BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Tempat pencuci peratan dapur pedagang kaki lima difungsikan sebagai mencuci peralatan dapur seperti piring, gelas, sendok, garpu, baskom, dll. Tempat pencuci peralatan dapur ini biasanya sangat sederhana dan terkesan kumuh dan kotor. Pada umumnya tempat pencuci peralatan dapur sangat sederhana, hanya menggunakan wadah bak, spon dan wadah sabun. Terdapat dua (2) wadah bak yang digunakan, bak pertama digunakan untuk pembilasan pertama, dan wadah bak kedua digunakan untuk pembilasan ke dua. Wadah spoon digunakan untuk menaruh sabun dan spoon, namun tempat ini biasanya kotor, karena jarang di bersihkan oleh pengguna. Hal ini menunjuka bahwa tidak ada strandar tempat khusus yang digunakan oleh para pedagang makanan kaki lima dalam melakukan kegiatan mencuci peralatan dapur. Tempat pencuci peralatan dapur pedagang kaki lima memiliki kekurangan, diantaranya yaitu kurang bersihnya lokasi tempat pencucian perelatan dapur pedagang kaki lima, sumber air yang terbatas, alat yang sederhana, tempat penyimpanan yang kurang bersih. Mengamati dari berbagai permasalahan tersebut penulis memiliki ide untuk membuat sebuah rancangan yang dapat mengatasi berbagai kekurangan pada pedagang makanan kaki lima dalam melakukan kegiatan mencuci peralatan dapur. B. Kelompok Pengguna Produk Terdapat empat kelompok pengguna produk, sebagai berikut : 1. Geografis : pusat keramaian, daerah wisata daerah Tangerang kota 2. Demografis : laki laki dan perempuan usia 20 45 tahun. 3. Psikografis : pedagang resmi makanan kaki lima 4. Behavioral : penjual yang membutuhkan kualitas cucian peralatan dapur yang bersih dan tempat cuci piring yang bersih dan tidak terlihat kumuh. 5
C. Tujuan dan manfaat 1. Tujuan a. Mengatasi tempat pencuci peratan dapur pedagang makanan kaki lima yang terkesan kumuh dalam menjalani kegiatan ekonomi. b. Memberikan visual yang lebih menarik dari tempat pencuci peralatan dapur pedagang makanan kaki lima. c. Memberikan desain yang dapat diterapkan pada system pencucian peralatan makanan pada pedagang kaki lima dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan sanitasi pada proses pencucian peralatan makanan. d. Meningkatkan standar kebersihan cuci piring. Dan juga merubah pola pikir penggunanya agar meningkatkan standar kebersihan mereka. 2. Manfaat a. Mempermudah pedagang makanan kaki lima dalam melakukan pekerjaan mencuci peralatan dapur. b. Mengurangi penggunaan air yang berlebihan agar bisa menghemat air. c. Terlihat lebih bersih dan rapih. d. Menghasilkan kualitas hasil cucian pedagang makanan kaki lima lebih bersih. e. Dilengkapi oleh lampu untuk mempermudah memcuci di malam hari. f. Hemat energy, karena dilengkapi batre dengan daya 12 ampere. g. Dilengkapi oleh roda agar mudah di dorong atau di geser. h. Menambah visualisasi tempat pencuci pedagang makanan kaki lima. 6
D. Relevansi dan Konsekuensi Studi 1. Logika dasar perancangan Membantu pedagang makanan kaki lima dalam melakukan kegiatan mencuci peralatan dapur serta memperindah desain visual tempat pencuci peralatan dapur karena tempat pencuci peralatan dapur pedagang kaki lima tersebut saat ini banyak kekurangan, diantaranya alat yang sederhana, lokasi yang kumuh, kurangnya sumber air. 2. Teknologi yang dibutuhkan Butt engsel digunakan untuk menyambungkan komponen tutup dan badan tempat pencuci peralatan dapur dan juga menyambungkan tempat penyimpanan dan pintu yang ada di bagian kanan dari alat tersebut. Rel slide digunakan untuk membukan dan menutup tempat wadah penyimpanan tambahan yang ada di bagian kiri dari badan alat tersebut. Tuas kunci angkat digunakan untuk mengkuci tutup dan badan dari alat tersebut. Wadah sink digunakan sebagai tempat mencuci peralatan dapur. Pipa digunakan untuk menghubungkan aliran air. Grease trap digunakan untuk menyaring air kotor. Penyaring air digunakan untuk membersihkan air kotor dari grease trap agar lebih bersih. wadah digunakan untuk menampung air bersih dan air limbah. pompa air digunakan untuk mengangkat air dari wadah air ke keran. keran digunakan mengalirkan dan menghentika air. Roda digunakan mempermudah memindahkan alat tersebut. 3. Material Material tempat pencuci perelatan dapur yang digunakan adalah material yang kuat dan anti air agar dapat memberikan daya tahan tempat peralatan dapur agar tahan lama. Pada bagian rel material yang digunakan memiliki sifat kuat. 7
4. Biaya perancangan dan produksi Perjalanan o Observasi o Pencarian refrensi Produksi o Bahan baku o Kayu multipleks o Samblas o Rel kayu o Siku wayang o Pompa air o Akrilik o Lem silent o Grease trap o Penyaring air o Selang o Keran air jet water o Westafel o Engsel kupu-kupu o Engsel sendok o Handling process o Perakitan badan produk o Perakitan komponen listrik Cetak o Paper o Stiker 8
E. skema proses kerja Latar belakang Wawancara Observasi Data lapangan Literatur Wawancara dengan Pedagang makanan Kaki lima. Pengumpulan data Pembatasan masalah Alat sederhana Hasil wawancara dapat disimpulkan Yaitu masalah dan desain alat Pencuci peralatan dapur Pedagang makanan Kaki lima. Hasil studi dan observasi Lokasi yang kumuh Kurangnya sumber air Identifikasi masalah pada tempat Pencuci peralatan dapur Pedagang Makanan kaki lima. Aspek visual Desain akhir finishing perbaikan Gambar kerja Pembuatan tempat pencuci peralatan dapur pedagang Kaki lima Konsep desain awal material Analisa kegagalan Tindakan perbaikan Uji coba tempat pencuci peralatan dapur pedagang Kaki lima Refrensi Gambar 1. Skema proses 9