BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Sepatu merupakan salah satu fashion penting yang digunakan di berbagai bidang pekerjaan, dan merupakan salah satu cerminan dari strata atau kelas seseorang, sepatu biasanya dibuat dengan bahan baku kulit, maupun bahan dasar kain, dalam perkembanganya sepatu memiliki berbagai bentuk dan model, dan merupakan barang fashion yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan jaman. Siapa tak butuh alas kaki alias sepatu atau sandal? Hampir setiap orang memiliki lebih dari sepasang alas kaki. Hal inilah yang membuat bisnis alas kaki atau sepatu masih menjanjikan apalagi jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 252.370.792 jiwa (Sumber: www.bps.go.id) menjadi pasar yang menggiurkan. Dalam dunia industri sepatu merupakan salah satu industri yang menguntungkan. Menurut data sepatumiliterindoensia.com pada tahun 2013, militer di Indonesia membutuhkan lebih dari 20 juta pasang sepatu militer setiap tahunya, kebutuhan akan sepatu militer ini berusaha dipenuhi oleh kurang lebih 2500 pabrik sepatu militer di seluruh Indonesia. CV. Armindo Inti Perkasa merupakan salah satu produsen sepatu militer yang memproduksi sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) dan PDH (Pakaian Dinas Harian) yang digunakan oleh polri, TNI, dan petugas seperti pemadam kebakaran dan satpam.cv. Armindi Inti Perkasa memenuhi kebutuhan sepatu militer di daerah Jakarta, Semarang, Makasar, Surabaya, Bandung, dan Bekasi. Menurut data tersebut, dengan permintaan akan sepatu militer yang tinggi, CV. Armindo Inti Perkasa masih dapat mengembangkan produksinya dan memperluas pasarnya di Indonesia. Berbagai jenis sepatu digunakan dalam berbagi profesi dan keadaan yang berbeda beda, seperti sepatu olah raga, sepatu pantofel, sepatu boots, sepatu militer, dan lain-lain. Setiap jenis sepatu diproduksi dengan spesifikasi dan kegunaan yang berbeda beda, mulai dari bentuk, harga, 1
2 jenis, merk, dan tentu fungsi yang sangat berbeda, perbedaan dari setiap jenis sepatu biasanya tertelak pada sol sepatu atau alas sepatu, dimana bentuk atau alur sol disesuaikan dengan fungsi sepatu tersebut. Seperti sepatu TNI atau biasa disebut sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) disesuaikan dengan kondisi lapangan dimana TNI tersebut bekerja, bentuknya menyerupai sepatu boots, bertali dan ringnya terbuat dari kuningan,berbahan kulit asli, tinggi dan memiliki sol radial (tapak radial), cocok dan pas digunakan untuk kegiatan outdoor. Karena bentuk dan bahan baku pembuataanya maka sepatu PDL awet, tahan lama dan nyaman digunakan meskipun digunakan dengan aktifitas yang diharuskan menempuh medan yang kasar dan berat. Bukan hanya TNI, POLRI, POL PP saja yang menggunakan sepatu PDL dalam kegiatannya adapun seperti security/satpam, resimen mahasiswa, linmas, dishub, dan pemadam kebakaran juga menggunakan sepatu PDL. (Dikutip dari militerinfo.blogspot.com/2010/11/kamus-kecil-tni.html) Ada banyak produsen sepatu PDL di Indonesia, salah satunya merupakan CV. Armindo Inti Perkasa. CV. Armindo Inti Perkasa sendiri pada awalnya berupa PD dan berubah menjadi CV pada tahun 2007, CV. Armindo Inti Perkasa memproduksi 3 jenis sepatu PDL, yaitu PDL-A, PDL-B, PDH. CV. Armindo Inti Perkasa memiliki masalah yaitu tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dalam 3 tahun terahkir. Grafik dibawah ini menunjukan perbandingan produksi dan permintaan pada CV. Armindo Inti Perkasa selama periode tahun 2012 tahun 2014:
3 Gambar1.1 Grafik total permintaan dan produksi CV.Armindo Inti Perkasa 3 tahun terahkir Sumber: Diolah Penulis dari data produksi dan perimntaan CV.Armindo Inti Perkasa Gambar1.2 Grafik total penjualan,biaya produksi, dan profit CV.Armindo Inti Perkasa dalam 3 tahun terahkir Sumber: Diolah Penulis dari data produksi dan perimntaan CV.Armindo Inti Perkasa Dari 2 grafik diatas dapat dilihat ketidakmampuan CV.Armindo Inti Perkasa dalam memenuhi permintaan. Selain itu penjualan yang meningkat tetapi menunjukan profit yang menurun karena biaya yang bertambah besar setiap peningkatan penjualan. Hal ini disebabkan oleh sistem pemesanan bahan baku yang masih tradisional, CV. Armindo Inti Perkasa pada saat ini tidak menggunakan forecast dalam menentukan
