Bab 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan PT. Inti Persada Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan transportasi ekspedisi forwarding. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1993 oleh bapak Iskandar Hadiwijaya selaku direktur dari perusahaan ini. Perusahaaan ini bertempat di Jakarta, tepatnya di Kawasan Berikat Nusantara, Jl. Bandung Blok A1/9, Marunda, Jakarta Utara. Perusahaan ini memiliki 20 orang staff dan 30 orang mekanik, dan juga memiliki armada 110 unit kendaraan trailer serta 43 unit kendaraan tronton. Perusahaan ini mengirim dan mengambil barang baik export atau impor melalui permintaan dari pengguna jasa memakai truk kontainer. Permintaan biasa berupa 3 partai, yaitu partai 20 feet, 40 feet, dan partai combo yaitu satu truk menggunakan dua container berukuran 20 feet. Konsumen atau pengguna jasa dari PT. Inti Persada Mandiri ini lebih banyak merupakan pelanggan tetap, konsumennya adalah perusahaanperusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor dan mayoritas berada di wilayah pulau Jawa. Berikut ini beberapa perusahaan yang menjadi pengguna jasa dari PT. Inti Persada Mandiri yang bersifat non kontrak. PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills, Karawang dan Serpong, bergerak di industry ekspor dan impor bahan baku kertas. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills, Serang dan Serpong, bergerak di industry ekspor dan impor bahan baku kertas. PT Indo Rama Synthetics, Jakarta, bergerak di bidang industry ekspor dan impor bahan baku tekstil dan polyester. PT. Aspex Kumbong, Cileungsi, Bogor, bergerak di bidang bahan kertas koran. PT. UltraJaya Milk Industry Tbk., Cimareme, Padalarang, Bandung, bergerak di bidang susu UHT. Dan ada sekitar sepuluh PT dan CV yang bersifat kontrak, jadi beberapa armada yang ditempatkan di perusahaan tersebut sebagai kendaraan operasional, 40
41 tepatnya berjumlah 111 armada berupa truk trailer, truk tronton, serta truk sedang dan masih akan bertambah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 4.1.1 Visi dan Misi Visi dari PT. Inti Persada Mandiri adalah menjadi peruhasaan ekspedisi transportasi forwarding terbaik di Indonesia Misi dari PT. Inti Persada Mandiri adalah: - Mengutamakan kepuasan konsumen atau pengguna jasa. - Meningkatkan kualitas pelayanan - Memberikan pelayanan yang optimal terhadap konsimen - Membangun kerjasama yang baik antar konsumen, karyawan dan masyarakat - Memiliki sarana yang baik untuk mendukung pelayanan yang optimal 4.1.2 Struktur Organisasi Direktur Utama Manajer Pemasaran Manajer Bengkel Manajer Keuangan Operasional Keuangan dan Administrasi Bengkel Keuangan dan Administrasi Operasional Impor Operasional Ekspor Pembelian Peralatan Administrasi Bengkel Administrasi Keuangan Akunting
42 4.1.3 Prosedur 4.1.3.1 Impor Berikut adalah prosedur pengiriman impor : Perusahaan pengguna jasa memberikan Bill Of Lading (surat pengapalan barang) Bill Of Lading diambil di bank dan diserahkan kepada pelayaran Pelayaran meminta jaminan berupa deposit untuk jumlah kargo yang akan diangkut, dan Terminal Handling Charges (biaya pengangkutan barang) Surat surat dan berkas dilengkapi secara online, apakah sudah sesuai dengan packing list dan PIB Sebelumnya pihak importir memberikan PIB kepada bea &cukai Pelayaran mengeluarkan Delivery Order (surat pengantaran barang) Diserahkan kepada pihak Bea & Cukai untuk pengecekan kembali,apabila tidak terdapat masalah, bea & cukai memberi lampu hijau SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang) dikeluarkan oleh bea & cukai setelah disetujui SPPB dilampirkan dengan Delivery Order untuk diserahkan ke Bea & Cukai dan dibayarkan ke Perum Kargo yang sudah berisi muatan dinaikan ke truk container (Lift On) Setelah SP2 melalui proses pembayaran,dikeluarkan kwitansi pengeluaran barang dari UTC Pihak Bea & Cukai Mencetak Tila atau SP2 (Surat Penyerahan Petikemas) Barang diantarkan ke perusahaan pengguna jasa Barang diturunkan (Load Off) Kontainer dipulangkan ke depo container dan menandatangani dokumen penyerahan container untuk pengambilan deposit Untuk impor,dimulai dari importir menerima Bill of Lading, Bill of lading ini dilampir dengan invoice dan biasa beserta surat asuransi dan yang lainnya. Bill of Lading diterima oleh perusahaan setelah pihak importir membayar proses administrasi dan memberikan surat kuasa kepada pihak ekspedisi, untuk mengambil ke bank yang ditunjuk sebelumnya oleh importir.
43 Setelah pihak ekspedisi menerima Bill Of Lading, pelayaran memberikan surat Delivery Order. Sebelumnya pihak ekspedisi membayar Terminal Handling Charges serta membayar biaya deposit untuk container tersebut. Setelah diterima Delivery Order dari pihak pelayaran, diserahkan ke Perum Pelabuhan, sebelumnya ada proses di bea cukai untuk penerimaan SPPB yaitu Surat Penyerahan Peti Kemas. Proses ini dimulai dari importir memberikan transfer data berupa PIB yaitu Pemberitahuan Impor Barang. Setelah surat surat dilengkapi via online kepada pihak bea & cukai, dan pihak bea cukai telah memberikan lampu hijau,yaitu tanda bahwa barang yang di impor sesuai dengan Packing List maka pihak bea & cukai baru memberi SPPB. Apabila bea & cukai memberi lampu merah maka harus dilakukan cek fisik dan container dibawa ke tempat pengecekan fisik bea & cukai. Setelah diperoleh Delivery Order dan SPPB, maka pihak Perum baru mengeluarkan Tila atau SP2 yaitu Surat Penyerahan Petikemas. Tila dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak ekspedisi, dikarenakan pihak ekspedisi berperan sebagai kepanjangan tangan dari puhak importir. Setelah tila dicetak maka tila dibawa ke UTC atau Unit Terminal Container untuk diangkat (Lift-On) ke truk yang akan membawa container ke gudang dari pihak importir. Lalu saat tiba di gudang barang dibongkar lalu container kosong dibawa untuk dipulangkan ke depo container yang dituju oleh pihak pelayaran. Disini biaya deposit dikembalikan setelah container dikembalikan di depo.
