BAB I TEORI DASAR 1.1 ATmega Definisi

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PRAKTIKUM MIKROKONTROLLER UNIVERSAL SYNCHRONOUS AND ASYNCHRONOUS SERIAL RECEIVER TRANSMITTER (USART)

Interfacing. Materi 4: Serial Communications. Disusun Oleh: I Nyoman Kusuma Wardana

BAB III LANDASAN TEORI. digunakan seperti MCS51 adalah pada AVR tidak perlu menggunakan oscillator

MIKROKONTROLER ATMEGA BERBASIS CODEVISION AVR (SERIAL U(S)ART) dins D E P O K I N S T R U M E N T S

Listing Program Aquaponik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

I. Pendahuluan. II. Tujuan. III. Gambaran Disain. MODUL 7 Monitoring Suhu dan Cahaya ke PC

DAFTAR ISI. Daftar Pustaka P a g e

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah pembuatan modul maka perlu dilakukan pendataan melalui proses

BAB II DASAR TEORI. AVR(Alf and Vegard s Risc processor) ATMega32 merupakan 8 bit mikrokontroler berteknologi RISC (Reduce Instruction Set Computer).

MODUL 8 Analog Digital Converter (ADC)

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global.

TUGAS MATAKULIAH APLIKASI KOMPUTER DALAM SISTEM TENAGA LISTRIK FINAL REPORT : Pengendalian Motor DC menggunakan Komputer

REFS0-1 (Reference Selection Bits) REFS0-1 adalah bit-bit pengatur mode tegangan referensi ADC.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. mana sistem berfungsi sesuai dengan rancangan serta mengetahui letak

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

Mikrokontroler AVR. Hendawan Soebhakti 2009

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mikrokontroler ATmega8535 merupakan salah satu jenis mikrokontroler keluarga AVR

BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Rangkaian Catu daya (Power Supply Adaptor) ini terdiri dari satu keluaran, yaitu 5

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PINTU GARASI DENGAN KOMUNIKASI BLUETOOTH BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN

MIKROKONTROLER ATMEGA BERBASIS CODEVISION AVR (ADC DAN APLIKASI TERMOMETER) dins D E P O K I N S T R U M E N T S

BAB II LANDASAN TEORI

MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Egi Jul Kurnia

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan

Tabel 3.1 Kode heksadesimal untuk angka 0-9

Contoh Bentuk LCD (Liquid Cristal Display)

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM

PERTEMUAN IV PEMOGRAMAN SEVEN SEGMEN DAN LCD

BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Sensor Utrasonik. Relay. Relay

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar

I. Pendahuluan. II. Tujuan. III. Gambaran Disain. MODUL 6 Meter Cahaya Digital

BAB III MIKROKONTROLER

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. pendengaran manusia, Light Dependent Resistor (LDR), mikrofon kondenser, tapis

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

UNIVERSITAS INDONESIA RANCANG BANGUN KENDALI MODUL BERODA DENGAN REMOTE DTMF SKRIPSI MUHAMMAD FACHRI

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Ethanol

BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor

BAB III TEORI PENUNJANG. dihapus berulang kali dengan menggunakan software tertentu. IC ini biasanya

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menggunakan sensor optik berbasis mikrokontroler ATMega 8535 dengan

BAB II DASAR TEORI Bentuk Fisik Sensor Gas LPG TGS 2610 Bentuk fisik sensor TGS 2610 terlihat pada gambar berikut :

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PEMBAHASAN. Papan Penampil Keselamatan Kerja atau Safety Board adalah sebuah

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mikrokontroler AVR ATmega32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut alat dan bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada pembuatan dan penelitian ini adalah:

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata

Perancangan Sistem Komunikasi Data Melalui Frekuensi Tinggi Untuk Monitoring dan Aktivasi Peralatan Listrik

BAB IV PEMBAHASAN Rancangan alat Pengukur panjang Terpal. Push Button. Gambar 4.1 Diagram Pengukur Panjang Terpal

Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

Kotak Surat Pintar Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROKONTROLER. Paralel Input Output

BAB II LANDASAN TEORI

BABII TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III METODE PENELITIAN. oleh karenanya akan dibuat seperti pada Gambar 3.1.

