BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Tahun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Textile dan Otomotif yang terdaftar di BEI periode tahun

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL UJI REGRESI PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. Descriptive Statistics

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. atau populasi dan untuk mengetahui nilai rata-rata (mean), minimum, Tabel 4.1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dari tiga variabel independen yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran umum (intitusi/ perusahaan/ responden)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Nama : Nurlita NPM : Pembimbing : Rini Tesniwati,SE.,MM

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor

DAFTAR LAMPIRAN. Data Variabel Pertumbuhan Ekonomi Atas Dasar Harga Berlaku. Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun dan

BAB IV. Tabel 4.1. dan Pendapatan Bagi Hasil. Descriptive Statistics. Pembiayaan_Mudharabah E6 4.59E E E9

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

REKAP DATA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA PROVINSI SUMATERA UTARA (dalam jutaan rupiah)

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. tertinggi, standar deviasi, varian, modus, dan sebagainya.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pengaruh penggunaan derivatif keuangan, board of director, return on

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

DAFTAR LAMPIRAN. Kriteria Sampel Nama Provinsi

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA. Tabel 4.1. Hasil Perhitungan Rasio-Rasio Keuangan. PT. Indofood Tbk. Periode

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Statistik deskriptif menggambarkan atau mendeskripsikan suatu data yang

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Dalam bab ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan data-data

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan data olahan SPSS yang meliputi audit delay, ukuran

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan dalam penelitian ini serta dapat menunjukkan nilai maksimum, nilai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dengan jumlah

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. asumsi klasik dan pengujian hipotesis adalah mengetahui gambaran atau

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. keputusan investasi terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Consumer

LAMPIRAN. Daftar sampel penelitian Perusahaan Sub-Sektor Otomotif dan Komponen Periode

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. data jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel. Tabel 4.1. Kriteria Pemilihan Sampel

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

: Niken Kurniawati NPM :

BAB IV HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Objek penelitian ini adalah perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek

BAB 4 ANALISIS DATA. Statistika Deskriptif merupakan hal serangkaian teknik statistika yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. selanjutnya akan membahas mengenai penelitian tentang pengaruh komisaris

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat tingkat kevalidan atau

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. metode analisis data serta pengujian hipotesis.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data, analisis ini digunakan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. deskriptif yaitu : N merupakan jumlah data yang akan diolah dalam penelitian

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Dari hasil pengumpulan data sekunder mengenai Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2010-2012, maka statistik deskriptif yaitu minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi variabel penelitian adalah sebagai berikut: S Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics u m N Minimum Maximum Mean Std. Deviation DBH 114 0 733096 103647.53 94894.289 b DAU 114 223964 1281610 613266.00 213989.617 PAD e 114 17736 2279610 146240.66 286634.931 Belanja r Daerah 114 400761 4297950 1120758.94 600810.242 Valid N (listwise) 114 :Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Berdasasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa jumlah data (N) masing-masing sebanyaj 114 dapat dideskripsikan sebagai berikut: a. Variabel Dana Bagi Hasil atau disebut DBH dalam tabel memiliki nilai minimum sebesar Rp. 0 nilai maksimum sebesar Rp. 733.095.000.000 dengan nilai rata-rata sebesar Rp. 103.647.530.000 dan standar deviasi sebesar Rp. 94.894.289.000. Daerah yang memiliki Dana Bagi Hasil minimum adalah Kabupaten Sampang pada tahun 2010, yang berarti 56

57 pada tahun tersebut Kabupaten sampan tidak menerima alokasi dana dari APBN. Sedangkan daerah yang memiliki Dana Bagi hasil maksimum adalah kota Surabaya pada tahun 2010, yang berarti pada tahun tersebut Kota Surabaya memperoleh alokasi dana dari APBN paling tinggi diantara kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur yang lain. b. Variabel Dana Alokasi Umum atau disebut DAU dalam tabel memiliki nilai minimum sebesar Rp. 223.964.000.000 nilai maksimum sebesar Rp.1.281.610.000.000 Dengan nilai rata-rata sebesar Rp. 613.266.000.000 Dan standar deviasi sebesar Rp. 213.989.617.000. Daerah yang memiliki Dana Alokasi Umum minimum adalah Kota Blitar pada tahun 2010, yang berarti pada tahun tersebut Kota Blitar menerima alokasi dana dari APBN berupa dana alokasi umum paling kecil pada provinsi Jawa Timur. Sedangkan daerah yang memiliki Dana Alokasi Umum maksimum adalah Kabupaten Malang pada tahun 2012, yang berarti pada tahun tersebut Kabupaten Malang memperoleh alokasi dana dari APBN paling tinggi diantara kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur yang lain. c. Variabel Pendapatan Asli Daerah atau disebut PAD dalam tabel memiliki nilai minimum sebesar Rp. 17.736.000.000 nilai maksimum sebesar Rp. 2.279.610.000.000 dengan nilai rata-rata sebesar Rp. 146.240.660.000 dan standar deviasi sebesar Rp. 286.634.931.000. Daerah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah minimum adalah Kota

