PEDOMAN AKADEMIK PENDIDIKAN PROGRAM DOKTOR

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN PASCASARJANA S3 (DOKTOR) UNIDA GONTOR. Pasal 1. Persyaratan Administrasi dan Akademik

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3) A. UJIAN KUALIFIKASI

Permenristek Dikti No. 44 Tahun 2015 (Standar Mutu PT) Pedoman Akademik. Panduan- Panduan SOP

UNIVERSITAS AIRLANGGA

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1997/UM/01/39. Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263/SK/R/UI/2004. Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR (S3)

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 263 /SK/R/UI/2004 Tentang PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR DI UNIVERSITAS INDONESIA

RANCANGAN PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA PERATURAN AKADEMIK BAB I KETENTUAN UMUM

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SUMATERA UTARA NOMOR 06 TAHUN

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1

BAB 1 PENYELENGGARAAN PROGRAM DOKTOR

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 18372/H4/PP.25/2011 Tanggal : 07 Oktober 2011

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 176/SK/UNISNU/XII/2014 TENTANG : PEDOMAN EVALUASI KEBERHASILAN STUDI MAHASISWA

(PROGRAM DMB UNPAD) PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AJARAN 2011/ Ujian Masuk Program dan Wawancara. Topik Konsentrasi Mgt. Keuangan.

5) SK Mendiknas No.184/U/2001 tentang pedoman pengawasan, pengendalian dan pembinaaan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana di Perguruan Tinggi

KATA PENGANTAR. Padang, 16 Februari SOP Skripsi Prodi Psikologi S1

STANDAR MUTU PENYELESAIAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FEB UNSOED

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1425/UM/01/39. Tentang PERATURAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA S2 (MAGISTER)

PERATURAN AKADEMIK. Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut:

MANUAL MUTU PENYELENGGARAAN SKRIPSI

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR : 612/SK/R/UI/2005 TENTANG

Bab. I Pendahuluan. I.1 Tujuan. SOP ini bertujuan untuk:

GUGUS JAMINAN MUTU DR.IR.HARSUKO RINIWATI,MP

MANUAL PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR PROGAM PASCASARJANA TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA Nomor : 478/SK/R/UI/2004 TENTANG EVALUASI KEBERHASILAN STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

Ditetapkan di : Inderalaya Pada tanggal : 27 Agustus 2012 D e k a n, dto.

PERATURAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Nomor : 05815/I2/PP/2009. Tentang PERATURAN AKADEMIK TAHUN 2009

SEKILAS TENTANG. Pembantu Dekan I FE Unpad. Tugas Pembantu Dekan Bidang Akademik

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PELAKSANAAN SKRIPSI PROGRAM STUDI S1 FARMASI

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PERATURAN KEGIATAN AKADEMIK. Bagian Pertama Kurikulum

Peraturan Akademik ITS Tahun

BAB III EVALUASI KEBERHASILAN

Nomor Dokumen PPK 13. Nomor Revisi 01. Tanggal Terbit

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR UJIAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 UNIVERSITAS TADULAKO PALU

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

1 BAN-PT: Borang Akreditasi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen 201

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 18371/H4/PP.25/2011 Tanggal : 07 Oktober 2011

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KARYA AKHIR PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor : 824/H4/P/2007 Tanggal : 30 Maret 2007 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2)

BAB I KETENTUAN UMUM

I. SISTEM PENDIDIKAN

BUKU PANDUAN & JURNAL BIMBINGAN SKRIPSI

BAB I PENGERTIAN BAB II PERSYARATAN DAN PROSEDUR

KOMISI STUDI AKHIR (KSA) Deskripsi: Struktur Organisasi: Tugas dan Wewenang: Tata Tertib Rapat KSA:

FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM DOKTOR

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS PELITA HARAPAN SURABAYA Nomor : 08/SKR/UPHS/VIII/2008. t e n t a n g

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS SEBELAS MARET :

5. Keputusan Dirjen Dikti tentang Izin Pembukaan Program Studi.

BAB I PENGERTIAN UMUM

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS GEOGRAFI

Belajar di Ps Unsyiah

PERATURAN SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA No. 283/ BAAK.31/ STIKI/ P/ VI/ tentang PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR. Program Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

SOP Penelitian dan Penulisan Disertasi Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Menimbang: Mengingat:

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA No. : UGM/FA/115/UM/01/39. Tentang

PEDOMAN TUGAS AKHIR I. Latar Belakang II. Tujuan Pedoman Tugas Akhir III. Definisi Tugas Akhir IV. Tujuan Tugas Akhir adalah :

MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA PASCASARJANA UNIVERSITAS PASUNDAN

BAB II SISTEM PENDIDIKAN

Proyek Akhir adalah mata kuliah dengan kode BC014 yang dilaksanakan pada Semester 6 (enam), memiliki bobot 4 (empat) Satuan Kredit Semester.

INSTRUKSI KERJA SKRIPSI FAKULTAS PSIKOLOGI

Page 1 SISTEM PENERIMAAN

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR: 1097/J01.SP/SK-3/II/2013 TENTANG

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi 5.

