BAB III GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS)

dokumen-dokumen yang mirip
PENGEMBANGAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS)

BAB IV HASIL PENGEMBANGAN GUI, PENGUJIAN, DAN KINERJA

X Sistem Pengendalian Advance

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan Simulator Plant dengan

PERANCANGAN SISTEM KENDALI BERJARINGAN MENGGUNAKAN METODE DECOUPLING DAN KONTROLER STATE FEEDBACK UNTUK SISTEM MIMO PADA BOILER PLANT SIMULATOR

: Sistem Kontrol, Instrumentasi, PLC, Pengontrolan

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA

Pembuatan Operator Training Simulator Unit Desulfurisasi Pabrik Amonia Menggunakan DCS DELTA-V Fisher Rosemount

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

Gambar 2. front panel dan block diagram

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM SCADA. Untuk memudahkan penggunaan user maka dibuat beberapa halaman penting

Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA SISTEM FLOW CONTROL amdea DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG

BAB III 1 METODE PENELITIAN

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

KONTROL CASCADE GENERALIZED PREDICTIVE UNTUK BOILER DRUM LEVEL BY ASTRIATONO ( )

Tujuan Pembelajaran. Saat kuselesaikan bab ini, kuingin dapat melakukan hal-hal berikut.

Perancangan Sistem Pengendalian Level Pada Steam drum dengan Menggunakan Kontroller PID di PT Indonesia Power Ubp Sub Unit Perak-Grati

Perancangan Mobile Application untuk Pemantauan Boiler dan Heat Exchanger Training System Berbasis Web dengan Framework Jquery Mobile

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III DINAMIKA PROSES

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

Makalah Seminar Kerja Praktek KONTROL TEMPERATUR PADA RICH SOLUTION HEATER (101-E) DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG

QUALITY OF SERVICE PID PREDIKTIF PADA NETWORKED CONTROL SYSTEM DENGAN VARIABEL WAKTU TUNDA DAN KEGAGALAN PENGIRIMAN DATA MONDA PERDANA

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Makalah Seminar Kerja Praktek Analisis Pressure Control Pada Absorber (101-C1) di CO 2 Removal Field Subang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S Pendahuluan C++ Builder adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN DAN REALISASI BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU DAN TEKANAN BERBASIS WEB PADA MINIPLANT DI LABORATORIUM WORKSHOP INSTRUMENTASI TEKNIK FISIKA ITS SURABAYA

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem

TE SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum pengambilan data dimulai, turbin gas dioperasikan sampai dengan

BAB III PERANCANGAN ALAT

TE SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Petunjuk Praktikum

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

VIII Sistem Kendali Proses 7.1

Sebelum membahas mengenai pemrograman LabVIEW, sebaiknya pembaca mengenal istilah istilah penting berikut ini.

Makalah Seminar Kerja Praktek CONTROL SYSTEM PADA FURNACE 12F1(FOC I) PT. PERTAMINA RU IV CILACAP

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Data adalah fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol,

Perancangan Graphical User Interface untuk Pengendalian Suhu pada Stirred Tank Heater Berbasis Microsoft Visual Basic 6.0

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai

Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol

Kata Kunci : PLC, ZEN OMRON, HP Bypass Turbine System, pompa hidrolik

1. Bagian Utama Boiler

Session 11 Steam Turbine Protection

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 PERANCANGAN PROGRAM

PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

STUDI RELIABILITY, SAFETY, DAN QUALITY PADA WASTE HEAT BOILER (WHB) DI PT.PETROKIMIA GRESIK

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer ( computer ) berasal dari bahasa latin computere yang berarti

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN. pengontrol agar dapat bekerja secara otomatis. Terdapat tiga switch menjalankan

BAB 2 LANDASAN TEORI

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

IX Strategi Kendali Proses

PEMBUATAN HMI SCADA MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DELPHI DENGAN RTU PLC SLC-500 BERBASIS JARINGAN ETHERNET. Moh. Imam Afandi

BAB III PERANCANGAN ALAT

STIKOM SURABAYA BAB IV PEMBAHASAN 4.1. PROSES MESIN AUTOMATIC MIXING

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses

Testing dan Implementasi

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

Web SCADA untuk Mengendalikan Miniatur Pintu Air

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pembuatan Operator Training Simulator Proses Sintesis Pabrik Urea Menggunakan Fasilitas Function Block Pada Distributed Control System

Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP

BAB V ANALISA KERJA RANGKAIAN KONTROL

II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN. Proses instalasi aplikasi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

BAB IV BAGIAN PENTING MODIFIKASI

STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai

BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT LUNAK

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN INTERLOCK STEAM DRUM DENGAN DUA ELEMEN KONTROL DI PT. INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK.