58 Batu pada tahun 2010, yang berarti pada tahun tersebut PAD yang dihasilkan Kota Batu paling rendah dari kabupaten/kota provinsi Jawa Timur yang lainnya. Sedangkan daerah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah maksimum adalah kota Surabaya pada tahun 2012, yang berarti pada tahun tersebut Kota Surabaya menghasilkan PAD paling tinggi diantara kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur yang lain. d. Variabel Belanja Daerah dalam tabel memiliki nilai minimum sebesar Rp. 400.761.000.000 nilai maksimum sebesar Rp. 4.297.950.000.000 dengan nilai rata-rata sebesar Rp. 1.120.758.940.000 dan standar deviasi sebesar Rp. 600.810.242.000. Daerah yang memiliki Belanja Daerah minimum adalah Kota Batu pada tahun 2010, yang berarti pada tahun tersebut yang Kota Batu melakukan belanja daerah paling rendah dari kabupaten/kota provinsi Jawa Timur yang lainnya. Sedangkan daerah yang memiliki Belanja Daerah maksimum adalah kota Surabaya pada tahun 2012, yang berarti pada tahun tersebut Kota Surabaya melakukan belanja daerah paling tinggi diantara kabupaten/kota pada provinsi Jawa Timur yang lain. B. Uji Asumsi dan Kualitas Instrumen Penelitian 1. Uji Normalitas Uji Normalitas diperlukan untuk mengetahui apakah data yang yang terkumpul dari setiap variabel dependent dan Independent atau kedua mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk melihat hasil uji digunakan metode Kolmogorov Smirnov Test (Ghozali,2011 : 164)

59 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov sebelum Data ditransformasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test DBH DAU PAD Belanja Daerah N 114 114 114 114 Normal Parameters a,b Mean 103647.53 613266.00 146240.66 1120758.94 Std. 94894.289 213989.61 286634.93 600810.242 Deviation 7 1 Most Extreme Differences Absolute.232.080.342.172 Positive.224.080.342.172 Negative -.232 -.062 -.331 -.115 Kolmogorov-Smirnov Z 2.475.851 3.648 1.833 Asymp. Sig. (2-tailed).000.464.000.002 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Dari hasil pengolahan data tersebut, variabel Dana Bagi Hasil, Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Daerah memiliki nilai signifikan 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 yang berarti data tidak berdistribusi secara normal. Sedangkan variabel Dana Alokasi Umum memiliki nilai signifikan 0,464 lebih besar dari 0,05 yang berarti data Dana Alokasi Umum berdistribusi secara normal. Dikarenakan terdapat variabel yang tidak berdistribusi secara normal maka penulis akan mentransformasi

60 variabel independen dan dependen menjadi bentuk logaritma natural (Ln) atau menjadi bentuk persamaan regresi double log. Hasil uji normalitas Kolmogorov Smirnov setelah data ditransformasikan disajikan dalam tabel 4.3 sebagai berikut: Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Setelah Data Ditransformasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test DBH DAU PAD Belanja Daerah N 113 114 114 114 Normal Parameters a,b Mean 11.3541 13.2604 11.4096 13.8230 Std..57279.38026.78005.45192 Deviation Most Extreme Differences Absolute.083.111.099.088 Positive.083.073.099.077 Negative -.071 -.111 -.086 -.088 Kolmogorov-Smirnov Z.879 1.187 1.060.939 Asymp. Sig. (2-tailed).422.120.211.341 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai signifikan variabel Dana Bagi Hasil adalah 0,422 Variabel Dana Alokasi Umum adalah 0,120 Variabel Pendapatan Asli Daerah adalah 0,211 dan Variabel Belanja Daerah adalah 0,341. Dari hasil uji tersebut Variabel Dana Bagi

61 Hasil, Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Daerah memiliki nilai signifikan yang lebih besar dari 0,05 yang berarti data langsung berdistribusi secara normal. Gambar 4.1 : Grafik Normal Plot Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Dari grafik normal plot diatas dapat disimpulkan bahwa plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal,serta penyebaran mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. 2. Uji Multikolonieritas Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji

62 Multikolonieritas dapat juga dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation facto (VIF). Jika nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10 maka menunjukkan adanya Multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi. Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficients a Unstandardize Standardized Collinearity d Coefficients Std. Coefficients Statistics Model B Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constan.847.361 2.346.021 t) DBH.119.026.150 4.526.000.444 2.251 DAU.691.034.582 20.100.000.579 1.726 PAD.216.020.371 10.933.000.423 2.367 a. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Berdasarkan tabel 4.4 hasil pengujian nilai Tolerance menunjukkan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Hasil pengujian juga menunjukaan bahwa tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi.