PROSEDUR BAKU Edisi/Revisi: 1/0

1. Skripsi. 2. Seminar Proposal Skripsi

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MIPA Kampus Ketintang Surabaya Telp. (031) Fax (031) web site :

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL: Ujian Naskah Disertasi (Tertutup Doktor) Kode : 017/UN11.4/SOP/2016 Tanggal dikeluarkan : 14 Maret 2016

Gugus Kendali Mutu (GKM) Jurs. Sosiologi

PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KELAS KHUSUS INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA,

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 696A/SK/R/UI/2008

Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis dan Disertasi PPs Unimed 0

Kode : 003/PSDIT/2016 Tanggal Dikeluarkan : 01 Maret 2016 Area : Program Studi Doktor Ilmu Teknik

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR SKRIPSI

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PERATURAN AKADEMIK 2017

PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PERTANIAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BAB IV PERATURAN AKADEMIK

SOP Ujian Komprehensif Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

PERATURAN AKADEMIK STIKOM DINAMIKA BANGSA

REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN,

Selamat Datang Mahasiswa Baru Angkatan Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

DOKUMEN: PROSEDUR OPERASIONAL BAKU JUDUL: Ujian Promosi Doktor (Terbuka Doktor) Kode : 018/UN11.4/SOP/2016 Tanggal dikeluarkan : 14 Maret 2016

BUKU PANDUAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 013/SK/R/UI/2006 TENTANG PENATAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM EKSTENSI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM DOKTOR

KATA PENGANTAR. Semarang, April 2012 Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph. D NIP

SOP Ujian Terbuka Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Jurusan PE 2015 SISTEM BIMBINGAN, PELAKSANAAN UJIAN DAN PENILAIAN SKRIPSI

Lampiran SK Rektor No. 297/SK/K01/PP/2009. Peraturan Akademik Institut Teknologi Bandung

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS UNIVERSAL Nomor: 001/SK.REKTOR/UVERS/2015

BAB I UJIAN DAN PENILAIAN

Transkripsi:

PEDOMAN AKADEMIK PENDIDIKAN PROGRAM DOKTOR PROGRAM DOKTOR Pendidikan Program Doktor (S3) di lingkungan Universitas Padjadjaran diselenggarakan atas dasar Sistem Kredit Semester yang diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS). A. Seleksi Calon Mahasiswa 1. Seleksicalon mahasiswa Program Doktor dilakukan melalui mekanisme Seleksi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (SMUP). 2. Seleksi terdiri dari : a. Seleksi Administrasi b. Wawancara 3. Seleksi Administrasi harus memenuhi persyaratan umum : a. IPK S2/ Spesialis minimal 3,25 b. Rekomendasi dari 2 orang guru besar atau dosen bergelar minimal doktor sesuai bidang ilmunya yang mengenal kemampuan akademik calon peserta yang disampaikan dalam amplop tertutup. c. Melampirkan nilai bahasa Inggris setara Institusional TOEFL minimal 500. d. Draft proposal penelitian. 4. Wawancara pendalaman draft proposal penelitian. 5. Seleksi administrasi dilaksanakan oleh SMUP, sedangkan seleksi wawancara dilaksanakan oleh Program Studi masingmasing. B. Pendaftaran dan Registrasi Kegiatan Akademik 1. Mahasiswa baru Program Doktor wajib mendaftarkan diri (registrasi) dan pada setiap semester mahasiswa lama wajib melakukan pendaftaran ulang (her-registrasi). 2. Semua mahasiswa baru diwajibkan mengikuti kegiatan Pra-Pascasarjana. Selain itu, bagi mahasiswa baru yang tidak sebidang diwajibkan mengikuti kegiatan Matrikulasi. 3. Pada setiap awal semester mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) yang disetujui oleh Ketua Program Studi/Ketua Tim Pembimbing. 4. Mahasiswa tidak akan mendapat pelayanan akademik apapun selama tidak registrasi/her-registrasi dan tidak mengisi KRS pada semester yang berjalan. 5. Penghentian studi untuk sementara (cuti akademik) atas izin Dekan Fakultas/Direktur Pascasarjana hanya diperkenankan satu semester, dan waktu cuti tersebut tidak diperhitungkan dalam waktu tempuh studi. 6. Mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS), Beasiswa Unggulan (BU), dan Beasiswa lainnya, selama menerima beasiswa, tidak diperkenankan cuti akademik, kecuali bagi yang menderita sakit lama yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter ahli. 7. Mahasiswa tidak diperkenankan cuti akademik pada dua semester awal, dan dua semester sebelum masa akhir studi. 8. Mahasiswa yang her registrasi pada semester VIII (delapan) dan seterusnya dikenakan tarif progresif sebesar 5% (lima persen) dari tarif pada semester sebelumnya sampai batas waktu studi berakhir. 9. Sebelum her registrasi semester VII (tujuh) dan semester berikutnya mahasiswa diwajibkan mengajukan permohonan perpanjangan studi yang diketahui Ketua Promotorkepada Ketua Program Studi. 10. Pendaftaran Kegiatan Seminar Usulan Penelitian (SUP), Ujian Naskah Disertasi (UND), dan Sidang Promosi Doktor (SPD), paling lambat dilaksanakan dua minggu sebelum kegiatan berlangsung. 11. Mahasiswa baru diwajibkan mengikuti kegiatan kuliah perdana yang diselenggarakan oleh Universitas dan Fakultas. C. Perkuliahan 1. Beban Studi dan Lama Pendidikan a. Beban studi kumulatif Program Doktor yang sebidang ilmu dengan program yang sudah ditempuh satu tingkat di bawahnya berjumlah minimal 49 SKS, terdiri atas sejumlah Mata Kuliah (18 SKS), Seminar Usulan Penelitian (1 SKS) dan penyusunan Disertasi (30 SKS). b. Beban studi kumulatif Program Doktor yang tidak sebidang ilmu dengan program yang sudah ditempuh satu tingkat di bawahnya berjumlah minimal 61 SKS, terdiri atas sejumlah Mata Kuliah (30 SKS), Seminar Usulan Penelitian (1 SKS) dan penyusunan Disertasi (30 SKS). c. Batas waktu studi program doktor yang sebidang ilmu dengan program yang sudah ditempuh satu tingkat di bawahnya adalah 10 (sepuluh) semester. d. Batas waktu studi program doktor yang tidak sebidang ilmunya dengan program yang sudah ditempuh satu tingkat di bawahnya adalah 11 (sebelas) semester. 2. Penilaian Mata Kuliah