44 4.1.3.2 Ekspor Berikut adalah diagram prosedur ekspor : Pemberian Delivery Order dari peruahaan untuk pihak ekspedisi Setelah Delivery Order diperoleh, maka pihak ekspedisi langsung mengambil container kosong di depo Pembayaran biaya Lift On Setelah disetujui bea & cukai maka perusahaan ekspedisi membayar untuk pembuatan Yellow card oleh pelayaran Pihak eksportir membuat PEB serta invoice dan di serahkan ke bea & cukai via online Membawa truk yang berisi container kosong ke perusahaan eksportir dan memasukan barang yang akan diekspor ke dalam container Masuk ke UTC untuk Lift Off container yang akan di ekspor untuk di loading ke kapal pada H-2 sampai H-5 Eksportir meminta NPE sebagai tanda bukti Perusahaan ekspedisi mengeluarkan Fiat untuk ditanda tangani oleh bea & cukai sehingga dapat diperoleh NPE Untuk prosedur ekspor, pertama perusahaan ekspedisi diberikan Delivery Order oleh pihak pelayaran, yang sebelumnya ada pembicaraan terlebih dahulu antara pihak eksportir dan pelayaran bahwa eksportir akan mengirim barang untuk ekspor. Setelah Delivery Order didapat, maka pihak ekspedisi langsung mengambil container kosong di depo container. Pihak ekspedisi harus membayar biaya Lift On untuk mengangkat container kosong ke truk. Setelah itu pihak ekspedisi menjemput barang ke pabrik atau gudang eksportir. Sebelumnya pihak eksportir membuat PEB atau surat Pemberitahuan Ekspor Barang yaitu surat yang berisi data dari barang yang akan di ekspor seperti jenis barang atau berat barang tersebut beserta invoice. PEB ini diserahkan ke pihak bea & cukai via online. Setelah di setujui oleh bea & cukai maka baru pihak ekspedisi dapat membayar kepada Perum untuk pembuatan Yellow Card atau kartu kuning yang sebelumnya telah diajukan, yang merupakan surat izin agar kontainer dapat masuk ke UTC. Setelah di
45 UTC maka container di Lift Off atau siap untuk di loading ke kapal yang ditunjuk untuk pengiriman ekspor tersebut,biasanya pihak ekspedisi harus sampai di pelabuhan dan menurunkan barang atau petikemas minimal pada H-5 dan maksimal pada H-2. Karena menurut direktur PT. Inti Persada Mandiri bapak Iskandar Hadiwijaya, Ini adalah hari maksimal penempatan barang di pelabuhan, karena apabila melewati batas waktu tersebut barang yang akan diekspor kemungkinan besar tidak akan diterima, maupun diterima itu harus membayar biaya koordinasi kepada kapal tersebut, itupun tergantung berat dari muatan tersebut, karena pada saat dimasukan kedalam kapal, biasanya barang yang lebih berat diutamakan ditaruh pada bagian awal, lalu baru muatan yang beratnya lebih ringan yang dimuat ke kapal. Apabila barang yang kita antar dianggap muatan yang berat dan dimuat pada saat kapal akan berangkat tentunya akan membuat kapal tidak seimbang apabila tetap dimuat ke kapal. Lalu untuk penempatan kargo ke kapal saja biasa memakan waktu sampai dua hari. Maka dari itu apabila terjadi keterlambatan harus menunggu jadwal keberangkatan kapal lain yang selanjutnya yang tentunya akan memakan waktu. Setelah container diturunkan biasanya ekportir meminta surat NPE atau Nota Pelayanan Ekpor maka pihak ekpedisi membuat Fiat yaitu surat yang berisi data data untuk di input seperti nomor kontainer ke bea & cukai, setelah bea & cukai menanda tangani barulah diterbitkan NPE yang merupakan bukti bahwa container diterima oleh bea & cukai dan sudah masuk pelabuhan untuk di naikan ke kapal
46 4.2 Pengumpulan data PT. Inti Persada Mandiri mempunyai pengguna jasa tetap yang mayoritas tersebar di sekitaran pulau jawa bagian barat, seperti provinsi Banten dan Jawa Barat. Pengguna jasa yang dijadikan sebagai penelitian adalah pengguna jasa yang selama Tahun 2013 terhitung dari bulan Januari sampai di bulan Oktober Berikut adalah data pengguna jasa dari PT.Inti Persada Mandiri : Tabel 4.1 Data Pengguna Jasa NO Nama Perusahaan Alamat Barang yang Dikirim 1 PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills 2 PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills 3 PT. Indo Rama Synthetics 4 PT UltraJaya Milk Industry Tbk Desa Kutamekar BTB6 No.9, Karawang 41361, Jawa Barat JL.Raya Jakarta- Serang Km.76, Serang 42184, Banten Jl. Industri Ubrug, Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta Jl. Raya Cimareme No.131 Laksanamekar, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat Bahan baku kertas Bahan baku kertas Bahan baku tekstil dan polyester Susu UHT 5 PT. Aspex Kumbong Jl. Narogong Km 26, Cileungsi, Bogor Bahan kertas Koran
47 4.2.1 Permintaan Konsumen Berikut adalah data total permintaan pengiriman partai 40 feet, pada bulan Januari sampai dengan Oktober tahun 2013 1. Permintaan dari PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills Tabel 4.2 Permintaan PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills NO Bulan Total 1 Januari 115 2 Febuari 74 3 Maret 88 4 April 62 5 Mei 86 6 Juni 70 7 Juli 82 8 Agustus 73 9 September 79 10 Oktober 74 Total 803 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 2. Permintaan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Tabel 4.3 Permintaan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills NO Bulan Total 1 Januari 250 2 Febuari 308 3 Maret 389 4 April 269 5 Mei 244 6 Juni 378
48 7 Juli 285 8 Agustus 267 9 September 255 10 Oktober 230 Total 2875 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 3. Permintaan dari PT. IndoRama Synthetics Tabel 4.4 Permintaan PT.IndoRama Synthetics NO Bulan Total 1 Januari 86 2 Febuari 21 3 Maret 74 4 April 98 5 Mei 92 6 Juni 107 7 Juli 139 8 Agustus 126 9 September 95 10 Oktober 82 Total 920 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013)
49 4. Permintaan dari PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk. Tabel 4.5 Permintaan PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk. NO Bulan Total 1 Januari 21 2 Febuari 39 3 Maret 25 4 April 37 5 Mei 28 6 Juni 34 7 Juli 30 8 Agustus 22 9 September 41 10 Oktober 27 Total 304 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 5. Permintaan dari PT. Aspex Kumbong 4.6 Tabel Permintaan PT.Aspex Kumbong NO Bulan Total 1 Januari 68 2 Febuari 83 3 Maret 73 4 April 85 5 Mei 91 6 Juni 78 7 Juli 90 8 Agustus 82 9 September 87
