BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Temuan Utama

dokumen-dokumen yang mirip
PEMILIHAN LOKASI GUDANG PT. HPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CENTER OF GRAVITY DAN TRANSPORTASI TESIS K A R N A

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

MODEL TRANSPORTASI OLEH YULIATI, SE, MM

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Model Transportasi /ZA 1

BAB VII METODE TRANSPORTASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Program Linier (Linear Programming)

STRATEGI LOKASI Suhada, ST, MBA

Riset Operasional TABEL TRANSPORTASI. Keterangan: S m = Sumber barang T n = Tujuan barang X mn = Jumlah barang yang didistribusikan

MASALAH TRANSPORTASI

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pemilihan Lokasi BAB 6 PEMILIHAN LOKASI

ANALISA PERBANDINGAN METODE VAM DAN MODI DALAM PENGIRIMAN BARANG PADA PT. MITRA MAYA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. Metode pemeringkatan faktor (Location Factor Rating)

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-6

BAB 2 LANDASAN TEORI

EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI DENGAN PENDEKATAN METODE NORTH WEST CORNER DAN STEPPING STONE (Studi Kasus Industri Air Minum Kemasan di Lampung)

Modul 10. PENELITIAN OPERASIONAL MODEL TRANSPORTASI. Oleh : Eliyani PROGRAM KELAS KARYAWAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE TRANSPORTASI Permintaan Masalah diatas diilustrasikan sebagai suatu model jaringan pada gambar sebagai berikut:

BEBERAPA PERTIMBANGAN DI DALAM PENENTUAN LOKASI

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-12 & 13. Riani Lubis Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB III MODEL TRANSPORTASI. memperkecil total biaya distribusi (Hillier dan Lieberman, 2001, hlm. 354).

PERENCANAAN FASILITAS SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI RIAU

PERSOALAN TRANSPORTASI

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

UMMU KALSUM UNIVERSITAS GUNADARMA

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

Manajemen Tranportasi dan Distribusi. Dosen : Moch Mizanul Achlaq

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

TRANSPORTASI NORTH WEST CORNER (NWC)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Fasilitas Lokasi. Sistem suplai dan distribusi. Transportasi/Lokasi Tradeoff

TRANSPORTASI & PENUGASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1. PENDAHULUAN. Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-7. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

MANAJEMEN TRANPORTASI DAN DISTRIBUSI

BAB III METODE PENELITIAN. daya yang ada seefisien mungkin, dengan biaya yang sekecil-kecilnya untuk

Lokasi dan Inovasi. Empat faktor yang mempengaruhi inovasi :

Metode Transportasi. Rudi Susanto

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 10 & 11: MANAJEMEN TRANSPORTASI & DISTRIBUSI

Makalah Riset Operasi tentang Metode Transportasi

BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam bidang industri semen, dengan kapasitas total produksi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen Transportasi dan Distribusi. Diadopsi dari Pujawan N

#6 METODE TRANSPORTASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Merancang Jaringan Supply Chain

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Lokasi Pabrik ditentukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

III METODOLOGI 3.1. Kerangka Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Biaya Distribusi Tas Dengan Menggunakan Metode Transportasi Solusi Awal Pada CV. Nabilah Putri.

OPTIMASI DISTRIBUSI GULA MERAH PADA UD SARI BUMI RAYA MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI DAN METODE LEAST COST

BAB I PENDAHULUAN. hingga ke luar pulau Jawa. Outlet-outlet inilah yang menjadi channel distribusi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP. Hasil penelitian yang telah diperoleh dan simpulan merupakan jawaban. dari perumusan masalah yang ada sebagai berikut:

BAB V ASPEK TEKNIS / OPERASI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PERENCANAAN RUTE DISTRIBUSI VCD PEMBELAJARAN KE GUDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVINGS MATRIX UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

Metodologi Penelitian

PERTEMUAN 9 MENENTUKAN SOLUSI FISIBEL BASIS AWAL

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. tujuan yang sama. Menurutnya juga, Sistem Informasi adalah serangkaian

