IV. KONSEP PERANCANGAN A. Ide Atau Gagasan Perancangan 1. Ide Desain Fokus utama perancangan ini adalah tentang desain grafis kaos yang mengacu pada nilai-nilai pergaulan Budaya Timur sebagai media sosialisasi Stop Pergaulan Bebas. Pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Salah satu permasalahan pergaulan bebas yang ada di Indonesia khususnya Tangerang adalah kurangya pengetahuan masyarakat tentang dampak negatif dari pergaulan bebas.alasan tersebut membuat penulis merasa tergerak untuk menciptakan media sosialisasi sebagai bentuk kepedulian masyarakat (remaja) terhadap kondisi nyata saat ini, dimana sudah banyak korban dari dampak negatif pergaulan bebas tersebut. Media sosialisasi berupa kaos dipilih sebagai media desain karena kriteria kaos yang komplit yaitu fungsional, memiliki nilai jual, dan keberadaanya yang popular dalam kehidupan sehari-hari Bentuk sosialisasi dalam media grafis kaos berupa desain ilustrasi tipografi sebagai visualisasi pesan moral yang bertujuan untuk mengajak atau menghimbau masyarakat (remaja) tentang dampak negatif pergaulan bebas yang merupakan tema dari perancangan ini yang kemudian dikomunikasikan atau disampaikan melalui media grafis kaos. 2. Inovasi Desain Karena kampanye yang terkait dengan pergaulan bebas lebih sering menggunakan iklan poster atau konodom yang kurang efektif maka dibuata perancangan media sosialisasi pada media kaos yang merupakancara efektif untuk bersosialisasi mengurangi atau menghentikan perilaku pergaulan bebas dikalangan remaja tersebut. 52
Karena remaja senang mengenakan kaos dalam kesehariannya, maka media kaos ini sangat tepat untuk menyampaikan pesan-pesan yang berhubungan dengan dampak pergaulan bebas dalam bentuk ilustrasi tipografi. Serta didukung dengan kemasan yang didesain secara simple dan menarik karena kemasan tersebut akan tercantum mengenai info sosial yang berhubungan dengan tema perancangan dan dapat dijadikan map file. B. Sasaran Desain Hasil akhir dari perancangan ini diperuntukan untuk remaja putra dan putri usia 15-20 tahun yang berada di Kota Tangerang yang dimana pada usia tersebut sangat rentan sekali terpengaruh oleh pergaulan bebas. Diusia tersebut, remaja berada pada jenjang pendidikan SMP kelas 3, SMA dan Perguruan Tinggi (15-20 tahun). C. Pendekatan Estetis Karya Desain Pendekatan estetis dalam Perancangan Media Sosialisasi Grafis Kaos ini adalah dengan desain illustrasi tipografi yang mengambil ide dari eksplorasi atau pengembangan nilai-nilai pergaulan budaya timur yang dimana Indonesia merupakan Negara yang identik sekali dengan budaya timur, maka penulis ingin menjadikannya sebuah desain ilustrasi untuk perancangan media sosialisasi dengan tema Stop Pergaulan Bebas. Nilai-nilai budaya timur akan divisualisasikan atau disajikan dalam desain ilustrasi tipografi yang mampu mewakili tiap-tiap karakter dari nilai-nilai budaya timur yang sangat kuat dalam tiap desainnya sehingga target sasaran dalam kampanye ini (remaja) sadar untuk tidak lagi berperilaku bebas dan menjadikan nilai-nilai budaya timur tersebut sebagai cerminan dan acuan dalam berkegiatan atau berperilaku dalam kesehariannya. Karna sasaran perancangan media sosialisasi grafis kaos ini adalah remaja usia 15 20 tahun, maka pembuatan desain ilustrasi tipografi disesuaikan dengan usia para remaja tersebut yang cenderung menyukai hal yang menarik, simple dan unik. Pembuatan perancangan media 53
sosialisasi grafis kaos ini sebagai cara baru untuk menyadarkan masyarakat (remaja) akan dampak negatif dari pergaulan bebas ini. D. Muatan Lokal Dalam Perancangan Karya Desain Muatan lokal diwujudkan dalam bentuk grafis ilustrasi kaos yang dikembangkan (dieksplorasi) dari sumber nilai-nilai pergaulan budaya timur (Indonesia) yaitu Bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan.menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku.orang timur juga memiliki jiwa sosial yang tinggi karena saling bekerjasama, saling bergotong-royong dan saling menjaga silaturahmi antar sesama dalam menjalani hidup sehari-hari.serta Tutur kata yang digunakan dalam bergaul lembut dan sopan adalah salah satu nilai dari pergaulan budaya Timur yang dipakai untuk konsep perancangani ini.1 1 rithofanialreza.htm 54
E. Proses Perancangan (Strategi Desain) 1. Strategi Desain Bagan 4.1 Bagan Proses Perancangan 55
2. Rincian Proses Perancangan a. Ide Perancangan Pembuatan perancangan media kampanye sosial pada kaos dengan tema Stop Pergaulan Bebas yang sebelumnya lebih sering memakai media cetak poster, iklan atau pembagian kondom untuk mengkampanyekan tema serupa yang dilihat kurang efektif. b. Mencari Data Dan Referensi Mencari data dan referensi dengan cara wawancara, observasi 1) Pergaulan bebas dikalangan remaja (berita/artikel) 2) Nilai-nilai pergaulan dalam Budaya Timur 3) Trend kaos dikalangan remaja 4) Kaos dan karakteristiknya 5) Strategi efektif komunikasi iklan 6) Bahan kaos 7) Ukuran standar kaos dan anatomi kaos 8) Teknik cetak sablon untuk tekstil c. Pemilihan Dan Penentuan Bentuk Desain Visualisasi Memilih dan menentukan bentuk desain visualisasi untuk perancangan media sosialisasi grafis kaos ini berupa desain ilustrasi tipografi. d. Menentukan Material Menentukan material untuk kaos, packaging dan labeling seperti bahan, jenis/ bentuk, ukuran dan warna dasar. e. Proses Digital Melakukan proses pembuatan desain mulai dari bentuk, pola, dan layout dengan menggunakan software pendukung. 56
f. Final Desain Penyesuaian desain dengan warna dasar kaos dan packaging. g. ProsesProduksi Ada tiga tahap yang ada dalam proses produksi seperti pra cetak, cetak dan pasca cetak yang meliputi berbagai hal seperti material cetak, koreksi warna dan pemilihan mesin cetak. 1) Pra Produksi a) Moodboard b) Pemilihanmaterial kaos dan teknik cetaknya sesuai dengan kondisi. c) Penggayaan desain: - Studi tipografi - Pemilihan font yang sesuai terlihat mudah dibaca pada media kaos dan dapat dilihat dari jarak manapun. 2) Produksi a) Desain digital b) Penyesuaian warna desain pada warna dasar kaos 3) Pasca Produksi a) Evaluasi hasil karya b) Mendesain media pendukung 4) Proses Produksi a) Proses cetaksablon kaos b) Proses cetak media pendukung 57
h. Pengemasan Kaos Kaos dikemas dalam kemasan yang telah dibuat untuk mendukung perancangan media sosialisasi grafis kaos ini. Gambar 4.1 Pengemasan Kaos 58