50 10 Oktober 92 Total 829 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 4.3 Perhitungan Peramalan Peramalan adalah prediksi keadaan di masa mendatang. Pada penelitian ini yang diramalkan adalah permintaan jasa pengiriman untuk masa mendatang. Peramalan permintaan akan dihitung dengan menggunakan software QM (Quantity Management) For Windows. Peramalan dihitung dengan menggunakan beberapa metode yang ada, antara lain: Metode Naive Metode Moving Average Metode Weighted Moving Average Metode Exponential Smoothing Metode Exponential Smoothing with Trend Metode Linear Regression Hasil dari perhitungan dengan menggunakan aplikasi QM tertera pada lampiran 4.3.1 Perbandingan Antar Metode Yang Telah Digunakan Setelah kita menggunakan peramalan menggunakan metode naif, metode rata rata bergerak, metode rata rata bergerak tertimbang, metode penghalusan eksponensial dan metode penghalusan eksponensial dengan tren maka didapat perbandingan data sebagai berikut. Perbandingan Peramalan untuk PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills
51 Perusahaan Pengguna Jasa Tabel 4.7 Perbandingan Perhitungan Peramalan dari PT.Inti Persada Mandiri untuk PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills Metode yang Digunakan MAD MSE Forecast PT. Pindo Deli Pulp & Naive Method 17 407,8889 74 Paper Mills Moving Average 17 407,8889 74 Weighted Moving 10.4143 165,7786 75.3 Average Exponential Smoothing 12.9058 321.1511 75.7285 Exponential Smoothing 14.6941 370.5312 75.6774 With Trend Linear Regresion 9.3248 147.0388 68.13333 Jadi metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan pada permintaan pengiriman PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills adalah Metode Linear Regresion atau Metode Regresi Linier, dengan peramalan permintaan pada bulan berikutnya sebesar 68. Perbandingan peramalan untuk PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Tabel 4.8 Perbandingan Perhitungan Peramalan dari PT.Inti Persada Mandiri untuk PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Perusahaan Pengguna Jasa Metode yang Digunakan MAD MSE Forecast PT. Indah Kiat Pulp & Naive Method 62,8889 5.849,778 230 Paper Mills Moving Average 62,8889 5.849,778 230 Weighted Moving 53,8714 3.428,245 244,9 Average Exponential Smoothing 60,6615 4.419,123 250,2734 Exponential Smoothing 66,5978 5.075,986 225,3599 With Trend Linear Regresion 37,3067 2.443,813 254.8667
52 Jadi metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan pada permintaan pengiriman PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills adalah Metode Linear Regresion atau Metode Regresi Linier, dengan peramalan permintaan pada bulan selanjutnya adalah 254 Perbandingan Perhitungan Peramalan untuk PT. IndoRama Synthetics Tabel 4.9 Perbandingan Perhitungan Peramalan dari PT.Inti Persada Mandiri untuk PT. IndoRama Synthetics Perusahaan Pengguna Jasa Metode yang Digunakan MAD MSE Forecast PT. IndoRama Naive Method 28 1132,667 82 Synthetics Moving Average 28 1132,667 82 Weighted Moving 25,3429 771,623 94,7 Average Exponential 28,3616 1071,607 95,2324 Smoothing Exponential 34,5816 1484,076 97,0266 Smoothing With Trend Linear Regresion 21,3333 678,9333 121,3333 Jadi metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan pada permintaan pengiriman PT.Indo Rama Synthetics adalah Metode Linear Regresion atau Metode Regresi Linier, dengan peramalan permintaan pada bulan selanjutnya adalah 121
53 Perbandingan Perhitungan Peramalan untuk PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. Tabel 4.10 Perbandingan Perhitungan Peramalan dari PT.Inti Persada Mandiri untuk PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. Perusahaan Pengguna Jasa Metode yang Digunakan MAD MSE Forecast PT. Ultra Jaya Milk Naive Method 11,5556 157,5556 27 Industry Tbk. Moving Average 11,5556 157,5556 27 Weighted Moving 7,1714 63,8486 30,2 Average Exponential 8,1068 90,4012 30,3789 Smoothing Exponential 8,963 106,0741 30,3974 Smoothing With Trend Linear Regresion 5,9261 44,4024 31,66667 Jadi metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan pada permintaan pengiriman PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. adalah Metode Linear Regresion atau Metode Regresi Linier, dengan peramalan permintaan pada bulan selanjutnya adalah 31 Perbandingan Perhitungan Peramalan untuk PT.Aspex Kumbong Tabel 4.11 Perbandingan Perhitungan Peramalan dari PT.Inti Persada Mandiri untuk PT.Aspex Kumbong Perusahaan Pengguna Jasa Metode yang Digunakan MAD MSE Forecast PT.Aspex Kumbong Naive Method 9,5556 103,5556 92 Moving Average 9,5556 103,5556 92 Weighted Moving 6,8857 52,8829 88,5 Average Exponential Smoothing 7,6376 74,0313 88,7285 Exponential Smoothing With Trend 7,2141 73,9273 91,2486 Linear Regresion 5,1236 30,8291 92,59999 Sumber: Diolah Penulis
54 Jadi metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan pada permintaan pengiriman PT.Aspex Kumbong adalah Metode Linear Regresion atau Metode Regresi Linier, dengan peramalan permintaan pada bulan selanjutnya adalah 92 4.3.2 Peramalan Permintaan Konsumen Permintaan yang digunakan adalah hasil peramalan dari konsumen PT.Inti Persada Mandiri untuk periode 6 bulan ke depan yaitu dari bulan November 2013 sampai bulan Mei 2014. Data yang digunakan adalah data masing masing konsumen pengguna jasa untuk bulan Januari sampai Oktober 2013. Berikut hasil dari peramalan tersebut. Tabel 4.12 Hasil Forecast PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills Nama Perusahaan Konsumen Bulan Hasil Peramalan PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills November 68,13333 Desember 65,9212 Januari 63,70908 Febuari 61,49696 Maret 59,28484 Mei 57,07271 Tabel 4.13 Hasil Forecast PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Nama Perusahaan Konsumen Bulan Hasil Peramalan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills November 254,8667 Desember 248,9333 Januari 243 Febuari 237,0667 Maret 231,1333 Mei 225,2
55 Tabel 4.14 Hasil Forecast PT. IndoRama Synthetics Nama Perusahaan Konsumen Bulan Hasil Peramalan PT. IndoRama Synthetics November 121,3333 Desember 126,6667 Januari 132 Febuari 137,3333 Maret 142,6667 Mei 148 Tabel 4.15 Hasil Forecast PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk. Nama Perusahaan Konsumen Bulan Hasil Peramalan PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk. November 31,66667 Desember 31,89697 Januari 32,12727 Febuari 32,35758 Maret 32,58788 Mei 32,81818 Tabel 4.16 Hasil Forecast PT. Aspex Kumbong Nama Perusahaan Konsumen Bulan Hasil Peramalan PT. Aspex Kumbong November 92,59999 Desember 94,36362 Januari 96,12727 Febuari 97,8909 Maret 99,65453 Mei 101,4182
