BAB 3 METEDOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. analisis data kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kolerasional. dengan pendekatan korelasional adalah

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Andrina Marchya. Jurusan Marketing Communication, Universitas Bina Nusantara. Jl. Kebon Jeruk Raya No.27, Kebon Jeruk Jakarta Barat 11530, Indonesia

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3. Metodologi Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang menggambarkan dan menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. cukup lama digunakan sehingga mentradisi sebagai metode untuk penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah servicescape sebagai variabel bebas X atau

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dan variabel (Y) Kepuasan Pelanggan Pada Bengkel Honda di PT Istana Kebon

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Yang menjadi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2007) dalam penelitian ini, jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengungkapkan tentang keputusan pembelian konsumen di

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB 3 METODE PENELITIAN. metode penelitian kuantitatif menurut Ardianto (2011: 47) adalah penelitian yang

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

III. METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan untuk menjelaskan kedudukan-kedudukan dari

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu. Melalui penelitian, manusia dapat menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Barat. Penelitian ini dilakukan pada Maret 2016 sampai dengan selesai.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Disesuaikan dengan tujuan penelitian dan tingkat eksplenasinya, jenis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pekerjaan Terhadap Kinerja (Studi Kasus Pegawai Badan Perencanaan. Bappeda dan BPMPPKB Pemerintah Kota Cimahi.

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini hubungan antara variabel bersifat sebab-akibat serta

BAB III METODE PENELITIAN. PENELITIAN INI AKAN DILAKUKAN PADA PERUSAHAAN TEKSTIL YANG BERADA DI BANDUNG

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan

lapangan (empiris) dapat diperoleh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pahlawan Seribu ITC BSD No. 33A&35 Serpong, Tangerang Selatan. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti melakukan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. nasabah bank umum yang diambil secara acak di DIY. pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. terakhir mengenai lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kinerja

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan pada penelitian deskriptif atau dalam rangka pengujian hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang diambil oleh peneliti selama bulan Mei Juni

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Jenis penelitian ini

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester ganjil

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, penelitian dilaksanakan melalui

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif. Penelitian eksplanatif

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, tipe disain penelitian yang digunakan bersifat

Transkripsi:

BAB 3 METEDOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dapat dirumuskan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin (ilmu) untuk mencapai suatu tujuan (Noor, 2011). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang sarat dengan nuansa angka-angka dalam teknik pengumpualn data di lapangan. Dalam analisis data, metode kuantitatif memerlukan bantuan perhitungan ilmu statistic, baik statistic deskriptif maupun inferensial atau yang menggunakan rumus-rumus statistic nonparametik. Kesimpulan hasil penelitian pun berupa hasil perhitungan yang bersifat penggambaran atau jalinan variable (Ardianto, 2011 : 47). Metode korelasional atau yang biasa disebut juga dengan metode eksplanatif adalah penelitian untuk menguji hubungan antarvariabel yang dihipotesiskan atau terdapat hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua variable atau lebih, untuk mengetahui apakah suatu variable berasosiasi atau tidak dengan variable lainnya, atau apakah suatu variable dipengaruhi atau disebabkan oleh variable lainnya atau tidak. Variable yang dipilih didasarkan pada teori yang dibangun terlebih dahulu sehingga arah hubungan yang diharapkan dapat diasumsikan. (Ardianto, 2011 : 50). 3.1.1 Paradigma Dalam penelitian kuantitatif/positivisme, yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan, dan hubungan bersifat kausal (sebab dan akibat), maka penelitian dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. Jadi paradigma penelitian merupakan pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan 31

32 jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan (Sugiyono, 2004 : 36). Uraian diatas menunjukkan bahwa kunatitatif dilandasi asumsi bahwa suatu gejala dan diklarifikasikan dan hubungan bersifat kausal. Paradigama merupakan pola pikir yang menunjukkan hububungan antara variabel yang akan diteliti sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah. 3.2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data, beberapa teknik atau metode pengumpulan data yang biasa digunakan dalam penelitian-penelitian, yaitu : metode penelitian kuantitatif atau kualitatif. Adapun metode penelitian kuantitatif meliputi kuisoner, wawancara, dan dokumentasi (Kriyantono, 2012 : 95). Pengumpulan data-data tersebut terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. 1. Data Primer Data yang dimaksud dengan data primer adalah melalui penyebaran kuisioner atau angket. Kuisioner adalah instrument utama dalam riset survey dan kuisioner dan angket berisikan daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, yang akan disebarkan kepada responden, dimana kuisioner atau angket ini adalah angket tertutup yaitu dimana responden telah diberikan alternative jawaban oleh periset, dan responden tinggal memilih jawaban yang menurutnya sesuai dengan realitas yang dialaminya (Kriyantono, 2012 : 98). 2. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini dapat diperoleh melalui studi kepustakaan, buku-buku jurnal, pedoman-pedoman dari penelitian terdahulu, dan data-data perusahaan yang berhubungan dengan penelitian ini untuk mendukung data primer (Kriyantono, 2012 : 98).

33 3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri ari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan. Populasi atau kumpulan objek riset dapat berupa manusia, organisasi, kata-kata dan kalimat, symbol-simbol nonverbal, dan sebagainya. (Kriyantono, 2012 : 153) Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pengunjung blitzmegaplex Mall Central Park, Jakarta Barat pada bulan Maret, April, Mei 2014 (3bulan), untuk dapat mengukur pengaruh promosi penjualan di bioskop PT.Graha Layar Prima (blitzmegaplex) terhadap keputusan pembelian. 3.3.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi dan didalam sebuah penelitian, peneliti tidak harus meneliti seluruh objek atau populasi yang dijadikan pengamatan, peneliti dapat mempelajari dan memprediksi sebagian dari objek tersebut. Sebagian dari keseluruhan objek inilah yang disebut dengan sampel (Kriyantono, 2012 : 153). Penentuan ukuran atau jumlah sampel bisa dilakukan dengan perhitungan statistic. Berikut ini adalah cara menghitung ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya dengan menggunakan rumus Slovin (Kriyantono, 2012 : 164). Menggunakan rumus slovin dikarenakan terdapat data-data yang dapat di hitung. = Keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi

34 E = kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir Batas kesalahan yang ditolerir ini bagi setiap populasi tidak sama. Ada yang 1%, 2%, 3%, 4%, 5% atau 10% (Kriyantono, 2012 : 164). Pada populasi dalam penelitian ini, batas kesalahan yang ditetapkan adalah sebanyak 10% untuk disesuaikan dengan jumlah populasi yang terbilang cukup besar, agar jumlah sampel yang diteliti tidak terlalu besar untuk menghemat waktu dalam menyelesaikan penelitian ini. 3.3.3 Teknik Sampling Penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling. Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2012 : 77). Sedangkan Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yang dimana periset atau penelitian ini mengambil sumber datanya adalah orang yang masuk dalam criteria, dan sampling purposive mempertimbangkan dengan cermat dan strategis dalam menentukan sampel (Dantes, 2012 : 46). Sampel purposive yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengkriteriakan setiap yang dijadikan responden adalah pengunjung PT. Graha Layar Prima (BlitzMegaplex) yang memakai rekening ponsel itu sendiri.

35 3.4 Jenis Data Dalam membuat penelitian ada beberapa jenis atau tipe riset cara untuk menganalisi data, yaitu : 1. Jenis eksploratif, yaitu dimana riset ini untuk menggali data, tanpa mengoperasionalisasi konsep atau menguji konsep pada realitas yang diteliti. 2. Jenis deskriptif, yaitu riset yang bertujuan membuat deskripsi secara sistmatis, factual dan akurat tentang fakta dan sifat-sifat populasi objek tertentu. 3. Jenis eksplanatif, yaitu riset yang menghubungkan sebab akibat anatara dua atau lebih variable, periset membutuhkan definisi konsep atau variable, kerangka konseptual dan kerangka teori dan melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal yaitu hipotesis. Dan jenis riset ini juga dapaat disebut sebagai jenis riset kolerasi dan komparatif. 4. Jenis evaluative, yaitu riset yang mengkaji efektivitas atau keberhasilan suatu program (Kriyantono, 2012 : 68-70). Dalam penelitian kuantitatif terdapat empat jenis data, yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio (Sugiyono, 2012 : 8). 1. Data nominal atau yang disebut juga dengan data diskrit adalah data yang satu sama lain terpisah, tidak dalam satu garis kontimun, data ini diperoleh dari hasil menghitung dan membilang. 2. Data ordinal merupakan data yang berbentuk peringkat atau ranking, dan antar ranking jaraknya tidak sama. 3. Data interval adalah data yang jaraknya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol absolute. 4. Data rasio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol absolute/mutlak. Nol absolute adalah nilai yang betul-betul nol tidak ada apa-apanya. Penelitian ini menggunakan tipe riset jenis eksplanatif dan juga jenis data interval karena menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Pada skala likert, variable yang akan diukur dijabarkan menjadi indicator variable, dan kemudian indicator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun instrument yang berupa pertanyaan dan pernyataan. Jawaban setiap

36 instrument tersebut mempunyai gradasi dari yang sangat positif sampai sangat negative (Sugiyono, 2012 : 136). Menurut Cooper dan Schindler berbagai skala sikap seperti skala likert ini dikategorikan sebagai skala interval karena memiliki jarak yang sama (sangat baik, baik, kurang baik, dan tidak baik) (Sugiyono, 2012 : 8). 3.4.1 Skala Pengukuran Skala ialah ukuran majemuk yang terdiri dari beberapa butiran (item) yang memiliki struktur empiris atau logis (Ardianto, 2011). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala liker merupakan teknik mengukur sikap dimana subjek diminta untuk mengindikasi tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuaan mereka terhadap masingmasing pertanyaan. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif samapai sangat negative yang dapat berupa kata-kata anatar lain (Sugiyono, 2004 : 86) : 1. Sangat setuju 1. Selalu 2. Setuju 2. Sering 3. Ragu-ragu 3.Kadang-kadang 4. Tidak setuju 4.Hampir tidak pernah 5. Sangat tidak setuju 5. Tidak pernah Untuk keperluan analisis kuantitatif maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya : 1. Sangat setuju/selalu diberi skor 5 2. Setuju/sering diberi skor 4 3. Ragu-ragu/kadang-kadang diberi skor 3 4. Tidak seuju/hamper tidak pernah diberi skor 2 5. Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1

37 Table 3.1 Skala Likert Pernyataan Skala Likert Sangat setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Netral (N) 3 Tidak setuju (TS) 2 Sangat setuju (STS) tidak 1 3.5 Uji Keabsahan Data Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengkelompokan data berdasarkan variable dan jenis data responden, mentabulasi data berdasarkan variable, dari seluruh responden, menyajikan data tiap variable yng diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2012). 3.5.1 Uji Validitas Validitas menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada ojek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti (Sugiyono, 2004). Uji validitas dilakukan untuk megetahui tingkat kevalidan dari instrument (kuisioner) yang digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara mengkolerasi setiap skor variable jawaban responden dengan total skor masingmasing variable, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf signifikan 0,05 dan 0,01. Tinggi rendahnya validitas instrument akan menunjukan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gamabaran tentang variable yang dimaksud. Untuk mengetahui apakah instrument penelitian yang disusun sudah valid, maka perlu diuji dengan uji korelasi antar skor tiap-tiap pertanyaan dengan skor total.

38 Rumus yang dipakai adalah rumusan Product Moment, dikarenakan data yang dipakai interval (Noor, 2012 : 128), Sebagai berikut : Keterangan : n = Jumlah responden X = Skor total yang dperoleh dari seluruh item variable X Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item variable Y Cara menentukan valid atau tidaknya adalah dengan melihat pada hasil r hitung. Jika r hitung > r table, maka item dinyatakan valid (Priyatno, 2012 : 120). 3.5.2 Uji Realibilitas Realibilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Reliabilitas menunjukan kemantapan atau konsistensi hasil pengukuran. Rumus yang digunakan untuk menguji reliabilitas yaitu rumus Cronbach s Alpha (Noor, 2012 : 131), dikarenakan data yang dipakai interval. Sebagai berikut : Keterangan : r ii k = Reliabilitas instrument = banyaknya butir pertanyaan = Jumlah butir pertanyaan = Varians total

39 N = Jumlah responden Suatu instrument dinyatakan reliable jika koefisien reliabilitas minimal 0,6. Jika nilai alpha >0,06 dinyatakan reliable (Sugiyono, 2012 :184). 3.5.3 Uji Normalitas Normalitas dipenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikansi (α) tertentu (α = 0,05). Sebaliknya, jika hasil uji signifikan maka normalitas diatas tidak terpenuhi (Noor, 2011). Jika signifikan yang diperoleh > α, maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Tetapi jika signifikansi yang diperoleh < α, maka sampel bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Normalitas suatu data tersebut dianggap dapat mewakili suatu populasi (Priyatno, 2012 : 33). Penelitian ini menggunakan Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui populasi berdistribusi normal atau tidak. 3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1 Kolerasi Hipotesis asosiatif (hubungan) diuji dengan teknik kolerasi berbagai macam teknik kolerasi, salah satnya adalah kolerasi Pearson Product Moment ( r) kolerasi rasio (n). Dalam contoh analisis ini, data yang dikolerasikan berbentuk interval, dari sumber data yang sama (Sugiyono, 2012). Rumus kolerasi Product Moment : Keterangan : X X Y X = Y= XY= X 2 = Y 2 = n= = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item = Skor total yang diperoleh dari seluruh item = Jumlah skor dalam distribusi X

40 Y X 2 Y 2 n = Jumlah skor dalam distribusi Y = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi X = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y = Banyaknya responden Nilai koefisien kolerasi ini (Priyatno, 2013 : 115) adalah : Kolerasi Table 3.2 Koefisien Kolerasi Hubungan 0,0 0,199 Sangat Rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,059 Sedang 0,060 0,799 Kuat 0,80 1,00 Sangat Kuat 3.6.2 Koefisien Determinasi Mengetahui apakah variable X berpengaruh secara signifikan terhadap variable Y. signifikan artinya nyata dan dapat digenerasikan atau berlaku pada keseluruh populasi. Cara mengujinya adalah menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2012) : KD = r 2 x 100% Keterangan : KD r = koefisien determinasi = Koefisien korelasi

41 3.6.3 Regresi Persamaam regresi digunakan untuk melakukn prediksi seberapa tinggi variable dipenden bilai nilai variable independen dimanipulasi atau dirubah-ubah. Persamaan regresi sederhana dirumuskan sebagai berikut : Y = a + b X Keterangan : Y = Nilai yang diprediksikan a = Konstan atau nila harga X = 0 b = Koefisien regrei X = Nilai variable independent Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan regresi lincar sederhana. Regresi linear sederhana (Kriyantono, 2012 : 184), jika terdapat data dari dua variable yang sudah diketahui yang mna variable bebas X dan yang mana variable terikat Y, sedangkan nilai Y lainnya dapat dihitung atau diprediksikan berdasarkan suatu nilai. 3.6.4 Uji Hipotesis Uji hipotesis digunkan digunakan untuk mengetahui apakah variable X berpengaruh secara signifikan terhadap variable Y. signifikan artinya nyata dan dapat digeneralisasikan atau berlaku pada keseluruhan populasi. Cara mengujinya adalah menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2012) : t = Dimana : r t = Koefisien korelasi = Uji statistic Kriteria penguji hipotesis melalui Uji t :

42 a. Ho diterima, jika t hitung > t tabel b. Ha ditolak, jika t hitung < t tabel Kriteria pengujian hipotesis berdasarkan signifikansi : a. Ho di terima, jika signifikansi >0,05 b. Ha ditolak, jika signifikansi <0,05 3.7 Operasional Variabel Operasionalisasi variable pada penelitian ini sebagai berikut : Tabel 3.3 Operasional Konsep Variable Indicator Descriptor Alat Ukur Variable (X) Kupon/ voucher 1. Penukaran voucher likert promosi dengan produk penjualan Agus Hermawan 2. Mempromosikan brand 3. Praktis/ mudah dibawa (2012 : 132-4. Pengurangan harga 134) selama periode waktu Price packs 5. Buy 1 get 1 6. Menarik perhatian 7. Berguna atau tidak 8. Mengenalkan Diskon 9. Pengurangan harga 10. Menarik perhatian 11. Paket harga 12. Kepuasan Variable (Y) Pengenalan 1. Sadar akan adanya keputusan masalah kebutuhan pembelian (Kotler & Keller, 2011) Pencarian informasi 2. Konsumen akan mencari informasi lebih banyak 3. Adanya perhatian yang kuat terhadap informasi seperti (bacaan,

43 Evalulasi alternative Keputusan pembelian Pasca pembelian menelpon teman dan mengunjungi toko) perihal dari kebutuhan dari produk tersebut 4. Konsumen berusaha untuk memenuhi kebutuhan 5. Mencari manfaat dari produk tersebut 6. Konsumen mngevaluasi masing-masing produk atau membandingkan dengan produk lain 7. Konsumen mengetahui kebutuhannya 8. Konsumen mengambil tindakan untuk membeli produk 9. Konsumen memberikan respon terhadap produk 10. Keputusan konsumen untuk melakukan keputusan pembelian selanjutnya 3.8 Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang dihadapi dan harus dibuktikan kebenarannya dan hipotesis juga merupakan pernyataan-pernyataan sederhana mengenai suatu harapan tentang hubungan antar variable dalam masalah (Dantes, 2012 : 28). Hipotesis dari penelitian ini dapat dilihat dari yang telah diuraikan diatas, yang mencari pemahaman tentang pengaruh promosi penjualan terhadap keputusan pembelian.

44 1. Apakah ada hubungan signifikan antara promosi penjualan dengan keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex)? Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara promosi penjualan dengan keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex). Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara promosi penjualan dengan keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex). 2. Apakah ada pengaruh dari promosi penjualan terhadap keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex)? Ho : Tidak terdapat pengaruh dari promosi penjualan terhadap keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex). Ha : Terdapat pengaruh dari antara promosi penjualan terhadap keputusan pembelian konsumen PT. Graha Layar Prima (blitzmegaplex).

45