baik sesuai RPP. Peningakatan ini menunjukkan adanya keberhasilan pada setiap pertemuan. Analisa data tentang aktivitas guru dilakukan dengan mengamati aktivitas guru yang telah dikumpulkan berdasarkan lembar aktivitas guru. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, peneliti telah mempersiapkan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKS) dan telah melaksanakan pembelajaran materi sifat-sifat bangun datar dengan pendekatan PAKEM. Perolehan aktivitas guru pada pertemuan I siklus I kategori kurang baik dengan rata-rata 46,43%, pertemuan kedua meningkat dengan persentase 67,86, kategori baik. Siklus II pertemuan keempat kategori amat baik dengan rata-rata 82,14, pertemuan kelima meningkat kategori amat baik, dengan rata-rata 92,86%. Dengan demikian, aktivitas guru pada pertemuan pertama dan kedua pada siklus I ini menandakan bahwa aktivitas guru masih tergolong rendah, sedangkan pada siklus II aktivitas guru sudah baik. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 1 Hasil Aktivitas Guru Siklus I dan II Meningkatnya aktivitas guru dalam proses pembelajaran berarti guru sudah menempatkan dirinya sebagai pendidik dalam proses pembelajaran yang berfungsi sebagai fasilitator dan motivator sehingga membuat pembelajaran lebih bermakna.

6 Data hasil observasi tentang aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II aktivitas siswa dilakukan dengan mengamati data tentang aktivitas siswa yang telah dikumpulkan berdasarkan lembar pengamatan. Ketuntasan aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama berada pada kategori cukup dengan persentase 46,43%, pada pertemuan kedua mengalami peningkatan menjadi 60,71% dengan kategori cukup. Selanjutnya pada siklus II pertemuan keempat mengalami peningkatan menjadi 78,57% dengan kategori baik dan pertemuan kelima meningkat menjadi 89,29% dengan kategori amat baik. Peningkatan aktivitas siswa dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 2 Hasil Aktivitas Siswa Siklus I dan II Rendahnya aktivitas siswa pada siklus I disebabkan siswa belum terbiasa dengan PAKEM dan masih kurangnya bimbingan guru terhadap siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Namun pada siklus II mulai meningkat, ini menunjukkan bahwa siswa sudah dapat menempatkan diri sebagai subjek belajar yang harus beraktivitas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru juga dituntut untuk kaya metodologi mengajar dan terampil dalam menerapkannya, tidak monoton, dan variatif dalam pembelajaran, sehingga suasana pembelajaran lebih menyenangkan. Dengan pembelajaran yang baik seharusnya dapat membantu siswa mengembangkan dirinya secara optimal serta mampu mencapai tujuan pembelajaran. Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil ketuntasan belajar ulangan harian I dan ulangan harian II yang disajikan pada Tabel di berikut ini:

7 Jumlah Nilai Nilai Rata- Rata Tabel 4 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Ketuntasan Individu Ketuntasan Klasikal Tuntas Tidak Tuntas Persentase Ketuntasan Kategori UH I 1600 76,19 17 4 80,95% Amat baik UH II 1830 87,14 20 1 95,24% Amat baik Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa hasil ulangan siswa meningkat. Pada ulangan siklus I nilai rata-rata ulangan 76,19, siswa yang tuntas sebanyak 17 orang (80,95%), dan tidak tuntas 4 orang (19,05%). Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata meningkat sebesar 10,95 poin menjadi 87,14 dengan ketuntasan 20 siswa (95,24%), dan siswa yang tidak tuntas 1 orang (4,76%). Jadi ketuntasan belajar siswa meningkat baik secara individu maupun klasikal. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut: Grafik 3 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V A SDN 54 Pekanbaru. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan analisis hasil penelitian diperoleh data primer yang berupa ulangan harian, kesimpulan tentang aktivitas guru dan siswa, serta ketercapaian KKM dan keberhasilan tindakan. Untuk aktivitas guru dan siswa dapat disimpulkan telah sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Analisis data tentang perkembangan nilai siswa menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sesudah tindakan. Analisis data tentang ketercapaian KKM diperoleh fakta bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari sebelum tindakan dibandingkan dengan siklus I. Sebelum diadakan tindakan, rata-rata ketuntasan siswa adalah 42,86%, siklus I adalah 80,95%, dan siklus II adalah 95,24%.