PEMBUATAN APLIKASI SCADA GSM UNTUK PEMONITORAN SISTEM PLANT JARAK JAUH

DATABASE SQL SERVER. Database SQL Server Halaman 1

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL PENGUJIAN

STUDI PERFORMANSI SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR, RELIABILITY DAN SAFETY PADA HEAT EXCHANGER PT. PETROWIDADA GRESIK

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

PENGOPERASIAN COOLING WATER SYSTEM UNTUK PENURUNAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN EVAPORATOR. Ahmad Nurjana Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN

BAB III CARA KERJA MESIN PERAKIT RADIATOR

PERANCANGAN PENGENDALIAN KETINGGIAN CAIRAN DALAM BENTUK LEVEL SIMULATOR BERBASIS AVR 8535 YANG DIKENDALIKAN MELALUI JARINGAN TCP/IP

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM

OLEH Ir. PARLINDUNGAN MARPAUNG HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI (HAKE)

Dasar Dasar Sistem kontrol

Transkripsi:

BAB III GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK OPERATOR TRAINING SIMULATOR (OTS) III.1 SISTEM KONTROL PADA VARIABEL GUI III.1.1 Single Feedback Control Contoh variabel yang menggunakan sistem single feedback control adalah 1PIC2001. Diagram blok dari 1PIC2001 adalah sebagai berikut : PIC2001.MAN PIC2001.SP PIC2001 MAN AUTO PIC2001.OUT PV2001 AKTUATOR Proses I PLANT pressure KONTROLER PID PIC2001.MEAS PT2001 DCS Gambar III.1 Diagram blok 1PIC2001 ke FY2001A dan FY2003 III.1.2 Feed Forward Control Contoh variabel yang menggunakan sistem feed forward control (hand control) adalah 1HC2001. Diagram blok variabel tersebut dapat dilihat sebagai berikut : HC2001.MAN HV2001 Proses I flow DCS AKTUATOR PLANT Gambar III.2 Diagram blok 1HC2001 III.1.3 Cascade Control Contoh variabel yang menggunakan sistem cascade control adalah 1PIC2002 dan 1PIC2011. Diagram blok keduanya dapat dilihat sebagai berikut :

EMERGENCY SHUTDOWN PHC2002A UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 PHC2002A FIC2016.MAN PIC2002.SP PIC2002 KONTROLER PID MAN AUTO X2 X3 X1 PHS2002A X2 X3 X1 PIC2002.OUT Y1 Y1 PV2002A AKTUATOR PV2002B Proses I PLANT pressure PHS2002B AKTUATOR PIC2002.MEAS PT2002 PIC2011.MAN MAN PIC2011.SP PIC2011 AUTO DCS PT2011 Gambar III.3 Diagram blok 1PIC2002 dan 1PIC2011 Blok Kalkulasi : PHS2002A Tipe : Cascade Control with Selector Switch PHS2002B Tipe : Cascade Control with Selector Switch PHC2002A dipilih saat X1 = 0 (IS 201 aktif ) PHC2002B dipilih saat X1 = 0 (IS 201 aktif) III.1.4 Selector Control Contoh variabel yang menggunakan sistem selector control adalah 1FIC2014 dan 1PIC2006. Diagram bloknya dapat dilihat sebagai berikut :

EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2014.MAN FSY2014 FIC2014.SP FIC2014 MAN AUTO FIC2014.OUT X1 FY2014B X2 Y1 FV2014 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI FIC2014.MEAS Y1, Y2 FY2014A X1 FT2014 X3 X2 PIC1001.MEAS TI1001.PNT PT1001 TE1001 pressure temperature PIC2006.MAN MAN PIC2006.SP PIC2006 AUTO DCS pressure PT2006 Proses 3 Gambar III.4 Diagram blok 1FIC2014 dan 1PIC2006 Blok Kalkulasi : FY2014A Tipe : Process Variable Compensation FY2014B YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 60 deg C Pb (Design Base Pressure) : 4,5 kg/cm2g Y1 = nilai tertinggi dari X1 dan X2 Tipe : Selector Control (High Selector) III.1.5 Process Variable Compensation Contoh variabel yang menggunakan sistem process variable compensation adalah 1FIC2001. Diagram bloknya adalah sebagai berikut :

EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2001.MAN FSY2001 FIC2001.SP FIC2001 MAN AUTO FIC2001.OUT FV2001 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI FIC2001.MEAS Y1, Y2 FY2001A X1 FT2001 DCS X3 X2 PIC2001.MEAS TI2010.PNT PT2001 TE2010 pressure temperature Blok Kalkulasi : FY2001A Gambar III.5 Tipe : Process Variable Compensation ke FY2001B Diagram blok 1FIC2001 YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 400 deg C Pb (Design Base Pressure) : 40,3 kg/cm2g III.1.6 Ratio Control Contoh variabel yang menggunakan ratio control adalah 1FIC2004. Diagram bloknya adalah sebagai berikut : EMERGENCY SHUTDOWN UBAH KE 'MAN' DAN MV ATAU OUT KE 0% IS 201 DE-ENERGIZE TO CLOSE FIC2004.MAN FSY2004 FIC2004.SP FIC2004 MAN AUTO FIC2004.OUT FV2004 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI Y1 FIC2004.MEAS Y1, Y2 FY2004D X1 FT2004 FY2004C X2 X1 X3 X2 X3 X2 PIC9044.MEAS TI9044.PNT PT9044 TE9044 pressure temperature Y1 FY2004B X1 X1 Y1 X1 Y1 FY2004A FFY2004 FFI2004 FY7001 FY2001B DCS X2 X2 FI2004 Gambar III.6 Diagram blok 1FIC2004

