BAB 2 DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

RANGKUMAN PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL GARDEN RESTO OREGANO

BAB 4 KONSEP DESAIN. Orangeseed Design, desain dapat menjadi dan melakukan segala hal. Desain adalah

BAB 4 KONSEP DESAIN. Berikut adalah identifikasi masalah yang bisa diselesaikan dengan cara menerapkan ilmuilmu Desain Komunikasi Visual :

BAB 4. KONSEP DESAIN. Corporate Branding, merupakan sebuah proses bisnis yang terencana, dan secara

BAB I PENDAHULUAN. beragam akibat adanya trend kuliner yang kemudian mendorong pengusaha untuk

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Branding

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Alina Wheeler, dalam buku Designing Brand Identity disebutkan bahwa

BAB 4 KONSEP. Tetapi, kejelekan dari pendekatan ini adalah meskipun dalam bentuk yang

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Duane E.Knapp, brand adalah keseluruhan impresi yang diterima oleh

BAB III DATA PERANCANGAN Pengertian Desain Grafis & Multimedia.

BAB 4 KONSEP DESAIN. Jika berbicara tentang brand, pastilah selalu dihubungkan dengan corporate

BAB I PENDAHULUAN. Amir dalam bukunya yang berjudul Sukses Memiliki Restoran Tanpa Modal

Bab 4. Landasan Teori

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL PHILLIP SECURITIES INDONESIA

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL SOERABI BANDUNG ENHAII

BAB I PENDAHULUAN. Makanan merupakan kebutuhan utama/primer yang harus dipenuhi. oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya.

BAB 2. Data dan Analisa. Proyek desain yang akan dibuat adalah merancang kembali identitas. Sumber data yang diperoleh adalah berdasarkan :

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL SEKOLAH LUAR BIASA FLORA INDONESIA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Branding. Corporate Identity merupakan identitas brand sebuah perusahaan,

HEMA berdiri sejak tahun 2000, awalnya HEMA berdiri di dekat Sekolah Marsudirini, di daerah Kemang Pratama, Bekasi. Hingga saat ini HEMA sudah mempuny

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 4 KONSEP DESAIN. dengan huruf dan jenis huruf (typeface). Fungsi dari huruf selain untuk

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL RESTORAN CUT THE CRAB

BAB 4 KONSEP DESAIN. sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum,

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Gambar 2.1

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan sektor jasa khususnya restoran semakin berkembang pula

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL BEBEK KALEYO

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penciptaan

BAB I PENDAHULUAN. CV Teroka Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

I. PENDAHULUAN. memasuki situasi dimana persaingan telah menjadi menu utama yang harus

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan teori

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori. a. Brand. Brand adalah kumpulan dari simbol konkret seperti nama, logo, slogan dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Buku. Dalam buku New Book Design yang ditulis oleh Roger Fawcett

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 KONSEP DESAIN. Istilah branding seringkali salah dimengerti dengan istilah corporate identity

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

BAB 2 Data & Analisa. Data diambil bersumber dari internet dan wawancara dengan pemilik disanda cake

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Frank F. Jefkin, ada beberapa dasar yang dapat ditemukan dalam merancang sebuah layout, yaitu:

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL TOKO OUTDOOR D RINJANI

BAB 2 DATA & ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. Makanan cepat saji atau yang biasa disebut fast food kini menjadi pilihan

RINGKASAN TUGAS AKHIR. Latar Belakang. Ruang Lingkup Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Usaha waralaba menjadi salah satu bisnis yang terus meningkat tiap tahunnya di

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori / Metode Corporate Identity

BAB 4 KONSEP DESAIN. semangat bagi aset sebuah perusahaan, yaitu merk korporat. Sebuah merek menjadi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB IV ANALISA. 4.1 Analisis Data

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL SENTRA BUNGA

BAB I PENDAHULUAN. PT. Globalindo 21 Express atau yang lebih familiar disebut PT. 21 Express ini

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Gaya hidup modern dan serba instan sudah tidak dapat lagi dipisahkan dari

BAB III KONSEP, PROSES PERANCANGAN DAN VISUALISASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL PARIWISATA KOTA MALANG

Perancangan Identitas Visual Kebun Binatang Surabaya Dengan Konsep Uniquely Playful

