SUPPORT TO NETWORK ACTIVITIES AND MEETINGS AT COUNTRY LEVEL Activity

dokumen-dokumen yang mirip
NATIONAL/LOCAL CBO STAFF Training for Local CBO Staff on Institutional and Program

KERANGKA ACUAN PENGUMUMAN Call for Sub Sub Recipient (SSR) NEW FUNDING MODEL (NFM) GF-ATM

Kerangka Acuan Rekrutmen/Pemilihan Sub Sub-Recipient

KERANGKA ACUAN PENGUMUMAN Call for Sub Sub Recipient (SSR) NEW FUNDING MODEL (NFM) GF-ATM

Kerangka Acuan Kegiatan PENGUATAN PERFORMA MANAJEMEN HUMAN RESOURCE DI PR TB GLOBAL FUND KEMENKES

PT. KORINDO HEAVY INDUSTRY BALARAJA PLANT Ulasan manajemen Management Review

Lokakarya LSL dalam Pengembangan SRAN. Integrasi program LSL dalam SRAN

SEKRETARIAT KPA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KERJA SAMA LUAR NEGERI

NEW FUNDING MODEL (NFM) THE GLOBAL FUND ATM

Term of Reference LEMBAGA KESEHATAN PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA

2015 REKONSTRUKSI SOSIAL KEHIDUPAN KAUM WARIA DI KOTA CIMAHI

Menuju Warsawa: Isu-isu Utama Negosiasi Pendanaan. Suzanty Sitorus Pokja Pendanaan Dewan Nasional Perubahan Iklim

PENGUMUMAN ULANG SELEKSI KONSULTAN INDIVIDUAL Nomor : 05/POKJA ULP/BLI/1/2018

WWF Indonesia. Job Name : Formalities Staff Job Code : - Job Class : - Job Family : - Job Region : Superior : General Support Manager

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA

NATIONAL PRIORITY WORKSHOP (NPW) CTI CFF INDONESIA, TAHUN , HOTEL GOLDEN FLOWER, BANDUNG, SEPTEMBER 2013

United Nations Climate Change Conference (UNCCC Warsaw) COP19, CMP9, SBSTA39, SBI39, ADP2.3. Kantor UKP-PPI/DNPI

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN KONSINYASI

KERANGKA ACUAN KERJA REKRUTMEN/PEMILIHAN SUB-RECIPIENT Klinik Ramah LSL

STRATEGIC PLANNING ORGANISASI MAHASISWA HMJ APK

PENGUMUMAN SELEKSI JASA KONSULTANSI 03/R2C3/PSJK/07/2012

KERANGKA ACUAN. Front Line Responder Training PENDIDIKAN DALAM SITUASI DARURAT

RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Tor Konsultan Untuk Mapping CSO

Latar belakang, Skema & Implementasi SUFA (Strategic Use of Antiretroviral) di Indonesia

DEWAN PENDIDIKAN TINGGI DPT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

Manajemen Risiko Proyek. Dr. Ir. Erizal, MAgr. Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan

Panduan Wawancara Mendalam dengan CSO/CBO. I. Panduan untuk Peneliti

SITUASI PENDANAAN PROGRAM HIV DAN AIDS DI DKI JAKARTA. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta 2013

Kerangka Acuan Call for Proposals : Voice Indonesia

berkas dosen di sistem informasi.

Call for Proposal A. SR NASIONAL ADVOKASI & TA PROGRAM WPS LATAR BELAKANG

ABSTRAK. Kata Kunci: Post Implementation Review, audit, pengelolaan proyek, kontrol internal, prosedur dan kebijakan IT, E-Procurement

MANUAL INDIKATOR KINERJA UTAMA DITJEN KERJA SAMA ASEAN. Meningkat adalah bertambah tingkatan/kuat dari kondisi sebelumnya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Slide 0 dari 22. BRANCH MANAGER DEVELOPMENT PROGRAM Sesi 11 : Marketing and Sales Management : Operation

WWF Indonesia. Distinct Job Manual

ABSTRAK. vi Universitas Kristen Maranatha

PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN AKTIVITAS BELAJAR BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DI GUGUS 1 KECAMATAN MARGA