Blok Kalkulasi : FY2004A Tipe : Bias Control FY2004B Tipe : Process Variable Compensation FY2004C Tipe : Bias Control FY2004D Tipe : Process Variable Compensation FFY2004 Tipe : Dividing (Ratio Control) Y1=Y2=X1+X2 X1,X2 : kg/h YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1=X1-X2 X1,X2 : kg/h YI Y2 X1x X2 1,033 Tb 273 x X3 273 Pb 1,033 Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1 X1xK1 X2xK2 Faktor Skala K1 = 1, K2 = 1 X1 : kg/h, X2 : Nm3/H III.2.7 Bias Control Contoh variabel yang menggunakan sistem bias control adalah 1FIC2006. Diagram bloknya dapat dilihat sebagai berikut : FIC2006.MAN FIC2006.SP FIC2006 MAN AUTO FIC2006.OUT FV2006 AKTUATOR Proses I PLANT flow KONTROLER PID BLOK KALKULASI BLOK KALKULASI FIC2006.MEAS Y1 FY2006B X1 Y1, Y2 FY2006A X1 FT2006 DCS Blok Kalkulasi : FY2006A Tipe : X2 Gambar III.7 X3 X2 PIC9044.MEAS PT9044 pressure TI9044.PNT TE9044 temperature ke FI2006 Diagram blok 1FIC2006 FY7001 X2 1,033 Tb 273 YI Y2 X1x x X3 273 Pb 1,033

Process Variable Compensation FY2006B Tipe : Bias Control Tb (Design Base Temperature) : 385 deg C Pb (Design Base Pressure) : 41 kg/cm2g Y1=Y2=X1+X2 X1, X2 : kg/h Sistem-sistem kontrol yang terdapat pada seksi Primary Reformer adalah sebagai berikut : Tabel III.1 Sistem kontrol pada seksi Primary Reformer No. Tag Single Feedback Control Cascade Control Selector Control Process Variable Compensation Split Range Control Ratio Control Hand Control (Manual Loader) Bias Control 1 FIC2001 2 FIC2003 3 FIC2004 4 FIC2006 5 FIC2007 6 FIC2008 7 FIC2009 8 FIC2011 9 FIC2013, PIC2005 10 FIC2014, PIC2006 11 FIC2016, PIC2009 12 PIC2001 13 PIC2002, PIC2011 14 PDIC2003 15 TIC2007 16 TIC2014 17 HC2001 18 HC2002 19 PIC1001 20 FHC2008 21 FIC2018 22 PIC2017

No. Tag Single Feedback Control Cascade Control Selector Control Process Variable Compensation Split Range Control Ratio Control Hand Control (Manual Loader) Bias Control 23 PIC2020 24 PIC2071 25 PHC2002A 26 PHC2002B 27 FIC4001 28 FIC4021 29 FIC4022 30 HC4002 31 PIC4001 32 PIC4003 33 PIC4024 34 PIC4041 35 SHC4001 III.2. DESKRIPSI UMUM GRAPHICAL USER INTERFACE UNTUK OTS Graphical User Interface (GUI) untuk Operator Training Simulator dikembangkan sebagai sarana interaksi operator dengan komputer pada simulasi pelatihan operator di pabrik ammonia. Disain yang pada tampilan GUI dikembangkan menyerupai tampilan yang ada pada ruang kendali pabrik yang sebenarnya. GUI ini dikembangkan dengan menggunakan interface mode object manipulation. GUI didisain memiliki lima belas jendela. Empat jendela tampilan utama (jendela Primary Reformer Overall, jendela Feed Control and Waste Heat System, jendela Desulphurization, dan jendela Natural Gas Receiving and Distribution), enam jendela untuk fungsi interrupt dan trending (jendela Interrupt Primary Reformer, tiga jendela Interrupt Feed Control and Waste Heat System, jendela Interrupt Desulphurization, dan jendela Interrupt Natural Gas Receiving and Distribution), dan tujuh jendela yang menampilkan diagram blok pada saat terjadi keadaan emergency (dua jendela ESD 1IS201; jendela ESD 1IS202 dan 1IS203; jendela ESD 1IS204, 1I251, dan 1I252; jendela ESD 1IS401; dan 2 jendela 1IS402).

