1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komputasi berkinerja tinggi (high performance computing) dapat dikaitkan dengan sebuah metode untuk meningkatkan kinerja dari sebuah aplikasi. Hal ini meliputi pembagian sebuah pekerjaan (program aplikasi) ke dalam beberapa unit paralel yang memungkinkan dan berkerja secara simultan untuk meningkatkan kecepatan dalam penyelesaian pekerjaan tersebut[1]. Kebutuhan akan komputer berkinerja tinggi yang sangat erat hubungannya dengan supercomputer dan massively parallel processors (MPP) telah dapat dipenuhi oleh komputer cluster. Supercomputer and MPP sangat kompleks untuk dikembangkan dan membutuhkan biaya yang besar, sedangkan komputer cluster dapat dibangun dari komputer-komputer sebagai node dengan harga yang lebih murah dengan jaringan berkecepatan tinggi. Komputer cluster dapat dibuat dari komputer- komputer node yang masing-masing terdiri dari satu atau lebih processor, memory yang dibagi (di-shared) oleh semua processor di dalam node, dan device lainnya seperti disk, dan terhubung dengan sebuah jaringan yang mengijinkan perpindahan data antar-node suatu sistem tersebut [2]. Benchmark yang dilakukan oleh Bailey, D; Barton, J; Lasinski, T; & Simon, H.[3] dalam The NAS Parallel Benchmarks menggunakan teori beowulf mengemukakan bahwa cluster yang dibangun dari PC bisa bekerja sama baiknya dengan supercomputer maupun MPP. Apabila sedikit dikaitkan dengan isu lingkungan saat ini, cluster dapat mengurangi sampah elektronik yaitu komputer, karena sampah komputer yang awalnya tidak dapat digunakan karena kemampuannya sudah tertinggal dibandingkan komputer-komputer yang ada saat ini dapat digabungkan menjadi suatu cluster computer yang kinerjanya lebih baik. Dengan ini salah satu konsep penghijauan lingkungan yaitu penggunaan kembali dapat diimplementasikan. Dalam pengembangan infrastruktur cluster, sistem operasi mempunyai peranan yang tidak bisa diabaikan. Sistem operasi harus bersifat scalable dan cluster friendly [2]. Sistem operasi harus mendukung berbagai macam platform dan device.
Selain itu sistem operasi yang dipilih juga harus mendukung virtualisasi sumberdaya dan fitur keamanan yang tangguh. Untuk itu dalam studi tugas akhir ini penulis akan menerapkan langkah langkah dan kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan low cost PC cluster dengan analisis performansi dengan studi kasus rendering menggunakan sistem operasi open source linux. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka perumusan masalah yang dicari adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana membangun low cost cluster HPC dari beberapa node dengan berbiaya rendah? 2. Bagaimana menganalisis performansi pada cluster? 3. Bagaimana perbandingan performansi pada node? 1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah: 1. Membangun cluster HPC dari beberapa node dengan berbiaya rendah. 2. Menganalisis performansi pada kluster. 3. Membandingkan node pada low cost cluster. 1.4 Batasan Masalah Batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Perancangan Komputer kluster menggunakan compute node prosessor quad core. 2. Sistem operasi yang digunakan adalah open source Linux. 3. Data yang digunakan sebagai uji diambil dari ayena studio. 1.5 Hipotesis Hipotesis dari tugas akhir ini yaitu implementasi low cost cluster yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah komputasi, dengan beberapa skenario yang diuji untuk memberikan informasi mengenai kemampuan cluster tersebut.
1.6 Metodologi Penelitian Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah: 1. Studi Literatur Pencarian referensi dan sumber sumber yang berhubungan dengan low cost cluster hpc dan implementasinya. 2. Konsultasi dengan Dosen Pembimbing Konsultasi dengan dosen pembimbing diperlukan untuk mengkaji dan merumuskan metode yang tepat untuk diimplementasikan dalam sistem sehingga keluaran sistem menjadi maksimal. 3. Analisis dan Perancangan Sistem Melakukan analisis dan perancangan terhadap sistem yang dibangun, menganalisis metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan, arsitektur, fungsionalitas, dan antarmuka sistem. 4. Implementasi Sistem Melakukan implementasikomputer cluster pada node yang telah terhubung di jaringan. 5. Pengujian dan Analisis Melakukan pengujian terhadap sistem yang sudah dibuat serta melakukan analisis dari data yang sudah didapat dari hasil pengujian. 6. Pembuatan Laporan Tahapan pembuatan laporan yang berisi dokumentasi dari sistem yang dibangun.
1.7 Sistematika Penulisan Tugas akhir ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Penjelasan tentang tugas akhir secara umum, yang meliputi latar belakang, perumusan masalah, tujuan, batasan masalah, metodologi penyelesaian masalah, serta sistematika penulisan. BAB II Landasan Teori Penjelasan tentang segala aspek yang berhubungan dengan penggunaan komputasi kinerja tinggi, komputer cluster, rendering. BAB III Analisis Perancangan Bab ini berisi analisis dari sistem dan perancangan pembangunan sistem. Perancangan sistem menjelaskan langkah-langkah perhitungan hasil dari kedua algoritma secara serial dan parallel. Perancangan ini dijadikan acuan untuk tahap implementasi sistem. BAB IV Pengujian dan Analisis Pengujian Bab ini membahas mengenai pengujian hasil implementasi yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil diantara skenario yang dibuat. Tahap pengujian dilanjutkan dengan tahap analisis hasil pengujian. BAB V Kesimpulan dan Saran Berisi kesimpulan dari penulisan tugasi akhir ini dan saran saran yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut.
1.8 Jadwal Kegiatan No. Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 1 Studi Literatur 2 Pengumpulan Data 3 Analisis dan Perancangan Sistem 4 Implementasi Sistem 5 Pengujian dan Analisis 6 Penyusunan Laporan