a. Nilai Akhir (NA) merupakan gabungan dari Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan semua tugas yang diberikan selama semester berlangsung, masing-masing dengan bobot sendiri-sendiri. b. Nilai akhir ini diberikan dalam bentuk huruf mutu berdasarkan skor mentah (raw score) menggunakan kisaran 0-100, dengan pedoman berikut: NA = 80 huruf mutu A angka mutu 4 68= NA< 80 huruf mutu B angka mutu 3 56 = NA< 68 huruf mutu C angka mutu 2 45 = NA< 56 huruf mutu D angka mutu 1 NA < 45 huruf mutu E angka mutu 0 c. Penghitungan Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Huruf Mutu (HM) ini diubah menjadi Mutu (AM) dengan memperhatikan pedoman di atas yaitu: A = 4,00 B = 3,00 C = 2,00 D = 1,00 d. Perolehan nilai di bawah C pada semester I, semester II, dan/atau semester III akan berakibat mahasiswa terkena sanksi pemutusan studi. e. Mahasiswa yang akan memperbaiki nilai mata kuliah dapat melaksanakannya pada semester percepatan (Juli-Agustus) dengan biaya per SKS sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau semester berikutnya dengan menempuh kembali perkuliahan. D. Ujian Kualifikasi 1. Ujian Kualifikasi merupakan ujian komprehensif yang harus ditempuh seorang mahasiswa program doktor untuk memperoleh status kandidat doktor. 2. Ujian Kualifikasi dilaksanakan selambat-lambatnya akhir semester ke-3 untuk yang sebidang dan akhir semester ke-4 untuk yang tidak sebidang dengan syarat telah mengikuti pra-pascasarjana di Universitas dan Fakultas. 3. Ujian Kualifikasi dilaksanakan secara tertulis (bersifat tertutup atau terbuka) yang dapat diambil oleh mahasiswa mulai semester ke-3 secara terjadwal dan dilaksanakan oleh suatu tim yang ditetapkan oleh Fakultas. Materi Ujian Kualifikasi terdiri atas: a. Filsafat Ilmu (3 soal) b. Bidang Ilmu (8 soal) c. TopikPenelitian untuk penyusunan disertasi (5 soal). 4. Untuk Ujian Kualifikasi mahasiswa perlu lebih dahulu berkonsultasi dengan ketua Tim Promotor dalam rangka menentukan topik disertasi dan menyusun konsep awal usulan penelitian yang mencakup topik/temasentral dan metode penelitian. 5. Mahasiswa dinyatakan lulus Ujian Kualifikasi doktor apabila minimal dua belas dari enam belas soal tersebut di atas memperoleh nilai minimal 75 dari rentang 0-100. Untuk masing-masing bagian materi ujian, paling sedikit satu soal yang lulus. Apabila salah satu bagian materi tidak lulus, maka seluruhnya dinyatakan tidak lulus. Mahasiswa yang tidak lulus diwajibkan mengulang keseluruhan Ujian Kualifikasi. Kelulusan Ujian Kualifikasi ditetapkan oleh Tim yang terdiri atas Dekan/Direktur