BAB IV KONSEP DESAIN. Menurut Oxford Dictionary, kemasan (packaging) adalah bahan-bahan. kemasan adalah ilmu, seni, dan teknologi yang bertujuan untuk

KONSEP BAB Landasan Teori Logo. Logo adalah suatu simbol atau desain yang mewakili atau

BAB II PROMOSI RUMAH MAKAN DAPUR KERATON Sejarah Rumah Makan Dapur Keraton

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Website

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS SEPATU SAT.UR.DAY

BAB 4 KONSEP DESAIN Teori dalam pembentukan sebuah identitas yang ideal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Memuat Latar Belakang Pemilihan Studi Judul Perancangan BRANDING TOKO FASHION CASUAL

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Gregory Thomas, ada 10 kriteria yang harus diperhatikan dalam

BAB 4 KONSEP DESAIN. consistently, clearly and visibly, act, dress and talk like one.

PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL BPR DPM KREDIT MANDIRI

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

DAFTAR ISTILAH. Assurance Service : layanan asuransi. Brand identity : identitas suatu brand. Business Advisory Service : layanan penasehat bisnis

V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. ada dan mempelajari serta menganalisis permasalahan yang ada PT. Suara Mitra

BAB I PENDAHULUAN. dalam makanan terdapat komposisi seperti karbohidrat, lemak dan protein.

BAB I PENDAHULUAN. Makanan dan minuman merupakan hal yang penting demi berlangsungnya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sebagai negara kepulauan yang sebagian besar terdiri dari perairan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. Untuk menemukan rujukan yang tepat sebelum melakukan pendekatan desain

Transkripsi:

BAB 2 DATA DAN ANALISA Sumber Data Data dan informasi untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari berbagai sumber, antara lain : 1. Media Cetak dan Buku. - Mendesain Logo (Surianto Rustan) - Layout Dasar & Penerapannya (Surianto Rustan) - Color Design Workbook (Adams Morioka) - Bringing Graphic Design Inhouse (Orangeseed Design) - Tipografi Dalam Desain Grafis (danton Sihombing, MFA) - Designing Brand Identity (Alina Wheeler) - Desain Kemasan (Marianne Ronser Klimchuck dan Sandra A. Krasovec) 2. Multimedia (Internet). 3. Website Taman Santap Rumah Kayu www.restorumahkayu.com. 4. Survey di Lapangan (Taman Santap Rumah Kayu dan kompetitornya). 5. Wawancara dengan Supervisor Taman Santap Rumah Kayu (Bpk. Sebastian) dan Marketing Taman Santap Rumah Kayu (Ibu. Anissa). 2.1 Tinjauan Umum 2.1.1 Alamat Restoran a. Pusat: Taman Santap Rumah Kayu Bandar Lampung Jl. Arief Rahman Hakim No. 45, Way Halim, Bandar Lampung 0721-700666, 787123 info@restorumahkayu.com b. Cabang: Taman Santap Rumah Kayu Tangerang Jl. Ki Hajar Dewantara SKL 002, Gading Serpong, Tangerang 021-54212011, 54212012, 54212015 info@restorumahkayu.com 3

4 2.1.2 Sejarah Restoran Taman Santap Rumah Kayu pertama kali dibuka pada bulan Desember tahun 2006, berlokasi di Bandar Lampung. Dimulai dari hobi sang pemilik di bidang kuliner dan juga merawat tanaman, ia bersama kedua temannya mencoba untuk membuka usaha bisnis restoran dengan konsep penghijauan. Kemudian seiring waktu berjalan, ternyata bisnis restoran ini mengalami kemajuan dan cabang kedua dari Taman Santap Rumah Kayu dibuka di Gading Serpong, Tangerang pada tahun 2011. Rencananya ke depan, Taman Santap Rumah Kayu akan membuka cabang di Ancol, Jakarta Utara yang sekarang masih dalam tahap renovasi. Semua cabang Taman Santap Rumah Kayu mengusung konsep "go green" dengan motto "Pleasant, always green" dimana mengedepankan hijaunya suasana layaknya sebuah taman. 2.1.3 Visi dan Misi Visi dari Taman Santap Rumah Kayu adalah menjadi salah satu restoran seafood yang paling terkenal di Indonesia, khususnya di kota-kota besar dengan cara membuka cabang dan memperluas wilayah pemasarannya. Misi Taman Santap Rumah Kayu adalah memperkuat citra dan nama restoran, dengan memberikan servis yang berkualitas dan memuaskan konsumen. 2.1.4 Konsep Restoran Konsep dari restoran ini adalah family-restaurant yang casual, sehingga nuansa yang ditampilkan tidak terlalu formal dan cocok untuk berkumpul bersama keluaga, hang out bersama teman, dan berkumpulnya komunitas. Interiornya banyak menggunakan material dari alam seperti kayu dan batu alam. Nama Rumah Kayu itu sendiri digunakan karena saung-saung tempat makan di restoran ini diberi nama berdasarkan nama-nama kayu, seperti pinus, akasia, sonokeling, sengon, cempaka, dll.

