BAB II DESKRIPSI PROYEK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II Manusia, Aktifitas dan Ruang

BAB II TINJAUAN PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK

Medan Convention and Exhibition Center 1 BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BELAWAN INTERNATIONAL PORT PASSANGER TERMINAL 2012 BAB I. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB V PENERAPAN KONSEP

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. : Kelurahan Pulo Brayan Lama (Kecamatan Medan Timur, Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Deli)

BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BINTANG EMPAT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.

shelter of emosion BAB III ANALISA

5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung

BAB IV ANALISA PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB I PENDAHULUAN. A. JUDUL Terminal Bus Tipe A di Surakarta, dengan penekanan pada tampilan arsitektur modern.

MAKALAH TUGAS AKHIR 2014 Wedding Hall BAB I PENDAHULUAN

Analisa perencanaan dan perancangan gedung Convention Centre ini akan lebih

BAB I PENDAHULUAN. Exhibition) atau Wisata Konvensi, merupakan bagian dari industri pariwisata

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Gambar 1.1 Skema Aerotropolis

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

MEDAN CONVENTION & EXHIBITION CENTER (ARSITEKTUR EKSPRESIONISME) NURUL AUNI ISKANDAR

BAB III TINJAUAN LOKASI

Universitas Sumatera Utara

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Sasaran yang hendak dicapai dengan adanya Wedding Hall ini adalah:

1. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Presentase Jumlah Pecinta Seni di Medan. Jenis Kesenian yang Paling Sering Dilakukan Gol. Jumlah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB II DESKRIPSI PROYEK. edukasi, tempat pertunjukkan/teater dan retail UKM. Medan Art Centre terdiri

DAFTAR ISI. Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Halaman Persembahan Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Bagan Daftar Tabel Abstraksi

TUGAS AKHIR LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. SEMARANG INTERNASIONAL CONVENTION AND EXHIBITION CENTER (COEXs)

BAB I SHARPEN YOUR POINT OF VIEW. Pelaksanaan PA6 ini dimulai dari tema besar arsitektur muka air, Riverfront

BAB 1 PENDAHULUAN. Sragen Convention Centre. : Kabupaten yang berada di bagian Timur Provinsi Jawa Tengah. (id.wikipedia.org/wiki/kabupaten_sragen)

Galeri Fotografi Pelukis Cahaya yang Berlanggam Modern Kontemporer dengan Sentuhan Budaya Lombok. Ni Made Dristianti Megarini

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,

Medan Culinary Center Arsitektur Rekreatif

BAB I PENDAHULUAN. 1 P e n d a h u l u a n

BAB 3 SRIWIJAYA ARCHAEOLOGY MUSEUM

Pusat konvensi dan eksebisi di Solo

BAB V KONSEP DAN RANCANGAN RUANG PUBLIK (RUANG TERBUKA)

PURWOKERTO EXPO CENTER Oleh : Larasati Probosiwi,, Budi Sudarwanto, Agung Dwiyanto

BAB I PENGANTAR. menjadi sub sektor andalan bagi perekonomian nasional dan daerah. Saat ini

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Koentjaranigrat (seniman). Majalah Versus Vol 2 edisi Februari 2009

BAB I. mendorong tumbuhnya berbagai industri sebagai upaya dalam memenuhi. Persaingan dalam dunia industri sebagai dampak dari beragamnya

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS 4.1 Analisis Kegiatan Kegiatan Utama

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN. Judul Perancangan yang terpilih adalah Gorontalo Art Gallery Centre, dengan

BAB I PENDAHULUAN. Redesain Tengah 1.1 LATAR BELAKANG

BAB VI DESAIN PERANCANGAN

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Convention and

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pariwisata dewasa ini merupakan industri yang paling kompleks

BAB 1 PENDAHULUAN. Auditorium Universitas Diponegoro 2016

negara kita sebagai negeri bahari yang kuat. Trend masa kini ternyata tidak hanya terjadi pada gaya hidup dan mode tetapi juga olah raga. Saat ini ola

BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING. Dalam desain Gedung Kantor LKPP terdapat 13 point target

SEKOLAH TINGGI SENI TEATER JAKARTA

BAB 2 EKSISTING LOKASI PROYEK PERANCANGAN. Proyek perancangan yang ke-enam ini berjudul Model Penataan Fungsi

BAB I PENDAHULUAN CITY HOTEL DI MEDAN

BAB II TINJAUAN OBJEK GEDUNG KESENIAN GDE MANIK SINGARAJA

LaporanPerancangan Gedung Convention Centre di Kawasan Wisata Pantai Senggigi Lombok

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN. Metode yang digunakan dalam perancangan Malang Wedding Center adalah

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 2 DESKRIPSI PROYEK

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR LP3A SEMARANG CONVENTION AND EXHIBITION CENTER

TUGAS AKHIR 37 GEDUNG PERTEMUAN DI MARKAS PANGKALAN TNI AL SEMARANG BAB I PENDAHULUAN


BAB III: DATA DAN ANALISA

Perancangan Convention and Exhibition di Malang

HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA 3.1 ANALISA TAPAK

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

PENERAPAN SISTEM AKUSTIK PADA RUANG AUDITORIUM BALAI SIDANG DI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dalam ataupun luar negeri datang untuk menikmati objek-objek wisata tersebut.