Program Pascasarjana (Ketua), Pembantu Dekan I/Asisten Direktur (Sekretaris), dan Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, serta wakil dosen (anggota). 6. Apabila mahasiswa tidak lulus dalam Ujian Kualifikasi, diberikan kesempatan mengulang ujian 1 kali. 7. Apabila setelah menempuh dua kali Ujian Kualifi kasi, mahasiswa tidak lulus, akan dibentuk panitia khusus yang bertugas menyelenggara kan Ujian Kualifikasi secara lisan bagi mahasiswa yang bersangkutan. Mahasiswa dikenakan sanksi pemutusan studi bila tidak lulus Ujian Kualifikasi ketiga. 8. Mahasiswa yang lulus Ujian Kualifikasi secara administratif berstatus kandidat doktor, dan bukti kelulusan Ujian Kualifikasi dikeluarkan oleh Program Pascasarjana dalam bentuk sertifikat kandidat doktor. E. Penyusunan Disertasi 1. Pengertian a. Disertasi adalah karya ilmiah akhir mahasiswa program doktor, dibuat berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode dan kaidah keilmuan yang berlaku. b. Disertasi harus mempunyai nilai manfaat untuk pengembangan ilmu, baik teori maupun aplikasinya. c. Disertasi merupakan karya ilmiah asli mahasiswa yang ditunjukkan dengan pernyataan bermaterai tentang keasliannya. Selanjutnya pembuktian validasi keaslian disertasi dilakukan dengan menggunakan software anti plagiarism. d. Penulisan Disertasi mengikuti pedoman penulisan disertasi yang berlaku. 2. Tim Promotor Pembimbingan dilaksanakan oleh sebuah Tim Promotor yang terdiri atas seorang promotor sebagai Ketua Tim Promotor dan dua Kopromotor sebagai anggota tim promotor. Ketua Tim Promotor harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Dosen tetap Unpad yang masih aktif dan. b. Kualifikasi akademik doktor, dan c. Jabatan fungsional guru besar, dan d. Kualifikasi bidang ilmu yang sebidang dengan program studi atau bidang ilmu yang ditempuh mahasiswa, dan e. Pada kondisi tertentu, misalnya karena beban guru besar atau spesialisasi keilmuan, diperbolehkan kualifikasi akademik doktor dan jabatan fungsional lektor kepala. Ko-promotor harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Dosen tetap Unpad dengan kualifikasi akademik doktor dan jabatan fungsional sekurang-kurangnya lektor, atau b. Dosen tidak tetap Unpad dengan kualifikasi: (1) Pendidikan akademik doktor, atau (2) Guru besar emeritus, atau (3) Pendidikan akademik doktor yang telah mengakhiri jabatan akademik guru besar. c. Dosen tetap perguruan tinggi lain dengan jabatan fungsional Guru besar/kualifikasi akademik doktor yang dipilih berdasarkan spesialisasi/ kepakaran ilmunya. d. Pakar/ahli di luar perguruan tinggi dengan kualifikasi akademik doktor yang dipilih berdasarkan bidang ilmunya. e. Ahli yang dipilih berdasarkanpengakuan spesialisasi/ kepakarannya. 3. Penentuan Ketua dan Anggota Tim Promotor a. Tim Promotor diusulkan oleh Program Studi melalui fakultas kepada Program Pascasarjana selambat-lambatnya pada awal semester ke dua. b. Penetapan Tim Promotor dilakukan dengan Surat Keputusan Direktur Program Pascasarjana atas nama Rektor. c. Tim Promotor berjumlah tiga orang terdiri atas Ketua Tim Promotor dan dua Anggota Tim Promotor. d. Jika salah seorang Tim Promotor berhalangan tetap (misalnya meninggal dunia, tugas di dalam dan di luar negeri dalam waktu lebih dari 6 bulan, pensiun atau mengundurkan diri): (1) jika terjadi sebelum SUP, maka boleh dilakukan penggantian, (2) jika terjadi sesudah SUP, maka tidak boleh dilakukan penggantian, kecuali jika ketiga-tiganya berhalangan tetap,

(3) jika terjadi sesudah SUP, Ketua Tim Promotor berhalangan tetap, maka salah seorang Anggota Tim Promotor menggantikannya, tanpa perlu penambahan anggota tim. (4) penggantian seorang anggota Tim Promotor tidak diperkenankan, jika tidak ada pernyataan tertulis dari anggota Tim Promotor lama (kecuali meninggal dunia). e. Promotor dipilih berdasarkan spesialisasi keahlian (substansi) dan bertanggungjawab atas proses pembimbingan disertasi mahasiswa yang dibimbingnya. 4. Pembimbingan a. Pembimbingandapat dimulai sejak ditetapkan hingga penyelesaian disertasi. b. Proses pembimbingan dicatat dalam buku kemajuan studi. c. Pembimbingan dan pembahasan hasil penelitian dilaksanakan minimal 12 kali, yang dicatat pada buku kemajuan studi. 5. Seminar Usulan Penelitian (SUP) a. Seminar Usulan Penelitian (SUP) (1) Seminar Usulan Penelitian (SUP) merupakan rencana kerja mahasiswa dalam rangka penyusunan Disertasi. (2) SUP dilaksanakan paling lambat akhir semester ke-5 untuk yang sebidang dan semester ke-6 untuk yang tidak sebidang. (3) Mahasiswa program doktor dapat menempuh SUP jika telah memenuhi persyaratan : a) Telah mengikuti kuliah perdana di Universitas dan Fakultas b) Telah menghadiri SUP minimal lima kali dalam bidang ilmu yang sesuai, yang diketahui oleh pimpinan SUP. c) Telah mempresentasikan usulan proposal penelitian dihadapan Tim Promotor, minimal dua kali. d) Telah lulus Ujian Kualifikasi. (4) Penguji SUP terdiri dari tiga orang tim promotor, tiga orang oponen ahli, dan dipimpin oleh satu orang pimpinan SUP, yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dekan/ Direktur. (5) SUP dapat dilaksanakan apabila dihadiri sekurang-kurangnya lima orang penguji yang mewakili Tim Promotor dan Tim Oponen ahli, ditambah satu orang pimpinan SUP. (6) Pimpinan SUP adalah Pimpinan Program Studi/ Program S3 atau Ketua Tim Promotor. (7) Pimpinan SUP tidak otomatis sebagai penguji, kecuali sesuai dengan bidang studi mahasiswa yang diuji atau sebagai Ketua Tim Promotor. (8) SUP dilakukan secara terbuka dan dapat dihadiri oleh mahasiswa dan dosen. (9) Apabila SUP mahasiswa dinyatakan tidak lulus, mahasiswa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengulang SUP satu kali yang dilaksanakan paling lama tigabulan sesudah SUP yang pertama. Sanksi pemutusan studi akan diberikan, apabila SUP yang kedua dinyatakan tidak lulus. b. Penilaian Seminar Usulan Penelitian (1) Penilaian SUP diberikan dalam bentuk skor mentah (raw score) dengan kisaran 0-100. NA = 80 huruf mutu A angka mutu 4 68 = NA< 80 huruf mutu B angka mutu 3 56 = NA< 68 huruf mutu C mutu 2 45 = NA< 56 huruf mutu D angka mutu 1 NA < 45 huruf mutu E angka mutu 0 (2) Dalam SUP ini, pembahas mengevaluasi isi UP,mengajukan pertanyaan dan mengevaluasi jawaban yang diberikan mahasiswa, serta memberikan saran untuk perbaikan UP. (3) Dalam SUP ini Tim Penguji mengevaluasi pertanggungjawaban mahasiswa atas pertanyaan yang bersifat mengkritisi maupun mencari klarifikasi terhadap materi/substansi usulan penelitian itu. (4) Pada akhir seminar Tim Penguji memberikan penilaian sebagai berikut: a) mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai rata-rata=68 b) mahasiswa dinyatakan tidak lulus apabila mahasiswa memperoleh nilai rata-rata < 68