Analisis Determinan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone

Call for Proposal SUB-RECIPIENT NASIONAL ADVOKASI & TECHNICAL ASISTANCE PROGRAM PADA WANITA PEKERJA SEKS (WPS)

BAB VI PENUTUP. dijalankan oleh BPBD DIY ini, memakai lima asumsi pokok sebagai landasan

RENCANA IMPLEMENTASI SISTEM ERP EPICOR ISCALA 2.3 SR3 MODUL SALES MANAGEMENT PADA PT. X

Tujuan Review Kontrak. Dibagi menjadi 2, yaitu: Tujuan Review Draft Proposal Tujuan Review Draft Kontrak

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN EVALUASI AKHIR PROGRAM MITRA TFCA- SUMATERA PADA SIKLUS HIBAH 1

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN

Slide 0 dari 15. BRANCH MANAGER DEVELOPMENT PROGRAM SESI 4 : Time Management

Distinct Job Manual. WWF Indonesia

TENTANG TATA KELOLA KEPENGURUSAN PERHIMPUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI INDIA,

Request for Proposal (RFP)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Jakarta, 16 April 2015

BAB II LANDASAN TEORI

PERTEMUAN AWAL (KICK OFF MEETING) PENYUSUNAN DOKUMEN MEMORANDUM PROGRAM SANITASI KOTA TERNATE TAHUN 2015

IT Project Management

AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI)

MEKANISME PENYELENGGARAAN DIKLAT NON-GELAR PROJECT ASSESSMENT

PENJELASAN TEKNIS SUBSTANTIF RAKORTEK K/L DENGAN PEMDA DALAM PENYUSUNAN RKP 2018 DAN TATA KELOLA PEMBAHASAN

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

Kata kunci : (1) Pengembangan masyarakat, (2) Fungsi Badan Keswadayaan Masyarakat.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. dijalankan oleh PT. Adi Sarana Armada.

TOR ASISTENSI TEKNIS TASY#06 CAPACITY BUILDING SUB RECIPIENT (SR) DIBAWAH PRINCIPAL RECIPIENT (PR) TB AISYIYAH

KERANGKA ACUAN PELATIHAN KONVENSI HAK ANAK (KHA) PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

MODUL 11: PRAKTIK TERBAIK UNTUK DESAIN PROYEK. USAID Adapt Asia-Pacific

Project Integration Management. Binsar Parulian Nababan Sutrisno Diphda Antaresada Adrian Kosasih

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PEDOMAN PENGENDALIAN INFORMASI PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS

SEDS PROJECT ON BENCHMARKING: SHARING, LEARNING AND NETWORKING

PROGRESS PELAKSANAAN PILOT BDC PER 31 DESEMBER 2016

Kerangka Acuan Kerja/KAK

PETUNJUK DISKUSI RAPAT KERJA KESEHATAN NASIONAL (RAKERKESNAS) TAHUN 2017

PROPOSAL. Olimpiade Pasar Modal Nasional 2013 Tingkat SMA/MA

E-PLANNING SYSTEM PROJECT MANAGEMENT PLAN

NEW FUNDING MODEL (NFM) THE GLOBAL FUND ATM

DENGAN GLOBAL GREEN GROWTH

2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan

Daftar Tanya Jawab Permintaan Pengajuan Konsep Proyek TFCA Kalimantan Siklus I 2013

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

THE VISIONING PHASE. Titien S. Sukamto

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGHAPUSAN

LEMBAR FAKTA HARI AIDS SEDUNIA 2014 KEMENTERIAN KESEHATAN 1 DESEMBER 2014

PENYUSUNAN WORKPLAN & PMP. Bogor / Medan Juni 2014

RANCANGAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI PASCASARJANA


PROSES AUDIT. Titien S. Sukamto

IKATAN PEREMPUAN POSITIF INDONESIA - IPPI Jaringan Nasional Perempuan yang hidup dengan HIV dan AIDS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

AUDIT INTERNAL SNI ISO 9001:2015. Oleh: Ade Khaerudin Taufiq & Sik Sumaedi

BAHAN KULIAH HUKUM PERNIAGAAN/PERDAGANGAN INTERNASIONAL MATCH DAY 10

Transkripsi:

SUPPORT TO NETWORK ACTIVITIES AND MEETINGS AT COUNTRY LEVEL Activity External Consultation Meeting to evaluate IHP GF R-10 Phase 1 Implementation and setting up the implementation of IHP GF R-10 Phase 2 Budget Code ID 1.1.7.2 Date 25 th to 28 th February 2014 Venue Amarelo Hotel - Solo Implementing Unit GWL-INA Country Indonesia Purpose/Objective of the activity Tujuan umum dari kegiatan ini adalah menggalang dukungan dari OBK anggota Jaringan GWL-INA dalam pelaksanaan IHP GF R-10 Phase 2, sehingga dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran berdasarkan hasil konsultasi dan evaluasi dari proses pelaksanaan phase sebelumnya. Adapun tujuan khusus yang diharapkan adalah: Melakukan proses evaluasi terhadap pelaksanaan IHP phase 1 (year 1 & 2) dari OBK anggota Jaringan GWL-INA. Melakukan sosialisasi rencana pelaksanaan IHP phase 2 Jaringan GWL-INA kepada OBK anggota Jaringan GWL-INA. Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah: Adanya hasil evaluasi pelaksanaan IHP phase 1 sebagai acuan dalam pelaksanaan phase 2. Adanya dukungan dari OBK anggota Jaringan GWL untuk pelaksanaan IHP phase 2. Summary activities have been conducted and actions to be taken Summary of activity Kegiatan pertemuan External Consultation Meeting to evaluate IHP GF R-10 Phase 1 Implementation and setting up the implementation of IHP GF R-10 Phase 2 yang dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan Februari 2014 di Solo, melibatkan perwakilan OBK anggota Jaringan GWL-INA dengan kriteria OBK tersebut pernah terlibat dalam pelaksanaan IHP GF R-10 phase 1 dan OBK anggota potensial yang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di phase 2, berdasarkan kategori keanggotaan di level D dan E. Adapun OBK anggota Jaringan GWL-INA yang hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang yang terdiri dari: Wilayah Koordinasi Sumatera & Kalimantan: 1. Maharani Kasih Peduli, Palembang 1 orang perwakilan 2. Gaya Lentera Muda (Gaylam), Lampung 1 orang perwakilan 3. Perwapon, Pontianak 1 orang perwakilan Wilayah Koordinasi Jawa 4. Sahabat, Banten 1 orang perwakilan 5. Yayasan Inter Medika, Jakarta 1 orang perwakilan 6. LPA KaryaBhakti, Jakarta 1 orang perwakilan 7. Gaya Patriot, Bekasi 1 orang perwakilan 8. Himpunan Abiasa, Bandung 1 orang perwakilan 9. Srikandi Pasundan, Bandung 1 orang perwakilan 10. Srikandi Perintis, Cimahi 1 orang perwakilan

11. Vesta, Yogyakarta 1 orang perwakilan 12. Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO), Yogyakarta 1 orang perwakilan 13. Yayasan Gessang, Solo 1 orang perwakilan 14. Gaya Lare Osing (Gaya Laros), Banyuwangi 1 orang perwakilan Wilayah Koordinasi Indonesia Timur 15. Yayasan Gaya Celebes, Makassar 1 orang perwakilan 16. Maleo, Palu 1 orang perwakilan 17. Sanubari, Manado 1 orang perwakilan Total peserta adalah sebanyak 17 orang. Hari Pertama 25 Februari 2014 Sebanyak 15 orang peserta yang merupakan perwakilan OBK telah hadir dan 2 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Yayasan Srikandi Pasundan Bandung dan Maleo Palu baru bisa hadir dan bergabung dengan peserta lainnya di hari kedua. Sebagai agenda pertama kegiatan adalah pembukaan dan perkenalan. Training Coordinator mewakili Koordinator Nasional Jaringan membuka secara resmi pertemuan, dan dilanjutkan dengan sesi perkenalan. Peserta diminta untuk menyebutkan nama, asal organisasi dan jabatan peserta dalam struktur organisasinya. Setelah perkenalan, disampaikan tujuan dan output yang diharapkan akan dihasilkan dari pelaksanaan pertemuan. Dalam penjelasan tentang tujuan pelaksanaan kegiatan, disampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil evaluasi dari proses pelaksanaan IHP GF R-10 phase 1 yang telah berakhir pada bulan September 2013. Hasil evaluasi dari perwakilan OBK anggota, diharapkan mampu sebagai acuan dalam pelaksanaan proses phase 2 yang pelaksanaannya secara resmi dimulai pada Februari 2014, dimana seharusnya phase 2 mulai dari Oktober 2013 sampai dengan September 2016. Sebagai penutup hari pertama adalah seluruh peserta menyepakati Tata Tertib Kelas yang akan berlaku selama proses kegiatan, dengan tujuan untuk memastikan output kegiatan akan tercapai di hari terakhir pelaksanaan kegiatan. Hari Kedua 26 Februari 2014 Hari kedua pertemuan diawali dengan perkenalan peserta dari Yayasan Srikandi Pasundan Bandung, dikarenakan baru bisa hadir di hari kedua. Dilanjutkan dengan sambutan dan paparan dari Koordinator Nasional Jaringan GWL-INA tentang capaian kegiatan dan program yang telah dilakasanakan oleh Sekretariat Nasional untuk IHP GF R-10 phase pertama. Disampaikan bahwa, program yang bertujuan sebagai upaya untuk memperkuat OBK GWL di Indonesia, khususnya bagi anggota Jaringan, selama pelaksanaan phase 1 berhasil melibatkan sekitar 40% organisasi dari 78 organisasi anggota Jaringan, dan diharapkan akan bertambah jumlah organisasi yang terlibat dalam phase 2 IHP GF R-10. Setelah paparan dari Koordinator Nasional, dilanjutkan dengan paparan M dari perwakilan OBK anggota sebagai salah satu organisasi penerima manfaat IHP GF R-10 phase 1 Gaylam, Lampung. Di dalam paparannya disampaikan tentang manfaat dan proses pembelajaran dan dukungan IHP GF R- 10 sebagai upaya memperkuat management dan keberlanjutan organisasinya di wilayah Lampung, dan manfaat dukungan yang diberikan khususnya bagi komunitas GWL di wilayahnya. Sesi ini harapannya mampu mendorong bagi organisasi lain untuk terlibat dan berperan aktif dalam

mengakses kegiatan yang akan dilaksanakan sekretariat nasional GWL-INA, sehingga semakin memperkuat organisasi anggota dalam upaya memaksimalkan pelaksanaan program dan kegiatan bagi komunitas GWL di daerah masing-masing. Sesi berikutnya, paparan dari M & E Coordinator tentang Kategorisasi Anggota Jaringan GWL. Disampaikan tujuan, metode, proses penilaian anggota sehingga dihasilkan kriteria keanggotaan level A, B, C, D dan E. Pengkategorian ini sebagai upaya sekretariat nasional untuk menentukan kebutuhan dari masing masing CBO berdasarkan level keanggotaan, menentukan prioritas organisasi dalam pelibatan yang lebih bermakna dalam program sehingga tepat sasaran dan mengukur efektifitas dan keberhasilan pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh sekretariat berdasarkan proses penilaian dan evaluasi perkembangan setiap organisasi anggota. Bagi OBK yang hadir, bisa memanfaatkan waktu selama pertemuan untuk melakukan proses klarifikasi hasil penilaian organisasinya, jika menganggap hasil penilaian yang dilakukan ternyata kurang sesuai dengan situasi terakhir di masing-masing organisasinya. Sebagai proses terakhir di hari kedua pertemuan, peserta yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama phase 1, yang terdiri dari: 1. Training Leadership 2. Training Strategic Planning 3. Training Advocacy & Networking 4. Training M & E UNGASS 5. Training ICT 6. Public Campaign 7. SAN FUND/ Support lain Dari setiap isu tersebut, setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan: - Dampak/manfaat setelah mengikuti kegiatan tersebut, - Kendala yang dihadapi, - Implementasi setelah kegiatan. (sebagai lampiran notulensi kegiatan hasil diskusi kelompok) Hari Ketiga 27 Februari 2014 Sesi pertama hari ketiga adalah, peserta diminta untuk melakukan review proses yang telah dilaksanakan di hari kedua. Dilanjutkan dengan, paparan dari M&E Coordinator kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan IHP GF R-10 phase 2 yang akan mulai dilaksanakan sampai dengan September 2016. Beberapa catatan hasil evaluasi peserta dipastikan akan menjadi acuan dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Selanjutnya, Finance Manager menyampaikan paparan tentang Akuntabilitas Keuangan. Tujuan sesi ini adalah, menyampaikan beberapa rekomendasi berdasarkan pelaksanaan audit kegiatan yang melibatkan OBK anggota sebagai pelaksana dan penerima dana hibah dari IHP GF R-10 phase 1. Mengingat di phase 2 akan banyak pendanaan bagi CBO dengan sistem yang tentunya akan lebih ketat pelaksanaannya, baik dari proposal yang diajukan, kontrak kemitraan, anggaran, workplan dan mekanisme pelaporan. Selanjutnya adalah paparan dari Training Coordinator untuk pelaksanaan kegiatan Invitation for Proposal bagi OBK Level D dan E untuk mengakses pendanaan CBO Support Grant for Operations. Disampaikan tentang mekanisme pelaksanaan dan beberapa hal yang harus diperhatikan OBK yang

