BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Ledok 5 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Waktu penelitian dimulai pada awal smester dua tahun ajaran 0/0 sesuai materi yang diajarkan pada smester tersebut. Dengan menyesuaikan jam pelajaran IPA kelas IV SD Negeri Ledok 05, Kecamatan Argomulyo, Salatiga. 3. Subyek dan Obyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah Siswa kelas IV SD N Ledok 05, Kecamatan Argomulyo Salatiga, berjumlah 7 siswa. Terdiri dari siswa putri dan 6 siswa putra. Dan obyek penelitian ini adalah penerapan metode eksperimen secara kerja kelompok. 3.3 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Dalam penelitian kolaboratif pihak yang melakukan tindakan adalah guru kelas itu sendiri sedangkan yang melakukan pengamatan terhadap berlangsungnya proses tindakan adalah peneliti yaitu guru dari kelas II SD N Ledok 05. Menurut Kemmis dan Taggart dalam Arikunto (00: 3) terdapat tiga tahapan dalam penelitian ini, yaitu:. Perencanaan (plan). Tindakan (act) dan Pengamatan (observe) 3. Refleksi (reflect) Dalam penelitian ini dilakukan dua siklus. Siklus dihentikan apabila kondisi kelas sudah stabil dalam hal ini guru sudah mampu menguasai keterampilan belajar yang baru dan siswa terbiasa dengan pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok, serta data yang 4
5 ditampilkan di kelas sudah ada peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran yang berlangsung. Apabila digambarkan dalam bentuk visualisasi, maka model Kemmis dan Taggart akan tergambar dalam bentuk spiral seperti gambar berikut ini. Gambar 3. Model Spiral dari Kemmis dan Taggart 3.4 Variabel Penelitian Menurut Sugiono (008), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dari kutipan tentang variabel penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam suatu penelitian terdapat dua variabel yaitu variabel bebas (independent) dimana variabel bebas dapat mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (dependent) dan variabel terikat (dependent) itu sendiri merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya dari adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini sebagai variabel bebas (independent) adalah metode eksperimen secara kerja kelompok (X), sedangkan variabel terikat (dependent) adalah hasil belajar (Y ) dan keaktifan siswa (Y ).
6 Variabel bebas: metode eksperimen secara kerja kelompok. Artinya dalam proses kegiatan pembelajaran menggunakan metode eksperimen siswa dapat belajar secara aktif didalam kelompok sehingga dapat mengembangkan sikap dan perilaku kritis. Variabel terikat: meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA. Artinya dengan menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok dalam KBM IPA akan membuat siswa lebih aktif dan merasa penasaran untuk mempelajari IPA sehingga siswa selalu senang dan bergairah dalam belajar. Diharapkan dengan metode eksperimen secara kerja kelompok mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA. 3.5 Tahapan Penelitian 3.5. Tahap Penelitian Siklus I a. Perencanaan Pada tahap penelitian ini, setelah diperoleh informasi pada tahap observasi, maka dilakukan diskusi dengan guru kelas IV mengenai materi pembelajaran yang akan disajikan serta alat penunjang lain yang perlu digunakan. Sebelum melakukan pembelajaran, maka penulis menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran, diantaranya (RPP), lembar kerja siswa, LKS untuk kelompok, lembar observasi, peralatan untuk melakukan eksperimen, gambar, buku pelajaran, serta ruang yang akan digunakan saat pelajaran berlangsung yang akan dilaksanakan di kelas IV dan tidak kalah pentingnya adalah persiapan fisik dan mental. b. Tindakan dan Observasi Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dilakukan tiga kali pertemuan. Tahap tindakan dilakukan oleh guru dengan menerapkan pembelajaran menggunakan metode
7 eksperimen secara kerja kelompok. Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran IPA kelas IV SD N Ledok 05.materi yang diberikan adalah perubahan kenampakan bumi. Adapun tindakan yang dilakukan pada tiap siklus yaitu:. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari sesuai dengan RPP. b. Guru menanyakan materi yang telah diajarkan minggu lalu (apersepsi) c. Guru memotivasi siswa dengan cerita yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari, agar siswa lebih senang dan antusias dalam mengikuti pelajaran. d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan prosedur eksperimen yang akan dilakukan.. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Guru melakukan penjelasan materi ajar menggunakan bantuan gambar yang sesuai dengan materi, agar siswa bersemangat dan tidak jenuh saat menerangkan. b. Guru melakukan tanya jawab materi yang akan diajarkan, untuk menggali kemampuan siswa. c. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 9 anggota kelompok untuk melakukan eksperimen. d. Sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan dan petunjuk seperlunya. e. Guru menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai, dan perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan yang akan digunakan.