(5) Bobot nilai untuk SUP adalah 60% untuk nilai dari Tim Promotor dan 40% untuk nilai dari Tim Oponen ahli. (6) Rata-rata nilai SUP diubah menjadi huruf mutu (HM) sesuai pedoman. 6. Penelitian a. Penelitian dilaksanakan setelah mahasiswa lulus SUP dan telah melakukan perbaikan UP yang disetujui para Pembimbing. b. Jika diperlukan, Pembimbing dapat melakukan supervisi terhadap mahasiswa di lokasi penelitian. 7. Ujian Naskah Disertasi (UND) a. Syarat mengikuti UND Mahasiswa program doktor dapat menempuh UND jika telah memenuhi persyaratan berikut: (1) Telah lulus perangkat mata kuliah dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00. (2) Telah lulus Ujian Kualifikasi. (3) Telah melaksanakan Seminar Usulan Penelitian (SUP) dan dinyatakan lulus. (4) Telah menghadiri UND minimal 10 kali di semua bidang ilmu. (5) Telah melaksanakan seminar hasil akhir penelitian (SHAP) di depan Tim Promotor minimal satu kali. (6) Menyerahkan bukti tulisan yang dipublikasikan (yang ditulis selama mengikuti kuliah program doktor), berupa : a) Artikel ilmiah berupa tulisan yang relevan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni atau merupakan bagian dari disertasi, sebagai penulis utama, diutamakan pada jurnal internasional atau jurnal nasional terakreditasi, atau sekurang-kurangnya pada jurnal yang memiliki ISSN dan bisa diakses secara on line; atau b) Artikel Ilmiah di Prosiding Seminar yang telah diterbitkan, pada lingkup internasional yang memiliki ISSN; atau c) Artikel ilmiah yang diunggah (upload) di e-jurnal Unpad atau Pustaka Ilmiah Unpad, yang sudah disetujui oleh Tim Promotor dan Program Pascasarjana; atau d) Bukuajar atau buku teks, yang relevan dengan bidang keilmuannya dan memiliki ISBN. (7) Menyerahkan Naskah Disertasi untuk ditelaah oleh 3 orang oponen ahli yang jika diperlukan salah seorang di antaranya dapat berasal dari luar Unpad dalam bidang/sub-bidang ilmu yang sama. (8) Memperbaiki Naskah Disertasi berdasarkan telaahan yang dilakukan para oponen ahli. Perbaikan Naskah Disertasi didiskusikan dengan dan disetujui oleh Tim Promotor. Naskah Disertasi yang telah disetujui diserahkan kembali untuk diujikan dalam UND. b. Pelaksanaan UND (1) SidangUND dapat dilaksanakan di fakultas terkait atau di Program Pascasarjana Universitas. (2) Panitia Ujian Naskah Disertasi ditetapkan oleh Surat Keputusan Dekan/Direktur, terdiri atas: a) Ketua dan Sekretaris Sidang b) Tiga orang tim promotor c) Tiga orang tim oponen ahli d) Satu orang representasi Guru Besar Unpad. (3) Pimpinan Sidang UND: a) Ketua Sidang adalah Direktur Program Pascasarjana atau Dekan yang memiliki jabatan akademik Guru Besar. b) Sekretaris Sidang adalah Dekan atau Ketua Program Studi terkait. (4) Tugas Pimpinan Sidang dan Tim Penguji (Tim Promotor, Tim Oponen (oponen ahli dan Representasi Guru Besar): a) Pimpinan Sidang bertugas memandu seluruh acara sidang. b) Tim Promotor selain bertugas mengantarkan promovendus mempertanggungjawabkan disertasinya di hadapan Tim Penguji juga memberikan penilaian tentang performa akademik promovendus.