5 2.1.5 Cuisine Type, Price Range dan Menu Makanan Menu makanan yang disajikan adalah masakan ikan gurame, ayam kampung, kepiting, udang, kerang, cumi-cumi, ikan laut, kepiting, jamur, sayur mayur, dan masih banyak menu makanan lainnya. Menu andalan Taman Santap Rumah Kayu adalah kepiting Jumbo Jantan dan Ayam Kampung Bakar serta beberapa masakan lainnya. Selain menyajikan masakan seafood, Taman Santap Rumah Kayu juga menyediakan beberapa masakan oriental (Chinese food) yang cukup beragam dengan kisaran harga antara Rp. 38.000,- hingga Rp. 400.000,- (khusus hidangan spesial impor). 2.1.6 Kapasitas, Fasilitas & Service Restoran Dengan luas restoran kurang lebih 5000 meter persegi dan kapasitas tampung hingga seribu orang, Taman Santap Rumah Kayu bisa menjadi pilihan tempat untuk mengadakan acara-acara besar seperti Meeting, Company/Family Gathering, Birthday, Wedding dan acara lainnya. Salah satu tempat favorite di Taman Santap Rumah Kayu adalah Saung Lesehan, dimana terbagi menjadi saung lesehan biasa dan saung lesehan apung yang dikelilingi kolam ikan. Taman Santap Rumah Kayu juga menyedikan paket Outbond, Games, dll. 2.1.7 Survei Online Dibawah ini merupakan tabel data lengkap 106 responden yang mengikuti survei secara online:

6

7

8 Bedasarkan hasil survei, penulis menyimpulkan beberapa poin dibawah ini: 1. Ketika diminta pendapat mengenai logo Taman Santap Rumah Kayu, para responden menjawab bahwa logo terlihat kuno dan ketinggalan jaman, logo tidak mencerminkan identitas perusahaan, tidak terdapat kesatuan antara logogram dan logotype yang digunakan. 2. Hampir 95% dari responden menyatakan bahwa perlu dilakukan rebranding terhadap identitas visual Taman Santap Rumah Kayu. Data tersebut meyakinkan penulis bahwa proyek rebranding ini bersifat relevan. 2.1.8 Dokumentasi Gambar 2.1. Tampak depan / Lobby Taman Santap Rumah Kayu

9 Gambar 2.2. Suasana di Taman Santap Rumah Kayu. Gambar 2.3. Saung Lesehan Saung lesehan yang menjadi tempat favorit di Taman Santap Rumah Kayu.

10 Gambar 2.4. Setting ruagan untuk company gathering. 2.1.9 Analisa Identitas Visual Logo Gambar 2.5. Logo Taman Santap Rumah Kayu Logo Taman Santap Rumah Kayu terdiri dari logogram yang terbentuk dari stroke garis yang membentuk sebuah rumah dan didalamnya terdapat huruf R dan K. Sedangkan logotype menggunakan font dekoratif berwarna coklat mewakili warna kayu. Sayangnya, logo Taman Santap Rumah Kayu tidak mencerminkan citra restoran sebagai restoran yang teduh, hijau dan nyaman. Logo yang digunakan lebih terlihat kasar, tidak ramah, dan kuno.