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HABITAT SOSIAL

I.1 LATAR BELAKANG I.1.1

Transkripsi:

BAB II DESKRIPSI PROYEK Pada deskripsi proyek Medan Convention & Exhibition Center memiliki beberapa tinjauan yaitu meliputi terminologi judul, tinjauan proyek dan tinjauan fungsi. II.1. Terminologi Judul Kasus proyek yang akan direncanakan adalah Medan Convention & Exhibition Center, dilihat dari judul maka mengandung pengertian, yaitu : Medan adalah salah satu nama kota terbesar ke-3 di Indonesia yang merupakan ibukota provinsi Sumatera Utara yang berada di Pulau Sumatera. Convention merupakan: Kongres, konferensi atau konvensi merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Di dalam Bahasa Indonesia, konvensi adalah permufakatan atau kesepakatan, perjanjian antar negara-negara atau pemerintah, perjanjian tokoh-tokoh masyarakat ataupun partai politik dengan tujuan khusus. Convention juga merupakan pertemuan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mempunyai beberapa masalah yang sama, atau untuk tukar menukar informasi, gagasan, pemikiran yang menarik, dan biasanya memiliki tema khusus dan diikuti dengan kegiatan pameran. Kelompok tersebut biasanya terdiri dari 10 orang atau lebih. 1 Exhibition merupakan: Merupakan salah satu cara atau media penyebaran informasi, perkenalan sekaligus pemasaran suatu produk, baik bentuk gagasan maupun barang. Suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata 2 1 http://en.wikipedia.org/wiki/convention_center 16 Februari 2013, 09:02 am 2 http://en.wikipedia.org/wiki/exhibition 16 Februari 2013, 11:28 am Medan Convention and Exhibition Center 9

Center merupakan: Pusat, sentral, bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau organisasi. Dalam bahasa Inggris, Center berarti pusat atau bagian yang di tengah, terpusat/tertuju. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, berarti pokok pangkal atau yang menjadi tumpuan, semuanya diarahkan atau dikumpulkan di/pada dan kepada. Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktifitas atau fungsi terkumpul atau terkonsentrasi. Berdasarkan dari uraian di atas, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa Medan Convention and Exhibition Center merupakan sebuah pusat kegiatan yang biasanya dilakukan oleh sebuah komunitas ataupun organisasi yang berada di salah satu bagian di kota Medan yang merupakan pusat berkumpulnya sekelompok orang untuk mengadakan suatu acara (ceremony), pertemuan (konvensi), pameran (exhibition) dan juga pertunjukkan dengan memiliki fasilitas lainnya yaitu galeri seni (art gallery) dan kedai kopi (coffee shop) yang berfungsi mendukung keseluruhan aktifitas agar aktifitas yang terdapat di Medan Convention and Exhibition Center hidup dan tetap ada. Medan Convention and Exhibition Center merupakan bangunan komersial dengan fungsi utama sebuah ruang serbaguna yang sifat pemakaiannya insidental, artinya kegiatan yang dapat diwadahi tidak secara rutin diselenggarakan. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan berbagai jenis kegiatan, seperti konvensi, pameran, pertemuanpertemuan berskala besar (konferensi) dan pertemuan berskala kecil (seminar, workshop, dan rapat perusahaan sebagai fokus utama). Selain itu, bangunan ini dapat dipergunakan untuk resepsi pernikahan, acara wisuda, kegiatan pertunjukan seperti konser musik (teater) dan berbagai jenis kegiatan lainnya. Kegiatan pertemuan atau conference yang akan ditampung adalah kegiatan komunikasi dalam tingkat perorangan (personal level), yang memberikan kesempatan kepada individu untuk bertukar gagasan dan pandangan. Sebagai aktifitas pendukung didalamnya terdapat fasilitas seperti coffee shop tempat yang biasanya berkumpulnya komunitas yang ada, Art gallery (galeri seni) yang terdapat didalamnya akan mendukung fasilitas yang ada terutama pada fasilitas pameran (exhibition). Medan Convention and Exhibition Center 10