akan mengakses pendanaan tersebut. Tujuan dari pemberian dana hibah ini adalah sebagai proses pembelajaran bagi OBK anggota ketika akan mengakses bantuan pendanaan, termasuk bagaimana menyusun proposal yang baik, dimana penyusunan proposal dana hibah berdasarkan proses yang dilaksanakan di phase 1 menjadi kelemahan sebagian besar OBK anggota GWL-INA. Di hari ketiga diberikan kesempatan Technical Assisstance kepada OBK anggota dalam menyusun proposal yang akan diajukan dalam kegiatan Invitation for Proposal. Catatan: - Kegiatan SUPPORT TO NETWORK ACTIVITIES AND MEETINGS AT COUNTRY LEVEL External Consultation Meeting to evaluate IHP GF R-10 Phase 1 Implementation and setting up the implementation of IHP GF R-10 Phase 2 di hari ketiga pertemuan sempat dihentikan, dikarenakan mendapat ancaman dari organisasi agama fundamental yang ada di kota Solo. Untuk selanjutnya, setelah mempertimbangkan output kegiatan seluruhnya telah tercapai, pertemuan diseleseaikan sampai dengan hari ketiga. Proses wrapping kegiatan dilanjutkan di salah satu kamar panitia dengan alasan keamanan seluruh peserta yang hadir. Summary of actions to be taken 1. Dalam kegiatan ini, melalui proses yang dijamin kerahasiaan dan bersifat anonymous, diketahui keterwakilan ODHA GWL adalah sebesar 11,76% dari keseluruhan peserta yang hadir (2 orang merupakan ODHA). Keterlibatan perwakilan transgender adalah sebesar 35,29% (sebanyak 6 orang peserta merupakan transgender). 2. Proses evaluasi pelaksanaan IHP phase 1 sebagai acuan dalam pelaksanaan phase 2 telah dilakukan, adanya beberapa hasil evaluasi dan rekomendasi pelaksanaan selanjutnya. 3. 17 perwakilan OBK menyatakan kesediaannya untuk terlibat dan mendukung pelaksanaan kegiatan IHP GF R-10 phase 2 yang akan dilaksanakan oleh Sekretariat Nasional GWL-INA dengan menandatangani dokumen Agreement to Participate in ISEAN-Hivos Program Phase 2. Pipiet Laksmono (Training Coordinator) Date: 7 Maret 2014 Signature: Prepared by: Approved by: Ardhian Harimurti Prabowo (Program Manager) Date: 7 Maret 2014 Signature: Training/Meeting Report Summaries shall be prepared within 2 weeks after completion of the activity. Attach supporting documents(i.e. copy of attendance sheet has been signed, copy of training/meeting liquidation, pre-post-test result summary for training, copy of plan of action, and training/meeting evaluation summary)