BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai dengan Mei 2016 di kelas XI dengan sampel kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Surakarta di Jl. Mr. Sartono no. 30 Surakarta.Pemilihan tempat penelitian di SMA Negeri 6 Surakarta karena pihak sekolah baik Kepala Sekolah maupun guru mata pelajaran Seni Budaya di sekolah tersebut cukup terbuka dengan perkembangan ilmu seni rupa dan mampu mengembangkan model pembelajaran secara inovatif. B. Bentuk dan Strategi Penelitian Bentuk penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 sampai dengan Mei 2016 kegiatan-kegiatan dalam waktu tersebut yaitu mencakup pengamatan atau studi awal, persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian. Fokus dalam penelitian ini adalah masalah pengembangan dari tugas Seni Budaya berupa kreasi boneka yang memanfaaatkan pakaian ataupun kain bekas sebagai interpretasi dari minat dan antusias siswa terhadap pembelajaran seni rupa. Bentuk penelitian ini didukung dengan beberapa sampel karya boneka kreasi siswa, yang diharapkan mampu memberikan informasi serta gambaran tentang tingkat antusias dan minat yang kemudian diinpretasikan dalam analisis dan dirangkum dalam rumusan masalah. C. Sumber Data Sutopo (2002: 47) mengatakan bahwa data penelitian bukan sebagai alat dasar pembuktian tetapi sebagai modal dasar bagi pemahaman, maka proses pengumpulan data merupakan kegiatan yang lebih lentur dan dinamis. 59
60 Menurut Lofland dan Lexy J. Moleong, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lainnya (Moleong, 2004: 112). Adapun sumber data utama yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diperoleh dari aspek kualitatif seperti diantaranya : 1. Informan (narasumber), merupakan sumber data utama didalam penelitian dimana informan yang dikenal sebagai responden dalam penelitian. Dalam penelitian ini informan terdiri dari ibu Untari, S.Pd selaku guru pengajar seni rupa di SMA Negeri 6 Surakarta, dan siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Surakarta 2. Arsip-arsip, dokumen, foto, video, serta karya boneka siswa yang merangkum informasi maupun catatan yang berkaitan dengan penelitian. 3. Kepustakaan yang berupa buku yang relevan, dan juga maupun dari media internet yang berupa gambar, artikel, video, dan lain-lain yang merangkum tentang Seni Budaya. 4. Karya tugas kreasi Seni Budaya oleh siswa dalam bentuk karya kreasi boneka D. Teknik Pengumpulan Data Dalam penyajiannya sudah dijelaskan seperti diatas bahwa penelitian ini bersifat deskriptif dimana data yang diperoleh dan digunakan dilakukan melalui teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Observasi Teknik observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi, dan benda, serta rekaman gambar. Peneliti menggunakan teknik observasi langsung dengan melakukan pengamatan secara langsung di tempat penelitian, sesuai dengan pendapat Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2015: 203) bahwa observasi adalah sebagai metode ilmiah yang biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistimatik terhadap fenomena yang dihadapi dan diselidiki.
61 Observasi dilakukan pada setiap kegiatan pembelajaran seni budaya mulai dari persiapan materi, penyampaian materi, hingga proses evaluasi dan penilaian terhadap hasil karya kreasi boneka Selain itu peneliti juga mengamati segala kegiatan siswa selama proses membuat kreasi boneka baik usaha membuat sketsa desain, media dan teknik yang digunakan, sampai jadilah kreasi boneka 2. Wawancara Interview atau wawancara adalah teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya seikit/kecil. (Sugiyono, 2015: 194). Berikut jenis wawancara menurut Sugiyono a. Wawancara terstruktur Teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasis apa yang akan diperoleh. Dalam teknik ini peneliti telah menyiapkan instrument wawancara b. Wawancara tidak terstruktur Teknik wawancara dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun sitematis namun wawancara ini bersifat open-ended. Dimana dalam teknik ini peneliti dapat memperoleh informasi awal tentang isu permasalahan hingga informasi mendalam. Dalam teknik ini peneliti diawal banyak mendengarkan informan dan jika sudah terbuka kesempatan barulah peneliti segera bertanya. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam yang tidak terstruktur dan bersifat open-ended. Hal ini dimaksudkan untuk menggali kedalaman informasi berdasarkan pandangan subyek yang diteliti dengan menciptakan suasana akrab dan nyaman sehingga informasi yang diperoleh lebih rinci, jujur, dan mendalam.wawancara dalam penelitian ini
