BAB IV ANALISA HASIL PENGUJIAN 4.1 Hasil pengujian Berdasarkan penelitian dan inspeksi dilapangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur pengerjaan Nondestructive Test. Pengujian ini dilakukan dengan memperhatikan standar American Society of Mechanical Engineers (ASME) Section VIII for Radiography Inspection. 4.2 Data pengujian Pengujian hasil pengelasan pada Diesel Storage Tank ini menggunakan material plat Carbon Steel. 1. Ketebalan material (Thickness) = 8 mm 2. Tebal las an = 8mm + 3mm = 11 mm 3. Sumber sinar (Source) = Iridium 192 4. SFD = 15.7 Inch = 400 mm 5. Waktu penyinaran = 3 menit 6. Sensitivity yang diharapkan = 2% 29
30 4.3 Perhitungan Parameter Pengujian Radiografi 4.3.1 Ukuran Penetrameter (Penny) Dalam pengujian ini penetrameter yang digunakan adalah jenis kawat. Ukuran (diameter) penny ditentukan dengan persamaan : D = s x t = 2% x 8 mm = 0,16 mm Dengan memperoleh hasil diameter penny yang didapat maka dapat dilihat di tabel Penetrameter DIN kawat yang sesuai yaitu Penetrameter dengan nomer 6 ISO 12 atau 10 ISO 16 atau DIN 6 Fe. Tabel 4.1 Penetrameter DIN Kawat 1 ISO 7 (mm) 6 ISO 12 (mm) 10 ISO 16 (mm) 3,20 1,00 0,400 DIN 6 Fe 2,50 0,80 0,320 2,00 0,60 0,250 1,60 0,50 0,200 1,25 0,40 0,160 1,00 0,32 0,125 0,80 0,25 0,100
31 4.3.2 Waktu Penyinaran Untuk menghitung waktu penyinaran ini dapat kita ketahui dengan menggunakan persamaan maupun lampiran grafik Exposure Factor. Untuk penyinaran dengan Sinar Gamma menggunakan Isotop Iridium 192 dengan tebal 8 mm maka dapat kita lihat bahwa iridium yang digunakan untuk penyinaran mempunyai umur 14 Curie. Waktu penyinaran dadpat dihitung sebagai berikut: T= 1,58 = 1 menit 34 detik 4.3.3 SFD Minimum Untuk menghitung SFD Minimum terlebih dahulu diketahui material yang digunakan dengan tebal plat 8 mm dengan dimensi sumber radiasi (Nozzle) ber diameter 3 mm.american Standart Mechanical Engineering (ASME) menentukan bahwa Unsharpness geometris maksimum pada material < 2 Inch adalah 0,02 Inch atau 0,5 mm. Oleh karna itu, dapat kita hitung dengan rumus berikut : SFD min = d. t / Ug maks + t = 3 x 8 / 0.5 + 8 = 30 mm = 1,1 Inch
32 4.3.4 Sensitivitas Untuk menghitung sensitivitas dapat menggunakan rumus sebagai berikut : S = D p / t X 100% = 0,16 / 8 X 100% = 2 % Selain menggunakan parameter seperti yang sudah dilakukan diatas yaitu menggunakan SFD 15,7 Inch dan Jenis film AGFA D7 dapat juga dilakukan pengujian dengan cara perhitungan yang sama pada parameter SFD 15,7 Inch dan jenis film AGFA D4 untuk mendukung hasil pengujian sebagai perbandingan hasil yang tepat. 4.4 Pembahasan pengujian yang diperoleh Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dan gambar hasil pengujian maka didapatkan adanya hubungan antara faktor utama yang menjadi penentu kualitas gambar benda uji pada hasil film yaitu diantaranya : 1. Aktivitas Sumber. 2. Jarak antara sumber ke film (SFD). 3. Tebal material uji (area of interest). 4. Bahan yang digunakan. 5. Jenis film dan processing. Faktor faktor tersebut mempunyai korelasi terpusat terhadap waktu penyinaran (WP), berarti Penurunan kualitas gambar film radiografi akibat adanya salah satu atau lebih dari faktor diatas dapat tanggulangi dengan menentukan waktu penyinaran yang tepat.
33 Tabel 4.2 Hasil Perhitungan Pengujian No. Uji Jenis Film Sumber Sinar SFD (inch) No. Penetrameter Waktu Penyinaran (Menit) SFD Min (inch) Sensitifitas (%) 1 AGFA D7 2 AGFA D4 Gamma (γ) 15,7 10 ISO 16 1.589 1,1 2 Gamma (γ) 15,7 10 ISO 16 2.017 1,1 1.25 4.5 Hasil Film AGFA D4 dan AGFA D7 Hasil Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan metode Radiography Test dengan sumber sinar yang sama yaitu sinar gamma dan pada material bahan yang sama terhadap kampuh las diesel storage tank. Hasil nya dapat kita lihat seperti pada tampilan gambar. Hasil perbandingan film AGFA D4 dan AGFA D7 pada pengujian radiography test adalah sebagai berikut: Gambar 4.1 Hasil Radiografi pada film AGFA D4 Pada gambar diatas dapat kita ketahui bahwa penggunaan jenis film radiografi AGFA D4 memiliki kualitas film yang lebih terang (jelas) untuk dapat mengetahui kondisi pengelasan. Namun tidak didapati cacat pada pengelasan tersebut.
34 Gambar 4.2 Hasil Radiografi pada film AGFA D7 Dari gambar tersebut dapat kita lihat bahwa penggunaan jenis film radiografi AGFA D7 memiliki kualitas film yang kurang jelas untuk dapat mengetahui kondisi pengelasan dibanding dengan AGFA D4. Pada film AGFA D7 dapat digunakan untuk pengujian pengelasan juga. Namun pada pengujian ini tidak juga ditemukan cacat pada hasil pengelasan. Tabel 4.3 Hasil Perbandingan Pengujian Radiografi No Jenis Film Pengujian Radiografi pada Jarak (SFD) 398,7 mm dan ketebalan 8 mm Hasil Pengujian dengan Menggunakan Viewer Keterangan Lama Waktu Penyinaran (Menit) Jelas 1 AGFA D4 2,017 Kurang Jelas 2 AGFA D7 1,589 AGFA D4 memiliki kontras cahaya yang jelas pada hasil pengelasan saat dilihat menggunakan viewer dengan waktu penyinaran lebih lama. AGFA D7 memiliki kontras cahaya yang kurang jelas pada hasil pengelasan saat dilihat menggunakan viewer dengan waktu penyinaran lebih cepat.