56 4.4 Penentuan Rute dan Jadwal Pengiriman Tujuan dari penentuan rute ini adalah mengoptimalkan jumlah kendaraan dengan meminimisasi biaya. Jarak dan waktu tempuh dimaksimalkan dengan cara menentukan truk mana yang akan digunakan dan jalur mana yang akan digunakan dalam mengantar barang ke perusahaan pengguna jasa. Serta dipastikan barang tidak melebihi kapasitas muatan dan pengiriman tepat pada waktunya. 4.4.1 Kendaraan yang digunakan perusahaan Kendaraan yang digunakan oleh PT. Inti Persada Mandiri adalah 53 unit kendaraan baik truk trailer dan truk tronton, dengan ukuran kontainer 20 kaki dengan volume 30,09 kapasitas masksimum 18000 kg dan 40 kaki dengan volume 61.46 m kapasitas maksimum 26330 kg. Namun yang dipakai untuk perusahaan pengguna jasa hanya 15 armada,karena armada lainnya digunakan untuk ditaruh di perusahaan pengguna jasa yang memiliki kontrak dengan perusahaan. Berikut rincian data kendaraan beserta kapasitasnya Tabel 4.17 Kendaraan Yang Digunakan NO Merk & Type Tahun No. Polisi Kapasitas 1 HINO/SG260J 2008 B 9167 ZO 20&40 feet 2 HINO/SG260J 2008 B 9172 ZO 20&40 feet 3 HINO/SG260J 2012 B 9293 UEK 20&40 feet 4 HINO/SG260J 2012 B 9294 UEK 20&40 feet 5 HINO/SG260J 2007 A 9299 UA 20&40 feet 6 HINO/SG260J 2011 B 9300 UEI 20&40 feet 7 SCANIA / P92MA 1995 B 9054 SU 20&40 feet 8 Nissan MITS.6D16 2007 B 9204 UEJ 20&40 feet 9 Nissan MITS.6D16 2007 B 9213 UEJ 20&40 feet 10 Nissan MITS.6D16 2007 B 9214 UEJ 20&40 feet
57 11 Nissan MITS.6D16 2007 B 9215 UEJ 20&40 feet 12 HINO / J08E 2013 B 9627 UEL 20&40 feet 13 HINO / J08E 2010 B 9864 UU 20&40 feet 14 MAN / WMAF 550 1997 B 9554 GJ 20&40 feet 15 MAN / WMAF 550 1994 B 9703 JN 20&40 feet Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 4.4.2 Biaya Pengiriman Barang Tabel 4.18 Biaya Pengiriman Barang NO Jenis Biaya Jumlah 1 Harga Bensin Rp.5500,- / Liter 2 Upah Pengemudi Rp.3.000.000 /orang 3 Upah Kenek Rp.1.300.000 / orang 4 Biaya Perawatan Rp.4.000.000 / mobil 5 Harga Mobil B 9167 ZO Rp. 1.140.000.000,- 6 Harga Mobil B 9172 ZO Rp. 1.140.000.000,- 7 Harga Mobil B 9293 UEK Rp. 1.140.000.000,- 8 Harga Mobil B 9294 UEK Rp. 1.140.000.000,- 9 Harga Mobil A 9299 UA Rp. 1.140.000.000,- 10 Harga Mobil B 9300 UEI Rp. 1.140.000.000,- 11 Harga Mobil B 9054 SU Rp. 850.000.000,- 12 Harga Mobil B 9204 UEJ Rp. 1.140.000.000,- 13 Harga Mobil B 9213 UEJ Rp. 1.140.000.000,- 14 Harga Mobil B 9214 UEJ Rp. 1.140.000.000,- 15 Harga Mobil B 9215 UEJ Rp. 1.140.000.000,- 16 Harga Mobil B 9627 UEL Rp. 1.140.000.000,- 17 Harga Mobil B 9864 UU Rp. 1.140.000.000,-
58 18 Harga Mobil B 9554 GJ Rp. 850.000.000, 19 Harga Mobil B 9703 JN Rp. 850.000.000, 20 Pajak Mobil B 9167 ZO Rp. 6.000.000,- 21 Pajak Mobil B 9172 ZO Rp. 6.000.000, 22 Pajak Mobil B 9293 UEK Rp. 6.000.000, 23 Pajak Mobil B 9294 UEK Rp. 6.000.000, 24 Pajak Mobil A 9299 UA Rp. 6.000.000, 25 Pajak Mobil B 9300 UEI Rp. 6.000.000, 26 Pajak Mobil B 9054 SU Rp. 4.500.000,- 27 Pajak Mobil B 9204 UEJ Rp. 6.000.000, 28 Pajak Mobil B 9213 UEJ Rp. 6.000.000, 29 Pajak Mobil B 9214 UEJ Rp. 6.000.000, 30 Pajak Mobil B 9215 UEJ Rp. 6.000.000, 31 Pajak Mobil B 9627 UEL Rp. 6.000.000, 32 Pajak Mobil B 9864 UU Rp. 6.000.000, 33 Pajak Mobil B 9554 GJ Rp. 4.500.000, 34 Pajak Mobil B 9703 JN Rp. 4.500.000, Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013) 4.4.3 Penyusunan Rute dengan Metode Saving Matrix Dalam penentuan rute perjalanan untuk mengirimkan pesanan permintaan konsumen PT.Inti Persada Mandiri adalah menggunakan metode Saving Matrix. Terdapat beberapa langkah dalam metode ini hingga pada penentuan rute perjalanan dari setiap kendaraan. Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam metode ini adalah sebagai berikut ini
59 4.4.3.1 Mengidentifikasi Matriks Jarak Dalam pengolahan data ini, langkah awal yang dilakukan yaitu dengan mencari letak lokasi perusahaan dan masing-masing toko pada peta (dalam penelitian ini 5 konsumen sebagai tujuan pengiriman berlokasi di Banten, Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya). Untuk mempermudah pemecahan masalah penentuan rute, tujuan-tujuan pengiriman tersebut diplot-kan ke dalam peta dengan bantuan program pemetaan, Google Map, selanjutnya titik-titik yang telah didapatkan dibuat skala sumbu X dan sumbu Y dengan titik X0 (lokasi Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan titik awal pengiriman) sebagai koordinat pusat (0,0) seperti yang ditunjukkan pada gambar peta berikut: Sumber : Google Maps (2013) Gambar 4.1 Peta pengiriman (Peta dengan skala 1:50 km) Berikut adalah data jarak perjalanan ke berbagai perusahaan pengguna jasa dari titik koordinat (0,0) yaitu X0 atau Pelabuhan Tanjung Priok sebagaimana ditunjukan sebagai titik A
60 Titik B yaitu PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills Alamat: Desa Kutamekar BTB6 No.9, Karawang 41361, Jawa Barat. Titik C yaitu PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Alamat: JL. Raya Jakarta-Serang Km.76, Serang 42184, Banten. Titik D yaitu PT.IndoRama Synthetics Alamat: Jl. Industri Ubrug, Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta. Titik E yaitu PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. Alamat: Jl. Raya Cimareme No. 131 Laksanamekar, Padalarang, Bandung, Jawa Barat. Titik F yaitu PT. Aspex Kumbong Alamat: Jl. Narogong Km 26, Cileungsi, Bogor. Dari tabel berikut diketahui titik koordinat dari perusahaan pengguna jasa tersebut menurut asumsi penulis. Tabel 4.19 Tabel Titik Koordinat Kode Perusahaan Pengguna Jasa Nama Perusahaan Pengguna Jasa Koordinat X Koordinat Y PD IK IR UJ PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills PT. IndoRama Synthetics PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. 1,2 2,1-2 0,5 2,5 2 3 3,3 AK PT. Aspex Kumbong 0,5 1,5
61 Koordinat yang sudah diperoleh dari setiap konsumen pengguna jasa digunakan untuk menghitung matriks jarak setiap perusahaan pengguna jasa. Perhitungannya menggunakan rumus dari matriks jarak adalah sebagai berikut : Koordinat (A,B) = Koordinat (X0,PD)= = 3,2 Koordinat (X0,IK)= =2,25 Koordinat (X0,IR)= = 1,5 Koordinat (X0,UJ)= = 7,89 Koordinat (X0,AK)= = 1,75 Koordinat (PD,IK) =. Koordinat (PD,IR) = -1,29 Koordinat (PD,UJ) =. -0,36 Koordinat (PD,AK) =. 1,06 Koordinat (IK,IR) = =-2,25 Koordinat (IK,UJ) = =2,84 Koordinat (IK,AK) =