62 dilakukan dengan guru yaitu Untari, S.Pd dan siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Surakarta. 3. Dokumentasi Dokumentasi adalah salah satu cara pengumpulan data dengan teknik documenter, yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil, atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian (Margono, 2005: 181). Dalam penelitian ini data dokumentasi yang digunakan adalah berupa foto baik foto pada saat proses pembelajaran berlangsung, proses pembuatan karya boneka oleh siswa, maupun foto hasil karya siswa, audio rekaman, dan hasil karya kreasi boneka siswa SMA Negeri 6 Surakarta kelas XI IPS 4 E. Teknik Sampling Margono (2005: 125) menjelaskan teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. Terdapat dua teknik sampling yang berbeda.teknik itu adalah (1) teknik random sampling dan (2) teknik purposive sampling. Penelitian ini berupa penelitian naturalistik atau alamiah, maka teknik sampling yang digunakan purposive sampling yaitu pengasumsian sampel hanya yang benar-benar berhubungan langsung dengan hal yang sedang diteliti. Sutopo (2002 : 36) menjelaskan bahwa cuplikan dalam kualitatif lebih cenderung bersifat purposive (bertujuan) pada kelengkapan maupun kedalam data yang diperoleh bagi peneliti. Jadi dalam pengambilan cuplikan langsung mengarah pada informan yang lebih tahu tentang kedalaman data.pemilihan sampel diarahkan
63 pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti. Berdasarkan penjabaran di atas, maka peneliti secara umum menggunakan teknik sampling yang bersifat selektif dengan menggunakan landasan kaitan teoritis yang digunakan, karakteristik empiris yang dihadapi, dan lain-lain.karena peneliti mengambil sampel berdasarkan beberapa pertimbangan tertentu maka teknik penelitian bersifat purposive sampling. Dalam teknik purposive sampling peneliti lebih selektif dalam memilih informan yang dianggap mengetahui informasi yang mendalam, namun pemilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data yang diperlukan.teknik sampling semacam ini dapat disebut internal sampling dimana keputusan dapat diambil begitu peneliti mempunyai suatu pemikiran yang muncul mengenai yang sedang dipelajari, dengan siapa akan berbicara, kapan perlu melakukan observasi yang tepat dan berapa jumlah obyek dan dokumen yang perlu ditelaah. F. Validitas Data Menurut Sugiyono (2015: 372) menyatakan bahwa Triangulasi adalah teknik pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.. Nasution (1996 : 105) menjelaskan validitas membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam dunia kenyataan, dan apakah penjelasan yang diberikan tentang dunia memang sesuai dengan sebenarnya ada atau terjadi. Berkaitan dengan keabsahan data yang diperoleh dalam penelitian tentunya peneliti perlu menguji dahulu informasi data yang diperoleh, dan didalam pengujiannya biasanya peneliti mempunyai cara sendiri didalam mencapai hal tersebut. Denzin (1978) dalam.moleong (2004:188) membedakan empat macam teknik triangulasi yaitu,
64 1. Triangulasi Sumber (Sources Triangulation) Triangulasi sumber memungkinkan peneliti untuk melakukan pengecekan dan pengecekan ulang serta melengkapi informasi. 2. Triangulasi Metode (Methods Triangulation) Seperti halnya triangulasi sumber, triangulasi metode memungkinkan peneliti untuk melengkapi kekurangan informasi yang diperoleh dengan metode tertentu dengan metode lain. 3. Triangulasi investigator (Investigators Triangulation) Triangulasi investigator triangulasi peneliti dimungkinkan bila penelitian dilaksanakan secara kelompok. Hal ini dianggap penting karena dalam menelaah fenomena, setiap peneliti melihatnya dari sisi pandang yang berbeda. 4. Triangulasi Teori (Theories Triangulation) Pada triangulasi teori ini digunakan untuk melihat realita dapat mengundang perbedaan hasil. Karena teori dikembangkan dari paradigma yang berbeda, perlu ditegaskan bahwa peneliti tidak bisa serta merta menerima kehadiran triangulasi teori. Cara pengumpulan data dengan beragam tekniknya harus benar-benar sesuai dan tepat untuk menggali data yang diperlukan bagi peneliti. Ketepatan data tersebut tidak hanya tergantung dari ketepatan memilih sumber data dan teknik pengumpulannya, tetapi juga diperlukan teknik pengembangan validitas datanya (Sutopo, 2002 : 78). Salah satu pengembangan teknik validitas data penelitian kualitatif adalah review informan. Menurut Sugiyono (2015: 375) review informan adalah teknik yang digunakan jika peneliti dirasa sudah mendapatkan data yang cukup dan lengkap untuk selanjutnya akan disajikan menjadi sebuah laporan penelitian, paling tidak perlu adanya pengkomunikasian ulang dengan informan untuk mengetahui apakah bagianbagian data yang diperoleh sudah benar. Dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber dan review informan.