c) Tim Oponen bertugas memberikan penilaian secara komprehensif tentang performa akademik promovendus. (5) Sidang UND dapat dilaksanakan, apabila dihadiri sekurang-kurangnya tujuh orang terdiri atas lima orang Tim Penguji yang mewakili Tim Promotor dan Tim Oponen(oponen ahli dan representasi guru besar) dan dua orang pimpinan sidang (Ketua dan Sekretaris Sidang). (6) Sidang UND dilaksanakan secara tertutup yang dapat dihadiri oleh mahasiswa program doktor. (7) Promovendus menyajikan dan mempertahankan hasil-hasil penelitian dan kelayakan naskah disertasinya atas pertanyaan dan sanggahan dari Tim Penguji, dengan materi penilaian sebagai berikut : a) Kedalaman ilmu, jelas secara tertulis maupun lisan. b) Orisinalitas penelitian. c) Alur pikir yang jernih, sistematis, dan rasional d) Ketajaman analisis terhadap permasalahan dan pemecahan/solusi yang tepat. e) Kecermatan dan kerapian tata bahasa, teknik penulisan, serta format disertasi yang sesuai dengan pedoman. (8) Susunan acara sidang UND adalah sebagai berikut: a) Penyampaian ringkasan disertasi oleh promovendus. b) Tanya jawab. c) Rapat Panitia UND untuk menilai hasil penelitian dan kelayakan disertasi promovendus untuk diajukan pada Sidang Promosi Doktor (SPD). d) Pengumuman hasil UND. (9) Sidang UND berlangsung maksimal tigajam. c. Penilaian UND (1) Penilaian Ujian Naskah Disertasi didasarkan pada standard penilaian sebagai berikut: NA = 80 68 = NA< 80 56 = NA< 68 45 = NA< 56 NA < 45 (2) Bobot nilai untuk Ujian Naskah Disertasi (UND) adalah 60% untuk nilai dari Tim Promotor dan 40% untuk nilai dari Tim Oponen dan Representasi Guru Besar. (3) Hasil UND dapat berupa : a) Lulus tanpa perbaikan dan dapat menempuh Sidang Promosi Doktor (SPD) dalam waktu paling cepat dua minggu setelah pelaksanaan UND. b) Lulus dengan perbaikan minor dan dapat menempuh SPD paling cepat satu bulan setelah pelaksanaan UND. c) Lulus dengan perbaikan mayor dan dapat menempuh SPD paling cepat tiga bulan setelah pelaksanaan UND. d) Tidak lulus dan harus memperbaiki serta mengulang UND paling cepat enam bulan kemudian. e) Apabila hasil UND ulangan tetap dinyatakan tidak lulus, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus (drop out) dalam Program Doktor Universitas Padjadjaran. 8. Sidang Promosi Doktor (SPD) a. Syarat SPD Mahasiswa program doktor dapat menempuh Sidang Promosi Doktor (SPD) apabila telah memenuhi persyaratan berikut: (1) Telah melaksanakan Ujian Naskah Disertasi (UND) dan dinyatakan lulus dengan nilai 68. (2) Telah memperbaiki Naskah Disertasi berdasarkan masukan dari sidang UND. Naskah yang telah diperbaiki disetujui oleh Tim Penguji dan kemudian diajukan untuk diuji pada Sidang Promosi Doktor (SPD).

b. Pelaksanaan SPD (1) SPD dilaksanakan secara terbuka untuk diketahui masyarakat ilmiah dan umum tentang kelayakan promovendus mendapatkan gelar doktor sesuai dengan disiplin ilmunya.spd dapat dihadiri oleh keluarga, kerabat, mahasiswa, sivitas akademika dan anggota masyarakat lain yang diundang secara khusus. (2) SPD berlangsung maksimal duajam. (3) Panitia SPD ditetapkan oleh Surat Keputusan Direktur, terdiri atas: a) Ketua dan Sekretaris Sidang b) Tiga orang tim promotor c) Tiga orang tim oponen ahli d) Seorang Representasi Guru Besar (4) Pimpinan Sidang Promosi Doktor adalah: a) Ketua Sidang adalah Rektor/Ketua Senat Universitas Padjadjaran atau pejabat lain yang diberi kewenangan yaitu Sekretaris Senat, Wakil Rektor I, Direktur Program Pascasarjana atau Dekan yang memiliki jabatan fungsional Guru Besar. b) Sekretaris Sidang adalah Sekretaris Senat Universitas Padjadjaran, Asisten Direktur Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Dekan atau Pimpinan Program Studi terkait. (5) Tugas Pimpinan Sidang dan Tim Penguji (Tim Promotor dan Tim Oponen): a) Pimpinan Sidang bertugas memandu seluruh acara sidang. b) Tim Promotor selain bertugas mengantarkan promovendus mempertanggungjawabkan diserta sinya di hadapan Tim Penguji juga memberikan penilaian tentang performa akademik promovendus. c) Tim Oponen (oponen ahli dan representasi guru besar) bertugas memberikan penilaian secara komprehensif tentang performa akademik promovendus. (6) Setelah SPD dan kandidat dinyatakan lulus, tidak ada lagi perbaikan naskah disertasi. (7) Susunan acara SPDadalah sebagai berikut : a) Kata pengantar dari Ketua Tim Promotor tentang latar belakang dan kelayakan disertasi promovendus untuk dipertahankan di depan SPD. b) Penyampaian ringkasan disertasi oleh promovendus. c) Tim Penguji menyampaikan pertanyaan atau sanggahan secara komprehensif sesuai dengan alokasi waktu yang disepakati Panitia Ujian. d) Tanya jawab tidak bersifat polemik ataupun arahan yang bersifat bimbingan. e) Pertanyaan, komentar atau saran terhadap hal-hal yang tidak bersifat substantif seperti perubahan atau perbaikan judul, tata bahasa, teknik penulisan dan lain-lain disampaikan secara tertulis kepada promovendus. f) Tanggapan Tim Penguji terhadap jawaban promovendus dapat dinyatakan dengan kata-kata pujian/persetujuan atau ketidaksetujuan. g) Rapat Panitia SPD untuk menilai kelayakan promovendus menjadi Doktor dan pengumuman hasil ujian SPD. h) Pesan, kesan, dan harapan dari Ketua Tim Promotor.