62 =-1,5 Koordinat (IR,UJ) = = Koordinat (IR,AK) = = Koordinat (UJ,AK) = = Jarak dari pelabuhan menuju perusahaan pengguna jasa pada peta hanya menarik asumsi garis lurus pada koordinat tanpa memperhatikan kondisi atau keadaan jalan yang ada sebenarnya. Maka dari itu setiap jarak yang telah didapat akan ditambah dengan nilai hambatan (retain). Nilai hambatan diasumsikan dapat mewakili kondisi jalan sehingga jarak yang didapat semakin mendekati jarak yang sebenarnya. Nilai hambatan ini didapat dengan cara mengukur jarak sebenarnya yang diperoleh dari perusahaan menuju perusahaan pengguna jasa, kemudian dikurangi dengan jarak yang telah diperoleh pada matriks jarak. Setelah itu, setiap perbedaan antara jarak sebenarnya dengan jarak yang diperoleh pada matriks jarak dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah perusahaan pengguna jasa yang digunakan untuk mendapatkan rata-rata dari perbedaan yang ada. Jarak sesungguhnya diperoleh dengan menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan dari perusahaan menuju perusahaan pengguna jasa, kemudian dikalikan dengan kecepatan rata-rata yang ditempuh dalam perjalanan tersebut sehingga akan memperoleh jarak antara dua lokasi. Langkah-langkah untuk mendapatkan nilai hambatan (retain) adalah sebagai berikut: 1.Mendapatkan Waktu Tempuh Waktu tempuh yang diperoleh adalah dengan cara menanyakan langsung kepada sopir dari perusahaan PT.Inti Persada Mandiri secara langsung berapa lama waktu tempuh dari pelabuhan Tanjung Priok menuju lokasi perusahaan pengguna jasa. Berikut adalah data yang diperoleh:
63 Tabel 4.20 Waktu Tempuh Nama Perusahaan Pengguna Jasa PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills Waktu tempuh (dalam Jam) 3 2,50 PT. IndoRama Synthetics 3,133 PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. 3,833 PT. Aspex Kumbong 1,766 Sumber: PT. Inti Persada Mandiri (2013)\ 2. Mendapatkan Data Kecepatan Kendaraan Kecepatan kendaraan rata rata untuk menempuh perjalanan adalah 40km/jam data tersebut didapat dari perusahaan,kecepatan tersebut dikarenakan mobil yang dipakai adalah berukuran besar dan mempunyai sumbu yang panjang sehingga sopir tidak bisa mengemudikan dengan terlalu cepat. 3. Menghitung jarak perusahaan ke setiap konsumen Jarak didapatkan dengan mengkalikan waktu tempuh dengan kecepatan rata-rata yang digunakan di dalam perjalanan tersebut sehingga akan memperoleh jarak antara kedua lokasi. Hasil pengolahan data tersebut ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 4.21 Jarak Tempuh Nama Perusahaan Pengguna Jasa Waktu Tempuh (dalam Jam) Kecepatan Ratarata (Km/Jam) Jarak (Km) PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills 3 40 km/jam 120
64 PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills 2,50 40 km/jam 100 PT. IndoRama Synthetics 3,133 40 km/jam 125,32 PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. 3,833 40 km/jam 153,32 PT. Aspex Kumbong 1,766 40 km/jam 70,64 4. Menghitung nilai hambatan (retain) Nilai hambatan merupakan nilai rata-rata perbedaan jarak yang didapatkan berdasarkan koordinat dengan waktu tempuh. Hasil perhitungan tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 4.22 Nilai Hambatan Nama Perusahaan Jarak Dari Waktu Jarak Dari Perbedaan Pengguna Jasa Tempuh (km) Peta (km) PT. Pindo Deli Pulp & 120 70,2 49,8 Paper Mills PT. Indah Kiat Pulp & 100 60,4 39,6 Paper Mills PT. IndoRama Synthetics 125,32 109 16,32 PT.Ultra Jaya Milk 153,32 144 9,32 Industry Tbk. PT. Aspex Kumbong 70,64 45,4 25,24 Total 140,28 Nilai hambatannya adalah 140.28 / 5 = 28,056 km Nilai hambatan rata-rata yang didapat lalu ditambahkan dengan nilai matriks jarak yang telah diperoleh. Penambahan yang dilakukan akan membuat nilai matriks jarak yang didapatkan akan berubah. Berikut adalah matriks jarak dari X0 yaitu Pelabuhan tanjung priok sampai ke AK yaitu PT.Aspex Kumbong.
65 Tabel 4.23 Matriks Jarak Asli X0 PD IK IR UJ AK X0 0 PD 3,21 0 IK 2,25 5.76 0 IR 1,5-1,29-2,25 0 UJ 7,89-0,36 2,84 1,19 0 AK 1,75 1,06-1,5 2,25 5,74 0 Setelah ditambahkan dengan nilai hambatan maka berubah menjadi seperti berikut Tabel 4.24 Matriks Jarak Dengan Nilai Hambatan X0 PD IK IR UJ AK X0 0 PD 31,266 0 IK 30,306 33,816 0 IR 29,556 26,766 25,806 0 UJ 35,946 28,416 30,896 29,246 0 AK 29,806 29,116 26,556 30,306 33,796 0
66 4.4.3.2 Mengidentifikasi Saving Matriks Saving matriks adalah menghitung seberapa besar penghematan apabila suatu kendaraan mengunjungi beberapa tempat dengan secara bersamaan dibanding dengan mengunjungi satu per satu lokasi. Perhitungannya yaitu seperti berikut: Menentukan matriks penghematan (savings matriks) dengan menggunakan rumus: S(x,y) = Dist(DC,x) + Dist(DC,y) Dist(x,y) 1. Saving Matriks S(1,2): S(1,2) = 31,266 + 30,306 33,816 =27,756 2. Saving Matriks S(1,3): S(1,3) = 31,266 + 29,556 26,766 = 34,016 3. Saving Matriks S(1,4) S(1,4) = 31266 + 35,946-28,416 =38,796 4.Saving Matriks S(1,5) S(1,5) = 31,266 +29,806-29,116 =31,956 5.Saving Matriks S(2,3) : S(2,3) = 30,306+29,556 25,806 =34,506 6. Saving Matriks S(2,4) :
67 S(2,4) = 30,306+35,946-28,416 =37,836 7. Saving Matriks S(2,5) S(2,5) = 30,306 + 29,806 29,116 =30,996 8. Saving Matriks S(3,4) : S(3,4) = 29,556 + 35,946 29,246 = 36,256 9. Saving Matriks S(3,5) : S(3,5) =29,556 + 29,806-29,116 =30,246 10. Saving Matriks S(4,5) S(4,5) =35,946 + 29,806 33,796 =31,956 Dari perhitungan yang terdapat di atas maka diketahui jumlah dari penghematan yang didapat.maka dibuatlah tabel saving matriks sebagai berikut ini. Tabel 4.25 Saving Matriks PD IK IR UJ AK PD 0 IK 27,756 0 IR 34,016 34,506 0 UJ 38,796 37,836 36,256 0
68 AK 31,956 30,996 30,246 31,956 0 4.4.3.3 Mengalokasikan Konsumen Ke Dalam Rute Perusahaan pengguna jasa dibagi ke dalam rute - rute perjalanan dengan mempertimbangkan berapa banyak jumlah permintaan dari perusahaan tersebut dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan operasional yang digunakan. Pengalokasiannya adalah dengan cara mengurutkan nilai dari tabel saving matriks yang memiliki nilai tertinggi hingga terendah sampai semua perusahaan masuk dalam rute perjalanan Berikut adalah tabel pengurutan nilai saving matriks tersebut. Tabel 4.26 Pengurutan Nilai Saving Matriks Pasangan Perusahaan Pengguna Jasa Nilai Saving Matriks PD ke UJ 38,796 IK ke UJ 37,836 IR ke UJ 36,256 IK ke IR 34,506 PD ke IR 34,016 PD ke AK 31,956 UJ ke AK 31,956 IK ke AK 30,996 IR ke AK 30,246 PD ke IK 27,756