Jendela-jendela tampilan GUI menampilkan hubungan antara variabel yang berpengaruh pada proses produksi pabrik. Pada jendela ini terdapat simbol-simbol yang melambangkan alat atau mesin di pabrik, antara lain tungku pembakar (burner), turbin, kompresor, pipa, pemanas (heater), dan valve (katup). Nama variabel, besarnya, dan satuan yang digunakan ditampilkan pada simbol yang bersangkutan. Jendela-jendela interrupt berfungsi untuk mengubah besarnya nilai dari variabel yang berkaitan dengan suatu jendela tertentu. Contohnya variabel pada jendela interrupt Desulphurization menampilkan variabel-variabel pada jendela Desulphurization. Pada jendela ini proses trending dapat dilakukan. Trending adalah proses untuk melihat perubahan nilai variabel terhadap waktu dalam bentuk grafik. Jendela ESD (Emergency Shut Down) menampilkan bagian-bagian yang berada dalam keadaan kritis bila terdapat suatu variabel yang melewati nilai batas tertentu. Hal ini merupakan perwujudan kegagalan (trip) yang terjadi di pabrik yang sebenarnya. Diagram blok proses pendisainan GUI untuk OTS adalah sebagai berikut : Review Spesifikasi Konsep / Perencanaan GUI Penentuan Jalan Cerita Konsep Disain GUI Disain Dasar GUI Variasi Disain Penelitian Fungsi dan Kegunaan Disain Aplikasi GUI Disain Rinci Penelitian Fungsi dan Kegunaan Pengkodean Dokumentasi Perawatan Gambar III.8 Diagram blok pengembangan GUI

III.3. REPRESENTASI GUI Jendela-jendela yang ada pada tampilan GUI untuk OTS dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu menu bar, panel tombol jendela, dan tampilan simulasi. Dari tiga bagian tersebut, terdapat dua bagian yang dimiliki oleh semua jendela dengan tampilan yang sama. Dua bagian tersebut adalah menu bar dan panel tombol jendela. Bagian Tampilan Simulasi Menu Bar Panel Tombol Jendela Gambar III.9 Bagian utama tampilan GUI Penjelasan mengenai bagian utama dari tampilan GUI adalah sebagai berikut : 1. Menu Bar Menu bar terletak di bagian paling atas dari tampilan GUI. Menu bar ini secara garis besar memiliki dua buah fungsi, yaitu memberikan informasi mengenai jendela yang aktif dan memberikan pilihan kepada pengguna untuk memodifikasi tampilan dari jendela yang aktif. 2. Panel Tombol Jendela Panel tombol jendela terletak di bagian kiri dari tampilan GUI. Pada panel ini terdapat tombol-tombol yang berfungsi untuk membuka jendela yang sesuai dengan nama yang tertulis di masing-masing tombol.

3. Tampilan Simulasi Tampilan simulasi merupakan bagian yang paling penting pada tampilan GUI. Bagian ini terletak di tengah-tengah dan berfungsi untuk menampilkan hasil simulasi sesuai dengan jendela yang aktif. III.3.1 Jendela Primary Reformer Overall Gambar III.10 Tampilan jendela Primary Reformer Overall Jendela Primary Reformer Overall merupakan jendela pertama yang tampil pada tampilan OTS. Pada jendela ini, terdapat variabel-variabel utama yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Primary Reformer Overall, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek :

. Tabel III.2 Objects, properties dan states di jendela Primary Reformer Objects Properties dan State I Reachable State Text : Primary Reformer Overall Warna huruf : 0x00000000 Ukuran huruf : 10 Primary_Reformer_Overall Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Feed Control and WHS (kiri) ESD 1IS201 bagian 1 (bawah) Natural Gas Receiving and Distribution (kanan) Page Interrupt Primary Reformer (atas) Text : (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Nilai : (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double)

Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Text : (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX (1) 1SIXXXX (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX

Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H Gambar dan simbol : (1) Burner (2) Preheater (3) Pipa (4) Valve (5) DCS (6) Atmosfir (7) Aliran data Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (3) (4) Gambar : (1) Burner (2) Preheater Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H (3) Pipa (4) Valve (4) Valve (5) DCS (6) Atmosfir

(7) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD III.3.2 Jendela Feed Control and Waste Heat System (WHS) Gambar III.11 Tampilan jendela Feed Control and WHS

Jendela Feed Control and Waste Heat System (WHS) merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Primary Reformer. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Feed Control and WHS, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek : Tabel III.3 Objects, properties dan states di jendela Feed Control & WHS Objects Properties dan State I Reachable State Text : Feed Control and Waste Heat System Warna huruf : 0x00000000 Ukuran huruf : 10 Feed_Control_&_WHS Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Desulphurization (kiri) ESD 1IS202 1IS203 (bawah) Primary Reformer Overall (kanan) Page Interrupt Feed Control & WHS 1 (atas) Text : (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1-K-201X

Nilai : (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Text : (1) Rpm Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1-K-201X (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (2) 1TIXXXX (3) 1PIXXXX (4) 1FIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX (4) 1PXXXXXX

(2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H Gambar dan simbol : (1) Burner (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (3) (4) Gambar : (1) Burner Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H

(2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD (3) Jendela Interrupt Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD (3) Jendela Interrupt