II.2. Tinjauan Proyek Tinjauan Proyek yaitu meliputi deskripsi proyek, lokasi proyek, tinjauan pemilihan di kota Medan dan kriteria pemilihan lokasi proyek. II.2.1. Deskripsi Proyek Proyek ini berjudul Medan Convention & Exhibition Center yang merupakan proyek dengan fungsi sebagai pusat untuk menyelenggarakan suatu pertemuan formal dan informal, perayaan ataupun selebrasi, pertunjukkan dan juga pameran ataupun exhibition dan terdapat pula galeri seni didalamnya, ditambah fasilitas yaitu galeri seni dan coffee shop yang ada untuk menghidupkan kegiatan aktifitasnya. Pada proyek Medan Convention & Exhibition Center ini merupakan suatu bangunan yang nantinya bertujuan untuk melayani masyarakat karena berdasarkan fungsi aktifitas di dalamnya merupakan aktifitas komersil dan selebrasi. II.2.2. Lokasi Pemilihan lokasi yang tepat bagi Medan Convention & Exhibition Center merupakan salah satu faktor penunjang dari berhasilnya satu pusat konvensi dalam mempromosikan kegiatan yang ada di dalamnya yang dapat berdampak pada jumlah pengunjung pusat konvensi tersebut nantinya. Kriteria pemilihan didasarkan oleh beberapa hal antara lain : II.2.2.a. Tinjauan Pemilihan di Kota Medan Pemilihan lokasi di kota Medan untuk Medan Convention & Exhibition Center, adalah : Medan merupakan kota menuju metropolitan, kota terbesar ke-3 di Indonesia dan ibukota Propinsi Sumatera Utara, sehingga menjadikannya pusat kegiatan di Sumatera Utara. Adanya transportasi darat yang baik menuju kota Medan. Adanya fasilitas bandara taraf internasional sehingga menyebabkan seiringnya dikunjungi wisatawan mancanegara. Tingkat ekonomi dan sosial budaya yang cukup tinggi. Medan Convention and Exhibition Center 11

II.2.2.b. Kriteria Pemilihan Lokasi Proyek Kriteria pemilihan lokasi untuk Medan Convention & Exhibition Center ini meliputi faktor faktor yaitu : Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK), lingkungan dan jarak ke pusat kota. 1. Rencana Umum Tata Ruang Kota ( RUTRK ) Medan. Berdasarkan RUTRK, wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan ditetapkan menjadi 5 wilayah Pengembangan Pembangunan (WPP), yaitu : Tabel 2.1. RUTRK Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan Wilayah Cakupan Wilayah adm. Pusat Kegiatan Utama Pembangunan Kecamatan Pengembangan WPP A Kec. Medan Belawan Belawan - Pelabuhan Kec. Medan Marelan - Industri Kec. Medan Labuhan - Pergudangan - Pelabuhan - Perumahan - Konservasi WPP B Kec. Medan Deli Tanjung Mulia - Perumahan - Perdangangan - Perkebunan WPP C Kec. Medan Timur Aksara Kec. Medan Perjuangan - Perumahan Kec. Medan Area - Industri Kec. Medan Denai Kec. Medan Amplas - Terminal barang/pergudangan - Orientasi Konsumen WPP D Kec. Medan Baru Inti Kota - Pusat Bisnis (CBD) Kec. Medan Maimoon - Pusat Pemerintahan Kec. Medan Polonia - Perumahan Kec. Medan Kota - Hutan Kota Kec. Medan Johor - Pusat Pendidikan Medan Convention and Exhibition Center 12

WPP E Kec. Medan Barat Kec. Medan Petisah Kec. Medan Sunggal Kec. Medan Helvetia Kec. Medan Tuntungan Kec. Medan Selayang Sei Sikambing - Perumahan - Perdagangan - Perkantoran - Lapangan Golf - Hutan Kota 2. Lingkungan Berada pada lokasi yang strategis, representatif dan cocok untuk fungsi pendukung skala kota. Lingkungan yang kondusif, seperti keamanan dan kenyamanan, sangat mendukung kegiatan di dalam dan luar gedung konvensi yang akan dirancang. Lokasi site memiliki jalan yang berskala besar, maka tidak akan menghambat lalu lintas yang dikarenakan oleh gedung konvensi ini. 3. Jarak ke pusat kota Fungsi bangunan adalah sebagai pusat konvensi, pameran, ceremony, resepsi dan pertunjukkan, dimana pengunjung yang datang memiliki tujuan untuk menghadiri atau menyelenggarakan sebuah acara yang diadakan di sebuah convention. Dengan keberadaan bangunan Medan Convention & Exhibition Center dekat dengan pusat kota, maka akses untuk menuju ke gedung tersebut tidaklah susah. Medan Convention and Exhibition Center 13

WPP D Pusat Bisnis(CBD), pusat pemerintahan, perumahan, hutan kota dan pusat pendidikan WPP A Merupakan Kawasan Pelabuhan, industri, pergudangan dan permukiman WPP E Perumahan, perkantoran, konservasi, lapangan golf WPP B Merupakan kawasan perkantoran dan perdagangan WPP C Merupakan kawasan pemukiman, pendidikan, rekreasi dan perdagangan Gambar 2.1 Peta Pembagian Wilayah Medan Sumber: Hasil Olah Data Primer Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan lokasi mengingat fungsi bangunan yang dirancang merupakan bangunan fasilitas hiburan yang bersifat publik dan berskala kota. Berikut ini Tabel 2.2 kriteria dalam pemilihan lokasi: No. Kriteria Lokasi 1. Tinjauan terhadap struktur kota Berada di kawasan sub urban yang merupakan daerah pengembangan perdagangan dan rekreasi. Berada di dekat jalan besar. 2. Pencapaian Dapat diakses dari seluruh penjuru kota, baik angkutan umum maupun pribadi. 3. Area pelayanan Lingkungan sekitar merupakan fungsi-fungsi yang dapat saling mendukung dengan bangunan yang direncanakan atau di sekitar pemukiman yang belum ada fasilitas hiburannya. 4. Peraturan Tanah milik pemerintah atau pribadi. Nilai lahan cukup Medan Convention and Exhibition Center 14