8 Dengan demikian, kelas sudah dapat dikatakan tuntas dan mencapai target KKM yang telah ditetapkan, dimana penggunaan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V A SDN 54 Pekanbaru. Maka dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang berbunyi jika diterapkan pendekatan PAKEM, maka dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V A SDN 54 Pekanbaru dapat diterima. D. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktifitas siswa, dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut: 1. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I, pertemuan pertama kategori kurang baik dengan persentase 46,43%. Pada pertemuan kedua meningkat dengan kategori baik persentase 67,86%. Pada siklus II pertemuan keempat kategori amat baik dengan persentase 82,14%, dan pada pertemuan kelima kategori juga amat baik dengan persentase 92,86%. Hasil pengamatan aktivitas siswa siklus I, pertemuan pertama kategori kurang baik dengan persentase 46,43 %, pada pertemuan kedua kategori cukup dengan persentase 60,71%. Pada siklus II pertemuan keempat kategori baik dengan persentase 78,57%, dan pertemuan kelima kategori amat baik dengan persentase 89,29% 2. Hasil belajar siswa pada skor dasar nilai rata-rata 63,81 meningkat sebesar 12,38 poin menjadi 76,19. Pada siklus II nilai rata-rata 87,14 meningkat dari siklus I sebesar 10,95 poin. Ketuntasan klasikal pada skor dasar 42,86% (9 siswa) yang tidak tuntas 57,14% (12 siswa). Pada ulangan siklus I meningkatkan ketuntasan menjadi 80,95% (17 siswa) yang tidak tuntas 19,04% (4 siswa). Pada ulangan siklus II ketuntasan klasikal meningkat menjadi 95,24% (20 siswa), yang tidak tuntas 4,76% (1 siswa). Peneliti memberikan beberapa saran, yaitu: 1. Bagi guru yang akan menerapkan pendekatan PAKEM ini dapat ditetapkan dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Bagi penelitian lanjutan, hendaknya dapat memperluas wawasan tentang PAKEM dan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan sebelum melakukan penelitian agar penelitian berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan. 3. Guru harus memotivasi siswa agar bekerja sama dalam kelompok dan membantu temannnya yang belum mengerti. Hal ini perlu dilakukan supaya siswa tidak bekerja secara individu serta ingin cepat menyelesaikan sendiri masalah yang ada pada LKS. E. UCAPAN TERIMAKASIH Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan penghargaan, rasa hormat, dan ucapan trima kasih yang setulusnya kepada: 1. Dr. H. M. Nur Mustafa, M.Pd selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.

9 2. Drs. Zariul Antosa, M.Sn selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau 3. Drs. H. Lazim N, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Univesitas Riau 4. Drs. Lazim N, M.Pd. selaku Pembimbing I dan Drs. Damanhuri Daud, S.Pd. sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Bapak dan Ibu dosen Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasr FKIP Universitas Riau yang telah membekali ilmu kepada peneliti. 6. Bapak kepala sekolah, guru dan siswa kelas V A SD Negeri 54 Pekanbaru yang telah memberi kesempatan kepada peneliti selama penelitian berlangsung. 7. Keluarga, sahabat-sahabat, teman-teman mahasiswa seangkatan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, semoga kebersamaan ini akan abadi. Semoga Allah SWT memberikan keridhoannya atas bantuan semuanya. F. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Asmani,J.M. 2011. 7 Tips Aplikasi PAKEM. Yogyakarta: Diva press. Budimansyah. D, dkk. 2009. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan. Bandung: PT. Genesindo. Daryanto dan Tasrial. 2012. Konsep pembelajaran Kreatif. Malang: Penerbit GavaMedia. Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Mulyasa, E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya. Natuna, D.A. 2006. Belajar Teori Belajar dalam Pembelajaran.Pekanbaru : Universitas Riau. Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Syahrilfuddin, dkk. 2011. Modul Penelitian Tindakan Kelas. Pekanbaru: Cendikia Insani. Subarinah, S. 2006. Inovasi Pembelajaran Matematika SD. Depdiknas. Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wiriaatmadja. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya