PEMERINTAH KOTA TANGERANG

dokumen-dokumen yang mirip
Pemerintah Kota Tangerang

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

KATA PENGANTAR INSPEKTUR, Drs. Zat Zat Munazat, M.Si NIP Inspektorat Kabupaten Garut

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

PENDAHULUAN BAB I 1.1. LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

KATA PENGANTAR. Alhamdulillaah,

INSPEKTORAT SEKRETARIAT KABINET REPUBLIK INDONESIA

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2016

Governance) diperlukan adanya pengawasan yang andal melalui sinergitas

Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

Kata Pengantar. Oleh karena itu agar langkah dimaksud dapat menjadi prioritas program lima tahun pembangunan kepegawaian ke depan menyongsong ii

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

DAFTAR ISI BAB III ISU-ISU STRATEGIS.

PROFIL INSPEKTORAT KOTA SERANG

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

Governance), baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap BAB I PENDAHULUAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

DAFTAR ISI.. KATA PENGANTAR... i

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. Rencana strategis merupakan proses yang berorientasi

DRAFT BAB I PENDAHULUAN

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN RENJA INSPEKTORAT KABUPATEN GRESIK 2018

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Nomor : / BAP-I/IV/2011 TENTANG

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

KATA PENGNTAR RKT INSPEKTORAT

Jambi, Januari 2017 INSPEKTUR KOTA JAMBI, Drs. H. HAFNI ILYAS. Pembina Utama Muda. NIP

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB PENDAHULUAN Latar Belakang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) INSPEKTORAT KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2017

INSPEKTORAT KOTA BANDUNG KATA PENGANTAR

BAB I P E N D A H U L U A N

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

LAPKIN SEKRETARIAT DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2015 BAB II

Pemerintah Kota Pagar Alam Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP-SKPD) TAHUN 2015

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Rencana Strategis Tahun

Bab II Perencanaan Kinerja

BAB VIII PENUTUP BAB VIII PENUTUP

BAB II PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT DPRD KOTA. penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai

DESA MENATA KOTA DALAM SEBUAH KAWASAN STRATEGI PEMBANGUNAN ROKAN HULU.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013 KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perencanaan pembangunan daerah, proses. penyusunan tahapan-tahapan kegiatannya melibatkan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Rancasari Tahun

Rencana Strategis

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA. ii DAFTAR ISI.. vi

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

efektivitas dan efisiensi. Dengan modal tersebut diharapkan pemerintahan

RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT KEMENTERIAN PANRB. Sekretariat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

WALIKOTA PROBOLINGG0 PROVINSI JAWA TIMUR

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

Rencana Kerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II PERENCANAAN KINERJA

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT KOTA BLITAR TAHUN 2015

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) INSPEKTORAT KABUPATEN MALANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BPPT KOTA BANDUNG

Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pelalawan 2016 BAB. I PENDAHULUAN

LAKIP INSPEKTORAT 2012 BAB I PENDAHULUAN. manajemen, antara lain fungsi-fungsi planning, organizing,

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) INSPEKTORAT KAB.MURA TAHUN ANGGARAN

INSPEKTORAT AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

ANALISIS GAMBARAN TUPOKSI SKPD INSPEKTORAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN

RENCANA KERJA INSPEKTORAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 PEMERINTAH KOTA SAMARINDA I N S P E K T O R A T

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

Transkripsi:

RINGKASAN RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT KOTA TANGERANG TAHUN 2014-2018 A. Latar Belakang RPJMD Kota Tangerag tahun 2014-2018 adalah merupakan tahapan ke- III dalam rangka mewujudkan Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005 2025 yaitu Kota Industri, Perdagangan, dan Jasa yang maju dan lestari Berdasarkan Akhlakul Karimah, dimana dalam tahun ke III ini atau periode RPJMD 2014-2018 Kota Tangerang mengusung misi Terwujudnya Kota Tangerang yang Maju, Mandiri, Dinamis dan Sejahtera dengan Berakhlakul Karimah, sehingga Visi RPJM Daerah 2014 2018 dijadikan sebagai pedoman penyusunan Renstra Inspektorat Tahun 2014-1018. Dalam penyusunan Renstra Inspektorat ini didasarkan pada pertimbangan objektif permasalahan sesuai Tupoksi dengan karakteristik kondisi yang meliputi berbagai identifikasi rumusan yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dirumuskan isu-isu strategis sebagai dasar untuk menentukan strategi dan arah kebijakan pembangunan selama tahun 2014-2018. RPJM Daerah merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang kemudian akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun. Inspektorat Kota Tangerang sebagai unit organisasi pemangku tugas Melakukan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Daerah, Pelaksanaan Pembinaan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan yang dapat dicapai melalui penjabaran visi, misi, tujuan dan sasaran pengawasan sesuai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima tahun. B. Maksud dan Tujuan Inspektorat kota tangerang 1

(1) Menjabarkan visi dan misi Inspektorat Kota Tangerang ke dalam program dan kegiatan pengawasan yang rinci, terarah, terukur dan dapat dilaksanakan dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. (2) Menyediakan satu acuan resmi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) Inspektorat Kota Tangerang dalam menentukan prioritas hasil akhir yang ingin dicapai sesuai program pembangunan, yang akan dilaksanakan dengan sumber dana APBD Kota Tangerang. (3) Mendorong terwujudnya koordinasi, integrasi, sinergi dan sinkronisasi pembangunan Provinsi dan Pemerintah Pusat baik antar Pemerintah Kabupaten / Kota, Pemerintah dalam pelaksanaan tugas tugas pengawasan. (4) Menyediakan tolok ukur untuk mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja Inspektorat Kota Tangerang. (5) Sebagai pedoman dan panduan bagi seluruh Aparat Inspektorat Kota Tangerang dalam melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi. D.GAMBARAN UMUM Inspektorat Kota Tangerang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah, serta Peraturan Walikota Tangerang Nomor 43 Tahun 2008 tentang tanggal 22 Desember 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kota Tangerang. Inspektorat Kota Tangerang masih harus menunggu revisi Peraturan Walikota Tangerang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Inspektorat Kota Tangerang, karena berdasarkan PP 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat daerah bahwa Inspektorat terdiri dari 1 (satu) Sekretariat dan paling banyak 4 (empat) Inspektur Pembantu, Sekretariat terdiri dari 3 (tiga) Sub Bagian serta Kelompok Jabatan Inspektorat kota tangerang 2

Fungsional, sehingga untuk struktur eselon IV/a dibawah Inspektur pembantu wilayah (Irban) sudah tidak ada. Adapun tugas pokoknya Inspektorat Kota Tangerang adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan kelurahan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 6 Tahun 2008 Inspektorat Kota Tangerang mempunyai tugas pokok : Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan F. VISI Dalam suatu organisasi harus memiliki sebuah alat manajemen yang akan menentukan ke arah mana sebuah organisasi tersebut akan bergerak, dan bagaimana cara menuju ke arah tersebut. Oleh karena itu Inspektorat Kota Tangerang menentukan Visi yang merupakan suatu proyeksi organisasi di masa yang akan datang dan merupakan suatu komitmen yang akan menjadi motivasi bagi aparatur dalam melaksanakan tugas, dan fungsinya untuk dalam waktu renstra 5 (lima) tahun kedepan (2014-2018). Berdasarkan Inpres Nomor 7 tahun 1999 disebutkan bahwa perencanaan strategic merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul, Rencana strategis mengandung visi, misi tujuan, sasaran, cara mencapai tujuan dan sasaran yang meliputi kebijakan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan, maka Inspektorat Kota Tangerang diharapkan akan dapat menyelaraskan dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam menjalankan tugas dan fungsinya seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2008, maka Inspektorat Kota Tangerang mempunyai komitmen bersama mulai dari unsur pimpinan sampai unsur pelaksana, yang selanjutnya dituangkan dalam pernyataan visi sebagai berikut : Visi Inspektorat Kota Tangerang : Inspektorat kota tangerang 3

Menjadi Pengawas Intern yang Berintergritas, Kompeten dan Profesional Dalam Rangka Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan Yang Baik dan Pemerintahan Yang Bersih di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Perumusan perencanaan strategik Inspektorat Kota Tangerang yang diawali dengan penetapan visi tersebut yang merupakan langkah penting dalam perjalanan organisasi, baik pada saat penyusunannya, maupun pada kehidupan organisasi dimasa yang akan datang. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan ekternal, oleh karena itu visi pengawasan Inspektorat Kota Tangerang harus disesuaikan dengan kondisi perubahan tersebut. Dari Pernyataan visi tersebut di atas mengandung tiga kata kunci yaitu : 1. Berintergritas, mengandung makna bahwa Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam struktur organisasi Pemerintah Kota Tangerang yang secara mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran. Artinya prilaku, sikap, harus sesuai dengan sikap seorang pengawas, bukan saja melakukan pengawasan semata saja akan tetapi dibarengi dengan prilaku yang menjadi tauladan bagi semua aparat atau sebagai objek pemeriksaan, dengan adanya konsistensi antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita perbuat dan meyakini bahwa keberadaanya lebih kepada upaya terciptanya proses tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih bebas KKN (clean government). 2. Kompeten, mengandung makna bahwa Inspektorat selaku APIP mempunyai keterampilan, kemampuan, kecerdasan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab yang dianggap mampu secara keilmuan dan akademis pada bidang dan pekerjaannya serta diakui oleh masyarakat, sehingga dalam Inspektorat kota tangerang 4

melaksanakan tugasnya dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam pengawasan dan pemeriksaan. 3. Profesional, mengandung makna bahwa dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsinya yang secara spesifik adalah kegiatan/penugasan pemeriksaan, Inspektorat senantiasa melakukannya dengan suatu landasan disiplin ilmu, metodologi dan sikap kerja yang berintegritas secara moral, mental dalam bentuk komitmen dan profesi senantiasa berorientasi pada penciptaan nilai tambah serta peningkatan kinerja bagi Inspektorat maupun unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. 4. Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan Yang Baik dan Pemerintahan Yang Bersih, secara implisit tersirat bahwa Inspektorat memiliki kewajiban moral untuk mendukung terwujudnya visi Pemerintah Kota Tangerang TERWUJUDNYA KOTA TANGERANG YANG MAJU,MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA, DENGAN MASYARAKAT YANG BERAKHLAKUL KARIMAH. Kewajiban moral tersebut diimplementasikan melalui pelaksanaan pengawasan fungsional secara tupoksi mempunyai keweangan penuh sesuai ketentuan yang berlaku, dengan harapan mampu mengawal dan mengamankan implementasi kebijakan Walikota dan mendorong peningkatan kinerja Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka pelaksanaan programprogram pembangunan sebagaimana dituangkan dalam bentuk kegiata dan aksi-aksi kebijakan, seperti yang telah ditetapkan dalam RPJMD. G. M I S I Pernyataan misi adalah suatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi atau unit kerja dan tidak menyimpang dari visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi atau unit kerja dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, maka telah dirumuskan misi-misi sesui dan dikaitkan dengan tugas pokok inspektorat sebagai berikut : 1. Meningkatkan kinerja pengawasan yang profesional untuk memperoleh hasil pengawasan yang berkualitas Inspektorat kota tangerang 5

2. Mendorong peningkatan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) dan terwujudnya pemerintahan yang bersih bebas KKN (clean government) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang dan mendorong keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah Penetapan misi Inspektorat tersebut di atas selaras dengan misi pertama Pemerintah Kota Tangerang yaitu Mewujudkan dan menguatkan tata pemerintahan yang baik (good governance). H. TUJUAN Dalam rangka visi dan misi Inspektorat Kota Tangerang tersebut di atas maka visi misi aharus dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan strategic, dengan diformulasikannya tujuan strategic ini maka Inspektorat dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan dalam memenuhi visi misinya untuk waktu lima tahun kedepan dengan memepertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang ada. Pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen berperan untuk menjamin agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan dan perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efesien. Sejalan dengan tugas pokok dan fungsi lembaga pengawasan, maka tujuan Inspektorat Kota Tangerang berdasarkan misi yang ditetapkan adalah sebagai berikut : Tujuan dari Misi Pertama adalah: 1. Terwujudnya lingkungan yang kondusif bagi terselenggaranya manajemen kepemerintahan yang baik ; 2. Terwujudnya pelayanan yang prima di lingkungan Pemerintah Kota dan BUMD. Tujuan dari Misi Kedua adalah : 1. Meningkatnya mutu pengawasan; 2. Meningkatnya profesionalisme SDM; 3. Terwujudnya aparatur pemerintah kota yang bersih; 4. Meningkatnya kinerja lembaga yang efesien dan efektif ; 5. Terciptanya akuntabilitas Pemerintah Kota. Inspektorat kota tangerang 6

I. SASARAN Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, sebagai bagian integral dalam proses perencanan strageis Inspektorat dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh. Sasaran yang telah ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait, dimana sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh instansi pemerintah, sasaran diupayakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur. J. STRATEGI Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan yang dirancang secara konseptual, analitis, rasional, realistis dan komprehensif dengan menggunakan, pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Dengan harapan tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui penyusunan dan pelaksanaan strategi yang tepat, komponen strategi tercermin dan diurai lebih lanjut dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. K. KEBIJAKAN 1. Melaksanakan kegiatan pengawasan di seluruh satuan kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang 2. Melaksanakan pengawasan dan penanganan kasus-kasus KKN dengan memperhatikan isu-isu strategis dari skala prioritas pembangunan 3. Optimalisasi pengolahan informasi hasil pengawasan dan memacu percepatan pelaksanaan tindak lanjut, serta penyajian informasi hasil pengawasan yang komprehensif kepada stakeholder Inspektorat kota tangerang 7

4. Pemberian dukungan kajian dan rekomendasi terhadap pelaksanaan pengendalian intern dan implementasi kebijakan Kepala Daerah 5. Optimalisasi aktivitas koordinasi untuk kegiatan pengawasan dengan satuan kerja dan instansi terkait 6. Pengembangan Standard Operating Procedure pelaksanaan tiap jenis aktivitas yang tercakup dalam kegiatan pengawasan 7. Peningkatan profesionalisme, kualitas mental dan kompetensi teknis SDM 8. Pengembangan elektronik audit dan aplikasi sistem informasi manajemen pengawasan dan peningkatan sarana pendukung, sumber daya dan optimalisasi pendayagunaannya 9. Perencanaan kegiatan pengawasan dan penganggaran yang baik dan ketaatan implementasinya 10. Penyajian laporan keuangan SKPD sesuai SAP dan Laporan capaian Kinerja sesuai pedoman pelaporan yang berlaku. N. Program dan Kegiatan Dalam rangka mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan, serangkaian program dan kegiatan telah ditetapkan dalam mencapai tujuan dan sasaran. Program yang akan dilakukan dalam masa mendatang, merupakan kumpulan kegiatankegiatan yang merupakan rencana aksi. Suatu program yang telah ditetapkan mungkin saja akan dapat mencapai beberapa sasaran. Sebaliknya beberapa program harus dilakukan untuk mencapai suatu sasaran. Kegiatan atau aktivitas instansi pemerintah merupakan penjabaran dari program kerja yang telah dibuat oleh organisasi, atau dengan kata lain program kerja merupakan kumpulan dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Aktivitas atau kegiatan tersebut berdimensi waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Kegiatan yang disusun secara tahunan ini menjadi bahan untuk mengevaluasi dan memperbaiki program kerja operasional instansi yang berdimensi 5 (lima) tahunan. Inspektorat kota tangerang 8

PENUTUP Penataan Organisasi Pemerintah Kota Tangerang sesuai Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor: 6 tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah dalam rangka penerapan PP Nomor: 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dapat dijadikan momentum dalam menetapkan arah yang akan dituju untuk dapat menjadikan Inspektorat Kota Tangerang berperan aktif dalam perbaikan birokrasi penyelanggaraan fungsi kepemerintahan yang diemban oleh Pemerintah Kota Tangerang. Disadari sepenuhnya bahwa perubahan lingkungan terus berlangsung dan mempengaruhi peran dan fungsi Pemerintah Kota Tangerang serta turut mempengaruhi Inspektorat sebagai salah satu unit organisasi selaku Pengawas Internal Pemerintah Kota Tangerang (APIP), maka Inspektorat menyikapi perubahan tersebut dengan menyusun Renstra Inspektorat Kota Tangerang 2014-2018 yang mengacu pada RPJMD Kota Tangerang 2014-2018 sebagai dasar pelaksanaan kegiatan jangka menengah lima tahunan, yang diimplemnetasikan dalam Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) untuk dievaluasi melalui LAKIP Tahunan. Renstra Inspektorat Kota Tangerang tahun 2014 2018 yang telah ditetapkan diharapkan dapat diimplementasikan serta dipergunakan sebagai pedoman bagi pimpinan dan stakeholder lainnya dalam penyusunan program dan kegiatan serta penetapan kinerja tahunan sesuai dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kota Tangerang Tahun 2014 2018 yang konsisten dan berkomitmen serta bertanggung jawab. visi Inspektorat sebagai Menjadi Pengawas Intern Yang Berintegritas, Kompeten dan Profesional Dalam Rangka Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan Yang Baik dan Pemerintahan Yang Bersih di Lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Demikian Renstra Inspektorat Kota Tangerang ini dibuat dan disampaikan untuk menjadi bahan penyusunan RKPD pada setiap tahunnya.. Inspektorat kota tangerang 9