8 f. Siswa didalam kelompok melakukan eksperimen dari materi yang telah disampaikan guru melalui panduan dan LKS yang telah disiapkan guru. g. Masing-masing kelompok mencatat hasil pengamatannya. h. Guru memonitor dan membantu siswa yang mengalami kesulitan. Elaborasi a. Setiap kelompok melaporkan hasil eksperimen dari materi yang telah disampaikan guru dan perwakilan dari kelompok maju untuk membacakan hasil dari eksperimen. b. Guru memberikan tanggapan (diskusi balikan) c. Guru meminta siswa untuk merangkum hasil eksperimen, dari materi yang telah disampan guru. Konfirmasi a Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi setiap kelompok. b. Guru memberikan pengayaan berupa tanya jawab kepada siswa. 3. Penutup a. Guru dan siswa mengulang materi yang sudah dipelajari agar pemahaman siswa lebih tinggi. Observasi Dilakukan selama proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok berlangsung, dan dilaksanakan dengan menggunakan lember observasi yang telah disiapkan. Hal- hal yang diamati selama proses pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran dan aktivitas guru maupun siswa selama pelaksanaan pembelajaran.
9 c. Refleksi Pada tahap ini peneliti bersama guru melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan pada siklus I, yang digunakan sebagai bahan pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berikutnya. Jika hasil yang diharapkan belum tercapai, maka dilakukan perbaikan dan peningkatan yang dilaksanakan pada siklus dua dan seterusnya. 3.5. Tahap Penelitian Siklus II Rencana tindakan siklus II dimaksudkan sebagai hasil refleksi dan perbaikan terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. Tahapan pelaksanaan tindakan pada siklus II mengikuti tahapan tindakan siklus I. 3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Arikunto (005) mengartikan instrumen penilaian sebagai alat bantu merupakan saran yang dapat diwujudkan dalam benda misalnya angket, daftar cek, pedoman wawancara, lembar pengamatan. Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan, maka teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.6. Observasi Riduwan (007) menjelaskan bahwa observasi yaitu pengamatan secara langsung keobjek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Karena sifatnya mengamati, maka alat yang paling pokok adalah panca indera, terutama indera pengelihatan. Dalam penelitian ini digunakan tiga lembar observasi yaitu lembar observasi guru dalam pelaksanaan metode eksperimen secara kerja kelompok, lembar observasi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok, dan lembar keaktifan siswa. Lembar observasi guru dan siswa dalam pelaksanaan metode eksperimen secara kerja kelompok, digunakan sebagai pedoman peneliti dalam melakukan observasi pelaksanaan
30 pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok. Sedangkan lembar observasi keaktifan siswa digunakan pada setiap pembelajaran sehingga kegiatan observasi tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan peneliti. Tabel 3. Kisi- kisi lembar observasi guru dalam pelaksanaan metode eksperimen secara kerja kelompok No Aspek yang diamati No Item. Pendahuluan Menyampaikan materi sesuai RPP Apersepsi sesuai dengan materi Memotivasi siswa Menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti Memanfaatkan media gambar yang telah disiapkan Melakukan tanya jawab untuk menggali pengetahuan siswa 3. Penerapan Metode