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)

Laboratorium MIKROKONTROLER 1 AVR ATmega8535

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Simbol LED [8]

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB II DASAR TEORI. tertarik dalam menciptakan objek atau lingkungan yang interaktif.

PRAKTIKUM III Robot Line Follower Sederhana

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB IV PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UKUR TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB 2 LANDASAN TEORI. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard s RISC Processor) dari Atmel ini

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. perangkat keras maupun perangkat lunak yang meliputi:

RANCANGAN SISTEM PARKIR TERPADU BERBASIS SENSOR INFRA MERAH DAN MIKROKONTROLER ATMega8535

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III DESKRIPSI MASALAH

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Transkripsi:

BAB I TEORI DASAR 1.1 ATmega 16 1.1.1 Definisi ATmega16 adalah mikrokontroler kinerja tinggi dengan 8-bit keluaran dan konsumsi daya yang rendah. Atmega16 dapat bekerja pada frekuensi maksimum 16MHz. ATmega16 memiliki 16 KB diprogram memori flash, RAM statis 1 KB dan EEPROM 512 Bytes. ATmega16 adalah mikrokontroler 40 pin. Ada 32 I / O (input / output) baris yang dibagi menjadi empat port 8-bit ditunjuk sebagai PORTA, PORTB, PORTC dan PORTD.

Ada banyak fungsi pada masing-masing port pada ATmega antara lain: 1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan catu daya. 2. GND merupakan pin Ground. 3. Port A (PA.0...PA.7) merupakan pin input/ output dua arah dan pin masukan ADC. 4. Port B (PB.0...PB.7) merupakan pin input/ output dua arah dan pin fungsi khusus 5. PortC (PC.0...PC.7) merupakan pin input/ output dua arah dan pin fungsi khusus 6. Port D(PD.0...PD.7) merupakan pin input/ output dua arah dan pin fungsi khusus RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. 7. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal. 8. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. 9. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. 1.1.3 ADC ADC digunakan untuk mengubah nilai amplitudo ( Volt ) ke besaran biner yang memiliki 8 bit maupun 10 bit. Besaran tegangan input (Vref) berguna untuk menentukan Step Size (SS) Data Hasil Konversi (DHK) ditentukan dari Vref dan SS. Dimana nilai dari Vin = Vref Fungsi lain dari ADC antara lain : 1. Dikonfigurasi sebagai single ended input maupun differential input.

2. Memiliki konfigurasi pewaktuan, tegangan referensi, mode operasi dan kemampuan filter derau (noise) yang amat fleksibel sehingga dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan ADC itu sendiri. Proses inisialisasi ADC meliputi proses penentuan clock, tegangan referensi, formal data keluaran, dan modus pembacaan. Memiliki 2 macam yakni : a. ADC Multiplexer ADMUX b. ADC Control and Status Register A ADCSRA 1.1.4 USART USART adalah protokol komunikasi serial antara PC dengan komponen elektronika lainnya, salah satunya adalah mikrokontroler. USART juga digunakan sebagai alat komunikasi antara satu mikrokontroler dengan mikrokontroler lainnya maupun dengan port expander. USART ( Universal Syncronous Asyncronous Receiver Transmiter ) menggunakan komunikasi data SERIAL. Salah satu mode transmisi dalam komunikasi serial adalah mode asinkron. Transmisi mode serial ini digunakan apabila pengiriman data dilakukan satu karakter tiap pengiriman. Antara satu karakter dengan yang lainnya tidak ada waktu antara yang tetap. USART memiliki 4 register, yakni : 1. USART I/O Data Register (UDR) UDR merupakan register 8 bit yang terdiri dari 2 buah dengan alamat yang sama, yang digunakan sebagai : 1. Tempat untuk menyimpan data yang akan dikirimkan (TXB) 2. Tempat data diterima (RXB) Memiliki 2 macam, yakni : 1. PISO ( TxD ) Paralel Input Serial Output