63 Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summary b Adjusted R Std. Error of 3. Uji Autokorelasi Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Untuk mengetahui ada atau tidaknya Autokorelasi dilakukan pengujian Durbin- Watson (DW test). Dari hasil pengujian diperoleh hasil: Durbin- Model R R Square Square the Estimate Watson 1.973 a.947.946.10582 1.731 a. Predictors: (Constant), PAD, DAU, DBH b. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Berdasarkan tabel 4.5 menunjukan besarnya nilai Durbin Watson sebesar 1,731. Nilai D-W menurut tabel dengan n = 100 dan k = 3 didapatkan angka dl = 1,613 dan du = 1,736. Sedangkan nilai 4-du = 2,264. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dalam uji ini terdapat autokorelasi yang positif tetapi lemah. Nilai Durblin Watson diantara dl < d < du (1,613< 1,731 < 1,736) ada masalah autokorelasi yang positif tetapi lemah. 4. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke

64 pengamatan yang lain. Jika Variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2011: 139) Dalam pengujian heteroskedasitas pada penelitian ini didasarkan pada Scatterplot. Berdasarkan pengujian dengan SPSS diperoleh grafik Scatterplot sebagai berikut Gambar 4.2 : Grafik Scatterrplot Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Dari grafik scatterplots terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi

65 C. Pengujian Hipotesis a. Uji Koefisien Determinasi Hasil nilai adjusted R-Square dari regresi digunakan untuk mengetahui besarnya struktur modal yang dipengaruhi oleh variabelvariabel bebasnya. Tabel 4.6 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary b Adjusted R Std. Error of Durbin- Model R R Square Square the Estimate Watson 1.973 a.947.946.10582 1.731 a. Predictors: (Constant), PAD, DAU, DBH b. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa bahwa koefisien determinasi yang ditunjukkan dari nilai adjusted R2 sebesar 0,946 hal ini berarti 94,6% variasi belanja daerah dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen yaitu dana bagi hasil, dana alokasi umum dan pendapatan asli daerah. Sedangkan sisanya (100% - 94,6% = 5,4 %) dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

66 b. Uji Statistik F Uji Statistik F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen. Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik F ANOVA b Sum of Mean Model Squares Df Square F Sig. 1 Regression 21.812 3 7.271 649.361.000 a Residual 1.220 109.011 Total 23.033 112 a. Predictors: (Constant), PAD, DAU, DBH b. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Dalam tabel 4.7 dapat dilihat pada nilai F test sebesar 649,361 dan sinifikan pada 0,000 yang berarti variabel independen yaitu dana bagi hasil, dana alokasi umum dan pendapatan asli daerah secara simultan mempengaruhi variabel dependennya yaitu belanja daerah.

67 c. Uji Statistik t Uji Statistik t ini digunakan untuk mengetahui pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 4.8 Hasil Uji Statistik t Coefficients a Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1 (Constant).847.361 2.346.021 DBH.119.026.150 4.526.000.444 2.251 DAU.691.034.582 20.100.000.579 1.726 PAD.216.020.371 10.933.000.423 2.367 a. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Berdasar tabel 4.8 dapat disimpulkan mengenai uji hipotesis secara parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai berikut: Ha1 : Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variable Dana Bagi Hasil sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Dana Bagi

68 Hasil secara individual mempengaruhi Belanja Daerah, dan dapat disimpulkan hipotesis 1 diterima. Ha2 : Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variable Dana Alokasi Umum sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh secara individual mempengaruhi belanja langsung, dan dapat disimpulkan hipotesis 2 diterima. Ha3 : Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Pada output regresi menunjukkan bahwa angka signifikansi untuk variable Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh secara individual mempengaruhi belanja langsung, dan dapat disimpulkan hipotesis 3 diterima. d. Analisis Regresi Linear Berganda Dengan menggunakan analisis regresi linear berganda pada program SPSS diperoleh persamaan regresi untuk mengetahui Belanja Daerah dengan variabel independen Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah sebagai berikut :