Metode Transportasi. Muhlis Tahir

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TRANSPORTASI APROKSIMASI VOGEL

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan bisnis yang terjadi di kalangan perusahaan

MODEL TRANSPORTASI. Sesi XI : Model Transportasi

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik pabrik tersebut ke gudang gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-11

IMPLEMENTASI METODE NWC DAN MODI DALAM PENGOPTIMALAN BIAYA PENDISTRIBUSIAN PUPUK (STUDI KASUS : PT. PERKEBUNAN RIMBA AYU)

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Pengumpulan Data

STUDI PENGGUNAAN PACKING PLANT PADA DISTRIBUSI SEMEN DI KALIMANTAN MENGGUNAKAN METODE TRANSSHIPMENT: STUDI KASUS PT. SEMEN GRESIK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Hermansyah, Helmi, Eka Wulan Ramadhani INTISARI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, efektivitas dalam penyediaan produk yang tepat waktu, dan

biaya distribusi dapat ditekan seminimal mungkin

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 PENGERTIAN MODEL DAN METODE TRANSPORTASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pokok Bahasan VI Metode Transportasi METODE TRANSPORTASI. Metode Kuantitatif. 70

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Transkripsi:

BAB V PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijabarkan terkait temuan utama, kajian dengan penelitian sebelumnya, implikasi industri dan keterbatasa penelitian yang terkait dengan penentuan DC baru dan lokasi DC dengan biaya transportasi yang minimal. Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan jasa transportasi dan pergudangan (3PL) PT. KWE yang dikhususkan pada pelanggan mereka PT. HPI sebuah perusahaan elektronik terkemuka yang menguasai sebagian pasar Indonesia dan produk-produk mereka merupakan barang yang dikirim dari luar negrai. 5.1 Temuan Utama Penelitian ini akan membahasa penentuan lokasi DC baru untuk penyimpanan produk-produk elektronik PT. HPI berdasarkan Center Gravity dan penentuan lokasi DC dengan biaya transportasi yang minimal dari lokasi DC yang sudah tersedia saat ini dengan metode Transportasi. Temuan utama yang didapat dalam penelitian adalah untuk lokasi DC / gudang yang sudah ada gudang pulogadung adalah lokasi gudang yang paling minimal biaya transportasinya guna menyimpan dan mendistribusiakan produk-produk elektronik PT. HPI hasil dai pengolahan data menunjukan nilai output dari area Pulogadung lebih besar dibandingkan dengan dua loksi gudang yang lainnya yaitu Caengkarang dan Marunda. Selanjutnya untuk penentuan lokasi DC baru dengan menggunakan metode Center of Gravity didapat lokasi yang baru sedikit bergeser lebih mendekati pelanggan yang memiliki total volume pengiriman barang yang lebih besar bergeser sekitar 10 Km dari lokasi gudang lama ke arah utara. 85

Hasil dari temuan utama ini sebagia landasan untuk menjadi masukan kepada perusahaan terkait penentuan lokasi gudang baru yang bisa ditawarkan untuk bisa menjamin arus barang yang lebih baik lagi sehingga bisa menjadi nilai lebih dalam proses pemilihan kembali penyelenggara 3PL peride berikutnya. Kendati demikian hasil dari peneltian ini hanya sebaagai masukan perusahaan. 5.1.1 Penetapan Lokasi DC Baru Dalam metode center of gravity ini adalah bagaimana mendapatkal lokasi gudang baru yang paling optimal berdasarkan masukan data yang menjelaskan area distribusi produk-prduk eloktronik PT. HPI. Dari hasil pengolahan data didapat output yang menggambarkan lokasi baru yang diinginkan yaitu area Cempaka putih Jakarta Pusat. Hasil penelusuraan lokasi gudang baru ini belokasi 10 KM dari lokasi gudang lama, lokasi baru yang disarankan lebih mendekati dan berada di antara lokasi area ditribusi saat ini. Kendati demikian hasil dari penelitian ini perlu ditindak lanjuti dengan mempertimbangkan biaya inpestasi gudang baru tentunya, terlepas dari itu ini akan menjadi masukan yang baik untuk perusahaan agar awal dari lokasi sendiri sudah baik untuk bisa mendukung pendistribusian yang baik. Pada penelitian ini, teknik penentuan lokasi yang akan digunakan adalah metode pusat gravitasi yang merupakan teknik kuantitatif dan matematis untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi. Dalam menemukan lokasi terbaik untuk menjadi pusat distribusi diperhitungkan lokasi pasar, volume barang yang dikirim ke pasar, dan biaya pengangkutan (Heizer & Render, 2013). Karena volume kendaraan truck yang dipindahkan setiap bulannya mempengaruhi biaya, jarak bukan menjadi satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung bersifat proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang diangkut. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang membuat jarak tertimbang antara gudang dan outlet pengecernya menjadi minimal, 86

jarak ini diberi bobot sesuai dengan banyaknya truck yang diangkut. (Heizer & Render, 2013). Terdapat beberapa data yang perlu disiapkan sebelum mengolahnya dengan metode pusat gravity, antara lain titik koordinat dari setiap lokasi gudang pelanggan yang dimiliki karena dalam penelitian ini proses pencarian lokasi gudang akan menyesuaikan dengan letak atau lokasi existing yang dimiliki oleh setiap pelanggan. Untuk mengetahui titik koordinat yaitu dengan menggunakan aplikasi Google Map. Pengumpulan data lainnya yaitu berupa data kuantitas barang yang dikirim dari gudang atau diterima oleh masing-masing pelanggan merupakan data sekunder yang didapatkan melalui data internal perusahaan. Data yang akan digunakan adalah data selama 1 tahun terhitung Bulan Januari hingga Bulan Desember 2015. Setelah seluruh data didapatkan maka data akan diolah menggunakan rumus center gravity dan software POM for window penggunaan software ini dimaksudkan agar bisa memudahkan ketika metode ini akan digunakan berulangkali untuk menentukan lokasi gudang ketika ada pelanggan baru dan membutuhkan metode yang sama dalam menentukan lokasi gudang penyimpanan yang baru atau yang suda ada. Setelah diketahui titik koordinat atau lokasi terbaik dan ideal berdasar metode pusat gravitasi, kemudian ini akan disampaikan sebagi usualan kepada perusahaan. Tentunya ini memerlukan analisis lebih lanjut secara deskriptif mengenai lokasi tersebut dan pengaruhnya terhadap perusahaan. Dalam menentukan dan mengevaluasi lokasi gudang baru untuk PT. HPI dengan menggunakan metode pusat gravitasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui titik koordinat secara pasti dari ke 12 gudang pelanggan yang tersebar di Kota Jakarta dan Tangerang dengan menggunakan aplikasi Google Maps. Dapat dilihat pada Gambar 5.2 lokasi setiap pelanggan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta dan Tangerang. 87

Gambar 5.1 Peta Lokasi Gudang Pelanggan PT. KHI Setelah melihat lokasi dari setiap pelanggan dan diketahui titik koordinat menggunakan aplikasi Google Map, kemudian menghitung volume atau berat barang yang dikirim ke masing-masing pelanggan/area selam kurun waktu satu tahun 2015 yang didapat dari data internal perusahaan. Diketahui pada Tabel 5.1 total berat yang didistribusikan untuk masing-masing pelanggan pada tahun 2015 sebagai berikut: Tabel.5.1 Total Berat Masing-masing Pelanggan Area / loction Sum of weight Kordinat (x) Kordinat (y) Location 1 (kelapa gading) 4,694,602-6.16883 106.8871 Location 2 (sunter) 2,879,539-6.13398 106.8788 Location 3 (cililitan) 2,093,089-6.2645 106.8743 Location 4 (kapuk) 531,023-6.11186 106.7159 Location 5 (pulogaadung) 289,298-6.19681 106.9081 88