69 Dari nilai Saving Matriks yang telah diperoleh dan diurutkan maka dialokasikanlah secara berulang kali sehingga seluruhnya teralokasikan ke rute perjalanan.hasil pengalokasiannya adalah sebagai berikut. Tabel 4.27 Hasil Pengalokasian Saving Matriks Rute Kendaraan Perusahaan Pengguna Jasa Jumlah Pengiriman 1 B 9167 ZO PD, UJ, IK, IR, AK 1 Kontainer 40 feet 2 B 9172 ZO IK, UJ,PD, IR, AK 1 Kontainer 40 feet 3 B 9293 UEK IR, UJ, PD, IK, AK 1 Kontainer 40 feet 4 B 9294 UEK IK, IR,PD, UJ,AK 1 Kontainer 40 feet 5 A 9299 UA PD, IR,IK, UJ, AK 1 Kontainer 40 feet 6 B 9300 UEI PD, AK,IK, UJ, IR 1 Kontainer 40 feet 7 B 9054 SU UJ, AK, IK, IR, PD 1 Kontainer 40 feet 8 B 9204 UEJ IK, AK, PD, UJ, IK 1 Kontainer 40 feet 9 B 9213 UEJ IR, AK, PD, UJ, IK 1 Kontainer 40 feet 10 B 9214 UEJ PD, IK, PD, UJ, AK 1 Kontainer 40 feet 11 B 9215 UEJ PD, UJ, IK, AK, IR 1 Kontainer 40 feet 12 B 9627 UEL IK, UJ, IR, AK, PD 1 Kontainer 40 feet 13 B 9864 UU IR, UJ, PD, AK, IK 1 Kontainer 40 feet 14 B 9554 GJ IK, IR, AK, PD,UJ 1 Kontainer 40 feet 15 B 9703 JN PD, IR, IK,UJ, AK 1 Kontainer 40 feet 4.5 Mengurutkan konsumen Di Dalam Rute Perjalanan Menggunakan Metode Farthest Insert Dalam tahap ini perusahaan pengguna jasa ditentukan yang mana akan ditempuh terlebih dahulu sehingga dapat meminimalkan biaya operasional yang dalam hal ini adalah bahan bakar kendaraan operasional. Metode yang digunakan dalam
70 tahap ini adalah metode Farthest Insert sehingga dapat diperoleh urutan rute yang akan ditempuh dengan jarak yang terendah. Pengurutan rute baru dengan menggunakan metode Farthest Insert, pertamatama yaitu mengurutkan jarak tempuh dari pelabuhan menuju lokasi konsumen perusahaan pengguna jasa dan kembali ke pelabuhan. Berikut adalah tabel jarak tersebut. Tabel 4.28 Tabel Jarak Menggunakan Farthest Insert Langkah Pertama Rute Jarak (Km) X0-PD-X0 62,452 X0-IK-X0 60,612 X0-IR-X0 59,112 X0-UJ-X0 71,892 X0-AK-X0 59,612 Jarak terjauh adalah rute ke UJ (PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk) sejauh 71,892 km. Setelah itu tahap selanjutnya adalah memasukan satu perusahaan pengguna jasa satu per satu sehingga didapat jarak terjauh pula tapi yang dimasukan hanya 1 perusahaan saja seperti yang diterapkan dalam tabel berikut ini. Tabel 4.29 Tabel Jarak Menggunakan Farthest Insert Langkah Kedua Rute Jarak(Km) X0 IR UJ - X0 101,758 X0 - PD - UJ - X0 105,968 X0 - IK - UJ - X0 104,088 X0- AK- UJ-X0 97,708
71 Dari rute diatas diperoleh jarak terjauh adalah menyisipkan konsumen UJ (PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk.) ke dalam rute ke perusahaan PD (PT.Pindo Deli Pulp & Paper Mills) dengan jarak 105.968 km Lalu tahap selanjutnya adalah,penyisipan konsumen yang tersisa ke dalam rute yang sudah didapatkan pada langkah sebelumnya dan dari setiap 1 konsumen, akan dicari rute yang jarak paling dekat. Tabel 4.30 Tabel Jarak Menggunakan Farthest Insert Langkah Ketiga Rute Jarak(Km) X0 IR UJ PD X0 135,834 * X0 UJ IR PD X0 137,444 X0 UJ PD IR X0 138,314 X0 IK UJ PD X0 138,164 X0 UJ IK PD X0 132,764 * X0 UJ PD IK X0 132,804 X0 AK UJ PD X0 131,824 X0 UJ AK PD X0 131,084 * X0 UJ PD AK X0 136,504 Dari rute terkecil yang didapat dari tiap sisipan yang dilakukan per konsumen (rute terkecil diberi tanda * ), diperoleh rute yang menghasilkan jarak yang paling besar yaitu IR (PT.IndoRama Synthetics) dengan rute X0 IR UJ PD X0 dengan jarak 135,834 km. Tahap selanjutnya adalah penyisipan konsumen yang tersisa ke dalam rute yang sudah didapatkan pada langkah ketiga sebelumnya dan dari setiap penyisipan 1 konsumen yang dilakukan, akan dicari rute yang dapat menghasilkan jarak paling dekat. Tabel 4.31 Tabel Jarak Menggunakan Farthest Insert Langkah Keempat Rute Jarak(Km)
72 X0 IK UJ IR PD X0 169,64 X0 UJ IK IR PD X0 173,53 X0 UJ IR IK PD X0 165,69 X0 UJ IR PD IK X0 164,28 * X0 AK UJ IR PD X0 163,26 * X0 UJ AK IR PD X0 163,39 X0 UJ IR AK PD X0 165,63 X0 UJ IR PD AK - X0 167,98 Dari rute terkecil yang didapat dari tiap sisipan yang dilakukan per konsumen (rute terkecil diberi tanda *), diperoleh rute yang menghasilkan jarak yang paling besar yaitu IK (PT.Indah Kiat Pulp & Paper Mills) dengan rute X0 - UJ IR PD IK X0 dengan jarak 164,28 Km. Langkah terakhir adalah memasukkan konsumen terakhir yang tersisa ke dalam rute yang baru. Tabel 4.32 Tabel Jarak Menggunakan Farthest Insert Langkah Kelima Rute Jarak (Km) X0 AK IK UJ PD IR X0 201,006 X0 IK AK - UJ PD IR X0 195,626 X0 IK UJ AK - PD IR X0 195,626 X0 IK UJ PD AK IR X0 198,696 X0 IK UJ PD IR AK - X0 170,76 Dalam langkah terakhir tersebut, didapatkan hasil rute dari sisipan konsumen terakhir adalah AK (PT.Aspex Kumbong) rute yang diperoleh adalah X0 IK UJ - PD IR AK X0 yang berjarak 170.76 Km. 4.5.1 Pengurutan Kunjungan
73 Pengurutan kunjungan dengan metode Farthest Insert sebagai berikut : Tabel 4.33 Pengurutan Kunjungan Dengan Metode Farthest Insert No. Kendaraan Rute Jarak 1 B 9167 ZO X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 2 B 9172 ZO X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 3 B 9293 UEK X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 4 B 9294 UEK X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 5 A 9299 UA X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 6 B 9300 UEI X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 7 B 9054 SU X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 8 B 9204 UEJ X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 9 B 9213 UEJ X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 10 B 9214 UEJ X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 11 B 9215 UEJ X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 12 B 9627 UEL X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 13 B 9864 UU X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 14 B 9554 GJ X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km 15 B 9703 JN X0 IK UJ - PD IR AK X0 170,76 Km Rute kunjungan yang digunakan hanya satu karena dengan rute baru ini semua perusahaan pengguna jasa telah dilewati oleh mobil operasional,sehingga rute yang dipakai adalah rute tersebut. 4.6 Perhitungan Biaya 4.6.1 Perhitungan Biaya Setelah Memakai Metode Farthest Insert Melalui data-data yang telah terkumpul pada tabel operasional maka data kemudian diolah untuk mendapatkan biaya pengeluaran operasional per hari. Berikut perhitungan biaya tersebut.