2. SIPO ( RxD ) Serial Input Paralel Output 2. USART Control and Status Register A (UCSRA) 1. RXC (USART Receive Complete) otomatis akan bernilai 1, jika ada data baru di bufer penerima. RXC otomatis akan bernilai 0, jika data sudah dibaca atau bufer penerima kosong. 2. TXC USART (Transmit Complete)otomatis akan bernilai 1, jika data di buffer selesai dikirim. 3. UDRE (USART Data Register Empty) otomatis akan bernilai 1, jika register UDR kosong. receiver siap menerima data. UDRE=0, UDR ada isinya. 4. FE (Frame Error) otomatis akan bernilai 1, jika ada frame eror. 5. DOR (Data OverRun) otomatis akan bernilai 1, jika data datang ketika bufer penuh(terjadi antrian). 6. PE (Parity Error) otomatis akan bernilai 1, jika terjadi parity eror. 7. U2X (Double the USART Transmission Speed)kita set U2X=0, kecepatan normal. U2X=1 kecepatan 2xbaudrate. 8. MPCM ( Multi-processor Communication Mode) kita set MCM=1 byte pertama yg diterima harus 9 bit, jika tdk data byte akan diabaikan.bit ini terjadi hanya untuk penerimaan saja pd komunikasi banyak microcontroller. 3. USART Control and Status Register B (UCSRB) 1. RXCIE (RX Complete Interrupt Enable)kita set RXCIE=1, interupsi receive complete aktif. 2. TXCIE (TX Complete Interrupt Enable)kita set TXCIE=1, interupsi transmit complete aktif.

3. UDRIE (USART Data Register Empty Interrupt Enable) kita set UDRIE=1, interupsi UDRE aktip. 4. RXEN (Receiver Enable) kita set RXEN=1, USART receiver aktif. micon bisa mnerima data. 5. TXEN (Transmitter Enable) kita set TXEN=1, Usart Transmiter aktif. micon bisa mengirim data. 6. UCSZ2 (Character Size) kita set UCSZ2:UCSZ1:UCSZ0 = 011, panjang data 8 BIT. (bit UCSZ1 dan UCSZ0 ada di register UCSRC) 7. RXB8 (Receive Data Bit 8) RXB8 menjadi bit ke-9 jika panjang data yg diterima 9 bit. 8. TXB8 (Transmit Data Bit 8) TXB8 menjadi bit ke-9 jika panjang data yg dikirim 9 bit. 4. USART Control and Status Register C (UCSRC) 1. URSEL (Register Select) memilih UCSRC atau UBRRH, kita set URSEL=1, UCSRC aktif,ubrrh tdk aktif, dan jika kita set URSEL=0, UBRRH aktif, UCRSC tdk aktif. 2. UMSEL (USART Mode Select) kita set UMSEL=1, mode synceonous. UMSEL=0 mode asyncronous 3. UPM1 dan UMP0 (Parity Mode):

4. USBS (Stop Bit Select) kita set USBS=0, stop bit =1 bit, USBS=1 panjang stop bit = 2 bit. 5. UCSZ1 dan 0 (Character Size) kita set UCSZ2:UCSZ1:UCSZ0 = 011, panjang data 8 BIT. (bit UCSZ2 ada di register UCSRB) 6. UCPOL (Clock Polarity ) bit ini digunakan untuk mode syncoronous saja. 7. kita set UCPOL=0 trnasmisi clock naik, UCPOL=1 transmisi clock turun. (khusus yg ini don t care krn kita menggunakan mode asyncronous) UDR merupakan register 8 bit yang terdiri dari 2 buah dengan alamat yang sama, yang digunakan sebagai : 1. Tempat untuk menyimpan data yang akan dikirimkan (TXB) 2. Tempat data diterima (RXB) Memiliki 2 macam, yakni : 1. PISO ( TxD ) Paralel Input Serial Output 2. SIPO ( RxD ) Serial Input Paralel Output 1.2 Seven Segment Seven segment merupakan sebuah tampilan yang terdiri dari tujuh elemen LED yang disusun untuk menampilkan angka desimal 0 sampai 9. Dan untuk setiap segment diberi kode dengan huruf a, b, c, d, e, f, g dan d.p. Ada dua jenis seven segment yaitu common anoda (CA) dan common catoda (CC).