65 Berdasarkan penjelasan di atas, uji validitas dilakukan dengan trianggulasi sumber dan review informan. Membandingkan sumber data yang diperoleh berupa daftar hasil wawancara dengan guru seni rupa yaitu ibu Untari, S.Pd dan siswa kelas XI IPS 4 MA Negeri 6 Surakarta, hasil observasi langsung, dan beberapa dokumen yang diperoleh yang akan ditelaah secara mendalam dan berkala. Kemudian review informan dilakukan dengan mengecek ulang daftar hasil wawancara dan menguji kembali validitasnya melalui wawancara mendalam dengan informan lain. hal ini dilakukan dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari bapak Untari, S.Pd yang kemudian diuji validitasnya melalui wawancara dengan siswa, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya dari informasi yang didapatkan akan di cocokkan dengan sumber data yang lain seperti dokumen, arsip, dan lain-lain. G. Analisis Data Sutopo (2002 : 36) menjelaskan pada proses analisis data terdapat tiga komponen yang menjadi poin utama, yaitu : 1. Reduksi data, merupakan bagian dari proses analisis yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal-hal yang sifatnya tidak penting mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan penelitian dapat dilakukan. 2. Sajian data merupakan suatu rakitan organisasi informasi, deskripsi, dalam bentuk narasi yang memungkinkan simpulan penelitian dapat diakukan. Perlu diketahui bahwa sajian data ini mengacu pada rumusan masalah yang telah dirumuskan. Selain dalam bentuk kalimat, sajian data juga dapat berupa jenis matriks, gambar/skema, tabel, dan lain-lain. 3. Penarikan simpulan dan verifikasi, pada prinsipnya proses verifikasi data adalah proses pengulangan atau penelusuran data kembali agar data dapat dirasa cukup mantap dan dapat dipertanggung jawabkan. Menurut Nasution (1996 : 126) mengungkapkan analisis dalam penelitian merupakan pekerjaan yang cukup sulit, dimana orang yang menganalisis
66 memerlukan daya kreatif, serta kemampuan intelektual yang tinggi, selain itu menurut Nasution dalam menganalisis tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk mengadakan analisis, sehingga peneliti harus mencari sendiri metode yang dirasa cocok dengan sifat penelitiannnya. Berdasarkan penjelasan diatas, analisis data dilakukan secara interpretasi deskriptif dengan menggunakan model analisis mengalir atau flow model of analysis. Menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman dalam Sugiyono (2015: 337) bahwa komponen-komponen analisis model mengalir tersebut dapat digambarkan sebagai berikut PERIODE PENGUMPULAN REDUKSI DATA Antisipasi Selama PENYAJIAN DATA Selama PENARIKAN KESIMPULAN Pasca Pasca = ANALISIS Selama Pasca Bagan 3.1 Flow Model Of Analysis (Sumber: Miles dan Huberman dalam Sugiyono, 2015: 337) H. Prosedur Penelitian Prosedur maupun langkah-langkah dalam penelitian ini melalui tahapantahapan sebagai berikut: 1. Tahap Pra Lapangan a. Persiapan penyusunan proposal.
67 b. Melakukan survei lapangan atau tempat penelitian untuk mengenal lebih situasi lingkungan. c. Mengurus segala macam bentuk perijinan beserta surat keterangan penelitian dari pihak Fakultas dan Universitas. d. Mempersiapkan perlengkapan alat pendukung seperti: alat tulis, perekam data, surat perizinan, dan lain-lain. e. Menyusun instrument riset, seperti: interview guide, dan pedoman untuk observasi lapangan. 2. Tahap Pekerjaan Lapangan Tahap proses pengumpulan data observasi tempat di kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Surakarta di Jl. Mr. Sartono no. 30 Surakarta. Pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan ibu Untari selaku guru Seni Rupa di SMA Negeri 6 Surakarta dan siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 6 Surakarta. Pengumpulan data melalui alat pendukung berupa kamera digital dan handycam untuk pengambilan proses kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi hasil karya siswa di sekolah tersebut. 3. Tahap Analisis Data Pada tahap analisis data telah dijelaskan dan digambarkan secara umum seperti di atas, bahwa data awal yang diperoleh dan diseleksi berdasarkan dari hasil observasi langsung di lapangan, wawancara atau interview dengan informan, maupun dokumentasi sehingga dapat tersusun penarikan kesimpulan atau verifikasi. Adapun bentuk model yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini di dalamnya mencakup antara lain, yaitu: a. Reduksi data b. Penyajian data
68 c. Penarikan kesimpulan/verifikasi 4. Tahap Penyusunan Laporan Bagian terakhir dari prosedur penelitian yaitu penyusunan hasil laporan dari mulai pelaksanaan proses awal sampai dengan akhir penelitian, sampai pada penyusunan skripsi secara lengkap.