11 Gambar 2.6. Contoh Pengaplikasian Logo di Poster Film Diatas merupakan contoh yang dibuat penulis, logo Taman Santap Rumah Kayu lebih cocok digunakan sebagai judul film horror. Business Card, Brosur dan Flyer Gambar 2.7. Business Card Gambar 2.8. Brosur dan Flyer Paket Harian

12 Gambar 2.9. Brosur dan Menu Nasi Box Juga tidak terdapat benang merah atau kesinambungan antara desain kartu nama, brosur, dan item promosi lainnya. 2.1.10 Target Audience a. Psikografi Berdasarkan segmentasi pasar VALS (Values, Attitudes And Lifestyles), konsumen dari Taman Santap Rumah Kayu masuk kedalam kategori Achievers, dengan ciri-ciri sebagai berikut: Bersosialisasi dengan keluarga, teman dan kelompok. Selalu menyediakan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Mementingkan quality time, waktu kumpul dan bersantai. Pecinta makanan Indonesia Senang menghabiskan waktu di luar rumah, terutama alam. Open minded. Memilih produk dan merk yang familiar dan mapan. b. Demografi Pria dan Wanita. Usia 18-45 tahun.

13 Berkeluarga, Ayah Ibu dan Anak. Pekerjaan Wirausahawan, Pegawai Negeri dan Swasta, Mahasiswa. Golongan ekonomi menengah dan menegah keatas. c. Geografi Tinggal di daerah perkotaan. Pendatang dari luar kota. 2.1.11 Analisa TOWS Threat Banyaknya restoran khas Indonesia yang bermunculan. Promosi yang dilakukan oleh restoran khas Indonesia lain. Media promosi competitor yang lebih berkembang. Restoran khas Indonesia lain yang harganya lebih murah. Kompetitor yang memiliki banyak outlet sehingga lebih dikenal masyarakat. Opportunity Buka setiap hari Banyak orang yang menyukai masakan khas Indonesia dan Chinese food, karena cita rasanya yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Banyaknya orang yang gemar melakukan wisata kuliner belakangan ini. Lokasinya berada di kawasan golongan menegah atas, cocok dengan target marketnya. Taman Santap Rumah Kayu tidak hanya menyediakan menu-menu yang beragam bercita rasa tinggi dengan harga reasonable, tetapi juga memenuhi kriteria halal. Weakness: Desain identitas visual yang kurang menarik dan tidak mencerminkan citra Taman Santap Rumah Kayu, mengingat bahwa restoran ini adalah restoran khas Indonesia.

14 Terbatasnya kapasitas tempat duduk, sehingga pengunjung harus waiting list apabila restoran ramai. Strength: Bekerjasama dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air untuk mendatangkan bahan makanan dari penjuru Indonesia dengan penerbangan paling pagi setiap hari. Dengan demikian, bahan makanan selalu baik dan fresh. Terdapat banyak tanaman dan pohon-pohon yang rindang disekitar restoran sehingga suasana menjadi teduh, nyaman, dan terlihat asri. 2.1.12 Kompetitor Setelah melakukan wawancara dengan Bapak Sebastian selaku Senior Supervisor di Taman Santap Rumah Kayu, Beliau berkata bahwa dua saingan terbesar Taman Santap Rumah Kayu adalah Rasane dan Bandar Jakarta dikarenakan lokasi yang cukup dekat dan konsumen yang sama. Rasane Gambar 2.10. Logo Rasane Berawal dari kecintaan akan masakan seafood sejak kecil dan pengalaman hunting masakan seafood di seluruh Jakarta bahkan seluruh Indonesia mendorong John B Indrajaya, pendiri Rasane untuk membuka sebuah restoran seafood yang menyajikan seafood dengan kualitas terbaik dari sumbersumber laut seluruh Indonesia. Konsep yang diusung adalah restoran seafood dengan cita rasa khas Indonesia, selalu menyajikan seafood yang paling segar bahkan hidup, ruangan yang selalu bersih dan nyaman, layanan cepat dan ramah dengan suasana santai, hangat dan memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat kota besar Indonesia. Rasane Seafood dan Ikan Bakar berdiri sejak bulan Agustus tahun 2002 di sebuah ruko kecil di Taman Ratu, Jakarta Barat dan