i) Ungkapan rasa syukur dari promovendus berkenaan dengan selesainya pendidikan pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. j) Penyerahan Surat Tanda Kelulusan SPD, yang ditandatangani Ketua Sidang dan Ketua Tim Promotor. k) Pemberian ucapan selamat. l) Promovendus yang telah lulus ujian promosi doktor,dapat mengikuti upacara wisuda yang telah ditetapkan untuk dilantik sebagai lulusan Unpad. c. Penilaian SPD (1) Penilaian Sidang Promosi Doktor (SPD) didasarkan pada standard penilaian sebagai berikut: NA = 80 68 = NA< 80 56 = NA< 68 45 = NA< 56 NA < 45 (2) Bobot nilai untuk SPD adalah 60% untuk nilai dari Tim Promotor dan 40% untuk nilai dari Tim Oponen dan Representasi Guru Besar. d. Penilaian Disertasi Penilaian Disertasi dilakukan dengan formula: 2 Nilai UND+ Nilai SPD - Nilai angka yang diperoleh kemudian dikonversikan ke dalam angka mutu sebagai berikut: Nilai Mutu Nilai Mutu Nilai Mutu Nilai Mutu 0 0 26 1,04 51 2,04 76 3,04 1 0,04 27 1,08 52 2,08 77 3,08 2 0,08 28 1,12 53 2,12 78 3,12 3 0,12 29 1,16 54 2,16 79 3,16 4 0,16 30 1,2 55 2,2 80 3,2 5 0,2 31 1,24 56 2,24 81 3,24 6 0,24 32 1,28 57 2,28 82 3,28 7 0,28 33 1,32 58 2,32 83 3,32 8 0,32 34 1,36 59 2,36 84 3,36 9 0,36 35 1,4 60 2,4 85 3,4 10 0,4 36 1,44 61 2,44 86 3,44 11 0,44 37 1,48 62 2,48 87 3,48 12 0,48 38 1,52 63 2,52 88 3,52 13 0,52 39 1,56 64 2,56 89 3,56 14 0,56 40 1,6 65 2,6 90 3,6 15 0,6 41 1,64 66 2,64 91 3,64 16 0,64 42 1,68 67 2,68 92 3,68

17 0,68 43 1,72 68 2,72 93 3,72 18 0,72 44 1,76 69 2,76 94 3,76 19 0,76 45 1,8 70 2,8 95 3,8 20 0,8 46 1,84 71 2,84 96 3,84 21 0,84 47 1,88 72 2,88 97 3,88 22 0,88 48 1,92 73 2,92 98 3,92 23 0,92 49 1,96 74 2,96 99 3,96 24 0,96 50 2 75 3 100 4 25 1 e. Yudisium (1) Yudisium kelulusan didasarkan pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) promovendus sebagai berikut : 3,00 3,49 Memuaskan 3,50 3,79 Sangat Memuaskan 3,80 4,00 Cum laude* (2) Predikat kelulusan Cumlaude, memiliki persyaratan tambahan lain yaitu: a) Masa studi tidak melebihi delapan semester dan minimal dua artikel pada jurnal ilmiah berskala nasional yang terakreditasi. b) Masa studi sembilan sampai 10 semester dan minimal satu artikel pada jurnal ilmiah berskala internasional yang terindeks scopus. F. Tata Busana 1. Pada Sidang Ujian Naskah Disertasi, Ketua dan Sekretaris Sidang, serta anggota Panitia Ujian Naskah Disertasi laki-laki memakai kemeja dan dasi serta celana panjang warna gelap, sedangkan wanita menyesuaikan. 2. Pada Sidang Promosi Doktor, Panitia Promosi Doktor yang memiliki jabatan: a) Guru besar: memakai toga, baret, dan kalung jabatan sesuai dengan atribut Senat Universitas. b) Guru besar dari luar Unpad: memakai toga dan baret sesuai atribut Perguruan Tinggi asal atau bila perlu dapat menggunakan toga dan baret Universitas Padjadjaran tanpa kalung Senat Universitas;. c) Panitia non-guru besar: memakai toga dan baret tanpa memakai kalung Senat Universitas; 3. Pada Sidang UND maupun SPD, promovendus laki-laki memaki jas dan dasi serta celana panjang warna gelap, sedangkan promovendus wanita menyesuaikan. G. Peringatan Akademik Peringatan akademik diberikan kepada : 1. Mahasiswa Program Doktor/Kandidat Doktor yang melalaikan kewajiban administrasi (tidak melakukan pendaftaran ulang) untuk satu semester. 2. Mahasiswa yang pada akhir semester ke-3 tidak mencapai IPK 3,00. 3. Mahasiswa yang belum lulus ujian kualifikasi pada akhir semester ke-3 untuk yang sebidang dan akhir semester ke-4 untuk yang tidak sebidang.