III.3.3 Jendela Desulphurization Gambar III.12 Tampilan jendela Desulphurization Jendela Desulphurization merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Feed Control and WHS. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Desulphurization, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek : Tabel III.4 Objects, properties dan states di jendela Desulphurization Objects Properties dan State I Reachable State Text : Desulphurization Warna huruf : 0x00000000 Ukuran huruf : 10 Desulphurization

Tombol Navigasi Jendela Text : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Nilai : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Natural Gas Receiving and Distribution (kiri) ESD 1IS204 1I251 1I252 (bawah) Feed Control and WHS (kanan) Page Interrupt Desulphurization (atas) Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX (3) 1FIXXXX Warna latar : (3) 0x000000FF (4) 0x000082FF Warna huruf : (3) 0x0000FFFF

Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Text : (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Text : (1) LL (2) HH (3) L (4) H (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) C (3) Kg/cm² G (4) Kg/H (5) Kg/cm² (6) Nm³ /H (7) % XXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) (2) (4) 0x00000000 (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX (3) 1FICXXXX Warna huruf : 0x000000FF Ukuran huruf : 8 (1) LL (2) HH (3) L (4) H

Gambar dan simbol : (1) Tank (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Gambar : (1) Tank (2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Tombol : (1) Jendela (2) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela

(2) Jendela ESD III.3.4 Jendela Natural Gas Receiving and Distribution Gambar III.13 Tampilan jendela Natural Gas Receiving and Distribution Jendela Natural Gas Receiving and Distribution merupakan jendela yang dapat ditampilkan dengan memilih tombol horizontal kiri tombol navigasi pada jendela Desulphurization. Variabel-variabel yang berpengaruh antara lain tekanan, flow (gas atau uap), temperatur, kandungan udara, dan lebar bukaan katup (valve). Nilai variabel-variabel tersebut ditampilkan secara langsung beserta dengan satuannya untuk mempermudah pembacaan nilai oleh operator yang menggunakannya. Berikut merupakan objek-objek yang penting yang ada pada jendela Natural Gas Receiving and Distribution, karakteristik, serta reachable state masing-masing objek :

Tabel III.5 Objects, properties dan states di jendela Natural Gas Receiving and Distribution Objects Properties dan State I Reachable State Text : Natural Gas Receiving and Distribution Warna huruf : 0x00000000 Ukuran huruf : 10 Natural Gas Receiving and Distribution Tombol Navigasi Jendela Latar : penuh Warna latar : 0x00A0A000 Jendela : Primary Reformer Overall (kiri) ESD 1IS401 (bawah) Desulphurization (kanan) Page Interrupt NG RD (atas) Text : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna latar : (1) 0x000000FF (2) 0x000082FF Warna huruf : (1) 0x0000FFFF (2) 0x00000000 (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Nilai : (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF Nilai : (double) (1) 1TIXXXX (2) 1PIXXXX

Text : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Nilai : (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Text : (1) Rpm (2) Kg/cm² G (3) Kg/cm² (4) Nm³ /H (5) % Gambar dan simbol : (1) Turbin dan kompresor (2) Pipa (3) Valve (4) DCS (5) Atmosfir (6) Aliran data Warna huruf : 0x0000FFFF (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Warna huruf : 0x0000FFFF Nilai : (double) (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX Warna huruf : 0x00FFFFFF (1) Rpm (2) Kg/cm² G (3) Kg/cm² (4) Nm³ /H (5) % Gambar : (1) Turbin dan kompresor Warna latar : (5) 0x000000FF (6) 0x000082FF Warna huruf : (5) 0x0000FFFF (6) 0x00000000 (1) 1TICXXXX (2) 1PICXXXX

(2) Pipa (3) Valve (3) Valve (4) DCS (5) Aliran data Tombol : (3) Jendela (4) Jendela ESD Gambar : (1) Jendela (2) Jendela ESD

III.3.5 Jendela Interrupt Gambar III.14 Tampilan jendela Page Interrupt Primary Reformer Gambar III.15 Tampilan jendela Page Interrupt Feed Control & WHS

Gambar III.16 Tampilan jendela Page Interrupt Desulphurization Gambar III.17 Tampilan jendela Page Interrupt NG RD

Jendela Interrupt merupakan jendela yang didisain sebagai tampilan yang digunakan untuk mengatur nilai-nilai dari variabel yang terdapat pada jendela utama. Pada jendela ini terdapat rangka tampilan grafik yang akan menampilkan nilai variabel yang dipilih terhadap waktu. Selain tampilan grafik, pada tiap panel variabel terdapat tombol yang berfungsi untuk mengatur nilai-nilai variabel yang ada. Tombol ini merupakan tombol pengatur dari dua fungsi penerimaan data yang tersedia. Fungsi otomatis (ditandai dengan huruf A ) yang akan mengatur penerimaan data dari simulator secara otomatis, dan fungsi manual (ditandai dengan huruf M ) yang akan memberikan operator akses untuk menentukan nilai yang akan digunakan sebagai patokan pada proses. III.3.6 Jendela ESD Gambar III.18 Tampilan jendela ESD 1IS201 bagian 1