15 gingga saat ini Rasane telah mempunyai 8 cabang yaitu Rasane Puri Indah, Greenville, Citra Garden 6, Citra Garden 1, Kelapa Gading, Ancol, Tebet dan Alam Sutera. Bandar Jakarta Gambar 2.11. Logo Bandar Djakarta Bandar Djakarta adalah Seafood Restaurant dengan konsep memiliki pasar ikan sendiri yang menyediakan beragam live seafood dan fresh seafood, yang memberikan semua kenyamanan yang anda harapkan. Pemandangan yang indah, suasana yang nyaman, bersantai dan berekreasi sambil menikmati hidangan laut. Di restoran ini, pengunjung dapat meminta dimasak-kan sesuai dengan selera mereka. Kemudian pengunjung akan diantar ke tempat pilihan, dimana suasana yang cocok dengan keinginan anda untuk bersantap dan bersantai dengan pelayanan yang ramah tamah dan akrab. 2.2 Tinjauan Khusus 2.2.1 Teori Branding Menurut Alina Wheeler (Design Brand Identity, Wiley, 2009) ada 5 tahap dalam proses dasar dalam membentuk identitas sebuah perusahaan atau organisasi. Kelima tahap itu adalah: 1. Conducting research, melakukan riset untuk mengumpulkan data. 2. Clarifying strategy, menentukan strategi termasuk positioning dan menentukan strategi brand. 3. Designing the identity, mendesain identitas perusahaan, dalam hal ini penulis akan menciptakan identitas visual termasuk desain logo, stationary, dan sebagainya.

16 4. Creating touchpoints, memfinalisasikan identitas terasuk mempatenkan identitas dan mengaplikasikan identitas ke brand architecture. 5. Managing assets, mempertahankan asset yang telah dimiliki perusahaan dan menjaganya agar brand dapat tetap hidup, termasuk identitas visual dan juga selalu bertindak berdasarkan brand essence yang telah di tentukan sebelumnya. Brand juga akan strategi seperti penempatan posisi perusahaan, essensi dari perusahaan dan apa yang dapat diceritakan dari brand tersebut, apa yang dapat menjadi ciri khas dari perusahaan yang dapat ditonjolkan dari perusahaan yang lainnya. Identitas visual bukanlah segalanya dalam mempertahankan sebuah brand, namun brand idea lah yang membuat brand tersebut dikenal dan iconic. Tentu saja hal ini harus didukung dengan berbagai aspek perusahaan. Dan menurut Alina Wheeler, sebuah brand identity menjadi ideal bila: Memiliki sebuah arti, tegas dan mudah dikenali. Merupakan bentuk asli ekspresi dari sebuah perusahaan (apa keunikan, nilai, visi serta tujuannya). Memiliki diferensiasi dan unik dibandingkan yang lain. Identitas mampu bertahan lama di dalam sebuah lingkungan yang selalu mengalami perubahan. Memberikan image yang jelas dan konsisten dari sebuah perusahaan. Dapat mencerminkan visi dan misi perusahaannya. Suatu brand yang efektif dapat terbentuk apabila perusahaan dapat menyentuh sisi emosional konsumen (emotional benefit), seperti dikatakan oleh Ken Carbone, Carbone Smalon Agency (New York) If you can touch their emotions in some way, the brand becomes living, memorable thing.. Oleh Karena itu, pembentukan sebuah branding perlu menyentuh sisi emosional konsumen (emotional benefit). Ketika orang jatuh cinta dengan brand, maka timbul sebuah kepercayaan terhadap brand tersebut, kemudian membelinya, percaya akan keunggulannya, lalu timbul sikap loyalitas yang