Tabel.5.1 Total Berat Masing-masing Pelanggan (Lanjutan) Area / loction Sum of weight Kordinat (x) Kordinat (y) Location 6 (puri indah) 228,568-6.18523 106.7496 Location 7 (cengkareng) 182,341-6.22903 106.8295 Location 8 (cibubur) 68,644-6.34515 106.8696 Location 9 (penjaringan) 37,708-6.14375 106.9013 Location 10 (rasuna said) 26,737-6.22316 106.8321 Location 11 (roxy mas) 16,065-6.16704 106.8009 Location 12 (mangga dua) 6,100-6.138 106.8282 Setelah data terkumpul secara lengkap, seluruh data kemudian diolah menggunakan alat bantu software POM for Windos dan perhitungan rumus metode pusat gravitasi. Output yang didapat dari POM dengan masukan data seperti pada data table diatas didapat lokasi koordinat untuk gudang baru yang disarankan adalah (-6.17831, 106.8707) output dari POM dapat dilihat sebagaimana dalam Gambar 5.3. Gambar 5.2 Titik Kordinat DC Baru POM 89

Data hasil perhitungan software POM for Window tersebut diatas bila dibandingkan dengan hasil yang didapat dengan metode matematis hasilnya adalah sama yaitu : (-6.17831, 106.8707). Sehingga ini lebih menguatkan akan titik kordinat yang disarankan untuk penentuan lokasi gudang baru. Hasil titik koordinat yang diperoleh selanjutnya diperiksa menggunakan aplikasi Google Map, untuk mengetahui secara pasti keberadaan lokasi tersebut. Letak lokasi dari titik kordinat tersebut diketahui ada di area Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lokasi koordinat dapat dilihat pada Gambar 5.5. Gambar 5.3 Lokasi Koordinat Metode Pusat Gravitasi Berdasar tinjauan lokasi secara langsung, usulan lokasi gudang hasil perhitungan dengan menggunakan metode pusat gravitasi jatuh pada lahan pemukiman warga, area kosong ada di sekitar 1 km ke arah timur. Pada Gambar 5.6, dapat terlihat usulan lokasi gudang dan titik area distribusi dari ke 12 pelanggan terlihat gudang baru yang diusulkan lebih center untuk 12 pelanggan tersebut dibandingkan dengan lokasi gudang saat ini yaitu area Pulogadung. 90

Gambar 5.4 Area Distribusi dan Lokasi DC yang disarankan Lokasi yang berdekatan dengan salah satu pelanggan yang memiliki total volume pengiriman terbesar pada saat ini merupakan sebuah keuntungan yang dapat dimanfaatkan oleh PT. KWE. Lokasi usulan gudang yang berada di tengah kota, memiliki sisi keuntungan dan kerugian tersendiri. Dengan berada di pusat kota, perusahaan dapat melayani kebutuhan setiap pelanggan dengan baik karena jarak yang harus ditempuh menjadi lebih singkat, namun jika ditinjau dari segi perundang-undangan dan tata kota, diperlukan kajian lebih lanjut mengenai lokasi tersebut. Hal tersebut diperlukan untuk memberikan pandangan yang lebih luas kepada perusahaan untuk menghasilkan keputusan yang baik. Selain itu, perusahaan juga tetap harus memperhatikan syarat-syarat lokasi gudang yang baik, diantaranya (Tnunay, 2013): 1. Memperhatikan jenis barang yang akan disimpan serta karakteristik dari barang tersebut. Hal utama yang harus diperhatikan adalah apakah barang yang akan disimpan adalah makanan (food) atau bukan makanan (nonfood items) atau kedua-duanya. Karakteristik barang yang harus diperhatikan adalah: 91