Gambar III.19 Tampilan jendela ESD 1IS201 bagian 2 Gambar III.20 Tampilan jendela ESD 1IS202 1IS203

Gambar III.21 Tampilan jendela ESD 1IS204 1I251 1I252 Gambar III.22 Tampilan jendela ESD 1IS401

Gambar III.23 Tampilan jendela ESD 1IS402 Gambar III.24 Tampilan jendela ESD 1IS402

Interlock safety group untuk Primary Reformer, IS 201, akan trip oleh beberapa hal berikut : Sinyal trip manual dari control panel. IS 001 aktif (kegagalan utilitas). IS 401 aktif (NG booster compressor 1-K-411 trip). Level air di deaerator sangat rendah (LSLL-601). Flow gas inlet terlalu rendah (FSLL-2002). Flow steam inlet terlalu rendah (FSLL-2005). Rasio flow steam/gas terlalu rendah (FFSLL-2005). Tekanan NG fuel di main header terlalu rendah (PSLL-2008). Draught di dalam furnace 1-H-201 terlalu rendah (PSHH-2012). Level steam drum 1-V-201 terlalu rendah (LSLL-2002). Flue gas blower 1-K-201 A/B shut down. Apabila IS-201 trip, maka akan terjadi hal-hal sbb : Flow utama natural gas ke Primary Reformer akan terhenti (FV-2001 tertutup). Bypass natural gas ke Primary Reformer terhenti (FV-2003). Flow utama steam proses ke Primary Reformer terhenti (FV-2004 tertutup). Flow steam ke Primary Reformer (melalui FV-2006) masih diperlukan untuk melindungi coil-coil dan tube Primary Reformer dari overheating. Flow natural gas fuel ke burner terhenti oleh double block dan bleed (XV-2005, FV-2014 dan FV-2016 tertutup, sedangkan XV-2006 terbuka). Flow mix-gas ke burner terhenti oleh double block dan bleed (XV-2003 dan FV- 2013 tertutup, sedangkan XV-2004 terbuka). Flow MDEA flash gas ke main header fuel gas terhenti dengan double block dan bleed (XV-2007 dan PV-3008A tertutup, sedangkan XV-2008 tertutup). Flow gas dirogen ke hydrogenator 1-R-201 terhenti (FV-2007 tertutup). HV-2002 terbuka ke nilai preset. Motor flue gas blower 1-K-201 A/B mati. Suction damper untuk flue gas blower PV-2002 A/B tertutup. Damper di waste heat section terbuka (XV-2009 dan XV-2010 terbuka). 1-IS-202 aktif (Secondary Reformer 1-R-203 trip). 1-IS-402 aktif (NG booster compressor 1-K-411 trip).

Pada tabel-tabel di atas, empat digit karakter terakhir yang diwakili oleh XXXX melambangkan angka yang berbeda-beda sesuai variabel yang ditunjuk. Format dari nilai varibel pada tampilan GUI sebagian besar adalah 1YYYXXXX. Nilai dari variabel-variabel tersebut besarnya tergantung pada nilai yang dikirimkan oleh OPC. Beberapa contoh variabel yang ada adalah sebagai berikut : Tabel III.6 Contoh nama variabel dan jenisnya Nama Variabel Besaran yang Diwakilkan Jenis Variabel 1FI2016 Flow Diamati 1FI2001 Flow Dikendalikan 1PI2013 Tekanan Diamati 1PIC2001 Tekanan Dikendalikan 1TI2028 Temperatur Diamati 1TIC2007 Temperatur Dikendalikan Variabel-variabel yang terdapat di dalam jendela terbagi menjadi dua jenis, yaitu variabel yang dapat dikendalikan dan variabel yang diamati. Variabel-variabel tersebut ditampilkan dengan format nama variabel, besarnya nilai variabel dan satuan ukuran variabel tersebut. Terlepas dari jenis variabel yang ada, perubahan yang terjadi pada tampilan tiap variabel masing-masing dipengaruhi oleh besarnya nilai maksimum dan nilai minimum yang ditetapkan. Tampilan variabel yang diamati untuk kondisi yang normal diwakili oleh warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar transparan. Untuk kondisi yang belum melebihi batas maksimum atau minimum tetapi sudah melewati rentang nilai yang normal, tampilan akan berubah dengan warna huruf hitam (0x00000000) dengan latar berwarna jingga (0x000082FF). Untuk kondisi yang sudah melebihi batas yang ditetapkan, tampilan akan berubah dengan warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar berwarna merah (0x000000FF). Contoh dari tampilan yang diamati ini adalah pada variabel 1TI2024, 1PI2013, dan 1FI2006. Untuk variabel-variabel yang dapat dikendalikan, tampilan diwakili oleh warna huruf kuning (0x0000FFFF) dengan latar transparan dan nama variabel yang terdiri dari tiga huruf dengan huruf terakhir C untuk Control. Untuk kondisi yang belum melebihi batas maksimum atau minimum tetapi sudah melewati rentang nilai