4 jumlah bahan baku yang dibutuhkan, CV. Armindo Inti Perkasa memesan bahan baku setiap 2 minggu sekali yang tentu memberatkan perusahaan dalam biaya pengiriman dan juga jumlah yang dipesan terkadang tidak dapat memenuhi kuota produksi sehingga proses produksi di perusahaan terhambat. Sedangkan kebijakan CV. Armindo Inti Perkasa dalam menghadapi permasalahan keterlambatan produksi dengan melakukan overtime sehingga konsumen perlu menunggu untuk mendapatkan produk dari CV. Armindo Inti Perkasa dan overtime ini sendiri tentu mengharuskan perusahaan membayar upah tambahan untuk para pekerjanya. Dalam setiap industri dibutuhkan production planning dan demand forecasting yang baik, demand forecasting yang baik harus dapat meramalkan kebutuhan bahan baku yang tepat agar produksi tidak terhambat dan dapat memenuhi permintaan konsumen. 1.1 Rumusan Masalah Peneliti disini mengangkat masalah nyata yang sedang terjadi dalam CV. Armindo Inti Perkasa, yaitu adalah ketidakmampuan CV. Armindo Inti Perkasa dalam memenuhi permintaan konsumen, masalah ini tentu menjadi masalah yang sangat mempengaruhi kemampuan produksi dan pendapatan CV. Armindo Inti Perkasa, peralaman untuk permintaan CV. Armindo Perkasa belum dilakukan dengan metode peramalan yang baik, CV. Armindo Inti Perkasa memesan bahan baku setiap 2 minggu sekali tanpa melakukan peramalan akan kebutuhan produksi sebelumnya dan memesan jumlah yang relative sama setiap 2 minggu sekali. Melihat masalah ketidakmampuan memenuhi permintaan terjadi pada CV. Armindo Inti Perkasa disebabkan oleh 2 faktor, pertama, kurang baiknya perancanaan produksi yang dilakukan dan peramalan permintaan yang belum tepat. Adapun rumusan masalah yang dijabarkan oleh peneliti sebagai berikut: 1. Berapa peramalan permintaan untuk setiap jenis sepatu dengan menggunakan metode forecasting yang terbaik? 2. Bagaimana aggregate planning yang dapat memenuhi permintaan konsumen atas sepatu CV. Armindo Inti Perkasa dengan cost seminimal mungkin?
5 3. Berapa penghematan yang didapat dibandingan dengan sebelumnya? 1.2.1. Ruang Lingkup Penelitian Karena CV. Armindo Inti Perkasa bergerak dalam bidang produksi sepatu PDL atau sepatu TNI maka peneliti akan berfokus pada kegiatan produksi di CV. Armindo Inti Perkasa yang pasti melakukan produksi setiap hari sehingga penelitian demand forecasting dan production planning akan berfokus di gudang dan pabrik dari CV. Armindo Inti Perkasa. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian: 1. Mendapatkan metode peramalan permintaan yang lebih akurat 2. Untuk membuat aggregate planning yang dapat memenuhi permintaan konsumen CV. Armindo Inti Perkasa dengan cost seminimal mungkin 3. Mengetahui penghematan dari praktek saat ini dibandingan dengan sebelumnya 1.4 Manfaat Penelitian Bagi Perusahaan: Untuk menjadi refrensi bagi perusahaan dalam membuat production planning yang tepat Untuk membantu CV. Armindo Inti Perkasa membuat production planning dan meramalkan permintaan di masa mendatang Untuk membantu perusahaan menentukan estimasi kebutuhan bahan Bagi Penulis: baku di periode mendatang agar dapat mengoptimaliasasi produksi Agar memahami konsep demand forecast dan aggregate planning production dengan lebih baik dan mendalam Memberikan pengalaman langsung kepada penulis tentang mencari solusi dalam dunia bisnis, dan menjadi pengalaman nyata bagi penulis dalam menghadapi masalah serupa di masa mendatang Membantu untuk menyelasikan tugas ahkir yang merupaka syarat kelulusan. Bagi Pembaca:
6 Memberikan informasi mengenai contoh kasus nyata yang dapat menjadi refrensi dalam mengambil keputusan dan menambah pengetahuan mengenai metode metode dalam demand forecasting dan aggregate planning production Memberikan informasi tentang metode metode dalam demand forecasting dan aggregate production planning 1.5 State of Art No : Nama Pengarang Judul Journal Hasil Penelitian 1. Maria Elena Neni; Luca Giustiniano; Luca Pirolo (2013) Demand Forecasting in the Fashion Industry : A Review Hasil dari kedua analisis konteks dan tinjauan pustaka yang diusulkan dalam makalah ini adalah bahwa ada banyak metode yang berbeda untuk dan pendekatan untuk peramalan.. Oleh karena itu tidak mengejutkan bahwa merek yang paling terkenal telah memutuskan untuk fokus pada peningkatan kinerja rantai pasokan mereka. 2. Kot.S Grondys K Szopa R (2013) Theory of Inventory Management Based on Demand Forecasting Peramalan yang akurat sangat sulit untuk dicapai. Tetapi dengan melakukan peramalan perusahaan telah
7 3. Pawel Hanczar; Michal Jakubiak (2011) 4. Maryam Mohammadipour; John Boylan; Aris Syntetos (2012) Tabel 1.1 State of Art Aggregate Planning in Manufaccturing Company The Application of Product-Group Seasonal Indexes to Individual Product mengurangi resiko terhadapa inventori perusahaan. Penerapan model productin planning seperti ini diperlukan banyak tindakan seperti persiapan informasi rinci tentang proses produksi atau kapasitas produksi dan berapa kali pergantian mesin. Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan ketepatan dari forecasting dengan menggunakan informasi data permintaan dari grup dengan produk yang sejenis yang memiliki pola seasonal yang sama