tinggi untuk daerah komersil. Untuk pengembangan kawasan permukiman, perdagangan dan rekreasi, WPP D atau WPP E KDB bangunan 60% KLB bangunan 4-6 lantai Penentuan Lokasi dan Tapak Berdasarkan kriteria pemilihan di atas, maka diputuskan untuk memilih dua alternatif tapak di kota Medan yang cocok untuk proyek Convention Center. Alternatif tersebut akan dianalisa dan kemudian dipilih tapak yang paling sesuai. Lokasi tapak yang terpilih adalah : Peta Alternatif Lokasi 1 : Jl. Ring Road Data Lokasi : Jl. Ring Road Kecamatan Medan - Sunggal Luas Site ± 3,2 Ha Gambar 2.2 Peta site alternatif 1 Medan Convention and Exhibition Center 15

Peta Alternatif Lokasi 2 : Jl. Jend. Gatot Subroto Data Lokasi : Jl. Jend. Gatot Subroto Kecamatan Medan - Sunggal Luas Site ± 4,02 Ha Gambar 2.3 Peta site alternatif 2 II.2.2.c. Kriteria Pemilihan Tapak Berikut ini merupakan tabel dari kriteria pemilihan tapak antara dua alternative tapak yang ada. Tabel 2.3. Kriteria Pemilihan Tapak Parameter Kriteria Lokasi Jl. Jend Gatot Subroto Jl. Ring Road Setia Budi Medan Struktur kota Sesuai RUTRK dengan Pusat kegiatan perdagangan/ bisnis, Pusat kegiatan perdagangan/ bisnis, pusat pendidikan, rekreasi pusat pendidikan, dan perumahan rekreasi dan perumahan Lokasi terhadap Berada di daerah Berada di daerah fungsi sekitar perumahan, perumahan, perdagangan, yang mendukung perdagangan, pendidikan dan pendidikan dan perkantoran Wilayah Wilayah Subpusat Wilayah Subpusat Medan Convention and Exhibition Center 16

pengembangan Pelayanan Kota Medan Selayang. Pencapaian Aksesibilitas Dapat dicapai dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum (becak, angkutan umum dan taksi), dan pejalan kaki. Akses pejalan Ada, kondisi trotoar baik kaki Pelayanan Kota Medan Selayang. Dapat dicapai dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum (becak dan taksi), dan pejalan kaki (2) Ada, kondisi trotoar baik Area pelayanan Persyaratan lain Intensitas kendaraan Tidak Padat Tidak padat Dekat dengan Dekat dengan lokasi Dekat dengan lokasi fungsi lain perumahan, perdagangan perumahan taman setia (komersil), perkantoran budi, perdagangan (komersil) Utilitas Tersedia, kondisi baik Tersedia, kondisi baik Fungsi eksisting Lahan kosong Lahan kosong View Terdapat di jalan arteri Terdapat di persimpangan yang berhadapan dengan yang dapat dilihat dari daerah perkantoran dan berbagai jalur. perdagangan. (2) Orientasi Site menghadap kearah Site menghadap kearah Utara Timur Kontur tapak/ Relatif datar Relatif datar Medan Convention and Exhibition Center 17

Topografi Total 36 34 Keterangan : 1 = kurang baik ; 2 = baik ; 3 = sangat baik Maka berdasarkan table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa lokasi yang tepat untuk Medan Convention & Exhibition Center adalah alternatif lokasi yang terberada di Jl. Jend Gatot Subroto. II.3. Tinjauan Fungsi Tinjauan fungsi dapat dilihat dari beberapa deskripsi, yaitu meliputi deskripsi pengguna dan kegiatan, deskripsi perilaku, deskripsi pengguna bangunan, deskripsi persyaratan dan kriteria ruang, dan studi banding arsitektur dengan fungsi yang sejenis. II.3.1. Deskripsi Pengguna dan Kegiatan Pengguna atau pelaku kegiatan pada kasus Medan Convention & Exhibition Center ini dapat di kelompokkan antara lain : 1) Pengunjung, terbagi atas dua bagian yaitu pengunjung yang bersifat khusus dan bersifat umum. o Pengunjung bersifat umum yaitu pengunjung yang datang untuk bersifat rekreasi, tertarik menikmati pameran untuk memuaskan rasa keingintahuannya. Kegiatannya melihat-lihat objek yang dipamerkan dan jika cocok akan membeli objek yang dipilih. o Pengunjung bersifat khusus yaitu pengunjung baik domestik maupun manca negara yang mempunyai tujuan bisnis biasanya para pengusaha. 2) Penyelenggara/penyewa yaitu orang yang mengorganisir pelaksanaan kegiatan. 3) Pengelola yaitu pihak yang mengawasi, mengelola, dan memberikan pelayanan fasilitas yang di butuhkan penyelenggara. 4) Materi dari pameran itu sendiri yaitu produk ataupun peralatan yang ditampilkan Medan Convention and Exhibition Center 18

II.3.1.a. Segmen Pengguna Pada segmen pengguna terdapat kegiatan kegiatan yang biasa pada sebuah convention, meliputi : a) Rapat Asosiasi Pertemuan yang biasanya diselenggarakan oleh suatu asosiasi profesi baik tingkat nasional, regional, maupun internasional, seperti : Pertemuan dari Ikatan Dokter Indonesia se-indonesia Pertemuan dari Ikatan Ahli Penyakit Dalam se-asia Pasifik Pertemuan dari Asosiasi LNG se-dunia b) Seminar Merupakan kegiatan tatap muka antara orang-orang yang telah memiliki pengalaman untuk melakukan diskusi dan membahas masalah serta membagi pengalaman antar peserta. c) Ceremony (Wedding, Resepsi, Wisuda, Perpisahan, Perayaan Hari Besar, Reuni Akbar, dan lainnya) Merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan, biasanya berupa resepsi pernikahan, reuni akbar, wisuda, perayaan hari besar dan pesta perpisahan. d) Pameran/ Exibition/ Trade Fair Pameran yang diselenggarakan secara regional, nasional, dan internasional e) Workshop Merupakan kegiatan untuk membahas suatu masalah secara bersama-sama antar kelompok peserta dan melatih satu sama lain sehingga setiap peserta akan mendapat pengetahuan, keahlian, dan wawasan mengenai hal-hal yang baru. f) Company Event Pertemuan yang umumnya berupa rapat oleh anggota direksi, seminar bagi distributor, pertemuan antar distributor, atau rapat divisi. g) Program Intensif Pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan besar atau support system. Para peserta adalah distributor khusus dari perusahaan atau Support System tersebut, yang bisa meningkatkan produktifitas perusahaan, program ini sering disebut Motivator ravel Program. Medan Convention and Exhibition Center 19

h) Organisasi Internasional Merupakan kegiatan konvensi yang dihadiri oleh para peserta sebagian besar atau keseluruhannya yang merupakan anggota dari organisasi yang bernaung di bawah organsasi internasional, seperti : PBB (UNESCO, UNICEF, ILO), OPEC, dan lain-lain. i) Konser/ pertunjukkan Merupakan kegiatan pertunjukan yang di selenggarakan oleh suatu event organiser berskala nasional hingga internasional. II.3.1.b. Kegiatan Umum Adapun kegiatan pada Medan Convention & Exhibition Center adalah : a) Konvensi Merupakan kegiatan pertemuan sekelompok orang, seperti: o kegiatan seminar lokakarya dan penataran. o Konvensi yang berskala kecil hingga besar, tingkat nasional maupun internasional. o resepsi yaitu acara yang bersifat informal seperti acara silaturahmi, ulang tahun, dan pernikahan o kegiatan konfrensi yang dilakukan oleh sekelompok orang seperti kelompok industri, pelaku bisnis, dan staf pemerintahan o workshop merupakan kegiatan pertemuan dimana kegiatan ini membahas sesuatu dan memberi pelatihan secara bersama-sama antar kelompok peserta, sehingga para peserta mendapatkan ilmu, wawasan dan keahlian seperti workshop desain dan fotografi o kuliah umum o panel yang yang berupa tanya jawab oleh dua atau lebih kelompok peserta o forum merupakan kegiatan diskusi dua arah dimana pesertanya dari bidang yang berlainan. b) Pameran (Exhibition) Kegiatan pameran mempunyai kegiatan dalam hal melakukan suatu pergelaran pameran yang mana memamerkan beberapa bentuk objek. Medan Convention and Exhibition Center 20

Kegiatan pameran antara lain : o Pameran dagang, seperti furniture expo, pameran komputer, pameran buku,pameran otomotif. o Pameran seni, seperti pameran lukisan, pameran foto. o Pameran jasa, seperti pameran pendidikan, bursa tenaga kerja. Terdapat dua jenis kegiatan pameran, yaitu : 1. Pameran terbatas Pameran yang khusus diperuntukkan peserta pertemuan dan diadakan pada saat istirahat dan pulang pertemuan. 2. Pameran sepanjang hari. Pameran ini bisa berkaitan maupun tidak dengan pertemuan yang sedang dilaksanakan. Pengunjungnya tidak hanya terdiri dari peserta pertemuan, tetapi juga masyarakat umum. Durasi kegiatan pameran ini setiap harinya lebih lama, yaitu antara pukul 08.00-22.00. Pada umumnya pameran terdiri dari beberapa bagian yaitu : Pameran umum yaitu pameran yang diselenggarakan terbuka untuk umum. Pameran konvensi yaitu pameran yang digelar bersamaan dengan kegiatan konfrensi dalam waktu dan tempat yang sama. Pameran khusus yaitu pameran yang memamerkan satu jenis produk Pameran tunggal pameran yang diadakan oleh satu orang ataupun satu perusahaan kepada calon konsumen. c) Pertunjukkan Merupakan sebuah kegiatan yang berupa persembahan yang bersifat menghibur seperti pergelaran seni, drama, konser, dan lainnya. II.3.1.c. Kegiatan Pendukung Kegiatan pendukung atau penunjang merupakan kegiatan yang berfungsi untuk menunjang kelancaran pengoperasian kegiatan convention, yaitu kegiatan pengelolaan, sistem manajemen / teknis bangunan dan kegiatan lain yang berfungsi untuk menghidupkan mobilitas Medan Convention and Exhibition Center 21

manusia pada bangunan. Selain kegiatan pertemuan disediakan juga fasilitas penunjang untuk memenuhi dan menghidupkan fasilitas gedung convention, diantaranya yaitu : 1) Coffee Shop (Kedai kopi) Merupakan tempat yang sering dikunjungi suatu komunitas ataupun suatu organisasi. Kegiatan yang ada tidak berbeda jauh dengan restoran yaitu, makan dan minum. Akan tetapi terdapat perbedaan jenis makan di menu yang disediakan. 2) Art Gallery (Galeri Seni) Merupakan sebuah tempat untuk mempertontonkan dan mempromosikan sekaligus tempat untuk mengkomersilkan hasil sebuah karya seni. Di dalam galeri seni ini terdapat jenis seni musik dan seni potografi. Kegiatan yang terdapat di dalamnya sangat mendukung dengan kegiatan pameran seni yang akan berlangsung. Kegiatan pendukung yang ada pada convention ini merupakan kegiatan komersial yang akan menghidupkan aktifitas didalamnya. II.3.1.d. Kegiatan Komersial Kegiatan komersial berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal jasa maupun hiburan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menunjang fungsi utama sekaligus membantu pembiayaan fasilitas ini, serta menghidupkan aktifitas apabila tidak ada penyewaan gedung serbaguna. Jadwal kegiatan komersial ini ada beberapa jenis, yaitu: 1) Buka setengah hari, misalnya perusahaan sewa alat-alat pernikahan. 2) Buka 12 jam, misalnya restoran, kedai kopi dan cafe. 3) Buka 24 jam, misalnya bussiness center. II.3.1.e. Plaza Plaza merupakan ruang terbuka sebagai ruang transisi. Berada pada tengah bangunan dan terdapat taman didalamnya. Fasilitas ini yang dapat dipergunakan sebagai tempat diselenggarakannya pameran dengan konsep outdoor dengan tetap memperhatikan kenyamanan pengunjung. Jenis pameran yang diselenggarakan secara outdoor adalah pameran yang tidak memiliki masalah dengan pengaruh udara luar, misalnya pameran produk yang tahan dengan angin, debu dan lain-lain. Medan Convention and Exhibition Center 22

II.3.2. Deskripsi Perilaku Pada sifat aktifitas yang dilakukan, prilaku pada bangunan Medan Convention & Exhibition Center ini terbagi atas 2 bagian : Bersifat stastis Perilaku pengguna bangunan lebih bersifat menetap pada satu tempat. Kebiasaan ini merupakan kegiatan yang bersifat rutinitas maupun sementara dengan intensitas waktu yang lama sebagai contoh pengelola. Bersifat dinamis Pengguna bangunan cenderung bergerak dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain seperti pengunjung pameran. II.3.3. Deskripsi Pengguna Bangunan Pengguna bangunan dapat digolongkan sebagai berikut : a. Pihak penyewa tempat Merupakan pihak-pihak yang menyewa tempat untuk menyelenggarakan suatu kegiatan, yaitu pelaksana dan peserta kegiatan. b. Pengunjung Merupakan pihak-pihak yang menghadiri kegiatan, tanpa harus menyewa tempat, mereka adalah pengunjung pameran, peserta workshop atau seminar, atau acaraacara yang bersifat umum. Golongan ini pun termasuk pengunjung fasilitas-fasilitas komersial. c. Pemakai fasilitas komersial Merupakan pihak-pihak yang menyewa fasilitas-fasilitas komersial untuk publik, seperti galeri seni, dan coffee shop II.3.4. Deskripsi Persyaratan dan Kriteria Ruang Persyaratan ruang dan kriteria yang harus diperhatikan dalam merencanakan dan merancang sebuah Medan Convention & Exhibition Center adalah fleksibilitas ruang dalam (hall), ruang pameran, kenyamanan pengunjung yang dihubungkan dengan keadaan termal, pencahayaan terhadap ruang dan juga objek yang di pamerkan, serta sirkulasi, baik sirkulasi dari pengunjung maupun sirkulasi dari kegiatan pergudangan. Medan Convention and Exhibition Center 23