eksperimen secara kerja kelompok Pembagian kelompok secara heterogen Memberikan penjelasan dan petunjuk dalam melaksanakan eksperimen Persiapan alat dan bahan yang akan dipergunakan Membimbing siswa melakukan eksperimen sesuai dengan panduan LKS Membimbing siswa melakukan kegiatan eksperimen Memonitor dan membantu siswa yang mengalami kesulitan Memberikan kesempetan pada siswa untuk membacakan hasil eksperimen dari materi yang telah disampaikan Memberikan tanggapan (diskusi balikan) Membimbing siswa membuat rangkuman hasil eksperimen dari meteri yang telah disampaikan. Menyimpulkan hasil diskusi Memberikan pengayaan berupa tanya jawab 3 4. Kegiatan akhir Memberikan evalusi Melakukan refleksi untuk mengetahui kelemahan saat melakukan tindakan. 5. Pengelolaan waktu Menggunakan waktu sesuai panduan RPP 3 4 3 4 5 6 7 8 9
3 Tabel 3.3 Kisi- kisi lembar observasi reaksi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok No Aspek yang diamati No Item. Pendahuluan Siswwa menanggapi Apersepsi yang disampaikan guru Siswa temotivasi melalui cerita yang disampaikan guru Memperhatikan saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran 3. Kegiatan inti Siswa bersemangat saat guru menggunakan media gambar dalam menjelaskan Antusias menjawab saat guru melontarkan pertanyaan Aktif bertanya 3. Penerapan Metode eksperimen secara kerja kelompok Siswa berkumpul dengan kelompok yang telah dibuat guru Memperhatikan saat guru memberikan penjelasan dan petunjuk dalam melaksanakan eksperimen menggunakan alat dan bahan sesuai fungsinya Melakukan eksperimen sesuai panduan LKS Aktif dan senang melakukan kegiatan eksperimen Siswa yang mengalami kesulitan tidak canggung bertanya pada guru Mencatat apa saja yang siswa amati Siswa membacakan hasil eksperimen dari materi yang telah disampaikan Siswa senang melakukan eksperimen Siswa membuat rangkuman hasil eksperimen dari meteri yang telah disampaikan. Berani menyampaikan pendapatnya saat menyimpulkan hasil diskusi Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru mengenai pelajaran yang telah disampaikan 4. Kegiatan akhir Mengerjakan soal evalusi dengan cermat dan cepat 3 4 5 6 7 8 9 3
3 Tabel 3.4 Kisi- kisi lembar observasi keaktifan siswa No Aspek yang diamati siswa memperhatikan penjelasan guru respon siswa terhadap pertanyaan yang diberikan guru 3 sering bertanya kepada guru atau siswa lain mengenai hal yang belum dimengerti 4 senang diberi tugas belajar 5 mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik dan tepat waktu 6 mampu bekerjasama dalam kelas 7 aktif mengemukakan pendapat 8 memberikan kesempatan kepada teman untuk berpendapat 9 memanfaatkan potensi yang ada dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah 0 aktif mencari informasi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. 3.6. Metode Tes Tes merupakan pengumpul informasi. Dalam penelitian ini metode tes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data dengan menguji kemampuan siswa sebelum diberi tindakan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok dan selama mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok. Melalui metode tes tersebut digunakan untuk mengujisejauh mana perbandingan siswa mengalami perubahan tingkah laku serta hasil belajar sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok. Berikut adalah kisi-kisi instrumen evaluasi pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok.