74 a. Biaya Bahan Bakar Rasio untuk penggunaan bahan bakar minyak yaitu solar pada mobil operasional perusahaan ini, rasionya semua sama yaitu 1 : 2, yaitu penggunaan solar 1 liter untuk jarak 2 kilometer oleh tiap kendaraan. Biaya satu liter solar saat ini adalah Rp. 5.500,- data ini didapat dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Dari rasio tersebut, diperoleh bahwa dalam 1km perjalanan membutuhkan biaya sebesar Rp.,2750,-. Maka diperoleh biaya dari setiap rute yang ditempuh oleh setiap kendaraan seperti berikut. Tabel 4.34 Biaya Bahan Bakar No. Kendaraan Jarak Biaya 1 B 9167 ZO 170,76 Km Rp.469.590,- 2 B 9172 ZO 170,76 Km Rp.469.590, 3 B 9293 UEK 170,76 Km Rp.469.590, 4 B 9294 UEK 170,76 Km Rp.469.590, 5 A 9299 UA 170,76 Km Rp.469.590, 6 B 9300 UEI 170,76 Km Rp.469.590, 7 B 9054 SU 170,76 Km Rp.469.590, 8 B 9204 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 9 B 9213 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 10 B 9214 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 11 B 9215 UEJ 170,76 Km Rp.469.590, 12 B 9627 UEL 170,76 Km Rp.469.590, 13 B 9864 UU 170,76 Km Rp.469.590, 14 B 9554 GJ 170,76 Km Rp.469.590, 15 B 9703 JN 170,76 Km Rp.469.590, b. Biaya Depresiasi
75 Perusahaan telah menentukan besar depresiasi pada kendaraannya sebesar 10% per tahun. Jumlah hari dalam setahun perusahaan menetapkan sebanyak 300 hari dalam setahun. Maka perusahaan dapat menentukan pengeluaran per harinya dengan perhitungan seperti berikut : Biaya depresiasi truk B 9167 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10% : 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9172 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9293 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9294 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk A 9299 UA Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9300 UEI Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9054 SU Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9204 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9213 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9214 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9215 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9627 UEL Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9864 UU Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9554 GJ Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari
76 Biaya depresiasi truk B 9703 JN Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari c. Biaya Tenaga Kerja Untuk satu mobil perusahaan menyiapkan tenaga kerja satu orang supir dan satu orang kenek. Karena perusahaan menetapkan 300 hari untuk satu tahunnya, dan 25 hari dalam sebulan. Biaya untuk satu mobil adalah Rp.120.000,- / hari untuk supir dan Rp.52.000,- / hari untuk kenek. Maka total pengeluaran per harinya sebesar Rp. 172.000,- d. Biaya Pajak Kendaraan Biaya pajak kendaraan dibuat menjadi perhitungan pengeluaran per hari yaitu seperti berikut : Biaya pajak truk B 9167 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9172 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9293 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9294 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk A 9299 UA Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9300 UEI Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9054 SU Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari Biaya pajak truk B 9204 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9213 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9214 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9215 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9627 UEL Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9864 UU Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9554 GJ Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari Biaya pajak truk B 9703 JN Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari e. Biaya Maintenance Satu mobil operasional untuk sebulan mengeluarkan biaya maintenance sebesar Rp.4.000.000,-,biaya maintenance untuk setiap mobil perusahaan menetapkan sama besarnya, karena perusahaan menetapkan dalam setahun adalah 300 hari
77 maka sebulannya hanya 25 hari, jadi diketahui biaya dalam sehari untuk maintenance kendaraan operasional adalah sebesar Rp.4.000.000,- / 25 = Rp.160.000 f. Biaya Pembayaran Container Biaya setiap penyewaan container untuk satu truk adalah sebesar Rp. 1.000.000,- dalam sekali pengiriman. Berdasarkan perincian biaya operasional dalam pengiriman untuk perusahaan pengguna jasa. Berikut ini yaitu pengeluaran biaya berdasarkan rute dan mobil yang digunakan yang menggunakan prosedur metode Farthest Insert. Total biayanya adalah Biaya Bahan Bakar + Biaya Depresiasi + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Pajak Kendaraan +Biaya Maintenance + Biaya Pembayaran Container Pengeluaran total untuk truk B 9167 ZO Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9172 ZO Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9293 UEK Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,-
78 Pengeluaran total untuk truk B 9294 UEK Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk A 9299 UA Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000-+ Rp.1.000.000,- = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9300 UEI Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9054 SU Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.099.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9204 UEJ Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9213 UEJ Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,-
79 Pengeluaran total untuk truk B 9214 UEJ Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9215 UEJ Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9627 UEL Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000, + Rp.1.000.000,- = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9864 UU Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.201.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9554 GJ Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.099.590,- Pengeluaran total untuk truk B 9703 JN Total Biaya = Rp.469.590,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.099.590,-
80 Disini didapat bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya operasional seperti biaya tenaga kerja, biaya depresiasi, biaya pajak kendaraan dan biaya maintenance merupakan biaya tetap yang setiap bulannya dikeluarkan dengan secara terus menerus walaupun dengan jumlah yang berbeda. Namun biaya yang paling mempengaruhi adalah biaya bahan bakar.yang selalu berubah sesuai dengan jarak yang ditempuh. Semakin jauh jarak tempuh semakin banyak pula pengeluaran biaya yang akan dikeluarkan, maka dengan metode farthest insert ditentukan rute yang akan digunakan oleh kendaraan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisasi dibandingkan harus mengantar ke satu perusahaan saja yang tentunya memakan biaya dan waktu yang cukup besar. 4.6.2 Biaya Sebelum Memakai Metode Farthest Insert Dari data-data yang telah terkumpul pada tabel operasional maka data diolah untuk mendapatkan biaya pengeluaran operasional per hari. Berikut perhitungan biaya tersebut. Namun sebelumnya berikut adalah tabel jarak sebelum menggunakan metode Farthest Insert Tabel 4.35 Jarak Sebelum Menggunakan Metode Farthest Insert Rute Jarak PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT. Indah Kiat Pulp & Paper Mills PT. IndoRama Synthetics PT.Ultra Jaya Milk Industry Tbk. PT. Aspex Kumbong Total 62,452 Km 60,612 Km 59,112 Km 71,892 Km 59,612 Km 313.68 Km Sumber: Diolah Oleh Penulis (2013) a. Biaya Bahan Bakar Rasio penggunaan bahan bakar solar pada mobil operasional perusahaan ini semua sama yaitu 1 : 2,yang dimaksud adalah penggunaan solar 1 liter untuk jarak 2 kilometer oleh tiap kendaraan. Saat ini harga 1 liter solar adalah