Fleksibelitas ruang Fleksibilitas ruang maksudnya kemampuan suatu ruang untuk dapat menyesuaikan diri terhadap aktivitas yang berlangsung didalamnya. Ke-fleksibilitasan ruang ini berpengaruh terhadap potensi ruang dapat menampung item dan stan pameran. Fleksibelnya suatu ruang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1) Pembagian ruang Pembagian ruang yang tepat dapat membantu seberapa banyak ruangan dapat menampung kegiatan konvensi, pameran maupun pertunjukkan. Penggunaan dinding geser pada bangunan konvensi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar ruang dapat fleksibel menampung kegiatan konvensi dan pameran sehingga dapat menampung kegiatan konvensi dan pameran yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. 2) Pemilihan stuktur bangunan Pemilihan struktur bangunan yang tepat dapat mempengaruhi seberapa fleksibelnya suatu bangunan. Untuk kasus bangunan konvensi yang penggunaan ruangannya berbentang lebar membutuhkan suatu pemilihan struktur bentang lebar yang sesuai untuk sebuah gedung konvensi. 3) Ketinggian ruang Ketinggian ruang yang sebagai fungsi pameran ditentukan oleh jenis produk yang di pamerkan dan bentuk stan pameran. Dengan ruang yang tinggi kita dapat memberikan space pada produk-produk yan memiliki ketinggian yang cukup dan menjadikan ruang lebih fleksibel dengan menerapkan desain stan yang bertingkat. Ketinggian ruang sebagai fungsi konvensi memiliki standart tinggi sesuai audio dan akstik nya. 4) Lighting/pencahayaan Tujuan dari perancangan pencahayaan adalah memberikan suatu lingkungan suasana lingkungan yang menyenangkan dan nyaman terhadap visual, cahaya yang baik dapat membuat atmospehere dan mood suatu ruangan menjadi lebih efektif. Suatu ruang konvensi menjadi kurang menarik akibat pencahayaan yang tidak didesain sejalan dengan desain dari konvesi. Menurut sumbernya cahaya dibagi atas dua bagian yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Cahaya buatan merupakan cahaya yang bersumber ari alam yaitu Medan Convention and Exhibition Center 24

matahari, sedangkan buatan berasal dari penerangan buatan seperti lampu yang digunakan pada ruangan-ruangan dalam kondisi tertentu. Penggunaan efek pencahayaan akan menjadi penerima yang baik dengan pengunaan peralatan spesial seperti lampu sorot (spot light) atau peralatan optical lainnya. 5) Sirkulasi Convention harus dapat memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat dan memberikan kenyamanan, stimulasi, dan lainnya. Perencanaan dan sistem sirkulasi konvesi ditekankan pada pola pengaturan pencapaian, sirkulasi pengunjung dan servis bangunan. Medan Convention and Exhibition Center 25

II.4. Studi Banding Arsitektur Fungsi Sejenis 1) Monona Terrace Convention Center Madison, Wisconsin Merupakan bangunan Convention Center yang berada di Madison, Wisconsin. Bangunan ini dirancang oleh Frank Lyod Wright sebagai arsiteknya, dengan jenis bangunan sebagai konvensi dan eksibisi. Akan tetapi, bangunan ini di desain tidak hanya untuk pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak, pameran dan pertemuan industri tetapi juga dilengkapi dengan kemudahan aksesbilitasi. 3 Gambar 2.4. Monona Terrace Convention Center Madison Sumber : Internet Pada bangunan ini terdapat beberapa ruang yaitu : a) Multimedia Lecture Hall (Ruang Kuliah Multimedia) Ruang ini dilengkapi dengan multimedia, dapat berkomunikasi langsung dengan negara lain melalui hubungan satelit, yang terdiri dari 320 tempat duduk tipe teater. b) Ball Room Ball room dengan luas 14,000 ft2 yang dapat menampung lebih dari 1000 orang undangan makan malam, yang merupakan insprirasi Wrigh. Ruang ini bisa diatur sesuai tututan fungsi. 3 http://mononaterrace.com/ 10 maret 2013, 09:30 pm Medan Convention and Exhibition Center 26

c) Pre-Function Space (Ruang Fungsi Ganda) Luas 16.000 ft2 yang meliputi ruang tempat registrasi, ruang informasi, lobby dan sebagai tempat untuk menunggu jadwal sidang berikutnya. Banyak ruangan pada bangunan ini didesan sebagai ruang publik dengan pemandangan kearah danau Georgeous. d) Meeting Space and Ball Room Memiliki luas 28.000 ft2 dengan ruang yang fleksibel. e) Roof Top Garden (Taman Diatas Atap) Roof top memiliki luas 28.000 ft2 Medan Convention and Exhibition Center 27

2) Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Convention Center (JCC) merupakan pusat konvensi di ibukota yang sering dijadikan tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional, seperti konferensi PBB, pertemuan negara-negara APEC, pertemuan negaranegara GNB. Selain itu sering dijadikan tempat diselenggarakannya acara penganugerahan, pementasan seni, konser musik, dan berbagai pameran. Beberapa fasilitas yang dimiliki JCC antara lain : o Plennary Hall dengan kapasitas 5000 kursi. o Assembly Hall seluas 3.921 m2 yang dapat dibagi menjadi tiga ruang-ruang kecil. o Dua Exhibition Halls (Hall A seluas 3.060 m2, Hall B seluas 5.850 m2). o 13 Flexible Meeting Rooms dengan ukuran yang berbeda-beda. o Main Lobby seluas 5.500m2 yang bersifat multifungsi. Keterangan : Ruang Pameran Ruang Pertemuan Gambar 2.5 Denah Jakarta Convention Center Sumber : Internet Jakarta Convention Center terdiri atas beberapa hall besar dengan kapasitas yang cukup besar. Plenary Hall yang berbentuk lingkaran, dapat memuat sampai dengan 5000 tempat duduk, merupakan hall utama. Konsep ruang yang fleksibel, Medan Convention and Exhibition Center 28

memungkinkan fungsi Plenary Hall untuk diubah sesuai dengan kebutuhan, baik untuk kegiatan konvensi maupun pameran. Selain itu terdapat Assembly Hall dengan luas ruang 3.921m2 dapat dibagai menjadi tiga ruangan yang lebih kecil sesuai dengan kebutuhan. Selain itu terdapat dua ruang pameran besar, yaitu Exhibition Hall A dan Exhibition Hall B, dengan luas total 9.585m2, beberapa ruang pertemuan sedang maupun kecil, dan lobby utama dengan luas 5.500m2, yang dapat digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu sesuai dengan kebutuhan acara. Gambar 2.6 Interior Jakarta Convention Center Sumber : Internet Plenary Hall dirancang sangat fleksibel, dengan kapasitas sampai dengan 5000 orang, mulai dari kegitan konferensi yang bersifat formal, sampai dengan konser musik yang hingar bingar. Dilengkapi dengan peralatan audio video yang canggih termasuk 64 kamera video, dan sistem penerjemah yang dapat mengakomodasi sampai dengan 8 bahasa. Assembly Hall dapat menampung 2500 orang untuk pertemuan dengan tempat duduk, dan 4500 orang untuk acara dengan berdiri. Ruangnya yang fleksibel memungkinkan berbagai kegiatan untuk dilakukan. Mulai dari gala dinner, ruang kelas, fashion show, launching produk, sampai malam penganugerahan. Medan Convention and Exhibition Center 29

Ruang pameran utama terdiri dari dua bagian, A dan B. Kedua ruangan dihubungkan dengan koridor sehingga memungkinkan kedua ruangan untuk dipakai secara bersama-sama. Selain itu terdapat 13 ruang-ruang pertemuan sedang dan kecil, dengan kapasitas mulai dari 20 orang sampai dengan 1000 orang. Gambar 2.7 Layout Ruang Pameran JCC Sumber : Internet Secara umum, penataan ruang-ruang utama tersebut diletakkan menyebar dengan orientasi utama pada lobby utama. Sirkulasi pengunjung dari lobby utama kemudian dipecah ke ruang-ruang sesuai dengan keperluannya. Hal ini memberi keuntungan jika salah satu ruang saja yang terpakai, pintu masuk tetap melalui lobby utama, sehingga sirkulasi menjadi lebih efisien. Jakarta Convention Center juga mempunyai drop off yang cukup panjang. Hal ini untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang datang yang mencapai ribuan orang, dan kondisi tapak yang berada di daerah perkotaan yang padat. Gambar 2.8 Suasana Pameran (Exibition) JCC Sumber : Internet Medan Convention and Exhibition Center 30

3) Tiara Convention Center Tiara Convention Center merupakan salah satu tempat yang paling sering dipergunakan oleh masyarakat Medan untuk mengadakan pertemuan, seminar, rapat, resepsi, konser musik, pameran dan acara lainnya, merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Hotel Tiara Medan. Convention ini bertingkat tiga dengan full AC yang memiliki enam ruang pertemuan dan ballroom bebas kolom dilengkapi dengan fasilitas yang modern dan up-to-date katering untuk konvensi, konferensi, pameran, seminar dan pernikahan. Convention ini memiliki daya tampung mulai 15 orang sampai 1500 orang. Gambar 2.9 Tiara Convention Center Sumber : Data Pribadi Tiara Convention Center terdiri dari 5 ruangan utama, yaitu : a) Balai Raya Balai raya merupakan ruang utama tempat berlangsungnya kegiatan antara lain: pertemuan, resepsi, pertunjukan musik, pameran, dan lain-lain. Pada ruangan ini perletakan kursinya tidak permanen, sehingga bisa disesuaikan menurut keperluan konsumen. Ukuran ruang balai raya, 48 m x 28 m x 27 m. b) Balai Citra, sering digunakan sebagai banquet hall, ukuran ruang 17 m x 23 m. c) Balai Wara, ukuran ruang 9 m x 18 m. d) Balai Duta, ukuran ruang 9,6 m x 9 m. e) Balai Tama, ukuran ruang 7,2 m x 9,5 m. Gambar 2.10 Balai Raya Sumber : Internet Medan Convention and Exhibition Center 31