Pada common anoda (CA), karena yang dijadikan satu adalah catoda maka CA dihubungkan dengan Vcc, sehingga untuk menyelakan segment maka pin dari segment tersebut berlogika 0 atau 0 Volt. Pada common catoda (CC), karena yang dijadikan satu adalah Ground maka untuk menyalakan segment pin dari segment tersebut diberi logika 1 atau 5 Volt. Pada Atmega 16 ini, sevensegment yang digunakan adalah sevensegmnet common anoda (CA) jadi CA disetting 5 V (dihubungkan dengan Vcc) sedangkan ujungnya 0 V. 1.3 Potensiometer Potensiometer adalah resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional. Jenis potensiometer : 1. Potensiometer karbon adalah potensiometer yang terbuat dari bahan karbon harganya cukup murah akan tetapi kepressian potensiometer ini

sangat rendah biasanya harga resistansi akan sangat mudah berubah akibat pergeseran kontak. 2. Potensiometer gulungan kawat (wire wound) adalah potensiometer yang menggunakan gulungan kawat nikelin yang sangat kecil ukuran penampangnya.ketelitian dari potensiometer jenis ini tergantung dari ukuran kawat yang digunakanserta kerapihan penggulungannya. 3. Potensiometer metal film adalah potensiometer yang menggunakan bahan metal yang dilapiskan kebahan isolator 1.4 LDR (Light Dependent Resistor) LDR (Light Dependent Resistor) adalah komponen elektronika yang pada dasarnya mempunyai sifat yang sama dengan resistor, hanya saja nilai resistansi dari LDR berubahubah sesuai dengan tingkat intensitas cahaya yang diterimanya. LDR merupakan sensor yang bekerja apabila terkena cahaya. LDR memiliki hambatan yang sangat tinggi jika tidak terkena cahaya dan memiliki hambatan yang sangat kecil jika terkena cahaya. Gambar Komponen LDR

BAB II ISI 2.1 Flow-chart

2.2 Simulasi 2.3 Listing Program #include <mega16.h> #include <stdio.h> #include <stdlib.h> #include <delay.h> unsigned char x, data1, data2, tegangan[5]; unsigned char nama[5] = {0xc8,0x08,0xc8,0xa1,0x08; unsigned char nim[13] = {1, 2, 4, 1, 10, 1, 6, 0, 10, 0, 10, 0, 1; unsigned char segment[11] = {0xc0, 0xf9, 0xa4, 0xb0, 0x99, 0x92, 0x82, 0xf8, 0x80, 0x90, 0xbf; // USART Receiver interrupt service routine interrupt [USART_RXC] void usart_rx_isr(void) { char status,data; status=ucsra;

data=udr; if(data == 'A' data == 'a'){ for(x=0;x<=4;x++){ PORTC = nama[x]; delay_ms(500); if(data == 'B' data == 'b'){ for(x=0;x<=12;x++){ PORTC = segment[nim[x]]; delay_ms(500); if(data == 'C' data == 'c'){ itoa(data2, tegangan); puts(" -> "); puts(tegangan); if(data == 'D' data == 'd'){ if(data1 < 75){ putsf(" -> terang"); if(data1 >= 75 && data1 < 150){ putsf(" -> redup");

if(data1 >= 150){ putsf(" -> gelap"); if ((status & (FRAMING_ERROR PARITY_ERROR DATA_OVERRUN))==0) { rx_buffer[rx_wr_index]=data; if (++rx_wr_index == RX_BUFFER_SIZE) rx_wr_index=0; if (++rx_counter == RX_BUFFER_SIZE) { rx_counter=0; rx_buffer_overflow=1; ; ; ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff; ADCSRA=0x83; // Global enable interrupts #asm("sei") while (1)

{ data1 = read_adc(0); data2 = read_adc(1); PORTC = 0xfe; delay_ms(100); PORTC = 0x7d; delay_ms(100); PORTC = 0xfb; delay_ms(100); PORTC = 0x77; delay_ms(100); PORTC = 0xef; delay_ms(100); PORTC = 0x5f; delay_ms(100); ;