A. Volume dari barang yang akan disimpan, B. Frekuensi dan ukuran atau banyaknya pengiriman yang akan diterima di gudang, C. Frekuensi dan ukuran atau banyaknya pengiriman yang akan dikirim/dikeluarkan dari gudang, D. Lingkungan pergudangan dan kondisi bangunan. Hal ini penting untuk menjamin barang tidak mengalami kerusakan atau penurunan kualitas selama disimpan, E. Sensitivitas temperatur, apakah barang memerlukan suhu khusus, F. Apakah barang yang akan disimpan termasuk kategori barang berbahaya atau tidak. Juga bahan baku dari barang apakah termasuk bahan yang berbahaya. Banyaknya barang yang akan disimpan untuk perhitungan luas tempat yang diperlukan. a. Ukuran dan berat barang termasuk kemasannya, b. Jenis kemasan, c. Kebutuhan akan tempat khusus untuk memasang kemasan baru, pemasangan label dan sebagainya. Waktu yang diperlukan untuk menyimpan barang tersebut. Selain ketiga hal tersebut di atas, terdapat hal-hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan sebelum memutuskan atau memilih sebuah gudang (Tnunay, 2013): 1. Memperhatikan atau mempertimbangkan peraturan (legislasi) yang berlaku. Seorang manajer pergudangan harus memastikan bahwa operasi pergudangan yang akan dilakukan harus sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku, Misalnya: a. Peraturan tenaga kerja. b. Peraturan kesehatan dan juga tentang keselamatan pekerja. c. Peraturan mengenai penyimpanan barang-barang yang masuk kategori 92

barang berbahaya atau mengandung bahan berbahaya. d. Peraturan penyimpanan untuk obat-obatan dan sejenisnya. e. Peraturan mengenai bangunan atau sejenisnya. 2. Memilih lokasi yang cocok dengan mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. Memilih lokasi yang letaknya dekat dengan pelabuhan atau secara geografis berada di tempat yang dekat dengan lokasi pabrik atau pelanggan ataupun sesuai dengan kebutuhan perusahaan. b. Kondisi bangunan gudang harus baik. c. Keamanan. Keamanan adalah aspek yang sangat penting dari fasilitas gudang. Perusahaan memerlukan suatu parameter untuk keamanan bangunan dan lingkungan sekitarnya serta perlindungan yang memadai untuk isi gudang, kendaraan dan peralatan yang digunakan. d. Lokasi gudang harus bebas dari banjir serta akses ke gudang juga harus bisa dilalui oleh truk besar. e. Melihat fasilitas apa yang ada untuk gudang tersebut, misalnya fasilitas air, listrik, telepon, dan fasilitas lain yang dibutuhkan. Gudang atau warehouse memiliki fungsi yang penting bagi perusahaan, terutama pada perusahaan yang bergerak di lini bisnis ritel.tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi optimal yang dapat digunakan perusahaan dalam mementukan lokasi gudang. Penelitian ini menggunakan metode pusat gravitasi dalam menghitung lokasi optimal yang akan menjadi pertimbangan perusahaan. Metode pusat gravitasi merupakan teknik kuantitatif dan matematis untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi. Hal ini memiliki sisi menguntungkan dan merugikan yang perlu dikaji lebih dalam oleh perusahaan. Karena dalam memilih dan menentukan lokasi, yang merupakan investasi jangka panjang, memerlukan pertimbangan lain seperti halnya memperhatikan jenis barang yang akan disimpan serta karakteristik dari barang tersebut, banyaknya barang yang akan disimpan untuk perhitungan luas tempat 93

yang diperlukan dan waktu yang diperlukan untuk menyimpan barang tersebut serta kebijakan dan keinginan dari perusahaan agar lokasi yang dipilih dapat menunjang tujuan bisnis perusahaan. Metode pusat gravitasi dapat digunakan dan diaplikasikan oleh perusahaan sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menentukan lokasi berdirinya suatu usaha atau unit bisnis atau gudang dengan mempertimbangkan jarak diantara unit-unit yang lain. Meskipun metode pusat gravitasi mengabaikan / tidak memperhitungkan perbedaan biaya distribusi dan produksi untuk setiap lokasi dimana dalam formula, penggunaan metode pusat grvitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung bersifat proporsional dengan jarak dan banyaknya barang yang diangkut. Untuk itu, dalam mencari optimalisasi lokasi perlu memasukkan biaya produksi atau dalam analisa, juga membandingkan hasil analisa menggunakan metode penentuan lokasi yang lain, menggunakan Metode Pemeringkatan Faktor, Analisis Titik-Impas Lokasi, dan atau Model Transportasi, agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang ideal dan tepat sasaran 5.1.2 Lokasi DC dengan Biaya Transportasi Terendah Metode transportasi digunakan untuk menganalisa tiga lokasi gudang yang sudah tersedia saat ini yaitu area Pulogadung, Cengkareang dan Marunda untuk lokasi yang memiliki biaya transportasi paling minimal. Metode ini adalah tindak lanjut dari metode Center of Gravity apabila pengadaan gudang baru yang telah disarankan dari penelitian metode Center of gravity tidak dapat terpenuhi oleh perusahaan. Dari ketiga area gudang tersebut hasil dari pengolahan data yang dilakukan menunjukan bahwa gudang Pulogadung memiliki biaya transportasi yang paling minimal dibandingkan dengan 2 gudang yang lainnya. Temuan ini akan lebih mengukuhkan lokasi penanganan produk PT. HPI untuk bisa dilakukan diarea pulogadung. Apa bila dalam rancangan nya perusahaan tidak memeungkinkan untuk melakukan pengadaan gudang bau dilokasi baru yang lebih optimal sebagaimana hasil yang didapta dari penelitian sebelumnya melalui penentuan lokasi DC baru denagan metode Center of Gravity. 94

Untuk metode ini variable yang digunakan sebagai inputan data adalah jarak masing-masing gudang, biaya pengiriman, kebutuhan atau total volume masingmasing pelanggan dan total supply masing-masing gudang. Dalam Tabel 5.1 disajikan biaya trasportasi untuk masing-masing gudang: Tabel 5.2 Biaya Pengiriman Antar Gudang (Rp) Area Distribusi Biaya DC Pulogadung Biaya DC Cengkareng Biaya DC Marunda Demand Location 1 (kelapa gading) 478.67 2,561.62 1,694.21 4,694,602.00 Location 2 (sunter) 1,034.22 2,125.02 1,042.20 2,879,539.00 Location 3 (cililitan) 1,041.48 2,683.47 2,610.94 2,093,089.00 Location 4 (kapuk) 2,347.67 734.69 2,428.90 531,023.00 Location 5 (pulogaadung) 38.44 3,004.03 1,403.38 289,298.00 Location 6 (puri indah) 1,626.04 1,467.93 3,119.35 228,568.00 Location 7 (cengkareng) 3,006.93 638.23 3,087.44 182,341.00 Location 8 (cibubur) 1,839.99 3,295.59 3,194.05 68,644.00 Location 9 (penjaringan) 1,687.68 1,245.27 1,768.19 37,708.00 Location 9 (penjaringan) 1,033.50 2,196.82 2,209.87 37,708.00 Location 11 (roxy mas) 1,182.90 1,761.66 1,995.19 16,065.00 Location 12 (mangga dua) 1,110.38 1,613.71 1,481.71 6,100.00 Supply 11,053,714.00 11,053,714.00 11,053,714.00 5.1.2.1 Penyelesaian POM for Windos Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software POM for Windows dari input data sebagai mana data dalam tebel tersebut didapat hasil output sebagaimna dalam Gambar 5.8. 95

Gambar 5.5 Output POM untuk metode Transportasi Hasilnya menerengkan bahwa hampir semua shipment lebih minimal biaya transportasinya apabila dikirim dari area Pulogadung sehingga dari metode ini lokasi yang disarankan untuk digunakan penyimpanan dan pendistribusian produk-produk elektronik milik PT. HPI adalah dari area Pulogadung 5.1.2.2 Penyelesaian dengan North West Corner Metode ini adalah hasil dari Pengalokasian metode distribusi pojok kiri atas mensupplay semua kebutuahn sesuai jumlah demand dan jumlah supply yang dimiliki pada satu DC. Dalam penelitian ini supply masing-masing DC adalah sesuai dengan total jumlah demand keseluruhan pelanggan sehingga hasil yang diperoleh ketika area pulogadung memulai mengisi demand pelanggan maka semua kebutuhan dari total pelanggan terpenuhi dengan total biaya transportasi 96

adalah. Rp. 9,826,247,951.75. dengan Tabel tebel supply dan demand masingmasing pelanggan sebagai berikut: Tabel.5.3 Kebutuhan dan Biaya Transportasi Antar Gudang Loka si Kelapa gading Sunter Cililitan Kapuk PGD 478.67 1,034.22 1,041.48 2,347.6 7 CGK 2,561.62 2,125.02 2,683.47 734.69 MRG 1,694.21 1,042.20 2,610.94 2,428.9 0 Puloga dung 38.44 3,004.0 3 1,403.3 8 Puri indah 1,626.0 4 1,467.9 3 3,119.3 5 Cengka reng 3,006.9 3 638.23 3,087.4 4 Cibub ur 1,839. 99 3,295. 59 3,194. 05 Penjari ngan 1,687.6 8 1,245.2 7 1,768.1 9 Rasun a said 1,033. 50 2,196. 82 2,209. 87 Roxy mas 1,182. 90 1,761. 66 1,995. 19 Mang ga dua 1,110.38 1,613.71 1,481.71 SUPPLY 11,053,7 14.00 11,053,7 14.00 11,053,7 14.00 Dem and 4,694,60 2.00 2,879,53 9.00 2,093,08 9.00 531,02 3.00 289,29 8.00 228,56 8.00 182,34 1.00 68,64 4.00 37,708. 00 26,73 7.00 16,06 5.00 6,100.00 5.1.2.3 Metode Biaya Terkecil (Least Cost Method) Metode ini adalah lanjutan dari metode North West Corner metode ini akan menghitung semua biaya transportasi masing-masing gudang dan membandingkan nya satu dengan yang lainnya dan mengambil hasil dari biyaya transportasi gudang yang terkecil. Hasil dari metode ini dapat dilihat dalam Tabel 5.4. Dari hasil ketiga solusi DC yang ada dapat dibandingkan biaya transportasi untuk masing-masing area gudang sebagai berikut: Area Tabel.5.4 Hasil Biaya Transportasi Biaya Transportasi Solusi_1 DC Pulogadung Rp 9,826,247,951.75 Solusi_2 DC Cengkareng Rp 25,842,753,932.14 Solusi_3 DC Marunda Rp 19,777,481,406.16 Dari Tabel tersebut bisa dilihat bahwa biaya transportasi pendistribusisn barang dari area Pulogadung memiliki nilai yang paling minimal yaitu Rp. 9,826,247,951.75. Sanagat jauh bila dibandingkan dengan kedua lokasi gudang yang lain sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa area pulogadung adalah lokasi yang disarankan untuk penyimpanan dan pendistribusian produkproduk elektronk meilik PT. HPI. 97

5.1.2.4 Biaya Transportasi DC Baru yang Disarankan Lokasi DC baru yang disarangkan dari hasil metode center of gravity adalah area Cempaka Putih Jakarta Pusat. Area ini lebih mendekati lokasi pelanggan yang memiliki volume pendistribusian barang terbesa yaitu area Kelapa gading. Selain itu lokasi baru ini lebih dekat dengan beberepa pelanggan yang lain. Nilai dari biaya transportasi dari DC baru yang disarankan sebagaimana telah di jabarkan sebelumnya yaitu. Rp. 6,608,548,210.68 nilai ini 30% lebih rendah bila dibandingkan dengan hasil dari biaya transportasi ketiga DC yang paling minimum yang disarankan. Hasil ini bisa sebagai pertimbangan kenapa perusahaan perlu untuk menyiapkan DC baru sebagaimana telah disarankan dari hasil pengolahan data dengan metode center of gravity. Apabila rekomendasi lokasi gudang baru ini disetujui langkah selanjutnya adalah penelitian langsung kelapangan terkait ketersedian lahan dan mengetahui sosial lingkungan masarakat disana sebagai rekomendasi pada penelitian selanjutnya. 5.2 Perbandingan Dengn Penelitian Sebelumnya Dalam penelitin ini diperbandingkan denganpenelitian sebelumnya ada beberapa yang tidak ditemukan dalam penelitian sebelumnya, diantaranya : 1. Dalam penelitian ini pengolahan data salain mengunakan rumus matematis juga menggunakan software POM for Windows sehinggan hasil yang didapat bisa digunakan untuk kasus yang sama apabila penentuan lokasi sering dibutuhkan oleh perusahaan. 2. Penelitian ini menggunakan dua metode yang terkait akan tetepi memiliki tujuan yang berbeda center of gravity untuk kebutuhan lokasi gudang baru dan metode transportasi sebagai solusi alternatip ketika metode pertama tidak bisa terpenuhi. 3. Pada metode transportasi penelitian ini berbeda dengan yang lain diman masing-masing gudang memiliki kapasitas Supply yang sama yang sesuai dengan total kebutuhan pelanggan. 98

4. Pada penelitian metode transportasi ini hasil yang diharapkan adalah rekomendasi nilai minimal untuk satu gudang tunggal yang memenuhi semua kebutuhan pelanggan. 5.3 Implikasi Industri Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa akan ada penghematan biaya transportasi 3 Miliar per tahun apabila perusahaan bisa membangun DC baru di lokasi DC yang telah disarankan. Selain penghematan dari segi biaya penghematan dari segi waktu juga bisa diperoleh dari DC baru ini mengingat lokasi DC baru yang disarankan memiliki jarak lebih dekat dengan sebagian besar pelanggan PT. HPI saat ini. Dampaknya adalah target pengiriman akan lebih bisa tercapai dan kepuasan pelanggan bisa terpenuhi. Dari hasil Gambar berikut dapat digambarkan bahwa lokasi gudang yang minimal biaya transportasi memiliki lokasi kedekatan dengan pelanggan. Pada Gambar 5.6 bisa dilihat lokasi gudang lama dan gudang baru yang disarankan berikut area distribusi pelanggan. Gambar 5.6 Lokasi Gudang Baru dan Gudang Lama 99

Dampak dari hasil penelitian ini tentunya diharapkan bisa membantu para pelaku industry untuk mendapatkan contoh metode penyelesaian dalam pemilihan lokasi gudang baru atau gudang yang sudah tersedia untuk mendapatkan biaya transportasi yang minimal dalam roses penyimpanan dan pendistribusisan barang/produk mereka ke pasar/pelanggan. Ini akan sangat berpengaruh pada biaya logistik yang harus ditanggung oleh perusahan-perushaan pengguna jasa logistik merka, mereka akan mendapatan biaya logistik yang lebih murah dengan waktu pendistribusian yang lebih cepat. 5.4 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tentunya memiliki keterbatasan yang bisa disempurnakan dalam penelitian-penelitain selanjutnya yaitu meliput: 1. Penelitin ini hanya terbatas area Jakarta dan sekitarnya 2. Penelitian ini terbatas pada menemukan lokasi gudang baru akan tetepi tidak mengkaji lebih dalam dari kelayakan lokasi baru tersebut untuk gudang yang dibutuhkan 3. Penelitian ini terbatas pada penguanaan truck yang telah disampaikan 4. Penelitian ini tidak memepertimbangkan sumber barang masuk dari pelabuan atau bandara. 100