33 Tabel 3.5 Kisi-kisi butir soal IPA siklus Kelas IV Semester SDN Ledok 05 Salatiga Tahun Pelajaran 0/0 SK KD Indikator 9. Memahami perubahan kenampakan permukaan bumi dan ben-da langit 9..Mendeskripsika n perubahan kenampakan bumi.. Mengidentifikasi perubahan daratan. Mengidentifikasi terjadinya siang dan malam Item soal No item, 3, 6, 0, 6, 8, 0, 3, 7, 4, 5, 4 Jml item 9 3.Mengidentifikasi akibat dari badai, erosi dan kebakaran 4.Menjelaskan pengaruh air laut pasang 5.Mengidentifikasi pengaruh erosi kebakaran hutan bagi makhluk hidup dan lingkungannya. 4, 7, 5, 6, 8 7, 9,,, 3 8, 5, 9,, 4, 9, 30 5 5 7 Tabel 3.6 Kisi-kisi butir soal IPA siklus Kelas IV Semester SDN Ledok 05 Salatiga Tahun Pelajaran 0/0 SK KD Indikator 9. Memahami perubahan kenampakan perubahan permukaan bumi dan benda langit 9. Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari.perubahan kenampakan matahari.perubahan kenampakan Bulan 3.perubahan kenampakan Bintang Item soal No item Jml item,,, 8 4 3, 4, 7,9, 0,, 4, 6, 0 5, 6, 8, 3, 5, 7, 9 9 7
34 Peneliti akan melakukan uji coba instrumen yang telah disusun sebagai alat ukur apakah instrumen baik dan memadai. Baik dan buruknya suatu instrumen akan menentukan kualitas hasil penelitian. Uji coba instrumen dilaksanakan di SDN Dukuh 03 Salatiga, sekolah yang tidak digunakan untuk penelitian. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. 3.7 Teknik Analisis Instrumen 3.7. Uji Validitas Soal Uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian (Sugiono, 006). Sebelum melakukan evaluasi, sebaiknya soal evaluasi tertulis diujicoba sehingga diperoleh butir soal yang valid. Instrumen dikatakan valid artinya instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Tingkat validitas instrumen dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan setiap sekor pada butir instrumen dengan total skor setelah dikurangi skor butirnya sendiri(corrected item to total correlation). r < 0,0 : Tidak ada validitas 0,0 r < 0,40 : Validitas rendah 0,40 r < 0,60 : Validitas sedang 0,60 r < 0,80 : Validitas tinggi 0,80 r <,00 : Validitas semurna
35 No Siklus 3.7. Uji Reabilitas Soal Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas SD Negeri Dukuh 03 Semester II Tahun Pelajaran 0/0 Jumlah Jumlah Item Untuk uenguji reabilits instrumen dilakukan analisis factorial dengan konstruk satu faktor untuk setiap perangkat dengan merujuk teori koefisien reabilitas alpha dari Cronbach (Azwar, 000). Kriteria untuk menentukan tingkat reabilitas instrumen digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery dalam Mawardi (005: 67), yang didasarkan pada nilai koefisien Alpha Cronbach (α) sebagai berikut: a 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7 < a 0,8 : Dapat diterima 0,8 < a 0,9 : Reabilitas bagus a > 0,9 : Reabilitas memuaskan Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila nilai alpha > 0,7. reliabilitas suatu instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan Software SPSS.0 yaitu dengan cara Analyze Scale Reliability Analysis atau kemudian untuk melihat hasilnya apakah instrument reliabel atau tidak, dapat dilihat pada output hasil penghitungan, apabila nilai alpha ( ) kurang dari 0,7 maka instrumen tersebut tidak reliabel. Hasil pengujian reliabilitas disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 3.8 Uji Reabilitas Siklus Reliability Statistics *dicopy dari analisis SPSS for Windows.0 Skala Alpha siswa item Valid Tidak Valid. I 0 30 9 756. II 0 0 4 6 76 Cronbach's N of Alpha Items,756 30
36 Tabel 3.9 Uji Reabilitas Siklus Reliability Statistics Cronbach' N of s Alpha Items,76 0 *dicopy dari analisis SPSS for Windows.0 Untuk reabilitas siklus I, diperoleh angka koefisien alpha 756 dari 30 item dan koefisien alpha 76 dari 0 item artinya instrumen memiliki tingkat reabilitas bagus. Dengan demikian instrumen tes yang penulis susun dapat dipergunakan dalam penelitian ini. 3.7.3 Analisis Taraf Kesukaran Soal Tingkat kesukaran soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Kriteria yang digunakan menurut Sudjana (0) adalah makin kecil indeks yang diperoleh, makin sulit soal tersebut. Sebaliknya makin besar indeks yang diperoleh makin mudah soal tersebut. Kriteria indeks kesulitan soal itu adalah sebagai berikut: 0 0,30 = Soal kategori sukar 0,3 0,70 = Soal kategori sedang 0,7,00 = Soal kategori mudah Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesulitan soal adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: I = Indeks kesulitan untuk setiap butir soal B = Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal N = Banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal yang dimaksudkan. Peneliti melakukan uji validitas soal di kelas IV SDN Dukuh 03, dengan jumlah siswa 0 orang, dan tidak seorang pun yang tidak mengisi seluruh pertanyaan tersebut.