BAB III HASIL PERCOBAAN 3.4 Gambar Hasil Praktikum 3.1.1 Menampilkan Nama pada Seven Segment Dengan mengetikkan kode berupa huruf A pada laptop, maka Seven Segment akan menampilkan nama ( NANDA ) pada port C. 3.1.2 Menampilkan NIM pada Seven Segment Dengan mengetikkan kode berupa huruf B pada laptop, maka Seven Segment akan menampilkan NIM ( 1241160001 ) pada port C. 3.1.3 Menampilkan Data Potensio pada Code Vision AVR Ketika menginputkan huruf C pada kolom terminal di AVR, maka yang muncul adalah menunjukan besar dari nilai potensio. Apabila kita memutar ke nilai paling minimum, maka yang tertera adalah 0. Ketika kita memutar potensio sampai di tengah-tengah, maka nilai yang muncul adalah nilai diantara 0-

255 yaitu 104. Dan apabila kita memutar potensio pada posisi paling maksimum, maka yang tertera adalah nilai maksimum dari potensio yaitu 255. 3.4.4 Menampilkan Kondisi Pencahayaan LDR (Terang, Redup & Gelap) pada Code Vision AVR 1.Ketika menginputkan huruf D pada kolom terminal di AVR, maka akan muncul REDUP pada kolom teminal AVR. Hal ini disebabkan karena LDR dibiarkan begitu saja sehingga cahaya yang diterima hanya sedikit. 2.Ketika menginputkan huruf D pada kolom terminal di AVR, maka akan muncul GELAP pada kolom teminal AVR. Hal ini disebabkan karena LDR ditutup dengan jari sehingga LDR tidak menerima cahaya apapun. 3.Ketika menginputkan huruf D pada kolom terminal di AVR, maka akan muncul TERANG pada kolom teminal AVR, apabila LDR diberi sorot cahaya yang di fokuskan pada di atas LDR. 2. ANALISA Setelah melakukan percobaan didapatkan analisa bahwa, ATMEGA 16 memiliki beberapa PORT yaitu PORT A,PORT B,PORT C,PORT D,USART dan ADC. Pada proyek ini PORT C digunakan untuk menghubungkan antara ATMEGA 16 dengan7segment (Fungsi seven Segment sendiri digunakan untuk menampilkan hasil keluaran apabila diketik A (nama) atau B (nim) pada terminal codevision ) sedangkan

pada percobaan LDR berada pada PORT A0 dan potensio dihubungkan pada PORT A1 sehingga keluaran akan muncul pada terminal codevision. Pada Praktikum ini juga banyak kendala seperti ATMEGA 16 tidak dapat di read dan write,kendala lain nya adalah pada percobaan Usart apabila bila ketik A dan B seven segment dapat menghasilkan keluaran (A (nama) dan B(nim)) sedangkan apabila Ketik C dan D keluaran tidak muncul pada terminal codevision semua kendala yang terjadi diakibatkan oleh hasil solderan yang tidak bagus sehingga komponen tidak berjalan sesuai fungsinya. Apabila dibandingkan secara simulasi maupun percobaan keduanya mempunyai sedikit perbedaan diantaranya adalah komponen yang digunakan misalnya, IC MAX232. Jika pada simulasi tanpa adanya MAX232 simulasi tersebut dapat berjalan namun pada percobaan IC MAX232 digunakan fungsinya untuk menjalankan fitur Serial Komunikasi berjalan sebagaimana mestinya. Perbedaan lainnya yaitu terletak pada sensitivitas pada LDR. 3.6KESIMPULAN 1. ATMega16 terdiri atas unit-unit fungsionalnya Arithmetic and Logical Unit (ALU), himpunan register kerja, register dan dekoder instruksi, dan pewaktu. 2. Sensitifitas tiap komponen LDR berbeda beda. 3. Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan suatu bilangan dari biner maupun hexa. 4. Potensiometer merupakan resistor variable yang bisa kita rubah nilainya. 5. MAX232 digunakan untuk komunikasi serial to USB.