69 Unstandardized Tabel 4.9 Hasil Uji Linear Berganda Coefficients a Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1 (Constant).847.361 2.346.021 DBH.119.026.150 4.526.000.444 2.251 DAU.691.034.582 20.100.000.579 1.726 PAD.216.020.371 10.933.000.423 2.367 a. Dependent Variable: Belanja Daerah Sumber : Data yang diolah 2014 (dalam jutaan rupiah) Dari hasil output regresi pada tabel 4.9 menunjukkan persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = a + β1x1 + β2x2 + β3x3 + e Belanja Daerah = 0,847 + 0,119DBH + 0,691DAU + 0,216PAD + e - Konstanta sebesar 0,847 menyatakan bahwa jika variabel Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah dianggap konstan, maka Belanja Daerah pada kabupaten/kota diwilayah Jawa Timur sebesar 0,847%. - Dari hasil persamaan model regresi tersebut diperoleh bahwa Dana Bagi Hasil memiliki koefisien positif. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Dana Bagi Hasil sebesar 1% akan meningkatkan Belanja Daerah sebesar 0,119%. - Dari hasil persamaan model regresi tersebut diperoleh bahwa Dana Alokasi Umum memiliki koefisien positif. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Dana

70 Alokasi Umum sebesar 1% akan meningkatkan Belanja Daerah sebesar 0,691% - Dari hasil persamaan model regresi tersebut diperoleh bahwa Pendapatan Asli Daerah memiliki koefisien positif. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan Pendapatan Asli Daerah sebesar 1% akan meningkatkan Belanja Daerah sebesar 0,216% Tabel 4.10 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis No Ha1 Ha2 Ha3 Hipotesis Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah Hasil Uji Diterima Diterima Diterima D. Pembahasan 1. Pengaruh Dana Bagi Hasil terhadap Belanja Daerah Hipotesis pertama menyatakan bahwa Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan tingkat signifikan Dana Bagi Hasil sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05sehingga dapat membuktikan bahwa Dana Bagi Hasil berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Usril (2012) yang menunjukkan bahwa Dana Bagi Hasil berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah. Menurut Nurlan, (2006 : 83) dana bagi hasil merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dibagihasilkan kepada daerah

71 berdasarkan angka presentase tertentu yang memperhatikan potensi daerah sumber dana bagi hasil. Sesuai dengan hasil penelitian diatas, maka semakin tinggi dana bagi hasil yang diperoleh pemerintah daerah dari pemerintah pusat, maka akan semakin tinggi pula alokasi belanja daerahnya. Oleh karna itu provinsi Jawa Timur harus dapat lebih meningkatkan pendapatan yang berasal dari dana bagi hasil ini, dengan lebih mengembangkan dan menggali secara intensif sumber-sumber dana bagi hasil yang berasal dari PBB, BPHTB dan pajak penghasilan orang pribadi, kemudian dari sektor kehutanan, pertambangan umum, perikanan, minyak bumi, gas bumi dan panas bumi pada setiap potensi yang dimiliki setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Sehingga belanja daerah dapat terus meningkat guna menunjang peningkatan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan rakyat dan kemajuan dari kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. 2. Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Daerah Hipotesis kedua menyatakan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan tingkat signifikan Dana Alokasi Umum sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05sehingga dapat membuktikan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Darwanto dan Yulia (2007) yang menunjukkan bahwa Dana Alokasi Umum berpengaruh signifikan terhadap variabel Belanja Modal.

72 Menurut Nurlan (2006 : 84) Dana Alokasi Umum bertujuan untuk pemerataan kemampuan antar daerah melalui penerapan formula yang mempertimbangkan kebutuhan belanja pegawai, kebutuhan fiskal dan potensi daerah. Sesuai dengan hasil penelitian diatas, maka semakin tinggi dana alokasi umum yang diperoleh pemerintah daerah dari pemerintah pusat, maka akan semakin tinggi pula alokasi belanja daerahnya. Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan pemerintah kabupaten/kota terhadap pemerintah pusat masih tinggi. Jika hal ini masih terus berlangsung maka otonomi daerah kemungkinan besar akan terhambat. Dalam hal ini pemerintah daerah harus terus menggali strategi guna meningkatkan pendapatan asli daerah dan dana bagi hasil daerah sehingga pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan dana alokasi umum dari pemerintah pusat saja. 3. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah Hipotesis ketiga menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan tingkat signifikan Pendapatan Asli Daerah sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05sehingga dapat membuktikan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Usril (2012) yang menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap Belanja Daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Menurut Abdul dan Muhammad (2012 : 101) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari

73 sumber ekonomi asli daerah. Sesuai dengan hasil penelitian diatas, maka semakin tinggi pendapatan asli daerah yang diperoleh pemerintah daerah dari pemerintah pusat, maka akan semakin tinggi pula alokasi belanja daerahnya. Oleh karna itu untuk meningkatkan belanja daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, hendaknya pemerintah daerah mengelola dan memanfaatkan kekayaan asli daerah dengan lebih intensif. Kemudian dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah pada setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Dengan hal tersebut pendapatan asli daerah akan meningkat dan belanja daerah pun akan meningkat. Sehinga kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur akan semakin baik.