37 Tingkat kesukaran soal yang akan dianalisis adalah soal yang valid. Setelah diperiksa hasilnya adalah sebagai berikut: Tabel 3.0 Taraf Kesukaran Soal Siklus I No Kategori soal Jumlah.. 3. Sukar Sedang Mudah 5 Tabel 3. Taraf Kesukaran Soal Siklus II No Kategori soal Jumlah.. 3. Sukar Sedang Mudah 9 3 3.8 Indikator Kinerja Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA melalui metode eksperimen secera kerja kelompok ada dua kriteria:. Indikator kualitatif berupa keaktifan siswa mengikuti pembelajaran menggunakan metode eksperimen secara kerja kelompok.. Perbandingan antara hasil nilai prestasi belajar yang diperoleh siswa antara lain: a. Hasil nilai siswa pada tes formatif siklus I b. Hasil nilai siswa pada tes formatif siklus II Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya peningkatan pembelajaran adalah sebagai berikut :. Proses perbaikan pembelajaran (siswa terlibat aktif dalam pembelajaran) dinyatakan berhasil apabila presentase keaktifan siswa mencapai skor 60% aktif dalam pembelajaran.. Proses perbaikan pembelajaran (hasil belajar siswa meningkat) dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 0 siswa atau 75% dari 7 siswa telah berhasil memahami standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 65).
38 Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan keaktifan belajar adalah:. Siswa memperhatikan penjelasan guru. Respon siswa terhadap pertanyaan yang diberikan guru 3. Sering bertanya kepada guru atau siswa lain mengenai hal yang belum dimengerti 4. Senang diberi tugas belajar 5. Mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik dan tepat waktu 6. Mampu bekerjasama dalam kelas 7. Aktif mengemukakan pendapat 8. Memberikan kesempatan kepada teman untuk berpendapat 9. Memanfaatkan potensi yang ada dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah 0. Aktif mencari informasi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan berupa penyajian informasi berupa tes yang disusun, diatur dan diringkas sehingga mudah dipahami. Hal ini dilakukan secara bertahap kemudian dilakukan penyimpulan dengan diskusi bersama mitra kolaborasi. Untuk menjamin kemantapan dan kebenaran data yang dikumpulkan dalam dan dicatat dalampenelitian digunakan triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 005).. Analisis Data Observasi Keaktifan Siswa Data hasil observasi dianalisis untuk mengetahui keaktifan siswa yang berpedoman pada lember observasi keaktifan siswa. Penelitian dilihat dari hasil skor pada lembar observasi yang digunakan. Persentase diperoleh dari skor pada lembar observasi dikualifikasikan untuk menentukan seberapa besar keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Untuk setiap siklus persentase diperoleh dari rata-rata persentase keaktifan
39 siswa pada tiap pertemuan. Hasil data observasi ini dianalisis dengan pedoman kriteria sebagai berikut: Rentang Skor (%) 80,0% - 00% 60,0% - 80% 40,0% - 60% 0,0% - 40% 0-9% Tabel 3. Kriteria Keaktifan Siswa Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah. Analisis Hasil Belajar Siswa Hasil tes siswa dianalisis untuk menentukan peningkatan ketuntasan siswa. Peningkatan ketuntasan mengikuti ketuntasan sekolah bahwa, siswa dinyatakan lulus dalam setiap tes jika nilai yang diperoleh 65 dengan nilai maksimal 00. Maka dalam penelitian ini juga menggunakan ketentuan yang ditetapkan sekolah, untuk menentukan persen (%) ketuntasan siswa dengan menggunakan perhitungan persen (%) ketuntasan yaitu sebagai berikut: ( )