17 tinggi terhadap brand tersebut. Hal ini dilakukan agar konsumen memiliki persepsi yang kuat terhadap Taman Santap Rumah Kayu dan bertujuan untuk membangun brand loyalty. 2.2.2 Teori Logo Asal kata logo sendiri berasal dari bahasa Yunani logos, yang berarti kata, pikiran, pembicaraan akal budi. Pada awalnya yang lebih dulu popular adalah istilah logotype. Menurut Milton Glaser, dalam bukunya Designing Brand Identity: A Complete Guide, Creating, Building, and Maintaining Strong Brand, logo adalah kulit paling luar dari sebuah brand. Sebuah logo dibangun dari 3 hal yang berurutan dan saling berhubungan, yaitu: Bentuk : Cara berpikir otak manusia cenderung jika melihat sesatu adalah bentuk dari sesuatu itu. Warna : Penggunaan warna pada suatu logo dapat memicu suatu emosi dan memberi kesan tertentu. Warna pada logo tidak hanya bertujuan untuk membangun brand, tetapi beguna untuk menimbulkan perbedaan dari logo lain. Isi : Isi merupakan hal terakhir untuk menyempurnakan logo, biasanya sebuah inisial brand atau nama dari brand itu sendiri. Logo sangat berperan penting dalam membuat suatu identitas visual, karena logo merupakan first impression dari suatu brand, Logo yang sukses adalah logo yang dapat membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya dan mampu mengungkapkan atau mengkomunikasikan cerita dengan sejarah, kualitas brand tersebut. 2.2.3 Teori Tipografi Menurut Danton Sihombing dalam bukunya Tipografi Dalam Desain Grafis, typography identity terbagi menjadi 2 macam, yaitu logo (letter marks) dan tipografi yang digunakan dalam media-media aplikasi logo (corporate typeface / corporate typography). Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, sehingga karakteristik huruf yang dipakai keduanya pun berbeda. Contohnya

18 saja jika sebuah logo menggunakan font Times New Roman, bukan berarti corporate typefacenya juga harus menggunakan Times New Roman. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sebuat tipografi, yaitu: Legibility : Kejelasan bentuk huruf. Tingkat kemudahan mata mengenali suatu karakter / rupa huruf tanpa harus bersusah payah. Readibility : Keterbacaan. Tingkat kenyamanan / kemudahan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh jenis huruf, ukuran, spasi, kerning, perataan, kontras warna terhadap latar belakang, dsb. 2.2.4 Teori Layout Menurut Surianto Rustan, prinsip-prinsip layout dapat dianalogikan sebagai suatu formula untuk membuat suatu layout yang baik. Formula ini akan bekerja dan memberikan hasil yang maksimal bila diterapkan dengan seksama ditambah latihan dan eksplorasi terus menerus. Prinsip-prinsip dalam melayout: Sequence: Sequence merukapakan urutan perhatian, maksudnya adalah mengurutkan prioritas yang harus dibaca pertama sampai ke terakhir. Dengan mengaplikasikan sequence pembaca mengurutkan pandangan matanya sesuai dengan yang kita inginkan. Balance: Balance merupakan pembagian berat yang merata pada suatu bidang layout. Pembagian yang merata bukan berarti bidang harus dipenuhi dengan layout, tetapi lebih pada menghasilkan kesan seimbang dengan menggunakan elemen- elemen yang dibutuhkan. Tidak hanya pengaturan letak, tetapi juga ukuran, arah, warna dan atribut-atribut lainnya.

19 2.1.5 Teori Warna Warna merupakan salah satu komponen penting dalam identitas visual yang sangat kuat pengaruhnya dalam pembentukan visual. Warna dapat menjadi pembeda yang mudah dan menarik. Warna mampu membedakan identitas, menggali ekspresi, meninggalkan suatu kesan, memberi efek dan citra tertentu untuk membangun sebuah identitas visual. Penulis mengambil sebuah acuan warna untuk proyek ini melalui buku berjudul Bringing Graphic Design In-House oleh Orangeseed Design dan buku Color Design Workbook oleh Adams Morioka. Dalam kutipan buku tersebut, dapat disimpulkan bahwa warna dapat memberikan kesan-kesan tersendiri, seperti: Hot color : mudah menarik perhatian, memberikan kesan kuat and agresif. Cold color : menenangkan dan santai, memberikan kesan nyaman. Gambar 2.12. Color Wheel Dalam buku Mendesain Logo yang ditulis oleh Surianto Rustan, umumnya ada dua macam warna pada identitas visual, yaitu warna pada logo dan warna untuk corporate color / warna perusahaan. Adakalanya corporate color yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi desain menggunakan warna yang sama pada logo, namun ada juga yang memperluas jangkauan area warnanya.

20