yang normal, tampilan akan berubah dengan warna huruf hitam (0x00000000) dengan latar berwarna jingga (0x000082FF). Untuk kondisi yang sudah melebihi batas yang ditetapkan, tampilan akan berubah dengan warna huruf putih (0x00FFFFFF) dengan latar berwarna merah (0x000000FF). Contoh dari tampilan yang diamati ini adalah pada variabel 1FIC2006 dan 1PIC2001. Beberapa tampilan pada jendela hanya akan muncul bila suatu kondisi tertentu telah dipenuhi. Misalnya tampilan dari huruf L atau LL hanya akan muncul bila nilai dari suatu variabel tertentu telah melewati batas bawah telah ditentukan. Apabila nilai tersebut melebihi batas atas, tampilan LL tadi akan berubah menjadi H atau HH. Bila kondisi ini tidak dipenuhi, tampilan huruf tersebut akan tetap tidak tampak. Gambar yang terdapat pada jendela Primary Reformer didisain agar menyerupai gambar yang terdapat pada tampilan pada ruang kendali pabrik ammonia sebenarnya. Gambar dari burner merepresentasikan adanya suatu burner yang terlibat dalam proses pada Primary Reformer Overall. Gambar dari pipa yang ada juga merepresentasikan hubungan pipa-pipa yang terdapat pada pabrik ammonia. Pipa-pipa didisain dengan menggunakan warna yang berbeda untuk membedakan zat-zat yang dibawa oleh masing-masing pipa. Warna pipa dan zat yang diwakili oleh warna tersebut adalah sebagai berikut : Merah : steam Kuning : gas proses Biru : natural gas atau fuel gas Pink : udara Di ujung masing-masing pipa terdapat tombol berbentuk anak panah yang dapat digunakan untuk menampilkan jendela asal atau sumber masing-masing pipa. Pada beberapa pipa terdapat valve (katup) yang berfungsi mensimulasikan besarnya zat yang lewat dalam pipa. Besarnya bukaan dari tiap valve dapat dilihat dari nilai yang tertera pada valve tersebut dalam hitungan persen. Tampilan dari valve itu sendiri akan berubah mengikuti besarnya bukaan valve. Untuk valve yang dibuka (bernilai di atas nol persen), bagian bawah valve akan berwarna mengikuti warna pipa yang melaluinya, sedangkan untuk valve yang tertutup (bernilai nol persen), bagian bawah valve akan berwarna abu-abu. Pada tampilan simulasi juga terdapat tombol-tombol yang berfungsi untuk menampilkan jendela-jendela yang memiliki kaitan dengan jendela yang aktif. Jendela

utama dapat ditampilkan dengan memilih tombol yang terdapat di bagian kiri jendela atau dengan memilih tombol yang terdapat pada ujung-ujung tiap pipa. Tombol untuk menampilkan jendela ESD terletak pada bagian atas masing-masing jendela. Sedangkan tombol untuk menampilkan jendela interrupt dapat dipilih dengan cara memilih variabel yang dapat dikendalikan, karena variabel yang terdapat pada jendela interrupt hanya berupa variabel yang dikendalikan saja. Tampilan dari simbol DCS melambangkan adanya suatu DCS yang terhubung dengan bagian dari pabrik, misalnya valve. Tampilan atmosfir pada jendela mewakili bagian pembuangan gas ke atmosfir pada pabrik ammonia. III.4. FITUR-FITUR YANG TERDAPAT PADA ASPICMP AspicMP merupakan singkatan dari Adaptable System for Process Monitoring and Control Multi Platform. AspicMP merupakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) berbasis komputer untuk otomasi industri, proses monitoring, dan kendali supervisi. AspicMP terdiri dari dua blok utama sebagai berikut : 1. PageServer, yang menghasilkan informasi grafis untuk pengguna. Di bagian ini juga terdapat modul interpretasi ISL. 2. ComServer, yang menangani komunikasi pada AspicMP. Client Informasi Page Server Loop Matematis Data poin Alarm ComServer Data DA OPC DA Server Data HDA OPC HDA Server Gambar III.25 Diagram Blok Sistem AsicMP