81 Rp.5.500,- data ini diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Dari rasio tersebut maka diketahui bahwa dalam 1 km perjalanan membutuhkan biaya sebesar Rp.2.750,-. Dari biaya tersebut maka diperoleh biaya dari setiap rute yang ditempuh oleh setiap kendaraan. Tabel 4.36 Biaya Bahan Bakar Sebelum Menggunakan Farthest Insert No. Kendaraan Jarak Biaya 1 B 9167 ZO 313.68 Km Rp.862.260,- 2 B 9172 ZO 313.68 Km Rp.862.260,- 3 B 9293 UEK 313.68 Km Rp.862.260,- 4 B 9294 UEK 313.68 Km Rp.862.260,- 5 A 9299 UA 313.68 Km Rp.862.260,- 6 B 9300 UEI 313.68 Km Rp.862.260,- 7 B 9054 SU 313.68 Km Rp.862.260,- 8 B 9204 UEJ 313.68 Km Rp.862.260,- 9 B 9213 UEJ 313.68 Km Rp.862.260,- 10 B 9214 UEJ 313.68 Km Rp.862.260,- 11 B 9215 UEJ 313.68 Km Rp.862.260,- 12 B 9627 UEL 313.68 Km Rp.862.260,- 13 B 9864 UU 313.68 Km Rp.862.260,- 14 B 9554 GJ 313.68 Km Rp.862.260,- 15 B 9703 JN 313.68 Km Rp.862.260,- b. Biaya Depresiasi Perusahaan menentukan depresiasi pada kendaraannya sebesar 10% per tahun. Jumlah hari per tahun perusahaan menetapkan 300 hari setahun. Dengan begitu perusahaan dapat menentukan pengeluaran per harinya dengan perhitungan seperti berikut :
82 Biaya depresiasi truk B 9167 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10% : 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9172 ZO Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9293 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9294 UEK Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk A 9299 UA Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9300 UEI Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9054 SU Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9204 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9213 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9214 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9215 UEJ Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9627 UEL Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9864 UU Rp. 1.140.000.000,- x 10%: 300 = Rp.380.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9554 GJ Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari Biaya depresiasi truk B 9703 JN Rp.850.000.000,- x 10%: 300 = Rp. 283.000,- / hari b. Biaya Tenaga Kerja
83 Dalam sekali pengiriman satu mobil menggunakan tenaga kerja satu orang supir dan satu orang kenek. Dikarenakan perusahaan menetapkan 300 hari untuk satu tahunnya,dan 25 hari dalam sebulan. Biaya untuk satu mobil adalah Rp.120.000,- / hari untuk supir dan Rp.52.000,- / hari untuk kenek. Jadi total pengeluaran per hari sebesar Rp. 172.000,- c. Biaya Pajak Kendaraan Biaya pajak kendaraan yang terdapat pada tabel biaya operasional dibuat menjadi perhitungan pengeluaran per hari seperti berikut : Biaya pajak truk B 9167 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9172 ZO Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9293 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9294 UEK Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk A 9299 UA Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9300 UEI Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9054 SU Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari Biaya pajak truk B 9204 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9213 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9214 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9215 UEJ Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9627 UEL Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9864 UU Rp. 6.000.000,-: 300 = Rp.20.000,- / hari Biaya pajak truk B 9554 GJ Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari Biaya pajak truk B 9703 JN Rp. 4.500.000,-: 300 = Rp. 15.000,- / hari d. Biaya Maintenance Biaya Maintenance satu mobil operasional untuk sebulan adalah sebesar Rp.4.000.000,-,biaya maintenance setiap mobil perusahaan menetapkan sama besarnya,karena perusahaan menetapkan dalam setahun adalah 300 hari maka sebulannya hanya 25 hari,maka diketahui biaya dalam sehari untuk maintenance mobil operasional adalah Rp.4.000.000,- / 25 = Rp.160.000 e. Biaya Pembayaran Container
84 Biaya setiap container untuk satu mobil adalah sebanyak Rp. 1.000.000,- dalam sekali pengiriman. Berdasarkan perincian biaya operasional dalam melakukan pengiriman terhadap perusahaan pengguna jasa. Berikut adalah pengeluaran berdasarkan rute dan mobil yang digunakan sebelum menggunakan metode Farthest Insert. Total biayanya adalah Biaya Bahan Bakar + Biaya Depresiasi + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Pajak Kendaraan +Biaya Maintenance + Biaya Pembayaran Container Pengeluaran total untuk truk B 9167 ZO Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9172 ZO Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9293 UEK Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9294 UEK Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk A 9299 UA Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000-+ Rp.1.000.000,-
85 = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9300 UEI Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9054 SU Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.492.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9204 UEJ Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9213 UEJ Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9214 UEJ Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9215 UEJ Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,-
86 Pengeluaran total untuk truk B 9627 UEL Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + Rp.160.000, + Rp.1.000.000,- = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9864 UU Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.380.000,- +Rp.172.000,- + Rp.20.000,- + = Rp.2.594.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9554 GJ Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.492.260,- Pengeluaran total untuk truk B 9703 JN Total Biaya = Rp.862.260,- + Rp.283.000,- + Rp.172.000,- + Rp.15.000,- + = Rp.2.492.260,- 4.6.3 Perbandingan Biaya Berikut adalah perbandingan biaya sesudah diterapkan penentuan rute menggunakan metode Farthest Insert, dan sebelum diterapkan metode tersebut. Tabel 4.37 Perbandingan Biaya No Mobil Biaya Sesudah Biaya sebelum
87 1 B 9167 ZO Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 2 B 9172 ZO Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 3 B 9293 UEK Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 4 B 9294 UEK Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 5 A 9299 UA Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 6 B 9300 UEI Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 7 B 9054 SU Rp.2.099.590,- Rp.2.492.260,- 8 B 9204 UEJ Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 9 B 9213 UEJ Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 10 B 9214 UEJ Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 11 B 9215 UEJ Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 12 B 9627 UEL Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 13 B 9864 UU Rp.2.201.590,- Rp.2.594.260,- 14 B 9554 GJ Rp.2.099.590,- Rp.2.492.260,- 15 B 9703 JN Rp.2.099.590,- Rp.2.492.260,- Total Rp.32.717.850,- Rp.38.607.900,- Sumber: Diolah penulis (2013) Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa setelah menggunakan metode Farthest Insert didapatkan penghematan sebesar Rp.5.890.050,- dibandingkan dengan sebelumnya yang tidak memakai metode Farthest Insert. 4.7 Implikasi Hasil Terpilih Perusahaan dapat mengetahui berapa banyak jumlah permintaan untuk periode mendatang, sehingga perusahaan dapat menentukan seberapa perlu menambah atau menyediakan armada truk container untuk memenuhi permintaan di periode mendatang dengan menggunakan metode Forecasting Time Series Analysis dengan menggunakan metode Linear Regression
88 Lalu perhitungan dengan menggunakan penentuan rute dan metode Saving Matriks serta Farthest Insert dapat membuktikan bahwa dengan metode metode tersebut dapat membantu perusahaan untuk memilih rute yang paling efisien untuk diterapkan di dalam pengiriman ekspedisi forwarding, serta dapat memaksimalkan waktu serta meminimalisasi jarak dan menghemat biaya sebesar Rp.5.890.050,-. Tetapi dalam pelaksanaaan metode farthest insert ini perusahaan kemungkinan harus mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk mengeluarkan serta memilah barang yang akan diantar, sehingga bisa diurutkan mana barang yang akan diturunkan ke perusahaan pengguna jasa yang menjadi urutan terdahulu untuk diantarkan, atau yang barangnya akan terlebih dahulu diambil untuk dikirimkan tersebut.