4. Kandidat Doktor yang belum melaksanakan Seminar Usulan Penelitian pada akhir semester ke-4 untuk yang sebidang dan akhir semester ke-5 untuk mahasiswa yang tidak sebidang. 5. Kandidat Doktor yang belum melaksanakan ujian naskah disertasi pada akhir semester ke-7 untuk yang sebidang dan akhir semester ke-8 untuk yang tidak sebidang. H. Pemutusan Studi Putus studi (drop out) berarti mahasiswa dikeluarkan dari Pogram Doktor karena hal-hal sebagai berikut: 1. Tidak mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar pada semester ke-1 dan/atau semester ke-2; 2. Tidak mengisi KRS (tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar) dua semester berturut-turut atau secara terpisah; 3. Mengundurkan diri dari satu atau beberapa mata kuliah setelah lewat batas waktu perubahan KRS dua semester berturut-turut atau secara terpisah; 4. Menghentikan (tidak her-registrasi) studi dua semester berturut-turut atau dalam waktu berlainan; 5. Pada akhir semester ke-4 tidak mencapai IPK 3.00; 6. Belum lulus Ujian Kualifikasi pada akhir semester ke-4 ; 7. Pada akhir semester ke-6 belum lulus Seminar Usulan Penelitian; 8. Pada akhir semester ke-10 belum melaksanakan SPD bagi mahasiswa yang sebidang dan semester ke- 11 bagi mahasiswa yang tidak sebidang; 9. Melakukan hal-hal yang bersifat mencemarkan nama baik almamater (Universitas Padjadjaran) atau melanggar etika keilmuan (misalnya melakukan plagiat); Meninggal dunia. I. Sanksi Akademik 1. Sanksi akademik dikenakan kepada mahasiswa yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam proses belajar-mengajar, baik akademik maupun non-akademik, atau melanggar hukum (misalnya melakukan tindak kriminal) atau melakukan perbuatan tidak bermoral 2. Jenis sanksi akademik untuk kasus-kasus tertentu ditetapkan (berdasarkan peraturan dan perundangan yang berlaku) oleh suatu Dewan Pertimbangan yang terdiri atas Rektor, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan,Direktur Program Pascasarjana dan Asisten Direktur Program Pascasarjana. Apabila diperlukan dapat mengundang Dekan dan/atau Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fakultas yang terkait, Ketua Tim Pembimbing, Pimpinan Program Studi/S3. Hasil ketetapan Dewan Pertimbangan kemudian dapat diteruskan melalui keputusan Rektor Universitas Padjadjaran. Pelaksanaan Sidang Dewan Pertimbangan di bawah koordinasi Program Pascasarjana. J. Wisuda dan Gelar Akademik 1. Mahasiswa program doktor yang telah dinyatakan lulus, tetapi belum menyerahkan buku tesis, tidak akan mendapat Surat Keterangan Kelulusan, Transkrip Akademik, dan Ijazah serta tidak diperkenankan mengikuti wisuda. 2. Disertasi yang telah diperbaiki dan ditandatangani oleh Tim Promotor, dijilid tebal (hard cover) berwarna kuning. 3. Lulusan Program Doktor diberikan hak menggunakan gelar akademik Doktor, disingkat Dr., yang ditempatkan di depan nama. A. SOP Penyerahan Artikel Ilmiah untuk program S3:

C. BUKTI PENYERAHAN PUBLIKASI ILMIAH 1. Bukti penerbitan artikel ilmiah dapat berupa bukti reprint jurnal, copy jurnal berikut URL-nya atau alamat Web yang bisa diakses secara online, atau surat persetujuan penerbitan artikel dari jurnal yang bersangkutan) 2. Bukti penerbitan artikel ilmiah dalam prosiding dapat berupa bukti copy artikel, cover prosiding, jadwal acara, daftar pemakalah, dan alamat websitenya. 3. Bukti penerbitan artikel ilmiah di e-jurnal Unpad dapat berupa surat dari pengelola yang memuat judul dan alamat URL-nya. 4. Bukti penerbitan buku dapat berupa bukti copy buku, atau surat persetujuan penerbitan buku dari penerbit yang bersangkutan.