AspicMP dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung pengembangan GUI untuk OTS. Beberapa fitur yang terdapat pada AspicMP antara lain : 1. Sistem HMI SCADA AspicMP merupakan perangkat lunak HMI SCADA yang didisain untuk mengembangkan aplikasi dan tampilannya yang membutuhkan monitoring, visualisasi, dan kendali proses produksi. 2. Modul Editor Modul Editor merupakan modul yang digunakan untuk mengembangkan tampilan yang akan terlihat pada GUI. 2. Arsitektur Client-Server AspicMP didisain dengan arsitektur yang bersifat client-server sehingga mudah dikembangkan untuk suatu jaringan komputer. 3. Modul komunikasi AspicMP menggunakan OPC untuk memperoleh data secara real, mengirimkan data ke peralatan yang dikendalikan, juga untuk penyimpanan data. Spesifikasi OPC Data Access digunakan untuk mengirimkan data real, sedangkan Spesifikasi OPC HDA (Historical Data Access) digunakan untuk menyimpan dan membaca data historis. Standar komunikasi untuk OPC industri diimplementasikan oleh AspicMP dengan menggunakan modul yang sudah terdapat di dalamnya. Selain itu data yang diperoleh juga digunakan untuk komunikasi antara data poin dan objek visual pada tampilan. 4. Akses Database Aplikasi yang dikembangkan dengan AspicMP memiliki akses untuk setiap database yang mendukung data OPC HDA, OLE DB, dan ODBC. Contoh dari database tersebut antara lain MS SQL dan Oracle. 5. Sistem Modular dan Interface Terbuka Sistem modular dengan interface terbuka pada AspicMP memungkinkan untuk menghubungkan aplikasi yang satu dengan yang lainnya yang dikembangkan oleh pengguna. Aplikasi yang dikembangkan oleh pengguna disimpan dalam format XML (Extensible Markup Language). 6. Internal Scripting Language

Pada AspicMP terdapat sebuah modul scripting yang dinamakan MathModule. Scripting untuk GUI ditulis di modul ini, dengan menggunakan bahasa pemrograman ISL yang menyerupai bahasa pemrograman C. Pada modul ini juga dimungkinkan penulisan script untuk prosedur eksekusi yang berdasarkan perubahan (event) dan interval periodik (timer). Kedua hal ini memungkinkan pengembangan GUI yang berorientasi pengguna sekaligus perubahan pada variabel aplikasi. 7. Akses ke karakteristik objek visual Pada modul MathModule, pengguna diberikan akses untuk mendefinisikan sendiri karakteristik dari objek-objek yang terdapat pada GUI. Pada modul ini juga terdapat library yang dapat digunakan untuk menampilkan objek yang telah disimpan atau untuk membuat objek sendiri yang dapat disimpan dan digunakan kemudian. 8. Modul pendukung multi-nasional AspicMP mendukung pengembangan aplikasi pada ke dalam bahasa yang berbeda-beda. Selain itu pengembangan aplikasi juga dapat dilakukan ke dalam unit pengukuran yang berbeda. 9. Modul pendukung layar-sentuh Pada AspicMP terdapat modul yang dapat digunakan untuk mendukung layar monitor yang menggunakan sentuhan sebagai masukannya. 10. Alarm AspicMP mendukung modul alarm. Modul ini dapat diaktifkan untuk memberikan pesan peringatan jika terjadi keadaan-keadaan seperti berikut : - nilai data poin melewati batas yang diijinkan - memori berkurang sampai batas yang ditentukan - kapasitas hard disk berkurang sampai batas yang ditentukan III.5. PERTUKARAN DATA ANTARA GUI DAN OPC Pertukaran data yang terjadi antara operator, GUI, dan OPC dapat diilustrasikan sebagai berikut : informasi data OPERATOR GUI OPC informasi data Gambar III.26 Ilustrasi pertukaran informasi antara Operator, GUI, dan OPC

Semua hal yang berhubungan dengan data pada GUI dilakukan melalui data poin. Data poin terbagi menjadi dua bagian, yaitu : 1. data poin yang terhubung dengan sumber data dari luar, yang disebut source. 2. data poin yang hanya terhubung dengan data-data internal, yang disebut memory. Pada GUI, data point dapat digunakan untuk : 1. memperoleh data dari sumber data luar 2. mengubah nilai dari variabel yang terdapat pada GUI 3. mengubah karakteristik pada objek pada saat GUI sedang dijalankan Pertukaran data antara GUI dan OPC menggunakan data poin eksternal. Penghubungan data poin yang ada pada GUI dengan OPC dapat dilakukan apabila terdapat data poin yang sama pada kedua bagian. Satu buah data poin hanya dapat digunakan untuk membawa satu jenis data untuk ditukarkan antara GUI dan OPC. data poin yang terhubung antara GUI dan OPC Gambar III.27 Contoh data poin pada GUI dan OPC Pada GUI yang dikembangkan, terdapat beberapa data poin yang didefinisikan untuk satu variabel. Salah satu contohnya pada variabel 1FIC2009. Untuk variabel ini terdapat data poin sebagai berikut :

Data poin 1FIC2009_MEAS 1FIC2009_OUT 1FIC2009_SPT 1FIC2009_sgnl 1FIC2009_X 1FIC2009_Y Tabel III.7 Data poin untuk variabel 1FIC2009 Fungsi data poin nilai 1FIC2009 yang terukur persentase nilai 1FIC2009 nilai batas 1FIC2009 pada keadaan otomatis nilai 1FIC2009 yang mempengaruhi bukaan valve batas bawah 1FIC2009 pada keadaan manual batas atas 1FIC2009 pada keadaan manual Data poin ini bersifat independen dan terpisah. Tiap data poin tidak dapat dipaksakan untuk mengganggu data yang dibawa oleh data poin lain, baik secara langsung maupun dengan menggunakan scripting ISL.